Advertisements

ASIA

Batu-Malang : 29 May-3 Juni 2018 (part 4)

Day 4 – Malang

Setelah sarapan, beres2, dan santai2 sejenak, kami naik grab menuju Malang. Tujuannya adalah check-in dulu ke hotel Ibis Styles Malang. Karena datang sebelum waktu check-in, jadilah kami titip koper dulu di resepsionis dan kemudian cari makan siang dulu di sekitar hotel.

Kami jalan menyusur ke sebelah kiri hotel. Nanti di seberang ada pizza hut, ada Hot Cui Mie dan ada Bakso Kota Cak Man. Kami pilih makan cui mie saja yang memang khas Malang. Ternyata mie nya memang enak, lembut dan kenyal seperti mie bandung. Ada yamien manis juga di sini. Untuk yang hot cui mie nya berarti pake saos pedas, sedangkan yang ga suka pedas bisa pesan non hot cui mie yang pake saos asam manis. Semuanya disajikan dengan pangsit goreng. Untuk menu cui mie, pangsit goreng yang lebar disusun menjadi mangkok dari mie nya. Jadi tag line mereka : mangkok nya pun bisa dimakan. Sip deh.

Kembali ke hotel, masih jam 1. Waktu check-in sebetulnya jam 2 siang, tapi kami coba saja tanya. Ternyata sudah siap kamarnya dan kami bisa masuk. Horee.. Tiba di kamar disambut handuk berbentuk gajah yang diletakkan di ranjang. Nice ! Ada lagi kejutan lain, ternyata disediakan guling di sini. Umumnya hotel2 tuh ga pernah ada guling, hanya bantal saja. Baru kali ini kami ketemu guling di hotel. Great ! Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Batu-Malang : 29 May-3 Juni 2018 (part 3)

Day 3

Natural Spring Water

Hari ini acaranya mulai agak siang, karena museum angkut baru buka jam 12 siang dan perkiraan waktu di museum tubuh sekitar 1 jam. Jadi kami punya waktu santai di hotel sampai jam 10-an lah. Setelah sarapan, kali ini kami mau berenang. Beberapa kolam renang yang ada sangat menggoda untuk dinikmati. Segar sih airnya, natural spring, tanpa kaporit. Cuma ya itu.. airnya dingin banget di udara yang dingin pula. Sibuk cari matahari deh buat menghangatkan tubuh.

Pertama coba nyebur di kolam bawah. Berasa di kolam yang natural, karena semuanya dibuat dari batu alam. Berenang di bawah pepohonan sambil ditemani gemericik air dari sekitar bikin rileks banget. Selain kolam dewasa, ada juga kolam anak yang terpisah. Lalu ada kolam refleksi yang bagian bawahnya banyak batu bulat. Jeff aja yang coba berjalan di situ, airnya dangkal, jadi memang untuk berjalan saja kira2 selutut airnya. Bukan untuk berenang yah.

Puas di situ, kami pindah ke kolam renang yang biru di bagian atas. Nah, di sini lebih hangat mataharinya karena tidak tertutup pohon. Lebih berasa kaya di swimming pool yang makin lama makin dalam sampai 1,80 meter. Puas deh main air di semua model kolam di hotel ini. Sekarang sudah fresh, saatnya pesan grab untuk menuju tempat wisata. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Batu-Malang : 29 May-3 Juni 2018 (part 2)

lanjutan Day 2 …

Setelah menghabiskan waktu di Eco Green Park, kami segera menuju Jatim Park 2 dengan berjalan kaki. Icon Jatim Park 2 adalah Pohon Inn, hotel berbentuk pohon yang berada di tengah2 antara Museum Satwa dan Batu Secret Zoo.

Pohon Inn

Kami memutuskan makan siang dulu di halaman depan Jatim Park 2. Menurut panduan, waktu yang dihabiskan rata2 orang di museum satwa adalah 1 jam dan di zoo adalah 4 jam. Jadi kami memutuskan masuk ke museum satwa lebih dahulu, baru kemudian menghabiskan waktu di zoo hingga zoo nya tutup.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Batu-Malang : 29 May-3 Juni 2018 (part 1)

Prolog

Sudah lama kami mendengar tentang majunya pariwisata di kota Batu-Malang. Sudah lama juga ingin ke sana, tapi belum ada waktu yang pas. Nah, kali ini ada 2 hari libur nasional sehingga menciptakan hari kerja kejepit. Bersamaan dengan bulan puasa juga, jadi harusnya ga rame. Pas bulan di musim kemarau juga, semoga tidak ketemu hujan. Berdekatan juga dengan ulang tahun pernikahan kami yang ke-14. Naaa… pas banget deh ! Cuti 2 hari dapat 6 hari untuk jalan2.

Day 1 

Harusnya kami naik Lion pk.06.15. Ternyata dua hari sebelum berangkat, kami dapat sms bahwa pesawat kami dialihkan menjadi pk.10.40. Kesal juga awalnya, tapi ya mau gimana lagi. Masih mendingan dapat pemberitahuan dulu daripada nunggu di airport kan. Jadilah kami mengubah jadwal penjemputan mobil di bandara Malang. Yang awalnya pk.08.00 pagi menjadi pk.12 siang. Akhirnya pun seperti biasa Lion itu delay, jadi baru sampai hampir jam 1 siang.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Semarang : 16-18 Februari 2018 (part-2)

                                           Day 2

Rencananya pagi ini kami mau breakfast di hotel karena sudah termasuk harga yang kami bayarkan. Kami turun jam 06.30. Sampai di restoran, sudah penuh sekali dengan orang antri sampai makanannya tidak terlihat. Ternyata ada rombongan yang mau check out dan makan pagi dulu. Jumlahnya sekitar 100 orang memadati ruang makan kapasitas 50 orang. Kebayang kan kacaunya ?!

Akhirnya kami memutuskan untuk sarapan di luar hotel saja. Nanti jika pulang sebelum jam 10.00, kami masih bisa breakfast di hotel. Sarapan bubur ayam saja yuuuk, di daerah Simpang Lima. Katanya cukup terkenal dengan para pedagang buburnya di pagi hari. Pesan grab, eh ternyata drivernya punya langgangan bubur di Simpang Lima yang katanya enak. Ya udah, kami ikutan minta ditunjukkan saja. Soalnya yg jualan bubur kan banyak tuh di Jalan Erlangga, dekat kampus Undip.

Bubur ayam SImpang Lima

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 3 Comments

Semarang : 16-18 Februari 2018 (part 1)

Prolog

Kali ini ada liburan long weekend, dimana Jumat adalah hari raya Imlek atau tahun baru China. Kesempatan untuk jalan2 lagi nih. Kami pun memilih kota Semarang sebagai destinasi liburan kali ini, karena kota ini terkenal dengan semarak dan kemeriahannya saat perayaan imlek berlangsung. Jadi ingin tahu, seperti apa sih keramaian di sana. Diana hanya pernah 1 kali ke Semarang, yaitu saat tugas kantor tahun 2001. Wow, 17 years ago. Sedangkan Jeff malah sama sekali belum pernah mengunjungi Semarang. Sip, mari kita menjelajah Semarang.

Tiket pesawat Jkt-Semarang menggunakan Citilink seharga 590 ribu per org. Kami pilih ini karena merupakan penerbangan paling pagi dari Jkt. Bisa sampai Semarang pukul 6 pagi, jadi puas ! Tiket pesawat Semarang-Jkt menggunakan Lion Air seharga 575 rb per org. Semuanya sudah termasuk bagasi 20 kg per org, cuma kami tidak gunakan sama sekali. Kami hanya bawa 1 koper kabin dan 1 ransel saja biar ringkas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 1 Comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2)

lanjutan Day 2

Setelah kami menikmati cocktail dari kapten kapal, kami bergegas ke acara dinner ala carte. Pilihan jatuh pada restoran Fantasia yang belum pernah kami masuki. Lagi2 karena kami hanya berdua, kami diarahkan duduk di meja paling pinggir yang memang khusus untuk berdua. Enak sekali ya jika berdua begini. Jika lebih dari 2, umumnya akan digabung di meja bundar besar kapasitas 8-10 orang, tamu lain, jadi kurang nyaman.

Ala carte dinner

Di meja sudah ada aneka roti dan lilin dengan api buatan alias palsu. Tapi karena apinya bergerak2 jadi seperti lilin betulan. Keren nih property nya. Untung pilih yang dinner malam hari, jadi romantis karena sudah gelap. Kalo sore kan masih terang, kurang pas pake lilin. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 1)

Prolog

Sudah lama sebetulnya ingin coba naik cruise yang terkenal dengan makanan all you can eat dan berbagai fasilitas mewahnya. Apalagi sejak naik Viking Line cruise semalam dari Sweden ke Finland pas Scandinavia trip 2016.  Sebetulnya yang ini cuma ferry untuk transportasi menyeberang saja, bukan untuk dinikmati. Semuanya bayar, tidak ada fasilitas yang mewah apalagi kolam renang. Tapi lumayan lah bisa icip2 yang namanya cruise tuh seperti apa.

Nah, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati akhir tahun dengan Costa Victoria Cruise. Ambil yang tanggal antara Natal dan tahun baru, jadi kami tidak perlu cuti tambahan, karena memang libur. Tujuannya ke Malaka dan Penang, dengan durasi cruise 4 hari 3 malam. Untuk cruise, harga ditentukan dari lamanya perjalanan dan jenis kamar yang dipilih. Untuk akhir tahun biasanya termasuk high season dan harganya lebih mahal.

Harga termurah untuk cruise kami dapatkan dari Cruise centre Jakarta. Harganya langsung dikonversi mengunakan rupiah, bukan USD. Untuk tipe kamar Balcony harganya Rp.3.151.000 / pax ditambah insurance dan port charge jadi total Rp.4.480.000 / pax. Itu belum termasuk tipping yang dibayarkan langsung di kapal senilai USD.41 / pax. Yang ini musti siapkan uang US dollar. Kalo mau lebih murah, ada tipe kamar inside (tanpa jendela) dan ocean view (ada kaca jendela tapi tidak bisa dibuka). Harganya selisih sekitar 200-400 rb lebih murah. Mau lebih murah lagi ? Jangan cruise saat akhir tahun dan cari yang durasinya kurang dari 4 hari.

Dulu saat kami naik Viking Line, pilih kamar yang paling murah yaitu kabin tanpa jendela. Nah, itu kurang enak ya. Karena saat di kamar, kami ga tau ini jam berapa, siang atau malam. Jadi kali ini kami pilih yang bukan cuma ada jendela, tapi sekalian yang ada balkon nya. Sekali2 boleh lah menikmati, apalagi harga ini sudah termasuk semua fasilitas dan makan di kapal.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Penang – Malaysia : 29 Desember 2017

Kami mengunjungi Penang dalam rangka menikmati Cruise Victoria yang memang stop di 2 lokasi, yaitu Malaka dan Penang. Perhentian pertama bisa dibaca di Malaka (2017). Perhentian kedua di Penang agak berbeda dengan saat di Malaka. Kali ini kapal dapat bersandar penuh di dermaga daratan Penang. Jadi penumpang kapal cruise dapat langsung turun ke daratan. Sangat mudah, tidak perlu antri boat lagi. Diana dulu sekali pernah ke Penang bersama orangtuanya. Jeff belum pernah. Tapi kali ini rencananya mau santai saja memang, tidak mengejar tempat wisata tertentu.

Kami bisa melihat dermaga Penang tersebut dari balkon kamar kami. Jadi yang awalnya mau santai2, turun kapal agak siangan, jadi berubah rencana. Langsung turun aja deh. Sepi tuh yang turun pagi2. Mungkin penumpang kapal masih pada sarapan atau belum bangun. Lagipula kami sudah kenyang sarapan di kamar pagi ini.

Sama seperti saat di Malaka, Costa Card menjadi identitas diri pengganti passport. Tiba di pelabuhan, kami disambut beberapa wanita dengan pakaian khas daerah Penang yang memainkan rebana. Tak jauh dari situ, ada ‘gerobak’ information. Ada petugasnya dan ada banyak brosur serta peta wisata Penang.

Namun yang lebih heboh lagi adalah sepanjang perjalanan keluar dari gedung pelabuhan. Kami disambut dan ditawari paket wisata keliling Penang oleh puluhan supir taksi dan travel. Lebih parah dari di Malaka karena mereka berada di sepanjang perjalanan kami keluar gedung sampai beberapa ratus meter setelah keluar gedung. Bukan hanya 1 titik seperti di Malaka. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | 2 Comments

Malacca – Malaysia : 28 Desember 2017

Kami jalan-jalan di Malaka atau disebut dalam bahasa aslinya sebagai Melaka, karena cruise kami berlabuh di kota ini selama beberapa jam. Jadi daripada diam di kapal, lebih baik turun dong. Apalagi kami berdua belum pernah mengunjungi Malaka. Waktu itu ke Malaysia hanya ke Kuala Lumpur dan Genting saja. Bisa baca di trip Malaysia (2006).

Dari cruise ke tender boat hingga sampai daratan

Costa Cruise tiba di Malaka pukul 7.30 pagi akan tetapi tidak bisa merapat karena perairan yang dangkal. Jadi untuk turun ke Malaka, para penumpang perlu naik tender boat atau kapal kecil dari kapal cruise menuju pelabuhan di daratan Malaka. Untuk berkeliling Malaka ada pilihan untuk ikut paket tour yang disediakan oleh pihak cruise. Cuma ya pasti mahal lah. Kami pilih jalan sendiri aja.

Untuk yang ikut tour dari kapal (program Shore Excursion) mendapatkan fasilitas turun terlebih dahulu. Sementara yang mau jalan sendiri, bisa datang jam 08.15 di Concorde Plaza di deck 7. Petugas memberikan nomor urut buat naik tender boat. Kami dapat nomor 5. Kapasitas satu tender boat kurang lebih 50 orang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nomor kami dipersilakan menuju ke tender boat.

Karena passport semua penumpang di’tahan’ di cruise, maka yang menjadi kartu identitas selama di Malaka adalah  kartu Costa. Saat keluar cruise, kartu Costa di-scan dan jika hasil fotonya tidak sama dengan pemegang kartu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan turun. Demi keamanan juga sih. Tender boat kami tertutup semua sisinya. Jadi aman jika ada hujan dan ombak. Pagi ini sih cuaca sangat cerah, jadi menyenangkan untuk jalan2 eksplorasi Malaka.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.