Advertisements

Singapore : 7-9 December 2011

Prolog

Liburan ke Singapore kali ini buat relax dan refreshing dari berbagai kesibukan di Jakarta. Gara2nya sih pas ada tiket promo, jadi yah diembat aja lah. Sekalian liat2 Singapore pas akhir tahun. Biasanya banyak hiasan lampu2 dan dekor yang menarik menjelang natal dan tahun baru.

Kali ini kami coba nge-backpack beneran buat pertama kali. Artinya, kami pergi pake backpack (ransel) dan tidak membawa koper. Jadi kami ga perlu beli bagasi nih. Kami bawa 2 ransel. Satu yang besar dan akan ditaro di hostel serta 1 yang kecil yang akan dibawa keliling jalan2. Lalu menginap pun mau coba di hostel, yang kamarnya kayak dorm, rame2 gitu satu kamar sama orang lain.

Day 1

Pagi2 kami ke airport dan seperti biasa bingung cari counter check-in Tiger. Akirnya berhasil ditemukan walau harus jalan jauh. Berangkat on time jam 11.25, pesawatnya kosong. Malah penumpang di samping kami pindah ke kursi lain. Jadi kami duduk dengan cukup lega, serasa business class, hehe.. Di pesawat dapat compliment 2 bungkus kecil roasted peanut yang dipacking dengan teknologi nitrogen. Not bad !

Di Singapore, pesawat tiger mendarat di terminal budget airlines, beda gedung sama Changi Airport. Wah, tiba lebih cepat dari jadwal nih. Kami ambil brosur2 dan map Singapore di airport, lalu lanjut naik free shuttle bus ke terminal 2 Changi. Dari situ lanjut naik MRT ke Bugis, tempat hostel kami berada.

Selama dalam MRT, kami ditemani hujan yang cukup deras. Turun di Bugis MRT Station, kami harus jalan kaki ke ABC hostel sambil pake payung karena masih gerimis. Ternyata cukup dekat juga jaraknya walau melalui banyak persimpangan / pertigaan kecil.

Our backpacker hostel

Our backpacker hostel

Check-in di ABC hostel, kami pun membayar sisa pembayaran (down payment sudah melalui paypal) dan uang jaminan kunci (refundable). Kami dapat 1 key card, 2 handuk dan 2 selimut. Kami lalu diantar ke kamar tipe 6 mixed dorm, yaitu 6 bed dalam 1 kamar dan tamunya campur bisa perempuan atau laki-laki. Kami pilih mixed dorm supaya Jeff dan Diana bisa satu kamar.

Ternyata kamar kami sudah penuh. Jadi kami dapat sisa, yaitu 2 bed paling atas dari keseluruhan 3 ranjang susun. Ada cowo bule, ada bapak2 Melayu, ada cewe Philipines, ada juga cowo asal Bandung yang ternyata sudah 6 bulan stay di hostel itu. Bed Diana ada di atas cewe Philipines dan bed Jeff ada di atas cowo Bandung. Jadi kami berdua tidur berseberangan dan bisa memantau aktivitas penghuni lainnya. Cool !

Kami dapat jatah loker buat taro barang2. Oya, di sini ga dikasi gembok, jadi silakan bawa sendiri gembok kecilnya buat kunci loker. Kalo tidur di atas enak juga, beberapa barang tidak berharga dan baju2 bisa ditaro di ranjang. Ga ada yang ganggu, karena untuk bisa ke bed atas kan harus lewat tangga antar bed. Ga mudah dicuri deh. Kalo tidur, mandi atau breakfast juga bisa taro hp di ranjang (agak ke pojok), aman.

Setelah beres2 sejenak, kami pun langsung berangkat ke area Marina Bay. Keluar dari Promenade MRT Station, kami langsung berhadapan dengan Singapore Flyer. Kami jalan terus ke arah Marina Bay Sands dengan melewati The Helix, jembatan berbentuk lengkung unik pada bagian atasnya, mirip DNA manusia. Ada juga Art Science Museum yang bentuk atapnya seperti bunga yang lagi mekar. Gambarnya bisa dilihat di bawah ya.

Marina Bay

Marina Bay

Akhirnya sampai juga di shopping mall Marina Bay Sands. Besar dan panjang. Ada kanal-kanal perahu seperti di Venetian Macao. Terus kami masuk ke tunnel bawah tanah untuk menyebrang ke Marina Bay Sands Hotel. Hotelnya besar dan tinggi sekali. Kami ga naik ke Sky Park nya karena harus bayar, sayang ah duitnya.

Kiri : Lapangan bola di air Kanan : Marina Bay Mall

Kiri : The Float @ Marina Bay
Kanan : Marina Bay Sands Shopping Mall

Kami pun duduk2 menghadap Marina Bay. Di perairan Marina Bay, terutama yang dekat Esplanade & Merlion ada banyak “wishing sphere”. Bola2 terapung yang berwarna putih dan di sekelilingnya ada tulisan berisi wishes (harapan) orang-orang untuk tahun baru. Menarik juga idenya, jadi ada aksen lain.

Dekat tempat kami duduk ad beberapa patung gajah kecil dengan berbagai corak. Ternyata ini bagian dari pameran seni bertajuk Elephant Parade. Ada juga di Orchard dan Vivo city. Pameran ini keliling ke beberapa negara dan Singapore menjadi negara pertama di Asia yang menjadi tempat persinggahan patung gajah2 ini.

Lanjut, kami ke Esplanade mall dan melewati The Float @ Marina Bay, yaitu lapangan sepak bola yang ukurannya setengah dari yang asli. Posisinya nempel pada dinding dermaga, jadi seolah2 terapung di laut. Keren ! Tapi kalo bolanya keluar lapangan ribet dong yah ? hehe.. Ada tribun penonton yang menghadap ke Marina Bay, namanya Marina Bay seating gallery. Kami pun bersantai sejenak di situ.

Malamnya kami makan di Gluttons Bay. Deretan kedai2 makanan yang jumlahnya ga sampai 12 sih berupa area outdoor. Kami makan char kwe teow, mirip kwe tiauw di Indonesia hanya lebih manis.

Tepat pukul 8 malam, kami nonton Wonder Full Light and Water Show. Perpaduan permainan laser dari Marina Bay Sands hotel dan air mancur buatan di depan Event Plaza (tepat di depan pintu Marina Bay Sands Mall). Berhubung kaki sudah gempor untuk jalan lagi ke arah mall, maka kami nonton dari kajauhan saja, dari depan Esplanade mall. Kreatornya sama dengan yang buat Symphony of light di Hong Kong’s Victoria Harbour. Silakan baca trip kami di Hong Kong (2008).

Meriahnya Orchard Road

Meriahnya Orchard Road

Selesai nonton show, kami naik MRT ke Orchard Road, mau liat suasana di sana menjelang natal yang biasanya meriah. Betul saja, orchard road sudah cantik berhias dipenuhi lampu2 hias beraneka bentuk dan warna. Ada juga lampu gantung di pohon2. Mall2 di sepanjang Orchard road juga semua bersolek dengan dekor yang indah. Temanya kali ini adalah Christmas in the tropics, jadi meriah dan colorful. Walau sudah larut malam, tapi Orchard road dipenuhi orang yang lalu lalang sehingga jalan pun tidak bisa cepat.

Sayang deh, sekarang di Singapore makin banyak orang yang merokok dan tidak sebersih yang dulu kami rasakan saat ke berkunjung ke sini. Di Orchard road ada 2 sex shop yang kami lewati. Hm.. Kayanya sih dulu belum ada di area orchard, berarti sudah berubah lebih ke arah “barat” yah sekarang. Di MRT station masih penuh dengan orang yang pulang kerja dan pelancong. Wah, Singapore sih ga ada matinya nih.

ABC hostel di malam hari rupanya lebih ramai daripada di siang hari. Beberapa tamu hostel duduk2 di lobby atau teras depan. Rupanya kalo siang mereka pada keluyuran yah, kayak kami, hehe.. Pintu kamar kami terbuka sedikit pas kami sampai. Lampunya sudah padam, sudah ada yang tidur rupanya. Tapi masih ada juga yang siap2 mau keluar.

Karena kali pertama tidur di hostel dengan sistem dorm, jadi ini pengalaman yang seru buat kami. Juga pengalaman menyebalkan kayanya buat teman2 kamar kami, duuh.. maap ya.

  1. Kami harus gedebak gedebuk berisik banget beres2 barang dalam kegelapan. Habis kan ga enak yah nyalain lampu kamar pas udah ada yang bobo. Padahal mau siapin baju buat mandi, masukin barang ke loker, dsb. Space ruangan juga ga terlalu besar karena tamu lain pun bawa banyak barang, jadi koper2 bergeletakan di lantai. Senter sih ada, tapi ga terlalu nolong.
  2. Diana secara tidak sengaja menjatuhkan gembok loker dan ternyata nyemplung ke celah loker yang ada di bawahnya. Waduh, gawat ! Cari2 tau ternyata loker di bawah itu punya cewe Philipines itu. Terpaksalah minta tolong dia (dengan sangat ga enak hati) untuk membuka loker demi mencari gembok loker kami.  Setelah terpaksa menyalakan lampu kamar demi mencari gembok kecil di loker (map ya pak kalo mengganggu tidurnya), mengacak2 semua baju dan barang2 pribadi dia, ternyata gembok itu nyangkut di frame pintu loker itu. Haduh ! Sorry banget ya mbak !

Di hostel ada ruang toilet, ruang shower serta ruang toilet+shower buat tamu yang pakai kursi roda (jadi luasnya 4x ukuran biasa). Semuanya sharing, jadi kalo lagi penuh terpaksa antri deh. Ukuran ruangannya kecil banget, susah buat bergerak dengan leluasa untuk yang badannya agak besar, hihi..

Saatnya tidur. Ga nyenyak nih gara2 AC nya dingin banget. Ga bisa dikontrol temperaturenya dan kami tidur di bed atas, jadi kena langsung hembusan AC. Lalu kadang tengah malam masih ada teman kamar yang keluar masuk. Jadi kadang terbangun.

Day 2

Bangun tidur pagi2 kamar masih gelap. Iya, ga ada jendela di sini. Penerangan hanya dari lampu. Yang lain masih pada tidur. Kami pun bergerak keluar kamar untuk sarapan. Pas ambil breakfast di dapur, ada paguyuban orang2 Indonesia yang lagi ngumpul. Haiya… Di sini banyak banget tamu asal Indonesia.

Menu sarapan di hostel : roti tawar seabrek2 tinggal diambil aja semau kita + macem2 topping seperti mentega, gula, selai nanas, dll. Ada telur di resepsionis, kalo mau tinggal bayar. Ada toaster dan microwave. Bebas dipakai sesuai kebutuhan. Minumnya ada teh instant dan kopi instant.

Kami sih kalo di Singapore ga pernah pusing soal minum. Selalu minum air tap water alias air keran. Jadi gratis, ga perlu beli. Tinggal isi ulang botol minum yang kami bawa dari rumah dengan air keran di wastafel hostel, MRT station, bahkan public toilet.

Acara pagi ini adalah jalan2 ke Singapore Botanic Gardens yang gratis masuknya. Dari hostel kami sempat jalan2 dulu di area Bugis. Ternyata ada macem2 yah. Selain hotel2 dan hostel2, ada juga mesjid, rumah makan padang, toko2, dll. Tahun 2008 yang lalu kami pernah main ke Bugis market tapi malam hari. Ceritanya mampir sebentar di Singapore sebelum berangkat ke Hong Kong. Bisa baca di trip kami Hong Kong (2008). Waktu itu sebelum ke Hong Kong, kami stop over dulu di Singapore. Dari situlah kami merasa Bugis cukup strategis dan oke untuk lokasi nginap kali ini.

We love Green !!

We love Green !!

Dari Bugis kami naik MRT ke Botanic Gardens. Di Singapore kemana2 biasanya kami selalu naik MRT. Sangat mudah, cepat, nyaman dan asik karena di Jakarta ga ada yang kayak gini, hehe.. Ternyata MRT Botanic Gardens Station ini belum lama dibuka. Jadi Singapore itu selalu menambah station MRT nya, berkembang terus. Hebat !

Keluar dari station, langsung kami sampai di pintu masuk Botanic Gardens. Wah, garden nya luas sekali. Banyak pengunjungnya. Ada yang jogging, latihan boxing, numpang lewat menuju kantor, ada yang duduk2 santai, dan banyak juga yang bawa anjing jalan2. Wuiii… senang sekali lihat para anjing bisa menikmati taman bersama majikannya.

Area Botanic Gardens ini saking luasnya, dibagi dalam beberapa wilayah yang diberi nama. Ada petanya juga supaya bisa ngatur mau jalan ke mana dan berakhir di mana. Di sepanjang jalan Eco Garden Way dan Red Brick Path, berjejer pohon2 natal dari berbagai bahan, ada bahan daur ulang atau sampah bekas gelas plastic. Bagus2 dan unik. Yang buatnya anak2 sekolah, ada juga yang dari embassy di Singapore dan dari yayasan sosial. Semua itu dipamerkan dan ada yang menggantungkan pesan2 natal juga di situ. Very interesting !

Which way ??

Which way ??

Di Eco Lake kami melihat 3 black swan sama anak2nya. Mirip yang ada di Perth, tapi lebih gede. Silakan liat trip kami ke Australia (2010). Kami juga mampir ke Healing Garden. Isinya mirip apotik hidup yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, cuma yang ini lebih terpelihara dan tertata dengan rapi. Ada juga souvenir shop yang banyak menjual barang2 recycle. Temanya go green deh ya.

Tidak terasa, kami sudah jalan2 sepanjang setengah dari panjang Botanic Gardens ini. Pegal juga nih. Kami pun bersantai sejenak di Symphony Lake. Di tengah danau ada Stage nya. Buat acara2 symphony gitu kayanya.  Hm.. mau balik lagi atau mau nerusin sampe ujung nih ? Akhirnya kami putuskan balik arah lagi ke station MRT yang tadi. Cuma kali ini kami lewat jalan lain yang lebih teduh dan menurun jalannya. Lewat Au Jardin yang isinya pohon2 kamboja Jepang.

Menyenangkan deh di sini, udaranya segar dan bersih. Betul2 bagus, buat paru2 kota, apalagi kota sesibuk Singapore. Dari sini kami lanjut ke Holland Village. Daerah hunian orang2 ekspatriat (bule). Begitu sampai memang terlihat bedanya. Di sini lebih bersih, sepi dan teratur. Ada toko2 kecil, tempat kursus, dsb. Ada juga beberapa food court.

Holland Village

Holland Village

Next destination : Sentosa Island. Dulu tahun 2006, kami juga main ke Sentosa Island. Silakan baca trip kami Singapore (2006). Tapi sekarang Sentosa Island sudah banyak berubah. Lagian banyak juga area yang dulu tidak sempat kami kunjungi. Dulu kami naik cable car, sekarang kami mau coba naik Sentosa Express.

Kami naik MRT ke HarbourFront, terus masuk ke Vivo City Mall. Katanya ini mall terbesar di Singapore. Naik ke lantai 3 untuk selanjutnya naik Sentosa Express, monorail ke Sentosa Island. Harganya SGD.3 / org. Train pp dan sudah termasuk tiket masuk pulau.

Resort World Sentosa

Resort World Sentosa

Ada beberapa titik perhentian di Sentosa Island, kami turun di station terdekat yaitu Waterfront station. Di sinilah terdapat Resort World Sentosa. Area wisata yang baru dan menjadi unggulan. Ada Hard Rock Hotel, Universal Studio, Voyage de la Vie, Lake of Dreams dan Crane Dance. Dua atraksi terakhir yang disebutkan merupakan show dan free of charge. Karena shownya berlangsung malam hari dan tidak cocok dengan jadwal kami, dengan sangat terpaksa kami lewatkan. Hiks..

Selanjutnya kami lanjutkan perjalanan ke Sentosa Nature Discovery melalui Imbiah Station. Namun menurut kami tempat ini biasa saja. Kamipun lanjut menggunakan shuttle bus pergi ke Siloso Beach.

Wah ini pantai bersih dan bagus, pasir putih. Kalo di Jakarta bandingannya dengan pantai Carnaval Ancol. Ini salah satu pantai favoritnya orang Singapore. Ombaknya tenang karena ada 2 teluk di sana yang menghadang ganasnya ombak dari arah laut.

Pada saat kami datang, sedang dilakukan persiapan pesta malam tahun baru sehingga ada panggung raksasa dan rupa2 persiapan lainnya. Di sepanjang garis pantai, ada juga pos2 jaga seperti Bay Watch yang mengamati aktivitas para pengunjung pantai. Di kejauhan, di lepas pantai, tampak ratusan kapal barang. Pemandangan keren.

Memang sih keliatan banget ini pantai buatan. Jauh lebih bagus pulau dan pantai di Indonesia lah. Coba aja liat foto2 kami di trip Lombok (2013), wuiih… keren banget. Tapi karena Singapore cuma punya ini sebagai “pantai”nya, yah.. cukup oke lah pemeliharaan dan suasananya.

Singapore Beach

Siloso Beach

Puas berfoto dan menikmati suasana pantai, kami naik tram ke arah Beach Station. Kami melewati wahana Skyline Luge yang ada dalam rencana kami untuk menikmatinya, tetapi karena budget terbatas, kami melewatkannya. Dari Beach Station, kami kembali ke Vivo City dengan menggunakan Sentosa Express lagi. Kami pun menikmati sore kami di Food Republic, sebuah food court di Vivo City. Kami beli makanan serupa nasi goreng tapi agak basah karena nasinya dikukus. Murah, kecil, dan ga kenyang, ha..ha.. kayak nasi kucing gitu.

Di dalam Vivo City, kami mampir yang toko National Geographic  yang ada channelnya di saluran TV kabel. Barang2nya menarik dan mahal pastinya. Jadi dinikmati aja pake mata. Dari Vivo City, kami main ke China Town. Kami jalan2 di toko Tintin yang menjual segala macam merchandise yang berhubungan dengan tokoh kartun Tintin. Ternyata nanti di tahun 2012 kami bisa mampir ke toko Tintin asli yang ada di Brussels. Simak trip kami Europe (2012).

Kami makan malam di situ di jalan Smith Street (kami pernah makan di sini juga saat ke Singapore tahun 2006). Kali ini, kami makan nasi hainam. Setelah kenyang, kami ke Suntec City untuk nonton Suntec  Fountain Laser Show dari Fountain Wealth yang terbesar  di dunia.

???????????????????????????????

Dari Suntec City, kami memutuskan untuk pulang berjalan kaki kembali ke hostel sehingga punya banyak kesempatan untuk menikmati Singapore di malam hari. Kami melewati Iluma mall (yang waktu itu belum selesai dibangun), masuk memotong jalan ke dalam Bugis Street. Dari situ melewati Bugis Village serta Victoria Street Wholesale Centre. Ternyata, kalo dinikmati, menyenangkan juga berjalan kaki malam hari di Singapore. Aman dan nyaman walaupun hawanya cukup panas. Kembali ke hostel, kami sudah terbiasa dengan keadaan hostel dan tata cara hidup di hostel.

Day 3

Hari terakhir di Singapore, kami awali dengan breakfast ala kadarnya karena kami mau lanjut breakfast lagi sepulang dari jalan2 nanti. Enaknya di hostel ya itu, breakfast bisa kapan saja dan sepuasnya, hehe,..

Selesai breakfast, kami mengeksplore daerah sekitar hostel dengan berjalan kaki mengarah ke tujuan kami : Mustafa Centre. Kami melewati daerah pemukiman dan sentra perekonomian orang China. Ada banyak toko kecil dan restoran2 pinggir jalan. Akhirnya, sampailah kami di Mustafa Centre.

Great Shopping Centre !

Great Shopping Centre !

Yang menarik dari Mustafa Centre adalah toko super gede ini buka 24 jam, satu2nya di Singapore yang buka 24 jam. Tokonya panjang banget dan tinggi banget. Hampir semua karyawannya orang India, mulai dari satpam, kasir, pramuniaga, hingga manager. Soalnya memang toko ini berada di area Little India.

Toko ini jual segala macam barang ! Semua item barang bener2 komplit. Yang ga kepikiran aja ada loh dijual di sini. Kami sampai ngos2an ngatur nafas hanya untuk jalan2 di Mustafa Centre ini.

Sebenarnya banyak barang murah yang tidak dijual di Indonesia yang menarik minat kami, tetapi karena fokus pada “hemat”, kami berhasil tidak membeli satupun barang keluar dari Mustafa Centre ini. Hore !

Balik ke hostel, kami kembali breakfast lagi agar bisa berhemat makan pagi dan siang dengan menu yang sama seperti tadi pagi. Kali ini kami kami breakfast di hostel sambil duduk2 di kursi di luar hostel. Letaknya di jalan kecil samping hostel. Suasana hostel makin ramai. Ternyata banyak penghuni hostel yang bangun siang juga. Kami melihat juga aktivitas staf hostel yang sibuk cuci baju, bersihin kamar tidur, dan toilet/shower. Mereka kerjanya gesit sekali, tanpa bicara sepatah katapun tetapi tetap menebar senyum semangat.

Selesai urusan check out di hostel, kami naik MRT ke Paya Lebar buat jalan2 di daerah Katong dan sekitarnya. Termasuk daerah Geylang yang merupakan red districtnya Singapore. Daerahnya lebih sepi daripada pusat kota. Karena datangnya siang hari, tidak ada ‘aktivitas’ di daerah Geylang. Kami sempat tersesat dan bertanya jalan kepada seorang bapak di salah satu mesjid Indonesia yangada di daerah situ. Ternyata bapak itu berasal dari Jawa, jadi kami pun bicara bahasa Indonesia.

Selesai jalan di daerah Katong, kami naik MRT ke Changi. Di terminal 2, kami makan siang di Killiney Kopitiam. Abis perut kenyang, kami naik sky train ke terminal 1 sekedar sight seeing. Kemudian balik lagi ke terminal 2 terus lanjut naik shuttle bus ke budget terminal.

Eh, ternyata Jeff salah lihat jam terbang. Untungnya kami datang terlalu awal, bukan sebaliknya. Kalo engga kan bisa kacau urusannya. Akhirnya kami memutuskan kembali lagi ke terminal 2. Dari terminal 2, kami naik sky train menuju ke terminal 3 yang merupakan terminal terbaru di Changi.

sgp-changiDi terminal 3 ini, banyak sekali yang bisa kami lakukan dan nikmati. Di sini sedang ada pameran replika Merlion, menara Eiffel dan menara Pisa yang diselubungi daun2 hijau. Go green ceritanya. Lampu2nya cantik. Kami berdua foto2 di dengan pigura Merlion menggunakan kamera yang sudah disediakan di situ dan hasilnya bisa dikirim ke alamat e-mail kita. Terminal 3 ini memanjakan kita dengan banyak fasilitas yang menarik agar para pengunjungnya tidak merasa bosan.

Puas bermain di terminal 3, kami kembali dengan shuttle bus ke budget terminalnya Changi. Terminalnya kecil banget jika dibandingkan dengan 3 terminal lain di Changi. Tapi suasana dan fasilitasnya tetap OK. Setelah melewati imigrasi, kami disodori permen berlabel Changi dan ‘post it’ Changi. Masing-masing kami dapat satu, gratis lagi ! Asyik… dapat souvenir Changi gratis. Kami bisa internetan gratis juga di situ.

Inilah akhir perjalanan kami kali ini di Singapore. Ternyata, Singapore memang selalu memiliki daya tarik yang tidak ada habisnya dieksplore oleh wisatawan yang berkunjung ke sana. Lain waktu, kami mau ke Singapore lagi, dengan destination yang berbeda2 lagi. Kapan ya ??

Epilog

Sekali-kali liburan singkat ke Singapore boleh juga lah. Kalo pas dapat tiket promo jadi murah banget. Kami kali ini dapat tiket seharga 500 ribu untuk pp per orang. Hanya saja perlu diwaspadai untuk akomodasi, karena akomodasi di Singapore lumayan mahal. Walau di hostel, kami harus bayar sekitar 200 ribu/orang untuk semalam di kamar isi 6 orang.

Destinasi di Singapore sebetulnya juga cukup banyak, karena pemerintah di sana cukup aktif dalam menggaet turis. Caranya dengan terus menambah destinasi wisata maupun mempromosikan (kadang over promotion) semua destinasi tersebut melalui berbagai brosur yang ada. Bahkan kami bisa mendapatkan semua brosur dan map Singapore itu dengan gratis dan dikirimkan by pos loh ke rumah kami. Tinggal email tourism board mereka saja. Hebat yah !

Advertisements
Categories: 2004-2014, ASIA, Singapore | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Singapore : 7-9 December 2011

  1. bugis street memang tempat belanja untuk oleh-oleh
    informasi menarik terima kasih

  2. Way cool! Some very valid points! I appreciate you penning this post
    plus the rest of the site is extremely good.

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: