Advertisements

Japan : 22-31 March 2014 (part 4-Tokyo)

Day 7 : Disneysea

Kami pergi dari ryokan pk. 6.30 dan tiba di Disneysea pk.07.15. Untuk ke disney, silakan menuju station Maihama. Untuk mencapai Maihama harus naik JR train. Kalo naik metro (seperti kami), maka berhenti di station Shin-kiba dan sambung dengan JR train ke Maihama.

Going to Disneysea

Going to Disneysea

Sebetulnya dari Maihama ke Disney ada monorail khusus Disney. Tapi kami sarankan lebih baik jalan kaki saja. Selain mahal untuk rute sependek itu, dengan jalan kaki kita bisa menikmati suasana asri sepanjang jalan.

Setelah 10 menit berjalan kaki, kita sudah bisa melihat gunung yang menjulang di kejauhan. Ya, kalo disneyland kan icon di pusatnya adalah kastil Cinderella. Nah, kalo disneysea icon di pusatnya adalah volcano / gunung berapi.

Kami memilih Disneysea karena Disneysea hanya ada di Jepang dan satu2nya di seluruh dunia. Sementara kalo Disneyland kan sama saja dimana-mana isinya. Justru kami ingin tau, Disneysea itu seperti apa sih ? Rugi banget deh kalo ke Jepang tapi ga lihat Disneysea. Tiket masuk Disneysea sudah kami beli online seharga 6200 yen / org. Langsung print sendiri dan tiket hasil print-out itu bisa langsung di-scan nanti buat dapat FP (Fast Past).

Dengan perginya kami ke Disneysea Jepang kali ini, berarti Diana sudah menyelesaikan petualangannya berkeliling Disney di seluruh dunia dengan berbagai bahasanya. Karena biasanya teater maupun beberapa atraksi pasti menggunakan bahasa lokal di negara setempat. Mulai dari Disneyworld di USA (bahasa Inggris), Disneyland di Paris (bahasa Perancis), Disneyland di Hongkong (bahasa China) dan Disneysea di Jepang (bahasa Jepang). Horeee….  Seru loh melihat Mickey Mouse berbicara dalam berbagai bahasa itu, hehe…

d2Astaga, begitu melihat pintu gerbangnya, antrian sudah penuh dan padat. Ada sekitar 20 lajur dengan setiap lajurnya sudah mengantri lebih dari 200 orang. Padahal ini masih pagi. Busyet dah ! Jepang memang negara dimana penduduknya suka sekali mengantri.

Oke, kami pasrah saja lah mengikuti salah satu antrian. Ternyata makin siang tambah ramai. Antrian di belakang kami juga panjang luar biasa. Memang secara umum mereka antri dengan tertib, tetapi ada saja anak2 muda yang berusaha menyelak antrian. Ada juga yang temannya sudah mengantri lebih dahulu, lalu belakangan teman2nya langsung menyelip dan bergabung dengan teman tersebut.

Jam 8 ketika pintu gerbang dibuka sempat terjadi kerusuhan, yaitu semua orang berusaha bergegas dan berlari2 menuju ke dalam. Ingat yah, dari antrian nanti ketemu bola dunia, nah.. larinya ke arah kanan. Jangan ke arah kiri. Nanti salah seperti kami, hehe..

d10Di dalam ada petugas yang khusus membuat barikade dan memperingatkan pengunjung supaya tidak berlarian. Memang pengunjung kebanyakan anak muda Jepang, bahkan rata2 masih pakai seragam sekolah. Aneh juga, kan mereka ga sekolah ya hari ini, kenapa juga pake seragam ??

Disney sea memiliki landscape yang berbeda dengan disney pada umumnya. Volcano dikelilingi air membentuk danau besar. Lalu atraksi2nya juga biasanya berkaitan dengan air, walaupun tidak semua. Jangan kuatir, wahana nya tidak basah2an kok.. temanya saja yang air.

Menyenangkan deh melihat air dimana2, jadi romantis. Seperti di Venice.. Oya, memang ada wahana Venetian Gondolas loh. Kami pengen banget naik, karena waktu di Venice kami tidak naik Gondola (mahal bo !) Hanya naik traghetto, mirip gondola tapi untuk menyeberang rame-rame dan cuma 5 menit. Silakan lihat kisah dan fotonya di trip Europe (part 3) kami tahun 2012.

Antrian orang di mana-mana

Antrian orang di mana-mana

Untuk menikmati berbagai wahana di Disneysea, perlu strategi yang sangat rapi ! Dalam artian begini. Disney di Jepang itu amat sangat ramai. Antrian untuk wahana favorit di sini sangat panjang, bahkan bisa mencapai 4-5 jam ! Buset dah.. atraksinya aja paling 5 menit. Bayangkan kalo anda ada di Disney dari jam buka sampai tutup, itu total 14 jam. Jadi kalo 1 wahana antri 4 jam, anda cuma bisa naik 3 wahana. Parah banget kan ?!

Perlu diketahui juga, untuk beli makanan, snack, minuman dan toko souvenir, anda perlu antri yang cukup panjang ! Bisa sekitar 30 menit sampai 1,5 jam. Hahaha… Jadi ga kepengen main ke Disney Jepang ya ? Makanya sekali lagi, perlu strategi. Ketahui dulu semua wahana yang ada dan PILIH yang anda prioritaskan. Manfaatkan FP (fast pass) untuk beberapa wahana favorit. Tetapi ingat, sesudah mengambil FP untuk 1 wahana, maka FP berikutnya baru bisa anda ambil setelah FP digunakan atau 2 jam sesudahnya.

Intinya ga bisa serakah. Untuk Disneysea, harus ada wahana yang dikorbankan. Tidak bisa semuanya anda nikmati dalam 1 hari. Gunakan kombinasi antara FP dan antrian. Sesuaikan juga dengan jadwal theater atau live show. Lalu cerdiklah dalam memilih snack/makanan pada waktu yang tepat. Kami mengkombinasikan waktu antri dengan ngemil popcorn. Lalu istirahat siang sambil makan hotdog. Baru makan agak berat di sore hari.

Our meal @ Disneysea

Our meal @ Disneysea

Oke, ini gambaran langkah2 yang kami lakukan di Disneysea dari buka hingga di’usir’ he..he…

* Lewati Storm Rider – ambil FP, kosong, jadi pas buat belajar scan tiket di mesin FP

1. Masuk Indiana Jones – masih sepi nih, itu aja antri sekitar 30 menit. Lebih cepat kalo pake single rider sebetulnya.

2. Masuk Storm Rider pakai FP – tetap antri sekitar 30 menit biarpun pake FP

* beli popcorn rasa Curry – antri 30 menit. Di Disneysea ada 8 rasa (karamel,milk tea, strawberry, salt, curry, black pepper, corn potage dan soda). Popcorn ini dijual di gerobak2 yang tersebar di seluruh area Disneysea. Tempat popcornnya bisa dibeli sebagai souvenir karena bentuknya menyerupai beberapa karakter Disney. Lucu2 tapi harganya cukup mahal, antara 1000-3000 yen tergantung bentuknya.

Popcorn aneka rasa

Popcorn aneka rasa

Banyak spot foto yang menarik

Banyak spot foto yang menarik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Lewati Journey to the Center of the Earth – ambil FP, udah antri dan dapat FP untuk pk.16.25

3. Nonton Mystic Rhytms pk. 10.55 am – bagus banget, kami datang jam 10.30 udah penuh banget tempat nya.

4. Masuk Mermaid Lagoon Theater – antri sekitar 1 jam, bagus sih bisa lihat Ariel berbahasa Jepang. Jangan lupa minta alat terjemahan bahasa Inggrisnya yah kepada petugas di situ, biar ngerti percakapannya Ariel (alatnya canggih karena otomatis menyala sendiri waktu pertunjukan mulai.

* Lewati 20.000 Leagues Under The Sea – ambil FP, antri dan dapat FP untuk pk. 17.30

* Diana beli hotdog – antri 3o menit, Jeff ambil tiket show Big Band Beat – antri 15 menit

* Makan hotdog pengganti lunch

7. Nonton a Table is Waiting pk.1.45 pm – bagus banget, cuma panas kalo siang2, datang jam 1 lebih udah susah dapat tempat duduk. Di sini ceritanya karakter disney akan tampil bergantian sesuai menu : mexican tacos, indian curry, american cheeseburger, bento box dan french dessert. Kebayang kan serunya ?

d6d7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*beli popcorn rasa Strawberry – antri 15 menit

* masuk stand souvenir yang bisa dimasuki (toko souvenir yang lain masuk aja susah karena penuh orang) dan foto2 dengan berbagai topi khas karakter Disney.

d8

8. Nonton The Legend of Mythica pk. 2.30 pm – sulit dapat tempat yang strategis untuk nonton karena penuh banget orang. Banyak orang yang sudah mengambil posisi untuk melihat show ini sebelum show dimulai. Ini show parade spektakuler di siang hari. Adanya di tengah2 danau di depan volcano. Jadi stage nya air. Keren abis deh pokoknya, beda karena biasanya parade Disney kan di darat. Ada kembang api juga loh biarpun siang2. Perpaduan air + api plus musik yang harus dilihat !

Day Show

Day Show : Legend of Mythica

d129. Nonton Big Band Beat pk. 3.30 pm – waktu yang pas untuk duduk ngadem dan tidur, hehe..

* Lewati Magic Lamp Theater – mau ambil FP, eh udah abis. Mau antri waiting time nya 2 jam, haduh males deh. Ntar aja balik lagi kalo antrian udah ga panjang.

10. Masuk Journey to the Center of the Earth pakai FP – antri 30 menit

* Makan sore ( jam 5 pm): Chinese Food – lumpia, nasi goreng, mun tahu – sepi karena bukan jam makan

11. Masuk 20.000 Leagues Under The Sea pakai FP – antri 15 menit

12. Masuk Sinbad’s Storybook Voyage – antri 15 menit, mirip istana boneka cuma lebih keren aja.

* Lewati Magic Lamp Theater – liat waiting time masih 1 jam. Hm.. sudah berkurang, tapi nanti aja deh maleman balik lagi, mestinya udah lebih sepi.

d15

Keren yah, ada carousel bertingkat 2 (bawah kiri). Itu pun antriannya masih panjang.

* Ke area American Waterfront, liat keramaian orang di wahana paling populer di Disneysea : Toy story mania dan Tower of Terror. Dua wahana ini memang kami skip karena sudah terbayang antriannya ga nahan. Kalo baca2 reviewnya, FP untuk kedua wahana ini sudah habis jam 9 pagi. Antrian antara 4-6 jam. Ini sudah malam saja waiting time masih 4 jam. Busyet dah !

13. Naik Electricity Railway – antri cuma 10 menit, dari American Waterfront ke Port Discovery

14. Nonton Fantasmic pk.8 pm – show spektakuler malam hari, 2 jam sebelumnya orang2 udah pada duduk cari tempat strategis. Kami sih 40 menit sebelumnya cari posisi berdiri di atas jembatan masih bisa dapat. Ini keren banget karena banyak pake laser show. Shownya di atas danau volcano, sama seperti show tadi siang.

* harusnya setelah Fantasmic ada show kembang api namanya Happiness on High. Sayang karena alasan cuaca (sangat dingin dan berangin memang malam itu) maka show tersebut dibatalkan. Hiks.. ya sudah.

15. Masuk Magic Lamp Theater – malam ini antrian sudah sepi, waiting time cuma 15 menit. Oke, langsung masuk. Usahakan minta alat untuk terjemahan bahasa Inggrisnya yah. Walaupun begitu, tetap ada human interactive live show yang pake bahasa Jepang dan kita ga ngerti.

Dekor nya bagus2

Dekor nya bagus2

16. Naik Gondola – antri cuma 10 menit dan sudah ada peringatan bahwa Disney akan segera tutup, hehe..

d11Di gondola, orang Jepang yang jadi gondolier nya bicara terus dalam bahasa Jepang. Kami ga ngerti jadi cuma senyum2 saja. Untuk Gondola sebetulnya lebih bagus kalo sore hari naiknya. Kalo malam seperti kamu juga bagus, tapi view nya terbatas karena sudah gelap.

Okey… selesai sudah petualangan kami di Disneysea. Saat mencapai pintu keluar, kami mendengar pengumuman bahwa Disneysea sudah tutup. Pas !

Kesan : Disneysea adalah Disney paling ramai dan padat yang Diana pernah kunjungi. Kayanya ini bukan taman hiburan, tapi taman antrian, haha.. Mau beli minum atau snack aja antri panjang banget ! Antrian wahana saja bisa mengular sampai ke jalanan dengan tidak ada tali pembatas, tapi tetap rapi. Kalau antrian wahana, paling belakang ada petugas yang pegang papan dan kita bisa tanya berapa lama waiting time nya. Kalau antrian snack, tidak akan ada petugas di antrian paling belakang.

Oya, di Disneysea para petugas kebersihannya juga sangat bersahabat dan membantu. Silakan minta peta Disneysea dalam bahasa Inggris kepada mereka dan mereka akan senang hati memberikannya kepada kita.

Malam ini kami menuju Hotel Tokyo Kiba untuk mencoba akomodasi tipe capsule. Yang menarik adalah hanya di Tokyo Kiba satu2nya capsule hotel di Jepang yang menyediakan capsule untuk 2 orang. Biasanya 1 capsule hanya bisa diisi oleh 1 orang. Lalu lantai antara pria dan wanita pun dipisah. Nah, ini akan menyulitkan kami yang pergi berpasangan. Jadi kami sangat senang ketika menemukan kapsul yang bisa berdua ini. Apalagi kapsul itu kan katanya seperti peti mati ya.. Nah, rasanya gimana gitu kalo cuma sendirian. Enakan juga berdua lah.

Tiba di hotel kami diminta “pasporto”. Jangan bingung yah.. maksudnya adalah mereka minta passport, bukan pas photo. Hahaha… Orang Jepang sulit menyebutkan kata yang belakangnya bukan huruf hidup. Jadi biasanya mereka akan menambahkan huruf “o” di belakangnya.

Capsule for 2 people

Capsule for 2 people

Setelah beres urusan administrasi, kami pun diberi kunci loker. Di dalam loker sudah tersedia sandal, handuk dan piyama. Untuk sepatu dan ransel bisa ditaro loker atau dibawa ke kapsul, terserah. Perlu diingat, loker ada di lantai 1, kapsul kami di lantai 5 dan kamar mandi di lantai 3. Jadi pikirkan saja kerepotan yang bisa terjadi jika “semua” barang ditaro di loker. Pikirkan juga bahwa kapsul yang mungil itu akan jadi sesak kalo semua barang dibawa masuk kapsul.

Untungnya koper kami memang dititipkan di Kimi Ryokan, karena kami kemarin menginap di sana dan besok pun akan menginap lagi di sana. Jadi kami hanya membawa ransel yang berisi pakaian ganti. Jika anda membawa koper di kapsul hotel, maka lebih repot lagi. Koper itu harus diletakkan di tempat khusus di lantai bawah.

Kapsul ini sebetulnya lumayan lah untuk berdua, memang ngepas sih, tapi ga sampe berhimpitan banget. Lengkap juga loh isinya. Ada TV, cermin, radio, alarm, tombol lampu, dsb. Penutup kapsul adalah semacam tirai bamboo. Jadi tidak ada kuncinya, hanya penutup begitu saja. Suara di luar otomatis akan terdengar. Tapi biasanya tamu lain juga akan berbisik sih bicaranya jadi tidak terlalu mengganggu.

Wah.. sudah malam sekali ini. Kami sudah sangat cape dan mengantuk. Bobo dulu ya.

 

Day 8 : Akihabara – Ueno – Asakusa – Odaiba

Wastafel dgn 3 sensor : soap, wash & dry

Wastafel dgn 3 sensor : soap, wash & dry – canggih !

Pagi-pagi ada masalah ketika mau mandi. Di hotel ini hanya ada 2 kamar mandi, yang besar dan yang kecil. Tiap hari akan digilir peruntukannya antara pria dan wanita. Hari ini kamar mandi besar untuk wanita dan kamar mandi kecil untuk pria. Diana masuk ke kamar mandi besar dan ternyata bentuknya seperti Jacuzzi besar / onsen. Artinya mandi di bath tub tersebut beramai-ramai. Wah, risih.. alhasil Diana ga jadi mandi deh.

Jeff yang menuju kamar mandi kecil menemukan bahwa ternyata hanya ada 1 kamar mandi tipe shower yang sedang terisi dan harus antri. Jeff menunggu sebentar dan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mandi. Kami pun bertemu lagi di kapsul dan tertawa karena sama2 tidak berhasil mandi pagi 🙂

Oke, kalo begitu kita basuh2 saja di toilet deh. Toh karena cuaca dingin dan kering, kami tidak berkeringat. Setelah beres, kami menuju lobby untuk menunggu Machiko, remaja Jepang yang tahun lalu pernah menginap di rumah kami saat ada Youth Camp untuk remaja Kristen se-Asia.

Hari ini cerah sekali, kami bisa melihat bunga sakura yang bermekaran di sekitar hotel. Hey.. itu dia Machiko datang. Senang sekali bisa bertemu lagi ! Konichiwa ! Hari ini kami akan berkeliling Tokyo dengan dipandu oleh Machiko. Gantian ya, dulu kita yang memandu Machiko keliling Jakarta.

Breakfast @ Nakau

Breakfast @ Nakau

Pertama-tama kita sarapan dulu yuk. Dekat hotel kami lihat ada Restoran Nakau, yang katanya restoran cukup murah di Jepang. Untung saja ada Machiko, begitu masuk kami sudah dihadapkan pada vending machine bertulisan Jepang seperti saat di Kyoto station. Bedanya, kali ini tidak ada pelayan yang membantu di dekat machine tersebut. Semua sibuk memasak di dapur.

Machiko pun menerangkan jenis2 makanan yang bisa dipesan. Memang harganya murah2, sekitar 300 yen per porsi. Jeff pesan beef bowl dan Diana pesan set menu breakfast khas Jepang berdasarkan rekomendasi Machiko. Pengen tau juga nih, orang Jepang kalo breakfast makannya apa sih ?

m2

 

 

Ternyata breakfast menu itu terdiri dari : nasi + telur mata sapi + seaweed + kacang nato + miso soup. Untuk telur, di Jepang itu pilihannya adalah telur mentah atau telur setengah matang. Ga ada yang namanya telur matang, hehe.. Untung saja Diana memang doyannya telur setengah matang, jadi pas. Cuma repotnya adalah memakan telur mata sapi setengah matang tadi pakai sumpit, hahaha… Ancur dah !

Lalu kacang nato itu harus diaduk dengan mustard dan bumbu yang lengket seperti lem. Rasanya ? Hm.. kaya makanan basi yang udah lengket2 gitu yah.. aneh deh pokoknya. Padahal kacangnya sih enak. Begitu dicampur aduk bumbu itu alhasil ga doyan dan bikin agak neg. Ya sudahlah, namanya juga mencoba. Kata Machiko, papa nya makan kacang nato itu setiap pagi. Kami pun melihat orang2 Jepang yang sarapan itu melahap Nato dengan lahap. Ya, soal selera deh ya.

Lalu seaweed itu untuk membungkus nasi+nato tadi. Jadinya pakai sumpit digulung bersamaan seperti sushi, baru dimakan. Machiko memberi contoh dengan sangat mahir, lalu Diana mencoba dan hasilnya berantakan, haha… Kayanya pagi ini yang makannya normal cuma Jeff dengan beef bowl nya.

Setelah sarapan, kami pun menuju Akihabara atau disingkat Akiba. Pusatnya elektronik di Tokyo. Ramai juga ternyata di sana. Seperti biasa ada antrian sangat panjang dari toko yang sedang sale (katanya).

Akiba

Akiba dan antrian orang Jepang

Di Akiba ini kami sempat lihat2 toko souvenir yang tax free. Jadi di sini bukan cuma toko2 yang menjual elektronik saja, tapi juga segala macam souvenir ada. Banyak juga orang2 Chinese yang belanja di sini (tepatnya ngeborong). Harganya di sini cukup murah menurut kami. Walaupun penuh gedung-gedung tinggi namun ada juga sisi Akiba yang masih asri dengan sungai yang tenang dan jernih airnya.

From Akiba to Ueno

From Akiba to Ueno

Dari Akiba kami menuju Ueno. Ini dia yang dinanti-nanti karena kabarnya menikmati Sakura itu paling oke di Ueno Park. Hmm.. dag dig dug.. Apakah sudah bagus yah sakuranya hari ini ? Ternyata baru sampai train station Ueno saja sudah padat sekali kerumunan orang. Sampai-sampai sulit untuk bergerak.

Banyak petugas yang dikerahkan untuk mengatur arus kepadatan orang di station. Ada apa ini ? Ooh.. rupanya karena ini hari Sabtu dan cuaca cerah, maka semua orang menuju Ueno untuk menikmati Sakura dan ber-hanami ria. Waduuh… Pantas aja !!

m5

m6

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Begitu masuk kawasan Ueno Park, sudah terdapat peta yang menunjukkan area di mana pohon2 sakura itu mekar dengan indah. Kami pun langsung disambut dengan hamparan Sakura dimana2. Cihuuuy… Puji Tuhan, ternyata hari ini kami bisa menikmati indahnya Sakura yang mekar di Ueno Park. Kebanyakan di sini adalah Sakura yang berwarna putih. Jadi kalo di foto agak kurang seindah aslinya karena putih sih ya. Ada juga sih sakura yang pink di sini, hanya saja sedikit jumlahnya.

Orang-orang pun banyak yang sudah ber-hanami atau duduk2 piknik di bawah pohon sakura. Untung sekali tidak hujan yah hari ini, kalo hujan pasti bakal bubar semua tuh yang hanami, hehe..

m7

m8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalanan utama yang dinaungi deretan pohon sakura itu sangat padat. Lautan manusia dimana-mana dan semuanya ingin berfoto-ria. Karena itu setelah puas berfoto2 di jalan utama ini, kami pun singgah sebentar di kuil yang ada di situ dan kemudian berbelok ke arah danau.

m10

Nah, di jalan kecil ini sudah berjejer tukang jualan makanan, hehe.. seperti bazaar saja nih jadinya. Kami penasaran pengen coba ah. Ikan ini rupanya dipanggang/diasap gitu. Namanya ikan ayu. Menurut Machiko enak, jadi kami pun tertarik. Rasanya gurih, enak. Harganya 500 yen. Kami juga beli Mochi, setangkai ada 3 pcs, harganya 300 yen. Mochi nya enak, rasa sakura. Tapi menurut kami kalo mau coba Mochi, lebih baik saat di Kyoto, lebih spesial rasanya.

Ikan Ayu + Mochi

Ikan Ayu + Mochi

Asik juga nih makan snack sambil duduk menghadap danau yang beratapkan sakura. Pemandangan yang sangat cantik ! Kami jauh lebih suka di sini daripada di jalanan utama tadi.

Beautiful View @ Ueno Park

Beautiful View @ Ueno Park

Setelah itu kami pun kembali berjalan menyusuri danau dengan tetap ditemani deretan pohon Sakura. Di sini ada sakura merah juga. Trus ada pohon Yayogi, yang daun nya hijau ke bawah itu. Kata Machiko, itu pohon yang famous saat summer di Jepang.

m11

m12

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sini kami bisa berjalan dengan lebih rileks. Tidak terlalu banyak orang. Taman nya juga lebih asri. Thanks a lot for Machiko yang sudah bersedia menjadi fotografer buat kami berdua.

Sakura Blossom !

Sakura Blossom !

Yang membuat Sakura ini menarik adalah karena pohon ini tidak ada daunnya. Iya, hanya bunga saja di seluruh pohon. Memang jadinya cantik yah, apalagi ketika pohon2 ini terletak berderetan. Keren ! Di Indonesia ga ada yang seperti ini.

Sudah puas ?! Ya, walau gagal ke Kawaguchiko tapi kami bersyukur hari ini cerah dan bisa menikmati Sakura yang sudah mekar. Sebetulnya perkiraan blossom nya Sakura di Tokyo itu awal April, jadi kami sudah pasrah kalau memang belum bisa melihat sakura yang blossom. Tapi beberapa hari sebelum kami tiba di Jepang, ramalan tersebut bergeser maju. Hingga akhirnya Sakura start blossom pada tgl. 25 Maret di Tokyo. Terima kasih Tuhan, Kau sudah mengijinkan kami mengalami indahnya Sakura di Tokyo.

m15

m16

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari Ueno kami menuju Asakusa, tempat belanja souvenir, hehe.. Betul saja, di sini sudah banyak orang berdesak-desakan. Rupanya turis yang mengejar sakura semua sudah ada di Tokyo dan belanja di Asakusa, hihi.. Memang di sini ada barang2 murah dan unik yang tidak ada di tempat lain. Tapi hati2 yah, saat membeli barang di sini, biasanya pelayan toko langsung membungkusnya dengan semacam kertas kado. Perhatikan baik-baik saat membungkus, jangan lengah.

Kami mengalami kejadian tidak menyenangkan. Ceritanya kami beli kipas di Asakusa (titipan keluarga) karena melihat gambarnya bagus (gambar gunung Fuji + sakura) dan harganya oke. Setelah menunjuk display, maka pelayan toko mengambil barangnya dari dalam toko dan dibungkus rapi. Kami tidak terlalu memperhatikan setelah menunjuk karena kami sudah melihat-lihat barang yang lain lagi. Ternyata setelah dibuka di Jakarta, isinya adalah kipas bergambar ikan, biasa banget deh… Haduuuuuh !!! Kesel banget !! Entah sengaja atau tidak, tetapi lain kali harap perhatikan semua barang yang anda beli saat dibungkus.

m17Dari Asakusa yang berdesakan, kami pun lanjut ke Tokyo Sky Tree. Tidak jauh, tapi kami harus naik train khusus ke tempat ini. Ceritanya kami masih penasaran ingin melihat Gunung Fuji, jadi Machiko mengajak kami ke sini dengan harapan bisa melihat Fuji walaupun dengan ukuran yang sangat kecil karena jauh jaraknya.

Ternyata setelah tiba, Machiko melihat kejauhan dan menyatakan bahwa tidak bisa melihat Fuji karena kondisi yang berawan di kejauhan. Oke, sebaiknya makan siang dulu deh kalo gitu. Lapar juga nih, sudah jam 2 siang.

Tujuan kami adalah menyantap Okonomiyaki, makanan khas Jepang yang sering disebut Japannese pizza. Makanan ini direkomendasikan oleh Maki, teman CS kami di Kyoto dan hingga hari ini kami belum merasakannya.

Oke, Machiko pun mencari daftar restoran yang menjual makanan ini dengan harga yang tidak terlalu mahal dan yup… ada. Kami pun mengantri seperti yang biasanya dilakukan orang2 Jepang. Duduk di kursi2 depan restoran. Lama2 terbiasa juga nih mengantri buat makan. Machiko pun memilihkan menu dan berbicara dengan pelayan nya. Kami ga ngerti soalnya, menu dalam bahasa Jepang semua.

Sobayaki + Okonomiyaki

Sobayaki + Okonomiyaki

Maaf, kami ga tau nama restorannya. Hehe.. Begini nih kalo ditemani orang lokal. Kami sibuk ngobrol dan ga sadar dibawa kemana. Setelah kami duduk, makanan pun segera keluar.

Di meja sudah ada hot plate dan makanan disajikan di situ. Pertama2 yang tiba adalah Sobayaki atau bahasa awamnya mie goreng, hehe.. Soba itu noodle dan yaki itu artinya grilled. Jadi semua makanan Jepang yang akhirannya -yaki artinya makanan itu di panggang / grilled.

Setelah itu giliran okonomiyaki yang keluar. Waaah… banyak bumbu saos di atasnya yah. Machiko pun memotong okonomiyaki itu seperti memotong pizza. Gimana rasanya ? Hmm.. gurih, seperti puyunghai, haha… Jauh banget dari rasa pizza.

Kami bertiga pun menyantap 2 menu ini secara sharing. Porsinya memang cukup besar. Harganya pun relatif mahal kalo di tempat turis dan restoran seperti ini. Untuk 2 jenis makanan tadi harganya sekitar 2000 yen. Tapi kami suka taste dari lunch kali ini. Yummy !

Banana Sky Tree

Banana Sky Tree

Setelah makan, kami pun memutuskan tidak jadi naik ke atas tower. Pertimbangannya karena toh berawan dan ga bisa lihat Fuji, trus antri nya itu sampai 2 jam, lagian mahal banget loh tiket naiknya. Klop deh ! Maka kami pun akhirnya singgah saja di tempat souvenir khas Tokyo Sky Tree, yaitu Tokyo Banana Tree.

Kalo selama ini yang beken itu Tokyo Banana yang originalnya dijual di Tokyo Tower. Nah, ini saudaranya yang originalnya dijual di Tokyo Sky Tree. Bentuknya sama, cuma yang ini ada totol2 coklatnya. Ceritanya rasa coklat gitu.

Awalnya hanya Machiko yang mau beli buat keluarganya, mumpung mampir ke sini. Tapi akhirnya kami pun ikutan beli deh. Sekalian sudah di sini juga. Beli 1 pak isi 4 harganya 500 yen. Lucu juga tuh kemasannya ada gambar pita nya. Jadi terkesan pisangnya berpita, haha.. Kawaii !

Orang Jepang itu memang suka segala sesuatu yang lucu / cute gitu. Makanya soal kemasan itu jagonya. Bagus2 dan cute banget. Oya, jangan kuatir, untuk yang pengen beli Tokyo Banana ini, bisa dibeli di airport kok. Harganya sama saja.

m20Dari sini kami kembali ke Asakusa dan menuju Odaiba dengan menggunakan waterbus atas usulan Machiko. Oke, antri lagiii.. Kami menggunakan waterbus sampai Hinode dan melanjutkan perjalanan dengan train ke Odaiba.

Harga waterbus Asakusa-Hinode 760 yen/org. Sedangkan train Hinode-Odaiba kaihinkoen 250 yen/org. Dengan cara ini kita bisa dapat 2 pengalaman, yaitu transport di atas air dan naik rainbow bridge menggunakan train. Perfect !

Sepanjang perjalanan waterbus mengarungi Sumida river, kami bisa melihat indahnya Sakura yang bermekaran di seluruh penjuru Tokyo. Memang sangat menarik dan indah.

Angin nya semilir, wah.. bikin ngantuk deh. Kami pun menikmati perjalanan di atas kapal kali ini.

Sakura di mana-mana

Sakura di mana-mana

Dari kapal sangat mudah melihat Tokyo Sky Tree yang menjulang tinggi di kejauhan. Kami pun melewati kolong dari beberapa jembatan yang berwarna-warni. Menarik sekali. Ada jembatan merah, biru, hijau, kuning. Tapi ini bukanlah rainbow bridge yang menuju Odaiba loh ya.

Bukan rainbow bridge

Bukan rainbow bridge

Tiba di Hinode, kami pun melanjutkan perjalanan dengan train. Kalo tadi kami lewat di bawah jembatan, kali ini kami justru naik di atas jembatan yang menghubungkan daratan Tokyo dengan pulau Odaiba ini. Namanya Rainbow bridge, tapi aneh, jembatan ini justru tidak berwarna sama sekali.

Odaiba

Journey to Odaiba

Turun di Odaiba kami langsung merasakan angin yang kencang. Wuiiih.. dingiiiiin… Susah sekali rasanya melawan terpaan angin dingin ini. Namanya juga di pulau, jadinya yah angin begini. Begitu melihat ferris wheel kami foto dulu dong… Nanti malam kami mau naik ferris wheel ini, karena selama ini kami belum pernah merasakan naik Ferris Wheel dimana bisa melihat pemandangan kota. Lagipula harganya ga mahal, 900 yen /org. Coba bandingkan harganya dengan naik Singapore flyer, beda jauuuuh, hehe..

Ferris Wheel @ Odaiba

Ferris Wheel @ Odaiba

Dari station Kaihin-koen, kami berjalan mengarah ke tengah pulau. Di sini ada Palette town, Venus fort dan Toyota City. Kita masuk ke Mega Web Toyota City dulu deh.

Ini memang salah satu tujuan Jeff ke Odaiba. Betul saja, masuk ke tempat ini seperti berada di dunia para pria, hehe.. Jeff langsung mengeksplor tempat ini dengan wajah terkagum-kagum. Ini seperti showroom Toyota, tetapi dengan berbagai teknologi dan kecanggihan model mobilnya.

m25

m28

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sini terdapat puluhan model mobil keluaran Toyota, baik yang komersial maupun untuk balap mobil. Ada juga data statistik mengenai populasi mobil Toyota di dunia berdasarkan type yang sudah beredar. Toyota juga sudah menyiapkan beberapa prototype mobil masa depan yang semakin ramah lingkungan dan irit bahan bakar tetapi tetap menonjolkan kecanggihan teknologi yang tidak terpikirkan oleh kita yang ada di sini.

m26

m27

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mobil2 itu kebanyakan boleh dicoba loh. Bukan hanya masuk dan duduk, tetapi bisa juga test-drive. Ada juga konsep transportasi murah dan ramah lingkungan, di mana mobil dan energi dari dalam rumah dapat saling mengisi kebutuhan energi masing2. Konsep2 transportasi yang ditawarkan Toyota ditampilkan dalam komputer dan layar komputer ‘by motion’, tidak touch screen tetapi sensor gerakan dalam jarak sekitar 30 cm.. Keren abis pokoknya !

m29Eits… itu ada anjing poodle lucu amat. Bulunya diwarnai dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menarik. Di Jepang memang sering kita jumpai orang -orang yang membawa anjingnya ke tempat umum. Yang banyak adalah poodle coklat.

Di Odaiba sangat banyak shopping centre. Cuma karena kami ga minat belanja jadi kami cuma lihat2 saja sekilas.

Menjelang malam, kami mau naik ferris wheel seperti rencana. Apalagi pas tidak terlalu lama nih antrinya, sekitar 10 menit saja. Karena Machiko takut ketinggian dan tidak mau naik ferris wheel, maka kami pun berpisah sampai di sini.

Machiko juga masih harus melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Maebashi, sekitar 2 jam perjalanan naik kereta cepat dari Tokyo. Wah… terima kasih banyak Machiko, sudah mau menemani kami seharian di Tokyo. Sampai bertemu lagi di lain kesempatan…

Pemandangan dari Ferris Wheel memang menakjubkan. Kita bisa melihat view laut dan juga tokyo tower di kejauhan. Kita juga bisa pilih gondola yang transparan lantainya. Berani lihat ke bawah ga ya ? Harga sama, cuma karena gondolanya terbatas jadi antrinya lebih lama, sekitar 30 menit. Makanya kami pilih yang biasa saja.

m30Turun dari ferris wheel kami cari2 makan malam. Hm.. yang gampang aja deh, kami coba Lotteria fast food saja. Mirip seperti yang ada di Indonesia, pas ada paket jadi lumayan murah. Cheese burger, kentang, nugget dan minum harganya 850 yen. Bisa buat berdua deh.

Pas keluar dari Lotteria, kami lihat ada “dog bar” di pinggir jalan. Oh, rupanya orang Jepang sangat perhatian dengan anjing peliharaan. Sehingga disediakan tempat dimana anjing bisa minum. Majikannya tinggal pencet tombol dan air akan keluar ke bawah. Anjing pun tidak kehausan lagi. Hebat !

Malam ini kami pulang melalui station Tokyo Teleport di Odaiba. Namanya keren ya, kaya di film2 futuristik, hehe.. Dari situ naik train langsung ke Ikebukuro, ga pake pindah train. Sip deh ! Harganya 500 yen/org.

Tiba di Ryokan, kami langsung check-in lagi. Koper sih sudah dititip di ryokan dari sejak check-out 2 hari lalu. Jadi tinggal urus administrasi dan kali ini kami dikasi kamar yang berbeda dari sebelumnya dan di lantai yang berbeda. Asik juga nih, bisa ganti2 kamar di satu hotel, hehe..

night

Sudah malam dan letih banget setelah seharian berjalan terus. Kami pun memakai baju tidur yang disediakan Kimi Ryokan (seperti yukata) dan langsung Zzzzzzz…

 

Bersambung ke part 5 (finished)

Lihat trip sebelumnya di part 3

Advertisements
Categories: 2004-2014, ASIA, Japan | Tags: , , , , , , , | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “Japan : 22-31 March 2014 (part 4-Tokyo)

  1. Melisa Chandra

    Untuk jalan sendiri yang ke kota-kota jauh sepertinya perlu JR Pass yaa.. saya kemarin beli JR pass, tiket disney dan universal studio dengan kenikura tour, harganya cukup ok untuk JR Pass, walaupun yang disney sama universal lebih mahal dari publish rate (sekitar 200 yen) setidaknya tidak perlu ngantri sampai disana

  2. Kak aku mau nanya, kalo beli tiket Disneysea online itu pilih yang Disney’s e-ticket atau Park Ticket Delivery? Terus kalo beli online nanti bentuk tiketnya kayak print kertas biasa ya? Bukan semacam kartu yang ada gambar karakter Disney?

    Thank you kak 🙂

    • Kami pilih e-ticket. Kalo park delivery mungkin maksudnya diantar ke resort tempat menginap kita yang ada di kawasan disney park itu. Kurang tau juga.
      Kalo beli online ya dikirim by email, kita print sendiri, jadi bukan kartu.

  3. Seminggu cukup ga mbak keliling jepang? Kira2 abis dana berapa ya klo seminggu keliling jepang. Pengen banget ke jepang nih 🙂

    Visit my blog:
    Cara Mendapatkan Air Asia Big Poin Gratis

    • Keliling Jepang ? Hmm.. sama saja seperti keliling Indonesia dong. Setahun juga bisa ga cukup kalo mau disinggahi semua, haha.. Dana sih tergantung mau kemana dan ngapain. Hitung saja sendiri budgetnya, kami tulis kok semua biaya2nya di sini.

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: