Advertisements

Posts Tagged With: gunung

Western Canada : 12-24 June 2018 (part 5 – Banff, Revelstoke, Richmond)

Day 9 : Banff – Revelstoke

Hari ini ceritanya kami pagi2 mau langsung check-out saja dari hostel, jadi tinggal ke Lake Minnewanka yang berada agak di luar Banff dan langsung cabut ke arah Revelstoke. Seperti biasa, jam 7 pagi kami sudah berangkat. Kali ini petugas di hostel berjaga 24 jam, jadi pagi2 kami check-out dengan menyerahkan kunci pada resepsionis.

Dari Banff ke Lake Minnewanka nanti jalannya akan bercabang 2, tapi sebenarnya mau pilih mana saja sama, karena rutenya loop (lingkaran) dan pasti kedua2nya tiba di Minnewanka. Kami pilih yang ke kiri dulu, nanti pulangnya baru melewati Two Jack Lake.

Lake Minnewanka

Sampai di Lake Minnewanka memang masih sepi. Matahari bersinar menyilaukan mata tapi membuat danau berkilauan indah. Danau ini berbeda dari danau2 sebelumnya yang kami lihat di Canadian Rockies. Danau ini sangat besar, lebih mirip laut karena ujung2nya tidak terlihat dari dermaga. Makanya di sini disediakan cruise, saking besarnya danau ini.

Lake Minnewanka

Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, AMERICA, Canada | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Western Canada : 12-24 June 2018 (part 4 – Columbia Icefield, Banff)

Day 7 : Peyto Lake, Athabasca Glacier, Moraine Lake

Jam 5 pagi kami sudah bangun karena matahari juga sudah terang. Betul saja, ada 2 teman sekamar yang juga sudah bangun dan keluar kamar. Kami siap2 dan kemudian ke dapur untuk bikin sarapan. Eh, ternyata ketemu lagi dengan teman sekamar yang juga sedang sarapan. Sesudah sarapan, kami pun menuju Columbia Ice Field, melewati jalan yang namanya Icefield Parkway. Jalanan ini terkenal sebagai jalanan dengan pemandangan sangat indah untuk dilewati.

Icefield Parkway

Continue reading

Categories: 2015-2019, AMERICA, Canada | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Western Canada : 12-24 June 2018 (part 3 – Revelstoke, Yoho, Lake Louise)

Day 5 : Vancouver-Revelstoke

Jam 7 pagi kami sudah check-out dari hostel menuju tempat rental mobil. Jaraknya dekat, tinggal jalan kaki 10 menit. Sampai sana masih kepagian. Bukanya baru jam 7.30 nih. Akhirnya kami masuk Starbucks saja yang sudah buka di samping lokasi rental. Minum hot chocolate pagi2 dingin gini paling pas deh. Jam 7.30 kami masuk dollar rental car dan ternyata sudah ada beberapa tamu yang sedang dilayani. Wah, baru buka sudah ramai rupanya. Kami menunggu sebentar dan kemudian dilayani dengan ramah.

Proses administrasi rental cukup sederhana. Kami menyerahkan SIM Internasional, SIM Indonesia, passport dan bukti bookingan mobil. Lalu dia memastikan beberapa hal seperti asuransi tambahan dan driver tambahan. Untuk lengkapnya mengenai rental mobil bisa baca di pengalaman menyewa dan menyetir mobil. Continue reading

Categories: 2015-2019, AMERICA, Canada | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Western Canada : 12-24 June 2018 (part 2 – Vancouver)

Lanjutan Day 2 – arrive Vancouver, Capilano Suspension Bridge

Kami tiba di Vancouver pada hari yang sama dengan keberangkatan dari Hong Kong karena perbedaan time zone. Saat mendarat di airport sebelum imigrasi, sempat ada pemandangan menarik yaitu akuarium dengan air warna biru cerah berisi ubur2 besar berwarna kuning cerah yang bergerak cukup lincah. Sangat mencolok dan menarik. Rupanya itu sebagian dari koleksi Vancouver Aquarium, yang segaja ditempatkan di airport sebagai bentuk promosi.

Untuk imigrasi, ternyata Vancouver Airport menggunakan Primary Inspection Kiosk. Jadi kita diarahkan ke mesin2 yang berjejer untuk scan paspor, foto wajah, mengisi data traveling dan deklarasi custom (barang bawaan) secara digital. Ada staf yang akan membantu mengarahkan kita ke mesin yang available (ada lampu hijau). Pengisiannya cukup mudah dan 1 mesin bisa untuk input data 1 keluarga. Setelah diisi lengkap, nanti akan keluar kertas print out. Simpan baik-baik ya.

Masih ada cara manual  tapi sedikit sekali jumlah penumpang yang melalui cara ini. Bagi yang sudah mengisi secara digital, akan antri menghadapi 4 petugas imigrasi yang berdiri berjajar. Jadi seperti penjaga pintu, bukan seperti petugas imigrasi yang biasanya duduk di kotak2 tersendiri. Silakan berikan passport dan kertas print out tadi kepada mereka. Nanti mereka akan tanya2, misalnya berapa lama di Canada, mau ngapain, nanti naik apa, nginep di mana, dsb. Kalo mereka sudah yakin kita dipersilakan lewat. Jadinya ga ada cap di paspor. Kertas print out tadi akan dikembalikan kepada kita. Jangan dibuang dulu karena ada satu pengecekan terakhir sebelum keluar dari airport. Continue reading

Categories: 2015-2019, AMERICA, Canada | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Menyewa & Menyetir Mobil di Western Canada – British Colombia & Alberta (June 2018)

Amazing Road Trip

Untuk bisa menikmati alam cantik di Western Canada, tepatnya Canadian Rockies, maka pilihan kami adalah dengan menyetir mobil sendiri. Ini adalah pengalaman kami pertama kali menyewa mobil dan menyetir mobil di luar negeri. Ternyata sangat mudah loh. Berikut kami share beberapa poin penting jika ada yang mau melakukan road trip juga seperti kami.

Memiliki SIM Internasional

Untuk bisa menyetir di Canada, maka kita harus membuat SIM Internasional. Silakan baca pengalaman kami membuat SIM Internasional mengenai syarat dan proses pembuatan SIM Internasional. Jangan lupa membawa SIM Indonesia juga saat di luar negeri, jadi baik SIM nasional dan internasional semua dibawa.

Memilih Supplier Sewa mobil Continue reading

Categories: 2015-2019, AMERICA, Artikel, Canada, Other | Tags: , , , , , , , , | 3 Comments

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 4 – Nami Island, Garden of Morning Calm)

Lanjutan Day 7 : Cheongpyeong

Tiba di Chuncheon Bus Terminal, kami seharusnya pindah ke station subway untuk melanjutkan perjalanan dengan subway menuju Cheongpyeong station. Hanya karena kami tidak tahu di mana letak station subway nya, maka kami jalan kaki ke Gangwon-Do Tourist Information Center saja. Tadi sempat dilewati oleh bus.

Chuncheon

Jadi dari terminal bus, kami balik arah dan melewati kolong jembatan rel kereta. Seperti biasa ada brosur wisata dan petugas yang ramah berbahasa Inggris. Namun yang khas adalah nuansa film Winter Sonata, sebuah drama televisi 20 episode tahun 2002, yang disiarkan KBS TV dan sempat menjadi hits juga di Indonesia.

Film winter Sonata ini mengangkat pamor Nami Island yang masih masuk propinsi Gangwon-Do (satu propinsi dengan Seoraksan-Sokcho) sebagai salah satu tempat shootingnya. Di information center ini ada tempat berfoto dengan background Winter Sonata, ada foto2 artis pemeran nya dan ada tempat nonton film nya juga.

Setelah bertanya pada petugas, ternyata station subway berada pada jembatan kereta yang tadi kami lewati. Oke lah, kami pun balik lagi dan harus menyebrang jalan. Dari station Chuncheon, kami menuju Cheongpyeong station dengan bayar menggunakan T Money seperti di Seoul. Lama perjalanan kurang lebih 40 menit. Perjalanan subway ini semuanya di atas tanah. Melewati kota2 kecil dan desa. Pemandangannya cantik banget, terutama di Gapyeong yang merupakan station terdekat dengan Nami Island.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 3 – Mt. Seorak, Sokcho)

Lanjutan Day 5…

Akhirnya kami tiba di Sokcho Intercity Bus Terminal. Di depan terminal ada Tourist Information, jadi kalo mau tanya apa pun mudah. Bahkan setelah tau kami dari Indonesia, petugas nya memberikan panduan wisata yang berbahasa Indonesia. Wuidih… keren !

Sejajar dengan Tourist Information tersebut ada halte. Nah, kami menunggu bis no.7-1 di halte tersebut. Tujuannya adalah ke arah Mt. Seorak / Seoraksan. Ya, kami akan menginap di KENSINGTON STARS HOTEL. Satu2nya hotel bintang lima di area Seoraksan, hotel paling tua dan paling dekat dengan Seoraksan. Harga normalnya KRW.275.000 (3,3 juta rupiah) per malam untuk tipe yang deluxe, tapi kami dapat harga hanya KRW 67.760 (813 ribu rupiah) per malam melalui booking.com. Diskon 75% bo !  Wah, asyiknya bisa menginap di hotel bintang lima di tempat wisata terkenal luar negri dengan harga murah.

Tidak lama bus pun datang. Harga tiketnya KRW 1.200 per orang dan bayar cash. Perjalanan ke sana melintasi kota Sokcho, Sokcho Express Terminal dan makin lama makin ke pinggiran kota. Perjalanan bus sekitar 40 menit, lalu bus terjebak dalam kemacetan panjang. Parah juga, ternyata ini sudah mendekati Mt. Seorak. Karena hanya 1 jalur menuju tempat wisata jadinya macet panjang, seperti di Puncak saja.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Lombok : 21-24 April 2017

Prolog

Sebetulnya kami sudah pernah ke Lombok, bisa dilihat di buku “Pasangan Traveling” dan di trip Lombok tahun 2013. Di situlah kami mengenal mba Elly melalui couchsurfing. Dari kenalan, menginap di rumahnya, ternyata interaksi kami berlanjut. Mba Elly adalah salah satu orang yang men-support launching buku Pasangan Traveling dengan menyediakan door prize berupa 1 buah Mutiara Lombok dan 2 voucher menginap gratis di Sembalun, di penginapan yang dikelolanya saat ini. Wow ! Baik banget mbak yang satu ini ya..

Kami sendiri belum pernah ke Sembalun, yang dinobatkan sebagai Destinasi Honeymoon Halal terbaik di dunia tahun 2016. Sembalun merupakan salah satu tempat awal pendakian ke Gunung Rinjani. Jadi ketika mba Elly mengundang kami untuk datang ke sana, tentu kami menyambut dengan senang hati. Kami memanfaatkan libur hari Senin sehingga bisa dapat long weekend tanpa harus cuti. Berangkat Jumat sore dan pulang Senin malam. Pengaturan perjalanan kedua kami ke Lombok tentunya dengan tempat dan aktivitas yang berbeda dengan trip pertama di 2013.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Lombok | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 2)

Day 3

Hari ini, kami ikut James Bond Tour / Phang Nga Bay Tour. Jam 8 pagi kami dijemput dengan mobil travel menuju dermaga. Kali ini jalannya melewati rute yang berbeda dengan kemarin. Waktu perjalanan sama, sekitar sejam. Tempat operator kali ini tidak sebesar kemarin, namanya 2-sisters company berlambang penyu. Hanya rumah pangung kayu ala kadarnya dan agak kumuh. Saat kami masuk, nama kami didata dan diberikan pita warna merah di pergelangan tangan untuk membedakan grup.

dermaga-2Di tempat ini pun tersedia snack ringan dan minuman. Tapi tidak ada obat anti mabok dan tidak ada briefing. Speed boat kami ternyata bersandar di dermaga sebrang rumah tsb. Speed boatnya kecil, kapasitas 20 orang, motornya pun hanya ada 2. Peserta kali ini ada bule, India, sekeluarga Indonesia (sama dgn yang kemarin), dan juga wisatawan dari Arab.

Awalnya speed boat menyusuri sungai kecil sepanjang kurang lebih 2 km dengan kecepatan yang rendah. Kiri kanan adalah hutan mangrove. Sungai ini menyambung ke laut lepas. Sampai di laut lepas, barulah kecepatan speed boat ditambah. Untuk para penumpang, disediakan air mineral dalam gelas, soft drink kaleng, minuman nata de coco, dan juga biskuit lapis selai nanas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 12 Comments

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 4 – Norway : Bergen)

day 4 continued…

Bergen terkenal sebagai kota terbesar kedua di Norway, setelah Oslo. Kota yang dikenal sangat cantik karena dikelilingi oleh 7 gunung. Selain itu Bergen bisa disebut ‘kota Bogornya’ Norway karena sering sekali hujan. Bahkan jika kita bisa mengalami Bergen tanpa hujan, bisa disamakan dengan menang undian, alias kejadian langka sekali.

Train station Bergen

Train station Bergen

Benar saja, kereta kami tiba di Central Train Station Bergen pun disambut dengan hujan. Di dalam station sedang ada renovasi sehingga harus berhati2 karena banyaknya alat2 konstruksi yang malang melintang. Duh, di sini ada anjing gede banget yang lagi duduk manis di depan mesin beli tiket.

Karena sudah janjian sebelumnya, maka ga lama kemudian datanglah Ms. Luna (Orang Indonesia) dan suaminya Mr.Werner (orang asli Norway) di station. Rencananya kami mau jalan2 dulu di kota Bergen sebelum nanti malam istirahat di rumah mereka yang ada sedikit di luar pusat kota Bergen.

Pertama-tama kami perlu beli Bergen (Transportation) Pass yang berlaku untuk 24 jam, harganya NOK.95 per kartu. Sebetulnya pass ini ga terlalu perlu jika kita hanya jalan2 di pusat kota Bergen. Namun karena kami perlu bolak balik ke rumah Ms.Luna, maka hitungan pakai pass ini jauh lebih hemat. Rumah beliau ada di Nordas, di tengah2 antara airport dan pusat kota Bergen.

Continue reading

Categories: 2015-2019, EUROPE, Norway | Tags: , , , , | 2 Comments

Blog at WordPress.com.