Advertisements

Style

Traveling Mandiri

Kami traveling mandiri dengan mengatur sendiri semua perjalanan. Mulai dari mau ke mana, cari tiket promo, cari info mengenai destinasi tersebut, pilih yang menarik hati, cari cara hematnya gimana, cari akomodasi, lakukan booking, print peta dan info yang dibutuhkan, siapin apa saja yang perlu dibawa, dan siap pergi !

Gaya traveling kami cukup fleksibel, bisa backpacking, flashpacking, gaya turis/ikut tour, gaya santai, apa aja deh.. yang penting bisa menikmati traveling dengan dana yang ada. Kadang ada destinasi yang hanya bisa dicapai dengan mengikuti tour atau tidak ada public tour atau kendala bahasa, yah biasanya untuk itu kami ikutan local tour yang 1 day. Seru juga, bisa berkenalan dengan orang-orang dari berbagai negara kalo ikut local tour itu. Sedangkan untuk negara2 mahal, tentu ga ada pilihan selain backpacking, karena dana yang sangat terbatas, hehe..

Travel Light 

Ransel trolley, koper dan tas ransel yang setia menemani kami traveling

Ransel trolley, koper dan tas ransel yang setia menemani kami traveling

Makin sering kami pergi, makin simple bawaan kami, karena kami udah merasakan repotnya bawa-bawa barang yang terlalu banyak.  Jadi, bawaan/tas/ koper itu harus sepraktis mungkin, sesedikit mungkin, jangan jadi beban yang harus dibawa2 selama traveling. Kalo bisa berdua hanya bawa 1 tas atau paling banyak masing2 bawa 1 tas. Umumnya berbentuk ransel trolley, ini praktis banget. Bisa digendong kalo jalan nya naik turun dan lagi mau lari2 (kejar kereta misalnya) dan bisa digeret kalo pundak udah cape. Bawa koper yang masuk bagasi hanya jika “terpaksa” harus bawa benda yang dilarang masuk kabin (cairan, gunting,dsb).

Keuntungannya :

1. Bisa hemat bagasi, karena untuk budget airlines bawa bagasi itu kena charge. Jadi diupayakan bawaan bisa masuk kabin.

2. Lebih cepat dalam proses di bandara, karena kalo ga bawa bagasi kan ga usah nunggu bagasi keluar di ban berjalan itu. Kita bisa langsung melenggang keluar bandara. Juga ga ada resiko bagasi hilang, bagasi tertukar, dsb.

3. Belajar berpikir positif, lihat kemungkinan terbaik. Biasanya kan kita bawa ini itu takut kalo terjadi ini itu. Nah, kali ini coba pikirkan kalo tidak ada ini itu. Jadi hati sudah disiapkan untuk santai/relax. Ga bawa payung, kalo hujan gimana ? yah cari akal aja.. berteduh kek, cari ojek payung kek, santai di shopping centre kek. Ga bawa baju ganti kalo basah gimana ? Ya beli aja baju di sana, itung2 souvenir langsung dipake. Udah deh… ga usah repot. Mau traveling aja kok repot ?!

4. Gampang pindah-pindah lokasi. Malam 1 stay di area A, malam berikutnya stay di area B, dst. Bawaan tinggal dibawa terus sepanjang jalan. Kalo ringan, gampang. Kalo berat ? Menderita deh ye….

5. Mudah dibawa ketika harus menggunakan transportasi malam hari untuk pindah lokasi (lihat bagian Transportasi).

Transportasi

Untuk pindah dari 1 lokasi ke lokasi lain, tentu perlu transportasi. Untuk negara di luar Indonesia yang public transportasinya bagus, silakan dinikmati. Kami berupaya mencoba segala bentuk public transportation yang ada di negara lain : MRT, bus, ferry, cable car, train, gondola, dsb. Menarik sekali, bahkan ini bisa jadi merupakan satu atraksi wisata yang menarik, karena train di satu negara berbeda dengan negara lain. Sementara untuk di Indonesia dan beberapa negara lain yang public transportasinya masih kurang dapat diandalkan, kami memilih untuk naik taxi atau rental car.

Perhatikan untuk berpindah lokasi, apakah tersedia public transportasi malam hari ? Jika ada, pertimbangkan ini untuk menghemat biaya akomodasi dan juga menghemat waktu. Kami beberapa kali menggunakan night bus maupun night train. Untuk kami yang waktu traveling nya terbatas (karena masih harus kerja lagi seusai traveling) ini menjadi pilihan yang sangat menarik. Tentunya bagasi untuk night train dan night bus ini terbatas, jadi semakin sedikit bawaannya, semakin baik.

Menikmati berbagai moda transportasi

Menikmati berbagai moda transportasi

Akomodasi

Untuk kami sebagai pasangan biasanya alternatif akomodasinya :

1. Jika memang ada family atau teman di tempat yang dituju, tidak ada salahnya bertanya apakah bisa menginap di rumah mereka. Jika memang bisa, mereka pasti senang ada kerabat/teman yang berkunjung. Jika memang mereka keberatan atau kita tidak memiliki kenalan di sana, ya tidak masalah.. kita pindah ke alternatif kedua.

2. Jika memungkinkan kami memilih couchsurfing. Upayakan ada waktu bersama untuk bisa saling mengenal antara tamu dan host nya. Jangan cuma datang malam, tidur, pagi udah pergi lagi… karena mereka kan bukan hotel gratis, tapi mereka orang yang ingin berkenalan dengan tamunya, bertukar cerita, dsb. Tetapi jika memang jadwal yang tersedia cukup padat atau kami sedang ingin berduaan, yah.. jangan pilih couchsurfing. Pilihan untuk ini adalah hotel/hostel.

3. Hotel/hostel bisa dicari melalui beberapa situs seperti booking.com, agoda.com atau pun bertanya pada travel agent. Cari yang cukup murah, lokasinya strategis dan referensinya baik. Kadang hostel pun menyediakan kamar untuk 2 orang, jadi seperti hotel. Silakan dicermati dan dipilih berdasarkan kebutuhan.

4. Night transportation, pilihan ini akan sangat menghemat dana dan waktu. Jadi akomodasi merangkap transportasi. Kualitas tidur memang akan berbeda dengan tidur di kamar yang tidak bergerak, hehe… tapi bagi kami yang bisa tidur dimana saja sih oke-oke saja. Apalagi kalo badan sudah lelah traveling seharian, rasanya tidur di mana saja juga ga masalah.

mountain & desert

mountain & desert

Waktu Traveling

Kami biasanya menghindari musim liburan/high season karena selain semua harga mahal, destinasi jadi penuh dan kami kurang bisa menikmati. Lebih enak traveling pas low season, tempat2 wisata cukup sepi dan kami bisa menikmati dengan lebih bebas. Kesempatan dapat tiket promo pada saat low season juga sangat besar.

Jika traveling di negara 2 musim, kami upayakan tidak pada musim hujan. Karena tentu agak terhambat yah kalo traveling pas hujan. Sementara untuk traveling negara 4 musim, kami upayakan di musim spring atau autumn. Summer akan sangat panas, sementara winter akan sangat dingin dan transportasi akan sulit.

Jangan sampai salah kostum yah, perhatikan betul cuaca dan musim dari destinasi traveling. Umumnya walaupun musim spring atau autumn, tetap saja udaranya lebih dingin daripada di Indonesia, apalagi Jakarta. Sebaiknya tetap membawa mantel / jacket.

Satu lagi tambahan tips, pilihlah waktu traveling berdekatan dengan perayaan khusus seperti ulang tahun, anniversary, hari jadian, atau apa pun yang membuat moment traveling makin terasa special 🙂

Enjoy the moment

Enjoy the moment

Advertisements
2 Comments

2 thoughts on “Style

  1. Dede Falahudin

    Hallo mba Diana, perkenalkan saya Dede, saat ini sedang kuliah di Belanda. Saya sangat senang sekali membaca blognya yg menginspirasi u keliling Eropa selama dsni. Oya ada yang mw saya tanyakan terkait dengan penginapan di Swiss, apakah ada rekomendasi yang murah u budget backpacker? Terimaksih

    • Halo Dede,
      Senangnya sedang kuliah di Belanda. Bisa sekalian tuh untuk jalan2 keliling Eropa.
      Untuk Swiss kami tidak menggunakan hostel, jadi silakan cek di booking.com atau airbnb saja.

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: