Advertisements

Japan : 22-31 March 2014 (part 2-Osaka,Kyoto,Nara,Kobe)

Day 2 : Osaka-Kyoto-Osaka

From Airport to Hotel

From Airport to Hotel

Pagi-pagi kami sudah menuju kereta yang akan membawa kami ke pusat kota Osaka (Airport ini adanya di pulau pinggiran Osaka). Jadi ceritanya kami akan taro koper dulu di hotel, baru kemudian jalan-jalan. Agenda hari ini adalah Osaka Castle, lalu lanjut ke Kyoto untuk melihat Fushimi Inari dan Higashiyama area.

Dari airport kami naik kereta Nankai Airport Express yang sudah tercover oleh Kansai Thru Pass. Perjalanan sekitar 1 jam dan kami pun sampai di station Minami-morimachi. Hotel kami ternyata letaknya cukup dekat dari station, sekitar 3-5 menit berjalan kaki. Namanya Il Grande. Hotel ini kami book dengan harga promo, untuk 2 malam harganya 10.800 yen. Dihitung2 jatuhnya hanya sekitar 310 rb/org/night – terbilang murah dilihat dari fasilitas kamar yang didapatkan. Belum bisa foto kamarnya, karena belum bisa check-in. Nanti malam yah. Sekarang kami titip koper saja dulu di hotel supaya bisa jalan2 seharian dengan leluasa.

Dari hotel ke Osaka Castle lumayan dekat, hanya 4 menit naik kereta 🙂 Sebelum memasuki Osaka Castle ada taman yang luas dimana kita bisa duduk-duduk santai menghadap danau yang mengitari benteng kastil. Hari Minggu pagi begini banyak juga penduduk yang memanfaatkan taman ini untuk jogging, membawa anjing jalan2 dan bersantai.

 

o3

Kita juga bisa menikmati taman di dalam benteng kastil. Ada banyak burung dara dan ada juga mata air yang disediakan untuk membasuh tangan/kaki atau minum. Seperti yang selalu akan dijumpai di gerbang masuk kuil2 selama di Jepang.

Di sini ada taman plum. Saat kami datangi, sudah banyak yang rontok dan gundul, karena musim bunga plum sudah berlalu. Tapi masih ada beberapa yang berbunga dan masih sangat cantik bagi kami. Selain itu, bunga plum ternyata sangat wangi ! Berbeda dengan cherry blossom (sakura) yang tidak terlalu wangi menurut kami.

Plum flower

Plum flower

Sebetulnya saat kami datang juga belum musim sakura di Osaka. Menurut forecast, sakura akan mulai berbunga di Osaka tgl.27 Maret sedangkan hari ini masih tgl.23 Maret. Tetapi di Osaka Castle sudah ada beberapa pohon sakura yang mulai berbunga. Wah, penyambutan yang sangat manis bagi kami.

Osaka Castle

Osaka Castle

Harga tiket masuk Osaka Castle 600 yen/org, tetapi dengan memperlihatkan Kansai Thru Pass dapat diskon jadi 500 yen saja. Lumayan.

o5Untuk menikmati Osaka Castle, disarankan dimulai dari lantai yang paling atas, yaitu dek observasi. Dari situ terlihat pemandangan kota Osaka dari segala penjuru mata angin. Kita juga bisa melihat beberapa bagian kastil yang terbuat dari emas murni. Ada bagian emas di railing pagar yang ditutupi plastik akrilik sehingga tidak rusak atau menghitam atau hilang diambil orang, hehe..

Di dalam kastil terdapat cerita mengenai perjuangan kaisar yang mendirikan Osaka Castle. Bentuknya seperti diorama di monas, tetapi dioramanya bukan berbentuk boneka/patung, melainkan gambar proyektor 3 dimensi yang bergerak seperti film animasi. Canggih kan ? Ada juga peninggalan tulisan asli para kaisar dan benda2 bersejarah lainnya.

Jangan lewatkan kesempatan menjadi samurai ketika berkunjung ke sini. Hanya dengan biaya 300 yen per orang, kita bisa menggunakan kostum khas Jepang tersebut dan mengambil foto dengan kamera kita sendiri sepuasnya. Ada beberapa pilihan topi untuk pria dan beberapa pilihan kimono untuk wanita. Ada juga sih wanita yang maunya pakai topi samurai itu, ga papa juga.. kan ceritanya pejuang wanita juga ada 🙂

Sang Samurai yang gagah bertemu putri yang manis :)

Sang Samurai yang gagah bertemu putri yang manis 🙂

 

 

Akhirnya sang putri mendampingi Kaisar dan live happily ever after :)

Akhirnya sang putri mendampingi Kaisar dan live happily ever after 🙂

Oya, jangan lupa mendapatkan souvenir gratis berupa cap osaka castle. Kertas dan capnya bisa didapatkan di dalam Osaka Castle. Ada 2 cap di 2 meja yang berbeda tapi berdekatan letaknya. Masing-masing ada antrian tersendiri, jangan menyelak yah.. Ikuti budaya orang Jepang yang antri dengan tertib. Lalu tekan capnya sekuat mungkin agar gambarnya tercetak dengan sempurna di kertas. Done !

IMG_9105

 

Puas mengeksplorasi Osaka Castle, kami pun melanjutkan perjalanan ke Kyoto. Waktu tempuh 1 jam menggunakan kereta non-shinkansen. Ternyata tidak lama juga, bandingkan dengan kemacetan Serpong ke Jakarta yang bisa 2 jam di mobil. Kali ini kami Cuma “mampir” ke Kyoto, alias day trip. Nanti malam kami kembali lagi ke Osaka. Kenapa begitu ? Karena sebetulnya rencana kami eksplore dan menginap di Kyoto itu tgl.25-26 Maret. Tetapi tgl.23 Maret ini merupakan hari terakhir festival Hanatoro di Kyoto. Jadilah kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.

Jika punya Kansai Thru Pass, sangat mudah dan murah untuk bepergian antar kota di area Kansai. Melihat akomodasi di Kyoto yang jauh lebih mahal daripada Osaka, maka silakan menginap di Osaka dan mengeksplore kota2 lainnya di pagi hingga malam hari.

Oishii

Oishii

Siang hari kami sudah tiba di Kyoto. Sebelum menikmati Hanatoro di Higahiyama area, kami berkunjung dahulu ke Fushimi Inari karena sudah sejalan. Fushimi Inari ini adalah temple yang terkenal dengan 10 ribu torii gate orange yang berjejer. Tapi sebelum menuju temple kami mau cari makan dulu. Hm.. lumayan mahal2 yah makanannya.

Cari2 yang murah, akhirnya dapatlah restoran ini. Adanya lumayan di depan kalo dari arah train station Fushimi Inari. Ternyata makanannya enak ! Ini pertama kali kami mencicipi makanan asli Jepang sejak mendarat semalam di bandara. Yang makan di sini semuanya orang local Jepang, tapi mereka menyediakan menu dalam bahasa Inggris kok, tenang saja.

Kami pesan 1 tempura udon dan 1 ramen. Harganya sekitar 550 yen semangkok. Untuk minumnya, mereka menyediakan macha (teh hijau Jepang) yang hangat, bisa di-refill dan gratis. Mantap !

Sudah kenyang, kami pun lanjut masuk ke Fushimi Inari. Untuk masuknya gratis. Di bagian depan seperti biasa ada torii gate, lalu ada cedokan air tempat membasuh tangan/kaki dan minum. Cukup banyak yang berdoa/sembahyang, tetapi banyak juga yang hanya melihat-lihat.  Di sini banyak ditemui patung dan souvenir dengan bentuk fox / rubah.

inari-3inari-2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan lupa, di sini juga kita bisa memperoleh cap khas Fushimi Inari dengan gambar fox.

 

???????????????????????????????

Torii gate yang berjajar

Torii gate yang berjajar

Fushimi Inari terkenal dengan torii gate nya yang berwarna orange dan berjajar sangat banyak (sekitar 10 ribu lebih). Di tiang2 orange tersebut ada tulisan nama para sponsor. Sedangkan di baliknya kosong. Jadi terserah, kita mau foto arah yang bertulisan atau yang kosong. Tiang2 itu juga ada yang pendek, ada yang tinggi.Kalo ada waktu, ingin rasanya naik sampai ke puncak bukit. Katanya pemandangannya indah. Sayang, waktu kami terbatas. Jadi kami langsung balik ke stasiun kereta untuk bertemu dengan teman Couchsurfing kami, namanya Ms. Maki Kaneshiro.

Sebelumnya kami sudah sempat ngobrol2 lewat facebook dan ternyata Ms. Maki ini juga suka traveling. Hanya saja dia belum pernah ke Indonesia. Dia sebetulnya tinggal di Osaka, tetapi kami janjian bertemu di Kyoto karena kebetulan dia juga mau main ke Kyoto. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ada juga yang menyapa kami… horee… ketemu juga akhirnya dengan Ms. Maki. Konichiwa ! Hei, wajahnya mirip orang Indonesia yah, tidak khas Jepang, hehe..

Ayo.. mari kita menuju Fushimi Inari kata beliau. Uups… ternyata ada salah paham. Kita janjian bertemu di Fushimi Inari, karena kami pikir dari situ bisa bersama2 ke Higashiyama dan melihat Hanatoro festival. Tapi ternyata semalam dia baru saja dari Hanatoro festival dan berpikir bertemu di Fushimi Inari untuk menemani kami berkunjung ke Fushimi Inari. Well.. miscommunication happened.

with Ms.Maki @ Gion

with Ms.Maki @ Gion

Oke, setelah menyadari kesalahpahaman ini akhirnya Ms.Maki bersedia mengubah rencananya dan menemani kami ke Higashiyama area. Wah.. lega dan senang sekali. Kami pun naik kereta ke arah Gion. Enaknya punya guide orang Jepang asli, kami tinggal berjalan mengikuti dia dan dia pun menjelaskan area2 yang kami lalui.

Area Gion terkenal dengan Geisha nya. Menurut Ms. Maki, masyarakat Jepang saat ini justru lebih menghargai Maiko, sebutan untuk junior Geisha. Maiko dianggap pandai menari dan memiliki skill seni yang baik. Sedangkan Geisha lebih identik dengan wanita penghibur dan berkonotasi negative. Di sini sudah mulai banyak berseliweran wanita2 dengan kimono. Ada yang orang Jepang asli, ada yang turis. Seru juga yah melihatnya. Tapi berjalan2 dengan kimono kayanya sih ribet banget, kaya pakai kebaya, hehe..

Di sini juga banyak terdapat restoran2 mahal. Ada juga restoran dimana kita bisa dihibur oleh Geisha atau Maiko saat makan. Harga untuk bisa melihat pertunjukkan Geisha/Maiko ini sangat fantastis. Tapi ternyata kami bisa melihatnya dengan gratis ! Mau tau rahasianya ? Baca terus ya…

h2Dari Gion, kami pun diajak menuju Yasaka Shrine. Nah, di sini selain Shrine, ada juga aula yang biasanya menjadi tempat pertunjukkan. Menurut Ms.Maki, nanti malam saat festival coba saja datang ke sini. Biasanya ada pertunjukkan yang menarik. Selama festival ada juga pertunjukkan Geisha/Maiko dancing, tetapi dia tidak tahu jadwalnya. Jadi just try our luck tonight. Oke…

Eits.. di perjalanan kami berpapasan dengan barisan keramaian orang. Ada apa nih ? Rupanya ada pasangan mempelai yang mau menikah di kuil. Waah.. seru.. yang wanita pakai kimono dengan tutup kepala dan pria nya pakai baju kimono juga khas pria Jepang. Yang wanitanya digandeng oleh ibu2, mungkin mamanya ? Entahlah.

Dari situ kami melanjutkan perjalanan ke arah Kiyomizudera Temple. Ini adalah temple yang sangat terkenal dan selalu penuh dikunjungi oleh turis. Rasanya tidak afdol ke Kyoto kalo belum ke sini. Benar saja seperti yang sudah di-informasikan kepada kami, sepanjang jalan menuju ke temple sangat banyak toko2 penjual snack & souvenir yang membagikan tester gratis. Ayo, jangan malu-malu, ambil saja. Wuiiih… enak2 loh. Ada juga toko yang menjual beragam kue, puding, dsb berbahan dasar macha (teh hijau). Menarik juga.

Kami sempat berbelok ke arah Yasaka Pagoda. Ms. Maki sore ini berusaha menunjukkan semua pusat keramaian di Higashiyama area, sehingga nanti malam kami bisa eksplore sendiri dan menikmati kemeriahan lampion di sepanjang jalan tersebut. Oya, Hanatoro festival itu adalah festival lampion dan bunga. Jadi dimulainya pada pk.18.30 dan nanti kita bisa melihat lampion2 yang ada di sepanjang jalan Higashiyama area dinyalakan dan banyak rangkaian bunga (ikebana) yang besar diletakkan di sudut2 jalan.

Kiyomizudera

Kiyomizudera : Unesco World Heritage Site

Terakhir, Ms.Maki mengantarkan kami ke Kiyomizudera Temple. Ternyata sedang ada renovasi, tapi yah sudah sampai situ masa tidak jadi masuk sih ?! Kami pun berpisah di situ karena Ms.Maki harus kembali ke Osaka. Walau singkat, tetapi perjalanan bersama Ms.Maki cukup berkesan karena kami bisa melihat Kyoto dari sudut pandang local people.

Tiket masuknya 300 yen/org. Wuih, penuh sesak di dalam. Kami pun menerobos kerumunan orang-orang yang mau sembahyang. Ternyata renovasi yang dilakukan tidak mengganggu turis dalam menikmati temple tersebut. Temple kayu yang khas itu tetap dapat dinikmati dan kami pun dapat berpose seperti pose orang kebanyakan, yaitu dari seberang bukit dengan background temple kayu tersebut.

Di sana ternyata banyak yang menjual jimat, baik untuk cinta, jodoh, sukses, kaya, karir, bahkan ada jimat untuk lulus ujian, astaga ! Banyak juga yang berjalan2 dengan kimono di sini. Kuil ini khas karena terbuat dari kayu dan bentuknya seperti rumah panggung.

Setelah dari Kiyomizudera, kami berjalan ke arah Yasaka Pagoda dan mendapati lampion sudah siap dipasang. Mari kita nikmati berbagai lampion yang ada di area Higashiyama ini. Lampion2 tersebut dipasang di lantai sebagai penerangan jalan. Jadi tidak usah takut nyasar, tinggal ikuti saja lampion2 itu. Di situlah area turis dan keramaian festival terjadi.

Berbagai Lampion Cantik

Berbagai Lampion Cantik

Ada juga rangkaian bunga (Ikebana) yang cukup besar diletakkan di beberapa tempat. Menjelang malam, banyak sekali fotografer yang berusaha mencari spot terbaik untuk memotret Yasaka Pagoda. Sayang kamera kami yang sederhana ini sulit untuk bisa menangkap keindahan cahaya lampu pada malam hari. Tetapi memang mata yang Tuhan berikan kepada kami merupakan kamera paling fantastis yang bisa menangkap semua keindahan tersebut.

h5

Dari Yasaka Pagoda, kami berjalan menuju Maruyama Park. Di sana ternyata suasana festival sangat terasa. Banyak penjual makanan, stand-stand yang beraneka ragam dan lampu2 besar dengan bentuk tertentu. Di sini kami mendapatkan biji bunga matahari gratis, heran deh.. dibagikan gratis saja banyak orang yang menolak. Sayang sekali. Lalu di salah satu stand, kami pun bisa mencicipi sake Jepang secara gratis. Wow.. mari kita coba. Rasanya ?? Hmm… mirip bir, kami sih tidak suka, hehe.. Ada juga anak-anak yang menyanyi dalam bentuk paduan suara. Terasa sekali kemeriahan festival ini di tengah malam yang dingin.

h6

Eits.. banyak lampu2 berbentuk tokoh2 yang agak aneh/menyeramkan nih. Mungkin ada kaitannya dengan mengusir roh jahat ? Entahlah.. Yang kami foto yang bentuk fox saja lah. Lalu tidak lupa melihat “icon” dari Maruyama Park, yaitu pohon cherry yang besar dan disinari lampu. Sayang, pohon cherry ini belum berbunga.. masih kering kerontang. Mungkin akan indah dalam beberapa hari ke depan saat musim cherry blossom tiba di Kyoto.

Puas menikmati Maruyama Park, kami menuju Yasaka Shrine yang memiliki panggung tempat hiburan. Wah, sudah penuh orang yang mengitari panggung tersebut. Ada MC nya berbicara, saying kami tidak paham apa yang dikatakannya dalam bahasa Jepang. Kami pun mencoba menunggu dan melihat kira-kira pertunjukkan apa yang akan berlangsung.

Ternyata tidak lama kemudian naiklah 2 orang perempuan muda berkimono dan 1 orang perempuan tua berkimono juga dan memegang alat music. Ooh… pertunjukan maiko dancing nih. Kereeeen ! Kami pun berusaha mencari spot untuk melihat tarian tersebut dan mengambil foto. Sayang sekali, sekeliling panggung sudah padat. Mata kami terhalang kerumunan orang dan tidak bisa melihat ke panggung. Akhirnya kamera saja yang dinaikkan untuk bisa mendapatkan gambar Maiko yang sedang menari tersebut.

Back to Osaka

Back to Osaka

Kami pun sempat menikmati tarian tersebut dari anak tangga agak jauh dari panggung. Jadi ibu tua tadi main alat music gesek dan menyanyi. Menurut kami musiknya sangat tradisional Jepang dan tariannya sih biasa saja. Cenderung monoton dan membosankan. Rasanya bagusan music dan tari-tarian di Indonesia, hehe.. Ya sudahlah, yang penting kami sudah melihat tarian yang dibawakan oleh Maiko (junior nya Geisha) yang terkenal itu.

Sudah malam dan kami pun sudah lapar. Dalam perjalanan kembali ke Osaka, kami pun membeli nasi box dan memakannya di train. Lumayan enak juga nih, seperti makan Hoka-Hoka Bento 🙂

Sampai di Osaka, kami menyempatkan diri untuk kembali ke Osaka Castle. Ingin lihat pencahayaan kastil di malam hari yang katanya bagus. Hm.. susah nih ditangkap oleh kamera karena terlalu gelap dan terlalu jauh objeknya. Tapi kami puas karena bisa menyaksikan Osaka Castle di saat siang hari dan malam hari.

Taman Osaka Castle di malam hari sangat sepi. Menarik juga sih untuk duduk2 memandangi kastil ke kejauhan. Sayang angin yang dingin membuat kami ingin cepat-cepat kembali ke hotel saja. Malam ini barulah kami check-in alias masuk ke kamar. Setelah ambil titipan koper tadi pagi, kami pun berisitirahat di kamar yang sangat nyaman. Tidak lupa berendam di bath tub nya dulu… hm… nikmat !

Il Grande Hotel

Il Grande Hotel

 

Day 3 : Nara-Kobe-Osaka

nara2Pagi ini kami berangkat ke Nara. Perjalanan kami tempuh dengan kereta Kintetsu Nara Rapid Express kurang dari 1 jam. Nara adalah kota kecil yang cantik di area Kansai, biasa dicapai dengan one day trip dari Osaka atau pun Kyoto. Nara terkenal dengan rusa yang banyak berkeliaran dengan bebas di taman kota. Jadi lambang kotanya Nara yah rusa. Patung manusia nya pun diberi tanduk supaya menyerupai rusa, hehe..

Betul saja, begitu tiba kami sudah bisa melihat tanda2 awas rusa di jalan raya. Rupanya supaya pengendara mobil berhati-hati saat melintas.

Taman yang berada di Nara bukan 1 taman luas, tetapi terdiri dari banyak taman. Rusa-rusa ini bisa berjalan bebas dari 1 taman ke taman lain, bahkan ya itu tadi.. bisa sampai turun ke jalan. Terlihat juga orang yang sudah berumur menjajakan kue khusus buat pengunjung yang ingin memberi makan rusa-rusa tersebut. Jangan heran kalo mendengar suara orang-orang berteriak di sini. Biasanya karena mereka merasa takut dengan rusa atau karena ada rusa yang berusaha merampas kue kesukaannya tersebut dari tangan pengunjung.

nara3

Yang kami lihat, rusa-rusa tersebut sudah tidak bertanduk. Jadi tanduknya dipotong, mungkin supaya tidak membahayakan pengunjung. Rusa terbanyak berada di depan area Todaiji temple. Saat kami melintas, mereka sedang asyik berjemur. Hehe.. Lucu yah. Dekat temple kami sempat melihat rusa yang sedang minum di sungai kecil. Menarik sekali yah, para rusa liar ini bisa berkeliaran dengan bebas dan bahagia karena tidak kekurangan makan dan minum.

nara4

Kue untuk rusa itu berbentuk bulat pipih, dijual per 10 pcs (bisa dilihat di foto). Di Nara ini juga terlihat tutup saluran air yang ada di jalan berbentuk rusa. Menarik yah, ada gambarnya. Orang Jepang memang detil sekali dan menyukai keindahan.

 

Todaiji temple : Unesco World Heritage Site

Todaiji : Unesco World Heritage Site

Todaiji temple terkenal sebagai temple yang terbesar dan terkenal di Nara. Harga tiket masuknya 500 yen/org. Benar saja, baru di halaman depannya saja sudah kelihatan temple ini betul2 raksasa secara ukuran.

Area dalam temple yang disebut : The Great Buddha Hall / Big Buddah Hall / Daibutsuden Hall, adalah bangunan kayu terbesar di dunia. Padahal ini adalah hasil rekonstruksi dari bangunan aslinya yang pernah terbakar dengan ukuran hanya 2/3 dari aslinya. Wow !

Dalam hall ini terdapat patung Buddha yang sangat besar. Bahkan ini adalah patung Buddha dari perunggu (bronze) yang terbesar di Jepang. Tingginya 15 meter.

Silakan bandingkan ukuran telapak tangan patung Buddha tersebut dengan tangan Jeff. Upss.. kayanya harus membandingkan telapak tangan patung Buddha dengan tubuh Jeff deh, haha…

Ada yang unik di dalam temple ini. Ada 1 tiang kayu yang memiliki lubang di bagian bawahnya. Nah, lubang ini menjadi pusat atraksi karena banyak orang yang mencoba menerobos lubang ini. Konon, orang yang bisa lolos menerobos akan bisa mendapat “pencerahan” dan naik tingkat dalam reinkarnasi selanjutnya / mencapai nirwana.

nara6Kami sempat melihat sekelompok turis asal China yang satu persatu mencoba menerobos. Mulai dari para wanita.. semua berhasil. Lalu mulailah para pria yang badannya lebih besar mulai mencoba. Yup.. satu lolos. Next.. pria yang lumayan gendut ukuran perutnya, hehe.. nah.. semua sudah mulai was was nih. Benar saja, pria ini nyangkut, hehe..

Sebetulnya yang membuat ia tersengkut bukan masalah perutnya, tetapi ada tempat hp di pinggangnya yang menghambat. Sayang ybs tidak menyadari hal tersebut dan tidak melepaskan tempat hp tersebut. Karena sulit dan  ybs merasa tidak yakin karena ukuran tubuhnya yang besar, akhirnya ybs memutuskan untuk mundur.

Kami berusaha menarik pelajaran berharga dari sini. Dalam hidup ini, kita harus memiliki iman untuk bisa terus maju secara rohani. Tanpa iman, maka kita akan mudah goyah dan tidak lagi fokus pada jalan Tuhan. Di sisi lain, kita pun harus rela untuk melepaskan segala hal duniawi yang dapat menghambat pertumbuhan rohani kita. Seringkali keserakahan akan hal duniawi (makanan, barang-barang, gengsi, dsb) jauh lebih berkuasa atas diri kita daripada keyakinan kita akan kebenaran Allah.

Saat jalan keluar dari temple ini, kami melihat ada sakura pink yang sudah mulai bersemi di sini. Ayoo… foto dulu. Di pinggir jalan pun kami menemukan ada pohon yang daunnya seperti rumput, tumbuh di bagian batang pohon tersebut. Lucu yah..  Eitss.. ada pudel coklat yang di Jepang ternyata sangat banyak populasinya. Kami memang penggemar nature, termasuk hewan nih 🙂

Beraneka ragam mahluk hidup ;)

Beraneka ragam mahluk hidup 😉

Tadinya rencana kami adalah menikmati Nara hingga sekitar jam 2 dan kemudian kembali ke Osaka. Tetapi karena jam masih menunjukkan pukul 11 siang, maka kami pun berpikir lagi. Apakah masih ingin jalan2 di Nara atau mau coba explore Kobe yang tadinya tidak ada dalam rencana ? Jarak Nara-Kobe rasanya sih sekitar 1 jam. Tapi ke Kobe itu nanti stop d station mana ? Lalu ngapain ? Hm.. coba deh tanya2 dulu di information center yang ada di train station Nara. Menarik juga nih kalo sempat main ke 1 kota tambahan lagi.

kobe1Ternyata ke Kobe itu cukup mudah dan tidak terlalu jauh. Oke, kalo gitu kita coba saja yah ke Kobe. Berdasarkan informasi, maka kami pun berhenti di train station yang cukup besar di Kobe (Sannomiya).

Ternyata lagi ada tag line “date kobe”. Ceritanya masyarakat yang mencintai Kobe, jadi akhirnya pacaran dengan Kobe. Gituu… Lucu juga.

Awalnya ingin melihat area harbor yang terkenal di Kobe. Ternyata kami malah nyasar ke port terminal, yaitu ke tengah laut tempat kapal2 berada. Wah… ini sih bukan tempat wisata, walau begitu kami bisa memandang laut lepas dari sini. Ada juga jembatan merah yang unik di sini. Ini rupanya jalur menuju airport Kobe.

Dari situ kami pun balik lagi ke Sannomiya.

Sebentar, lapar juga nih sudah siang. Gimana kalo kita cari dulu kobe beef yang terkenal itu ? Papanya Diana pernah menyarankan untuk mencoba Kobe beef yang menurutnya sangat enak. Memang harganya cukup fantastis, tapi sekali-sekali boleh lah memanjakan lidah ini. Di Jakarta juga harga Kobe beef mahal kok, ya mending coba di tempat aslinya dong. Cuma dimana nih restoran yang menyajikan Kobe beef ?

Lunch : Kobe Beef

Lunch : Kobe Beef

Kami mencari di department store dan jajaran restoran yang ada di area situ. Hm.. kok ga ada yang jual kobe beef yah ? Malah yang ada daging kuda. Walah..

Akhirnya setelah pusing mondar-mandir dan tidak dapat, kami pun bertanya pada pusat informasi. Dengan bahasa Inggris yang terpatah-patah, dia mengeluarkan peta area Kobe dan menjelaskan bahwa rata-rata restoran yang menyajikan Kobe beef itu adanya cukup jauh dari train station. Jadi tidak bisa dicapai dengan jalan kaki. Waduh repot deh.

Tapi dia kemudian melanjutkan bahwa ada 1 restoran yang cukup dekat dan terkenal karena enak dan murah. Wah, menarik nih. Ia pun menuliskan namanya dan menjelaskan lokasinya.

Mengikuti petunjuk tersebut, kami pun mulai mencari-cari. Akhirnya ketemu juga restorannya. Kebetulan juga sedang ada promo ladies lunch. Jadi untuk wanita, bisa memesan menu Kobe beef dengan harga hampir separuhnya. Mantap.

Lunch Set Menu

Lunch Set Menu

Untuk 1 set lunch (beef stew, salad, sup, nasi, kobe beef steak & desert) harganya berkisar 2000-3000 yen, tergantung kualitas daging kobe beef yang dipilih. Makin mahal tentunya makin empuk dan makin enak. Hm.. kami pilih yang tengah2 deh, yang 2500 yen. By the way, itu harga promo khusus wanita tadi loh. Kalo harga betulannya untuk menu tadi ada di harga 4000 yen. Wuaaa…. Kami beruntung sekali !

Beef stew sebagai mekanan pembuka ternyata seperti semur daging. Empuk banget dagingnya.  Semua makanan itu disajikan satu per satu sesuai urutan. jadi habiskan dulu satu piring, baru datang lagi piring berikutnya.

Porsi main menu nya sendiri (Steak Kobe Beef) relatif kecil. Tapi untuk rasanya, hm… jangan ditanya. Ga bisa ngomong saking mulut menikmati rasa daging yang krenyeeesss… langsung lumat di mulut. Mesti coba sendiri deh ! Karena di Jepang, steak nya yah dimakan pake nasi bukan pake kentang, hehe..

Desert nya ada 3, yaitu mango puding, cheese cake dan potongan buah. Rasanya ? Lagi2 mantap ! Enaaaaak.

Harga memang relatif. Untuk ukuran kantong backpacker harga ini luar biasa mahal. Untuk ukuran penggemar Kobe Beef, harga ini tergolong murah. Bagi kami, hm.. worth banget ! Terima kasih untuk Kissho-Kichi dan promo ladies Lunchnya, sehingga kami bisa menikmati makan siang yang tidak terlupakan !

kobe4

Setelah puas menikmati makan siang yang luar biasa enak, mewah dan di luar rencana ini, ternyata kami sudah agak malas melanjutkan petualangan di Kobe. Jadi ya sudahlah, tidak usah menuju bay area, tapi kami memutuskan untuk kembali ke Osaka. Masalahnya acara di Osaka masih banyak juga loh.

Tiba di Osaka, kami langsung menuju pusat belanja Shinsaibashi. Benar saja, seperti kata orang-orang.. Shinsaibashi ini pusat belanja dengan jejeran toko2 yang luar biasa panjang ! Rasanya ga habis2 itu deretan tokonya. Suasana nya seperti di pasar baru deh, cuma ini puanjaaaaang banget ! Udah gitu ramai banget.

Shinsaibashi

Shinsaibashi

Di sini lah kami akhirnya menemukan Kitkat rasa green tea dan dark chocolate yang cukup murah. Harga satu kantongnya sekitar 300 yen (isi 12 pcs), tapi kalo belinya banyak yah jadi mahal juga ya, hehe..

Dari shinsaibashi kami menuju Namba yang terkenal dengan icon Glico man dan pajangan kepiting di atas restoran2nya.

namba2

Oke, lanjut lagi mencari Namba park yang katanya berada di atas gedung dan menarik itu. Ternyata lokasi Namba park terletak di belakang Namba train station. Jadi kalo jalan dari arah Shinsaibashi lumayan jauuuuh… Hiks. Sampai Namba park sudah gelap, jadi kurang menarik ya. Tapi lumayanlah untuk bisa bersantai menikmati view kota Osaka dari taman bertingkat di atas gedung.

Namba Park @ Night

Namba Park @ Night

Lain kali kalo mau ke Namba Park usahakan pagi atau sore hari sebelum matahari terbenam. Kalo sudah gelap, jadi kurang bagus buat dilihat apalagi difoto.

Setelah bersantai sejenak di Namba Park, kami pun kembali ke area Namba untuk menikmati suasana malam hari di sana. Wah, makin penuh aja. Lanjut ke Dotonbori untuk melihat-lihat kuliner di sana.

Di sini kami mencoba Takoyaki, makanan khas Jepang yang berisi gurita. Ga tau harus pilih yang mana dari sekian banyak pilihan, kami cari2 yang antrian nya panjangaja. Mestinya enak, hehe..

Betul saja, setelah antri sekitar 15 menit, kami pun mendapatkan takoyaki yang fresh dan hangat. Rasanya… mak nyuusss…. Kami doyan banget ! Gurih dan adonan tepungnya juga lembut. Harganya 520 yen untuk 8 butir takoyaki, lengkap dengan berbagai saos yang yummy.

namba4

namba5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah menikmati hari yang membuat kaki gempor dan kantong bolong, kami pun pulang kembali ke hotel. Kuliner hari ini memang luar biasa ! Liburan kami di Osaka ditutup dengan indah di sini. Besok pagi kami sudah harus meninggalkan Osaka dan menuju Kyoto.

Oya, tidak hanya di Nara. Di sepanjang jalan di Osaka, besi penutup saluran air di trotoar juga berbentuk Osaka Castle, cantik yah.

 

Bersambung ke part 3

Lihat kisah sebelumnya di part 1

 

Advertisements
Categories: 2004-2014, ASIA, Japan | Tags: , , , , , , , , | 20 Comments

Post navigation

20 thoughts on “Japan : 22-31 March 2014 (part 2-Osaka,Kyoto,Nara,Kobe)

Comment navigation

  1. imelda

    mbak diana, mau tanya : ini semua mondar mandir kemana2 pakai kansai thru pass aja, atau tetap ada tambahan tiket lainnya, mbak?

    • Selama di daerah Kansai pakai pass itu, plus kami tambahan tiket bus dan metro dalam kota di Kyoto karena durasi kansai pass nya sudah habis bukan karena tidak terjangkau kansai pass. Lalu kami kan sempat mondar mandir osaka-kyoto 2x. Sekali pakai kansai pass, sekali pakai shinkansen karena penasaran pengen coba kereta cepat nya Jepang 😉

Comment navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: