Advertisements

Perlengkapan Winter untuk Suhu Minus Ekstrim di Harbin-China

Kali ini Diana mau sharing pengalaman nya dalam menghadapi musim dingin di Harbin dengan suhu minus (subzero) yang ekstrim sampai double digit, yaitu sekitar minus 20 derajat celcius. Brrr… Lebih dingin dari freezer. Katanya jika lagi “parah”, dingin nya bisa sampai minus 38. Waduh, ga kebayang !

Yang nulis postingan ini cuma Diana sendiri, karena Jeff memang ga ikut mengalami suhu minus ini. Soal kenapa Jeff ga ikutan, ceritanya nanti di postingan berikutnya saja ya. Postingan ini khusus membahas masalah perlengkapan “perang” untuk winter.

Jadi kota Harbin di China itu memang terkenal dengan suhu musim dingin yang ekstrim. Tidak semua winter sebetulnya bersuhu minus. Contohnya Shanghai-China dan Tokyo-Jepang saat winter paling berkisar di 1-10 derajat celcius. Tidak bersuhu minus. Kalo mau cari suhu minus biasanya di kota atau dataran yang lebih tinggi, ski resort, dsb. Seoul-Korea saat winter kadang bisa mencapai suhu minus 5 dan Beijing-China bisa mencapai suhu minus 8, tapi tidak sampai double digit, alias tidak lebih dingin dari minus 10 derajat. 

Nah, untuk menghadapi suhu dingin sampai minus di atas 10 derajat, tentu saja persiapan nya tidak bisa main-main. Apalagi untuk orang tropis seperti kita yang tinggal di Jakarta-Indonesia, dimana suhu sehari-hari berkisar di 25-30 derajat. Nah, bayangkan.. beda 45-50 derajat kan itu. Wow ! Pengalaman yang seru pastinya.

Oke, kita langsung mulai bahas perlengkapan perangnya yah :

1. PAKAIAN

Jacket winter Diana

Untuk suhu winter ekstrim, pakaian HARUS berlapis2. Jangan kira bisa menggunakan hanya 1 kaos dan 1 jacket. Mau setebal apa pun kaos atau jacket nya ga akan bisa menahan dingin nya udara. Ini saya bicara manusia tropis secara umum ya. Memang ada yang bisa hanya pakai kaos saja menembus suhu minus 15, luar biasa yah, tapi biasanya itu hanya untuk sementara-tidak sampai 15 menit di udara terbuka. Untuk suhu minus 20, saya – orang Jakarta yang tidak terlalu tahan dingin- pakai 4 lapis pakaian (bra paling dalam tidak dihitung ya, hehe..) :

  • Long john heat-tech uniqlo lengan panjang yang tipis dan ketat, nempel tubuh
  • Baju rajutan/wool turtle neck atau kalo mau lebih hangat bisa pakai turtle neck heat-tech nya uniqlo
  • Sweater, lebih bagus yang bahan fleece (yang agak berbulu dalamnya). Saya beli ini di decathlon sekitar 100 ribuan.
  • Jacket anti air dan tahan angin, saya beli yang campuran down dan feather (bulu angsa), dengan komposisi down 90% dan feather nya 10%. Beli merk Calvin Klein di FO Publicity PIK harganya 600 ribu. Saya beli karena murah, di tempat lain yang bulu angsa bisa sampai jutaan. Kalo bisa pake jacket yang panjang sepaha/selutut (jangan sepinggang saja) dan ada hood (tudung kepala).

Ini sudah hangat dan sama sekali ga berasa dingin. Sebagai perbandingan, mama saya usia 69 tahun pakai 5 lapis pakaian. Jacket paling luarnya komposisi down 80% dan feather nya 20%. Lebih hangat dari yang saya punya, lebih tebal, dan lebih berat. Ini jaket pinjaman dari teman SMA saya. Terima kasih banyak Mrs. Noni buat pinjaman jaketnya. Keren jacketnya pake bulu2 di kepala 😉 Jadi memang kalo mau beli jacket, jangan cuma cek bulu angsa atau bukan, tapi lihat komposisi nya.

Kalo sudah punya jacket tebal dan ga mau beli baru yang bulu angsa juga ga masalah sebetulnya. Papa saya 70 tahun pake 4 lapis pakaian : 2 long john + sweater + jaket bukan bulu angsa. Tapi jaketnya tebal, anti air dan tahan angin. Oke2 aja tuh. Yang penting lapisan2 pakaian di dalamnya hangat.

Menikmati Winter Wonderland dengan suhu minus 22 derajat celcius

2. CELANA

Untuk bawahan, ga ada ceritanya pakai rok biar pun perempuan juga. Kalo mau pakai rok, artinya itu adalah lapisan paling luar dan hanya asesoris. Karena pasti ada lapisan dalamnya berupa celana panjang ketat/legging. Jadi seluruh kaki juga harus tertutup kalo mau selamat dari udara dingin yang menusuk itu. Jangan coba2 pakai celana pendek deh. Saya sendiri pakai 2 lapis (celana dalam tidak dihitung ya) :

  • Long john berupa legging, lebih bagus yang dalamnya berbulu. Beli di online shop seharga 100 ribu.
  • Celana ski yang tahan air dan tahan angin, ada lapisan thermal di dalamnya. Saya beli di toko Djohan Mangga Dua secara online seharga 200 ribu (promo). Mama beli di toko winter di Jilin (dekat Harbin).

Waktu saya coba2 ganti celana ski dengan legging kaos biasa atau pun celana kain biasa, Brr.. langsung berasa dingin nya. Bisa sih diganti dengan celana training yang hangat, cuma itu ga tahan air dan ga tahan angin. Jadi kalo main salju atau kena tiupan angin kencang, bakal sengsara kedinginan. Mama saya pakai celana uniqlo yang wind proof oke juga tuh, tapi lumayan mahal ya sekitar 400 ribuan. Dalamnya tetap harus pakai long john/legging sampai 2 lapis. Pas main salju malah dilapis lagi pakai celana waterproof/celana ski. Jadi 4 lapis malahan.

FYI : Saya mau jual 1 celana ski hitam saya, baru dipakai sekali ini ke Harbin dan ga rencana pakai lagi karena cukup sekali saja wisata di suhu minus ekstrim, hehe.. Terbukti ampuh, bisa untuk cowo atau cewe. Bagi yang minat silakan email ke pasangantravel@gmail.com 

3. ALAS KAKI

Nah, ini sangat penting. Karena umumnya yang kedinginan itu bukan badan dan kaki, tapi ujung jari kaki. Makanya perlu sepatu boot yang khusus untuk winter atau bahkan khusus untuk salju. Sepatu winter bagian dalamnya itu berbulu supaya hangat, tahan air (water proof) dan tapaknya bergerigi supaya tidak slip saat berjalan di atas es yang licin. Cari yang ukurannya lebih besar 2-3 nomor di atas nomor sepatu normal kita ya, karena nanti lapisan kaos kaki nya akan tebal, belum lagi kalo ditambah heat pack.

Winter boot untuk snow (pinjaman)

Jika memang nanti banyak berjalan di atas es dan tidak menggunakan sepatu khusus winter / tapaknya kurang cocok untuk berjalan di es, maka bisa membeli tambahan gerigi bawah (shoe spikes). Banyak dijual di Harbin dan tinggal dipasang di bagian bawah dari sepatu boot kita.

Tapak boot winter, cukup tanpa spikes

Shoe spikes buat jalan di atas es

Oya, saya jelasin dulu bedanya salju dan es. Salju itu yang warnanya putih susu, yang suka dibikin jadi snowman itu dan jika diinjak empuk. Sementara es itu yang warnanya bening/transparan seperti es batu, seperti yang buat seluncuran ice skating dan jika diinjak cukup licin. Jadi lebih bahaya jika berjalan di atas es daripada di atas salju. Hati2 ya, banyak yang suka terpeleset. Selain sepatu yang harus tepat, cara jalan juga harus tepat, yaitu diangkat kakinya. Mirip tentara baris berbaris gitu, jangan diseret ke depan gaya orang malas. Itu bakal lebih mudah tergelincir dan jatuh.

Selain sepatu, yang tidak kalah penting adalah kaos kaki. Harus pakai yang bahan wool. Saya pakai 1 lapis wool dan kadang jika perlu ditambah selapis lagi yang bahan kaos biasa. Itu masih agak dingin ujung jarinya dan mesti pakai heat pack tambahan ditempel di kaos kaki bagian ujung jari kaki. Mama saya pakai 3 lapis kaos kaki, 1-2 di antaranya bahan wool, mantap hangatnya, ga perlu pakai heat pack lagi. Kaos kaki wool yang bagus bisa beli di toko Djohan Mangga Dua, saya beli secara online harganya 60 ribu sepasang.

Kaos kaki wool domba merino ini oke !

4. KEPALA

Untuk kepala ini banyak banget yang mesti ditutup ternyata. Mulai dari rambut, jika kena suhu dingin itu nanti rambutnya basah dan akhirnya bisa sakit kepala. Jadi pakailah kupluk. Kupluk apa saja oke sih kalo saya, yang dipakai ke Bromo juga bisa. Yang penting menutup rambut sampai telinga. Kalo mau bisa juga pakai topi rusia, topi berbulu yang menutup bukan hanya kepala atas, tapi juga ada lidah nya di samping untuk menutup telinga. Bahkan ada yang satu set dengan masker yang bisa dipasang di topi tersebut. Papa saya pakai topi model ini, beli di ITC BSD seharga 100 ribu.

Nah, untuk telinga ini ada juga yang pakai penutup telinga (ear muff). Jadi bisa pakai double kupluk dan ear muff seperti mama saya atau pakai kupluk saja seperti saya. Jika masih dingin, bisa juga tambahkan ditutup hood dari jacket untuk menutup kepala yang sudah berkupluk tadi. Sekalian jadi tengkuk (leher belakang) nya juga tidak dingin.

Sekarang urusan wajah. Bagian yang sensitive adalah hidung, pipi dan bibir. Jadi paling pas gunakan masker kain yang menutupi hidung dan bibir, sangat disarankan model buff masker. Bisa juga pakai syal untuk pengganti masker tapi lebih ribet untuk membuat ikatan nya supaya ketat dan ga lepas. Sayangnya, untuk pemakai kaca mata seperti saya, penggunaan masker akan membuat kaca mata berembun. Iya lah, karena nafas kita di suhu minus 20 itu pastinya akan selalu mengeluarkan asap. Jadinya saya memilih untuk tidak menggunakan masker dengan resiko hidung dan pipi memerah alami karena kedinginan. Kebetulan muka saya cukup tahan dingin. Jika dingin sekali, maka saya menutup hidung dan pipi dengan syal menggunakan tangan supaya kacamata tidak berembun. Bibir tidak masalah karena pakai lip balm jadi tidak kering dan tidak pecah2.

Jika banyak bermain di salju, usahakan pakai kaca mata hitam. Selain supaya tidak silau, juga supaya mata terlindung dari percikan salju saat bermain. Untuk bagian leher juga bisa ditambahkan syal jika perlu.

5. JARI TANGAN

Lapis dalam : sarung tangan touch screen 😉

Nah, ini titik lemah saya. Ketika musim semi (spring) atau gugur (autumn) dengan suhu sekitar 5-10 derajat saja saya biasanya menggunakan sarung tangan karena tangan saya kedinginan. Apalagi ini, minus 20 derajat. Pasrah deh. Untuk sarung tangan, disarankan pakai 2 lapis. Lapis pertama bisa pakai sarung tangan plastik yang biasa untuk di dapur atau sarung tangan bahan kaos yang touchscreen. Selain hangat, dua model sarung tangan ini bisa digunakan untuk memencet hp saat berfoto. Saya punya kreasi sendiri untuk masalah touch screen ini dengan menggunakan sarung tangan kaos yang dilubangi bagian ujung telunjuk kanan nya, hehe..

Lalu lapis keduanya silakan pakai sarung tangan yang lebih tebal dan lebih hangat. Kalo bisa sarung tangan khusus winter/ski yang water proof. Jadi saat mau berfoto, silakan lepas sarung tangan yang tebal dan pencet hp atau kamera menggunakan sarung tangan yang lapisan dalam. Cuma memang karena kelemahan saya di tangan, sudah pakai yang seperti itu pun tetap saja pas main ski bener2 kedinginan, beku dan jadinya baal/mati rasa. Apa boleh buat.. main ski jalan terus, sesudahnya buru2 masuk ruangan, melepas sarung tangan dan menghangatkan tangan serta menggerak2an jari tangan supaya sirkulasi darah kembali lancar dan jarinya lemas lagi.

6. AKSESORIS TAMBAHAN

Tadi sempat saya menyebut soal heat-pack. Apa sih ini ? Jadi ada benda seperti koyo, mengeluarkan rasa hangat, tapi tidak ditempel di tubuh melainkan di pakaian atau hanya sekedar untuk dipegang2 jadi tidak ditempel. Ada yang menyebut hot pack, heat pack, kairo, body warmer, hand warmer, foot warmer. Intinya sama dan bisa dipakai sesuai kebutuhan.

Berbagai macam heat pack

Ada yang ukuran besar, ada yang ukuran mini, ada yang bentuknya seperti ujung depan sepatu, ada yang bentuknya persegi. Yang perlu diingat, kalo ada stiker nya artinya untuk ditempel di pakaian dan tidak boleh bersentuhan terus menerus dengan kulit. Kalo tidak ada stiker nya, berarti untuk dipegang dan bisa bersentuhan dengan kulit.

Yang saya punya kebetulan model stiker semua. Toh jika dipegang tangan, tangannya pakai sarung tangan. Jadi tidak masalah. Sebagian dikasi teman, sebagian beli di online shop, sebagian lagi dikasi gratis di Jilin saat belanja di toko winter. Ini penting terutama untuk ditempel di kamera atau hp supaya baterai tidak cepat drop (akibat suhu winter ekstrim). Cuma untuk kamera pocket, bagian yang bisa ditempel sangat kecil, ga cocok ditempel heat-pack. Jadinya kamera saya taro di plastik, plastiknya yang ditempel heat-pack. Kalo kamera dipakai di udara terbuka dan baterainya drop/mati gara2 kedinginan, ga usah panik. Masukkan saja dulu ke kantong jacket/dekat tubuh supaya lebih hangat, beberapa saat kemudian jika dikeluarkan baterai nya sudah oke lagi 😉

Selain untuk gadget, saya sendiri pakai ditempel di kaos kaki, juga untuk dipegang2 (pakai sarung tangan) saat berada di tempat dingin atau sesudah masuk ke ruangan/bus dari tempat dingin. Supaya cepat pulih kondisi tubuh yang kedinginan dan mati rasa tadi.

Untuk berada di suhu dingin, kita juga perlu pelembab. Mulai dari pelembab wajah, tubuh, sampai lip balm untuk bibir. Saya sendiri pakai lanolin cream untuk wajah dan tubuh serta lip care nya nivea. Mama saya bawa Vaseline gel yang lebih praktis, bisa dipakai untuk wajah, tubuh dan bibir. All in one.

 

Oke.. semua sudah siap ? Ribet memang, tapi buat pengalaman boleh lah 😉

Supaya nanti foto2nya bagus, usahakan ada bagian pelapis tubuh yang berwarna terang. Karena umumnya baju2 winter itu berwarna hitam (supaya menyerap panas). Silakan disiasati sendiri. Kalo kami : mama celana ski nya merah, saya sarung tangan nya pink dan papa jaketnya merah.

Selamat menikmati wisata winter esktrim yang biasanya hanya ingin kita coba sekali seumur hidup !

Yang mau tau pengalaman Diana dan ortunya, bisa baca trip Harbin part-1

Menyambut Tahun Baru 2019 di Volga Manor-Harbin, China

 

Advertisements
Categories: 2015-2019, Artikel, ASIA, China, Other | Tags: , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Perlengkapan Winter untuk Suhu Minus Ekstrim di Harbin-China

  1. mba, salam kenal dari johan berita satu tv. mau undang mba ke program female zone tentang inspirasinya berkeliling mancanegara bersama pasangan, ini nomorku 081213276058

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: