Day 5 : Boracay (Movenpick) – Boracay (Henann Lagoon)
Hari ini hari Sabtu dan kami mau pindah hotel untuk 2 malam ke depan yaitu ke Henann Lagoon Resort. Untuk pindah ke Henann Lagoon Resort, kami minta tolong pihak Movenpick untuk mencarikan tuktuk. Akhirnya dapat juga tuktuk seperti terlihat dalam gambar di bawah ini ya.
Naik tuktuk dari Movenpick pindah ke Henann Lagoon Resort
Hari ini, kami terbang dari Manila ke Boracay, tujuan wisata utama kami kali ini. Karena pesawat dari Manila ke Boracay di siang hari, kami bisa menikmati breakfast dengan santai. Di sini, breakfastnya berupa set menu, bukan prasmanan. Hebatnya ada 4 pilihan set menu yaitu continental, American, Filipino dan Japanese. Selesai makan, Diana kembali ke kamar untuk beres2, sementara Jeff keliling sekitar area hotel, ingin melihat kehidupan warga Manila di hari kerja.
Jam 9 pagi kami berangkat dari hotel menuju NAIA lagi, tapi kali ini ke terminal 3 domestiknya. Walaupun hari kerja, ternyata terminal domestik pun penuh. Ada yang mau wisata maupun tenaga kerja Philippines yang mau kerja di luar negeri. Karena domestik, hanya ada antrian X ray yang berlangsung cepat. Di dalam terminal keberangkatan, ada banyak toko yang menjual barang dan makanan. Di tengah2 terminal, ada food court yang cukup luas.
Sambil menunggu jadwal keberangkatan, kami beli makanan untuk makan siang dan bekal saat datang di Boracay nantinya. Kami mencari makanan lokal Philippines dan akhirnya kami membeli lechon with rice (non halal) dan bibingka (kue khas Philippines. Bibingka ini sepintas bentuknya mirip pizza, tapi rasa doughnya cenderung ke manis. Ada banyak pilihan rasa seperti ham & cheese, cheddar cheese, salted egg, classic salted egg, classic cheddar cheese. Dibungkus daun pisang dan dipanggang. Fotonya ada di part 1.
Boracay Airport di Caticlan & boat untuk ke Boracay Island
Kali ini kami mau pergi yang deket2 aja, memanfaatkan hari libur yang berdekatan supaya cutinya ga lama2. Negara di Asia Tenggara yang belum pernah kami kunjungi salah satunya adalah Filipina, yang lumayan terkenal dengan pulau dan pantai pasir putihnya yang indah. Cukup banyak pantai yang direkomendasikan, tapi karena waktu terbatas jadi kami pilih Boracay saja yang paling populer. Dari Jakarta menuju Boracay, kami pilih naik Air Asia dan Cebu Air. Jadi rutenya :
Jakarta – Kuala Lumpur (transit semalam) – Manila menggunakan maskapai Air Asia
Manila – Caticlan/Boracay menggunakan maskapai Cebu Air (budget airlines punya Philippines)
Day 1 : Jakarta – Kuala Lumpur
Sudah lama kami tidak menggunakan maskapai Air Asia baik domestik maupun international. Saat kami terbang ke Kuala Lumpur ini, Air Asia ada di terminal 2 bandara Soetta. Pesawat yang digunakan adalah Airbus A320. Pesawat kami berangkat jam 18.55 waktu Jakarta dan tiba 35 menit lebih cepat dari jadwal di terminal 2 KLIA.
Sebelum berangkat ke Kuala Lumpur, jangan lupa isi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) sebagai syarat masuk Malaysia. Tidak dikenakan biaya apapun alias gratis ya, karena Jeff sempat dapat website yang mirip dengan MDAC tetapi meminta bayaran sejumlah uang. Hati-hati ya.
Kami seharusnya tiba di Berlin Main Station jam 18.29 malam. Namun 2 station sebelum tujuan, tiba2 kereta berhenti. Awalnya kami pikir tunggu giliran masuk station. Tapi setelah ditunggu kereta tidak jalan2. Kami perhatikan di layar, jadwal sampainya kereta mundur terus beberapa kali hingga hampir 30 menit. Sudah sampai Berlin sih, cuma station nya beda nih. Sekitar jam 19 malam baru keluar pengumuman bahwa ada kendala sehingga kereta tidak bisa jalan. Kami harus keluar dari kereta, pindah platform dan naik kereta lain yang tujuan akhirnya adalah Berlin Main Station. Ya sudah, kami ikuti saja penumpang lain yang pindah kereta.
Atas : sungai Vltava yang mengalir di Czech Bawah : Berlin Main Station (Berlin Hauptbahnhof)
Akhirnya kami tiba juga di Berlin Main Station atau bahasa Jermannya Berlin Hauptbahnhof. Station ini merupakan salah satu station terbesar di Eropa. Melayani transportasi antar kota dan antar negara, termasuk juga metro di Berlin. Yang menarik, arsitektur gedung ini didominasi dengan kaca sehingga kami bisa melihat platform yang berlokasi beberapa lantai di bawah kami.
Di Berlin, kami menginap di Hotel Romy by Amano. Hotelnya tepat di seberang main station. Bisa nyeberang di jalanan mobil, atau lewat jalur bawah tanah metro (muncul tepat di samping hotel). Lokasinya sangat strategis dan mudah dicapai, apalagi di tengah hujan salju dan dingin seperti malam ini.
Akhirnya jam 18 sore, kereta IC 114 yang kami tumpangi dari Krakow, tiba di Prague Main Railway Station (Hlavni Nadrazi). Malam ini kami menginap di Globe Hostel Prague, jalan kaki sekitar 15 menit dari station. Lokasinya sangat strategis karena ada di pusat keramaian dan dekat dengan Wenceslas Square. Ini pilihan akomodasi yang harganya terjangkau, karena harga hotel di Prague saat akhir tahun begini melonjak tajam. Apalagi kami hanya numpang tidur aja nih semalam. Besok pagi sudah pergi lagi ke Cesky Krumlov.
Ternyata banyak klub orang dewasa di area sekitar hostel ini. Bahkan untuk ke Globe Hostel, kami harus melalui Sauna Club yang di lantai dasar. Setelah itu kami harus angkat koper sendiri ke lantai 3 (tempat receptionist hostel) karena lift yang ada tidak bisa digunakan. Di hostel ini, ada yang berbentuk bunk bed / dormitory, dan juga kamar private. Kami pilih yang private, kamarnya sejajar dengan resepsionis, cukup luas dan ada pantry di dalamnya. Bagus, bisa buat masak sederhana seperti mie instan, dll.
Kiri : Sauna Club (Klub Hiburan Dewasa) di lt.dasar Kanan : kamar kami di Globe Hostel Prague
Ibukota negara Poland sebenarnya Warsaw. Namun jaraknya menyimpang cukup jauh dari rute perjalanan kami. Akhirnya kami memilih kota Krakow, kota kedua terbesar di Poland, yang masih sejalan dengan rute kami. Krakow juga termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena sejarah panjangnya. Poland sendiri adalah negara yang kami ingin kunjungi karena warna benderanya kebalikan dengan Indonesia, haha..
Kami naik FLIX bus dari Budapest menuju Krakow. Rencananya kami akan tiba di Krakow Main Station jam 6 pagi. Namun kenyataannya kami sudah tiba jam 5 pagi. Wow ! Kaget karena lagi enak2 tidur, masih gelap, tiba2 lampu bus dinyalakan dan dinyatakan sudah sampai Krakow. Langsung deh buru2 menyiapkan diri untuk keluar dari bus.
Atas : main station Krakow Bawah : Ibis Hotel Krakow tempat sarapan
Tentu saja suasana di luar bus masih gelap. Kami mengikuti orang2 keluar bus dan masuk ke gedung station. Krakow Main Station ini terdiri dari bus station dan train station. Station sangat penuh orang yang duduk dan tidur di bangku yang tersedia. Akhirnya kami mencoba berjalan ke luar station mencari hotel kami yang jaraknya sekitar 1 km. Walaupun sudah pakai Google Maps, karena baru pertama kali tiba dan suasana gelap, kami sempat nyasar sebelum akhirnya menemukan hotel kami yaitu Ibis Budget Krakow. Padahal kalo sudah tau sebetulnya sangat mudah jalurnya.
Tepat di hari Natal tanggal 25 Desember ini, kami naik kereta menuju Budapest, ibukota negara Hungary. Kami naik kereta EC yang berangkat jam 03.50 dari Salzburg. Perjalanan ditempuh hampir 5,5 jam. Untungnya kami bisa tidur di dalam perjalanan yang cukup jauh ini, lumayanlah, jadi ga kerasa jauh atau bosan.
Kiri : Keleti Train Station, Budapest. Kanan : apartemen Velez Haz
Sekitar jam 9.30 pagi, kami tiba di salah satu train station terbesar di Budapest, yaitu Keleti. Train station ini sangat besar dan bagus arsitektur luarnya. Di dalamnya juga ada jaringan metro bawah tanah yang ternyata merupakan salah satu yang tertua di Eropa. Di Budapest, kami menginap di apartemen Velez Haz, letaknya dekat Keleti Train Station.
Day 6 : Munich – Salzburg – Bad Ichsl – Steeg Gosau – Hallstatt
Hari ini, kami akan pindah kota sekaligus negara, dari Jerman ke Austria. Ini pengalaman kedua kami mengunjungi Austria setelah tahun 2012 di Europe 2012 (part 4-Austria). Kali ini kami mau mengunjungi salah satu kota wisata yang paling terkenal di seluruh dunia yaitu Hallstatt. Di tahun 2012, kami belum berkesempatan berkunjung ke sana.
Dari Munich kami naik kereta RJX ke Salzburg. Ini kota kelahiran komposer musik klasik ternama Wolfgang Amadeus Mozart. Juga lokasi shooting film favorit banyak orang termasuk Diana yaitu Sound of Music. Perjalanan ke sana ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Setibanya di Salzburg Main Station, kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus dari depan station menuju kota kecil Bad Ichsl. Kami bayar cash sebesar 12,4 Euro per orang ke supir busnya.
Perjalanan ditempuh dalam waktu 1 jam. Sepanjang perjalanan, kami bisa melihat pemandangan pegunungan yang tertutup salju dan alam pedesaan khas Austria. Bus menaikkan dan menurunkan penumpang di setiap perhentian yang terdapat di sepanjang perjalanan. Setibanya di Bad Ichsl, semua penumpang turun karena bus akan kembali ke Salzburg.
Kota Bad Ichsl
Tujuan wisata kami adalah Hallstatt. Untuk menginap di Hallstatt itu sendiri, harga hotel menjelang Natal dan Tahun Baru melonjak drastis. Alternatif lainnya adalah kota2 yang ada di sekitarannya, antara lain Bad Goisern dan Steeg Gosau. Akhirnya kami memilih kota kecil Steeg Gosau, yang terletak 2 station sebelum Hallstatt.
Pagi ini, kami mau pindah kota dari Frankfurt ke Nuremberg. Mungkin buat kebanyakan orang, Nuremberg bukanlah kota populer seperti Frankfurt dan Berlin. Saat kami mencari tahu situasi Christmas Market yang ada di kota-kota di Germany, ternyata Christmas Market di kota Nuremberg merupakan salah satu yang terbaik menurut beberapa versi media yang ada. Jadi masuklah Nuremberg dalam itinerary kami.
Dari Frankfurt ke Nuremberg, kami naik kereta ICE (milik Jerman) selama 2 jam. Ini kami beli tiket kereta tanpa seat reservation, jadi bisa cari sendiri tempat duduk yg masih kosong. Ternyata kami dapat duduk di gerbong Quiet Zone, jadi tidak ada suara keributan baik dari aktivitas anak2 maupun obrolan para penumpang lain. Nice !
Di kota ini, kami menginap di B&B Hotel Nuremberg Plarrer. Saat kami tiba sekitar jam 11 siang, kami belum bisa check in, sehingga hanya bisa menitipkan koper kami kepada staff hotel. Jalan-jalan saja deh sekarang. Dari hotel, kami naik UBahn, jaringan metro di Nuremberg untuk menuju Hauptmarkt (Grand Market). Di area Hauptmarkt terdapat 2 gereja yang terkenal di Nuremberg yaitu Frauenkirche dan St. Lorenz.
Kiri : bagian dalam Frauenkirche, Kanan atas : Frauenkirhce Kanan bawah : St. Lorenz
Perjalanan akhir tahun ini adalah bagian dari impian lama kami untuk mengunjungi Christmas Market. Ini biasanya berlangsung di banyak negara Eropa menjelang Natal sampai Tahun Baru. Christmas Market yang terkenal adanya di Germany, lalu karena kami belum pernah ke Eropa Timur, maka kami akan lanjut sekalian ke Hungary, Poland, dan Czech. Cari2 jalur perjalanan yang pas, akhirnya kami memutuskan jalur melingkar saja. Karena itu kami menambahkan Austria sebagai destinasi antara Germany dan Hungary.
Sebenarnya kami sudah pernah mengunjungi Germany dan Austria saat trip West Europe tahun 2012. Namun saat itu, kami tidak sempat berkeliling di Germany, hanya mendarat di Frankfurt dan malamnya sudah naik bis ke Den Haag Netherland. Di Austria, kami pernah mengunjungi Vienna, Salzburg dan Innsbruck. Jadi kali ini kami kami mau mengunjungi Hallstat (tempat turis yang populer itu) dan mengikuti “Salzburg Christmas Eve Tour to the Silent Night Chapel” yang hanya diselenggarakan setahun sekali saja, yaitu saat malam natal ! Kalo dulu kami jalan2 West Europe saat spring, lihat bunga2 bermekaran, kali ini kami mau merasakan Eropa saat winter.
Untuk East Europe sendiri kami sudah pernah mampir sebentar di East Europe yaitu di kota Bratislava (ibu kota Slovakia) Europe 2012 (part 4-Austria) Saat itu kami tidak menginap melainkan hanya jalan2 setengah hari bolak balik dari Vienna, Austria. Vienna dan Bratislava merupakan sister city. Sejarahnya dulu hanya ada 1 negara yaitu Cekoslovakia. Namun di tahun 1993 karena kondisi geopolitik, pecah menjadi 2 negara yaitu Czech dan Slovakia. Nah, Slovakianya sudah.. yang belum ke Czech nih.
Rute perjalanan melingkar dgn pusatnya di Czech : Frankfurt, Nuremberg, Munich, Salzburg/Hallstatt, Budapest, Krakow, Prague/Cesky Krumlov, Berlin