Advertisements

Posts Tagged With: jalan-jalan

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 5 – Seoul)

Lanjutan Day 9 : Insadong, Deoksugung

Tiba di Seoul, kami pergi ke area Insadong. Di Insadong banyak jualan aneka souvenir, handicraft, barang seni dan barang antik. Suasananya sangat ramai, selain memang hari Sabtu, rupanya ada bazaar dan akan ada parade hanbok. Banyak peserta yang sudah bersiap, tua muda, pria wanita. Semua pakai pakaian tradisional Korea. Seru liatnya.

Kiri : Odeng Kanan : Chicken gangjeong

Sambil menunggu parade, kami jajan odeng seharga KRW 1.000 dan chicken gangjeong (ayam goreng khas Korea yang berbumbu manis) seharga KRW 3.000. Semuanya enak !  Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 4 – Nami Island, Garden of Morning Calm)

Lanjutan Day 7 : Cheongpyeong

Tiba di Chuncheon Bus Terminal, kami seharusnya pindah ke station subway untuk melanjutkan perjalanan dengan subway menuju Cheongpyeong station. Hanya karena kami tidak tahu di mana letak station subway nya, maka kami jalan kaki ke Gangwon-Do Tourist Information Center saja. Tadi sempat dilewati oleh bus.

Chuncheon

Jadi dari terminal bus, kami balik arah dan melewati kolong jembatan rel kereta. Seperti biasa ada brosur wisata dan petugas yang ramah berbahasa Inggris. Namun yang khas adalah nuansa film Winter Sonata, sebuah drama televisi 20 episode tahun 2002, yang disiarkan KBS TV dan sempat menjadi hits juga di Indonesia.

Film winter Sonata ini mengangkat pamor Nami Island yang masih masuk propinsi Gangwon-Do (satu propinsi dengan Seoraksan-Sokcho) sebagai salah satu tempat shootingnya. Di information center ini ada tempat berfoto dengan background Winter Sonata, ada foto2 artis pemeran nya dan ada tempat nonton film nya juga.

Setelah bertanya pada petugas, ternyata station subway berada pada jembatan kereta yang tadi kami lewati. Oke lah, kami pun balik lagi dan harus menyebrang jalan. Dari station Chuncheon, kami menuju Cheongpyeong station dengan bayar menggunakan T Money seperti di Seoul. Lama perjalanan kurang lebih 40 menit. Perjalanan subway ini semuanya di atas tanah. Melewati kota2 kecil dan desa. Pemandangannya cantik banget, terutama di Gapyeong yang merupakan station terdekat dengan Nami Island.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 3 – Mt. Seorak, Sokcho)

Lanjutan Day 5…

Akhirnya kami tiba di Sokcho Intercity Bus Terminal. Di depan terminal ada Tourist Information, jadi kalo mau tanya apa pun mudah. Bahkan setelah tau kami dari Indonesia, petugas nya memberikan panduan wisata yang berbahasa Indonesia. Wuidih… keren !

Sejajar dengan Tourist Information tersebut ada halte. Nah, kami menunggu bis no.7-1 di halte tersebut. Tujuannya adalah ke arah Mt. Seorak / Seoraksan. Ya, kami akan menginap di KENSINGTON STARS HOTEL. Satu2nya hotel bintang lima di area Seoraksan, hotel paling tua dan paling dekat dengan Seoraksan. Harga normalnya KRW.275.000 (3,3 juta rupiah) per malam untuk tipe yang deluxe, tapi kami dapat harga hanya KRW 67.760 (813 ribu rupiah) per malam melalui booking.com. Diskon 75% bo !  Wah, asyiknya bisa menginap di hotel bintang lima di tempat wisata terkenal luar negri dengan harga murah.

Tidak lama bus pun datang. Harga tiketnya KRW 1.200 per orang dan bayar cash. Perjalanan ke sana melintasi kota Sokcho, Sokcho Express Terminal dan makin lama makin ke pinggiran kota. Perjalanan bus sekitar 40 menit, lalu bus terjebak dalam kemacetan panjang. Parah juga, ternyata ini sudah mendekati Mt. Seorak. Karena hanya 1 jalur menuju tempat wisata jadinya macet panjang, seperti di Puncak saja.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 2 – Seoul)

Day 3 (Gwanghwamun, Gyeongbokgung)

Tempat pertama yang kami tuju adalah Gwanghwamun Square yang terkenal itu. Lokasinya tepat di depan Gyeongbokgung (Istana Gyeongbok). Keluar station Gwanghwamun line 5 exit 2, terdekat, kami langsung berhadapan dengan dua patung raksasa, yaitu Admiral Yi Sunshin dan King Sejong, dua tokoh yang paling dihormati dalam sejarah Korea.

Di area tersebut sedang ada exhibition untuk memperingati korban meninggal akibat tragedi tenggelamnya ferry Sewol tahun 2014 yang beritanya mendunia. Ada juga booth penyewaan hanbok, panggung acara, dan bazaar orang lokal dengan booth2 penjualan makanan dan barang. Ramai sekali.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 1 – Seoul)

Prolog

Autumn Forecast 2017

Korea Selatan sebetulnya bukan prioritas dalam bucket list kami. Kami bukan penggemar film/drama Korea atau pun makanan Korea. Tapi ketika kami ingin menikmati daun musim gugur yang warna-warni itu, akhirnya pilihan jatuh pada Korea. Apalagi ternyata kami bisa mendapatkan tiket promo saat Garuda Travel Fair, menjadi hanya 3,8 juta pp per orang. Fantastis. Lebih murah daripada budget airlines. Padahal biasanya harga Garuda mencapai 6 juta pp. Tetapi tetap ada resiko untuk mendapatkan tiket murah, yaitu waktu jadi kurang fleksibel. Tadinya kami cuma mau pergi seminggu, berangkat sabtu dan pulang Minggu supaya hemat cuti. Apa daya, tiket murah hanya tersedia untuk pergi dan pulang di hari biasa. Itu pun tidak tersedia setiap hari, sehingga mencocokkan tanggal pergi dan pulang saja perlu perjuangan. Akhirnya terpaksalah kami beli tiket dengan selisih 10 hari, karena hanya itu yg cocok. Siap-siap diomelin bos karena cuti jadi lama banget. Hiks.

Untuk pembuatan visa Korea, jika datang mengurus sendiri biayanya Rp.600.000/orang. Tapi kami harus cuti lagi untuk datang ke kedutaan Korea. Sementara jika mengurus lewat travel agent biayanya Rp.Rp.650.000/orang tanpa harus cuti. Ya sudah, lewat travel agent saja deh kali ini. Visa selesai dalam seminggu dan diberikan untuk 3 bulan sejak tanggal approve. Jadi apply nya jangan jauh2 hari sebelum berangkat ya, cukup 1-2 bulan sebelum berangkat saja. Berbeda dengan visa schengen yang sebaiknya apply 3 bulan sebelum berangkat karena diberikan terhitung tanggal rencana keberangkatan, bukan tanggal approve. Selengkapnya tentang Visa Korea dapat dilihat di http://idn.mofa.go.kr/worldlanguage/asia/idn/visa/step/index.jsp

Karena ingin santai dan menikmati autumn foliage, alias daun warna warni, maka rencana perjalanan kami adalah Seoul, Sokcho (Mt.Seorak), Gapyeong (Nami, Garden of Morning Calm) dan kembali ke Seoul. Beberapa saat sebelum kepergian, situasi politik antara Korea Utara dan Amerika Serikat makin memanas terkait ancaman bom nuklir. Rasanya jadi deg-degan terus, kuatir akan ada perang saat kami berada di Korea Selatan. Maklum, kami tahun lalu mengalami tragedi di Ataturk airport, Istanbul sehingga agak trauma kalo harus menghadapi situasi serupa. Tapi karena hingga hari keberangkatan tidak ada travel warning, akhirnya kami berangkat juga.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Nusa Dua, Bali : 19-21 May 2017

Prolog

Setelah liburan ke Bali tahun 2015 yang diadakan kantor Jeff, sebetulnya kami belum ada rencana untuk ke Bali lagi. Namun tanpa diduga, ada tawaran dari Accor Vacation Club untuk menginap di Bali dengan harga sangat menarik. Menginap 2 malam di Hotel Novotel Nusa Dua Bali seharga Rp.990.000,- saja. Padahal untuk hotel bintang 5 tersebut, harga semalam nya mencapai 2 juta rupiah. Waaah… menggiurkan nih. Memang ada syarat untuk mendengarkan preview program karena ini bagian dari program marketing mereka, tapi rasanya ga masalah ya.

Kami pun memilih tanggal. Selain mencari yang bukan long weekend supaya tidak terlalu ramai di tempat tujuan, kami pun mencari yang berdekatan dengan wedding anniversary kami. Kapan lagi bersantai di resor mewah dengan harga murah nih. Selanjutnya mencari tiket pesawat untuk ke Bali. Dapatlah promo Air Asia di tiket.com seharga Rp.1.100.000,- pp per orang. Lumayanlah untuk harga weekend. Pergi Jumat siang dan pulang Minggu malam, jadi tidak perlu cuti. Kali ini tidak ada itinerary, karena tujuannya menikmati fasilitas hotel dan bukan menjelajah Bali. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Bali, INDONESIA | Tags: , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Lombok : 21-24 April 2017

Prolog

Sebetulnya kami sudah pernah ke Lombok, bisa dilihat di buku “Pasangan Traveling” dan di trip Lombok tahun 2013. Di situlah kami mengenal mba Elly melalui couchsurfing. Dari kenalan, menginap di rumahnya, ternyata interaksi kami berlanjut. Mba Elly adalah salah satu orang yang men-support launching buku Pasangan Traveling dengan menyediakan door prize berupa 1 buah Mutiara Lombok dan 2 voucher menginap gratis di Sembalun, di penginapan yang dikelolanya saat ini. Wow ! Baik banget mbak yang satu ini ya..

Kami sendiri belum pernah ke Sembalun, yang dinobatkan sebagai Destinasi Honeymoon Halal terbaik di dunia tahun 2016. Sembalun merupakan salah satu tempat awal pendakian ke Gunung Rinjani. Jadi ketika mba Elly mengundang kami untuk datang ke sana, tentu kami menyambut dengan senang hati. Kami memanfaatkan libur hari Senin sehingga bisa dapat long weekend tanpa harus cuti. Berangkat Jumat sore dan pulang Senin malam. Pengaturan perjalanan kedua kami ke Lombok tentunya dengan tempat dan aktivitas yang berbeda dengan trip pertama di 2013.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Lombok | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 2)

Day 3

Hari ini, kami ikut James Bond Tour / Phang Nga Bay Tour. Jam 8 pagi kami dijemput dengan mobil travel menuju dermaga. Kali ini jalannya melewati rute yang berbeda dengan kemarin. Waktu perjalanan sama, sekitar sejam. Tempat operator kali ini tidak sebesar kemarin, namanya 2-sisters company berlambang penyu. Hanya rumah pangung kayu ala kadarnya dan agak kumuh. Saat kami masuk, nama kami didata dan diberikan pita warna merah di pergelangan tangan untuk membedakan grup.

dermaga-2Di tempat ini pun tersedia snack ringan dan minuman. Tapi tidak ada obat anti mabok dan tidak ada briefing. Speed boat kami ternyata bersandar di dermaga sebrang rumah tsb. Speed boatnya kecil, kapasitas 20 orang, motornya pun hanya ada 2. Peserta kali ini ada bule, India, sekeluarga Indonesia (sama dgn yang kemarin), dan juga wisatawan dari Arab.

Awalnya speed boat menyusuri sungai kecil sepanjang kurang lebih 2 km dengan kecepatan yang rendah. Kiri kanan adalah hutan mangrove. Sungai ini menyambung ke laut lepas. Sampai di laut lepas, barulah kecepatan speed boat ditambah. Untuk para penumpang, disediakan air mineral dalam gelas, soft drink kaleng, minuman nata de coco, dan juga biskuit lapis selai nanas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 4 Comments

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 1)

Prolog 

Musim di Thailand itu ada 3. Hot, cool dan monsoon (hujan). Hot itu dari Mar-Jun, Cool dari Nov-Feb, sedangkan hujan itu tergantung lokasi. Untuk wilayah laut andaman (Phuket, Krabi, dsk) itu di bulan Jun-Oct. Sedangkan untuk wilayah Gulf Cost (Samui, dsb) itu di bulan Nov-May.

Karena itulah liburan akhir tahun di Phuket rasanya paling pas. Sementara di tempat lain lagi hujan, kita bisa liburan ke pulau tanpa hujan dan cuaca nya cukup adem. Namun perlu siap2 karena itu adalah high season di Phuket, tentu harga2 jadi mahal dan suasana nya di sana bakal rame banget.

Kali ini kami pergi ber-4, bareng dengan 2 adik Jeff, yaitu Jennifer dan Jasmine. Kami ber-4 belum pernah ada pengalaman ke Thailand, jadi bakal seru nih 😉 Persiapan awal tentu beli tiket pesawat. Kami naik Tiger Air yang walaupun promo tapi karena akhir tahun tetap mahal jatohnya. Harga sekitar 3 juta untuk pp Jakarta-Phuket, transit Singapore. Jadi nanti pas pulangnya bisa mampir jalan2 dulu di Singapore, sekalian lah. Kalo melewati hari natal atau tahun baru, harganya lebih mahal lagi. Jadi kami pilih di antaranya.

phuket-1Untuk akomodasi ternyata Phuket cukup murah, apalagi kalo booking jauh2 hari. Kami pesan Paksaa Boutique Hotel di area Patong beach. Total THB.3196 untuk kamar isi 2 orang selama 4 malam. Lumayan murah kan ? Semalam nya ga sampe 300 ribu rupiah per kamar, untuk kelas hotel di musim high season. Hotelnya baru dan lokasinya strategis lagi. Mantap !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 8 Comments

Mencicipi Kuliner Murah di Bandung

Bandung, kota kelahiran kami berdua, identik dengan wisata kuliner. Apalagi jaraknya cuma sekitar 2-3 jam dari Jakarta. Sangat cocok buat destinasi liburan saat weekend. Bisa naik travel yang banyak bertebaran atau naik kereta api atau bawa mobil sendiri.

Kami sendiri kalo ke Bandung, pasti kulineran. Tinggal memilih: kuliner khas Bandung, kuliner jaman kolonial, kuliner dengan harga menengah ke atas atau kuliner yang murah meriah. Beberapa tahun terakhir ini, kami selalu menginap di area Braga. Sebagai pusat kota, banyak sekali tempat kuliner yang bisa dijangkau dari hotel cuma dengan jalan kaki.

Nah, kalo bersantai jalan2 di Jalan Braga, kita bisa lihat dengan jelas ada hotel yang strategis banget dan relatif baru, yaitu Gino Feruci Braga. Kayanya enak banget ya nginep di sini, tinggal ngesot sampe deh ke tempat2 kuliner. Caranya gampang banget, tinggal booking melalui Traveloka, semuanya akan beres. Apalagi Traveloka sering ngadain promo, bisa dapat harga murah nih. Hm.. catat ah, buat tempat nginep lain kali. Ada yang mau kasi sponsor ? Biar kapan2 kami review gitu, hehe..  Continue reading

Categories: Artikel, Other | Tags: , , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.