Advertisements

Europe : 3-20 May 2012 (part 4-Austria)

Day 8 : Vienna / Wien / Wina

Perjalanan menuju Vienna sangat menarik. Pagi2 kami sudah bisa melihat pemandangan alam yang cantik khas pedesaan Eropa dari jendela kereta. Asyiik.. cuaca cerah !

Train to Vienna

Train to Vienna

Pagi ini kami tiba di Westbahnhof Vienna. Wien atau Vienna adalah ibu kota Austria dan kota pertama yang kami kunjungi di negara Austria. Selama 2 malam di Vienna, kami akan menginap di rumah teman couchsurfing kami, namanya Ms. Margot. Ini pengalaman pertama kami menginap di rumah host CS. Kalau di Venice kan cuma jalan2 ditemani oleh CS member saja. Deg2an juga nih… bakal oke ngga yah host kami ini ?!

Rencananya kami akan bertemu dia nanti siang, sepulang dia bekerja.  Oke, jadi pagi ini kami titip koper dulu di locker stasiun, supaya bebas jalan2 seharian. Tidak lupa juga beli tiket kereta 48 hours pass, berlaku untuk 2 hari selama kami di Vienna, unlimited ride biar ga pusing. Harganya € 12.40 / pax

Tips : Toilet di train station itu bayar, jadi lebih baik sebelum turun kereta, ke toilet dulu yah 🙂

Westbahnhof

Westbahnhof

wien3Tujuan pertama adalah Schlos Schonbrunn, istana terkenal di Vienna. Kami tinggal naik train dari sebrang Westbahnhof ke stasiun Schonbrunn. Sangat mudah dan petunjuknya juga jelas. Di sini rata2 ada 2 bahasa, selain German juga Inggris. Nanti turun kereta, tinggal jalan mengarah ke istana yang ada di sebrang jalan. Ada bunga mawar cantik nih di pinggir jalan.

Karena tiba di pagi hari, istana ini masih sepi. Istananya besar dan halamannya sangat luas. Eksteriornya sih simple dan tamannya bagus tapi tidak fantastis, beda jauh dengan istana Versailles di Paris yang sangat mewah. Kami putuskan untuk masuk dulu ke dalam, karena makin siang pasti makin ramai. Katanya kalo pas summer, antrian bisa sampai ke pagar depan istana.. wuiih… beruntunglah kami hanya antri sekitar 20 orang.

Tips : Untuk beli tiket masuk Schlos Schonbrunn sebetulnya bisa juga lewat online, bisa pilih jam masuk juga. Tapi menurut kami, lebih baik beli langsung saja di tempat, asal datangnya pagi2. Jangan lupa memanfaatkan toilet gratis di dekat tempat beli tiket !

Schloss Schonbrunn

Schloss Schonbrunn

Setelah beli tiket, kami pun masuk dan mengambil audio guide, mirip walkman. Bisa pilih mau bahasa apa, ada German, Jepang, Inggris, Perancis, dsb. Kami sih pilih bahasa Inggris lah yang standard. Rasanya bahasa Indonesia ga ada deh.

Kami pun jalan menyusuri ruang demi ruang di istana tersebut. Di ruangan2 itu ada nomornya. Kami tinggal pencet nomor yang ada di walkman itu sesuai nomor ruangan, lalu nanti akan ada suara yang memberi penjelasan tentang ruangan tersebut. Mudah kan ?! Ada juga guide ruangan2 dengan versi tertulisnya, bisa dibaca juga.

Mau lebih mudah lagi ? Merapat ke group tour yang berbahasa Inggris atau Indonesia, lalu dengarkan tour guide yang memberi penjelasan, hehe… Biasanya malah kalo group tour Indonesia itu yang berminat dengerin guidenya sedikit. Rata2 pada duduk2 atau kelayapan sendiri. Jadi kami yang beruntung mendengarkan kisahnya, gratis lagi !!

Selama di dalam istana kita tidak boleh memotret. Jadi bayangin aja yah, sementara diceritain oleh walkman tadi tentang kebiasaan para raja dan ratu yang dulu tinggal di istana.

Halaman dan tamannya luaaaaasssss banget

Halaman dan tamannya luaaaaasssss banget

Selesai eksplore keliling istana, kami pun keluar ke arah taman di samping dan belakang istana. Luas banget. Jalan2 di situ butuh energy besar nih. Sebetulnya bisa naik sampai ke titik ujung paling puncak di atas bukit, namanya Gloriette. Tapi kami ga sanggup deh. Keburu pegel nih kakinya. Dari istana ke Gloriette itu jalan cepat bisa setengah jam lebih kali ya.

Neptune Fountain

Neptune Fountain

Mending menikmati taman di bawah aja, terus jalan sampe ke neptune fountain. Bisa mengitari fountain dan foto2 di belakangnya. Menarik. Kalo jeli, bisa lihat istana schonbrunn di kejauhan di belakang foto kami (dibalik tirai air). Cukup lah sampai sini saja, bisa lihat istana dari atas juga walau tidak setinggi gloriette. Ke sini aja jalan dari istana kami butuh waktu 30 menit (jalan santai).

atas : view dari neptune fountain

atas : view istana dari neptune fountain

Pas turun lagi ke bawah, sempat mampir ke pintu depan Zoo nya. Itu ada di sebelah kiri taman kalo dari atas. Masuk aja…nah.. di dekat loket bayar situ ada toilet gratis juga. Manfaatkan baik2 yah !! Sayang ga keburu waktunya, jadi ga bisa masuk zoo. Siang ini kami udah janjian ketemu Ms. Margot di Westbahnhof, jadi buru2 balik lagi deh ke train station.

Makan siang dulu yah… cari2 di westbahnhof aja biar gampang. Setelah liat2, pilihan jatuh pada Schnitzl’l Land yang ada di pojokan lantai 2. Pesan Wiener Schnitzhel nya dong… kan speciality nya Vienna. Ternyata porsinya besar dan lengkap juga, udah include fries+salad. Saladnya ada beberapa pilihan, kami pilih potato salad aja.

Yummy Austrian lunch !

Yummy Austrian lunch !

Tips : Makanan di Schnitz’l land Westbahnhof ini very recommended. Enak, mengenyangkan, lengkap, ga mahal dan strategis karena biasanya kalo pergi/pulang kan lewat station ini.

Akhirnya kami pun bertemu dengan Ms. Margot di sini. Dia bawa anjingnya juga, Bennie. Yup, di profile CS nya sudah diberitahukan bahwa dia punya anjing kesayangan dan tamunya harus siap kalo tidur 1 ruangan dengan anjingnya. Kami no problem karena memang penyayang anjing 🙂 Ms. Margot ini juga kerja sebagai pelatih anjing loh.. makanya kami berminat untuk belajar ilmunya juga sebagian, hehe..

With Ms. Margot + Bennie

With Ms. Margot + Bennie

Oke, sekarang kami pulang dulu sama2 ke apartment Ms. Margot untuk taro barang2. Jangan lupa ambil dulu koper2 di locker (yang tadi pagi dititipin). Ternyata apartment nya ga jauh dari Westbahnhof, jalan kaki sekitar 15 menit, strategis banget. Di Eropa anjing dianggap sama seperti manusia, jadi bisa dibawa2 naik train, masuk resto, dsb. Terbukti deh kami selama jalan bareng Margot pasti sama Bennie juga. Seru juga jalan2 bawa anjing kemana2. Ternyata si Bennie tidurnya sama Ms. Margot di kamar. Sedangkan kami di ruang tengah. Very comfortable apartment !

wien11Waktunya jalan2 keliling kota Vienna yang terkenal ini. Katanya kalo ke Austria ga ke Vienna tuh ga afdol. Coba kita buktikan. Untuk jalan2 kali ini selain ditemani Margot+Bennie, ternyata Margot mengajak seorang temannya bernama Christopher. You know what ? Christopher ini memang adalah seorang guide freelance yang biasa kerja di museum atau tempat wisata untuk turis. Kereeeen… Jadi selain bahasa Inggrisnya jago, dia betul2 tahu sejarah dari bangunan2 di kota Vienna ini.

Sebetulnya, Christopher ini justru join CS duluan daripada Margot. Dialah yang memperkenalkan Margot pada dunia CS. Ooh.. gitu toh ceritanya. Luar biasa kedua teman baru kami ini, sangat ramah dan menganggap kami seperti teman akrab. Gilee…. nginap gratis di lokasi strategis dan guide profesional gratis. Betul2 pengalaman menyenangkan dengan CS !!

Betul aja, begitu jalan ke pusat kota terlihat betul bahwa kota ini memang keren luar biasa. Bangunan2nya megah, dengan arsitektur yang menarik dengan ukiran2 dan patung yang sangat menonjolkan “art” nya. Selama jalan2, kami sering sekali ditawarkan tiket nonton orkestra. Iya, Vienna terkenal sebagai kota musik klasik. Jadi banyak yang mengejar untuk nonton kosert di sini. Dimana2 ada orang berkostum Mozart menawarkan tiket konsert yang harganya fantastis.

wien10

Tips : kata Christopher, kalo mau nonton konsert di Vienna lebih baik beli tiket di tempat resmi. Jangan yang ditawarkan di jalan2. Bisa palsu atau juga lebih mahal.

Patung/monumen penting di Vienna

Patung/monumen penting di Vienna :                       Goethe, Mozart, Strauss

Kami pun kali ini tidak sibuk memperhatikan peta, karena otomatis sudah diarahkan oleh Christopher, sang guide, hehe.. Ini ga enaknya kalo ada guide, kami ga ingat lagi rute yang dijalani karena ga ada proses mencari dan berpikir. Enaknya, kami diceritain semua sejarahnya dan diantar ke tempat2 yang mungkin kalo jalan sendiri kami ga sampe.

wien12

Sambil berjalan kaki menikmati kota yang penuh “seni” ini, kami sempat melihat ada street performance yang unik. Orang melayang dan hanya disangga pake 1 tongkat saja. Lihat di gambar kanan atas. Nah, banyak orang yang berdiri di seputarnya dan berusaha mencari “rahasia”nya. Hayoo… ada yang tahu ga ?!

Vienna city tour with Christopher :)

Vienna city tour with Christopher 🙂

Kami sempat diajak mampir ke toko yang jual macam2 coklat, candy, dsbnya merk “Manner” – Original Neapolitaner yang katanya khas dan asli produk2 Vienna, siapa tau kami mau beli oleh2. Masalahnya kalo kami beli snack begitu di sini, terus dibawa2 backpack sampe Belanda juga kayanya udah bonyok, hehe.. Hawa di sini panas banget loh. Akhirnya malah Cristopher yang beli coklat isi pisang. Kata dia enak banget.. kami pun ditawarin dan ya.. oke lah rasanya. Berhubung di Indonesia banyak pisang jadi ga terlalu spesial buat kami. Di sana pisang itu barang langka dan mahal.

St. Stephen's Cathedral / Stephansdom

St. Stephen’s Cathedral / Stephansdom

Ini yang sangat terkenal di Vienna : Stephansdom / St. Stephen’s Cathedral . Seperti layaknya kota2 besar di Eropa dimana pusat kota adalah katedral. Bagian luarnya sedang dibersihkan, jadi bisa dilihat ada yang bernuansa hitam dan ada yang sudah kinclong berwarna abu dan emas. Dinding itu menghitam karena terkena polusi udara, makanya perlu dibersihkan. Ternyata polusi udara tetap ada di Eropa walaupun ga separah di Jakarta. Kami masuk juga ke dalam dan bisa foto2, hanya karena gelap hasilnya yah terbatas.

Saat berjalan2 di city center Vienna, kami mampir ke taman kota dan Benny, anjingnya Margot masuk ke kolam air mancur yang ada di situ. Maksudnya supaya si anjing segar dan bisa minum. Wah, boleh ya seperti itu di Vienna. Keren !

wien15Sore itu kami menghabiskan waktu dengan duduk2 di Stadtpark, sebuah taman luas yang terbuka untuk warga kota. Di sini kami bisa memperhatikan tingkah laku warga Vienna di sore hari. Ada yang duduk2, baca koran, piknik, pacaran, hingga latihan break dance. Posisi duduk kami waktu itu menghadap ke arah sungai Danube yang kering, karena airnya surut banget hampir ke dasar. Hawanya memang cukup panas bagi kami dibandingkan kota2 Eropa lainnya yang sudah kami kunjungi sebelumnya.

Kami sempat ditawari oleh Cristopher untuk lanjut ke Belvedere, salah satu istana yang juga menjadi favorit turis. Tapi berhubung kaki Diana sudah lecet (gara2 salah pake sandal jepit), kami pun memutuskan untuk langsung makan sore saja.

Kami dibawa ke Naschmarkt, market dimana banyak tempat makan juga. Cukup terkenal di Vienna dan banyak pilihan café outdoor di sana. Kami mampir di satu tempat yang kelihatannya ramai. Minta rekomendasi makanan khas Vienna dan akhirnya kami coba bola kentang isi daging + sayur asin (acar). Wah.. rasanya ga cocok buat lidah kami. Aneh aja, ga enak gitu. Margot juga mengakui bahwa dia pun tidak menyukai makanan itu, tapi memang khas nya Vienna. Haha…

Selain itu ada semacam roti French yang keras dan ditaburi garam putih kasar yang asin banget. Yah lumayan sih, walau terlalu asin. Margot & Christopher pun memakan roti tadi dengan terlebih dahulu menyisihkan garamnya dengan pisau. Wah, berarti sebetulnya selera kita sama ya. Selama kami makan, Benny si anjing pun duduk manis di bawah meja.

Selesai makan, kami berpisah dengan Christopher  dan kembali ke apartemen bersama Margot untuk beristirahat. Besok kami rencananya mau main ke negara tetangga nih.

Day 9 : Bratislava, Slovakia

Saat kami bangun, Margot sudah tidak ada. Dia memang bilang mau pergi kerja pagi2 dan meninggalkan kunci apartment kepada kami. Jadi kami bisa bangun lebih siang dan langsung berangkat. Begitu juga jika kami pulang dan Margot belum tiba di apartment, kami bisa masuk dengan menggunakan kunci tersebut.

Hebatnya para member CS ini yah, mereka begitu percaya pada kami orang asing yang baru saja mereka jumpai. Meninggalkan kunci rumah pada kami dan kami bisa berada bebas di rumahnya yang kosong. Luar biasa !! Padahal rumah Margot ini berisi benda2 seni yang antik. Di dunia ini ternyata masih banyak orang yang memiliki “trust” terhadap orang asing. Inilah jiwa CS yang sangat kami hargai. Kami pun akhirnya terbiasa dengan “gaya” ini dan melakukan hal yang sama ketika ada member CS yang stay di rumah kami. Kami juga meninggalkan mereka di rumah kami saat kami harus pergi. This is circle of trust !

bra1Hari ini kami akan melakukan 1 day trip ke Bratislava, ibukota negara Slovakia. Dilihat dari peta, Slovakia sudah masuk ke dalam area Eropa Timur. Wah bakal jadi pengalaman seru nih. Bratislava dan Vienna merupakan sister city. Oleh karenanya di Westbahnhof kami membeli tiket Euregio di di train station Vienna, yang dapat dipakai untuk naik train pulang pergi Vienna – Bratislava serta 1 day public transportation di Bratislava. Harganya € 14 / pax.

Dari Westbahnhof kami naik train ke Sudbahnhof (train station di sebelah timur Vienna) dan lanjut naik train ke Bratislava Hlavna Stanica (train station Bratislava). Perjalanan dari Sudbahnhof ke Bratislava memakan waktu sekitar 1 jam.

Setibanya di Bratislava, atmosfer Eropa Timur mulai terasa. Wajah pria dan wanita di sini lebih ganteng dan cantik, hehe.. mirip para petenis pro yang ada di televisi. Pakaian2 orang2nya juga lebih sederhana, jadi akan terlihat berbeda dengan yang turis. Dari train station kami naik bis ke arah kota.

Pusat kota yang dipromosikan menjadi salah satu tujuan utama turis ternyata kecil sekali. Jalan kaki saja cukup. Banyak gedung2 tua, tidak banyak toko makanan maupun souvenir. Souvenir ada dijual di satu sudut kota, harganya lumayan mahal2 di sini.

Nice little town !

Nice little town !

Yang menarik perhatian kami adalah pertemuan dengan beberapa rombongan anak muda yang berjalan kaki keliling pusat kota sambil memainkan macam2 tetabuhan dan membawa foto salah satu rombongan tersebut. Kayanya rombongan tersebut adalah anak muda Vienna yang main ke Bratislava untuk bachelor party. Ramai banget jadinya. Oya, ada patung pekerja yang muncul dari bawah jalanan melalui gorong2. Terkenal nih, foto dulu ah.. Ada juga restoran paparazzi yang dilengkapi patung paparazzi sedang memotret dari balik tembok. Menarik juga nih kotanya.

bra2

Untuk makan siang, kami memilih makan pizza di satu tempat yang terlihat cukup ramai. Karena porsinya kecil dan belum kenyang, kami lanjut makan hot dog. Lucu juga nih, rotinya dibolongin pake alat tusuk, lalu saos tomat dan sosis dimasukkan ke bolongan tersebut. Sempat beli ice cream juga untuk menyegarkan diri di tengah hawa Bratislava yang panas. Hm.. ice cream Venice jauh lebih enak !

bra4

Dari pusat kota, kami berjalan kaki naik bukit kecil menuju Hraad Castle yang terkenal itu. Butuh perjuangan ekstra untuk naik ke atas karena cukup jauh dan menanjak. Cape juga nih.

???????????????????????????????

bra5

Sesampainya di atas hanya ada 1 café dan 1 trasure room  di dalam castle yang bisa dikunjungi. Bagian dalam castle tertutup untuk public. Yang bisa dikagumi adalah arsitektur dari castle dan pemandangan  kota Bratisalava.

bra6

bra7

 

 

 

 

 

 

 

Turun dari Castle, kami cukup menikmati perjalanan, iyalah.. jalanan nya kan menurun, jadi enteng. Ga kayak pas naik tadi. Jalanan yang ditempuh pun berbeda. Jadi bisa lihat bagian lain dari kota Bratislava yang cukup sepi.

bra8

Dari Bratislava kami kembali ke Vienna dan memutuskan untuk main ke perbukitan di Vienna utara, Kahlenberg, yang katanya bagus. Dari station kami naik bis sesuai rute, tapi ternyata belum sampai tujuan seluruh penumpang disuruh turun. Nah loo.. kenapa ya ? Oh, ternyata memang bis ini tidak sampai terminal akhir. Jadi penumpang yang mau sampai ke terminal akhir harus turun dan tunggu bis lain untuk meneruskan perjalanan.

Out of city center

Out of city center

Cuma karena kami ga ngerti (soalnya semua bicara pake bahasa German), jadinya pas disuruh turun ya kami jalan2 aja di tempat kami diturunkan. Hehe.. Nampaknya daerah ini merupakan daerah pemukiman orang2 yang cukup kaya terbukti dengan rumah dan mobil2 mewah yang banyak parkir di sepanjang jalan.

Kami menemukan jalan setapak menuju ke dalam hutan di pinggiran perumahan. Sampai di ujung perjalanan, kami tiba di area yang luas mencakup perkebunan anggur, club house, dan lain2. Kami juga melihat pemandangan kota Vienna dari atas sini. Menarik juga.

Karena sudah sore, kami pun bergegas kembali ke pusat kota. Ga jadi naik terus sampai ke terminal akhir yang tadinya merupakan tujuan kami. Takutnya nanti susah lagi cari bis nya. Di kota, kami mampir lagi ke westbahnhof dan makan Cordon Blue di Schnitz’l land. Enak !

Di salah satu toko di Westbahnhof, Jeff beli kaos kaki soalnya murah banget. Bener aja, ternyata label harga di kaos kaki dan di kasir berbeda ! Yang kami tau, yaitu yang tertempel di kaos kaki dan murah banget itu salah tempel. Tapi inilah hebatnya orang sana. Kasirnya mengakui kesalahan mereka dan memberikan harga yang termurah yaitu yang tertempel di barang. Hore, dapat kaos kaki murah, beruntung sekali !

Hari ini kami akhiri dengan istirahat yang sangat nyenyak karena kami kelelahan. Apalagi besok sudah harus pindah kota lagi.

Day 10 : Salzburg, “Sound of Music” city

Setelah pamitan dengan Margot, kami mencari sarapan di Westbahnhof. Pilihan kami pagi ini jatuh pada donut yang super gede ukurannya, cheese cake dan apple strudel (khas Austria). Donut dimakan di station, cheese cake di train dan apple strudel nya dibekal saja untuk nanti di Salzburg.

Vienna to Salzburg

Vienna to Salzburg

Hari ini kami naik train “railjet” selama 2,5 jam menuju Salzburg. Sudah booking jauh-jauh hari dari internet agar dapat harga promo € 19 / pax. Di tengah perjalanan hujan mulai turun, sesuai dengan ramalan cuaca yang kami pantau sebelumnya. Setibanya di Salzburg, kami disambut dengan hujan lebat dan angin kencang. Bener2 dingin. Di station beli dulu 24 hour pass untuk transportasi di Salzburg. Harganya € 4.20 / pax. Hitungan 24 jam dihitung dari pertama kali dibeli.

train station Salzburg

train station Salzburg

Kami naik bis ke arah F-Hanutz platz dan berteduh dahulu. Makan bekal apple strudel. Enak apple strudelnya ! Apalagi dimakan pas cuaca dingin2 begini. Karena kami ga bawa payung atau pun jas hujan, jadinya tidak bisa leluasa bergerak. Tiba di F-Hanutz platz, kami beli kebab yang menghangatkan sekalian menunggu hujan reda. Di sini orang2 juga berbahasa German. Yang jual kebab ga ngerti Inggris, jadi pake kode2 tangan saja. Kebabnya mantap !

sal2

Wah, ternyata huja tidak reda nih. Kami sempat memaksa jalan2 di sini tapi sulit juga di tengah guyuran hujan. Padahal daerahnya cantik,banyak jalan setapak yang penuh toko2 souvenir. Kami pun lanjut naik bis ke area Mirabell garden. Nah, di sini hujan sudah reda, jadi bisa menikmati taman ini dengan cukup leluasa.

Mirabell Garden

Mirabell Garden

Wah lagi ada pasangan pengantin yang berfoto rupanya. Taman Mirabell ini terletak di halaman gedung walikota dan dewan kota ( untuk melakukan catatan sipil). Pantas saja banyak pasangan yang setelah menikah di gedungnya, langsung foto2 di sini.

Taman ini adalah tujuan utama Diana, karena terinspirasi dari film favoritnya “Sound of Music”. Sebetulnya kota Salzburg pun ingin dikunjungi gara2 film itu. Tidak hanya Diana, tapi banyak sekali turis datang ke Salzburg gara2 film musical tersebut.

I'm here !

I’m here ! Dream come true !

Kami langsung foto2 di taman ini, mumpung tidak hujan. Banyak bunga2 cantik. Kami membayangkan adegan demi adegan film yang pernah dibuat di sini. Apalagi taman ini merupakan lokasi ketika Maria dan anak2 Von Trap bermain, menari dan bernyanyi bersama. Rasanya ga percaya bisa berada di tempat lokasi shooting film musical yang dari kecil berulangkali ditonton oleh Diana.

sal5

sal6

 

 

 

 

 

 

 

Kami harus mengakhiri kunjungan kami di Mirabell Garden karena sudah waktunya mengikuti tour Sound of Music. Banyak agent yang menawarkan tour Sound of Music di kota Salzburg ini. Kami memilih yang katanya “original”, yaitu panorama tour dan sudah memesan tour ini melalui internet. Harga tour ini lumayan mahal € 37 / pax. Tapi buat fans Sound of Music yah it’s a must !

Sound of Music tour

Sound of Music tour

Jam 2 siang bus pun berangkat. Isi bus penuh juga. Isinya turis dari berbagai negara. Kami beruntung naik duluan ke bis, jadinya bisa duduk berdua, dekat jendela dan di baris depan sehingga bisa lihat pemandangan di depan bus. Tour guide nya menyenangkan dan kocak. Dia menceritakan fakta2 menarik di balik pembuatan film Sound of Music.

Kami dibawa ke luar dari kota Salzburg, ke area Salzkammergut. Selama di bis, hujan terus turun. Jadi view danau dan gunung di perjalanan tidak terlihat (tertutup kabut. Wah, sayang banget.. padahal view nya spektakuler kalo saja matahari bersinar. Yah, tapi dalam setiap perjalanan traveling, we can’t have it all. Ada saja beberapa bagian yang tidak sempurna. Apalagi masalah cuaca, dimana kita tidak bisa melawan alam.

sal8Stop pertama adalah lokasi belakang rumah Von Trap yang ada danaunya. Leopoldskron castle. Buat penggemar Sound of  Music pasti masih ingat adegan Maria & anak2 tercebur di danau belakang rumah kan ? Nah, ini settingnya.

Ceritanya, rumah inilah yang akan menjadi lokasi shooting film sebagai rumah Von Trap. Tetapi yang punya rumah keberatan jika isi rumahnya digunakan untuk shooting. Akhirnya karena pihak Holywood sudah jatuh cinta pada rumah ini, maka mereka memutuskan untuk membuat tiruannya di studio Hollywood, persis seperti aslinya. Shooting pun dilakukan di studio Hollywood, bukan di rumah ini.

Stop kedua adalah di Pavillion tempat shooting anaknya Von Trap pacaran. Yang nyanyi : I’m sixteen going on seventeen trus dansa2 di rumah kaca pas hujan lebat malam hari. Nah, ini dia rumah kacanya. Tadinya gazebo/pavillion ini adanya di halaman Leopoldskron castle. Tetapi karena banyak penggemar film yang suka masuk ke gazebo ini dan dansa2 di dalamnya,  akhirnya sang pemilik merasa terganggu dan memindahkan lokasi gazebo ini ke tempat dimana sekarang kami kunjungi. Jadi sekarang khusus untuk bisa dilihat turis dan gazebo ini dikunci, jadi kami tidak bisa masuk ke dalam.

Stop ketiga adalah di desa Mondsee. Di sini ada katedral yang dipakai shooting sebagai tempat Maria menikah dengan kapten Von Trap. Kami pun masuk ke dalam katedral ini.

sal9

Kalo biara yang dipakai shooting sebagai tempat suster2 teman2 Maria dahulunya itu letaknya di Salzburg dan tidak boleh dikunjungi turis karena masih berfungsi sebagai biara aktif. Kami juga sempat berjalan2 explore desa Mondsee yang cantik ini, sayang karena masih dibawah gerimis hujan jadi kedinginan lah kami.

Mondsee

Mondsee

Saat di akhir perjalanan kembali menuju kota Salzburg, kami bisa melihat bagian depan rumah yang dipakai untuk shooting film, yaitu Frohnburg castle. Jadi bagian depan dan belakang rumah ternyata bukan rumah yang sama. Kondisi dalam rumah pun shooting nya di Amerika, luar biasa yah kesulitan membuat film ini. Bis tidak bisa melewati jalanan depan rumah, karena memang ditutup untuk kendaraan. Jadi kami hanya bisa melihat dari jarak jauh saja.

with Maria, our CS host in Salzburg

with Maria, our CS host in Salzburg

Selesai tour, kami pun menunggu Maria, CS host kami di Salzburg. Hihi, namanya Maria juga seperti di film. Dalam kondisi hujan, basah dan kedinginan, kami pun menunggu di halte dekat situ. Begitu melihat Maria datang membawa payung, rasanya senang banget !! Dia sengaja datang dari rumahnya untuk jemput kami. Tadinya kami mau dibawa jalan2 muter2 kota Salzburg, tapi karena hujan, maka kami pun memutuskan untuk langsung pulang saja ke rumah Maria. Udah ga tahan dengan dingin karena hujan dan angin yang kami rasakan sepanjang hari. Selain itu, temperature udara di Salzburg memang lagi dingin, sekitar 10 derajat celcius.

Kami pun mengikuti Maria naik bis ke arah rumahnya di pinggiran Salzburg. Maria tinggal bersama boy friend nya, tapi kami tidak banyak chat karena dia lagi kerja.  Untuk sehari-hari mereka berbahasa German. Malam ini Maria memasak buat dinner kami, Diana bantu2 dikit sesuai instruksi, hehe.. Nama makanan khas Austria ini adalah Kāsespātzle. Lalu kami juga makan bean kalengan, kacangnya besar dan hitam – rasanya enak ! Jeff pun membantu untuk cuci piring karena di rumah Maria tidak ada dishwasher.

Malam ini kami banyak ngobrol dengan Maria, mulai dari perbedaan culture di antara kami, tentang Indonesia, tentang agama, macem2 deh. Maria pikir Indonesia itu negara yang seperti hutan, jadinya kalo turun dari Bandara di Jakarta dan di daerah rumah kami tinggal, dia pikir bakal ketemu monyet, ular, dsb. Haha.. Maklum saja, Indonesia memang tidak terkenal buat orang Eropa dan dianggap negara tertinggal. Bahkan teman2 Maria sempat bingung ketika Maria mau menerima kami (orang Indonesia) sebagai guest di rumahnya.

Day 11 : From Salzburg to Innsbruck

Pagi ini kami breakfast roti di rumah Maria. Thanks a lot for your hospitality ! Jam 8 pagi kami sudah cabut dari rumah ke arah kota, karena kami berencana mau ikut ibadah di gereja. Ya, ini kan hari Minggu, jadi mau merasakan ibadah di katedral besar di Salzburg. Bersyukur, hari ini cuaca cerah. Tidak hujan seperti kemarin.

sal3

sal12

Kembali ke F-Hanutz platz, pusat keramaian. Akhirnya kami bisa juga menikmati lorong kecil kota ini dengan santai. Hari Minggu toko2 tutup, tapi kalo toko souvenir sih buka. Jadi yang ramai yah turis saja di sini. Kami beli Mozartkugeln khas Salzburg. Enak ! Coklat bundar dengan isi marzipan. Kami pun akhirnya beli beberapa bungkus kecil yang isinya Mozartkugeln mini untuk oleh2 karena khas Salzburg. Menurut kami yg mini campuran marzipan nya lebih pas daripada yang besar (terlalu banyak marzipan nya).

sal14

sal13

Pusat kota Salzburg sangat khas dan menyenangkan untuk dinikmati dengan berjalan santai. Bangunan2nya unik. Lorongnya tidak sesempit Venice, tapi cukup kecil karena hanya diperuntukkan untuk orang yang berjalan kaki.

Kami sempat “nyasar” juga memasuki area kuburan di belakang katedral. Mirip seperti kuburan di biara yang ada di film Sound of Music. Ada makam yang dikerangkeng besi. Rapi juga nih areal ini, ga berkesan suram sama sekali. Malah bunga2nya cantik.

sal15

Kami menuju ke arah bukit untuk bisa melihat pemandangan kota. Tidak bisa sampai atas, tapi cukuplah untuk melihat atap, kubah dan menara yang menjulang. Pemandangan ini sangat khas, mengingatkan pada beberapa shot film Sound of Music.

sal16

Jam 10 kami ikut kebaktian di Dom-kirche (katedral utama Salzburg). Banyak juga turis yang masuk dan duduk di pinggir. Selama kebaktian, katedral tertutup untuk turis. Kebaktiannya pake bahasa German, jadi kami jelas ga ngerti. Tapi melakukan ibadah dengan bahasa lain membuat kami sungguh bisa lebih memahami ke-Maha-Esa-an Tuhan. Bayangkan saja, dari bangsa dan bahasa yang berbeda, tapi menyembah Tuhan yang sama. Luar biasa ! Pada saat kotbah, kami pun terpaksa keluar karena kami masih harus melanjutkan perjalanan ke kota lain.

Di depan gereja inilah Diana “terpaksa” harus rela untuk menggunakan toilet berbayar. Ini karena Diana sedang haid cukup banyak dan harus ganti pembalut. Jadi mau tidak mau harus sekarang, tidak bisa menunggu nanti di toilet kereta yang gratis.

Dari sini kami naik bis ke Mirabell Garden untuk kembali foto2 di area yang kemarin belum sempat difoto.

sal17

Sebentar saja sudah cukup, kami pun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke arah stasiun. Supaya bisa merasakan suasana kota Salzburg dengan lebih natural. Kira2 10 menit kemudian kami sudah sampai di stasiun.

sal18

Sambil menunggu kereta yang akan membawa kami ke Innsbruck, kami lunch Burger King yang ada di stasiun. Ada menu nugget dan bisa pilih saosnya. Kami mencoba saos curry, seru juga nih rasanya !

Jam 1 tepat, kereta kami berangkat. Perjalanan memakan waktu 2 jam. Kami sudah book juga train ini lewat internet. Harganya cuma € 9 / pax karena dapat harga promo. Pemandangan sepanjang jalan sangatlah menarik. Masuk ke arah innsbruck sudah terlihat gunung2 alpen yang menawan di sekitar rumah penduduk. Tiba di Innsbruck cuaca agak mendung.

Salzburg to Innsbruck

Salzburg to Innsbruck

Turun dari kereta, kami masih bingung karena belum ada respon dari sms yang kami kirimkan ke host kami di Innsbruck : Ms. Utia (kenalan dari milis Indobackpacker). Ms. Utia ini juga member CS sebetulnya, tapi belum terlalu aktif. Beliau dapat beasiswa dari UGM untuk study di Innsbruck, asyik yah !

with Ms. Utia : explore Innsbruck

with Ms. Utia : explore Innsbruck

Lagi bingung2, eh.. tiba2 ada yang nyamperin dan tanya “mbak Diana yah ?”, waduh.. ternyata Ms. Utia sudah jemput. Senangnya ! Rupanya sms kami malah tidak diterima oleh beliau. Jadi karena memang sebelumnya sudah janjian, ya beliau langsung jemput saja di stasiun. Trus tinggal cari aja orang Indonesia yang celingak celinguk, haha..

Kami pun berjalan menuju apartment Utia, tempat dia tinggal bersama dengan beberapa teman pelajar Indonesia yang lain. Kota Innsbruck sepi sekali, mungkin karena hari Minggu yah. Setelah taro barang2, kami memutuskan untuk jalan2 naik bis ke bukit. Dari situ bisa lihat view kota Innsbruck. Oke, Utia pun memandu kami. Pemandangan selama perjalanan di bis cukup seru dan menarik. Kami sempat melewati gang kecil yang rasanya bus hampir2 tidak muat.

Tiba di atas ternyata pemandangan agak tertutup kabut, jadi ga terlalu jelas. Ya, tadi dari kota pun sebetulnya puncak gunung2  tidak terlihat jelas karena tertutup awan. Lagi mendung sih. Padahal Innsbruck terkenal sebagai kota cantik dimana kita bisa melihat gunung saat berada di tengah kota.

Ada museum cable car juga di atas sini, jadi bisa sekalian lihat2. Memang ke atas sini bisa juga naik cable car, tapi harganya lumayan mahal. Jadi kami foto2 aja dengan background cable car yah 🙂

Thx Ms. Utia for taking this picture :)

Thx Ms. Utia for taking this picture 🙂

Setelah puas foto2 di atas, kami pun turun lagi ke kota. Lanjut explore Innsbruck sambil di-guide sama Utia. Pas lagi jalan2 di dekat sungai, tiba2 Jeff merasa kepalanya kejatuhan sesuatu yang hangat. Pas dipegang ternyata itu kotoran burung. Haha… memang di situ banyak burung terbang. Jadilah Diana sibuk membersihkan rambut Jeff pakai tissue basah sambil tertawa bersama2 dengan Utia.

inn3

Bangunan di kota Innsbruck memang cantik arsitekturnya. Di beberapa spot ada patung Tuhan Yesus untuk kaum Katolik berdoa. Di beberapa spot lain ada kotak berisi kantong untuk kotoran anjing. Bisa diambil gratis. Rupanya supaya pemilik anjing yang suka ajak anjingnya jalan2 bisa menjaga kebersihan kota. Jadi kalo anjingnya pup, pemilik bertanggung jawab untuk mengambil kotorannya dengan plastik ini dan membuangnya di tempat sampah. Great !

inn4

inn5

 

 

 

 

 

 

 

Nah, di gambar yang kiri bisa kelihatan kan lorong jalan yang sempit di antara 2 bangunan. Itulah jalan dimana bis yang tadi kami naiki menuju puncak bukit itu berjalan. Kebayang yah pas2annya. Di gambar kanan bisa terlihat ada hotel yang dikunjungi oleh tokoh2 dunia dan nama tokoh2 tersebut diukir di batu granit di bagian luar hotel. Yang terakhir diukir adalah Sultan Hamengku Buwono X dari Yogyakarta pada tahun 1999. Wah, keren yah !

Setelah berjalan2 dan mengantar kami ke dekat Golden roof, Utia pamit pulang duluan. Dia mau siap2 menghadiri acara di KBRI malam ini. Ternyata pas ada kunjungan Ibu Megawati ke Innsbruck. Jadi kami lanjut jalan2 dan Utia sudah menitipkan kunci apartment kepada kami. Kalau kami pulang tinggal masuk saja sendiri karena apartment pasti masih kosong. Mereka kemungkinan akan pulang dari KBRI malam hari.

Kami pun menuju Golden Roof, icon nya Innsbruck. Ternyata lagi ditutup karena renovasi. Rupanya atap emas itu baru saja dicuri orang. Astaga ! Karena terbuat dari emas betulan, ada yang nekad ngambil juga yah. Kacau ! Yaa… jadinya kami foto dengan selubung kain gambar golden roof deh. Sedih juga.

inn6

Utia sempat bilang bahwa daging ham/spek di Innsbruck terkenal enak. Maka kami pun coba membelinya. Wah, ternyata memang enak banget, crispy ! Thanks buat rekomendasinya yah. Kami sempat mampir juga ke toko Swarosvski yang ada di Innsbruck. Di Salzburg juga ada sih, tapi kami ga sempat masuk. Swarovski ini memang original dari Austria.

inn7

Kami menjelajah kota yang sepi dengan bangunan yang unik dan pemandangan yang menakjubkan. Selain foto2 dan jalan2, yah ga bisa ngapa2in juga karena memang toko2 banyak yang tutup. Kotanya memang kecil.

inn8

Kota kecil yang cantik ini betul2 keren. Menyenangkan berjalan2 di antara gedung2 kuno dengan background gunung salju.

inn9

Setelah puas jalan2, kami pun balik ke apartment Utia. Betul saja, apartment nya kosong, semua pelajar rupanya ke KBRI. Kami pun lalu mandi dan makan bekal yang sudah kami beli di perjalanan. Serasa yang punya apartment aja nih, luar biasa. Kami pun memutuskan untuk tiduran di kamar Utia (yang tadi sore sudah dipersilakan) karena lumayan lelah dan mengantuk.

Day 12 : Going to Swiss

Sekitar jam 12 malam Ms. Utia baru tiba di rumah. Kami sempat bangun dan setelah ngobrol sebentar kami kembali tidur. Betul2 kunjungan yang singkat di Innsbruck ini, hanya 12 jam, karena jam 3 subuh kami sudah harus keluar dari apartment dan menuju ke train station.

Memang tadinya kami mau menginap di stasiun saja, jadi janjian sama Utia untuk nemenin jalan2 di kota Innsbruck. Tapi rupanya Utia menawarkan untuk stay di apartment dia walaupun subuh2 kami sudah harus ke stasiun. Jadilah jam 3 subuh kami terpaksa membangunkan Utia untuk berpamitan. Sorry ya mbak, malam ini tidurnya jadi kacau.

Jalan kaki ke train station jam 3 pagi betul2 pengalaman tersendiri. Udara dingin banget, hari masih gelap dan situasi jalan sangat sepi. Stasiun pun sangat sepi, hanya ada beberapa orang calon penumpang saja. Tidak sampai 10 orang. Jadwal train dari Innsbruk menuju Zurich adalah pk.03.40. Kami sudah book melalui internet dan dapat harga promo € 24 / pax.

Akankah kami berhasil menuju Swiss ?

Innsbruck to Swiss ?

Sambil menunggu train, kami mendengar pengumuman bahwa train ke Zurich akan segera tiba. Tapi bukan di jalur tempat kami menunggu (yang sesuai papan pengumuman). Karena bingung, ada beberapa orang penumpang (termasuk kami) yang berpindah jalur setelah mendengar pengumuman itu. Betul saja, kereta ke Zurich datang di jalur yang baru ini. Kami pun masuk dan mencari nomor seat sesuai lembar booking. Memang untuk perjalanan ini kami sudah booking train nya melalui internet sejak kami di Jakarta untuk bisa mendapatkan harga promo. Kok ga ketemu yah ? Nomornya lain. Tapi karena keretanya sepi, ya cuek aja lah. Duduk saja di tempat yang kosong.

Hm.. sambil nunggu train berangkat, kok rasanya hati ini ga yakin yah. Kami pun bertanya pada penumpang di sekitar kami, apakah betul ini train ke Zurich ? Semua menjawab betul. Ya sudah lah, berarti betul. Ga ada kondektur juga sih di situ, jadi kami ga bisa tanya sama petugas resmi.

Train belum jalan, kami sedang memandang ke luar jendela. Tiba2 Jeff melihat ada train yang masuk ke jalur tempat kami awalnya menunggu. Train yang baru masuk itu nomor keretanya (di body train) ternyata sama dengan yang ada di lembar booking kami. Ya ampun… Kami SALAH NAIK KERETA !!

Begitu sadar, kami langsung berpikir bahwa jika kami keluar kereta, nyebrang ke jalur tersebut lewat tunnel di bawah tanah dan berusaha naik kereta itu, bisa saja tidak keburu. Bahkan lebih fatal lagi jika kami sudah tertinggal kereta yang benar dan berusaha naik lagi ke kereta ini, dan ternyata tidak keburu lagi. Karena kereta yang ini pun tampaknya sudah akan jalan.

Akhirnya kami hanya bisa melongo dengan sangat sesak hati melihat kereta yang kami booking itu pergi meninggalkan stasiun. Kami pasrah dan bertahan di kereta yang kami naiki sekarang ini dengan harapan akan tetap bisa membawa kami ke Zurich, stasiun yang kami tuju. Apakah betul kereta kami ini akan menuju Zurich, Swiss ? Hati ini sangat deg2an membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Apalagi kami belum pernah punya pengalaman salah naik kereta selama ini.

Bersambung ke part 5

Lihat sebelumnya di part 3

Advertisements
Categories: 2004-2014, Austria, EUROPE, Slovakia | Tags: , , , , , , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Europe : 3-20 May 2012 (part 4-Austria)

  1. Travel To Cuba

    I am actually happy to glance at this blog posts which
    consists of lots of valuable data, thanks for providing such
    information.

  2. Great post. I was checking constantly this blog and
    I’m impressed! Very helpful information particularly the last part 🙂 I deal with such information a lot.
    I was looking for this certain information for a long time.

    Thank you and good luck.

  3. Putri

    Di, mana part 5-nya ^___^

    Seruu, udah kebayang deh nanti JJS ke sana. Thankiesss 🙂

  4. Wowww! Pemandangannya bagus dan ceritanya detail sekali. Hopefully I can visit Austria in the near future. Thanks for sharing.

    • It’s our pleasure. Senang juga membaca blog Firsta tentang Indonesia. Dengan traveling ke luar negri, kita akan menyadari betapa cintanya kita pada Indonesia ini : Home sweet home 🙂

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: