Advertisements

Western Canada : 12-24 June 2018 (part 3 – Revelstoke, Yoho, Lake Louise)

Day 5 : Vancouver-Revelstoke

Jam 7 pagi kami sudah check-out dari hostel menuju tempat rental mobil. Jaraknya dekat, tinggal jalan kaki 10 menit. Sampai sana masih kepagian. Bukanya baru jam 7.30 nih. Akhirnya kami masuk Starbucks saja yang sudah buka di samping lokasi rental. Minum hot chocolate pagi2 dingin gini paling pas deh. Jam 7.30 kami masuk dollar rental car dan ternyata sudah ada beberapa tamu yang sedang dilayani. Wah, baru buka sudah ramai rupanya. Kami menunggu sebentar dan kemudian dilayani dengan ramah.

Proses administrasi rental cukup sederhana. Kami menyerahkan SIM Internasional, SIM Indonesia, passport dan bukti bookingan mobil. Lalu dia memastikan beberapa hal seperti asuransi tambahan dan driver tambahan. Untuk lengkapnya mengenai rental mobil bisa baca di pengalaman menyewa dan menyetir mobil.

Sebelum jam 8, kami sudah bisa mengecek mobil Toyota Corolla yang akan menjadi mobil kami dalam 1 minggu ke depan. Membiasakan diri dulu dengan segala fungsi2 mobil ini, mencoba menyetir maju mundur di gedung parkir yang terbatas. Sudah siap, masukkan koper ke bagasi mobil dan kami pun meluncur ke luar gedung parkir.

Perjalanan & toilet ala kadar

Kali ini Jeff menyetir dan Diana jadi navigatornya dengan membuka peta digital yang ada di handphone. Keluar dari Vancouver, mengikuti jalur Trans Canada Highway #1, dan ternyata ada pilihan Highway #1 East atau West ? Karena bingung kami pun salah jalan. Kami belok kiri (west) menuju Whistler, padahal harusnya ke kanan (east) menuju Canadian Rockies. Jika salah jalan ga usah kuatir. Keluar saja dari highway, putar balik dan masuk lagi. Nah.. sekarang baru benar.. menuju east.

Perjalanan dari Vancouver sampai Hope dilakukan sambil mengutak-atik lagi fungsi mobil. Nyalakan AC, atur2 temperature karena kedinginan, nyalakan radio, coba2 tombol di setir, coba2 cruise control, dsb. Sampai Hope, jika diteruskan akan masuk ke Highway #5 sedangkan jika mau tetap di Highway #1 malah berbelok. Pilih terus saja (highway #5) karena jalan nya lebih singkat untuk sampai ke Kamloops. Nanti dari Kamloops akan otomatis tersambung lagi dengan Highway #1. Dari Hope, pemandangan alam di kanan kiri jalan sudah mulai menarik.

Sempat berhenti sebentar di Kamloops untuk isi bensin dan istirahat. Di sepanjang jalan terdapat banyak danau yang bagus2. Kalo mau berhenti silakan saja. Ada juga tempat istirahat yang hanya menyediakan toilet ala kadarnya. Pintu toiletnya sih bagus, tapi isinya hanya kloset duduk terbuka yang di bawahnya langsung tanah. Jadi apa pun yang dikeluarkan di situ tidak ditampung di air dan dibuang ke septic tank, melainkan langsung jatuh ke tanah. Kita bisa melihat apa saja yang sudah ada di tanah itu. Haisssh.. jangan lihat bawah dan tahan napas ya.

Di Salmon Arm kami stop di Shuswap Lake. Danau nya luas, airnya tenang, cantik deh. Kelihatan dari pinggir highway. Santai2 sejenak aah. Di sini udara cukup hangat dan matahari nya terik. Pantas saja ada yang jualan es krim di sini dan laku, hehe.. Setelah itu gantian Diana yang menyetir sampai Revelstoke.

Shuswap Lake

Dalam perjalanan sekitar 45 km sebelum Revelstoke, ada rest area kecil di Craigellachie di mana terdapat monumen Last Spike. Itu adalah cabang dari Railway Museum yang terdapat di Revelstoke. Ada toko souvenir mungil dan area yang menjadi peringatan akan lokasi berakhirnya pembuatan jalur kereta api lintas Canada. Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silakan lihat http://www.railwaymuseum.com/the-last-spike

Last Spike

Sekitar jam 5 sore kami tiba di Revelstoke dan check-in di Poppi’s guesthouse. Modelnya rumah biasa yang kamar2nya disewakan jadi mirip kos2an ya, hehe.. Ada 6 kamar dan 2 kamar mandi. Kamar mandi nya luas dan bersih, kamar kami pun nyaman. Pemiliknya yang memang bernama Poppi, sangat ramah dan memberikan informasi pusat kota Revelstoke serta makanan yang recommended. Koper tetap kami letakkan di bagasi mobil, jadi hanya bawa barang2 yang perlu saja untuk ditaro di kamar.

Poppi’s guesthouse

Kami menyempatkan diri untuk jalan kaki keliling2 Revelstoke. Jalan kaki sekitar 5 menit sudah sampai di pusat kota. Kotanya mungil dan cantik. Jam 7 malam sepertinya sudah banyak yang tutup nih, walau langit masih terang.

Makan malam kali ini coba Chinese food saja deh, kangen nasi dan waktu di Vancouver kan ga enak ya rasanya. Bdskan rekomendasi Poppi, kami coba Mannings Restaurant. Pesan nasi goreng dan dumpling soup (swekiau kuah). Oke sih rasanya. Trus sesudah makan kami dapat fortune cookies. Hal ini memang menjadi kebiasaan umum di Chinese restaurant wilayah USA dan Canada. Jadi fortune cookies itu adalah kue kering seperti semprong dengan bentuk seperti pangsit. Nah, di dalamnya yang kosong ada isi kertas dengan tulisan. Tulisannya berbeda2 di setiap kue, itu yang “ceritanya” menjadi ramalan keberuntungan bagi orang yang mendapatkannya. Jadi 1 kue kecil itu untuk 1 orang.

Chinese food di Revelstoke

Di sini kami pertama kali menghadapi bayar dengan card, tapi ditanya di mesin nya mau kasih tips dengan nominal nya langsung, atau pake persentase total bill, atau tidak kasi tips. Kalo kita pilih persentase akan muncul 15%, 20% atau 25%. Ooh.. ternyata tips paling kecil itu 15%. Nanti tips akan otomatis tercatat di mesin dan bayarnya ya dengan card dijadikan satu dengan total bill. Lucu ya, bayar tips pake kartu kredit. Kalo ga rela ga papa, pilih no tips aja.

Balik guesthouse, kami mandi sepuasnya karena private. Sebelumnya kan di hostel kamar mandi bisa muat beberapa orang pada saat bersamaan jadi kurang nyaman. Dari balkon bisa terlihat pemandangan gunung es di kejauhan. Aaah… indahnya. Saatnya istirahat dari perjalanan hari ini sejauh 580 km. Wow, lebih jauh dari perjalanan Jakarta-Yogya nih, tapi ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam saja dengan jalan santai. Kami tambah waktu sejam untuk menikmati danau Shuswap, isi bensin, stop di rest area dan stop di Last Spike.

Day 6 : Revelstoke-Yoho National Park-Lake Louise

Pagi ini kami jalan2 sebentar di pintu masuk Revelstoke. Ada tugu berupa Grizzly Bear, ada Visitor Centre dan ada Railway Museum di dekat situ juga. Tujuannya bukan masuk museum yang berbayar ini, tapi ke gift shop nya untuk cari magnet. Pemandangan kota pagi ini cantik banget karena cerah, langit biru, dengan latar belakang gunung salju.

Setelah itu kami meluncur ke luar kota dan mulai menikmati pemandangan yang makin cantik karena melewati Glacier National Park. Sempat berhenti di Golden untuk isi bensin (cukup menyesal karena harga bensin di Golden ternyata mahal) dan mengganti jam tangan kami karena memasuki Golden berarti masuk ke mountain time zone alias beda 1 jam daripada sebelumnya. Jika di Vancouver hingga Revesltoke pukul 10 pagi, maka di Golden sudah jam 11 siang.

Setelah Golden, akan ada pos untuk pembelian tiket national park. Bentuknya seperti drive thru, jadi kita tetap di mobil dan petugasnya akan melayani dari loket. Jika masuk ke area National Park di Canada memang harus bayar. Jumlahnya tergantung jumlah orang dan jumlah hari. Nanti kertas bukti bayarnya ditempel di kaca depan mobil. Kami harus bayar CAD.58.8 untuk 2 orang dan 3 hari menjelajah National Park. Petugasnya sangat ramah dan memberikan peta serta beberapa brosur.

Kami memang bermaksud bersantai menikmati Yoho National Park hari ini. Dimulai dari berhenti di rest area kota Field. Di situ ada visitor centre, toilet dan Kicking Horse River. Pemandangan sungai dengan background pegunungan memang sangat cantik. Ada juga telaga warna hijau di situ dimana kita bisa bermain air. Kami pun makan popmie bekal yang rasanya enak sekali siang ini 😉

Kicking Horse River @ Field

Dari situ kami balik arah sedikit untuk menuju Emerald Lake. Ternyata parkiran sudah sangat penuh dan cukup kesulitan untuk mencari parkir. Pemandangan nya memang luar biasa. Danau besar dengan warna hijau berkilau seperti Emerald, sesuai namanya. Di sini kami mau merasakan naik canoe, belum pernah nih. Walau banyak turis berkunjung, tapi kebanyakan hanya foto2 saja di pinggir danau. Yang mau naik canoe sedikit. Biayanya CAD.70 untuk 1 jam. Satu canoe bisa muat maksimal 3 orang.

Emerald Lake, Yoho National Park

Pengalaman naik canoe ini betul2 berkesan. Kami bisa merasakan ketenangan danau dengan keindahan alam di sekeliling kami. Sebetulnya warna airnya ternyata itu bening. Namun karena ada kandungan kalsium karbonat di dalamnya sebagai danau yang terbentuk dari glacier, maka ketika disinari matahari maka akan memantul warna hijau. Hal ini berlaku juga untuk danau2 lain di area Canadian Rockies yang berwarna hijau atau biru tosca (turqoise). Warna tergantung sudut pantulan mataharinya. Kali ini dari jauh jadi berwarna hijau dan dari dekat berwarna kebiruan pantulan warna langit. Karena waktu yang diberikan cukup lama, kami bisa mendayung sampai ke ujung danau di kaki gunung dan kembali lagi ke tempat awal. Memang mahal, namun sangat sepadan dengan pengalaman yang kami dapatkan. Jika mau naik canoe di Lake Louise atau Lake Moraine malah lebih mahal lagi harganya.

Canoe @Emerald Lake

Puas menjelajah Emerald Lake kami meneruskan perjalanan ke Lake Louise. Dari negara bagian British Colombia, kami pun memasuki negara bagian Alberta. Alberta terkenal dengan Banff National Park dan Jasper National Park. Ibukotanya Calgary, jadi banyak yang drive ke Banff melalui Calgary karena lebih dekat. Lake Louise ini bisa berarti nama danau nya atau bisa juga berarti nama kota nya. Hati-hati ya supaya tidak salah paham.

HI Lake Louise Alpine Centre

Hostel kami tergolong besar dan berada di belakang Samson Mall di Lake Louise Village. Namanya HI Lake Louise Alpine Centre. Ini adalah akomodasi termurah yang bisa kami dapatkan di area Lake Louise. Yang menginap di sini banyak juga keluarga bahkan ada oma-oma juga. Baru parkir dan turun, kami sudah disambut oleh tupai yang berbeda jenis lagi dengan yang pernah kami jumpai di Capilano. Memang hostel ini dikelilingi hutan, sungai dan alam yang masih asri. Jadi tentu tupai2 bisa hidup bahagia di sini.

Kamar dorm & dapur

Setelah check-in, kami langsung jalan2 ke Samson Mall. Yang namanya mall ini maksudnya jejeran toko2 di satu kompleks dengan lapangan parkir yang luas. Jadi bukan gedung mall seperti di Jakarta. Di situ ada visitor centre yang besar, banyak brosur dan area pembelajaran edukatif tentang berbagai National Park di Alberta. Ada juga toko souvenir, supermarket, tempat makan, toko peralatan olah raga, dsb. Ramai sekali Samson Mall ini, penuh dengan turis. Padahal baru pertengahan Juni, ga kebayang gimana kalo Juli atau Agustus yah, lebih parah pasti.

Lake Louise Village

Sesudah berkeliling, kami pun lanjut ke danau Lake Louise. Banyak sekali orang yang mengidentikan Canadian Rockies dengan Lake Louise ini saking terkenalnya. Ga mungkin ke Canadian Rockies tanpa melihat Lake Louise, kira2 begitu. Sebelum pergi, kami seringkali memantau http://cams.skilouise.com/cam9.jpg untuk mengetahui apakah Lake Louise sudah mencair. Dari foto di bawah bisa terlihat perbedaan air danau dari sejak masih ditutupi lapisan es tipis (25 May), sudah mencair sebagian besar, tinggal sedikit lapisan es (27 May) hingga akhirnya menjadi danau berkilauan (30 May).

Webcam Lake Louise

Di depan danau ada hotel mewah namanya Fairmont Chateau Lake Louise. Halaman belakangnya luas. Walaupun ada larangan bagi turis yang tidak menginap untuk masuk area hotel, tapi karena tidak ada yang jaga, banyak turis bisa masuk, termasuk kami. Karena selain kamar hotel, kan ada juga restoran dan toko2 yang bisa dikunjungi. bebas Buat yang tertarik menginap di sini silakan lihat http://www.fairmont.com/lake-louise/ tapi siap2 kaget dengan harganya yang selangit.

Ternyata selain parkirnya penuh, pas turun pun sudah berjubel turis disekitar danau. Astaga, ini jam 8 malam padahal. Tapi memang matahari masih bersinar dengan terik. Jadi buyar deh bayangan menemukan danau yang indah dan tenang. Yang ada semua turis cari spot foto, bergaya dengan heboh dan berteriakan, banyak turis asia namun banyak juga turis bule. Campur aduk semua.

Lake Louise memang terkenal dengan air danaunya yang hijau dengan background gunung es yang khas. Sama seperti Emerald Lake, danau2 ini berwarna cantik karena kandungan mineral di dalamnya yang berasal dari glacier. Jika mau melihat pemandangan spektakuler, jangan lupa pakai sunglass atau lihatlah danau dari kaca jendela restoran di hotel yang dilapisi kaca film. Warna danaunya akan terlihat jauh lebih indah 😉

Dari situ kami kembali ke hostel dan makan malam di Bill Peyto’s Cafe yang ada di dalam hostel. Bill Peyto adalah seorang pelopor pemandu gunung di Banff National Park. Ia sangat dihormati, karenanya nama Peyto Lake pun diambil dari nama beliau. Cafe ini sangat terkenal di Lake Louise sebagai tempat makan yang enak dan murah (ukuran Lake Louise ya). Maklum, harga makanan di Lake Louise memang mahal2.

Kami pesan fish & chips, pakai ikan cod yang memang khas dan umum di Canada. Beli 1 porsi itu harganya CAD.14.25 isinya 2 ikan, kalo mau extra fish hanya tambah CAD.2.25. Jadilah kami pesan tambahan 1 ikan, total jadi 3 ikan untuk dimakan berdua. Kenyang dan hemat. Sekarang waktunya istirahat. Besok subuh kami sudah mau nyetir lagi agak jauh. Sampai hostel ternyata teman2 sekamar sudah pada tidur. Padahal belum jam 10 malam. Jangan2 semua pada mau berangkat subuh nih besok, hehe..

 

Bersambung ke part 4- Columbia Icefield, Banff 

Perjalanan sebelumnya di part 2 : Vancouver

Advertisements
Categories: 2015-2019, AMERICA, Canada | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: