Advertisements

Posts Tagged With: kuliner

Makassar (Ujung Pandang) : 17-18 Agustus 2018

Karena ada libur 17 Agustus hari Jumat, tapi hari Minggu nya kami ada sudah ada jadwal lain, jadilah kami mencoba memanfaatkan kesempatan yang ada. Berangkat jumat subuh dan kembali sabtu malam. Lumayan dapat 2 hari. Tujuan kali ini adalah Makassar atau Ujung Pandang, karena kami belum pernah ke tempat ini dan ingin tahu ada apa saja ya di tempat tersebut ?

 

Hari Pertama

Pergi dengan maskapai Batik Air, masih satu grup dengan Lion Air, namun lebih bagus. Penerbangan ini membawa juga penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Sorong, Ambon, Palu, dan kota2 lain. Makassar memang menjadi hub untuk penerbangan di  daerah Indonesia Timur. Ada 12 seat untuk Business Class (dapat welcome drink dan handuk hangat). Tapi yang economy class seperti kami pun dapat fasilitas yang bikin surprise, yaitu dapat sarapan. Bisa memilih antara nasi kuning atau bihun goreng. Minumannya air mineral yang dituang ke gelas plastik (bukan gelas mineral water). Yang kedua adalah layar TV di depan kami untuk fasilitas entertainment. Untuk domestik, rasanya hanya maskapai Garuda yang menyediakan layar TV seperti ini. Ada berbagai film, musik, keren lah. Hanya saja tidak disediakan fasilitas ear phone. Jadi penumpang harus bawa sendiri atau silakan lihat film bisu, lumayan daripada ga ada, hehe.. Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Sulawesi | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Batu-Malang : 29 May-3 Juni 2018 (part 4)

Day 4 – Malang

Setelah sarapan, beres2, dan santai2 sejenak, kami naik grab menuju Malang. Tujuannya adalah check-in dulu ke hotel Ibis Styles Malang. Karena datang sebelum waktu check-in, jadilah kami titip koper dulu di resepsionis dan kemudian cari makan siang dulu di sekitar hotel.

Kami jalan menyusur ke sebelah kiri hotel. Nanti di seberang ada pizza hut, ada Hot Cui Mie dan ada Bakso Kota Cak Man. Kami pilih makan cui mie saja yang memang khas Malang. Ternyata mie nya memang enak, lembut dan kenyal seperti mie bandung. Ada yamien manis juga di sini. Untuk yang hot cui mie nya berarti pake saos pedas, sedangkan yang ga suka pedas bisa pesan non hot cui mie yang pake saos asam manis. Semuanya disajikan dengan pangsit goreng. Untuk menu cui mie, pangsit goreng yang lebar disusun menjadi mangkok dari mie nya. Jadi tag line mereka : mangkok nya pun bisa dimakan. Sip deh.

Kembali ke hotel, masih jam 1. Waktu check-in sebetulnya jam 2 siang, tapi kami coba saja tanya. Ternyata sudah siap kamarnya dan kami bisa masuk. Horee.. Tiba di kamar disambut handuk berbentuk gajah yang diletakkan di ranjang. Nice ! Ada lagi kejutan lain, ternyata disediakan guling di sini. Umumnya hotel2 tuh ga pernah ada guling, hanya bantal saja. Baru kali ini kami ketemu guling di hotel. Great ! Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Semarang : 16-18 Februari 2018 (part-2)

                                           Day 2

Rencananya pagi ini kami mau breakfast di hotel karena sudah termasuk harga yang kami bayarkan. Kami turun jam 06.30. Sampai di restoran, sudah penuh sekali dengan orang antri sampai makanannya tidak terlihat. Ternyata ada rombongan yang mau check out dan makan pagi dulu. Jumlahnya sekitar 100 orang memadati ruang makan kapasitas 50 orang. Kebayang kan kacaunya ?!

Akhirnya kami memutuskan untuk sarapan di luar hotel saja. Nanti jika pulang sebelum jam 10.00, kami masih bisa breakfast di hotel. Sarapan bubur ayam saja yuuuk, di daerah Simpang Lima. Katanya cukup terkenal dengan para pedagang buburnya di pagi hari. Pesan grab, eh ternyata drivernya punya langgangan bubur di Simpang Lima yang katanya enak. Ya udah, kami ikutan minta ditunjukkan saja. Soalnya yg jualan bubur kan banyak tuh di Jalan Erlangga, dekat kampus Undip.

Bubur ayam SImpang Lima

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 3 Comments

Semarang : 16-18 Februari 2018 (part 1)

Prolog

Kali ini ada liburan long weekend, dimana Jumat adalah hari raya Imlek atau tahun baru China. Kesempatan untuk jalan2 lagi nih. Kami pun memilih kota Semarang sebagai destinasi liburan kali ini, karena kota ini terkenal dengan semarak dan kemeriahannya saat perayaan imlek berlangsung. Jadi ingin tahu, seperti apa sih keramaian di sana. Diana hanya pernah 1 kali ke Semarang, yaitu saat tugas kantor tahun 2001. Wow, 17 years ago. Sedangkan Jeff malah sama sekali belum pernah mengunjungi Semarang. Sip, mari kita menjelajah Semarang.

Tiket pesawat Jkt-Semarang menggunakan Citilink seharga 590 ribu per org. Kami pilih ini karena merupakan penerbangan paling pagi dari Jkt. Bisa sampai Semarang pukul 6 pagi, jadi puas ! Tiket pesawat Semarang-Jkt menggunakan Lion Air seharga 575 rb per org. Semuanya sudah termasuk bagasi 20 kg per org, cuma kami tidak gunakan sama sekali. Kami hanya bawa 1 koper kabin dan 1 ransel saja biar ringkas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 3 Comments

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2)

lanjutan Day 2

Setelah kami menikmati cocktail dari kapten kapal, kami bergegas ke acara dinner ala carte. Pilihan jatuh pada restoran Fantasia yang belum pernah kami masuki. Lagi2 karena kami hanya berdua, kami diarahkan duduk di meja paling pinggir yang memang khusus untuk berdua. Enak sekali ya jika berdua begini. Jika lebih dari 2, umumnya akan digabung di meja bundar besar kapasitas 8-10 orang, tamu lain, jadi kurang nyaman.

Ala carte dinner

Di meja sudah ada aneka roti dan lilin dengan api buatan alias palsu. Tapi karena apinya bergerak2 jadi seperti lilin betulan. Keren nih property nya. Untung pilih yang dinner malam hari, jadi romantis karena sudah gelap. Kalo sore kan masih terang, kurang pas pake lilin. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 1)

Prolog

Sudah lama sebetulnya ingin coba naik cruise yang terkenal dengan makanan all you can eat dan berbagai fasilitas mewahnya. Apalagi sejak naik Viking Line cruise semalam dari Sweden ke Finland pas Scandinavia trip 2016.  Sebetulnya yang ini cuma ferry untuk transportasi menyeberang saja, bukan untuk dinikmati. Semuanya bayar, tidak ada fasilitas yang mewah apalagi kolam renang. Tapi lumayan lah bisa icip2 yang namanya cruise tuh seperti apa.

Nah, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati akhir tahun dengan Costa Victoria Cruise. Ambil yang tanggal antara Natal dan tahun baru, jadi kami tidak perlu cuti tambahan, karena memang libur. Tujuannya ke Malaka dan Penang, dengan durasi cruise 4 hari 3 malam. Untuk cruise, harga ditentukan dari lamanya perjalanan dan jenis kamar yang dipilih. Untuk akhir tahun biasanya termasuk high season dan harganya lebih mahal.

Harga termurah untuk cruise kami dapatkan dari Cruise centre Jakarta. Harganya langsung dikonversi mengunakan rupiah, bukan USD. Untuk tipe kamar Balcony harganya Rp.3.151.000 / pax ditambah insurance dan port charge jadi total Rp.4.480.000 / pax. Itu belum termasuk tipping yang dibayarkan langsung di kapal senilai USD.41 / pax. Yang ini musti siapkan uang US dollar. Kalo mau lebih murah, ada tipe kamar inside (tanpa jendela) dan ocean view (ada kaca jendela tapi tidak bisa dibuka). Harganya selisih sekitar 200-400 rb lebih murah. Mau lebih murah lagi ? Jangan cruise saat akhir tahun dan cari yang durasinya kurang dari 4 hari.

Dulu saat kami naik Viking Line, pilih kamar yang paling murah yaitu kabin tanpa jendela. Nah, itu kurang enak ya. Karena saat di kamar, kami ga tau ini jam berapa, siang atau malam. Jadi kali ini kami pilih yang bukan cuma ada jendela, tapi sekalian yang ada balkon nya. Sekali2 boleh lah menikmati, apalagi harga ini sudah termasuk semua fasilitas dan makan di kapal.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Malacca – Malaysia : 28 Desember 2017

Kami jalan-jalan di Malaka atau disebut dalam bahasa aslinya sebagai Melaka, karena cruise kami berlabuh di kota ini selama beberapa jam. Jadi daripada diam di kapal, lebih baik turun dong. Apalagi kami berdua belum pernah mengunjungi Malaka. Waktu itu ke Malaysia hanya ke Kuala Lumpur dan Genting saja. Bisa baca di trip Malaysia (2006).

Dari cruise ke tender boat hingga sampai daratan

Costa Cruise tiba di Malaka pukul 7.30 pagi akan tetapi tidak bisa merapat karena perairan yang dangkal. Jadi untuk turun ke Malaka, para penumpang perlu naik tender boat atau kapal kecil dari kapal cruise menuju pelabuhan di daratan Malaka. Untuk berkeliling Malaka ada pilihan untuk ikut paket tour yang disediakan oleh pihak cruise. Cuma ya pasti mahal lah. Kami pilih jalan sendiri aja.

Untuk yang ikut tour dari kapal (program Shore Excursion) mendapatkan fasilitas turun terlebih dahulu. Sementara yang mau jalan sendiri, bisa datang jam 08.15 di Concorde Plaza di deck 7. Petugas memberikan nomor urut buat naik tender boat. Kami dapat nomor 5. Kapasitas satu tender boat kurang lebih 50 orang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nomor kami dipersilakan menuju ke tender boat.

Karena passport semua penumpang di’tahan’ di cruise, maka yang menjadi kartu identitas selama di Malaka adalah  kartu Costa. Saat keluar cruise, kartu Costa di-scan dan jika hasil fotonya tidak sama dengan pemegang kartu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan turun. Demi keamanan juga sih. Tender boat kami tertutup semua sisinya. Jadi aman jika ada hujan dan ombak. Pagi ini sih cuaca sangat cerah, jadi menyenangkan untuk jalan2 eksplorasi Malaka.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 5 – Seoul)

Lanjutan Day 9 : Insadong, Deoksugung

Tiba di Seoul, kami pergi ke area Insadong. Di Insadong banyak jualan aneka souvenir, handicraft, barang seni dan barang antik. Suasananya sangat ramai, selain memang hari Sabtu, rupanya ada bazaar dan akan ada parade hanbok. Banyak peserta yang sudah bersiap, tua muda, pria wanita. Semua pakai pakaian tradisional Korea. Seru liatnya.

Kiri : Odeng Kanan : Chicken gangjeong

Sambil menunggu parade, kami jajan odeng seharga KRW 1.000 dan chicken gangjeong (ayam goreng khas Korea yang berbumbu manis) seharga KRW 3.000. Semuanya enak !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | 5 Comments

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 4 – Nami Island, Garden of Morning Calm)

Lanjutan Day 7 : Cheongpyeong

Tiba di Chuncheon Bus Terminal, kami seharusnya pindah ke station subway untuk melanjutkan perjalanan dengan subway menuju Cheongpyeong station. Hanya karena kami tidak tahu di mana letak station subway nya, maka kami jalan kaki ke Gangwon-Do Tourist Information Center saja. Tadi sempat dilewati oleh bus.

Chuncheon

Jadi dari terminal bus, kami balik arah dan melewati kolong jembatan rel kereta. Seperti biasa ada brosur wisata dan petugas yang ramah berbahasa Inggris. Namun yang khas adalah nuansa film Winter Sonata, sebuah drama televisi 20 episode tahun 2002, yang disiarkan KBS TV dan sempat menjadi hits juga di Indonesia.

Film winter Sonata ini mengangkat pamor Nami Island yang masih masuk propinsi Gangwon-Do (satu propinsi dengan Seoraksan-Sokcho) sebagai salah satu tempat shootingnya. Di information center ini ada tempat berfoto dengan background Winter Sonata, ada foto2 artis pemeran nya dan ada tempat nonton film nya juga.

Setelah bertanya pada petugas, ternyata station subway berada pada jembatan kereta yang tadi kami lewati. Oke lah, kami pun balik lagi dan harus menyebrang jalan. Dari station Chuncheon, kami menuju Cheongpyeong station dengan bayar menggunakan T Money seperti di Seoul. Lama perjalanan kurang lebih 40 menit. Perjalanan subway ini semuanya di atas tanah. Melewati kota2 kecil dan desa. Pemandangannya cantik banget, terutama di Gapyeong yang merupakan station terdekat dengan Nami Island.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 2 – Seoul)

Day 3 (Gwanghwamun, Gyeongbokgung)

Tempat pertama yang kami tuju adalah Gwanghwamun Square yang terkenal itu. Lokasinya tepat di depan Gyeongbokgung (Istana Gyeongbok). Keluar station Gwanghwamun line 5 exit 2, terdekat, kami langsung berhadapan dengan dua patung raksasa, yaitu Admiral Yi Sunshin dan King Sejong, dua tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Korea.

Di area tersebut sedang ada exhibition untuk memperingati korban meninggal akibat tragedi tenggelamnya ferry Sewol tahun 2014 yang beritanya mendunia. Ada juga booth penyewaan hanbok, panggung acara, dan bazaar orang lokal dengan booth2 penjualan makanan dan barang. Ramai sekali.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.