Advertisements

Posts Tagged With: pasangan

Semarang : 16-18 Februari 2018 (part-2)

                                           Day 2

Rencananya pagi ini kami mau breakfast di hotel karena sudah termasuk harga yang kami bayarkan. Kami turun jam 06.30. Sampai di restoran, sudah penuh sekali dengan orang antri sampai makanannya tidak terlihat. Ternyata ada rombongan yang mau check out dan makan pagi dulu. Jumlahnya sekitar 100 orang memadati ruang makan kapasitas 50 orang. Kebayang kan kacaunya ?!

Akhirnya kami memutuskan untuk sarapan di luar hotel saja. Nanti jika pulang sebelum jam 10.00, kami masih bisa breakfast di hotel. Sarapan bubur ayam saja yuuuk, di daerah Simpang Lima. Katanya cukup terkenal dengan para pedagang buburnya di pagi hari. Pesan grab, eh ternyata drivernya punya langgangan bubur di Simpang Lima yang katanya enak. Ya udah, kami ikutan minta ditunjukkan saja. Soalnya yg jualan bubur kan banyak tuh di Jalan Erlangga, dekat kampus Undip.

Bubur ayam SImpang Lima

Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 2 Comments

Semarang : 16-18 Februari 2018 (part 1)

Prolog

Kali ini ada liburan long weekend, dimana Jumat adalah hari raya Imlek atau tahun baru China. Kesempatan untuk jalan2 lagi nih. Kami pun memilih kota Semarang sebagai destinasi liburan kali ini, karena kota ini terkenal dengan semarak dan kemeriahannya saat perayaan imlek berlangsung. Jadi ingin tahu, seperti apa sih keramaian di sana. Diana hanya pernah 1 kali ke Semarang, yaitu saat tugas kantor tahun 2001. Wow, 17 years ago. Sedangkan Jeff malah sama sekali belum pernah mengunjungi Semarang. Sip, mari kita menjelajah Semarang.

Tiket pesawat Jkt-Semarang menggunakan Citilink seharga 590 ribu per org. Kami pilih ini karena merupakan penerbangan paling pagi dari Jkt. Bisa sampai Semarang pukul 6 pagi, jadi puas ! Tiket pesawat Semarang-Jkt menggunakan Lion Air seharga 575 rb per org. Semuanya sudah termasuk bagasi 20 kg per org, cuma kami tidak gunakan sama sekali. Kami hanya bawa 1 koper kabin dan 1 ransel saja biar ringkas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 1 Comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2)

lanjutan Day 2

Setelah kami menikmati cocktail dari kapten kapal, kami bergegas ke acara dinner ala carte. Pilihan jatuh pada restoran Fantasia yang belum pernah kami masuki. Lagi2 karena kami hanya berdua, kami diarahkan duduk di meja paling pinggir yang memang khusus untuk berdua. Enak sekali ya jika berdua begini. Jika lebih dari 2, umumnya akan digabung di meja bundar besar kapasitas 8-10 orang, tamu lain, jadi kurang nyaman.

Ala carte dinner

Di meja sudah ada aneka roti dan lilin dengan api buatan alias palsu. Tapi karena apinya bergerak2 jadi seperti lilin betulan. Keren nih property nya. Untung pilih yang dinner malam hari, jadi romantis karena sudah gelap. Kalo sore kan masih terang, kurang pas pake lilin. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 1)

Prolog

Sudah lama sebetulnya ingin coba naik cruise yang terkenal dengan makanan all you can eat dan berbagai fasilitas mewahnya. Apalagi sejak naik Viking Line cruise semalam dari Sweden ke Finland pas Scandinavia trip 2016.  Sebetulnya yang ini cuma ferry untuk transportasi menyeberang saja, bukan untuk dinikmati. Semuanya bayar, tidak ada fasilitas yang mewah apalagi kolam renang. Tapi lumayan lah bisa icip2 yang namanya cruise tuh seperti apa.

Nah, akhirnya kami memutuskan untuk menikmati akhir tahun dengan Costa Victoria Cruise. Ambil yang tanggal antara Natal dan tahun baru, jadi kami tidak perlu cuti tambahan, karena memang libur. Tujuannya ke Malaka dan Penang, dengan durasi cruise 4 hari 3 malam. Untuk cruise, harga ditentukan dari lamanya perjalanan dan jenis kamar yang dipilih. Untuk akhir tahun biasanya termasuk high season dan harganya lebih mahal.

Harga termurah untuk cruise kami dapatkan dari Cruise centre Jakarta. Harganya langsung dikonversi mengunakan rupiah, bukan USD. Untuk tipe kamar Balcony harganya Rp.3.151.000 / pax ditambah insurance dan port charge jadi total Rp.4.480.000 / pax. Itu belum termasuk tipping yang dibayarkan langsung di kapal senilai USD.41 / pax. Yang ini musti siapkan uang US dollar. Kalo mau lebih murah, ada tipe kamar inside (tanpa jendela) dan ocean view (ada kaca jendela tapi tidak bisa dibuka). Harganya selisih sekitar 200-400 rb lebih murah. Mau lebih murah lagi ? Jangan cruise saat akhir tahun dan cari yang durasinya kurang dari 4 hari.

Dulu saat kami naik Viking Line, pilih kamar yang paling murah yaitu kabin tanpa jendela. Nah, itu kurang enak ya. Karena saat di kamar, kami ga tau ini jam berapa, siang atau malam. Jadi kali ini kami pilih yang bukan cuma ada jendela, tapi sekalian yang ada balkon nya. Sekali2 boleh lah menikmati, apalagi harga ini sudah termasuk semua fasilitas dan makan di kapal.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Penang – Malaysia : 29 Desember 2017

Kami mengunjungi Penang dalam rangka menikmati Cruise Victoria yang memang stop di 2 lokasi, yaitu Malaka dan Penang. Perhentian pertama bisa dibaca di Malaka (2017). Perhentian kedua di Penang agak berbeda dengan saat di Malaka. Kali ini kapal dapat bersandar penuh di dermaga daratan Penang. Jadi penumpang kapal cruise dapat langsung turun ke daratan. Sangat mudah, tidak perlu antri boat lagi. Diana dulu sekali pernah ke Penang bersama orangtuanya. Jeff belum pernah. Tapi kali ini rencananya mau santai saja memang, tidak mengejar tempat wisata tertentu.

Kami bisa melihat dermaga Penang tersebut dari balkon kamar kami. Jadi yang awalnya mau santai2, turun kapal agak siangan, jadi berubah rencana. Langsung turun aja deh. Sepi tuh yang turun pagi2. Mungkin penumpang kapal masih pada sarapan atau belum bangun. Lagipula kami sudah kenyang sarapan di kamar pagi ini.

Sama seperti saat di Malaka, Costa Card menjadi identitas diri pengganti passport. Tiba di pelabuhan, kami disambut beberapa wanita dengan pakaian khas daerah Penang yang memainkan rebana. Tak jauh dari situ, ada ‘gerobak’ information. Ada petugasnya dan ada banyak brosur serta peta wisata Penang.

Namun yang lebih heboh lagi adalah sepanjang perjalanan keluar dari gedung pelabuhan. Kami disambut dan ditawari paket wisata keliling Penang oleh puluhan supir taksi dan travel. Lebih parah dari di Malaka karena mereka berada di sepanjang perjalanan kami keluar gedung sampai beberapa ratus meter setelah keluar gedung. Bukan hanya 1 titik seperti di Malaka. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | 2 Comments

Malacca – Malaysia : 28 Desember 2017

Kami jalan-jalan di Malaka atau disebut dalam bahasa aslinya sebagai Melaka, karena cruise kami berlabuh di kota ini selama beberapa jam. Jadi daripada diam di kapal, lebih baik turun dong. Apalagi kami berdua belum pernah mengunjungi Malaka. Waktu itu ke Malaysia hanya ke Kuala Lumpur dan Genting saja. Bisa baca di trip Malaysia (2006).

Dari cruise ke tender boat hingga sampai daratan

Costa Cruise tiba di Malaka pukul 7.30 pagi akan tetapi tidak bisa merapat karena perairan yang dangkal. Jadi untuk turun ke Malaka, para penumpang perlu naik tender boat atau kapal kecil dari kapal cruise menuju pelabuhan di daratan Malaka. Untuk berkeliling Malaka ada pilihan untuk ikut paket tour yang disediakan oleh pihak cruise. Cuma ya pasti mahal lah. Kami pilih jalan sendiri aja.

Untuk yang ikut tour dari kapal (program Shore Excursion) mendapatkan fasilitas turun terlebih dahulu. Sementara yang mau jalan sendiri, bisa datang jam 08.15 di Concorde Plaza di deck 7. Petugas memberikan nomor urut buat naik tender boat. Kami dapat nomor 5. Kapasitas satu tender boat kurang lebih 50 orang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nomor kami dipersilakan menuju ke tender boat.

Karena passport semua penumpang di’tahan’ di cruise, maka yang menjadi kartu identitas selama di Malaka adalah  kartu Costa. Saat keluar cruise, kartu Costa di-scan dan jika hasil fotonya tidak sama dengan pemegang kartu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan turun. Demi keamanan juga sih. Tender boat kami tertutup semua sisinya. Jadi aman jika ada hujan dan ombak. Pagi ini sih cuaca sangat cerah, jadi menyenangkan untuk jalan2 eksplorasi Malaka.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | Leave a comment

Singapore : 25-27 Desember 2017

Prolog

Perjalanan ke Singapore kali ini sebetulnya hanya trip pendahuluan sebelum naik Costa Victoria Cruise. Iya, karena naik cruise nya dari Singapore, maka sekalian sajalah main dahulu di Singapore nya. Tiket pp naik Jetstar dapat harga Rp.1.500.000 per org. Oke lah untuk perjalanan akhir tahun.

Bingung juga mau ngapain di Singapore kali ini, karena kami sudah beberapa kali ke Singapore. Rasanya sudah ngubek2 banyak tempat gratisan. Kalo tempat2 bayar memang kami kurang tertarik, hehe.. Jadinya kali ini santai saja lah, menikmati kota tanpa terlalu fokus pada destinasi. Untuk menginap, kami diundang teman lama Diana yang sudah menetap di Singapore. Rumahnya dekat airport, di daerah Tampines.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 5 – Seoul)

Lanjutan Day 9 : Insadong, Deoksugung

Tiba di Seoul, kami pergi ke area Insadong. Di Insadong banyak jualan aneka souvenir, handicraft, barang seni dan barang antik. Suasananya sangat ramai, selain memang hari Sabtu, rupanya ada bazaar dan akan ada parade hanbok. Banyak peserta yang sudah bersiap, tua muda, pria wanita. Semua pakai pakaian tradisional Korea. Seru liatnya.

Kiri : Odeng Kanan : Chicken gangjeong

Sambil menunggu parade, kami jajan odeng seharga KRW 1.000 dan chicken gangjeong (ayam goreng khas Korea yang berbumbu manis) seharga KRW 3.000. Semuanya enak !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | 3 Comments

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 4 – Nami Island, Garden of Morning Calm)

Lanjutan Day 7 : Cheongpyeong

Tiba di Chuncheon Bus Terminal, kami seharusnya pindah ke station subway untuk melanjutkan perjalanan dengan subway menuju Cheongpyeong station. Hanya karena kami tidak tahu di mana letak station subway nya, maka kami jalan kaki ke Gangwon-Do Tourist Information Center saja. Tadi sempat dilewati oleh bus.

Chuncheon

Jadi dari terminal bus, kami balik arah dan melewati kolong jembatan rel kereta. Seperti biasa ada brosur wisata dan petugas yang ramah berbahasa Inggris. Namun yang khas adalah nuansa film Winter Sonata, sebuah drama televisi 20 episode tahun 2002, yang disiarkan KBS TV dan sempat menjadi hits juga di Indonesia.

Film winter Sonata ini mengangkat pamor Nami Island yang masih masuk propinsi Gangwon-Do (satu propinsi dengan Seoraksan-Sokcho) sebagai salah satu tempat shootingnya. Di information center ini ada tempat berfoto dengan background Winter Sonata, ada foto2 artis pemeran nya dan ada tempat nonton film nya juga.

Setelah bertanya pada petugas, ternyata station subway berada pada jembatan kereta yang tadi kami lewati. Oke lah, kami pun balik lagi dan harus menyebrang jalan. Dari station Chuncheon, kami menuju Cheongpyeong station dengan bayar menggunakan T Money seperti di Seoul. Lama perjalanan kurang lebih 40 menit. Perjalanan subway ini semuanya di atas tanah. Melewati kota2 kecil dan desa. Pemandangannya cantik banget, terutama di Gapyeong yang merupakan station terdekat dengan Nami Island.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 3 – Mt. Seorak, Sokcho)

Lanjutan Day 5…

Akhirnya kami tiba di Sokcho Intercity Bus Terminal. Di depan terminal ada Tourist Information, jadi kalo mau tanya apa pun mudah. Bahkan setelah tau kami dari Indonesia, petugas nya memberikan panduan wisata yang berbahasa Indonesia. Wuidih… keren !

Sejajar dengan Tourist Information tersebut ada halte. Nah, kami menunggu bis no.7-1 di halte tersebut. Tujuannya adalah ke arah Mt. Seorak / Seoraksan. Ya, kami akan menginap di KENSINGTON STARS HOTEL. Satu2nya hotel bintang lima di area Seoraksan, hotel paling tua dan paling dekat dengan Seoraksan. Harga normalnya KRW.275.000 (3,3 juta rupiah) per malam untuk tipe yang deluxe, tapi kami dapat harga hanya KRW 67.760 (813 ribu rupiah) per malam melalui booking.com. Diskon 75% bo !  Wah, asyiknya bisa menginap di hotel bintang lima di tempat wisata terkenal luar negri dengan harga murah.

Tidak lama bus pun datang. Harga tiketnya KRW 1.200 per orang dan bayar cash. Perjalanan ke sana melintasi kota Sokcho, Sokcho Express Terminal dan makin lama makin ke pinggiran kota. Perjalanan bus sekitar 40 menit, lalu bus terjebak dalam kemacetan panjang. Parah juga, ternyata ini sudah mendekati Mt. Seorak. Karena hanya 1 jalur menuju tempat wisata jadinya macet panjang, seperti di Puncak saja.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.