Day 12 : Prague
Akhirnya jam 18 sore, kereta IC 114 yang kami tumpangi dari Krakow, tiba di Prague Main Railway Station (Hlavni Nadrazi). Malam ini kami menginap di Globe Hostel Prague, jalan kaki sekitar 15 menit dari station. Lokasinya sangat strategis karena ada di pusat keramaian dan dekat dengan Wenceslas Square. Ini pilihan akomodasi yang harganya terjangkau, karena harga hotel di Prague saat akhir tahun begini melonjak tajam. Apalagi kami hanya numpang tidur aja nih semalam. Besok pagi sudah pergi lagi ke Cesky Krumlov.
Ternyata banyak klub orang dewasa di area sekitar hostel ini. Bahkan untuk ke Globe Hostel, kami harus melalui Sauna Club yang di lantai dasar. Setelah itu kami harus angkat koper sendiri ke lantai 3 (tempat receptionist hostel) karena lift yang ada tidak bisa digunakan. Di hostel ini, ada yang berbentuk bunk bed / dormitory, dan juga kamar private. Kami pilih yang private, kamarnya sejajar dengan resepsionis, cukup luas dan ada pantry di dalamnya. Bagus, bisa buat masak sederhana seperti mie instan, dll.
Setelah beres2 koper, kami jalan2 di sekitaran hostel. Hostel kami sangat dekat dengan Wenceslas Square yang saat kami datang sedang ada Christmas Market. Di sekitaran Wenceslas Square ada beberapa hotel, pusat belanja dan toko2 souvenir yang dimiliki oleh orang Vietnam. Di toko souvenir, ada jual ganja juga loh dalam berbagai bentuk, seperti coklat, permen, dll. Legal, seperti di Belanda. Banyak yang beroperasi (hampir) 24 jam, baik makanan maupun toko souvenir. Hebat.
Suasana malam ini sangat ramai dan meriah. Ada ice skating rink di tengah alun2. Kami sempat coba grilled cheese seperti yang kami beli di Krakow, tapi rasanya ga enak. Jauuuh lebih enak yang di Krakow. Selain itu juga beli hot chocolate dan strudel (mirip yang di Austria). Yang ini lumayan enak.
Kembali ke hostel, suasana Sauna Club yang ada di bawah Globe Hostel sudah lebih ramai dari sebelumnya. Demikian juga dengan club2 lain yang ada di sekitarnya. Namun begitu, kondisinya relatif aman, karena ada petugas keamanan lokal yang berjaga2.
Day 13 : Prague – Cesky Krumlov
Pagi ini, kami check out dari hostel karena mau menginap 1 malam di kota Cesky Krumlov. Besok kami akan kembali ke Prague dan menginap di hotel yang berbeda, yaitu Deminka Palace. Ini hotel tempat kami nanti bermalam tahun baru, jadi pilih yang lebih bagus ceritanya. Daripada repot bawa koper ke Cesky dan bawa balik lagi ke Prague, maka kami menitipkan 2 koper besar kami di hotel Deminka Palace sejak hari ini saja. Kami sudah tanya sebelumnya dan diperbolehkann oleh petugas Deminka untuk titip koper dulu sehari sebelum check-in. Yes ! Jarak hotel hanya 500 meter dari hostel.
Sekarang kami masing2 hanya membawa ransel untuk menginap semalam di Cesky Krumlov. Simple. Jarak dari Prague ke Cesky Krumlov seperti jarak Jakarta-Bandung, waktu tempuh sekitar 3 jam. Untuk ke sana, kami sudah booking FLIX BUS (sama seperti waktu kami dari Budapest ke Krakow East Europe part 4 : Hungary Kami naik FLIX BUS dari Central Bus Station Florenc. Ini terminal bus antar kota dan antar negara.
Kota Cesky Krumlov adalah kota kecil yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1992. Kota ini memiliki keindahan arsitektur perpaduan Gotik, Renaisans, dan Barok yang sangat terawat. Tidak heran kota ini selalu penuh dengan turis. Baik yang pulang pergi dari Prague, atau seperti kami yang menginap semalam. Wah, di sini sudah banyak yang putih diliputi salju. Jadi seperti kota yang terdapat di dongeng-dongeng Eropa tempo dulu, cakep banget.
Pusat turis ada di Old Town. Di sini jalanannya merupakan jalanan batu (cobblestone) dan cukup licin di musim dingin ini. Jadi harus hati2 jalannya. Di kanan kiri ada toko souvenir, resto, bahkan hotel dan penginapan kecil. Asik sih jalan2 di sini, lurus2 aja, ga bakal nyasar. Area ini juga termasuk pedestrian only, jadi ga ada mobil lewat, kecuali yang berijin khusus ya.
Di sini banyak nama penginapan yang diawali dengan kata Pension. Kata ini berarti guest house. Di sini kami menginap di Pension Zamecka Apartma. Receptionistnya berada di dalam rumah yang merangkap toko souvenir, tepat di gerbang Cesky Krumlov Castle. Sementara kamarnya ada di salah satu gedung di jalan utama Cesky Krumlov, di luar area castle. Bisa gitu ya, terpisah jauh antara receptionist dan kamar hotel.
Selesai beres2 kami langsung explore kota ini karena cuaca cerah dan masih ada matahari yang bersinar. Di tengah2 kota ini, mengalir sungai Vltava. Saat kami datang, sebagian airnya sudah membeku. Untuk menikmati keindahan view kota secara keseluruhan, kami naik ke Cesky Krumlov Castle. Castle ini adalah yang terbesar kedua di seluruh Czech setelah Prague Castle. Besok rencananya kami akan mengunjungi Prague Castle.
Perjalanan ke Cesky Krumlov Castle lumayan juga nih, Jalanannya menanjak, beberapa bagian jalannya licin. Pas kami naik, masih cukup banyak turis di sekitaran kami. Di beberapa titik, ada spot2 foto cantik dengan background kota dan sungai Vltava. Kadang harus tunggu giliran, tapi worth sih karena memang secantik gambar yang ada di post card.
Sore ini Cesky Krumlov Castle sudah tutup, ga bisa masuk ke dalam. Jadi kami berfoto2 saja dan berjalan mengitari castle. Ada beberapa taman yang tertutup salju putih. Semakin tinggi kami naik, semakin luas dan indah pemandangan kota Cesky Krumlov.
Dari Castle, kami melanjutkan jalan kaki ke Náměstí Svornosti (Concord Square/Alun-alun Kota Tua) untuk mengunjungi Christmas Market di kota ini. Lokasinya tidak jauh dari tempat penginapan kami. Christmas Market ini tidak terlalu besar skalanya, lebih mirip dengan yang di Christmas Village in The Residenz Munich East Europe 2026) part 2.
Sama dengan Christmas Market di kota2 yang kami kunjungi, di sinipun ada banyak stall yang menjual makanan dan minuman. Ada juga carousel buat anak2, mirip pasar malam. Di salah satu sudut Christmas Market, ada yang namanya Christmas Street. Jalan kecil dan merupakan jalan tembus dari Christmas Market ke area kota yang lain.
Christmas Street ini sebenarnya jalan biasa saja dan tidak terlalu panjang jaraknya. Namun di sepanjang jalanan ini, ada begitu banyak lampu dan hiasan Natal yang tergantung. Suasananya sangat meriah dan gemerlap bila dibandingkan dengan jalanan lain di sekitarnya. Tidak heran banyak turis betah bolak balik ambil foto dan video di jalanan ini termasuk kami. Apalagi sekarang turun salju, wah, tambah magical rasanya berada di jalanan ini.
Karena cuaca makin dingin, paling enak cari makanan dan minuman hangat. Dari sekian banyak stand, ada satu yang menuliskan menunya dengan huruf besar dan merupakan Czech Food Speciality. Oke, kita coba saja. Ini makanan non halal ya, knee pork dan curly fries. Wah betul, ini enak sekali, apalagi disajikan saat masih panas. Namun karena suhu udara yang dingin, maka makanan ini dengan cepat ikut dingin. Mesti cepat2 dihabiskan ini artinya. Satu porsi buat berdua saja sangat mengenyangkan loh, biasa deh porsi bule. Ternyata stand makanan ini berasal dari salah satu hotel yang ada di Old Town Cesky Krumlov. Pantas saja top quality nih.
Oya, di sini mereka tidak terima credit card, hanya terima cash. Walau kami ga punya uang czech (koruna), tapi untungnya punya cash euro dan mereka mau terima euro. Aman. Untuk minuman, ada punch yang terbuat dari wild berries (ada alkoholnya). Ini juga enak, cocok buat menghangatkan badan di malam dingin ini. Christmas Market di sini tutup jam 7 malam. Dan setelah itu suasana kota sunyi senyap karena tidak ada club malam atau aktivitas lain yang berlangsung di kota ini.
Day 14 : Cesky Krumlov – Prague
Hari ini tanggal 31 Desember 2025, hari terakhir di tahun ini. Suasana kota Cesky Krumlov pagi ini masih sangat lengang dari aktivitas turis. Matahari bersinar dengan cerah. Pagi ini kami akan kembali ke Prague untuk merayakan malam pergantian tahun baru di sana. Kami kembali ke Prague dengan menggunakan FLIX bus.
Kami tiba tengah hari di Prague Main Train Station. Sebelum kami ke hotel, kami menyempatkan makan siang terlebih dahulu di Vietnamese Street Food : Banh-Mi-Ba. ini salah satu resto yang buka, karena banyak toko di station sudah tutup. Lumayan deh, bisa makan makanan Asia, udah bosen juga makan barat, haha.. Rasanya enak nih, porsinya juga besar banget. Recommended.
Selesai makan siang, kami mengurus check-in di Deminka Palace, hotel kami di Prague untuk melewati malam tahun baru ini. Lokasinya agak sedikit lebih jauh dari main train station bila dibandingkan dengan lokasi Globe Hostel, tempat kami menginap sebelumnya di Prague ini. Kamar kami di Deminka Palace ini adalah yang terbesar dan terluas dalam seluruh perjalanan kami kali ini. Memang yang paling mahal juga sih, haha… karena di Prague memang kamar2 sudah habis dipesan jauh2 hari rupanya, apalagi saat pergantian tahun. Harganya ini sudah paling mendingan daripada hotel2 lain di Prague.
Bentuknya seperti apartemen dengan 2 ruangan kamar. Yang satu betulan untuk kamar tidur, sedangkan yang satu lagi untuk pantry, kulkas, meja makan dan ada sofanya. Di atas meja makan sudah ada compliment selamat datang buat kami. Ada panettone coklat (roti/kue khas Milan-Italy yang disajikan saat natal). Ini kami bawa pulang, rencana mau dimakan di jalan atau di Indonesia. Sayangnya ini salah satu yang hilang saat tas kecurian di Berlin, hiks. Jadi kami ga sempat merasakan enaknya kue ini. Nantikan ceritanya di part 7 setelah ini ya. Ada juga 2 botol brut / sparkling wine. Aaah, cocok buat merayakan malam pergantian tahun nih.
Semua ruangannya sangat luas, sangat banyak area kosong buat koper kami. Menyenangkan sekali nih. Di kamar mandi, fasilitasnya lengkap : bidet, kloset, dan bath tub. Setelah beres2 dan menikmati fasilitas kamar kami yang wow ini, di tengah cuaca yang mendung, kami mau mengunjungi Prague Castle. Castle terbesar di seluruh Czech dan menjadi salah satu kunjungan wajib jika berkunjung ke Prague.
Sama seperti castle lainnya, lokasi Prague Castle ada di atas bukit. Namun kali ini perjalanannya benar2 menanjak dan membuat kami harus berhenti mengambil nafas beberapa kali. Bersama kami, ada ratusan pengunjung lainnya, baik yang baru datang seperti kami maupun yang turun setelah selesai mengunjungi Prague Castle. Sampai di atas, pemandangan kota Prague sangat luas dan cantik. Kami bisa melihat Charles Bridge yang ikonik di Prague ini.
Prague Castle adalah salah satu kompleks castle yang paling luas areanya yang pernah kami kunjungi. Jauh lebih luas bila dibandingkan dengan Buda Castle East Europe part 4 (Hungary), Edinburgh Castle Great Britain part 5 (Edinburgh), maupun Osaka Castle Japan 2014 part 2 (Osaka)
Di tengah2 Prague Castle, terdapat St Vitus Cathedral yang terkenal dengan arsitekturnya yang sangat indah. Di sepanjang jalanan dalam Prague Castle, ada banyak gedung2 lain dan juga taman2. Karena musim dingin, tidak ada taman yang berwarna hijau. Ada beberapa toko souvenir dan beberapa resto yang masih buka menjelang malam pergantian tahun ini.
Dari Prague Castle, kami pindah lokasi ke Christmas Market terbesar di Prague, yang berlokasi di Old Town Prague. Christmas Market ini besarnya kurang lebih sama dengan yang di Nuremberg East Europe part 2 (Germany). Suasana sangat meriah karena adanya pohon Natal raksasa di depan Gereja Bunda Maria (Church of Our Lady before Týn). Salah satu ciri khas yang terkenal dari gereja ini adalah menara kembar berarsitektur Gotik yang menjulang tinggi dan megah. Lebih kaya kastil malahan ini arsitekturnya, menarik banget (bisa lihat di foto).
Banyak stand makanan dan souvenir seperti di Christmas Market lainnya. Salah satu yang kami coba adalah hot filled dumplings (knedlin). Dumplings di sini berbeda lagi bentuknya dengan yang kami makan di East Europe part 5 : Poland (Krakow) atau pun di East Europe part 2 Germany (Nuremberg, Munich) Yang ini berbentuk bola dengan adonan tepung renyah, lalu di tengahnya diisi sesuatu. Kami pilih yang isi coklat. Ini enak banget !
Dari Christmas Market, kami kembali dulu ke hotel. Istirahat dan menghangatkan tubuh dulu. Sekitar jam 10 malam, kami keluar dari hotel dan bergabung dengan keramaian orang2 yang mau merayakan pergantian malam tahun baru. Suasana kota Prague malam ini semakin ramai dan semarak. Di mana2, polisi anti huru hara bersenjata lengkap sudah siaga mengantisipasi hal2 yang tidak diinginkan.
Di Prague, ada 2 tempat yang biasanya jadi favorit orang berkumpul merayakan pergantian tahun. Yang satu Prague Castle dan yang kedua adalah Charles Bridge yang ikonik. Karena tadi siang kami sudah naik ke Prague Castle, malam ini ke Charles Bridge saja. Di bawah Charles Bridge mengalir sungai Vtlava, sungai yang juga melintasi Cesky Krumlov, kota yang kami kunjungi kemarin.
Dari keluar metro station sampai kami berjalan kaki ke Charles Bridge, kerumunan manusia semakin banyak. Beberapa jalan sudah diblokir, tidak bisa dilewati kendaraan dan dijaga ketat oleh polisi. Saat kami tiba di Charls Bridge, jembatan ini sudah mulai penuh dengan pengunjung, Bagian sisi kanan dan kiri jembatan, sudah ada yang menempati. Jadi kami berdiri di tengah2 sambil mencari celah untuk bisa mendekat ke sisi jembatan.
Orang2 di sekitaran kami, bertubuh tinggi2 sehingga menyulitkan kami untuk melihat pemandangan di area Charles Bridge. Di sekitaran kami, banyak orang yang minum bir dan wine serta merokok ganja. Bahkan beberapa orang sudah mabok sebelum tahun baru. Walah, kami jaga jarak saja dengan kelompok orang tersebut. Kami juga bawa sparkling wine dari hotel nih, yuk kita minum di udara yang dingin ini untuk celebrate pergantian tahun.
Tepat jam 12 malam, lampu2 di Prague Castle yang terlihat dari Charles Bridge ini, semua dipadamkan. Digantikan oleh pesta kembang api yang ada di seantero langit Prague. Sementara itu, di atas sungai Vtlava, puluhan kapal pesiar dan cruise juga menyalakan lampu sehingga suasana semakin meriah. Yang mau lihat videonya ada di IG : jeffdandiana ya. Setelah hampir 1 jam di sini, kami segera bergegas pulang kembali ke hotel untuk menghindari kepadatan di dalam metro. Kami bersyukur bisa tiba dengan selamat di hotel dan sudah ganti tahun nih.
Day 15 : Prague – Berlin
Selamat tahun baru 1 Januari 2026 ! Pagi ini kami bangun lebih siang setelah malam after midnight dari Charles Bridge. Setelah makan pagi, kami pergi kembali ke Charles Bridge. Tempat semalam kami merayakan malam tahun baru. Berbeda dengan malam harinya, pagi ini Charles Bridge sepi dari turis. Sampah2 semalam sudah rapi dibersihkan. Kami bisa foto dan berjalan dengan santai di sini. Malah ada pasangan yang sedang foto prewedding. Nice.
Dari Charles Bridge, kami berjalan kaki ke area Old Town. Kami tiba di Old Town Square, tempat di mana Christmas Market berlokasi. Di salah satu sudut Old Town Square terdapat The Prague Astronomical Clock (Orloj). Sudah ada sejak tahun 1410 yang dipasang di Old Town Hall. Jam ini menjadi Astronomical Clock tertua di dunia yang masih berfungsi hingga saat ini. The Prague Astronomical Clock ini mirip dengan Zytglogg, lonceng waktu yang adalah menara abad pertengahan dan menjadi landmark di Bern, ibukota Swiss Europe part 5 (Swiss).
Sebelum kembali ke hotel, kami cari makan siang dulu di main station. Karena masih banyak yang tutup karena tahun baru, kami akhirnya kembali makan di resto Vietnam di train station, yang kemarin kami makan. Barulah kami kembali ke hotel untuk check-out. Oya di Deminka Palace ini, ada coklat ukuran kecil2 yang diletakkan di lobby untuk tamu hotel. Ini coklatnya enak sekali.
Sekarang saatnya menuju tujuan terakhir kami, yaitu Berlin. Kereta kami tujuan Berlin akan berangkat dari Prague Holisovice Station. Bukan dari main station. Untuk ke sana, kami cukup naik metro. Kami naik kereja RJ 174 dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 4 jam. Pemandangan alam di sepanjang perjalanan kami dari Prague ke Berlin, ternyata sangat indah. Baik sungai, pegunungan dan desa2nya, mirip Swiss. Czech memang cantik, ga cukup sepertinya hanya ke Prague dan Cesky Krumlov saja.

Bawah : tiba di Berlin Main Train Station
Ternyata kereta berjalan kurang lancar. Ada titik dimana train berhenti lama dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Entah mengapa. Akhirnya seluruh penumpang kereta harus berpindah ke kereta lain untuk bisa sampai di Berlin. Oke, kami ikuti saja dan akhirnya bisa juga sampai di Berlin dengan selamat, walau agak terlambat.
Bersambung ke East Europe part 7 Germany (Berlin) – Finished
Cerita sebelumnya di East Europe part 5 : Poland (Krakow)
















