Advertisements

Japan : 22-31 March 2014 (part 5)

Day 9 : Last day in Tokyo

Setiap traveling, pasti ada rasa sedih ketika hari terakhir tiba. Jadi kami selalu menikmati moment2 terakhir ini dengan cukup santai. Agenda hari ini hanya pergi ke gereja. Ya, karena ini hari Minggu dan kami sangat senang untuk bisa menghadiri persekutuan orang Kristen yang ada di berbagai belahan dunia dan beribadah bersama-sama.

Hari ini bangun agak siangan.. jam 8. Beres2 koper dan siap2 berangkat karena mau ikut kebaktian di gereja jam 11. Itu pun lokasi gerejanya kami kan masih harus cari2. Jam 8.30 kami check-out, tapi masih titip koper di ryokan. Nanti pas mau ke airport siang baru dibawa. Tuh kan.. ternyata hari ini hujan, sesuai ramalan cuaca. 

Sarapan

Sarapan

Sambil jalan kami cari2 sarapan. Aaah.. coba itu aja, kedai ramen yang ga jauh dari hotel. Kami selalu melewati kedai ini saat dari station Ikebukuro mau ke hotel atau sebaliknya. Yang unik adalah orang2 yang makan di kedai ini harus makan sambil berdiri karena tidak disediakan tempat duduk, hanya meja saja dan selalu penuh loh.

Tertarik untuk sarapan yang hangat di cuaca yang dingin kami pun masuk ke kedai ini. Mumpung pagi ini sepi. Kami pilih menu dengan cara menunjuk gambar. Lagi-lagi bahasa isyarat memang oke. Beli paket 1 rice bowl dan 1 tempura noodle, harganya 500 yen. Wow.. murah, bisa untuk berdua, porsi mengenyangkan dan enak ! Pantas saja selalu ramai pengunjung.

Karena makan sambil berdiri tentu tidak bisa berlama2 di sini. Pegal juga kan, hehe..  Tapi kami menikmati saja suasana minggu pagi di Tokyo ini. Berbaur dengan penduduk lokal yang juga sarapan di sini.

Selesai sarapan, kami naik train ke Shibuya. Kali ini bukan untuk liat Hachiko, tapi langsung pindah ke train yang menuju station Daikanyama. Kalo di peta train Tokyo, Daikanyama ini ga terlihat karena sudah agak ke pinggir dan stationnya kecil gitu. Untung sudah diberitahu oleh Machiko kemarin arahnya.

Nah, sampai Daikanyama bingung deh. Kemana ini jalannya ? Sempat tanya polisi di station dan sempat nyasar juga. Mana hujan deras lagi, jadi betul2 perjuangan nih mencari gerejanya. Untung akhirnya ketemu juga… Horee… Tokyo Baptist Church. Ini international church yang ada di area kedutaan. Jadi memang banyak orang asing di sini. Area nya tertata rapi dan terlihat lebih nyaman serta sepi dibandingkan di pusat Tokyo.

International Church

International Church

Kami pun masuk ke gereja tersebut dan tempat duduknya masih kosong. Memang kebaktian masih 20 menit lagi. Kami pun celingak celinguk dan mulai foto2, hehe.. keliatan banget turis asing ya. Gedung gerejanya cukup sederhana. Ternyata beberapa saat kemudian pengunjung mulai penuh dan akhirnya cenderung berdesakan.

Kebaktian di sini betul2 campur aduk dalam artian yang positif. Ibadah mengarah ke kontemporer dengan music modern, band dan saxophone. Paduan suara berfungsi sebagai singer dan berada di depan berhadapan dengan jemaat. Jumlahnya sekitar 30 orang dengan baju bebas dan gaya bebas. Ada yang rapi penampilannya, ada yang cuek dan santai. Ada yang terlihat malu2 dan tidak bergerak sepanjang kebaktian. Tapi ada juga yang ekspresif dan bertepuk tangan atau melambaikan tangan.

Yang menghadiri kebaktian pun begitu, ada yang tenang dan ada yang ekspresif. Berbagai ras ada di sini. Orang Jepang, orang bule, orang hitam, orang asia non Jepang, wah.. seru sekali. Kami betul2 terharu dan merasakan suasana yang luar biasa. Berbagai orang dari suku bangsa yang berbeda-beda, tetapi bisa menyembah dan memuji Tuhan yang sama di waktu yang sama. Praise The Lord !

Ada lagu yang dinyanyikan bergantian antara bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Betul-betul saling menghargai antar budaya. Kami jadi ingat waktu ke gereja di Belanda (lihat Europe trip 2012). Kami bernyanyi dalam bahasa Belanda, Inggris dan Indonesia. Hal-hal ini selalu membuat kami semakin mencintai Tuhan Yesus dan mengerti bahwa kasihNya itu betul-betul menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia.

Di tengah rangkaian ibadah, ternyata ada “selingan” berupa pelaksanaan baptis. Ada 2 orang Jepang yang dbaptis, menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat mereka. Sukacita menyambut jemaat baru ini pun begitu terlihat. Secara umum semua rangkaian ibadah dilakukan dalam bahasa Inggris dengan subtitle tulisan Jepang di layar.

la3Selesai ibadah, kami pun mengarah pulang dengan tetap diiringi hujan deras. Sampai di Shibuya kami sudah lapar dan memutuskan untuk cari makan siang dulu di department store Hikarie yang ada di station Shibuya. Ternyata dept store ini besar sekali.

Lantai dasar diperuntukkan untuk membeli makanan jadi, ada buah juga dan bisa langsung dimakan di tempat. Ada meja-kursi yang disediakan di situ. Lantai kedua isinya semua jenis snack2 dan makanan ringan. Banyak testernya dan enak2… asiik… ada sample keju, chocolate, permen, mocha, dsb. Mantap ! Di lantai paling atas ada restoran2 yang keren, pake antri dan mahal itu.

Oke, kami sih makan di lantai 1 saja ya. Pas ada meja kosong untuk duduk makan. Lunch kali ini berupa nasi kari dan omelet berbumbu kari juga. Di Jepang banyak makanan berbumbu kari juga loh, tapi rasanya beda dengan kari di Indonesia. Harga untuk 2 menu itu sekitar 800 yen. Rasanya tidak terlalu enak, porsi juga standard. Yah, buat ganjal perut aja deh. Sebab nanti malam kan pasti dikasi makan enak di airlines, hehe.. Sempat jalan2 sebentar di lantai itu dan ada jual buah2-an yang segar. Liat itu strawberry nya besar2 banget. Lebih besar dari jempol Diana tuh 🙂

Habis makan kami balik ke ryokan, ambil koper dan pergi lagi ke station Nippori. Untuk menuju Narita Airport rata2 train itu harganya mahal. Ada sebetulnya paket2 diskon untuk penggunaan train di Tokyo, tapi semua harus dibeli di Narita. Ceritanya buat turis yang mendarat di Narita dan mengunjungi Tokyo jadinya. Kalo untuk kami yah ga bisa beli paket itu. Jadi kami pilih yang paling murah, yaitu naik train Keisei Ltd. Express dari Nippori. Waktu tempuh 1 jam dengan harga 1000 yen/org.

with Ivan to Narita

with Ivan to Narita

Kami sudah janjian dengan Mr. Ivan Prakasa untuk ketemuan di Nippori. Ivan adalah orang Indonesia yang saat ini sedang jadi mahasiswa S2 di Chiba, pinggiran Tokyo, hehe.. Kami kenalan dari website Ivan tentang serba-serbi Tokyo dan akhirnya Ivan bersedia menemani kami ngobrol selama di train dari Nippori ke Narita. Wah, baiknya… terima kasih banyak ya Ivan.

Walaupun sempat menunggu lama di tempat yg berbeda saat di Nippori, tapi untung akhirnya bisa ketemuan juga nih sama Ivan. Lega. Sepanjang perjalanan kami lumayan bisa menikmati sisi lain dari Tokyo yang padat. Hm.. lain kali kayanya kalo ke Jepang mesti perginya ke remote area gini deh. Jadi bisa lebih menikmati. Ivan pun banyak menjelaskan mengenai kehidupan orang-orang di Jepang, culture nya, gaya hidupnya, dsb.

Tiba di Narita kami mencari check-in counter Singapore Airlines. Adanya di ujung ternyata, mana airport Narita lumayan luas juga nih. Eits.. kami dipersilakan untuk check-in di bagian “Suites”. Wuiih… kapan lagi nih… sayang seat nya tetap di ekonomi, tidak di-up grade. Hiks..

Setelah check-in, kami pun harus melalui imigrasi dan masuk ke area dalam dari airport. Artinya Ivan tidak bisa ikutan masuk. Bye Ivan.. walau singkat, tapi kami sangat senang bisa bertemu denganmu.

Di bagian dalam airport, kita bisa menemukan banyak toko yang menjual barang2 dengan tax-free, artinya lebih murah daripada membeli barang di tempat lain. Jadi sebetulnya kalo mau cari oleh2 di sini saja. Ada toko tax-free seperti di Akihabara. Ada juga yang menjual kitkat berbagai rasa, lebih murah daripada di airport bagian luar imigrasi maupun di toko2 di kota Tokyo.

Kami sore ini lumayan lapar, jadi kami memutuskan makan dulu sebagai terakhir kali makan di Jepang nih. Menu tempura udon dan nasi+beef+miso soup menjadi pilihan kali ini.  Porsinya ternyata besar dan ga terlalu mahal harganya untuk ukuran airport, total 1200 yen. Background gambar gunung Fuji di resto ini membuat kami sedikit terhibur karena gagal melihat Fuji secara langsung. Anggap saja sedang makan di kaki gunung Fuji, hehe..

Dinner @ Narita

Dinner @ Narita

Penerbangan kami dari Narita ke Singapore kali ini menggunakan pesawat Air Bus A380 yang saat ini merupakan flight terbesar dan memiliki 2 tingkat. Karena sudah malam, agak sulit mengambil foto pesawat berbadan super besar ini. Jadi lihat saja penampakannya di internet ya, banyak kok.

la5Masuk dalam kabin, semuanya tampak ekslusive dan kursinya lebih besar, nyaman dan lega dibandingkan dengan tipe pesawat Airbus yang lebih kecil. Entertainment nya juga lebih modern dan up to date. Tapi karena lega, kursi antar penumpang sebelah jadi cukup renggang dan kita mudah mengintip aktivitas penumpang di depan kita, apa yang dia tonton, dsb, hehe.. Lalu jarak dari kursi ke dinding pesawat yang ada kacanya itu juga renggang, sehingga kita sulit tidur menyender ke dinding. Bahkan banyak penumpang yang bantalnya jatuh ke belakang karena renggang itu tadi.

Mungkin jika kita naik ke lantai 2, alias business class/first class dengan kursi yang suite, maka perbedaannya akan sangat terasa dengan pesawat2 jenis lain. Tapi bagi kami yang di lantai 1 sih biasa saja ya jadinya. Malah tidak bisa melihat view di luar pesawat dengan leluasa, karena kaca pesawat ini sangat tebal dan besar namun view di lantai 1 tertutup oleh sayap pesawat yang super besar itu.

Setiap penumpang dapat compliment 1 dompet Givenchy berisi sepasang kaus kaki, sikat gigi dan pasta gigi. Sebenarnya di dalam toiletpun ada toiletries seperti sikat gigi, pasta gigi, sisir, lotion dan lain2. Cukup lengkap untuk membuat penumpang nyaman selama dalam perjalanan.

Tiba di Di Singapore pukul 3 pagi. Wah… masih ngantuk nih, tapi harus segera bangun. Penerbangan lanjutan ke Jakarta adalah jam 6.20. Jadi kami harus menunggu selama sekitar 3 jam. Karena waktu yang tidak menguntungkan ini, maka akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan tidur saja di sofa. Sempat memakan sushi bekal yang kami beli waktu di Tokyo, tapi ternyata kami tetap tidak doyan sushi, haha..

 

Day 10 : Arrive

Pukul 7 pagi kami sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta. Akhirnya… kembali ke kehidupan nyata sehari-hari… Kembali lagi dengan orang yang tidak disiplin dalam mengantri… Anyway… We still love Indonesia. Welcome Home !

============================================================================

Epilog

Tips soal Trip Jepang

* Jika memungkinkan, pilihlah rute yang masuk dari Tokyo dan pulang dari Osaka. Jadi kebalikan dari yang kami lakukan. Kenapa ? Karena di bandara Tokyo (Haneda atau Narita) tersedia pilihan paket transportation pass yang murah dan menguntungkan untuk transport bandara ke Tokyo dan selama di Tokyo. Paket tersebut hanya bisa dibeli di airport Tokyo, tidak di tempat lain. Sedangkan untuk Kansai Thrus Pass seperti yang kami beli, itu bisa dibeli di mana saja di kansai region, tidak harus di bandara. Paham kan ?!

* Jepang tidak selalu identik dengan mahal. Buktinya kami bisa mendapatkan akomodasi dan makanan yang harganya setara dengan di Indonesia. Yang penting, harus pintar2 mencari dan memilih.

* Di hampir semua tempat makan, selalu disediakan air putih dingin atau green tea dan bisa refill. Jadi bisa hemat dan tidak perlu pesan minuman lagi. Lagipula air keran di Jepang bisa diminum kok, jangan kuatir.

* Akomodasi unik khas Jepang yang harus dicoba adalah : Ryokan, Capsule Hotel dan Love Hotel (khusus pasangan). Penginapan yang relatif murah adalah di Osaka. Kyoto relatif mahal. Sementara Tokyo bisa pilih dari yang murah sampai mahal semua ada. Semua akomodasi yang kami pakai kali ini sangat memuaskan !

* Siapkan detil rute train/bus dari rumah, catat jenis trainnya karena untuk menuju satu tujuan bisa dengan berbagai jenis train tapi beda rute dan waktu tempuhnya. Termasuk biaya untuk setiap rutenya. Karena di Jepang sistem beli tiket bukan berdasarkan rute, tetapi berdasarkan harga. Kalo tidak yakin, beli saja harga terendah, lalu nanti masukan tiket ke mesin fare adjustment di station tujuan. Kalo kurang, otomatis akan diminta untuk menambahkan uang. Panduan rute train Jepang buka di htpp://www.hyperdia.com

* Sakura identik dengan hujan. Jadi kalo mau ke Jepang pas musim sakura, maka siap2lah membawa payung atau jas hujan. Bisa juga sih beli payung di Jepang, yang banyak tersedia dan cukup lucu yaitu payung transparan. Jadi walau hujan, kita tetap bisa menikmati pemandangan sakura yang ada di atas kita 🙂

* Jika backpack di kota2 besar di Jepang, maka siap2lah untuk gempor dan persiapkan waktu yang cukup longgar. Jarak dari satu line kereta ke line yang lain bisa jadi cukup jauh. Belum lagi perjalanan masuk ke satu area wisata yang biasanya harus berjalan dari train station agak jauh dan sesudah sampai pun perlu melewati taman yang besar dan tempat wisata pun biasanya besar juga areanya.

* Warga Jepang sangat memperhatikan kebersihan. Tidak ada sampah berceceran (mungkin Singapura aja sekarang kalah bersih). Walaupun begitu, sangat sulit menemukan tempat sampah termasuk di tempat2 umum. Jadi siapkan saja kantong kecil jika ingin membuang sampah kemasan.

* Jika ke toilet baik di penginapan atau tempat umum, jangan sia2kan kesempatan mencoba semua tombol yang ada di sekitar kloset. Rasakan sensasi dan bedanya toilet di Indonesia dan Jepang.

* Jika tersesat, jangan ragu bertanya. Walau terlihat kaku, tetapi orang Jepang sebenarnya sangat ramah dan membantu. Malah terkadang kesannya jadi berlebihan karena bila mereka tidak tahu, mereka akan tetap berusaha untuk mencarikan informasi, biasanya melalui gadget mereka.

 

Tips soal Oleh-Oleh

Tidak bisa dibeli di Narita

Tidak bisa dibeli di Narita

* Di Jepang biasanya banyak dijual snack/kue sebagai oleh2 yang bisa dibawa pulang oleh turis. Kemasannya cantik2. Jadi jika ingin diberikan sebagai kado sangatlah pantas, tidak perlu kita bungkus lagi. Mereka biasanya menyediakan tester, sehingga kita terlebih dulu tau rasanya dan untuk bentuknya disediakan berupa dummy yang di-display.

* Untuk kitkat rasa greentea dan dark chocolate dengan kemasan plastik, bisa ditemukan di Shinsaibashi, Osaka. Harga antar toko kadang bervariasi, tapi biasanya berkisar di 200-300 yen/pack isi 12-13 bungkus.

* Untuk kitkat rasa teh hojicha (khas jepang) dan cinnamon dengan kemasan box, bisa ditemukan hanya di Osaka. Beli saja di train station. Harganya 825 yen/box isi 12 bungkus.

* Untuk roti Gouter de Roi, hanya bisa dibeli di Maebashi. Bentuk dan rasanya mirip bagelen Bandung, hanya lebih keras dan lebih manis. Ini kami dapat sebagai gift dari Machiko.

* Untuk kue yang bergambar seperti snoopy itu kami dapat sebagai gift dari Ivan. Hanya bisa dibeli di Chiba mungkin yah. Thanks a lot. Enak loh kuenya, renyah.

Nah, untuk penganan yang bisa dijumpai di Narita (jadi tidak perlu repot2 beli di luar bandara) :

Bisa dibeli di Narita

Bisa dibeli di Narita

* Kitkat rasa wasabi, chilli, strawberry, strawberry cheese cake, sakura macha,  dan rum raisin semua ada di sini. Kemasan box nya cantik2, bahkan yang strawberry cheese cake ada kemasan khusus berbentuk gunung Fuji. Keren ! Harganya sekitar 800-825 yen/box isi 12 bungkus. Atau yang box kecil harganya sekitar 300 yen/box isi 4 bungkus. Belinya di toko sesudah lewat imigrasi yah, jadi tax free (lebih murah).

* Es krim haagen dazs yang dijual di vending machine boleh dicoba juga, unik, murah, tapi ga bisa dibawa pulang kali ya, hehe..

* Tokyo banana bisa dibeli dengan harga 1000 yen/box, isinya 8 pcs. Ada yang original, rasa karamel, rasa chocolate, dsb. Bisa beli di bandara. Jadi ga usah repot2 beli sampai ngantri2 di tokyo tower atau pun di tokyo sky tree tower, hehe..

* Mochi yang bentuk dan rasanya standard bisa dibeli di bandara. Harganya sekitar 1000 yen / box. Isi beraneka rasa dan rupa. Cuma menurut kami sih lebih worth beli mochi di Kyoto yang bentuknya segitiga itu. Lebih enak rasanya dan lebih khas bentuknya. Harganya sekitar 525 yen/pack, isi 6. Ada juga yang besar sekitar 1000 yen/pack, isi 12.

* Mau beli elektronik seperti di akihabara juga bisa di bandara. Mereka ada tokonya kok. Jadi ga usah repot deh sebetulnya, semua ada di bandara.

 

Kesan keseluruhan

Tokyo itu kota yang super duper padat. Jadi kalo seperti kami yang suka nature, jadinya kurang bisa enjoy di Tokyo. Semuanya buatan manusia. Temple, istana, taman, train, bahkan pulau Odaiba saja buatan manusia. Waktu pun terasa sangat cepat, selain antri, hiruk pikuk orang lalu lalang membuat kami pun harus bergerak cepat. Santai sedikit ditabrak orang nanti, hehe.. Untung saja masih bisa menikmati sakura yang berkembang, walaupun itu juga lagi-lagi di tengah lautan manusia

Di Jepang pengalaman kami luar biasa bervariasi. Dari merasakan akomodasi super sempit (capsule hotel) dan akomodasi super luas (love hotel). Dari makan di kedai seharga 250 yen per porsi hingga kobe beef seharga 3000 yen per porsi. Plan yang gagal dan plan yang berjalan lancar. Cuaca hujan berangin kencang hingga cuaca cerah. Seru deh !

Buat kami, perjalanan ke Jepang merupakan salah satu perjalanan yang cukup sulit buat kami dibandingkan dengan perjalanan2 sebelumnya. Mengapa ? Salah satu kendalanya adalah masalah bahasa. Baik aksara Jepang pada papan2 petunjuk arah / informasi maupun ketika berkomunikasi dengan penduduk Jepang. Karena kendala ini, beberapa kali kami sempat kehilangan banyak waktu. Jadi persiapan yang matang dan info yang cukup, sangat penting dipersiapkan jika ingin ke Jepang. Padahal kami sudah berbekal peta dan semua info train berbahasa Inggris dari rumah loh… kalo tidak.. waaa…. kebayang deh runyam !

Semoga saja lain kali kami masih diberi kesempatan untuk mampir ke Jepang. Mau lihat Fuji dan mengunjungi remote area yang cantik seperti Shirakawa-go, Tateyama Alpine route, dsb. Someday…

O,ya.. harga yang dicantumkan bisa jadi sudah berubah. Karena per 1 April 2014 pemerintah menaikkan pajak di Jepang, jadi harga hotel, train, makanan dan barang2 umumnya akan naik. Tetapi pemerintah Jepang juga menurunkan harga pembuatan visa Jepang. Jadi silakan cross chek lagi mengenai harga terkininya yah.

 

Lihat kisah sebelumnya di part 4 (Tokyo)

 

* Informasi dan panduan lebih detil tentang trip Jepang ini, terdapat pada buku Pasangan Traveling, bersama dengan destinasi lainnya di domestik, Asia, Australia dan Eropa.* 

 

 

 

Advertisements
Categories: 2004-2014, ASIA, Japan | Tags: , , , , , | 15 Comments

Post navigation

15 thoughts on “Japan : 22-31 March 2014 (part 5)

  1. Joanna

    Halo aku mau tanya, itu beli tokban nya yg gk antri mksd nya d airpot y?

  2. hi, mba diana..

    mau tanya donk.. diatas mba bilang kalau bisa masuk dari tokyo karena tokyo metro pass hanya bisa dibeli di bandara tokyo. tapi aku baca di http://www.tokyometro.jp/en/ticket/value/travel/ bisa juga beli di beberapa his tourist info tokyo / bic camera / laox.. jadi benar ga ya? soalnya lumayan ngirit kalau bisa beli tokyo metro pass ini..

    thank you

    • Hallo,
      Jika start dari bandara tokyo, kita bisa langsung beli paket : tiket murah untuk transport dari airport ke kota dan pass metro. Kalo kita dari kota lain, berarti pas sampe tokyo harus cari dulu tempat beli pass metro nya, karena tidak bisa dibeli di stasiun. Tempat2 yg disebutkan itu juga perlu dicari dulu ada dimana lokasinya. Lalu kita juga ga bisa beli tiket murah untuk transport dari kota ke airport nya. Itu sih kerugiannya kalo keluar lewat tokyo, seperti kami, hehe..

      • hahahahah.. iya mba diana.. aku juga udah terlanjur beli tiket masuk dari kix dan keluar dari narita. pas baca2 nemu pass ini kayanya kok murah banget mengingat narita ada di ujung berung. semoga sempet beli 3 day metro subway pass plus one way ke narita di bic camera tokyo soalnya kami ada 5 hari di tokyo dan tampaknya pasti lewat si bic camera ini.

        thank aniway infonya ya mbaaa..

  3. Bu Diana, boleh nanya ga? saya mendadak rencana ke jepang sekitar minggu ke-3 februari 2015 ini mumpung ada kesempatan, apakah boleh minta email, atau line ibu untuk nanya? tujuan saya mungkin ga selengkap bu Diana krn waktunya terbatas… makasih banyak bu.Yos

  4. kak bener tidak sih kak bebas visa buat pemegang e paspport ke jepang untuk thn 2015?

  5. Wah ceritanya komplit…
    Maaf nih baru sempet baca 😀
    makasih udah ditulis bu Dian… 🙂

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: