Tepat di hari Natal tanggal 25 Desember ini, kami naik kereta menuju Budapest, ibukota negara Hungary. Kami naik kereta EC yang berangkat jam 03.50 dari Salzburg. Perjalanan ditempuh hampir 5,5 jam. Untungnya kami bisa tidur di dalam perjalanan yang cukup jauh ini, lumayanlah, jadi ga kerasa jauh atau bosan.
Kiri : Keleti Train Station, Budapest. Kanan : apartemen Velez Haz
Sekitar jam 9.30 pagi, kami tiba di salah satu train station terbesar di Budapest, yaitu Keleti. Train station ini sangat besar dan bagus arsitektur luarnya. Di dalamnya juga ada jaringan metro bawah tanah yang ternyata merupakan salah satu yang tertua di Eropa. Di Budapest, kami menginap di apartemen Velez Haz, letaknya dekat Keleti Train Station.
Dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-21, kami memilih Labuan Bajo di Manggarai Barat, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi kali ini. Keindahan Labuan Bajo sudah kami dengar dari teman2 maupun keluarga kami yang sudah pernah ke sana. Selain keindahan alam yang mempesona, di Labuan Bajo juga terdapat Taman Nasional Komodo, yang merupakan habitat binatang reptil tertua dunia yang masih hidup dan hanya ada satu2nya di dunia, yaitu di Labuan Bajo ini.
Untuk bisa menikmati pesona alam Labuan Bajo, kami memutuskan memanfaatkan Kamis 29 Mei 2025 sebagai hari libur nasional untuk terbang ke Labuan Bajo. Saat ini, untuk menampung animo wisatawan lokal dan mancanegara, sudah ada bandar udara Komodo, satu2nya bandar udara di Labuan Bajo. Bandar udara ini, melayani penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia maupun mancanegara seperti : Jakarta, Surabaya, Denpasar, Kuala Lumpur Malaysia dan Singapore
Catatan : per 31 Juli 2025 rute penerbangan Singapore – Labuan Bajo ditutup menyusul ditutupnya maskapai JetStar Asia yang melayani rute ini
Untuk melihat komodo dan menjelajah pulau-pulau cantik di Labuan Bajo ada 2 pilihan. Satu hari dengan menggunakan speed boat atau 3 hari menginap di atas kapal phinisi. Kami pernah menginap di kapal saat berwisata ke Halong Bay Vietnam Desember 2019 (part 3 – Halong Bay). Karena pengalaman tersebut menyenangkan, maka kami memilih menginap di kapal juga untuk Labuan Bajo ini.
Hari ini kami harus bangun subuh karena jam 5 pagi kami harus berangkat ke O.R Tambo Intrernational Airport. Oleh sebab itu, kami tidak bisa menikmati buffet breakfast di hotel. Pihak hotel menyediakan take away breakfast dalam paper bag yang kami bawa dan bisa dimakan di jalan.
Kami naik penerbangan domestik selama 2 jam menuju kota George. Maskapai yang digunakan adalah Fly Safair. Pesawatnya penuh penumpang. Seperti dari Jakarta ke Denpasar. George Airport merupakan airport kecil di pinggiran kota George. Di luar George Airport, sudah menunggu lokal guide dan driver bis yang baru.
Atas : Fly Safair, kiri bawah : George Airport, kanan bawah : kota George
Hari ini kami tiba di Ketchikan yang menyebut dirinya sebagai “The Salmon Capital of The World”. Suhu di Ketchikan sekitar 8 derajat celcius dan cuaca diramalkan cerah. Sunrise pk.05.30 am dan sunset pk.08.01 pm. Jam di sini masih mengikuti jam Alaska, yaitu mundur 1 jam dari kota Seattle. Tiba jam 7 am dan punya waktu sampai maksimal pk.12.45 pm harus sudah balik di kapal. Jadi cuma sekitar 5 jam lebih di sini. Apalagi kami tibanya di port khusus NCL yang terletak di luar kota Ketchikan.
Dari port, kami melewati ruangan besar seperti bekas gudang yang isinya cafe dan penjualan souvenir. Keluar gedung tersebut, kami naik shuttle sekitar 15 menit ke pusat kota. Gratis dan banyak tersedia, tapi artinya waktu kami ga banyak untuk menjelajah Ketchikan.
Pk.7.00 am kami tiba di port kedua yaitu kota Skagway. Suhu di Skagway sekitar 7 derajat celcius dan cuaca diramalkan cloudy. Sunrise pk.05.37 am dan sunset pk.08.25 pm. Jam Skagway sama dengan Juneau, jadi mengikuti jam Alaska yaitu mundur 1 jam dari kota Seattle. Di kota ini kita punya waktu sampai pk.7.45 pm, sebelum harus naik lagi ke kapal. Jadi ini kota yang paling lama waktu berlabuhnya di sepanjang perjalanan cruise kami, seharian !
Skagway adalah kota kecil dengan jumlah penduduk tidak sampai 1.000 jiwa. Ketika cruise kami berlabuh, tentu saja kota ini mendadak menjadi ramai oleh ribuan tamu cruise. Di kota ini tidak banyak yang bisa dilihat karena benar2 kecil. Hanya ada rumah penduduk, toko2 souvenir, 1 bank dll. Jalan2 di kotanya ga sampe 1 jam pasti beres. Jadi sangat disarankan untuk ambil tour/excursion ke luar kota Skagway nya deh.
Pk.1.30 pm kami tiba di port pertama yaitu kota Juneau. Akhirnya bisa menyentuh daratan juga nih setelah sekian lama berlayar. Juneau merupakan ibu kota negara bagian Alaska, USA. Jangan bayangkan Juneau seperti kota besar dengan gedung tinggi ya. Ini Alaska, penduduknya sedikit, kotanya kecil dan dikelilingi pegunungan yang saat ini masih diliputi salju.
Suhu di Juneau sekitar 2-5 derajat celcius dan cuaca diramalkan cloudy. Sunrise pk.05.40 am dan sunset pk.08.15 pm. Jam di Juneau mundur 1 jam dari kota Seattle atau waktu di lautan kemarin. Informasi ini semua ada di booklet ya, jadi sudah memudahkan penumpang untuk adjust jam dan memperkirakan kostum yang mau dipakai. Di kota ini kita punya waktu sampai pk.10.30 pm, sebelum harus naik lagi ke kapal. Lumayan lama juga sih. Makanya untuk Juneau ini kami beli shore excursion dari kapal saja biar ga ribet. Ada 2 excursion yang kami pilih di Juneau ini : Goldbelt tram dan Mendenhall Glacier, yang tiketnya pas pertama sampai kamar di kapal sudah ada di atas ranjang itu.
Akhirnya tiba juga hari di mana kami akan berpetualang ke Alaska, salah satu negara bagian USA yang spektakuler pemandangan alamnya. Untuk tanggal liburan kami, hanya ada 1 cruise yang akan berlayar ke sana yaitu NCL Bliss. Cruise lain umumnya baru berlayar sekitar bukan Mei. NCL Bliss adalah salah satu cruise terbesar yang dimiliki oleh NCL dan didesain terutama untuk tujuan Alaska. Untuk naik cruise, kami berangkat dari Pier 66, tidak jauh dari Pike Place Market yang kami kunjungi kemarin.
Proses check-in dilakukan melalui apps dari jauh-jauh hari sebelumnya. Para penumpang diminta untuk mengisi rencana jam check-in. Check-in bisa dimulai dari jam 10.00 sampai jam 15.00 untuk keberangkatan kapal jam 17.00. Yang penuh duluan terisi adalah jadwal check-in yang paling awal. Rupanya penumpang ingin cepat2 naik kapal, supaya bisa segera menikmati fasilitas kapal. Setelah dipilih, nanti akan ada tag berwarna yang harus ditempelkan di koper atau tas bawaan kami. Warna tag tergantung jam check-in.
Selama di kapal, kami dapat jatah wifi gratis terbatas 150 menit per orang. Ini aksesnya juga dari apps. Nanti bisa ketauan sudah terpakai berapa banyak dan sisa berapa banyak jatah wifinya. Kami irit2 deh ini pakainya, gantian antara Jeff dan Diana untuk berkomunikasi dengan keluarga.
ITINERARY CRUISE
1. Seattle – 15 April
Di Pier 66 sudah ada tempat drop off khusus. Jadi mobil bisa menurunkan penumpang dan kopernya di situ. Nanti koper bisa langsung diletakkan di tempat drop bagasi, di situ juga banyak petugas yang siap membantu. Nantinya koper akan dikirim langsung ke kamar.
Setelah perjalanan kami road trip di Western USA (2022) yang sangat menyenangkan, kami pun ingin lanjut jalan2 lagi di Amerika tapi di bagian yang lain lagi. Mumpung Visa USA masih berlaku dan pandemi COVID sudah ga terasa di USA. Kali ini kami mau ke tempat yang lebih jauh dan dingin di bulan April, yaitu Seattle dan Alaska. Di Seattle ada family Diana jadi akan menginap di sana dan untuk Alaska kami akan ikut cruise.
Ini pengajuan Visa Canada kami yang kedua kalinya sejak kami menikah. Sebetulnya ini juga terpaksa sih, karena tujuan kami bukan ke Canada melainkan Alaska Cruise dari USA. Tetapi karena itinerary cruisenya “melewati” wilayah Canada, jadi walau kami bisa saja tidak turun di port Canada tapi tetap saja untuk naik Cruise nya kami harus punya visa Canada. Well, ya sudah lah, mau gimana lagi.
Untuk pengajuan visa Canada yang pertama kali adalah di tahun 2018, waktu itu memang tujuannya mau ke Canada. Selengkapnya bisa dibaca di sini. Nah, setelah pandemi COVID banyak perubahan terkait cara mengurus Visa Canada. Jadi kami coba bagikan pengalaman kami yang sekarang ya.
A. Lama & Alur Proses Peninjauan Aplikasi Visa
Dahulu, proses dari submit form sampai visa tertempel di paspor termasuk sangat cepat, tidak sampai 1 minggu beres. Nah, sekarang proses dari submit sampai visa jadi bisa sampai 2 bulan ! Beda banget ya. Alurnya pun sekarang lebih ribet, karena mesti beberapa tahapan.
Selama kami di San Francisco, kami memutuskan tidak nyetir sendiri ke downtown. Ini nasihat dari banyak orang terhadap kami, hehe.. Alasannya antara lain : kontur jalan yang kurang bersahabat (naik turun cukup curam), banyak persimpangan tanpa lampu merah yang bikin bingung, cari parkir susah, lalu yang terutama lagi banyak kasus pecahin kaca mobil untuk ambil barang2 di dalamnya. Oke, jadilah mobil kami parkir di depan rumah host airbnb dengan kondisi dalam mobil kosong, tidak ada barang yang ditinggalkan di dalamnya.
Jalanan yang naik turun/curam dan rentan pemecahan kaca mobil
Artinya untuk menjelajah SF kami perlu menggunakan public transport. Untuk memudahkan, kami download Muni Mobile dan beli Muni Pass melalui apps itu. Untuk hari ini kami aktivasi 1 day pass (tanpa cable car) seharga USD.5/org. Besok baru aktivasi 1 day passport, ini yang sudah termasuk cable car, harganya USD.13/org.