Posts Tagged With: cruise

Vietnam : 21-30 Desember 2019 (part 3 – Halong Bay)

Day 5 : Cruise Ha Long Bay

Hari ini hari Natal. Namun Natal bukan hari libur nasional di Vietnam sebagai negara komunis. Jadi karyawan masuk kantor seperti biasa. Makanya mereka hanya bisa merayakan Christmas Eve Party, tidak bisa menikmati Christmas Party.

Jam 8.30 pagi kami standby di lobi hotel dan dijemput buat pergi ke Ha Long Bay. Kami akan cruise di area Ha Long Bay, artinya dari Hanoi harus naik bus dulu ke kota Halong. Di situ lah nanti ada port yang merupakan titik kami naik cruise. Nah, pihak cruise biasanya akan menawarkan untuk antar jemput ke kota Halong ini. Umumnya sih dikenakan charge dalam USD. Kami pun memanfaatkan penawaran ini, bahkan minta dimodifikasi sedikit, yaitu jemput di Hanoi, cruise, dan kemudian diantar kembali ke airport Hanoi karena kami mau langsung terbang ke Ho Chi Minh City.

Rest Stop

Bus yang menjemput kami adalah milik operator cruise kami, namanya Garden Bay. Setelah menjemput kami, bus masih menjemput beberapa orang lagi dan barulah kemudian meluncur ke Ha Long. Tour guidenya seorang anak muda, bertugas mendata, memfoto passport kami, dan memberikan masing2 penumpang 1 botol minum. Dia hanya mengantar dan menemani selama di bus sampai Ha Long. Penumpang bus ini belum tentu nantinya 1 kapal loh. Garden Cruise sendiri punya 4 kapal.

Perjalanan ke Ha Long kurang lebih 3 jam. Sempat mampir ke workshop yang mempekerjakan orang2 cacat tubuh / keterbatasan fisik. Biasanya sekalian stop untuk ke toilet atau beli minum. Sepertinya ini sudah menjadi kewajiban, karena banyak bus lain yang ke Ha Long juga mampir ke sini. Barang2nya bagus, hanya harganya memang lebih mahal dibanding di tempat lain. Ada juga patung2 yang dibuat dari batu alam. Hebatnya, mereka punya daftar negara tujuan ekspor produk mereka di seluruh dunia, lengkap dengan harga dan berapa hari pengirimannya. Di bagian dalam ada juga restoran dan toko perhiasan.

Jam 12 lebih kita sudah memasuki kota Ha Long, kota tepi pantai yang ternyata luas juga areanya. Ada jembatan besar, pabrik dan kantor2 pemerintahan, juga real estate yang belum selesai dibangun. Sepertinya mereka juga sedang membangun theme park. Kantor Garden Bay yang terletak di Hon Gai Harbor (ada beberapa pelabuhan cruise di Ha Long Bay).

Begitu turun, ada beberapa tour guide yang menyambut penumpang bus. Tinggal cek saja, apakah data penumpang ada pada list yang mereka bawa. Kami akhirnya bertemu dengan tour guide kami, namanya Mr. Noi. Dia yang akan menjadi guide kami selama di kapal. Kami dan penumpang lain diminta menunggu di dalam ruang tunggu kantor dan bagi yang belum membayar (seperti kami) dipersilakan melunasi pembayaran. Jika pakai card dikenakan charge tambahan, karena itulah kami sejak awal sudah menyiapkan uang tunai.

Ha Long Port – Hon Gai Harbor

Di sini ada kebijakan untuk melarang calon penumpang membawa botol minum plastik atau disposible plastic ke atas kapal. Jadi silakan dititipkan di kantor dan nanti boleh diambil kembali saat selesai cruise. Pertama, memang ada kebijakan dari pemerintah untuk menjaga kelestarian alam Ha Long Bay. Dulu Ha Long Bay penuh sampah plastik, sejak dijadikan destinasi wisata dan World Heritage oleh UNESCO tahun 1994, maka pemerintah membersihkan teluk Ha Long ini dan berusaha terus menjaga kebersihannya hingga sekarang. Kedua, ya menguntungkan operator cruise juga sih, karena mereka kan menjual minuman di atas kapal. Kalo makanan sudah termasuk harga cruise, tapi minuman tidak. Hehe..

Ha Long Bay Cruise

Peserta cruise di kapal kami ada 22 orang. Hanya kami berdua yang Asia, sisanya bule… orang Eropa dan Amerika. Cukup banyak yang dari Perancis, mungkin karena Vietnam dulu dijajah Perancis ya. Garden Bay Cruises ini dulunya bernama Tonkin Cruises, Tonkin adalah salah satu nama teluk di Vietnam Utara. Terkenal karena pernah ada insiden antara USA dan Vietnam Utara tahun 1964

Koper akan dibawa oleh gerobak dan diurus oleh petugas kapal, jadi tidak usah pusing. Dari pelabuhan, kami harus naik tender boat dulu, semacam kapal kecil dengan kapasitas sekitar 25 orang. Baru kemudian bisa naik ke cruise. Walaupun jarak dari tender boat ke cruise ga sampai 10 menit, kami diharuskan memakai jaket pelampung. Mendekati cruise, manager kapal dan crewnya sudah melambai2kan tangan dari kapal cruise untuk menyambut kami.

Our boat

Tender boat ini seterusnya akan diikat di belakang cruise dan ikut berlayar dengan kapal cruise sebagai induknya. Kapal kami akan berlayar dengan tujuan Bai Tu Long Bay. Ini adalah bagian dari area Ha Long Bay yang tidak terlalu ramai dengan turis karena hanya bisa ditempuh dengan bermalam. Tidak bisa day cruise seperti yang dilakukan kebanyakan tour travel berbagai negara (termasuk Indonesia). Sebagai gambaran, kapal dengan rute Bai Tu Long Bay hanya sekitar 40 cruise saja. Sedangkan yang day cruise ke Ha Long Bay bisa sekitar 500 cruise. Kebayang kan.

Cruise di Ha Long Bay berbeda dengan cruise dari Singapore yang bisa ribuan penumpang dan awak kapal. Bisa baca kisah kami di Costa Victoria Cruise. Kapal cruise di Ha Long Bay rata2 memuat 20-50 orang penumpang per cruise. Yang paling besar pun katanya hanya bisa memuat 98 penumpang.

Garden Bay Cruise

Kami pun masuk ke dalam kapal cruise utama, naik ke lantai 2 dan berkumpul di ruang makan. Ada sambutan welcome drink. Meja makan di sini terdiri dari 2 meja panjang. Jadi memang agak kurang privasi, pasti bersebelahan dan sharing food dengan tamu lain. Tapi saat ini belum waktunya makan. Acara diawali dengan perkenalan para crew cruise yang akan melayani para penumpang. Ada manager cruise (cewe loh), tukang masak, bartender, cleaning service/waiter. Ditambah nahkoda cruise total jadi sekitar 14 orang crew.

Koper kami dan para penumpang lain sudah diletakkan di depan kamar masing2. Di dalam kamar ada 2 botol minum stainless (bukan botol plastik) berisi mineral water. Jadi nanti akan diisi ulang oleh crew setiap harinya. Kamar mandi memiliki kaca bening yang menghadap ke balkon luar/laut. Jadi bisa mandi sambil menikmati pemandangan Bai Tu Long Bay. Keren. Kami kebetulan memesan kamar dengan balcony, ada meja dan 2 kursi. Balkonnya cukup sempit, Jadi hati2 jangan sampai ada barang jatuh ke laut. Di kamar ada kulkas dan jaket pelampung. Tidak ada televisi ya di sini. Cocok buat yang mau relax dari keramaian kota besar.

Our lunch

Menu lunch kali ini adalah Vietnamese Set Menu. Makanan dikeluarkan satu per satu, mulai dari appetizer (sup, salad), menu utama hingga dessert. Salut dengan tampilan penyajian yang bagus dan rasanya yang enak ! Di meja sudah lengkap daftar menu makanan siang, malam nanti, sarapan besok pagi hingga besok siang. Oh ya, kita pasti ditawarin menu minuman yang artinya harus bayar lagi. Kalo mau gratis, silakan minta water saja, nanti dikasi air putih gratis. Tapi kalo kita ga minta, ga akan dikasi itu air putih nya.

Setelah lunch, acaranya adalah ke Thien Canh Son Cave, satu2nya gua di area Bai Tu Long Bay. Sebelumnya sudah diinfokan agar jangan pakai sandal karena area berbatu yang tajam. Kami pindah lagi dari kapal utama ke tender boat untuk menuju tempat tersebut. Di tender boat sudah disediakan air minum dalam termos2 kecil jika ada yang perlu. Jadi sebetulnya air minum cukup kok, ga usah kuatir.

Thienh Canh Son Cave

Untuk masuk ke gua, harus naik sekitar 100 anak tangga yang cukup curam. Tapi aman kok karena ada pegangan tangga dan banyak juga guide dari berbagai grup tour yang sudah saling kenal dan saling menjaga. Gua nya cukup alami, dalam arti tidak banyak pencahayaan warna warni seperti gua di Guilin (bisa baca China Trip 2015). Di ujung gua ada area bisa memandang lautan dengan batu2nya dari atas. Cukup bagus, tapi areanya ga besar dan agak terhalang pohon. Ga lama sih di dalam gua. Terus turun lagi ke bawah, nah di situ ada pantai yang tidak terlalu besar. Bisa foto2 di situ, ada yang kayaking, tapi tidak terlihat ada yang berenang sih, karena airnya dingin banget. Ingat, ini winter.. suhu di Ha Long Bay mirip Hanoi, yaitu sekitar 15 derajat.

Small beach near cave

Acara berikutnya adalah naik kayak. Kami kembali ke kapal utama dan kemudian harus turun lagi naik tender boat ke tempat kayak. Semacam dermaga di tengah laut, sepertinya khusus punya Garden Bay Cruise. Setiap kayak hanya memuat 2 orang. Biasanya yang pria duduk di bangku belakang, yang wanita duduk di depan dan naik duluan. Ternyata air masuk juga ke dalam kayak. Pokoknya siap2 basah deh. Rutenya memutari batu2an yang ada di Bai Tu Long Bay.

Awalnya sih tenang2 aja, tapi makin lama kami makin ketinggalan sama yang lain. Ada beberapa drama di sini. Pertama, jari Diana luka karena kebeler pinggiran kayak yang tajam. Hansaplast ada di cruise utama, tidak dibawa, terpaksa ditekan dulu pake tissue seadanya, cuma ya karena sakit tentu kekuatan dayung berbeda. Kedua, pake acara boat kami nyungsep, jadi karena terlalu ke pinggir batuan, ada area yang dangkal, nah boat nya ngusruk ke pasir dan susah lepas. Akhirnya mesti usaha sendiri untuk dorong2 kayak pake dayung, untung bisa. Cuma jadi mesti ngebut deh ini ngejar ketinggalan. Suasana juga sudah makin gelap, karena winter jadi jam 5 sore pun sudah mulai gelap.

Kayaking

Malam ini cruise berlabuh di area Cong Do. Di sekitar cruise kami, ada sekitar 10 cruise lain. Di sekitaran cruise2 ini, ada bebatuan yang tinggi. Nampaknya untuk berlindung dari terpaan angin kencang malam itu. Jam 6 sore, ada spring roll class di dek atas kapal (open air), belajar bikin lumpia Vietnam yang terkenal itu. Sambil menunggu, bisa pesan minuman, memanfaatkan happy hour dari jam 17-19 sebesar 30% untuk semua jenis minuman yang ada di menu. Selain itu disediakan juga kerupuk renyah dengan taburan kacang tanah dan garam. Boleh minta tambah kalo mau, hehe.. enak looh.

Spring roll class

Mr. Noi, tour guide kami memandu kelas ini dengan dibantu manager cruise dan koki satu2nya di cruise. Semua orang boleh mencoba. Jeff juga mencoba (Diana tidak coba karena alasan jari terluka tadi). Kebetulan di grup kami, ada beberapa orang yang vegetarian sehingga olahan lumpianya dipisahkan tersendiri tidak pakai daging. Hebat ya mereka untuk detailnya. Lumpia kemudian digoreng dalam minyak panas selama kurang lebih sekitar 10 menit. Setelah itu dibagikan kepada seluruh penumpang. Di dek ini, koki juga membakar jagung dan ubi yang ternyata untuk makan malam hari ini.

Makan malam kali ini berbentuk buffet prasmanan, ambil sendiri dan dibawa ke meja masing2. Rata2 bbq dan seafood. Makanannya banyak dan enak2, selain cuminya yang alot banget. Kami suka banget sama oyster nya, enaaaak banget. Tampilannya selalu bagus, ada dekorasi buah dan sayur di meja.

Selesai makan, penumpang boleh tetap di ruang makan. Ada sofa2 di situ, bisa main gitar, main board game, dll. Sebagian ada yang coba squid fishing, termasuk kami. Pancingannya sudah disiapkan dengan umpan seperti untuk ikan. Setelah beberapa saat, satu per satu menyerah. Ga ada yang dapat. Sepertinya probabilitasnya sangat kecil untuk bisa dapat. Guide kami sih ada tunjukin foto yang pernah berhasil dapat squid, tapi penumpang kapal rame2 bilang itu sih pasti yang mancing bukan tamu tapi orang kapal. Guidenya ketawa ajah… tuuuh…kan. Kami tadinya mau lanjut leyeh2 di deck sambil memandangi bintang2 di langit. Malam ini soalnya bintang2 bagus banget muncul di langit. Tapi angin dinginnya bikin brrrr… ga kuat… kami ke balkon kamar saja deh. Lebih private dan ga terlalu angin.

Good Night !

Day 6 : Leisure @ Day Boat 

Pagi ini matahari tidak muncul, awan cukup tebal. Kami naik ke dek jam 6.30 untuk ikut kelas tai chi. Instruksturnya ya tour guide kami sendiri, Mr. Noi. Manager cruise juga ikutan. Pesertanya ga banyak, ga sampe 10 orang, mungkin karena dingin atau masih tidur. Gerakannya mirip film kung fu gitu, hehe..  Selama tai chi berlangung, kapal cruise kami juga ternyata jalan. Jadi bayangin aja gimana susahnya angkat satu kaki, dimana landasan dek nya bergerak karena cruise jalan. Seru lah.

Breakfast disediakan jam 7 pagi dengan menu western. Silakan ambil sendiri karena modelnya buffet. Ada toast, roti isi, croissant, daging, keju, tomat-timun-selada, selai, kopi, teh, juice, buah2an. Jam 8, selain kami berdua, teman2 seperjalanan kami semua naik tender boat ke Vung Vieng Fishing Village. Wah, kenapa kami ditinggal ? Itu karena kami mengambil paket cruise yang 3 hari 2 malam. Sementara seluruh penumpang kapal (selain kami) mengabil paket cruise 2 hari 1 malam.

Jadi acara hari kedua kami berbeda dengan mereka. Kami baru akan ke Vung Vieng Fishing Village pada hari ketiga. Mr. Noi juga sempat say good bye kepada kami karena dia akan mengawal seluruh penumpang nanti kembali ke dermaga Ha Long.

Jam 8.30, kunci kamar kami serahkan ke awak kapal agar dibersihkan dan sebuah tender boat menjemput kami. Kami dibawa menuju sebuah day boat. Kapal yang mirip seperti saat kami Li cruise di China. Jadi kapal yang lantai 1 nya itu untuk tempat duduk dan makan, sedangkan lantai 2 nya berupa dek bersantai. Tidak ada kamar di kapal ini, jadi memang khusus hanya untuk berlayar siang hari.

Kami disambut seorang tour guide yang sangat ramah. Dia ditemani sekitar 3 rekannya yang merangkap awak kapal dan tukang masak. Selain kami, ada satu pasang lagi yang sudah lebih dulu berada di atas kapal. Mereka juga mengambil paket 3 hari 2 malam seperti kami. Sudah, itu saja penumpangnya. Wow… cuma 4 orang alias 2 pasang. Benar2 VIP ! Kata tour guide, kami sangat beruntung. Kemarin,  tamu mereka ada 18 orang. Kapasitas kapal memang sekitar 20 orang lah.

Cuaca hari ini cerah sekali. Kami diberikan handuk dan botol beling (bukan botol plastik) berisi air minum. Semua tamu disarankan pakai sunblock karena matahari bersinar terik. Pasangan selain kami itu tidak bawa sunblock, eeh.. dipinjamkan loh sama sang guide. Bener2 bagus customer service nya.

Pearl Farm

Pertama2 kami di ajak Vong Vieng Pearl Farm, peternakan mutiara air laut milik warga lokal. Kami diterangkan 3 jenis oyster yang diternakkan di sana. Mulai dari perbedaannya sampai demonstrasi cara memasukkan media tertentu ke dalam oyster sampai akhirnya membuka oyster untuk melihat bagaimana mutiara yang dihasilkan. Untuk mendapatkan mutiara yang butirannya besar, dibutuhkan oyster yang besar pula, namun waktu memproduksi mutiaranya juga sangat lama, bisa sampai bertahun-tahun baru bisa dipanen. Ternyata kasihan sekali oyster2 ini. Dari 100%, setengahnya tidak menghasilkan mutiara alias mati sia-sia. Dari 50% yang menghasilkan mutiara, hanya 10% yang menghasilkan mutiara sempurna. Makanya harga mutiara mahal.

Perhiasan mutiara

Setelah berbagai presentasi, tentunya diakhiri dengan menggiring kami ke toko perhiasan mutiara, hehe.. Karena kami hanya 2 pasang, masing2 pasang dipepet terus sama 2 pramuniaga di sana. Alhasil kami semua akhirnya beli. Ada sertifikatnya segala sih, yang menunjukkan kualitas mutiara, seperti beli berlian. Bayarnya bisa pakai credit card, walaupun pada saat proses mesin EDC nya harus dibawa keluar toko dan diacung2kan ke atas buat cari sinyal, ha..ha..

Dari sini kami berlayar lagi dengan day boat. Selama perjalanan kami betul2 bisa menikmati Bai Tu Long Bay ini sambil tiduran di atas dek kapal. Serasa orang kaya yang punya private boat ini. Enjoy !

Our (private) day boat

Acara kedua adalah naik kayak menuju pantai yang ada cave nya. Kami ambil kayak seperti kemarin dari dermaga tengah laut, tapi rutenya berbeda dengan yang kemarin. Kali ini kami makin menjauh dari keramaian. Hanya ada sekitar 3 boat dekat kami. Rombongan kecil kami terdiri dari 3 kayak, kami, pasangan satu lagi dan guide. Selama berkayak, tidak ada orang lain di sekitar kami. Benar2 menikmati. Ini memang lokasi yang hanya dicapai jika ambil paket 3 hari. Sampai di satu pantai, kami parkir kayak nya dan turun untuk menuju cave.

Pantainya bersih dan menarik, karena ada dataran yang menjorok ke laut dan saat air pasang pasti dataran ini akan tertutup air laut. Bisa berenang kalo mau di sini, tapi seperti kemarin, airnya dingin.

Gua di sini dinamakan Teacher Cave, sangat alami, sangat gelap. Sangat sulit untuk bisa berfoto di dalam cave karena kurangnya cahaya, beda dengan kemarin. Bukan cave untuk turis sih ya, jadi harus pakai senter untuk bisa jalan ke dalam. Itu pun kaki Diana sempat terantuk batuan di dasar karena memang dasar gua tidak rata. Sebaiknya sih ke sini pakai sepatu, sayang kami ga tau jadi ya cuma pakai sandal. Cerita masyarakat lokal, dulu pernah ada seorang guru yang mengajar di gua itu, 5 tahun dan kemudian meninggal. Stalaktit dan stalaknit yang ada di dalamnya cukup bagus. Sayang, ada beberapa yang ujungnya dipotong orang. Dasar ya, manusia itu kadang ga bisa menghargai alam. Jangan sampai kita seperti itu ya.

Teacher cave

Kayaking kali ini lebih lama daripada kemarin. Area yang diarungi lebih luas dan juga kami lebih santai. Mungkin juga sudah pengalaman kali ini, jadi ga pake acara ngusruk seperti kemarin, hehe.. Beneran puas deh menikmati area Bai Tu Long yang sepi ini.

Kayaking

Kami kembali ke day boat. Sampai di atas kapal, lunch sudah tersedia. Kami duduk berempat dalam meja yang sama. Makanannya enak2 dan porsinya banyak. Apalagi cuma ber-4, asik banget deh makan sambil ngobrol2. Sampai ga sempat foto nih. Jeff sempat pesan kopi Vietnam yang beda dengan di Hanoi, kali ini kopi hitam. Di atas meja, terdapat amplop, maksudnya untuk memberikan tips kepada awak kapal, bukan untuk tour guidenya. Jika mau silakan masukan uang di situ, kalo tidak pun tidak masalah. Sangat baik ya cara minta tips nya menurut kami.

Selesai makan, kapal ini berlayar kembali menuju kapal cruise utama. Wah, sudah siang ya.. sudah waktunya kembali. Sepanjang perjalanan, kami menikmati cuaca yang cerah dan suasana alami dengan kembali tiduran santai di atas dek. Matahari bersinar tapi udaranya dingin, enaaak sekali.

Sebelum jam 3 sore, kami sudah tiba kembali di kapal cruise utama. Kali ini sudah ada rombongan baru di kapal tersebut dengan tour guide baru pula. Nama tour guidenya Mr. Li. Orangnya lebih periang dan lucu daripada Mr. Noi. Ada 18 orang dalam grup kali ini, komposisi kali ini setengahnya orang Asia dan setengahnya lagi orang Barat. Awak cruise sih masih sama seperti hari sebelumnya.

Acara grup baru ini sama dengan kami kemarin, yaitu sore hari ke gua dan kayaking. Kalo kami mau ikut lagi boleh2 aja kok, tapi kami memilih santai2 di kapal cruise utama saja. Sudah cukup 2x kayaking, bisa gempor kalo mesti kayaking lagi, hehe.. Jadilah grup tersebut semua turun ke tender boat dan kami doang tamu yang ada di atas kapal. Asik, private boat lagi. Haha.. Santai2 nih mandi sambil melihat pemandangan. Mumpung ga ada penumpang lain, maka semburan shower nya mantap. Kalo semua penumpang bersamaan mandi (kemarin sempat ngalamin), maka air shower hanya menetes, haha.

Acara malam hari sama seperti kemarin, ada kelas buat spring roll. Dapat kerupuk+kacang dan spring roll seperti kemarin. Terus kami juga nyobain beli cocktail Garden Bay, mumpung happy hour discount 30%. Makan malam, bbq buffet seperti kemarin, menu nya ada yang beda sedikit. Lumayan lah, tetap banyak dan enak2. Puas deh.

 

Day 7 : Flight to Ho Chi Minh

Pagi ini lebih mendung dan berangin daripada kemarin. Kelas Tai Chi tetap berlangsung tapi pada pake jacket. Instrukturnya ya Mr.Li sang tour guide. Tapi kali ini gayanya lebih kacau daripada Mr. Noi, lebih mirip senam stretching biasa terus dimirip2in sama gaya kungfu. Alhasil banyak ketawanya.

Tai Chi

Sampai selesai breakfast, kami berdua heran kenapa cruise kami belum jalan juga. Padahal kemarin saat tai chi saja sudah susah angkat kaki karena kapal sudah goyang2 berlayar. Bener dong, ternyata ada masalah. Jangkar cruise kami nyangkut di bawah dan ga bisa ditarik. Perlu waktu cukup lama untuk membebaskan jangkar tsb. Caranya manual banget, ga ada yang nyelam ke bawah sih, tapi awak kapal menggunakan tender boat untuk bolak balik tarik tali jangkar dari berbagai arah. Ini jadi atraksi yang ditonton seluruh penumpang kapal. Katanya sih memang suka kejadian seperti ini.

Makin siang, cruise2 di sekitar kami sudah pergi, tinggal cruise kami sendirian. Tapi akhirnya hampir jam 9, berhasil juga jangkarnya terangkat. Cruise pun berangkat ke Vung Vieng Fishing Village. Terlambat sih memang, tapi sepertinya tidak mengganggu acara. Acara kami hari ini adalah naik bamboo boat mengelilingi desa terapung ini. Dijelaskan bahwa kami akan berangkat dari titik A dan terakhir sampai di titik B. Jadi tidak kembali ke tempat semula.

Kirain bamboo boatnya seperti pengalaman kami di Yangshuo tahun 2015. Ternyata bukan, ini sih kapal kayu biasa, bukan terbuat dari bambu. Maksimum dalam satu boat bisa duduk 6 orang. Pendayungnya ada yang bapak2 dan ada yang ibu2. Mereka rapi berseragam dan mengenakan ID card. Di boat juga ada jaring yang ternyata digunakan untuk menjaring sampah yang terapung di laut. Hebat. Pantesan bersih banget ini airnya.

Floating Village

Vung Vieng Fishing Village ini, ternyata berbentuk rumah2 nelayan terapung di beberapa titik yang sebenarnya saling berdekatan. Katanya sih sekarang sudah sangat sedikit yang tinggal di situ, kebanyakan sudah pindah ke daratan. Di situ hanya saat siang hari saja. Yang menarik justru adanya beberapa anjing di setiap rumah terapung itu. Jadi selama kami naik boat, banyak sekali anjing yang kami jumpai. Ini jadi seperti doggy village yah, hehe..

Naik Bamboo Boat ini sekitar 1 jam. Kemudian kami sampai di titik B yang ternyata adalah Vong Vieng Pearl Farm. Tempat kami kemarin datang dengan day boat. Silakan memberi tips pada pendayung boat jika berkenan. Karena USD.1 mungkin tidak berarti buat kita tapi buat mereka sangat berarti.

Tour guide kami Mr.Li menghampiri kami dan meminta maaf bahwa kami harus ikut ke tempat ini lagi. Dia tau ini yang kedua kalinya bagi kami. Tapi memang jadwalnya seperti itu menurut dia. Buat kami sih tidak masalah. Kali ini karena rombongan besar yang datang, maka yang memberi penjelasan tentang budidaya mutiara adalah petugas dari farm nya lagsung, bukan tour guide kami. Walaupun jumlah orang di grup kami banyak, namun tidak ada satupun yang akhirnya membeli perhiasan mutiara.

Kembali ke cruise, kami beres2 kamar dan mengeluarkan koper di depan kamar untuk diurus awak kapal. Selanjutnya kamar2 kami akan dibersihkan untuk grup yang datang nanti siang. Ada 2 kamar di lantai bawah jika masih ada yang mau pakai toilet sampai kapal mendarat. Makan siang set menu seperti hari pertama. Tetap enak, cuma kali ini agak pedas. Di meja makan sudah ada amplop juga untuk memberikan tips kepada awak kapal.

Selesai sudah perjalanan Ha Long Bay Cruise. Kami pun kemudian turun kembali ke kantor Garden Bay bersama seluruh rombongan. Lalu menunggu bus yang akan menuju Hanoi. Karena kami memang sudah pesan untuk langsung diantar ke airport, maka mereka menjelaskan bahwa kami akan ikut dulu bus yang ramai2 ke Hanoi. Nanti sebelum masuk kota Hanoi, kami akan ganti mobil private untuk menuju airport.

Seperti saat pergi, bus mampir ke workshop penyandang disabilitas tapi berbeda tokonya. Di sini ada juga penumpang yang memisahkan diri untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Hampir jam 16.30, akhirnya kami berhenti di rest area sebelum masuk tol kota Hanoi dan turun. Di situ sudah ada mobil private untuk kami. Kirain bakal naik city car ke airport. Eh.. kaget dong… ternyata kami naik Mazda Double Cabin yang tinggi, besar dan nyaman banget. Tampilan drivernya keren banget, kayak pengusaha nih. Ya udah enjoy aja. Walaupun begitu, tetap aja drivernya ga bisa bahasa Inggris ya. Haha..

Tiba di Hanoi Airport, mau check-in pake kios check in Vietnam Airlines error semua. Ya udah nanti antri check in counter aja biasa. Pesawat kami jam 20.00 menuju Ho Chin Minh. Masih ada waktu, jadi kami tukar uang dan makan dulu. Counter check in baru buka jam 18.20 untuk pesawat jam 20.00. Cukup cepat juga antrian kami.

TRAGEDI NIH. Saat kami tiba di counter check in, petugasnya bilang bahwa tiket kami sudah tidak berlaku lagi karena di system mereka tercatat untuk penerbangan tanggal 25 Desember, yaitu 2 hari lalu. WHAT ? Tapi di tiket kami jelas tertulis 27 Desember. Karena kami ga percaya, petugasnya mempersilakan kami melihat database komputernya. Dan memang benar tiket kami tercatat tanggal 25 Desember. Waduh, kami langsung shock. Kami diminta membeli tiket baru jika memang mau naik pesawat malam ini ke Ho Chi Minh.

Atas kiri : system airlines, atas kanan : kertas tiket baru. Bawah : tiket.com

Akhirnya kami pergi ke bagian tiket dan ternyata staff di sana menunjukkan hal yang sama. Mereka tidak paham mengapa di tiket kami tertera tgl 27 Desember dan minta kami cek langsung dengan agent tempat beli tiket. Kami pakai tiket.com untuk pembelian tiket. Maka Diana langsung wa customer service tiket.com sementara Jeff cek jadwal penerbangan malam ini dan harga tiket baru. CS tiket.com memang langsung merespon, namun tidak bisa memberikan jawaban. Hanya bisa meneruskan masalah ini sebagai urgent kepada pihak terkait. Kami diminta menunggu email atau telpon. Selama 20 menit, kami terus komunikasi lewat wa tapi belum ada keputusan harus bagaimana atau ini salahnya di mana.

Akhirnya, setelah memikirkan dan mempertimbangkan banyak hal, kami memutuskan untuk membeli tiket baru. Karena menurut kami ini kondisi ini bukan salah kami. Jadi harusnya bisa diganti, apakah oleh tiket.com jika mereka yang salah atau dari asuransi jika memang salah sistem atau bagaimana. Ternyata untuk membeli tiket baru ga mudah juga. Semua penerbangan full. Adanya penerbangan terakhir jam 22.00. Waduh malam banget nih. Kalo mau waiting list katanya jika untuk penerbangan jam 20.00. Oke deh, waiting list, siapa tau dapat.

Petugas tiket bilang untuk tunggu sampai jam 19.20 atau 40 menit sebelum pesawat berangkat karena mereka harus closing system check-in dulu untuk tau jika ada penumpang yang tidak datang. Baru jika memang ada seat kosong, kami bisa beli tiketnya. Asal tau aja ya, harga tiket baru ini sudah 2x lipat dari saat kami pertama kali beli tiket. Oke, sambil gelisah menunggu, masih sibuk wa juga dengan cs tiket.com menyampaikan bahwa kami sudah rencana beli tiket baru.

Akhirnya tibalah jam 19.20. Petugas menyatakan ada seat kosong dan mengeluarkan kertas putih dengan printing tiket kami di situ. Bayar buru2 pakai credit card. Petugas pun bilang bahwa karena waktunya mepet, sebentar lagi sudah boarding pesawat, jadi kami diminta untuk tidak antri di counter check-in. Sampai di counter check-in untuk VIP, ternyata sudah ada penumpang lain. Eeeh.. karena mereka lihat kertas putih kami (seperti surat sakti jadinya) maka penumpang tadi digeser dan kami didahulukan. Sampai Jeff ga enak hati dan minta maaf sama yang diselak.

Di counter check-in ternyata kesulitan printing boarding pass. Haduh, lama juga nunggu. Sudah jam19.30 nih. Kali ini hitungan menit itu berarti banget. Jangan sampai sudah beli tiket, eeh.. ditinggal sama pesawatnya. Petugasnya bilang sorry ga bisa mendapatkan seat yang sebelahan untuk kami berdua. Kami sudah ga peduli. Yang penting bisa berangkat ke Ho Chi Minh jam 20.00 seperti rencana semula.

Akhirnya boarding pass keluar juga. Kami diminta langsung masuk antrian VIP untuk x-ray. Jadi itu jalur yang biasanya buat crew pesawat. Kalo antrian biasa, untuk x-ray ini parah banget, bisa sejam kali hanya untuk antri. Kami pun menunjukkan kertas putih itu ke security untuk bisa masuk jalur VIP ini. Lewat X-ray, kami lari2 dan menemukan persis gate kami di depan dengan penumpang yang sudah antri untuk boarding. Sudah pada masuk pesawat rupanya. Tapi legaaaa banget, kami pun langsung ikut antri masuk pesawat.

Pas sampai di dalam pesawat dan mencari tempat duduk, email masuk ke HP Diana. Dari tiket.com yang menyatakan bahwa mereka mengakui ada kesalahan di pihak mereka dan siap menggantikan biaya tiket baru yang kami keluarkan. Lega yang kedua. Walaupun tetap kesal karena kok bisa sih tiket.com membuat kesalahan seperti ini. Kami jadi sport jantung dan duduk terpisah nih. Penasaran kenapa bisa ada kesalahan tanggal tiket seperti yang kami alami ? Lalu apakah betul tiket.com mengganti rugi tiket baru kami yang harganya 2x lipat lebih mahal ? Kami ceritakan di part berikutnya ya.

Dalam perjalanan dari Hanoi ke HCMC, ternyata kami dapat makan malam. Enak loh. Bukan snack ringan seperti waktu flight domestik dari Ho Chi Minh ke Hanoi. Aneh juga. Mungkin karena waktu terbang nya masuk dalam kategori dapat makan malam ya. Entahlah. Bersyukur saja.

 

Bersambung ke Vietnam part-4 (Ho Chi Minh)

Kisah sebelumnya di Vietnam part-2 (Hanoi)

 

Categories: 2015-2019, ASIA, Vietnam | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Vietnam : 21-30 Desember 2019 (part 1)

Persiapan

Untuk libur akhir tahun kali ini, kami memilih pergi ke Vietnam. Negara ASEAN yang tidak perlu apply visa, memiliki nilai tukar lebih rendah daripada rupiah dan di bagian utara nya memiliki 4 musim, jadi berbeda dengan Indonesia yang tropis. Karena waktunya cuma sekitar seminggu, maka kami putuskan hanya explore Hanoi, cruise Halong Bay dan Ho Chi Minh (HCMC/Saigon). 

Oke, persiapan yang kami lakukan adalah :

1. Tentukan rute, itinerary & beli tiket

Untuk libur akhir tahun masuk high season, tentu ga bisa berharap harga murah. Dengan menggunakan promo traveloka dan tiket.com, maka kami mendapatkan tiket Vietnam Airlines, maskapai fullboard jadi dapat meal dan bagasi, tapi untuk rute Ho Chi Minh-Jakarta, ga dapat bagasi, sepertinya karena tiket promo. Rute kami : Jakarta – Hanoi, Hanoi – Ho Chi Minh dan Ho Chi Minh – Jakarta, total seharga 4,8 juta per orang.  Itinerary nya :

21 Des  : Jakarta – Hanoi, tiba malam hari

22-24 Des : explore Hanoi

25-27 Des : Halong Bay Cruise, 27 Des malam naik pesawat ke HCMC

28-29 Des : explore HCMC

30 Des : HCMC – Jakarta, berangkat pagi hari Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Vietnam | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2)

lanjutan Day 2

Setelah kami menikmati cocktail dari kapten kapal, kami bergegas ke acara dinner ala carte. Pilihan jatuh pada restoran Fantasia yang belum pernah kami masuki. Lagi2 karena kami hanya berdua, kami diarahkan duduk di meja paling pinggir yang memang khusus untuk berdua. Enak sekali ya jika berdua begini. Jika lebih dari 2, umumnya akan digabung di meja bundar besar kapasitas 8-10 orang, tamu lain, jadi kurang nyaman.

Ala carte dinner

Di meja sudah ada aneka roti dan lilin dengan api buatan alias palsu. Tapi karena apinya bergerak2 jadi seperti lilin betulan. Keren nih property nya. Untung pilih yang dinner malam hari, jadi romantis karena sudah gelap. Kalo sore kan masih terang, kurang pas pake lilin. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 1)

Prolog

Sudah lama sebetulnya ingin coba naik cruise yang terkenal dengan makanan all you can eat dan berbagai fasilitas mewahnya. Apalagi sejak naik Viking Line cruise semalam dari Sweden ke Finland pas Scandinavia trip 2016.  Sebetulnya yang ini cuma ferry untuk transportasi menyeberang saja, bukan untuk dinikmati. Semuanya bayar, tidak ada fasilitas yang mewah apalagi kolam renang. Tapi lumayan lah bisa icip2 yang namanya cruise tuh seperti apa.

Nah, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati akhir tahun dengan Costa Victoria Cruise. Ambil yang tanggal antara Natal dan tahun baru, jadi kami tidak perlu cuti tambahan, karena memang libur. Tujuannya ke Malaka dan Penang, dengan durasi cruise 4 hari 3 malam. Untuk cruise, harga ditentukan dari lamanya perjalanan dan jenis kamar yang dipilih. Untuk akhir tahun biasanya termasuk high season dan harganya lebih mahal.

Harga termurah untuk cruise kami dapatkan dari Cruise centre Jakarta. Harganya langsung dikonversi mengunakan rupiah, bukan USD. Untuk tipe kamar Balcony harganya Rp.3.151.000 / pax ditambah insurance dan port charge jadi total Rp.4.480.000 / pax. Itu belum termasuk tipping yang dibayarkan langsung di kapal senilai USD.41 / pax. Yang ini musti siapkan uang US dollar. Kalo mau lebih murah, ada tipe kamar inside (tanpa jendela) dan ocean view (ada kaca jendela tapi tidak bisa dibuka). Harganya selisih sekitar 200-400 rb lebih murah. Mau lebih murah lagi ? Jangan cruise saat akhir tahun dan cari yang durasinya kurang dari 4 hari.

Dulu saat kami naik Viking Line, pilih kamar yang paling murah yaitu kabin tanpa jendela. Nah, itu kurang enak ya. Karena saat di kamar, kami ga tau ini jam berapa, siang atau malam. Jadi kali ini kami pilih yang bukan cuma ada jendela, tapi sekalian yang ada balkon nya. Sekali2 boleh lah menikmati, apalagi harga ini sudah termasuk semua fasilitas dan makan di kapal.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Penang – Malaysia : 29 Desember 2017

Kami mengunjungi Penang dalam rangka menikmati Cruise Victoria yang memang stop di 2 lokasi, yaitu Malaka dan Penang. Perhentian pertama bisa dibaca di Malaka (2017). Perhentian kedua di Penang agak berbeda dengan saat di Malaka. Kali ini kapal dapat bersandar penuh di dermaga daratan Penang. Jadi penumpang kapal cruise dapat langsung turun ke daratan. Sangat mudah, tidak perlu antri boat lagi. Diana dulu sekali pernah ke Penang bersama orangtuanya. Jeff belum pernah. Tapi kali ini rencananya mau santai saja memang, tidak mengejar tempat wisata tertentu.

Kami bisa melihat dermaga Penang tersebut dari balkon kamar kami. Jadi yang awalnya mau santai2, turun kapal agak siangan, jadi berubah rencana. Langsung turun aja deh. Sepi tuh yang turun pagi2. Mungkin penumpang kapal masih pada sarapan atau belum bangun. Lagipula kami sudah kenyang sarapan di kamar pagi ini.

Sama seperti saat di Malaka, Costa Card menjadi identitas diri pengganti passport. Tiba di pelabuhan, kami disambut beberapa wanita dengan pakaian khas daerah Penang yang memainkan rebana. Tak jauh dari situ, ada ‘gerobak’ information. Ada petugasnya dan ada banyak brosur serta peta wisata Penang.

Namun yang lebih heboh lagi adalah sepanjang perjalanan keluar dari gedung pelabuhan. Kami disambut dan ditawari paket wisata keliling Penang oleh puluhan supir taksi dan travel. Lebih parah dari di Malaka karena mereka berada di sepanjang perjalanan kami keluar gedung sampai beberapa ratus meter setelah keluar gedung. Bukan hanya 1 titik seperti di Malaka. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | 2 Comments

Malacca – Malaysia : 28 Desember 2017

Kami jalan-jalan di Malaka atau disebut dalam bahasa aslinya sebagai Melaka, karena cruise kami berlabuh di kota ini selama beberapa jam. Jadi daripada diam di kapal, lebih baik turun dong. Apalagi kami berdua belum pernah mengunjungi Malaka. Waktu itu ke Malaysia hanya ke Kuala Lumpur dan Genting saja. Bisa baca di trip Malaysia (2006).

Dari cruise ke tender boat hingga sampai daratan

Costa Cruise tiba di Malaka pukul 7.30 pagi akan tetapi tidak bisa merapat karena perairan yang dangkal. Jadi untuk turun ke Malaka, para penumpang perlu naik tender boat atau kapal kecil dari kapal cruise menuju pelabuhan di daratan Malaka. Untuk berkeliling Malaka ada pilihan untuk ikut paket tour yang disediakan oleh pihak cruise. Cuma ya pasti mahal lah. Kami pilih jalan sendiri aja.

Untuk yang ikut tour dari kapal (program Shore Excursion) mendapatkan fasilitas turun terlebih dahulu. Sementara yang mau jalan sendiri, bisa datang jam 08.15 di Concorde Plaza di deck 7. Petugas memberikan nomor urut buat naik tender boat. Kami dapat nomor 5. Kapasitas satu tender boat kurang lebih 50 orang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nomor kami dipersilakan menuju ke tender boat.

Karena passport semua penumpang di’tahan’ di cruise, maka yang menjadi kartu identitas selama di Malaka adalah  kartu Costa. Saat keluar cruise, kartu Costa di-scan dan jika hasil fotonya tidak sama dengan pemegang kartu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan turun. Demi keamanan juga sih. Tender boat kami tertutup semua sisinya. Jadi aman jika ada hujan dan ombak. Pagi ini sih cuaca sangat cerah, jadi menyenangkan untuk jalan2 eksplorasi Malaka.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | Leave a comment

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 7 – Viking Line Cruise, Stockholm to Helsinki)

Day 11 continued…

Cruise merupakan alternatif yang kami pilih untuk menyebrang dari Stockholm ke Helsinki. Selain menghemat waktu dan akomodasi, kami pun belum pernah naik cruise yang bermalam. Jadi ini pengalaman pertama kali bagi kami. Ada 2 pilihan ferry / cruise untuk rute Stockholm – Helsinki, yaitu Silja Line dan Viking Line. Kami memilih Viking Line dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah. Lokasi terminal ferry Viking juga sangat mudah dijangkau dari kota.

Continue reading

Categories: 2015-2019, EUROPE, Finland, Sweden | Tags: , , , | 7 Comments

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 3 – Norway in a Nutshell)

NORWAY IN A NUTSHELL – ALA PASANGAN TRAVELING

day 3 continued…

Tibalah saatnya memulai perjalanan Norway in a Nutshell (NiN) “do it yourself” dari Oslo ke Bergen. Artinya, semua rute sama percis dengan tour NiN, hanya saja kami book sendiri semuanya secara terpisah dengan jadwal disesuaikan kebutuhan kami. Kenapa begitu ? Bisa baca alasan rincinya di persiapan trip (part 1)

Buat yang pesan NiN, kami lihat mereka membawa satu booklet berisi tiket2 perjalanan mereka. Nanti tiap satu sesi perjalanan, tiket tersebut akan disobek dan diberikan kepada petugas yang memeriksa tiket.

Continue reading

Categories: 2015-2019, EUROPE, Norway | Tags: , , , , , , , , , | 12 Comments

China : 23-31 October 2015 (part 2 – Guilin)

Day 2 : Guilin

Pesawat Air Asia berangkat dari KLIA2 pukul 6.25 pagi dan tiba di Guilin Airport (namanya Liang Jiang Airport) pukul 10 pagi. Waktu di China sama dengan waktu di Malaysia, yaitu 1 jam lebih awal dari Indonesia.

airportTerminal kedatangannya tidak terlalu besar. Kami mengisi kartu imigrasi kedatangan di China. Formnya bisa didapatkan sebelum melewati imigrasi. Saat mau ambil bagasi, ternyata ada anjing pelacak yang lucu dan berjalan mondar mandir di atas ban berjalan sambil mengendus setiap bagasi yang lewat. Alhasil bukannya ambil bagasi, para penumpang malahan menonton si anjing lucu itu. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, China | Tags: , , , , , , , | 10 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.