Vietnam : 21-30 Desember 2019 (part 2 – Hanoi)

Day 2 : Hanoi – Old Quarter, Hoan Kiem Lake

Kamar kami terletak di lantai 4 dan tidak ada lift, jadi kami menuruni tangga ke ruang breakfast. Tempat breakfastnya kecil, hanya terdiri dari 2 meja masing2 buat 4-6 orang, tapi jadi memungkinkan untuk berinteraksi dengan tamu yang lain. Ada beberapa pilihan menu breakfast. Kami pilih noodles with chicken dan bread+jam+omelette. Bisanya supaya aman, memang kami pilih ada yang menu barat standar dan menu lokal. Jika perlu air putih, disediakan air mineral galon di dekat tempat makan. Maklum, di hotel ini air mineral botol ada di kamar tapi harus bayar, bukan dikasi gratis untuk tamu. Catatan : Ingat, jika ada botol air mineral di kamar hotel di Vietnam, tanya dulu itu gratis atau bayar. Pagi ini cuaca dingin banget disertai hujan rintik, jadi kami ga banyak eksplorasi sekitar hotel.

Breakfast

Setelah sarapan, kami naik mobil yang disediakan oleh hotel Family Transit ini menuju Alisa Hotel yang ada di pusat kota Hanoi. Sebenarnya di sekitar hotel ada banyak taxi, tapi kami khawatir kena scam. Harga grab hampir sama dengan mobil charter dari hotel. Harganya VND. 250.000 untuk ke pusat kota. Perjalanannya cukup jauh juga, ditempuh sekitar 1 jam di hari Minggu pagi yang lancar.

Alisa Hotel

Tiba di Alisa Hotel, ternyata bisa langsung check in walaupun ini baru jam 10 pagi. Kami harus tunggu dulu sekitar 30 menit di lobby untuk mereka menyiapkan kamar kami. Nah, selama kami menunggu di lobby hotel, kami dikasi welcome drink dan dilayani oleh marketing di situ. Pertama2 kami diberikan peta tempat wisata Hanoi, termasuk tentunya Old Quarter dengan beberapa rekomendasi tempat makan yang enak di sekitar hotel.

Selanjutnya mulai deh dia jualan paket2 tour, kebanyakan ke luar kota Hanoi yang berdurasi 1 harian. Jujur sempat tertarik karena harganya murah. Namun terlalu jauh, buang energi, sayang waktunya berkurang di Hanoi. Terus dia menawarkan paket show My Village (Bamboo Circus) di Hanoi Opera House. Wah ini baru menarik. Ternyata ada pertunjukan bagus dan diadakan di gedung opera nya Hanoi. Setelah kami bilang akan pikir2 dulu, akhirnya kami pun dipersilakan masuk kamar. Kamarnya ada di lantai 3, namun bisa naik pakai lift. Kamarnya kecil, beda sekali dengan di Family Transit, tapi bagus-nyaman dan lengkap dengan amenitiesnya (kopi lokal G7, teh, air mineral, peralatan mandi). Di sini jelas gratis karena ditulis “compliment“.

Kamar kami @Alisa Hotel

Setelah taro barang di kamar, kami mulai mengeksplor area Old Quarter. Kami jalan kaki ke arah Hoan Kim Lake, satu dari dua danau terkenal di Hanoi. Karena weekend seperti hari ini, area di sekitaran Hoan Kim Lake ternyata menjadi Kawasan Car Free Day (CFD) yang berlangsung seharian hingga malam hari. Wah asyik nih, ga perlu takut kesenggol mobil dan motor. Jalanan jadi dipakai banyak aktivitas dan acara nih. Ada yang buat booth2 promosi, ada anak2 kecil menari pake baju santa claus, ada penjual makanan, persewaan cyclo (semacam becak), dll. Catatan : Jika ke Hanoi, usahakan datang ke area Hoan Kiem Lake saat weekend, beda banget suasana nya dengan weekday.

Area Hoan Kiem Lake yang bebas kendaraan saat weekend

Untuk makan siang, kami menuju Banh Xeo Zon, yang direkomendasikan marketing hotel. Masuk unggulan di Trip Advisor juga ternyata, mestinya enak nih. Banh Xeo itu nama makanan khas Vietnam yang disebut Vietnamese pancake. Zon itu nama restonya. Tempatnya tidak terlalu besar. Kami pesan menu andalan nya itu donk, ternyata 1 porsi dapat 3 pancake dan topping nya bisa pilih. Kami pilih topping udang, ayam, babi. Harganya VND. 75.000. Selain itu kami juga pesan pho, karena kuatir ga kenyang.

Ternyata tampilan pancake itu seperti serabi dikasi topping. Lalu ada kulit lumpia, aneka sayuran, dan bumbu. Nah, gimana cara makannya ? Waiter di situ pun kemudian mengajarkan cara memakannya. Rupanya harus dibuat seperti lumpia, jadi semua bahan dicampur dan digulung. Setelah itu dicocol ke kuah ikan. Enak ! Di meja ada 2 pcs tissue basah, kami pakai saja. Ternyata masuk tuh di bon, artinya tidak gratis, harganya VND. 2.000 per pcs. Ga mahal sih, cuma nyesek aja karena ga tau di awal. Catatan : Di restoran Vietnam harus tanya juga, apakah tissue basah yang di meja diberikan gratis atau bayar.

Vietnamese pancake

Nah, acara kami selanjutnya adalah ibadah ke gereja, karena ini hari Minggu. Sudah sempat search dari Indonesia, ada gereja Hanoi Evangelical Church yang punya English Service jam 14.00. Namun ternyata sampai di sana, ibadah hari ini dialihkan ke luar gereja. Jadi semacam kebaktian padang begitu. Alhasil kami tidak jadi ibadah.

Gereja, toko emas utk tukar uang dan mall

Di dekat gereja, ada money changer rekomendasi teman Couchsurfing kami di Hanoi. Katanya nilai tukarnya paling bagus. Namanya Quoc Trinh di Ha Trung Street, jalan sekitar 100 meter dari gereja. Ternyata di area tersebut adalah tempat toko emas yang merangkap money changer. Kami pun mengeluarkan USD kami untuk ditukar ke VND.

Nah, ternyata lembaran USD. 100 lebih dihargai daripada lembaran USD. 50. Walaupun lembaran USD100 nya sudah lusuh, nilai tukarnya tetap lebih tinggi daripada lembaran USD. 50 yang mulus. Beda dengan di airport atau bank yang tidak mempermasalahkan hal ini. Di toko ini, ratenya VND. 23.090 per USD.1 (jika lembaran USD. 50) dan VND.23.190 per USD.1 (jika lembaran USD.100). Wow selisihnya jauh juga. Catatan : Jika mau tukar uang, di Ho Chi Minh secara umum rate nya lebih tinggi daripada Hanoi. Lalu lebih baik siapkan lembaran USD.100 agar nilainya bagus jika ditukar di tempat2 seperti ini.

Kami langsung kembali ke hotel dan sudah ditunggu oleh Ms. Thao, teman Couchsurfing kami yang mau menemani jalan2 di sore ini. Pertama, kami diajak ke coffee shop, namanya Cafe Pho Co, bahasa Inggrisnya Lake View Café. Ternyata coffee shop yang dimaksud, letaknya ada di gang kecil, di belakang toko2. Kalo ga sama orang lokal, sepertinya mustahil bisa ditemukan. Tempat ini merupakan rumah antik jaman dulu yang dibuat menjadi cafe tapi juga masih ditinggali oleh generasi yang sekarang.

Tempat ngopi sambil liat Hoan Kiem Lake

Seperti kebanyakan rumah lokal, cafe ini pun sempit namun tinggi ke atas. Kami pesan kopi di lantai satu, kemudian naik tangga besi yang sempit dan curam, hingga ke lantai paling atas (mungkin tingkat 4). Lantai ini ternyata tersambung ke rooftop, jadi bisa melihat danau Hoan Kim Lake. Tamu yang datang di sini campur, ada turis bule dan ada juga orang lokalnya. Jeff memesan Egg Coffee, kopi dengan campuran egg yolk, khas Vietnam. Kopinya jadi berbuih dan rasanya creamy. Enak banget ! Harganya VND. 40.000 per cangkir.

Sambil ngopi, Ms. Thao cerita kisah sejarah Vietnam yang penuh dengan perjuangan. Ada perang saudara antara Vietnam Utara yang komunis dengan Vietnam Selatan yang demokratis. Ada juga negara2 yang terlibat di dalam sejarah Vietnam, termasuk pengaruh Perancis yang bisa kita lihat di Vietnam. Mulai dari arsitektur (gereja dibuat mirip Notredame), budaya, makanan (roti baguette), penggunaan bahasa Perancis sebagai petunjuk jalan, pengumuman dan tulisan lainnya sebagai bahasa sekunder selain bahasa Vietnam sebagai bahasa utama.

Egg coffee (khas Vietnam), lake & foto kami di tempat jadul

Nah abis ngopi, kami mau makan malam. Kali ini kami diajak makan makanan khas lokal yang namanya Xoi, yaitu sticky rice. Berbeda dengan sticky rice di Thailand yang lengket berupa ketan pake santan. Yang ini nasi nya dicampur dengan kacang (green bean tapi sudah dibuang kulitnya jadi tinggal dalamnya yang putih) dan jagung yang sudah direbus lalu ditumbuk jadi lumat. Mirip banget seperti mashed potato. Warnanya kuning dan rasanya juga mirip kentang tumbuk. Nanti di atasnya xoi ini bisa dikasi pilihan topping. Ada daging sapi, ayam, babi, telur, dsb. Rasanya enak dan unik, mantap deh ! Ini kalo ga diantar sama Ms.Thao, ga bakalan nyampe ke sini. Di sini yang makan orang lokal semua. Tempatnya ramai sekali, katanya memang yang paling enak dan terkenal di Hanoi. Nama tempatnya Xoi Yen.

Seperti umumnya kedai makan Vietnam yang ada di trotoar jalan, di tempat makan ini kursi dan mejanya semua pendek. Seperti meja dan kursi buat anak kecil, jadinya seperti jongkok ya. Katanya mereka menggunakan ini untuk menghemat tempat, maklum memang di Hanoi space itu sangat limited. Terlihat dari hotel dan rumah lokal yang rata2 semua kecil square meter nya, tapi tinggi menjulang.

Vietnamese Sticky Rice

Selesai makan malam, kami menyusuri Night Market Hanoi ditemani gerimis ringan. Night market ini hanya ada di weekend, seiring dengan CFD tadi. Tentunya sepanjang jalan, baik di tengah2 jalan maupun kanan kirinya penuh dengan pedagang. Macam2 yang dijual seperti baju, jaket, sepatu, souvenir, dan berbagai pernak pernik lain. Rata-rata sudah mencantumkan harga, jika beli banyak bisa ditawar. Kalo mau beli souvenir atau oleh2 di sini bisa juga karena harganya cukup murah.

Ternyata ujung dari Night Market ini adalah Dong Xuan Market, salah satu market terkenal di kalangan turis. Tapi karena malam hari jadi sudah tutup. Terus kita jalan2 lanjut menyusuri Hoan Kim Lake. Banyak aktivitas warga lokal di sini rupanya. Salah satu yang dicoba Ms.Thao dan Diana adalah permainan meloncati bilah bambu, dimana bambu tersebut berubah posisi seiring irama musik. Jadi harus berusaha supaya kaki tidak terjepit bambu. Siapa pun boleh mencoba permainan ini. Seru banget deh. Sebetulnya seperti tarian Rangkuk Alu dari Flores atau Saureka Reka dari Maluku. Sayang di Jakarta, kami tidak pernah menjumpai apalagi merasakan hal ini.

Di sini kami berpisah dengan Ms.Thao. Dia pulang ke rumahnya dan kami pulang ke hotel. Thank you so much Ms. Thao for your hospitality !

Night market & Hoan Kiem lake at night

Sebelum pulang ke hotel, kami mampir ke VinMart, supermarket lokal. Isinya komplit, kami beli beberapa varian kopi sachet khas Vietnam. Selain untuk diminum sendiri juga untuk oleh2.

 

Day 3 : Hanoi – Temple of Literature, West Lake, Bamboo Circus

Pertama kali breakfast di Alisa Hotel. Tempat makannya kecil, ada di lantai 5. Makanannya ada yang berupa buffet, cukup komplit. Ada juga yang harus pesan (tetap gratis), seperti beef/chicken noodle soup dan omelette. Puas deh sarapan di hotel ini.

Buffet breakfast @ Alisa Hotel

Pagi ini, kami jalan ke Temple of Literature. Dahulu ini adalah universitas nasional pertama Vietnam. Dibangun tahun 1070 dan didedikasikan oleh pemerintahan saat itu untuk Confusius. Harga tiket masuknya VND 30.000 per orang.

Temple of Literature

Selain turis, ternyata saat kami datang, ada 2 acara sekolah di sini. Yang satu adalah acara siswa TK/SD dengan marching band dan satunya lagi seperti wisuda siswa SMA. Ramai sekali.

Di sebrang tempat ini, ada tempat menarik juga nih. Kami masuk saja, namanya Ho Van – Van Lake. Ada danau kecil dengan tempat2 makan di sekitarnya. Ada area yang berbayar, entah apa. Kami sih hanya berkeliling di area yang gratis saja.

Van Lake

Selanjutnya kami berjalan kaki ke :

  1. Lenin Park, ada patung Lenin, tokoh komunis Russia (Vietnam juga negara komunis).
  2. Flag Tower, seberangnya Lenin Park. Letaknya di dalam Vietnam Military History Museum. Ada tiket masuknya tapi kami ga masuk, cuma foto2 aja.
  3. Hanoi Citadel, masuk UNESCO World Heritage, karena hari Senin tutup. Lihat http://www.hoangthanhthanglong.vn/en/

Lenin Park, Flag tower, Citadel

Dari situ kami lanjutkan jalan kaki ke Ho Chi Minh Mausoleum, tempat jenazah Ho Chi Minh. Kami bisa masuk ke kompleks ini dengan melewati pemeriksaan x-ray, namun mausoleum nya sendiri tutup karena hari Senin. Ada juga area temple, tempat makan dan toko souvenir di dalam kompleks ini.

Mausoleum Ho Chi Minh

Dari sini, kami naik Grab ke Tran Quoc Pagoda di West Lake. West lake ini jauh lebih besar daripada Hoan Kim Lake. Walaupun tengah hari, suasana danaunya berkabut tebal. Karena Senin, pagoda ini pun tidak buka. Tapi tetap banyak pedagang di sekitar pintu masuknya.

Pagoda di West Lake

Kemudian kami naik Grab lagi buat makan siang di Sen Tay Ho Buffet. Tempatnya luas dan terkenal di kalangan grup travel. Kami pun tau tempat ini dari orangtua Diana yang waktu ikut tour ke Hanoi dibawa makan di sini.

Sen Tay Ho

Jenis makanannya banyak sekali, dari Vietnam, western, Jepang, bbq seafood, dessert, dsb. Harga per orang VND. 270.000, tidak mahal tapi belum termasuk minum. Di sini air mineral harganya VND. 20.000, masih oke sih. Juga ada tissue basah yang pastinya bayar jika dipakai, hehe… Di sini bisa bayar pake credit card.

All u can eat buffet

Sudah kenyang, kami pun kembali ke area Hoan Kim Lake. Pertama, tukar uang di Vietin Bank. Nilai tukar per USD. nya setara VND. 23.061. Setelah itu kami beli tiket Thang Long Water Puppet Theatre. Ada 3 kelas yaitu VND.200.000, VND.150.000 dan VND100.000. Kami beli yang VIP seharga VND.200.000 per orang plus dapat postcard. Bayar cash karena tidak terima kartu kredit. Beli hari ini untuk nonton esok hari. Show nya ada jam 15.00, 16.10, 17.20, 18.30 dan terakhir 20.00. Kami pilih yang jam 16.10.

Thang Long Water Puppet

Sebenarnya di Hanoi (dan juga Ho Chi Minh) ada beberapa pertunjukan water puppet yang khas Vietnam ini, namun yang di Thang Long ini diklaim dengan durasi pertunjukan terlama dan katanya paling bagus. Bisa cek http://www.thanglongwaterpuppet.org

Kami istirahat dulu di hotel sekaligus menunggu tiket Bamboo Circusnya diantar ke hotel. Hebat loh, waktu kami bilang ke marketing hotel untuk mau nonton Bamboo Circus, langsung diatur supaya ada orang yang datang ke hotel untuk antar tiket sekaligus juga kami langsung bayar ke orang tersebut. Bayarnya pun bisa pakai credit card tanpa charge tambahan, karena harganya memang cukup mahal. Tapi untuk pertunjukan di Hanoi Opera House, harga VND. 700.000 per orang menurut kami sih normal ya. Memang itu adalah harga tiket kelas paling murah, kelas “OOH !” Yang paling mahal (VIP) harganya VND.2.500.000. Hanya ada satu kali pertunjukan yaitu jam 6 sore.

Awal masuk opera house

Jam 5 sore, kami sudah jalan kaki ke Hanoi Opera House. Dari hotel jalan sekitar 10 menit. Gedungnya bagus. Di depan gedung, tiket sudah diperiksa dan para calon penonton dipersilakan menikmati welcome drink. Ada 2 area, area kelas standar terdiri dari kelas YAY!, AAH! dan OOH! Serta area special untuk penonton kelas WOW! dan VIP. Jenis minumannya beda. Kalo di area kami ada corn silk tea dan lemongrass tea with kumquat. Kalo di area special disediakan wine dan cocktail. Kereeen.

Sekitar 20 menit sebelum pertunjukan, pintu dibuka. Kami dapat posisi duduk di samping panggung tapi masih cukup depan. Lumayanlah. Jam 6 tepat pertunjukan dimulai. Tidak boleh foto dan video selama pertunjukan. Pertunjukannya terdiri dari teater, acrobat, komedi dan lagu2. Menggunakan alat bantu bambu di hampir seluruh show. Kalo mau tau seperti apa, bisa cari di youtube ya.

Ruang theatre untuk bamboo circus

Bambu memiliki arti penting dalam kehidupan sehari2 masyarakat Vietnam sedari dulu. Bambu adalah pohon yang kuat dan tidak akan tumbang walaupun diterpa badai sekalipun. Melambangkan masyarakat Vietnam yang tetap kuat walau melewati berbagai penderitaan akibat perang. Selesai pertunjukan, para pemainnya menuju lobby sambil memainkan alat2 musik dari bamboo dan kita bisa berfoto bareng mereka. Ada staf yang akan membantu memotret supaya teratur. Pokoknya sangat menghibur dan memuaskan banyak penonton !

Crew bamboo circus & opera house saat malam

Hari sudah malam, kami jalan kaki kembali ke hotel sambil melewati mall2 dan cafe2 mewah di Hanoi. Ternyata banyak juga mobil mewah di Hanoi seperti  Maybach, Mercedes Benz, dll.

Day 4 : Hanoi – Museum Ethnology, St. Joseph Cathedral, Water Puppet, Christmas Eve

Setelah breakfast, pagi ini kami naik grab ke Vietnam Museum of Ethnology www.vme.org.vn Lokasinya agak jauh dari pusat kota. Kami ke sini atas rekomendasi Ms.Thao juga. Tiket masuknya bayar VND. 40.000 per orang. Jika bawa camera bayar VND. 50.000. Namun kami lihat sepertinya semua orang hanya bayar tiket saja, tidak ada yang bayar camera walaupun pada bawa camera semua. Tidak juga ada petugas yang menegur. Jadi sepertinya terserah pengunjung saja. Bisa juga sewa tour guide seharga VND. 50.000, bisa bahasa Vietnam, Perancis dan Inggris. Ternyata banyak juga rombongan turis yang ke sini.

Museum Ethnology

Di lokasi ini, ada 3 tempat yang kita kunjungi yaitu :

1.Bronze-drum Building yang didirikan tahun 1997 untuk menampilkan 54 grup etnis yang ada di Vietnam (semacam Taman Mini Indonesia Indah). Yang ditampilkan seperti pakaian, music tradisional, alat2 pertanian, acara2 adat, dsb

2.Architecture Garden (dibangun kurun waktu 1998-2006). Terletak di belakang Bronze-drum Building. Menampilkan rumah2 adat dan tradisional masyarakat Vietnam. Kita bisa masuk ke dalamnya dan melihat perabot di dalamnya. Ada yang harus memanjat cukup tinggi untuk bisa masuk, karena berbentuk rumah panggung. Di area ini juga ada Water Puppet Show.

Rumah Adat Vietnam

3.Kite Building, gedung tersendiri. Menampilkan masyarakat dan budaya di luar Vietnam, seperti dari Asia, Oceania, Amerika dan Afrika. Koleksi glass painting dari Indonesia juga ada lho di sini. Gedungnya lebih modern, tapi jauh lebih sepi. Nyaris ga ada pengunjung.

Ada budaya Indonesia dipamerkan di gedung ini

Lanjut naik Grab ke St. Joseph Cathedral. Penampakannya sekilas seperti Notre Dame di Paris. Begitu sampai di sana, wuiiih… sudah penuh dengan turis dan warga lokal yang foto2. Baik di depan gereja, pohon natal maupun juga semacam diorama Natal berukuran besar yang ada di pelataran. Memang bagus sih, tapi kami ga lama2 di sini karena penuh dan tidak nyaman. Foto pun perlu usaha karena berdesakan.

St. Joseph Cathedral

Kembali ke area Hoan Kiem Lake, karena lapar kami mencoba makan di KFC. Salah satu hobi Diana, untuk mencoba rasa KFC di berbagai negara, hehe.. Pesannya di lantai pertama, lalu naik ke lantai dua untuk ambil pesanan dan duduk makan. Lucu deh, di sini dikasi pisau dan garpu stainless buat alat makannya. Jadi seperti makan steak gitu ya perlakuannya. Kami duduk sambil melihat pemandangan di area Hoan Kim Lake. Rasanya ? Hm.. ga enak. Haha.. Mendingan KFC di Indonesia deh.

mencoba KFC di Vietnam

Habis makan, kami masuk ke temple yang ada di tengah danau Hoan Kiem. Jadi ini seperti pulau kecil di tengah danau, nyebrangnya harus lewat jembatan merah yang sering ada di foto2 Hoan Kiem Lake. Untuk ini harus bayar, harga tiket masuknya VND.30.000 per orang.

Hoan Kiem Lake

Dekat pintu masuk ada penyewaan kostum namun tidak menarik. Kemudian kami masuk ke dalam templenya. Di sini ada kura2 raksasa yang diawetkan. Hoan Kiem memiliki arti Pedang yang Kembali. Jadi ada legenda tentang kura2 raksasa yang memberikan pedang kepada raja di danau ini. Pedang tersebut dipakai untuk berperang dan sang raja pun menang. Setelah itu sang raja mengembalikan pedang tersebut ke kura2 di danau ini. Makanya kura2 memiliki makna special bagi warga lokal.

Menyebrangi jembatan ke pulau kecil tengah danau

Sore ini, kami mau nonton Thang Long Water Puppet. Jalan masuk dan jalan keluar teater yang terletak di lantai 2, hanya ada satu. Jadi penonton yang mau masuk, harus menunggu sampai semua penonton show sebelumnya turun semua. Tiket sudah dibeli kemarin, kami dapat kursi D8 dan D9.

Thang Long Water Puppet

Saat tiket kami tunjukkan ke petugas tiket, dia geleng2 kepala dan mempersilakan kami minggir, tidak boleh masuk. Terus dia panggil temannya. Temannya melihat tiket kami dan bilang kalo tiket kami ada kesalahan. Waduh, kami bingung dong. Tapi petugas ini senyum dan menjelaskan bahwa kesalahan ada di petugas yang kemarin memberikan tiket kepada kami. Jadi di tiket tersebut tertulis untuk show sekarang pk.16.10, tetapi dia input ke sistem show jam 15.00 (terlihat dari struk bayarnya). Wah, kami ga memperhatikan hal ini.

Jadi kursi D8 dan D9 yang untuk kami seharusnya pada show jam 15.00 yang sudah lewat. Sedangkan untuk show jam sekarang, kursi tersebut tentunya sudah diberikan untuk penonton lain karena secara sistem dianggap belum ada yang beli. Dia bilang jangan kuatir, santai saja, dia akan urus. Dia pun pergi ke kantornya dan kembali lagi dengan mengganti seat kami menjadi A15 dan A16. Dia bilang tiketnya sudah diganti dan tempat duduk ini sangat oke !

Betul saja, kursi kami adalah yang paling depan ! Cihuy. Asyik banget. Theatre ini penuh sekali dengan penonton. Beruntung kami masih bisa dapat tempat, paling depan lagi. Selama show kita boleh foto dan video. Shownya hampir 1 jam. Di kanan kiri panggung, ada pemusik dan pesinden, masing2 sebanyak 5 orang setiap sisi. Oh ya, show ini semuanya dalam bahasa Vietnam. Jadi hanya bisa nebak2 maksudnya. Ada audio guide berbagai bahasa kalo mau, bayar. Tapi menurut kami sih ga terlalu penting, nikmati saja show nya. Ada sekitar 16 babak dengan cerita yang berdiri sendiri2.

Water puppet adalah boneka kayu yang dimainkan di atas air. Boneka2 kayu aneka rupa (orang, hewan, tumbuhan, dll), dimainkan dari balik layar oleh beberapa orang. Nanti setelah show selesai, orang2 ini akan muncul dari balik layar. Kaki mereka terendam air kira2 sebetis.

Sambil jalan ke hotel, kami makan Bun Cha di resto pinggir jalan. Yang punyanya ga bisa Inggris sama sekali, jadi pakai bahasa isyarat dah. Haha.. Bun Cha adalah vermicelli dengan daging. Kami beli 1 mangkok seharga VND. 35.000 yang ternyata cukup untuk kami berdua.

Malam ini ada Christmas Party di lobby hotel. Bahkan kami dapat undangan resmi berbentuk kartu Natal. Christmas Party di Vietnam itu seperti pesta malam tahun baru. GM hotelnya memakai baju Santa Claus. Disediakan gratis berbagai macam cake, buah, wine, bir lokal Hanoi dan soft drink untuk seluruh tamu hotel. Kami cuma bisa ikut sebentar karena harus segera pergi ke gereja. Kan ini malam natal.

Christmas Party @ Alisa Hotel

Dari hasil searching kami di Indonesia, ada Cua Bac Church, sebuah gereja Katolik, yang punya kebaktian malam natal dengan bahasa Inggris. Informasi awal jam 20.00 kebaktiannya. Namun sampai di sana ternyata hanya ada kebaktian jam 22.30 dengan 2 bahasa : Vietnam dan Inggris. Wah terlalu malam ya. Besok kami harus siap2 perjalanan jauh ke Halong Bay. Ada juga acara jam 21.30 berupa Christmas Concert. Ya sudah, ikut ini saja deh. Agak kecewa rasanya dari kemarin sudah gagal ibadah, sekarang juga gagal lagi. Tapi paling tidak masih masuk gereja deh di malam natal ini walau acaranya adalah concert.

Halaman gereja penuh dengan orang lokal dan penjual balon. Banyak anak2 kecil dengan kostum santa claus. Ada pohon Natal dan dekorasi Natal yang menjadi sasaran objek foto semua orang. Bener2 parah deh ramenya, ga kaya di depan gereja, lebih mirip di depan atraksi wisata. Makin malam makin ramai. Jalanan di sekitar gereja semakin macet. Sudah seperti suasana malam tahun baru. Sambil menunggu kami sempat jalan2 seputar gereja dan menemukan ada tembok citadel di sini.

Kiri : church, Kanan : Citadel

Jam 20.30, pintu masuk gereja dibuka dan astaga… orang2 berebutan untuk masuk ke dalamnya. Begitu kami bisa masuk, di dalam sudah penuh dengan orang. Ini berbaur antara jemaat dengan orang2 yang mau liat dalam gedung gereja atau nonton Christmas Concert. Karena Vietnam masih negara komunis, jadi Christmas Concert ini seperti show music biasa. Sulit sekali berkonsentrasi di sini karena penuh dengan orang yang berdiri dan mondar mandir di dalam gedung gereja. Maklum, pengunjung membludak sampai tempat duduk tidak cukup. Akhirnya mereka berdiri di semua area yang tidak ada tempat duduknya, termasuk di jalur antar kursi. Kebayang deh yang duduk seperti kami malah tidak bisa melihat ke depan karena tertutup orang yang berdiri. Kacau.

Cua Bac Church

Lagu pertama Ave Maria memang sangat syahdu. Namun ketika lanjut lagu kedua, kami akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke hotel. Ternyata jam 10 itu, jalanan masih sangat macet. Kami cari Grab susah sekali, harga pun melonjak tinggi.  Sepanjang jalan pulang, jalanan macet banget. Semua orang keluar rumah untuk makan2 bersama. Betul2 seperti malam tahun baru. Luar biasa.

Sampai hotel ternyata masih ada sisa makanan dan minuman Christmas Party tadi. Hoho.. lumayan banget nih buat ganjel perut di malam hari. Bahkan wine nya saja masih ada, sip deh.

 

Bersambung ke Vietnam part 3 – Halong Bay

Kisah sebelumnya di Vietnam part 1

Categories: 2015-2019, ASIA, Vietnam | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: