Advertisements

Sentul & Bogor : 28-29 Maret 2015

Prolog

Sebetulnya traveling kali ini gara2 kami punya voucher dari pegipegi.com yang belum digunakan. Jadinya setelah cari2 hotel apa yang kira-kira menarik untuk dicoba, akhirnya pilihan jatuh pada Hotel Salak The Heritage di Bogor.

Walau pernah beberapa kali main ke Bogor, tetapi menginap di Bogor terakhir kali adalah 10 tahun lalu, yaitu tahun 2005. Ceritanya bisa lihat di trip Novotel Bogor. Jadi boleh lah kita memanfaatkan libur weekend kali ini dengan bersantai di Bogor dan sekitarnya. 

Day 1

Sebelum ke Bogor pastinya melewati Sentul, jadi kami sengaja mau mampir dulu. Katanya di Sentul ada pasar apung yang menarik. Wah, ternyata tempatnya mudah dicari karena area nya cukup luas. Namanya Ah Poong… Bentuknya berupa food court eat & eat yang terletak di pinggir sungai. Oh, jadi bukan seperti kios jajanan tradisional yang berada di kapal terapung seperti Floating Market Lembang. Salah bayangan rupanya nih.

suasana Ah Poong

suasana Ah Poong

Walau begitu, tempat ini menarik karena di bagian depan ada sungai dengan aliran yang cukup deras dan di bagian belakang ada kolam berair tenang untuk main perahu-perahuan.

Karena kita harus menyebrangi sungai yang lebar dan deras untuk mencapai Ah Poong, maka ada jembatan biru yang besar dan kokoh untuk menyeberang. Jembatan ini cukup menarik untuk dijadikan objek foto 🙂

Nah, begitu sampai di Ah Poong, pastikan anda melihat semua area yang ada agar bisa memilih mau makan apa. Kami yakin, pasti bingung deh. Haha.. iya, jumlah stall makanan di sini luar biasa banyak. Areanya luar biasa luas. Mau apa saja ada deh di sini.

Pas lagi jalan2 liat stall makanan, kami sempat melihat tulisan “bangunan ini disegel” waduh.. kok bisa ? Ternyata waktu search di internet, betul loh.. Desember 2014 bangunan ini disegel karena melanggar garis sempadan sungai dan ga punya IMB. Waduh, pantas saja tampilannya agak berbeda dengan gambar2 yang pernah kami lihat sebelumnya. Rupanya ada bagian yang dibongkar dan bagian sungainya dulu memang digunakan untuk berjualan di perahu, tapi sekarang sudah tidak.

Berjalan terus menjauhi jembatan biru, akan ada jembatan lain yang menghubungkan area Ah Poong dengan restoran2 besar dan Eco Art Park. Jadi di bagian ini pun orang bisa bersantai sambil makan. Ada beberapa permainan anak yang menggunakan ilmu sains di sini, tetapi karena tidak jelas maka hanya dijadikan objek foto saja oleh pengunjung. Begitu juga patung yang ada : banteng dan pria gemuk, tidak jelas maksudnya apa. Sayang yah.

b2

Dari Sentul, kami pun langsung menuju Bogor dan masuk hotel untuk check-in. Lokasi hotel ada di tengah kota, bersebrangan dengan Kebun Raya Bogor.

Interior hotel ini lumayan oke, bergaya jaman Belanda. Di tiap lantai diberikan nama jalan yang berupa kota-kota di Belanda.

b4

Kami dapat kamar di lantai 4. Walau sudah request “good view” tetapi tetap saja dapatnya kamar dengan jendela menghadap tembok. Sudah tidak ada lagi yang available menurut receptionist nya. Padahal kami early check-in loh, hm..

b3

Sebagai welcome drink, kami diberikan kupon yang bisa ditukarkan di lounge. Pilihan welcome drink ada 2 : ice chocolate atau hot chocolate, hehe.. jadi intinya minum coklat deh ya. Enak sih coklatnya. Lounge nya juga cozy, ada TV, meja billiard, tempat meeting dan kalo malam minggu ada live music.

Siang ini kami icip2 makanan di hotel ah, pesan di kafe canari. Yang berkesan adalah juice salaknya. Cobain ya kalo ke sini, manis dan khas, karena di tempat lain ga ketemu loh salak yang di-juice.

Botol aqua di kamar & juice salak di kafe canari

Botol aqua di kamar & juice salak di kafe canari

Ada yang menarik di kamar, compliment aqua yang diberikan botolnya unik, bagus. Jadi kesannya eksklusif.

Siang ini kami istirahat sebentar dan sorenya coba jalan2 ke area kuliner yang terkenal di jl.Salak. Letaknya ga jauh dari hotel, naik mobil sekitar 10 menit sampai. Bahkan ada shuttle yang disediakan loh oleh pihak hotel untuk menuju area kuliner ini.

Banyak yang merekomendasikan Pizza kayu bakar. Pizza ini dijual di restoran yang namanya Kedai Kita. Restorannya ada di hoek, bentuknya seperti rumah 2 lantai, ada area teras dan ada area dalam. Wah, jalan sekitar lumayan sempit, jadi parkir mobil lumayan susah.

Pizza kayu bakar

Pizza kayu bakar, mie hotplate & zuppa soup

Hei.. ini baru jam 5 sore, tapi ternyata sudah banyak pengunjung yang antri untuk dapat tempat duduk. Waduuh.. heboh banget ya kalo malam minggu. Untung kami cuma berdua, jadi langsung dapat tempat kosong.

Kami pesan pizza smoked beef, mie hotplate sapi lada hitam dan zuppa soup. Dari semua, yang paling top adalah pizza nya. Betul deh, ga salah. Kalo ke sini harus pesan pizza nya. Renyah, crispy dan rasanya itu loh.. kejunya ga nahan. Mantap banget deh ! Yang pasti ga enak kalo dibawa pulang, jadi harus makan di tempat.

Selain kedai kita, masih banyak tempat kuliner di sini. Ada 1 tempat lagi yang cukup besar, namanya Klappertaart Huize & Resto. Besok ah kami mau mampir ke sini. Malam ini sih sudah kenyang.

Day 2

Pagi ini diawali dengan breakfast yang kurang nyaman. Kenapa ? Tertulis bahwa breakfast disediakan dari jam 6-10 pagi. Kami pun datang pk.7.45 dan mendapati bahwa beberapa makanan : nasi kuning dan lauknya serta batagor sudah tinggal sisa-sisa. Kami pikir, oke lah.. nanti mungkin akan ditambah.

Ternyata dugaan kami salah. Pk. 08.15 area batagor dibereskan dan tidak ada penggantinya. Begitu pun lauk nasi kuning yang tinggal sisa dibiarkan begitu terus hingga kami selesai breakfast pk. 09.00 Secara keseluruhan yang bisa diandalkan dari breakfast ini hanya kopi yang fresh dibuat dari bubuk kopi langsung. Selebihnya tidak ada rasa dan banyak yang habis, termasuk juice, roti manis dan buah.

Cukup mengecewakan sih, hotel bintang 4 tapi pengelolaan breakfastnya seperti gaya pesta kawinan, dalam arti siapa cepat dia dapat. Yang datang breakfast jam 9 jangan harap bisa mendapatkan menu yang sama seperti yang datang jam 6, bisa dipastikan tinggal setengahnya.

Oke, paling tidak kami bisa sarapan lah… Habis ini mau jalan2 ke seberang hotel ah, liat rusa di kebun raya bogor.

b9

Menarik karena tepat di seberang hotel adalah bagian kebun raya yang menjadi tempat berkumpulnya para rusa. Banyak sekali loh rusanya, lebih dari 100 deh. Ada yang sedang duduk berjemur, main2, tidur, merumput, dsb. Namun gerombolan rusa yang banyak itu adanya agak jauh dari pagar kebun raya. Sedangkan yang dekat pagar ada beberapa saja.

Rusa yang jinak

Rusa yang jinak

Nah, ini rusa yang mendekati pagar karena banyak orang yang mengacungkan wortel dan kangkung dari balik pagar. Jadi hiburan gratis warga sih. Warga bisa berdiri di samping jalan raya di dekat pagar, dan berusaha memanggil sang rusa dari kebun raya untuk mendekat ke pagar. Jadi kami pun ikut berdiri di balik pagar untuk menikmati tingkah lucu dari para rusa totol tersebut.

Setelah puas lihat2 rusa, kami kembali ke hotel dan check-out. Siang ini kami mau ke Jl.Salak lagi dan coba makan di Klappertaart Huize yang kemarin sudah kami lewati.

b7Di sini ternyata bukan hanya menjual kue klappertaart saja, walaupun memang bagian depannya adalah seperti bakery yang menjual aneka kue. Ada cup cake, roti, pastel tutup, makaroni, dsb. Tapi menurut kami yang paling enak memang klappertaart nya sih, lembut banget. Klappertaartnya juga beraneka rasa loh. Ada rasa yang ga umum seperti durian dan tape. Hmm… silakan mencoba sendiri yah.

Selain kue, di bagian samping terdapat area luas untuk makan berupa tenda2 dan beberapa mainan anak. Kelihatannya enak berkunjung ke sini sore hari, supaya adem. Menu khas nya adalah sosis ayam yang panjangnya 50 cm. Wow ! Piringnya saja khusus. Lihat saja sendiri tampilannya di foto ya. Sosisnya enak karena buatan sendiri, lalu sangat mengenyangkan loh ternyata kalo untuk 1 orang karena ukurannya yang super itu.

Wah.. ternyata jalan2 di Sentul dan Bogor kali ini lebih banyak kesan kulinernya ya 🙂

Epilog

Secara umum dalam perjalanan kali ini kami banyak menikmati hal baru. Main ke Ah Poong di Sentul yang baru disegel, hehe… Melihat rusa dari balik pagar di bagian kebun raya yang tidak pernah kami nikmati sebelumnya. Kuliner di Jl. Salak pun baru kami coba kali ini. Recommended untuk dicoba.

Sedangkan untuk hotel, kami lebih puas dengan Novotel daripada Hotel Salak. Di Novotel jauh lebih banyak area untuk refreshing. Pool nya besar dan menarik berbentuk seperti sungai, sedangkan di Salak poolnya sangat kecil dan habis dikuasai anak-anak. Fasilitas lain dan makanan juga Novotel lebih oke. Untuk lokasi, Novotel lebih jauh dari pusat kota. Jadi silakan disesuaikan saja dengan kebutuhan ya.

Jika sedang butuh refreshing yang dekat dengan Jakarta… Sentul dan Bogor bisa jadi pilihan sekaligus wisata kuliner 🙂

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, INDONESIA, Java | Tags: , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Sentul & Bogor : 28-29 Maret 2015

  1. Pizza tungku kayu bakar “Kedai Kita” dah ada cabangnya di Jakarta Barat, daerah Meruya… Memang enak, kejunya mantaaapppp!

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: