Advertisements

Western Canada : 12-24 June 2018 (part 4 – Columbia Icefield, Banff)

Day 7 : Peyto Lake, Athabasca Glacier, Moraine Lake

Jam 5 pagi kami sudah bangun karena matahari juga sudah terang. Betul saja, ada 2 teman sekamar yang juga sudah bangun dan keluar kamar. Kami siap2 dan kemudian ke dapur untuk bikin sarapan. Eh, ternyata ketemu lagi dengan teman sekamar yang juga sedang sarapan. Sesudah sarapan, kami pun menuju Columbia Ice Field, melewati jalan yang namanya Icefield Parkway. Jalanan ini terkenal sebagai jalanan dengan pemandangan sangat indah untuk dilewati.

Icefield Parkway

Bow Lake

Betul saja, jam 7 pagi ini kami sibuk melihat ke kiri dan ke kanan jalan. Di mana-mana ada danau yang indah dengan latar belakang pegunungan salju. Amazing ! Sampai pegal nih leher dan Diana yang nyetir minta gantian karena sulit nengok2 santai kalo lagi nyetir kan. Kami pun stop di satu danau yang berada di pinggir jalan, namanya Bow Lake. Indaaaah banget. Lihatnya sampai mau nangis. Tuhan Maha Besar !

Bow Lake in the morning

Karena masih pagi, maka danau berwarna bening dan memantulkan bayangan gunung yang ada di atasnya. Kereeeen !! Apalagi tidak ada orang di situ, sepi. Ini baru namanya menikmati alam, bukan menikmati turis !! Ini enaknya nyetir sendiri, kita bisa pagi2 pergi saat para turis belum datang dan stop di mana saja ketika ada pemandangan spektakuler di depan mata. Nanti sore, danau ini akan berwarna hijau-biru sama seperti danau2 glacier lain di area Canadian Rockies.

Bow Summit – Peyto Lake

Sepertinya ga akan pernah puas ya memandangi alam seperti ini. Jadi ya dengan terpaksa kami melanjutkan perjalanan. Kali ini cari Bow Summit, untuk melihat Peyto Lake dari atas. Parkiran Bow Summit masih kosong. Dari situ kami harus jalan menanjak sekitar 10 menit. Masih terlihat gomplokan salju yang belum mencair di beberapa tempat. Daaaan… taraaaa… akhirnya ada anjungan kayu untuk melihat Peyto Lake yang terkenal dengan bentuk seperti bintang di ujungnya. Itu dia… keren ya. Peyto Lake pagi ini belum sepenuhnya disinari matahari, jadi seperti Bow Lake, danau ini memantulkan bayangan gunung di atasnya. Karena dilihat dari kejauhan dan dari atas, maka sudah mulai terlihat berwarna biru.

Peyto Lake in the morning 

Columbia Icefield

Ujung dari perjalanan ini adalah Columbia Icefield. Berada di mulut Jasper National Park. Di dalam Padang salju Columbia ini terdapat glacier yang paling mudah diakses dari glacier di seluruh dunia. Ada 6 glacier di sini, yang terlihat dari tempat wisata hanya 3 glacier, yaitu Dome, Stutfield dan Athabasca. Tiga glacier lagi tersembunyi di balik gunung2 itu. Highlight yang ditawarkan di sini adalah mengunjungi Athabasca Glacier dengan Ice explorer vehicle, bus raksasa beroda 6 yang bisa mengakses salju. Wisata ini namanya Glacier Adventure. Jika kita membeli tiket Glacier Adventure, otomatis juga mendapatkan tiket Glacier Skywalk. Jadi sudah gabungan, harganya CAD.99 per orang. Tidak bisa hanya beli Glacier Adventure nya saja, tapi kalo hanya beli tiket Glacier Skywalk nya saja boleh.

Perjalanan menuju Athabasca Glacier

Awalnya kita akan naik bus wisata dari tempat pembelian tiket ke satu titik semacam halte. Di halte itu kita akan ganti kendaraan naik ice explorer yang khusus untuk menjelajahi salju. Rodanya saja tingginya sama dengan tinggi badan kami. Wuiih… Jalan kendaraan ini pelan sekali, sama seperti orang jalan, karena memang tapak ban nya berbeda. Jalur yang dilalui sangat terjal, naik dan turun, harus hati-hati memang. Di atapnya ada kaca2 sehingga kita bisa melihat ke langit.

menuju glacier

Driver bus raksasa ini seorang wanita asal New Zealand. Dia merangkap guide yang bercerita mengenai sejarah Columbia Icefield dan menjelaskan lebih detail mengenai Athabasca Glacier. Setelah sekitar 15 menit bus berjalan sangat lambat, sampai juga kami di Athabasca Glacier.

Athabasca Glacier

Disediakan waktu sekitar 1 jam untuk menjelajahi glacier ini. Area yg bisa dijelajahi tidak terlalu besar. Sudah ada tali dan tanda2 terpasang untuk membatasi area yang aman dengan area yang tidak boleh dijelajahi. Sudah tersedia juga beberapa bendera canada untuk dipakai berfoto. Menarik membayangkan jaman ice age dulu, ya seperti ini kondisinya. Tadinya kami pikir hawanya akan dingin sekali di sini, ternyata tidak. Matahari cukup terik, walau udara dingin tapi tidak parah. Cukup dengan baju wool tebal atau jacket saja. Di sini kita juga bisa mengambil air glacier dengan botol kosong. Jadi bisa merasakan segarnya air glacier langsung dari sumbernya !

Semua turis setelah selesai menikmati Athabasca Glacier dibawa ke halte lagi. Di situ ganti kendaraan bus biasa lagi, dengan tujuan Glacier Skywalk. Di pintu masuk skywalk bisa pilih, kita mau pake audio guide atau ditemani guide manusia, hehe.. gratis. Kami pilih ditemani guide asli saja lah.. lebih enak kan. Tapi herannya hampir semua turis pilih audio guide. Jadi dari puluhan orang, hanya 4 org (termasuk kami) yang pakai guide betulan. Sepanjang jalan menuju skywalk terdapat edukasi mengenai binatang2 yang ada di area ini, termasuk fosil2 yang ditemukan di sini. Jadi kita bisa membayangkan evolusi binatang dari waktu ice age.

Skywalk

Guidenya ramah dan kita bisa tanya2 sama dia. Mau bantuin kita foto2 juga loh. Di ujung jalan, ada jembatan kaca yang dibawahnya adalah jurang. Nah ini memang tujuannya. Katanya suka ada kambing gunung di area ini, cuma karena sekarang sedang ada konstruksi jalan, jadi hewan2 itu rupanya takut dan pindah ke tempat lain. Sayang ya, padahal ingin bisa lihat hewan2 itu dari atas kaca sini.

Whitefowl Lake

Kami kembali lagi melalui Icefield Parkway dan tiba2 melihat pemandangan yang sangat keren di samping jalan. Langsung buru2 cari tempat stop dong. Turun dari mobil, kami kembali dibuat terkagum2.

Danau cantik di sepanjang jalan

Danau hijau-biru dengan gunung es yang lagi2 sangat cantik. Bahkan saat stop kami ga tau nama danau ini. Baru kemudian kami cari2 info. Betul2 sepi, hanya beberapa turis yang pas lewat dan stop seperti kami. Bukan tujuan wisata orang kebanyakan, tapi tempat2 seperti ini lah yang menurut kami istimewa. Tidak jauh dari danau ini, kami kembali melewati Bow Lake yang tadi pagi kami singgahi. Sekarang sudah banyak orang berhenti di sana. Air danau nya pun sudah berwarna hijau-biru seperti danau Whitefowl ini. Kami tidak stop lagi di Bow Lake tapi kami mampir lagi ke Bow Summit untuk lihat Peyto Lake di sore hari.

Peyto Lake (again)

Kami tiba hampir jam 3 sore di Peyto Lake (lagi). Tentu saja, kali ini suasananya berbeda banget dengan tadi pagi kami ke sini. Banyak turis, cari parkir susah. Untung ada space kosong yang kami temukan. Kami mendaki jalan yang sama dengan tadi pagi dan berpapasan dengan banyak turis. Tiba di atas, sudah penuh turis. Susah dapat foto. Biasa deh kami mau saling foto ceritanya. Waktu kami bicara dengan bahasa Indonesia, tiba2 ada yang menawarkan bantuan foto berdua dalam bahasa Indonesia. Ternyata sepasang suami istri orang Jakarta. Akhirnya, kami saling membantu foto berdua. Kami ga berlama2 di sini dan langsung kembali ke Lake Louise.

Peyto Lake sore hari

Moraine Lake

Moraine Lake terletak dekat dengan Lake Louise. Saat kami mau berbelok ke arah Moraine Lake, ternyata jalanan ditutup petugas. Katanya parkiran sudah penuh, jadi tidak ada mobil yang diperbolehkan naik lagi. Tunggu 1 jam lagi katanya, sekitar jam 6 sore. Oke deh, kami pulang ke hostel dulu kalo begitu. Nanti naik lagi sesudah lebih malam.

Jam 6.30 pm kami melintas lagi dan papan penutup jalan sudah dibuka. Parkir masih ramai tapi ada tempat. Penyewaan kano sudah tutup, tapi turis masih banyak berada di area danau. Katanya untuk bisa menikmati pemandangan Moraine Lake, kami harus naik ke atas rockpile. Jadi memang di depan danau ada semacam bukit dari tumpukan batu.

Tiba di Moraine Lake

Untuk sampai ke bukit batu itu, kita harus menyebrang dari dataran ke bukit dengan bantuan batang2 kayu yang berada di atas air danau. Harus hati2 ya nyebrangnya, selain menjaga keseimbangan badan berdiri di atas log kayu, juga pastikan memilih log kayu yang kokoh. Diana sempat salah perhitungan, jadinya menginjak log kayu yang tidak stabil dan akhirnya salah satu kaki tercebur ke danau. Yaaa.. basah deh sepatunya.

Moraine Lake sore hari

Setelah sampai kaki bukit batu, mulailah kami naik dengan cara memanjat. Cari jalan dan batu pijakan merupakan tantangan tersendiri supaya tidak terperosok. Seru juga sih, tapi kami sampai setengahnya saja deh. Sudah bagus kok untuk foto2. Ga sanggup kalo suru manjat sampe puncak. Kami pun terkagum2 membayangkan orang2 lain yang katanya naik sampai puncak. Pemandangan di sini keren banget ! Kami jauh lebih suka pemandangan gunung2 di sini daripada di Lake Louise. Danau berwarna semu hijau dan biru, tergantung sudut melihatnya. Pemandangan ini juga yang ada di mata uang CAD.20 jaman dulu, makanya disebut sebagai “twenty dollar view”.

Puas dengan pemandangan Moraine Lake yang cakep banget, kami pun kembali ke hostel. Sempat jalan2 seputar hostel dan menemukan pemandangan2 sungai, gunung dan pohon pinus yang lagi2 seperti lukisan. Sungguh alam yang luar biasa yang menggambarkan keagungan penciptaNya.

Malam hari, Diana kontak salah satu temannya (Stevie) yang pernah naik ke atas rockpile di Moraine Lake. Laporan bahwa ternyata di luar bayangan, kami harus manjat2 batu gitu. Stevie pun terkejut dan menyatakan bahwa trail nya betul2 jalanan berundak biasa yang ada di balik bukit. Bukan harus manjat2 batu. Walaaah… sepertinya ada kesalahan memaknai rockpile trail nih. Kalo gitu, besok pagi2 harus balik lagi nih ke Moraine untuk memastikan rockpile trail yang dimaksud. Mumpung masih sempat.

 

Day 8 : Lake Louise Gondola, Johnston Canyon, Banff

Pagi2 jam 5 lebih kami kembali sudah bangun karena sudah terang. Setelah sarapan dan beres2, kami check-out dengan hanya meninggalkan kunci di receptionist. Tidak ada petugasnya karena masih jam 6 pagi.

Moraine Lake (again)

Karena penasaran, pagi ini kami langsung meluncur ke Moraine Lake. Kali ini parkiran sangat sepi. Kami langsung mencari petunjuk rockpile trail yang katanya ada di dekat wc di parkiran mobil. Ketemu. Oalah… ternyata kalo kita dari parkiran langsung menuju danau nya, maka petunjuk ini ga akan terlihat. Nah, ini baru betul. Ada jalan setapak yang rapi untuk menuju puncak susunan batu.

Rockpile Trail

Kalo lewat jalan ini mah gampang banget. Ga sampe 10 menit kami sudah ada di puncaknya. Wow.. pemandangan Moraine Lake pagi ini beda lagi dengan kemarin sore. Pantulan gunung es terlihat jelas di danau. Betul2 seperti melihat pemandangan yang berbeda. Dari atas sini, kami juga bisa melihat ke bawah, ke log kayu tempat Diana kemarin terperosok. Jauh juga ya ternyata di bawah sana.

Moraine Lake in the morning

Jadi buat yang mau naik rockpile trail, adanya di balik bukit batu itu ya. Kalo mau manjat2 juga boleh aja sih, asal hati2. Pemandangan dari 2 cara itu memang berbeda, kami puas sudah menjalani keduanya.

Karena melihat pemandangan Moraine Lake yang berbeda di pagi hari, jadi penasaran juga dengan Lake Louise di waktu pagi hari. Toh lokasinya dekat sini, mampirin aja yuk. Biar puas sepuas-puasnya, semua danau didatangi dua kali, pagi dan sore.

Lake Louise (again)

Jam 7 pagi ini ternyata memang danau terkenal ini masih sepi. Aaah, baru bisa merasakan ketenangan. Pemandangan nya sangat berbeda dengan kemarin malam saat kami datang. Lagi2 kami terpesona. Alam yang sama, dilihat di waktu yang berbeda (pagi dan sore) ternyata hasilnya berbeda jauh.

Lake Louise in the morning

Jadi seperti alam di Norway, dimana terlihat pantulan gunung saat kami melintasi fjord. Bisa baca pengalaman kami saat trip Norway in a Nutshell.

Sudah puas sekarang melihat danau2 ini dua kali dengan warna yang berbeda. Saatnya untuk menuju Lake Louise Gondola, yang sebetulnya jadi tujuan kami di pagi hari ini. Kunjungan ke Moraine Lake dan Lake Louise pagi ini sebetulnya di luar rencana.

Di Banff National Park ada 4 model cable way/gondola, dimana kita bisa melihat pemandangan dari atas. Yaitu :

  1. Lake Louise Gondola (ada 2 macam, cabin tertutup max.4 org dan chair lift terbuka)
  2. Banff Sightseeing Gondola (cabin tertutup max.4 orang)
  3. Banff Sunshine Village Gondola (buka weekend, cabin tertutup max.8 org)
  4. Banff Norquay Sightseeing Lift (chair lift terbuka)

Dari semua model itu, kami tertarik dengan yang chair lift terbuka. Kami pernah sekali naik chair lift terbuka / ski lift, yaitu di Mt.Titlis-Swiss dan sangat berkesan. Bisa lihat foto dan baca ceritanya di trip Swiss (2012). Pertimbangan lain dalam memilih mau naik yang mana adalah mencari yang aksesnya mudah dan harganya murah. Pilihan jatuh pada Lake Louise Gondola.

Kami tertarik ke sana juga karena bisa ada kesempatan melihat wild animal seperti grizzly bear, black bear dan berbagai hewan liar lain saat naik gondola Lake Louise ini. Wah, pengen banget ! Mereka ada kalender pencatatan untuk hewan2 yang terlihat sepanjang tahun di http://www.lakelouisegondola.com/grizzly_and_animal_calendar.php

Lake Louise Gondola

Kami tiba di lokasi jam 7.30, parkiran masih kosong, restoran belum buka. Tunggu sebentar dan ga lama pegawai2 turun dari 1 bus yang sepertinya khusus antar jemput pegawai. Jam 8 tepat kami sudah bisa masuk ke dalam gedung. Pertama beli tiket dulu.

Harga gondola ride CAD.35.95/pax. Jika datang setelah jam 4.30 pm ada diskon, tapi sayang banget datang sore karena waktu terbatas, ga lama mereka tutup. Mereka juga punya paket ride & dine, jadi digabung dengan breakfast buffet di North Face bistro, harganya CAD.39.95/pax. Nah, kami pilih yang ini. Harga breakfast all you an eat jadi cuma 4 dollar per org dari harusnya CAD.17 per org. Kan murah banget tuh. Nah, ada tambahan diskon lagi CAD.5/pax dengan flyer diskon yang tersedia di kasir supermarket Samson Mall atau kupon terlampir di peta Banff-Lake Louise yang ada di Lake Louise Visitor Centre. Jadinya kami hanya bayar total CAD.73.68 untuk bedua naik gondola dan breakfast, sudah termasuk tax. Gile banget, jadi dapat sarapan sepuasnya gratis nih. Mantap !

Ruangan makan pagi ini masih kosong. Hanya ada sepasang lansia dan kami. Breakfast buffet nya terdiri dari berbagai makanan dan minuman yang sifatnya self-service. Jadi bisa ambil sendiri sepuasnya. Untuk minuman tersedia kopi, teh (macam2 rasa), jus jeruk, jus apel, lemonade, sweet ice tea dan air putih. Sedangkan untuk makanan tersedia mulai dari berbagai macam roti, kue, bisa buat wafel juga, lengkap dengan berbagai selai dan topping. Ada juga berbagai jenis cereal, susu, dan salad. Lalu untuk hot food nya ada kentang panggang, sosis, smoked alberta bacon, dan scrambled egg.

Breakfast buffet

Walau variasi menu nya tidak super banyak, namun buat kami sih cukup banget. Berkali2 ambil hot foodnya yang memang kami suka dan mengenyangkan. Sejam lebih kami menikmati buffet ini, sangat puas. Sekarang saatnya naik gondola.

Sejak 2 hari di National Park, kami belum melihat wild animal selain squirrel dan burung. Padahal pas nyetir sudah berusaha tengok2 di kiri kanan jalan, terutama pas ada sign bergambar hewan. Tapi belum menemukan apa pun. Pas kemarin di Athabasca juga ga liat goat yang katanya sering kelihatan. Jadi sangat berharap kali ini kami bisa bertemu dengan salah satu dari hewan2 khas Canada itu.

Perjalanan naik gondola sekitar 14 menit. Kami sudah pasang mata ke bawah tapi belum melihat seekor beruang pun. Ya sudah, mungkin memang belum beruntung. Kami memandang lukisan alam saja yang ada di belakang gondola kami, tepatnya di atas dari bangunan kayu tempat kami breakfast tadi. Jajaran gunung es nya cantiiik banget !

Naik open chair

Tiba di atas, ada deck kayu dimana kita bisa menikmati pemandangan ini dengan leluasa dan juga bisa berfoto dengan latar belakang pegunungan ini. Di kejauhan tampak ada danau, itulah Lake Louise dengan hotel Fairmont Chateau nya.

View dari atas

Dari deck ada jalan setapak ke bawah, ikuti saja. Sepanjang jalan ada papan edukasi tentang berbagai wild animal di Canada. Berjalan sekitar 15 menit, nanti akan tiba di satu bangunan kecil yaitu interpretive centre, tempat edukasi bagi para turis. Ada banyak bagian hewan yang diawetkan, video tentang grizzly bear dan juga berbagai informasi mengenai berbagai hewan2 itu. Makin kangen aja, pengen ketemu sama binatang2 itu.

Interpretive centre

Sudah pukul 10.45. Saatnya kembali pulang naik gondola. Kami kembali pilih chair lift terbuka. Kesempatan terakhir untuk melihat beruang di bawah. Sambil terus berdoa dan berharap, kami menajamkan mata memandang ke bawah. Sepertinya ada beruang hitam kecil di kejauhan.. tapi tidak pasti nih. Terlalu jauh. Tiba2 dari depan kami ada seorang perempuan yang naik chair lift (yang baru mau naik ke deck atas) melambaikan tangan ke arah kami. Saat berpapasan, dia teriak2 dan bilang “there’s a grizzly bear over there” dan menunjuk2 ke satu arah yang sudah ia lewati.

Seeing grizzly bear

Waaah… kami langsung bersorak kegirangan. Cepat2 menyiapkan kamera dan siap2 menajamkan mata ke arah yang ditunjuk, yaitu sebelah kanan Diana. Betul saja, terlihat ada beruang coklat besar sedang bergerak di atas lapangan rumput hijau. Ini sih jelas banget, beruangnya besar ! Jenisnya juga pasti grizzly, karena ada punuknya. Diana berusaha memotret dan mem-video, tapi karena beruang bergerak dan gondola pun bergerak, agak sulit ya untuk bisa memfokuskan lensa. Lebih mudah focus pakai mata saja.

Aaah.. senangnya, melihat beruang grizzly itu sekitar 1 menit rasanya membayar lunas semua pengharapan yang dibawa saat naik ke Gondola Lake Louise ini. Begitu kami sudah tidak bisa melihat beruang itu lagi karena tertutup pohon dan bergerak menjauh, kami pun saking senangnya meneruskan berita ini pada beberapa orang yang kami lewati. Jadi kami mencari orang yang naik chair lift terbuka juga (rugi deh yg pake gondola tertutup) dan berteriak menginformasikan bahwa ada grizzly bear di arah tertentu itu. Lucu ya, menyebarkan berita gembira dengan cara teriak2 di atas gondola, haha..

Saat turun dari gondola, kami laporan pada petugasnya dan mereka mengkonfirmasi bahwa memang itu grizzly bear yang cukup besar. Langsung deh kami beli magnet yang ada gambar beruang di gift shop situ, buat kenang2an, hehe.. Ya, sebut saja beruntung. Karena beda beberapa menit saja bisa jadi beruang itu sudah tidak terlihat. Tapi buat kami itu berkat dari Tuhan, kami diijinkan melihat ciptaanNya yang langka dan sulit ditemui di tempat lain. Terima kasih banyak Tuhan, kami sangat bersyukur. Sekarang rasanya sudah lega, sudah bisa melihat 1 beruang grizzly itu sudah cukup buat kami.

Johnston Canyon

Perjalanan pun dilanjutkan, mobil mengarah ke Banff tapi kami mau stop dulu di Johnston Canyon. Di sini kita bisa menikmati lembah yang di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras dengan hiking. Jalan setapaknya bagus, tetapi cukup sempit. Di beberapa tempat harus gantian jika berpapasan atau sedang ada yang foto2.

Johnston Canyon

Berjalan di sini cukup adem ya, karena sinar matahari tertutup dinding canyon dan pohon2an. Banyak juga orang2 yang membawa anjingnya jalan2 ke sini. Setelah berjalan sekitar 20 menit, sampailah kita di air terjun yang menjadi asal dari sungai sepanjang canyon tadi.

Lower falls

Air terjun ini namanya Lower Falls. Selain melihat air terjun ini dari jembatan, kita juga bisa masuk ke gua di pinggir situ yang cukup pendek. Jadi masuknya harus membungkuk. Nanti akan keluar persis di pinggir air terjun yang sangat deras ini. Bisa merasakan semburan air terjun dan pastinya basah, haha..

Jika mau melanjutkan ke Upper Falls, maka dari tempat ini kita harus melanjutkan perjalanan naik lagi melalui undakan yang lebih terjal. Butuh waktu sejam untuk sampai ke Upper Falls, belum turun nya lagi. Jadi kali ini kami skip deh, karena masih harus melanjutkan perjalanan ke Banff. Dalam perjalanan hiking kembali ke pintu depan, kami sempat bertemu chipmunk. Masuk dalam jenis squirrel yang badannya bergaris2. Kalo di disney ada tupai namanya Kiki-Koko bersaudara, nah itulah chipmunk yang kami jumpai.

Banff

Tiba di Banff kami langsung menuju hostel, yaitu HI Banff Alpine Centre. Masih satu grup dengan hostel kami di Lake Louise. Sempat agak nyasar2 dan bingung ketika masuk kota Banff. Kotanya kecil tapi padat sekali dengan mobil dan orang jalan kaki. Hostel kami terletak agak menjauh dari pusat kota, tepatnya di Tunnel Mountain road. Seperti biasa, di sekitar hostel banyak squirrel. Yang ini squirrel nya senang berdiri mematung sambil ngunyah makanan, lucu.

Hostel Banff

Di hostel ini, kami check-in pas jam 3 dan ternyata kamar kami yang isinya 6 bed masih kosong. Kami bisa pilih mau tidur di bed yang mana saja. Asiiik. Ga lama setelah itu ada 2 orang yang masuk juga ke kamar kami dan mulai memilih bed masing2. Oya, itu ada gambar sunblock yang kami beli di Samson Mall Lake Louise. SPF 50, bentuknya spray dan botolnya mungil. Praktis dan sangat berguna buat kami yang kali ini berada di outdoor terus. Apalagi matahari bersinar sangat terik sejak kemarin. Katanya hari ini index UV nya sudah masuk taraf ekstrim. Jadi kudu dan harus pake sunblock sering2.

Banff

Sore ini kami jalan2 ke pusat kota Banff yang panas nya ajubile dan silau banget. Padahal sudah jam 4 lebih, tapi seperti jam 12 siang saja. Karena ga tahan, Diana memutuskan untuk pakai payung saja. Langsung terasa nyaman di kulit, ga sakit kena terik matahari. Kalo para bule sepertinya senang sih jemuran matahari. Kami sebagai orang Asia kebalikannya. Kota kecil ini sangat ramai dengan turis. Apalagi semua terpusat di sini, di mana ada visitor centre, trus semua toko2 souvenir, tempat makan, dan hotel berjejer. Jadinya kami mending beli ice cream saja deh, sambil duduk santai.

Banff Hot Spring

Rencananya malam ini kami mau ke Banff Hot Spring. Bayangannya kan area gunung ini bakal dingin, jadi enak berendam air panas pas dingin2 gitu. Nah, tapi ini kan udaranya ternyata panas ya, masa mau berendam air panas lagi. Hm.. karena bingung jadi kami putuskan pergi saja dulu ke lokasinya yang terletak di atas bukit. Siapa tau di atas sana udaranya lebih dingin.

Ternyata betul, jam 7 malam udara di area Hotspring lumayan dingin. Jadi bolehlah kita coba banff hotspring yang terkenal ini. Harga per orang CAD.8.3 tidak termasuk handuk yang kami memang bawa sendiri, namun sudah termasuk kunci locker untuk menyimpan barang. Ruang ganti dan locker untuk pria dan wanita dipisah. Baru nanti nyampur lagi di kolam renangnya.

Sebelum masuk ke dalam kolam, ada kolam transisi agar badan tidak kaget saat berendam dengan air yang panasnya sekitar 37-40 derajat Celcius. Disarankan waktu berendam sekitar 10-15 menit. Setelah itu badan keluar dulu dari kolam untuk menteralkan suhu tubuh, baru kembali berendam. Bentuk kolamnya seperti kolam renang, ada yang dalam ada yang dangkal, bergradasi gitu. Semua pengunjung berada di pinggiran kolam supaya bisa duduk2 sambil sandaran. Penuh juga nih. Buat yang tertarik, silakan buka http://www.hotsprings.ca/banff-upper-hot-springs karena kami ga foto2 saat berendam nya.

Ada juga life guard yang berjaga memperhatikan perilaku pengunjung. Setelah badan terasa enak, kami kembali ke ruang ganti masing2. Jeff menemukan hal yang menarik di ruang ganti pria, ada mesin pengering. Jadi celana pendek atau celana renang yang basah, bisa dimasukkan dalam mesin tersebut dan langsung kering, namun hanya bisa 1 pcs. Lumayan mengurangi berat celana basah. Entah di ruang ganti wanita apakah ada atau tidak, Diana tidak terlalu memperhatikan.

Surprise Corner Viewpoint – Fairmont Banff Springs

Dalam perjalanan pulang dari Hotspring ke hostel, kami sengaja lewat jalur lain di pinggiran kota. Kami menuju tempat yang namanya Surprise Corner Viewpoint. Dari sudut ini, kita bisa berfoto dengan latar belakang hotel Fairmont Banff yang megah. Tampak di kejauhan, di samping hotel tersebut ada Banff Hot Springs yang baru saja kami datangi. Dan di titik yang lebih jauh, ada jalur Banff Gondola.

Fairmount Banff

Ketika kami masuk parkiran hostel, sekitar pukul 10 malam dan seperti biasa masih terang, ada binatang besar sedang berjalan di halaman samping hostel. Wow, binatang apa ini ? Rupanya sejenis rusa, mirip bambi di kisah disney. Diana pun turun untuk segera ambil foto dan Jeff meneruskan nyetir untuk parkir mobil.

Berbagai hewan lucu yang kami temui hari ini

Binatang rusa ini awalnya merumput, lalu kemudian berjalan menjauh dan berhenti di bawah pohon untuk tiduran. Duuh, lucu banget. Diana pun ambil foto dan video hewan itu sambil tetap menjaga jarak supaya rusa itu ga ketakutan. Jeff kemudian juga bergabung memandangi rusa itu. Waktu kami bawa foto rusa itu dan menunjukkan pada pegawai hostel, mereka bilang bahwa itu adalah mule deer. Jenis ini memang sering berkeliaran di sekitar hostel. Ciri khas rusa ini adalah memiliki buntut kecil yang di bagian paling ujung nya berwarna hitam. Lucu banget ya !! Senang sekali hari ini sudah menjumpai 2 wild animal yang belum pernah kami jumpai sebelumnya, yaitu grizzly bear dan mule deer. Terima kasih Tuhan, betul2 pengalaman yang unik.

 

Bersambung ke Part 5 : Banff-Revelstoke

Lihat kisah sebelumnya di Part 3 : Revelstoke, Yoho, Lake Louise

Advertisements
Categories: 2015-2019, AMERICA, Canada | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: