Day 11 : Krakow
Ibukota negara Poland sebenarnya Warsaw. Namun jaraknya menyimpang cukup jauh dari rute perjalanan kami. Akhirnya kami memilih kota Krakow, kota kedua terbesar di Poland, yang masih sejalan dengan rute kami. Krakow juga termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena sejarah panjangnya. Poland sendiri adalah negara yang kami ingin kunjungi karena warna benderanya kebalikan dengan Indonesia, haha..
Kami naik FLIX bus dari Budapest menuju Krakow. Rencananya kami akan tiba di Krakow Main Station jam 6 pagi. Namun kenyataannya kami sudah tiba jam 5 pagi. Wow ! Kaget karena lagi enak2 tidur, masih gelap, tiba2 lampu bus dinyalakan dan dinyatakan sudah sampai Krakow. Langsung deh buru2 menyiapkan diri untuk keluar dari bus.
Tentu saja suasana di luar bus masih gelap. Kami mengikuti orang2 keluar bus dan masuk ke gedung station. Krakow Main Station ini terdiri dari bus station dan train station. Station sangat penuh orang yang duduk dan tidur di bangku yang tersedia. Akhirnya kami mencoba berjalan ke luar station mencari hotel kami yang jaraknya sekitar 1 km. Walaupun sudah pakai Google Maps, karena baru pertama kali tiba dan suasana gelap, kami sempat nyasar sebelum akhirnya menemukan hotel kami yaitu Ibis Budget Krakow. Padahal kalo sudah tau sebetulnya sangat mudah jalurnya.
Sampai hotel di subuh seperti ini, sudah pasti ga bisa ngapa2in. Jadi yang bisa kami lakukan adalah istirahat di sofa lobby, ganti baju dan bersih2 di toilet lobby, beres2 koper dan menitipkan koper kami di resepsionis. Karena sudah lapar dan di luar hotel masih gelap, awalnya kami mau sarapan pagi di hotel Ibis Budget ini. Namun setelah melihat makanan dan minuman di buffet resto hotel yang kurang beragam (maklum hotel budget), kami coba lihat2 makanan dan minuman di buffet resto hotel sebelah. Hotel Ibis (non budget) kebetulan persis lokasinya bersebelahan dengan hotel kami.
Nah ini jauh lebih beragam jenisnya. Jadi kami putuskan makan di sini saja. Ga masalah ga nginep di Hotel Ibis ini, yang penting kami bayar untuk sarapan ini. Toh kami memang pesan hotel tanpa breakfast, jadi bebas mau sarapan di mana saja. Kami bayar sarapan dengan harga 60 zloty per orang dan bisa menggunakan credit card. Sip deh ! Mari makan all you can eat sambil menunggu terang dan bisa jalan2 keluar hotel.
Notes : zloty adalah mata uang Poland dengan kode PLN dan simbol zt. Sama seperti Hungary, Poland juga merupakan anggota Uni Eropa namun mereka tetap menggunakan zloty untuk transaksi ekonomi lokal mereka. Berbeda dengan di Budapest di mana kami menukarkan uang Euro kami dengan HUF, di Krakow kami tidak menukarkan Euro kami dengan PLN. Kami berencana akan menggunakan credit card saja untuk semua transaksi selama di Krakow.
Pagi ini salju sudah turun tipis2 di Krakow. Selesai sarapan, kami coba jalan dulu ke mal terdekat, yaitu Galeria. Mal ini terhubung dengan Krakow Main Station, tempat tadi subuh kami sampai. Rupanya jika sampainya saat mal sudah buka, kami bisa ke hotel tembus lewat mal ini. Memintas jalan. Tapi karena tadi subuh mal tutup, jadi kami harus jalan memutar. Awalnya kami bingung, kenapa toko2nya di dalam mal kok pada tutup, apa bukanya siang ? Akhirnya kami baru sadar bahwa ini hari Minggu. Jadi kalo di Eropa, rata2 toko itu tutup di hari Minggu. Beda sama di Indonesia yang malah ramai saat hari libur. Yang buka terbatas pada restoran atau cafe saja biasanya.
Sekarang kami mau explore kota Krakow ini. Pusat wisata dan keramaian, ada di Old Town (Stare Miasto). Jalan kaki sekitar 1 km dari hotel. Di area Krakow dan sekitarnya, sebenarnya ada banyak tempat menarik seperti museum yang terkait dengan kekejaman Nazi terhadap kaum Yahudi di era perang dunia kedua, tambang garam (ini jauh ke luar kota) dan lainnya. Namun dengan pertimbangan waktu dan juga ingin menikmati kota Krakow ini, akhirnya kami memtuskan jelajah Old Town saja. Jadi kami tidak membeli transport card kota Krakow.
Selama seharian ini kami menjelajah Krakow, cuacanya mendung dan hawanya termasuk sangat dingin buat kami karena anginnya kencang. Suhu sebetulnya sekitar 1 derajat celcius, tapi reel feel nya sekitar -8 derajat celcius. Brrrr…. Namanya juga winter yah.
Di old town terdapat Basilika Santa Maria (Kościół Mariacki), Krakow’s Market Square dan juga Cloth Hall. Selama di sini, kami tinggal mengikuti keramaian para turis lain sambil menikmati suasana kota Krakow ini. Jalan santai saja tanpa ada tempat khusus yang dituju. Menyusuri gedung2 berarsitektur perpaduan antara gaya Gotik, Renaisans, dan Barok yang sebagian besar utuh dari kerusakan perang dunia kedua.

Kanan bawah : Sukiennice Hall (Cloth Hall)
Di Krakow ini, makanan khasnya bernama “pierogi”, ini dumpling/pangsit tradisional Poland. Terbuat dari adonan tanpa ragi, berbentuk setengah lingkaran, dan biasanya dimasak dengan cara direbus. Kami memilih resto Pierogarnia Krakowiacy. Restonya kecil dan interiornya didominasi budaya Poland seperti baju, topi, alat musik. Resto ini termasuk yang paling direkomendasikan jika mau mencicipi dumpling di Krakow ini.
Dumpling ini disajikan dalam 3 pilihan porsi yaitu L (8 pcs), XL (10 pcs) dan XXL (12 pcs). Karena belum terbayang rasa dan ukurannya, kami pilih porsi L. Isiannya ada macam2, ada yang manis ada yang asin. Kami coba salah satu isian spesialnya yaitu Chlopskie. Jadi dumplingnya berisi kentang dengan potongan daging bacon dan bawang bombay. Untuk bentuk dan rasanya, jangan bayangkan seperti pangsit goreng atau pangsit kuah di Indonesia ya. Bentuknya seperti pastel mini direbus, ada isinya (tergantung selera) dan di atasnya ditaburi bawang goreng.
Kami kemudian kembali ke hotel untuk check in dan beristirahat. Mampir dulu sebentar ke Krakow Main Station untuk mengecek jadwal dan platform perjalanan kami ke Prague besok.
Malam harinya, kami menjelajahi Mały Rynek (Small Market Square). Christmas Market skala kecil tepat di samping Old Town. Di sini hampir semua standnya menjual makanan dan minuman. Ramai sekali, kami kesulitan dapat tempat duduk. Jadinya makan sambil berdiri saja lah. Ada meja2 untuk tempat berdiri sambil makan sih memang di setiap Christmas Market.
Kami sempat coba juga goulash soup di sini, karena pas dingin2 begini enak kali ya makan soup. Tapi rasanya beda dengan yang di Budapest. Jauh lebih enak di Budapest, yah memang kan Goulash itu makanan khas Hungary yah, bukan Poland, hehe..
Kami juga mencoba traditional grilled cheese khas Poland alias “oscypek”. Kejunya berasal susu domba (sheep) dari wilayah Tatra Mountains di Poland. Disajikan dengan topping bacon atau selai cranberries. Karena mulut sudah terlalu banyak makan yang asin dan keju rasanya asin, jadi kami pilih pakai cranberries saja supaya manis dan menyeimbangkan rasa. Ternyata grilled cheese ini enak sekali ! Biasanya kami ga doyan grilled cheese di Eropa, tapi yang Poland ini beda rasanya. Ditambah cranberries jadi beneran yummy banget !
Setelah Maly Rynek, barulah kami pergi ke Christmas Market yang ada di Old Town, Suasananya sangat ramai, baik dari segi stand2 yang ada maupun oleh kehadiran para pengunjungnya, mirip seperti Christmas Market di Nuremberg East Europe part 2. Kami tidak berlama-lama di Christmas Market ini karena cuacanya semakin dingin dan anginnya semakin kencang. Akhirnya kami memilih bersantai di dalam mall Galeria, yang lebih hangat suhunya daripada di luar ruangan. Kami masuk ke Grycan Cafe dan menikmati kue tiramisu yang enak banget, plus minuman juice campuran pisang dan mangga.
Selesai sudah petualangan kami di Krakow hari ini. Besok jam 11 siang kami sudah harus naik kereta menuju Prague, ibukota Czech Republic. Pindah negara lagi nih.
Day 12 : Krakow – Prague
Pagi ini cuaca di Krakow masih mendung. Kami cari sarapan di mal, balik ke hotel untuk beres2 dan kemudian check-out. Kereta IC 114 yang membawa kami ke Prague, ternyata berbentuk kompartemen2. Mirip kereta Thello yang dulu membawa kami dari Paris ke Venice di Europe 2012 part 3 Dalam kompartemen kami, terdapat 3 seat saling berhadapan (total 6 seat). Ukuran rak di atas kami tidak memungkinkan untuk menaikkan koper bagasi kami yang besar. Hanya cukup untuk koper ukuran bagasi pesawat. Saat kami masuk kompartemen sudah ada 2 wanita dengan koper masing2. Untuk area kaki juga lumayan sempit, jadi ga bisa taro koper di bagian kaki, cuma bisa agak menyamping di area kaki kursi samping kami.
Sepanjang perjalanan dari Krakow ke Prague, kereta ini menaikkan dan menurunkan penumpang di banyak station. Awalnya kami masih santai karena 6 kursi hanya terisi 3 orang wanita. Namun kemudian di tengah perjalanan, ada 3 orang lagi masuk. Ada yang pria dan wanita. Penuh sesak lah kompartemen kami, belum lagi semua bawa koper. Terpaksa kami mengatur2 koper kami supaya tidak menghalangi kaki mereka tapi artinya ya membuat kaki kami terjepit. Dan yang paling penting jangan sampai koper kami bergeser karena tidak ada rem di roda koper kami.
Perjalanan kereta ini ditempuh nyaris 7 jam. Jadi kebayang gimana pegelnya dan ga bisa istirahatnya kami. Ini kereta paling ga nyaman sepanjang perjalanan kami kali ini di Eropa Timur. Untung kami duduk di bagian paling dalam / dekat kaca sehingga tidak terganggu aktivitas penumpang lain di kompartemen kami yang terkadang keluar masuk.
Bersambung ke East Europe part 6 (Czech)
Cerita sebelumnya di East Europe part 4 (Hungary)






