Advertisements

Posts Tagged With: kuliner

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2)

lanjutan Day 2

Setelah kami menikmati cocktail dari kapten kapal, kami bergegas ke acara dinner ala carte. Pilihan jatuh pada restoran Fantasia yang belum pernah kami masuki. Lagi2 karena kami hanya berdua, kami diarahkan duduk di meja paling pinggir yang memang khusus untuk berdua. Enak sekali ya jika berdua begini. Jika lebih dari 2, umumnya akan digabung di meja bundar besar kapasitas 8-10 orang, tamu lain, jadi kurang nyaman.

Ala carte dinner

Di meja sudah ada aneka roti dan lilin dengan api buatan alias palsu. Tapi karena apinya bergerak2 jadi seperti lilin betulan. Keren nih property nya. Untung pilih yang dinner malam hari, jadi romantis karena sudah gelap. Kalo sore kan masih terang, kurang pas pake lilin. Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 1)

Prolog

Sudah lama sebetulnya ingin coba naik cruise yang terkenal dengan makanan all you can eat dan berbagai fasilitas mewahnya. Apalagi sejak naik Viking Line cruise semalam dari Sweden ke Finland pas Scandinavia trip 2016.  Sebetulnya yang ini cuma ferry untuk transportasi menyeberang saja, bukan untuk dinikmati. Semuanya bayar, tidak ada fasilitas yang mewah apalagi kolam renang. Tapi lumayan lah bisa icip2 yang namanya cruise tuh seperti apa.

Nah, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati akhir tahun dengan Costa Victoria Cruise. Ambil yang tanggal antara Natal dan tahun baru, jadi kami tidak perlu cuti tambahan, karena memang libur. Tujuannya ke Malaka dan Penang, dengan durasi cruise 4 hari 3 malam. Untuk cruise, harga ditentukan dari lamanya perjalanan dan jenis kamar yang dipilih. Untuk akhir tahun biasanya termasuk high season dan harganya lebih mahal.

Harga termurah untuk cruise kami dapatkan dari Cruise centre Jakarta. Harganya langsung dikonversi mengunakan rupiah, bukan USD. Untuk tipe kamar Balcony harganya Rp.3.151.000 / pax ditambah insurance dan port charge jadi total Rp.4.480.000 / pax. Itu belum termasuk tipping yang dibayarkan langsung di kapal senilai USD.41 / pax. Yang ini musti siapkan uang US dollar. Kalo mau lebih murah, ada tipe kamar inside (tanpa jendela) dan ocean view (ada kaca jendela tapi tidak bisa dibuka). Harganya selisih sekitar 200-400 rb lebih murah. Mau lebih murah lagi ? Jangan cruise saat akhir tahun dan cari yang durasinya kurang dari 4 hari.

Dulu saat kami naik Viking Line, pilih kamar yang paling murah yaitu kabin tanpa jendela. Nah, itu kurang enak ya. Karena saat di kamar, kami ga tau ini jam berapa, siang atau malam. Jadi kali ini kami pilih yang bukan cuma ada jendela, tapi sekalian yang ada balkon nya. Sekali2 boleh lah menikmati, apalagi harga ini sudah termasuk semua fasilitas dan makan di kapal.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Malacca – Malaysia : 28 Desember 2017

Kami jalan-jalan di Malaka atau disebut dalam bahasa aslinya sebagai Melaka, karena cruise kami berlabuh di kota ini selama beberapa jam. Jadi daripada diam di kapal, lebih baik turun dong. Apalagi kami berdua belum pernah mengunjungi Malaka. Waktu itu ke Malaysia hanya ke Kuala Lumpur dan Genting saja. Bisa baca di trip Malaysia (2006).

Dari cruise ke tender boat hingga sampai daratan

Costa Cruise tiba di Malaka pukul 7.30 pagi akan tetapi tidak bisa merapat karena perairan yang dangkal. Jadi untuk turun ke Malaka, para penumpang perlu naik tender boat atau kapal kecil dari kapal cruise menuju pelabuhan di daratan Malaka. Untuk berkeliling Malaka ada pilihan untuk ikut paket tour yang disediakan oleh pihak cruise. Cuma ya pasti mahal lah. Kami pilih jalan sendiri aja.

Untuk yang ikut tour dari kapal (program Shore Excursion) mendapatkan fasilitas turun terlebih dahulu. Sementara yang mau jalan sendiri, bisa datang jam 08.15 di Concorde Plaza di deck 7. Petugas memberikan nomor urut buat naik tender boat. Kami dapat nomor 5. Kapasitas satu tender boat kurang lebih 50 orang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nomor kami dipersilakan menuju ke tender boat.

Karena passport semua penumpang di’tahan’ di cruise, maka yang menjadi kartu identitas selama di Malaka adalah  kartu Costa. Saat keluar cruise, kartu Costa di-scan dan jika hasil fotonya tidak sama dengan pemegang kartu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan turun. Demi keamanan juga sih. Tender boat kami tertutup semua sisinya. Jadi aman jika ada hujan dan ombak. Pagi ini sih cuaca sangat cerah, jadi menyenangkan untuk jalan2 eksplorasi Malaka.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 5 – Seoul)

Lanjutan Day 9 : Insadong, Deoksugung

Tiba di Seoul, kami pergi ke area Insadong. Di Insadong banyak jualan aneka souvenir, handicraft, barang seni dan barang antik. Suasananya sangat ramai, selain memang hari Sabtu, rupanya ada bazaar dan akan ada parade hanbok. Banyak peserta yang sudah bersiap, tua muda, pria wanita. Semua pakai pakaian tradisional Korea. Seru liatnya.

Kiri : Odeng Kanan : Chicken gangjeong

Sambil menunggu parade, kami jajan odeng seharga KRW 1.000 dan chicken gangjeong (ayam goreng khas Korea yang berbumbu manis) seharga KRW 3.000. Semuanya enak !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | 3 Comments

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 4 – Nami Island, Garden of Morning Calm)

Lanjutan Day 7 : Cheongpyeong

Tiba di Chuncheon Bus Terminal, kami seharusnya pindah ke station subway untuk melanjutkan perjalanan dengan subway menuju Cheongpyeong station. Hanya karena kami tidak tahu di mana letak station subway nya, maka kami jalan kaki ke Gangwon-Do Tourist Information Center saja. Tadi sempat dilewati oleh bus.

Chuncheon

Jadi dari terminal bus, kami balik arah dan melewati kolong jembatan rel kereta. Seperti biasa ada brosur wisata dan petugas yang ramah berbahasa Inggris. Namun yang khas adalah nuansa film Winter Sonata, sebuah drama televisi 20 episode tahun 2002, yang disiarkan KBS TV dan sempat menjadi hits juga di Indonesia.

Film winter Sonata ini mengangkat pamor Nami Island yang masih masuk propinsi Gangwon-Do (satu propinsi dengan Seoraksan-Sokcho) sebagai salah satu tempat shootingnya. Di information center ini ada tempat berfoto dengan background Winter Sonata, ada foto2 artis pemeran nya dan ada tempat nonton film nya juga.

Setelah bertanya pada petugas, ternyata station subway berada pada jembatan kereta yang tadi kami lewati. Oke lah, kami pun balik lagi dan harus menyebrang jalan. Dari station Chuncheon, kami menuju Cheongpyeong station dengan bayar menggunakan T Money seperti di Seoul. Lama perjalanan kurang lebih 40 menit. Perjalanan subway ini semuanya di atas tanah. Melewati kota2 kecil dan desa. Pemandangannya cantik banget, terutama di Gapyeong yang merupakan station terdekat dengan Nami Island.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 2 – Seoul)

Day 3 (Gwanghwamun, Gyeongbokgung)

Tempat pertama yang kami tuju adalah Gwanghwamun Square yang terkenal itu. Lokasinya tepat di depan Gyeongbokgung (Istana Gyeongbok). Keluar station Gwanghwamun line 5 exit 2, terdekat, kami langsung berhadapan dengan dua patung raksasa, yaitu Admiral Yi Sunshin dan King Sejong, dua tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Korea.

Di area tersebut sedang ada exhibition untuk memperingati korban meninggal akibat tragedi tenggelamnya ferry Sewol tahun 2014 yang beritanya mendunia. Ada juga booth penyewaan hanbok, panggung acara, dan bazaar orang lokal dengan booth2 penjualan makanan dan barang. Ramai sekali.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 2)

Day 3

Hari ini, kami ikut James Bond Tour / Phang Nga Bay Tour. Jam 8 pagi kami dijemput dengan mobil travel menuju dermaga. Kali ini jalannya melewati rute yang berbeda dengan kemarin. Waktu perjalanan sama, sekitar sejam. Tempat operator kali ini tidak sebesar kemarin, namanya 2-sisters company berlambang penyu. Hanya rumah pangung kayu ala kadarnya dan agak kumuh. Saat kami masuk, nama kami didata dan diberikan pita warna merah di pergelangan tangan untuk membedakan grup.

dermaga-2Di tempat ini pun tersedia snack ringan dan minuman. Tapi tidak ada obat anti mabok dan tidak ada briefing. Speed boat kami ternyata bersandar di dermaga sebrang rumah tsb. Speed boatnya kecil, kapasitas 20 orang, motornya pun hanya ada 2. Peserta kali ini ada bule, India, sekeluarga Indonesia (sama dgn yang kemarin), dan juga wisatawan dari Arab.

Awalnya speed boat menyusuri sungai kecil sepanjang kurang lebih 2 km dengan kecepatan yang rendah. Kiri kanan adalah hutan mangrove. Sungai ini menyambung ke laut lepas. Sampai di laut lepas, barulah kecepatan speed boat ditambah. Untuk para penumpang, disediakan air mineral dalam gelas, soft drink kaleng, minuman nata de coco, dan juga biskuit lapis selai nanas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 6 Comments

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 1)

Prolog 

Musim di Thailand itu ada 3. Hot, cool dan monsoon (hujan). Hot itu dari Mar-Jun, Cool dari Nov-Feb, sedangkan hujan itu tergantung lokasi. Untuk wilayah laut andaman (Phuket, Krabi, dsk) itu di bulan Jun-Oct. Sedangkan untuk wilayah Gulf Cost (Samui, dsb) itu di bulan Nov-May.

Karena itulah liburan akhir tahun di Phuket rasanya paling pas. Sementara di tempat lain lagi hujan, kita bisa liburan ke pulau tanpa hujan dan cuaca nya cukup adem. Namun perlu siap2 karena itu adalah high season di Phuket, tentu harga2 jadi mahal dan suasana nya di sana bakal rame banget.

Kali ini kami pergi ber-4, bareng dengan 2 adik Jeff, yaitu Jennifer dan Jasmine. Kami ber-4 belum pernah ada pengalaman ke Thailand, jadi bakal seru nih 😉 Persiapan awal tentu beli tiket pesawat. Kami naik Tiger Air yang walaupun promo tapi karena akhir tahun tetap mahal jatohnya. Harga sekitar 3 juta untuk pp Jakarta-Phuket, transit Singapore. Jadi nanti pas pulangnya bisa mampir jalan2 dulu di Singapore, sekalian lah. Kalo melewati hari natal atau tahun baru, harganya lebih mahal lagi. Jadi kami pilih di antaranya.

phuket-1Untuk akomodasi ternyata Phuket cukup murah, apalagi kalo booking jauh2 hari. Kami pesan Paksaa Boutique Hotel di area Patong beach. Total THB.3196 untuk kamar isi 2 orang selama 4 malam. Lumayan murah kan ? Semalam nya ga sampe 300 ribu rupiah per kamar, untuk kelas hotel di musim high season. Hotelnya baru dan lokasinya strategis lagi. Mantap !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 8 Comments

Mencicipi Kuliner Murah di Bandung

Bandung, kota kelahiran kami berdua, identik dengan wisata kuliner. Apalagi jaraknya cuma sekitar 2-3 jam dari Jakarta. Sangat cocok buat destinasi liburan saat weekend. Bisa naik travel yang banyak bertebaran atau naik kereta api atau bawa mobil sendiri.

Kami sendiri kalo ke Bandung, pasti kulineran. Tinggal memilih: kuliner khas Bandung, kuliner jaman kolonial, kuliner dengan harga menengah ke atas atau kuliner yang murah meriah. Beberapa tahun terakhir ini, kami selalu menginap di area Braga. Sebagai pusat kota, banyak sekali tempat kuliner yang bisa dijangkau dari hotel cuma dengan jalan kaki.

Nah, kalo bersantai jalan2 di Jalan Braga, kita bisa lihat dengan jelas ada hotel yang strategis banget dan relatif baru, yaitu Gino Feruci Braga. Kayanya enak banget ya nginep di sini, tinggal ngesot sampe deh ke tempat2 kuliner. Caranya gampang banget, tinggal booking melalui Traveloka, semuanya akan beres. Apalagi Traveloka sering ngadain promo, bisa dapat harga murah nih. Hm.. catat ah, buat tempat nginep lain kali. Ada yang mau kasi sponsor ? Biar kapan2 kami review gitu, hehe..  Continue reading

Categories: Artikel, Other | Tags: , , , | Leave a comment

Manado-Bunaken : 5-8 May 2016

Prolog

Biasanya kalo ada long weekend itu kami tidak pergi jauh2. Entah menikmati sepinya Jakarta atau kalau pun ke luar kota yang bisa dicapai mobil saja. Tapi kali ini cukup istimewa, karena long weekend nya 4 hari : Kamis-Jumat-Sabtu-Minggu dan tidak perlu cuti sama sekali. Wow ! Sayang banget ya kalo cuma di rumah. Sayangnya sampai 2 bulan menjelang long weekend, kami masih bingung mau kemana.

Tau sendiri, kalo long weekend tiba2 semua harga tiket pesawat jadi mahal. Tiket kereta api habis. Mau pergi naik mobil kalo agak jauh pasti kena macet parah. Akhirnya setelah berusaha browsing2 berbagai alternatif, terpilihlah Manado-Bunaken sebagai tujuan liburan kali ini. Yeay !

Alasannya :

  1. Harga tiket pesawat pp masih cukup terjangkau : 1,9 jt pp/org (harga long weekend)
  2. 4 hari mestinya cukup untuk explore Manado & Bunaken (walau ternyata sangat ga cukup)
  3. Kami belum pernah menginjakkan kaki di pulau Sulawesi
  4. Kami suka snorkeling, dan belum pernah menikmati Taman Laut Bunaken yang terkenal itu.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Sulawesi | Tags: , , , , , , , , | 10 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.