Advertisements

Author Archives: Diana M. Sani

Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2)

lanjutan Day 2

Setelah kami menikmati cocktail dari kapten kapal, kami bergegas ke acara dinner ala carte. Pilihan jatuh pada restoran Fantasia yang belum pernah kami masuki. Lagi2 karena kami hanya berdua, kami diarahkan duduk di meja paling pinggir yang memang khusus untuk berdua. Enak sekali ya jika berdua begini. Jika lebih dari 2, umumnya akan digabung di meja bundar besar kapasitas 8-10 orang, tamu lain, jadi kurang nyaman.

Ala carte dinner

Di meja sudah ada aneka roti dan lilin dengan api buatan alias palsu. Tapi karena apinya bergerak2 jadi seperti lilin betulan. Keren nih property nya. Untung pilih yang dinner malam hari, jadi romantis karena sudah gelap. Kalo sore kan masih terang, kurang pas pake lilin. Continue reading

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Malacca – Malaysia : 28 Desember 2017

Kami jalan-jalan di Malaka atau disebut dalam bahasa aslinya sebagai Melaka, karena cruise kami berlabuh di kota ini selama beberapa jam. Jadi daripada diam di kapal, lebih baik turun dong. Apalagi kami berdua belum pernah mengunjungi Malaka. Waktu itu ke Malaysia hanya ke Kuala Lumpur dan Genting saja. Bisa baca di trip Malaysia (2006).

Dari cruise ke tender boat hingga sampai daratan

Costa Cruise tiba di Malaka pukul 7.30 pagi akan tetapi tidak bisa merapat karena perairan yang dangkal. Jadi untuk turun ke Malaka, para penumpang perlu naik tender boat atau kapal kecil dari kapal cruise menuju pelabuhan di daratan Malaka. Untuk berkeliling Malaka ada pilihan untuk ikut paket tour yang disediakan oleh pihak cruise. Cuma ya pasti mahal lah. Kami pilih jalan sendiri aja.

Untuk yang ikut tour dari kapal (program Shore Excursion) mendapatkan fasilitas turun terlebih dahulu. Sementara yang mau jalan sendiri, bisa datang jam 08.15 di Concorde Plaza di deck 7. Petugas memberikan nomor urut buat naik tender boat. Kami dapat nomor 5. Kapasitas satu tender boat kurang lebih 50 orang. Setelah menunggu sekitar 10 menit, nomor kami dipersilakan menuju ke tender boat.

Karena passport semua penumpang di’tahan’ di cruise, maka yang menjadi kartu identitas selama di Malaka adalah  kartu Costa. Saat keluar cruise, kartu Costa di-scan dan jika hasil fotonya tidak sama dengan pemegang kartu, maka yang bersangkutan tidak diperkenankan turun. Demi keamanan juga sih. Tender boat kami tertutup semua sisinya. Jadi aman jika ada hujan dan ombak. Pagi ini sih cuaca sangat cerah, jadi menyenangkan untuk jalan2 eksplorasi Malaka.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Malaysia | Tags: , , , , , | Leave a comment

Singapore : 25-27 Desember 2017

Prolog

Perjalanan ke Singapore kali ini sebetulnya hanya trip pendahuluan sebelum naik Costa Victoria Cruise. Iya, karena naik cruise nya dari Singapore, maka sekalian sajalah main dahulu di Singapore nya. Tiket pp naik Jetstar dapat harga Rp.1.500.000 per org. Oke lah untuk perjalanan akhir tahun.

Bingung juga mau ngapain di Singapore kali ini, karena kami sudah beberapa kali ke Singapore. Rasanya sudah ngubek2 banyak tempat gratisan. Kalo tempat2 bayar memang kami kurang tertarik, hehe.. Jadinya kali ini santai saja lah, menikmati kota tanpa terlalu fokus pada destinasi. Untuk menginap, kami diundang teman lama Diana yang sudah menetap di Singapore. Rumahnya dekat airport, di daerah Tampines.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Singapore | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 5 – Seoul)

Lanjutan Day 9 : Insadong, Deoksugung

Tiba di Seoul, kami pergi ke area Insadong. Di Insadong banyak jualan aneka souvenir, handicraft, barang seni dan barang antik. Suasananya sangat ramai, selain memang hari Sabtu, rupanya ada bazaar dan akan ada parade hanbok. Banyak peserta yang sudah bersiap, tua muda, pria wanita. Semua pakai pakaian tradisional Korea. Seru liatnya.

Kiri : Odeng Kanan : Chicken gangjeong

Sambil menunggu parade, kami jajan odeng seharga KRW 1.000 dan chicken gangjeong (ayam goreng khas Korea yang berbumbu manis) seharga KRW 3.000. Semuanya enak !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , | 3 Comments

Korea Selatan : 20-30 Oktober 2017 (part 4 – Nami Island, Garden of Morning Calm)

Lanjutan Day 7 : Cheongpyeong

Tiba di Chuncheon Bus Terminal, kami seharusnya pindah ke station subway untuk melanjutkan perjalanan dengan subway menuju Cheongpyeong station. Hanya karena kami tidak tahu di mana letak station subway nya, maka kami jalan kaki ke Gangwon-Do Tourist Information Center saja. Tadi sempat dilewati oleh bus.

Chuncheon

Jadi dari terminal bus, kami balik arah dan melewati kolong jembatan rel kereta. Seperti biasa ada brosur wisata dan petugas yang ramah berbahasa Inggris. Namun yang khas adalah nuansa film Winter Sonata, sebuah drama televisi 20 episode tahun 2002, yang disiarkan KBS TV dan sempat menjadi hits juga di Indonesia.

Film winter Sonata ini mengangkat pamor Nami Island yang masih masuk propinsi Gangwon-Do (satu propinsi dengan Seoraksan-Sokcho) sebagai salah satu tempat shootingnya. Di information center ini ada tempat berfoto dengan background Winter Sonata, ada foto2 artis pemeran nya dan ada tempat nonton film nya juga.

Setelah bertanya pada petugas, ternyata station subway berada pada jembatan kereta yang tadi kami lewati. Oke lah, kami pun balik lagi dan harus menyebrang jalan. Dari station Chuncheon, kami menuju Cheongpyeong station dengan bayar menggunakan T Money seperti di Seoul. Lama perjalanan kurang lebih 40 menit. Perjalanan subway ini semuanya di atas tanah. Melewati kota2 kecil dan desa. Pemandangannya cantik banget, terutama di Gapyeong yang merupakan station terdekat dengan Nami Island.

Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Korea Selatan | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Lombok : 21-24 April 2017

Prolog

Sebetulnya kami sudah pernah ke Lombok, bisa dilihat di buku “Pasangan Traveling” dan di trip Lombok tahun 2013. Di situlah kami mengenal mba Elly melalui couchsurfing. Dari kenalan, menginap di rumahnya, ternyata interaksi kami berlanjut. Mba Elly adalah salah satu orang yang men-support launching buku Pasangan Traveling dengan menyediakan door prize berupa 1 buah Mutiara Lombok dan 2 voucher menginap gratis di Sembalun, di penginapan yang dikelolanya saat ini. Wow ! Baik banget mbak yang satu ini ya..

Kami sendiri belum pernah ke Sembalun, yang dinobatkan sebagai Destinasi Honeymoon Halal terbaik di dunia tahun 2016. Sembalun merupakan salah satu tempat awal pendakian ke Gunung Rinjani. Jadi ketika mba Elly mengundang kami untuk datang ke sana, tentu kami menyambut dengan senang hati. Kami memanfaatkan libur hari Senin sehingga bisa dapat long weekend tanpa harus cuti. Berangkat Jumat sore dan pulang Senin malam. Pengaturan perjalanan kedua kami ke Lombok tentunya dengan tempat dan aktivitas yang berbeda dengan trip pertama di 2013.  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Lombok | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 2)

Day 3

Hari ini, kami ikut James Bond Tour / Phang Nga Bay Tour. Jam 8 pagi kami dijemput dengan mobil travel menuju dermaga. Kali ini jalannya melewati rute yang berbeda dengan kemarin. Waktu perjalanan sama, sekitar sejam. Tempat operator kali ini tidak sebesar kemarin, namanya 2-sisters company berlambang penyu. Hanya rumah pangung kayu ala kadarnya dan agak kumuh. Saat kami masuk, nama kami didata dan diberikan pita warna merah di pergelangan tangan untuk membedakan grup.

dermaga-2Di tempat ini pun tersedia snack ringan dan minuman. Tapi tidak ada obat anti mabok dan tidak ada briefing. Speed boat kami ternyata bersandar di dermaga sebrang rumah tsb. Speed boatnya kecil, kapasitas 20 orang, motornya pun hanya ada 2. Peserta kali ini ada bule, India, sekeluarga Indonesia (sama dgn yang kemarin), dan juga wisatawan dari Arab.

Awalnya speed boat menyusuri sungai kecil sepanjang kurang lebih 2 km dengan kecepatan yang rendah. Kiri kanan adalah hutan mangrove. Sungai ini menyambung ke laut lepas. Sampai di laut lepas, barulah kecepatan speed boat ditambah. Untuk para penumpang, disediakan air mineral dalam gelas, soft drink kaleng, minuman nata de coco, dan juga biskuit lapis selai nanas. Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 6 Comments

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 1)

Prolog 

Musim di Thailand itu ada 3. Hot, cool dan monsoon (hujan). Hot itu dari Mar-Jun, Cool dari Nov-Feb, sedangkan hujan itu tergantung lokasi. Untuk wilayah laut andaman (Phuket, Krabi, dsk) itu di bulan Jun-Oct. Sedangkan untuk wilayah Gulf Cost (Samui, dsb) itu di bulan Nov-May.

Karena itulah liburan akhir tahun di Phuket rasanya paling pas. Sementara di tempat lain lagi hujan, kita bisa liburan ke pulau tanpa hujan dan cuaca nya cukup adem. Namun perlu siap2 karena itu adalah high season di Phuket, tentu harga2 jadi mahal dan suasana nya di sana bakal rame banget.

Kali ini kami pergi ber-4, bareng dengan 2 adik Jeff, yaitu Jennifer dan Jasmine. Kami ber-4 belum pernah ada pengalaman ke Thailand, jadi bakal seru nih 😉 Persiapan awal tentu beli tiket pesawat. Kami naik Tiger Air yang walaupun promo tapi karena akhir tahun tetap mahal jatohnya. Harga sekitar 3 juta untuk pp Jakarta-Phuket, transit Singapore. Jadi nanti pas pulangnya bisa mampir jalan2 dulu di Singapore, sekalian lah. Kalo melewati hari natal atau tahun baru, harganya lebih mahal lagi. Jadi kami pilih di antaranya.

phuket-1Untuk akomodasi ternyata Phuket cukup murah, apalagi kalo booking jauh2 hari. Kami pesan Paksaa Boutique Hotel di area Patong beach. Total THB.3196 untuk kamar isi 2 orang selama 4 malam. Lumayan murah kan ? Semalam nya ga sampe 300 ribu rupiah per kamar, untuk kelas hotel di musim high season. Hotelnya baru dan lokasinya strategis lagi. Mantap !  Continue reading

Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 8 Comments

Serba Serbi Pengalaman Couchsurfing

Apa sih Couchsurfing (CS) itu ?

Bersama member CS lokal di China (2015)

Bersama member CS lokal di China (2015)

Ini adalah komunitas pertemanan seluruh dunia, dimana membernya terbuka untuk berinteraksi dengan traveler dari luar kota atau luar negaranya. Baik sebagai host yang membuka rumahnya untuk tempat tinggal sang traveler, menemani ngobrol, menemani jalan2, atau sekedar memberi informasi kepada sang traveler. Maupun sebagai guest yang mencari tumpangan menginap, ingin berinteraksi dan jalan2 bersama warga lokal, atau pun justru memperkenalkan negara asalnya kepada warga lokal di negara tujuan. Untuk lebih lengkapnya silakan baca langsung di website resmi Couchsurfing.

Apakah kita harus mendaftar menjadi member Couchsurfing (CS) ?

Betul sekali. Harus membuat account yang berisi profile kita. Untuk langkah awal tidak dipungut biaya alias gratis. Jika kemudian hendak meningkatkan status menjadi “verified” maka silakan membayar. Sampai sekarang kami tidak meningkatkan status kami dan tidak ada masalah.

Terlibat dalam aktivitas CS, artinya kita harus membuka diri terhadap segala perbedaan yang ada di antara manusia. Suku, ras, agama, budaya, gaya hidup, cara pikir dan mungkin orientasi sexual yang berbeda dengan yang kita jalani dan yakini. Jika kita terbiasa dengan perbedaan yang ada sehari2, akan lebih mudah untuk kita menerima keberagaman dalam CS. Keberagaman dan perbedaan bukan untuk diperdebatkan tapi justru memperkaya batin kita. Continue reading

Categories: Artikel, Other | Tags: , , , , , | 10 Comments

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 9 – Finished)

Epilog

Untuk trip Scandinavia kali ini, kami memperkirakan budget di angka 45 juta all in untuk berdua (termasuk day trip di Istanbul). Ternyata setelah dijalankan, bisa tuh !! Bisa lebih hemat jika makan lebih murah, tidak masuk ke atraksi berbayar, tidak menginap di Flam dan berhemat di transportasi. Tapi buat kami ini sudah pas banget lah. Sayang kalo jauh2 terbang belasan jam, tapi tidak menikmati dengan maksimal.

Perjalanan kali ini jauh lebih santai daripada trip Eropa Barat yang kami lakukan di tahun 2012. Bisa baca di Europe Trip (2012). Waktu itu 8 negara dalam 15 hari, kejar setoran karena lokasinya memang berdekatan semua. Bahkan ada 2 negara yang cuma day trip saja, tidak menginap. Kalo kali ini 4 negara dalam 15 hari. Lebih bisa menikmati dan banyak waktu berinteraksi dengan local host. Pengeluaran tidak beda jauh, jadi sebetulnya Scandinavia terjangkau juga kok.

Berikut rangkuman informasi dan saran untuk perjalanan Scandinavia : Continue reading

Categories: 2015-2019, Denmark, EUROPE, Finland, Norway, Sweden | Tags: , , , , | 6 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.