Advertisements

Great Britain, UK : 25 May-10 June 2019 (part 5-Edinburgh)

…. Lanjutan Day 10

Setelah driving sekitar 4 jam, kami akhirnya sampai di perbatasan Inggris dan Skotlandia. Di sini kami sempat foto2 dengan beberapa icon penanda perbatasan. Tidak ada pemeriksaan apa2 di perbatasan ini, bahkan jika tidak memperhatikan bisa jadi perbatasan ini tidak terasa dan tidak terlihat. Bisa driving terus saja. Di samping kanan, ada pemandangan laut. Sepertinya akan bagus dinikmati saat menyetir dari arah berlawanan, nanti saja pas pulangnya.

Welcome to Scotland !

Dari perbatasan masuk Scotland, masih menyetir kira2 1 jam lagi untuk sampai kota Edinburgh, ibukota Scotland. Selama di Edinburgh, kami akan menginap melalui jalur Couchsurfing (CS). Host kami namanya Ingo, orang Jerman Timur yg sedang kuliah S3 di Edinburgh, jurusan Robotic. Kami berada di Edinburgh selama 4 hari 3 malam, tapi hari pertama itu sampai sudah malam hari dan hari terakhir sudah berangkat lagi pagi2. Jadi praktis hanya punya waktu 2 full day di Edinburgh.

Begitu sampai, kami masak indomie bekal dari Jakarta untuk dinner, yang simple saja. Sudah lelah seharian nyetir nih. Sambil makan, kami ngobrol2 sama Ingo, perkenalan seperti biasanya. Percakapan makin lancar karena Jeff cerita ada sepupu Jeff yang menikah dengan wanita Jerman. Kami sudah janji untuk masak masakan khas Indonesia untuk makan malam besok untuk dinikmati bersama2. Jadi besok sore perlu belanja dulu bahan masakannya.

Day 11 (5 June 2019) : National Museum, Old Town

Pagi ini diawali dengan sedikit ‘kehebohan’ terkait masalah parkiran mobil kami. Semalaman, mobil kami parkir persis depan apartemen dan rencananya akan tetap parkir di situ sampai 2 hari ke depan. Ternyata, pagi ini baru lihat tanda yang menunjukkan bahwa dari pagi sampai sore hari itu tidak boleh parkir di tempat tersebut. Padahal banyak loh mobil yang parkir di tempat itu. Mungkin khusus penghuni yang sudah daftar parkir khusus ya, seperti di Bath. Kurang paham juga karena Ingo tidak punya mobil, jadi dia kurang tau juga aturan parkir di area apartment nya.

Hujan di Edinburgh, cocok masuk museum

Untung saja kelihatan nih tandanya pagi ini. Alhasil, mobil harus kami pindahkan lebih jauh, hampir 100 meter dari lokasi parkir awal. Ya sudah, di situ saja terus deh daripada harus pindah2in parkir tiap hari. Di tempat yang baru ini tidak ada tanda apa pun, jadi bebas parkir.

Wah, sudah hujan nih pagi2, sesuai ramalan cuaca. Scotland memang terkenal dengan hujan dan mendung. Kami sudah siap jaket waterproof dengan tudung, payung dan jas hujan. Dari apartment menuju pusat kota, kami naik bus Lothian dengan day pass seharga £4 per orang untuk sepanjang hari dan hanya berlaku untuk bus Lothian semua rute. Kami bayar ke supir dan menerima struk karcis berupa kertas tipis. Hati2 lecek dan rusak karena basah. Karena tidak tahu harus turun di mana, kami mengandalkan Google Maps untuk bus.

Di Edinburgh, rata2 busnya double decker. Namun hanya ada satu pintu depan di setiap busnya. Jadi orang dalam bus akan keluar lebih dahulu, setelah itu baru deh bisa masuk.

Scotland’s National Museums

Central Edinburgh sangat mudah dieksplore dengan berjalan kaki. Hanya memang kurang nyaman bila gerimis dan angin cukup kencang seperti sekarang. Jam 10 saat buka, kami langsung masuk ke Scotland’s National Museum, bisa buka www.nms.ac.uk Tiket masuknya gratis. Museum ini wow banget deh. Baik luasnya maupun koleksinya. Ga nyangka. Koleksinya banyak banget dan keren2. Dibagi dalam beberapa area seperti Discoveries, Natural World, World Cultures, Science and Technology dll. Satu area dengan tema tertentu itu terdiri dari lantai dasar hingga lantai paling atas. Jadi bingung mau eksplore dari mana dulu. Jika kita eksplore lantai 1 dulu, maka akan acak2an tuh temanya, dari ujung ke ujung kan terbagi beberapa area. Tapi kalo mau eksplore per area, maka kita harus naik turun 3-4 lantai, trus area lainnnya naik turun lagi. Cape juga ya… Serba salah nih.

Akhirnya kami pilih eskplore per lantai saja deh. Walau pun temanya jadi agak loncat2, ga papa. Enjoy banget di sini, museum nya sangat menarik dan interaktif. Ada mummy juga, ada banyak replika binatang jaman purba, dsb. Jam 12 siang, kami memutuskan stop dulu eksplore museumnya. Karena ga bakal habis ini sih untuk dieksplore seharian juga. Sudah seperti waktu ke British Museum di London. Bedanya ini gratis, jadi gampang bolak baliknya.

Old Town

Sekarang jalan dulu ke Edinburgh Castle, icon paling terkenal di kota ini. Di dekat museum ada patung anjing Greyfriars Bobby. Seekor anjing jenis Skye Terrier, yang setia menunggu di samping kubur majikannya selama hampir 14 th. Kalo di Tokyo-Jepang ada patung anjing Hachiko (bisa baca dan lihat di trip Tokyo Jepang), maka di Edinburgh-Scotland ada patung anjing ini. Bedanya, patung ini kecil dan terletak di lokasi yang kurang strategis.

Kelihatan ga patung anjing nya ?

Mendekati lokasi Edinburgh Castle, memang penuh dengan toko2 souvenir dan rombongan turis. Baru di sini ketemu sama banyak turis dari Indonesia. Ada juga pria Scotland yang ‘ngamen’ dengan alat musik bag pipe, khas Scotland dan juga menggunakan rok khas Scotland. Yup pria2 Scotland baju tradisionalnya berupa rok selutut di bagian bawah-bukan celana. Unik memang. Bahkan kami melihat anak sekolah pria dan wanita yang duduk bersama di bus dan sama2 menggunakan rok, hehe..

Dari kejauhan, Edinburgh Castle tertutup kabut yang cukup tebal. Belum lagi ada beberapa kendaraan konstruksi berat sedang beroperasi. Kok jadi ga menarik begini ya keliatannya. Kami sudah beli ticket online untuk masuk hari ini, tgl. 5 Juni 2019 pukul 11 siang. Namun memang karena castle ini seringkali terganggu dengan cuaca buruk, maka tiket online nya berlaku hingga 2 hari ke depan dari tanggal tertera. Jadi masih bisa sampai tgl.7 Juni 2019. Dengan pertimbangan itu, kami memutuskan untuk menunda kunjungan kami ke castle hingga esok hari. Menurut ramalan cuaca sih, besok cuaca nya akan lebih bersahabat.

Edinburgh castle tertutup kabut putih

Dekat Edinburgh Castle, ada toko yang memasang iklan untuk foto dengan kostum tradisional Scotland. Lantai 1 nya toko souvenir yang luas sekali. Ternyata ini lantai paling atas dan lantai2 berikutnya ke bawah, bukan ke atas. Di lantai paling bawah itulah tempat studio fotonya. Ini satu2nya yang kami tahu di area Edinburgh, yang bisa melakukan foto dengan kostum Scotland. Biasanya memang kami berusaha mengabadikan foto kami berdua dengan kostum tradisional di negara yang kami kunjungi. Ternyata harga untuk foto adalah £20 per orang. Wah, mahal banget ya. Ga jadi deh.

Lunch Haggis dengan mash potato

Akhirnya kami keluar lagi untuk jalan2 mumpung hujannya sudah reda dan mencari makan siang. Jalan besar depan Edinburgh Castle itu namanya Royal Mile atau Old Town nya. Disusurin saja, banyak toko di kanan dan kiri jalan. Kami memutuskan makan di Café Edinburgh, yang di menu nya terdapat makanan khas Edinburgh yaitu Haggis. Mau tau apa itu Haggis ? Silakan browsing saja ya. Kami pesan Haggis Mash Gravy £9,95 dan Croissant Ham Cheese £5,5.

Setelah kenyang, kami jalan2 ke Princess Street Garden yang menghadap Edinburgh Castle. Di ujung taman ini ada Floral Clock yang sedang dipercantik. Setelah itu kami kembali lagi ke Scotland’s National Museum. Menyelesaikan banyak bagian museum yang belum sempat tadi pagi kami kunjungi. Kami sempat juga menyaksikan Millennium Clock, yang ada di area Discoveries lantai 1. Akan berbunyi musik yang panjang sekali setiap jamnya antara jam 11 hingga 16. Selain itu juga ada pergerakan2 begitu banyak patung2 yang terorganisir dengan rapi di setiap susunan jam besar tersebut. Keren banget melihat detail konstruksinya.

Kali ini kami puaskan diri untuk menikmati bagian Telekomunikasi, Transportasi, Robot yang semuanya memaparkan canggihnya teknologi di dunia ini. Belajar banyak deh di sini. Pas pulang naik bis, ternyata kami salah arah. Jadi nyasar sih tetep ya.. haha.. untung akhirnya sampai juga di area apartment untuk belanja bahan masakan.

Mampir di Aldi Store untuk beli ayam, kentang dan telur. Di situ ga jual soun (vermicelli), jadi kami membelinya di salah satu toko India dekat situ. Untung ada. Kami pernah juga masak soto ayam untuk host CS kami di Finlandia, malah pakai kwetiau karena ga ada yang jual soun di sana, hehe.. bisa baca di trip Finland. Untuk bumbu lain, kami mengandalkan bumbu instant sachet yang dibawa dari Indonesia. Oya, kami pun bikin nasi instan sebagai pelengkap.

soto ayam

Dinner soto ayam khas Indonesia

Ingo ternyata suka memasak dan suka makanan Asia. Dia mengikuti kami makan nasi dan soto ayam yang digabung semuanya. Untungnya dia suka dan soto ayam pun ludes. Syukurlah. Memang enak banget nih, makan kuah panas2 setelah seharian kena hujan. Habis itu ditutup pake buah anggur yang enak banget, hasil kami tadi beli di supermarket.

Day 12  (6 June 2019) : Calton Hill, Edinburgh Castle

Hari ini tidak hujan ! Walau masih berawan, tapi dengan semangat kami sudah naik ke Calton Hill pagi2. Lokasinya di ujung timur Princess Street dan masuk World Heritage UNESCO. Naiknya mudah dan banyak akses. Di atasnya ada beberapa bangunan bersejarah seperti National Museum of Scotland (untuk mengenang jasa para prajurit Scotland dalam perang Napoleon), the Nelson Monument dan beberapa bangunan lainnya. Dari atas bukit ini, kita bisa melihat Edinburgh 360 derajat dengan berbagai view seperti kota, laut, dan bukit di sekitarnya.

Calton Hill

Di seberang Calton Hill, ada Arthur’s Seat, dianggap sebagai gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Menurut Ingo untuk naik ke puncaknya dan turun lagi butuh waktu kurang lebih 3 jam. Wow. Menarik juga sih dan Ingo sangat menyarankan kami naik ke Arthur’s Seat, tapi karena keterbatasan waktu dan energi, kami skip deh kali ini.

Makin siang, cuaca Edinburgh makin cerah bahkan cenderung terik mataharinya. Tepat seperti ramalan cuaca. Kami pun langsung mengarah ke Edinburgh Castle.

Sebelum masuk Edinburgh Castle, kami akhirnya memutuskan untuk berfoto dengan kostum tradisional Scotland, di tempat yang kemarin sudah kami lihat. Memang mahal sih, tapi setelah dipikir2 dengan matang, kapan lagi. Anggap saja sebagai hadiah pernikahan kami yang ke-15. Oke dech.

Kami dilayani oleh cewe Italy yang ramah dan menyenangkan. Kami bayar untuk 2 orang dan akan dapat 2 pose (sesuai dengan jumlah orang) untuk dicetak dan dibawa pulang. Kalo mau mendapatkan semua foto dalam bentuk soft file, kita bisa beli USB yang berisi semua foto2 tersebut dengan bayar tambahan £10. Pinter ya cara dagangnya.

Ada beberapa pilihan kostum. Mau kostum prajurit, pelayan raja atau bangsawan. Tiga2nya beda motif dan warna. Hanya bisa pilih satu kostum. Yang warna merah, yang sering kita lihat ternyata warna untuk pelayan raja. Jeff pilih kostum prajurit Scotland yang dominan warna hijau tua dan Diana pun mengikuti, supaya serasi ceritanya. Ini jenis kostum yang dipakai oleh Mel Gibson di film Brave Heart (1995). Waktu pake kostum, ternyata beneran lho Jeff pake rok, rada2 merasa seksi begitu, haha.. lucu. Tapi karena pakai sepatu boot tinggi, jadi ga terlalu kelihatan juga sih kakinya.

Scotland’s traditional costume

Fotografernya, si cewe Italy itu benar2 profesional kerjanya. Dia yang banyak mengarahkan gaya. Ada yang lucu, ada yang serius, ada yang romantis, macem2. Durasi ganti kostum dan berfoto sektar 30 menit, jadi harus siapkan waktu yang cukup memang. Karena ada berbagai gaya unik, jadinya susah memilih 2 pose saja. Jadi ya.. akhirnya nambah paket USB lagi deh. Huhu…

Edinburgh Castle

Puas foto, kami ke Edinburgh Castle yang berdiri di atas bekas gunung berapi yang bernama Castle Rock. Bisa baca2 di https://www.edinburghcastle.scot/ Kali ini kami bisa melihat Edinburgh Castle dengan sangat jelas. Tiket online kami masih berlaku tanpa masalah. Ternyata, dari jalan masuk castle sampai ke pemeriksaan tiket itu cukup jauh. Jadi tanpa tiket, orang masih bisa masuk ke pelataran castle. Lumayan nih, buat yang ga mau bayar masuk castle.. jalan saja terus sampai ke perbatasan yang memang ada petugas tiketnya. Lalu foto2 di situ.

Edinburgh Castle & area one o’clock gun

Karena Edinburgh Castle adalah tujuan utama turis, sehingga castle yang tidak terlalu luas ini, penuh turis termasuk grup2 tour dari Indonesia. Ada banyak yang bisa dilihat seperti :

  1. St Margaret’s Chapel yang diyakini sebagai bangunan tertua di Edinburgh
  2. Mons Meg, canon yang melindungi castle dari serangan musuh
  3. Prisons of War Exhibition, Military Prison, Scottish National War Memorial
  4. Museum2 ttg Sejarah Keprajuritan Scotland : National War Museum, The Royal Scots Dragoon Guards Regimental Museum, Museum of the Royal Scots and the Royal Regiment
  5. The Honours of Scotland : The Scottish Crown Jewels, tempat mahkota yang lebih sederhana daripada yang di Tower of London
  6. Ada Dog Cemetery, makam para anjing2 milik tentara Scotlandia. Terhormat banget ya.
  7. Dan yang menjadi tontonan wajib yaitu The One O’Clock Gun, tradisi menembakkan meriam tanpa isi, yang sudah dimulai sejak tahun 1861. Acaranya berlangsung tepat jam 13 setiap harinya kecuali hari Minggu, Jumat Agung dan Natal. Tujuan awalnya adalah untuk set waktu bagi para pelaut. Menjelang jam 13, suasana di sekitar meriam sudah ramai dengan orang. Akhirnya kami mencari jalanan yang lebih tinggi untuk melihat. Sekitar 5 menit sebelumnya, sang penembak meriam sudah membawakan prolog yang tidak bisa kami dengar karena saking jauhnya. Tepat jam 13 terdengar dentuman mirip petasan terdengar, dan selesai. Iya gitu aja. Orang2 pun langsung bubar ha..ha… Kalo penasaran, di Youtube sudah banyak yang mengunggah videonya

Salah satu minuman lain yang terkenal di Edinburgh adalah Scotch Whisky. Nah di sini, ada toko penjual whisky dan bagi2 sample gratis nih. Whisky itu macam2 jenis dan kadar alkoholnya. Yang sampel gratis ini rasanya manis dan tidak tinggi kadar alkoholnya. Namanya Magnum. Lebih mirip minuman kesehatan, hehe.. Jeff doyan banget. Lumayanlah buat menutup perjalanan di Edinburgh Castle

Kami lanjut jalan2 di Princess Street, jalanan yang terkenal di kalangan turis untuk shopping. Tapi karena kami ga tertarik shopping, jadi akhirnya malah piknik di Princess Street Garden. Tiduran leyeh2 di rumput bawah pohon, di tengah cerahnya Edinburgh, sambil makan creme brulee (beli di supermarket), crackers, dsb. Dengan pemandangan Edinburgh Castle di atas bukit… mantap ! Ngikutin orang lokal nih ceritanya. Cara yang sangat menyenangkan mengakhiri di kota cantik Edinburgh ini.

Princess Street Garden

Untuk dinner kami beli makanan beku (lasagna dan sheperd’s pie) di supermarket yang tinggal dihangatkan di microwace. Enak dan praktis. Di apartment malam ini, topik pembicaraan kami dengan Ingo adalah tentang robot, bidang yang Ingo tekuni. Kami belajar bagaimana robot dibuat dengan menggunakan artificial intelligence. Hampir 3 jam dapat seminar gratis tentang robotic nih dari Ingo, haha.. seru.

Catatan trip Edinburgh-Scotland

FYI : Kata “Edinburgh” yang benar diucapkan dengan menganggap “u” menjadi “v”. Jadi bukan diucapkan “Edinberk” melainkan “Edenbrah”. Buat yang penasaran bisa coba buka youtube dan cari cara pengucapannya di sana.

Transportasi

Jalan2 di pusat kota Edinburgh bisa dengan jalan kaki. Ga usah naik bus karena justru bakal lebih lama waktunya karena nunggu bus, bus berhenti di stopan, dan kecepatan bus di pusat kota itu cuma bisa 5-10 km/jam. Mending jalan kaki kan ? Bus hanya berguna jika tinggalnya di kawasan pemukiman/pinggiran Edinburgh seperti kami.

Ada hal menarik tentang antrian bus di Edinburgh ini. Semua orang antri dengan tertib di halte bus yang kecil hingga mengular keluar halte. Masalahnya, orang ini antri tanpa kita bisa tau bus mana yang mereka akan naiki. Kami hampir ketinggalan bus yang seharusnya kami naik, gara2 ikutan antri tapi semua di depan kami ga mau naik bus yang ini. Jadilah kami segera keluar antrian dan lari masuk bus. Lain kali, kami lebih baik tidak antri. Jika bus datang, tunggu saja di arah lain sampai para penumpang naik, sesudahnya baru kami naik.

Menyebrang jalan juga sama seperti di London. Hampir semua orang tidak mengikuti lampu penyebrangan, jadi berdasarkan intuisi saja. Kalo jalan kosong ya nyebrang saja.

Karena keterbatasan waktu, maka kami hanya explore Edinburgh saja di Scotland. Jika ada waktu lebih, bisa lanjut explore area lain di Scotland karena sebetulnya alam nya bagus2, cuma ya cuaca nya itu yg memang kurang bersahabat alias dominasi mendung, hujan dan angin.

Bawah : Scotch Eggs

Makanan-Minuman

Yang khas adalah Haggis. Bisa dibeli di pub atau cafe dengan berbagai variasi menu. Intinya sih haggis itu seperti daging cincang burger gitu yang terdiri dari segala macam jeroan kambing. Jangan bayangin isinya, rasain aja dulu.. menurut kami sih kaya daging cincang burger biasa, hehe..

Scotch Egg merupakan makanan khas Scotland juga. Bisa dibeli di supermarket sebagai makanan beku yang tinggal di microwave. Berupa telur rebus dibungkus daging, dibalur dengan tepung dan digoreng. Kami coba dan menurut kami sih ga ada rasanya, haha..

Ada soft drink khas di sini yaitu Irn-Bru, sering disebut Scotland’s Other National Drink (after whisky). Sudah ada sejak tahun 1901. Dapat dengan mudah ditemukan supermarket2, baik dalam bentuk kaleng maupun botol plastik berbagai ukuran. Ada beberapa variant seperti Irn-Bru Energy, New Recipe, Sugar Free dll. Warna minumannya orange. Rasanya enak, segar dan bikin mata melek. Wajib dicoba.

Traditional Costume

Tartan identik dengan pakaian khas Skotlandia, padahal ini adalah nama dari pola garis vertical horizontal pada kain. Jadi seperti sarung di Indonesia yang kotak2 itu, bisa disebut tartan. Sedangkan kilt adalah adalah kain seperti rok yang menutupi tubuh bagian bawah. Nah, biasanya kilt ini bermotif tartan. Jeff pakai kilt ini saat foto kostum. Bisa lihat juga di film Brave Heart, tahun 1995. Aktor Mel Gibson memerankan William Wallace, seorang pahlawan Skotlandia abad 13 yang berperang melawan King Edward I dari Inggris. Dia pake kilt dan sporran, tas pinggang kecil yang dipakai pria dan ditempatkan di bagian depan pinggang

Day 13  (7 June 2019) : Edinburgh to York

Hari ini kami melanjutkan perjalanan ke York. Salah satu kota di Inggris yang letaknya di North Yorkshire, ada di antara Edinburgh dan London. Sebelum ke Edinburgh kami ke North Yorkshire juga, tapi tidak masuk ke kota York nya. Kami isi bensin full tank di Edinburgh sebelum jalan. Perjalanan non stop ke York sekitar 4 jam. Tapi seperti biasanya kami memilih menikmati perjalanan kami dengan santai. Apalagi rutenya menyusuri pinggir laut nih.

View road trip Edinburgh to York lewat A1

Sempat foto2 dengan background laut sebelum masuk perbatasan Inggris. Terus foto2 lagi di perbatasan. Makin mendekati York, cuaca makin mendung dan gerimis. Hujan lagi saudara-saudara….

Bersambung ke Part 6 : York & Finished !

Kisah trip sebelumnya di Part 4 : Cotswolds & North Yorkshire

Advertisements
Categories: 2015-2019, EUROPE, Scotland | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: