Edensor Hills, Sentul-Bogor : 13-14 Maret 2022

Prolog

Bulan Maret ini adalah bulan terakhir untuk menghabiskan cuti Jeff. Ternyata masih ada 3 hari nih, sip deh. Langsung saja dimanfaatkan untuk berlibur. Walau kasus COVID sudah sangat menurun, namun kami masih berusaha mencari tempat yang “aman”. Akhirnya kami ambil cuti 1 hari (Senin) untuk menginap di Edensor Hills Villa & Resort yang berlokasi di Bojong Koneng-Babakan Madang-Sentul, supaya dapat harga weekday. Selain lebih sepi, harga juga lebih murah. Booking langsung saja ke Villa nya, lebih murah daripada melalui OTA (Online Travel Agent) dan bisa pilih kamarnya mau yang mana. Untuk tipe bungalow di weekday kami dapat harga Rp.950.000 per malam. Sementara jika weekend harganya bisa mencapai Rp.2.000.000 per malam. Wow… fantastis.

Karena kami belum pernah ke sana, maka kami bertanya melalui whatsapp (sekalian booking juga melalui whatsapp) tipe bungalow mana yang paling bagus viewnya. Dijawab bungalow no.5 yang menghadap air terjun dan swimming pool. Hanya saja kalo lihat review di web sepertinya yang paling bagus adalah yang paling atas, yaitu bungalow no.3. Ketika ditanyakan, orangnya menjawab bahwa bungalow no.3 sudah ada yg booking dan view nya sama saja dengan no.5. Oke deh, kami percaya saja. Akan tetapi saat mengirimkan konfirmasi, ditulis bungalow no.4 dan kata orgnya kami dipindah ke bungalow no.4 yang lebih tinggi dari no.5 supaya lebih bagus view nya. Ya nurut aja deh.

Beberapa bulan lalu, pernah mampir ke Gunung Pancar (kanan bawah) dan Kopi Koneng (satu jalan dengan Edensor Hills)

Beberapa bulan lalu, kami pernah main ke Sentul lihat hutan pinus di Gunung Pancar dan ke area Bojong Koneng yaitu ke Kopi Koneng. Viewnya bagus dan makanannya enak nih, ga cuma jual kopi loh tapi juga berbagai makanan berat. Harga oke, tempatnya juga cukup luas, ada bentuk saung2 gitu.. recommended lah. Ini satu jalan dengan Edensor Hills, serta beberapa villa/cafe lain yang terkenal di media sosial seperti Mandapa Kirana Resort Sentul, Villa Aman D’Sini , dsb.

Day 1

Karena jam check-in adalah pk.14.00, maka kami berangkat siang saja dari rumah. Makan siang dulu di resto area Serpong dan kemudian langsung menuju Sentul. Masuk tol Jagorawi dan keluar di Sentul Selatan. Untuk menuju Edensor, kita masuk melewati perumahan Sentul City, kemudian mengarah ke daerah Bojong Koneng. Jalanan ke arah sini menanjak terus dan benar2 pas hanya 2 mobil. Kadang di beberapa titik harus gantian karena ga muat 2 mobil, untungnya, ada warga lokal yang ikut membantu mengatur lalu lintas.

Edensor memiliki konsep kastil Eropa, terlihat dari bentuk bangunan dan beberapa miniatur yang ada seperti bilik telepon warna merah yang biasa ditemukan di Inggris. Edensor sendiri sebenarnya adalah nama desa di di Derbyshire, Inggris, dan mulai terkenal saat menjadi judul buku tetralogi Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata yang terkenal di tahun 2007.

Edensor Hills dengan view air terjun (Curug Bidadari) di kejauhan

Edensor ini memiliki resort dan resto yang terpisah. Saat kami datang hari Minggu siang, parkiran mobil sudah penuh baik di dalam maupun di luar Edensor. Namun karena kami tamu yang mau menginap, mobil kami bisa masuk di bagian dalam. Area resort dan resto dipisah sehingga tamu resto tidak bisa masuk berjalan2 di area resort.

Teras bersantai yang asik banget utk lihat view alam perbukitan

Bungalow 4 (kamar kami) tepat berada di antara bungalow 3 (di atas) dan bungalow 5 (di bawah). Tiga bungalow ini view nya menghadap perbukitan, air terjun (tapi ga kelihatan karena tertutup pohon) dan juga bisa melihat swimming pool. Semuanya memiliki fasilitas yang sama, termasuk semuanya punya teras. Bedanya, teras B5 (Bungalow 5) paling menonjol ke luar, sehingga tamu B4, bisa melihat aktivitas tamu di teras B5. Begitu juga tamu B3 bisa melihat aktivitas tamu di teras B4. Bahkan selain teras, bisa juga mengintip kamar mandi di bungalow bawahnya jika tamu tidak menutup tirai kamar mandinya. Jadi, hati2 ya… pastikan tirai kamar mandi ke arah teras selalu tertutup jika digunakan.

Kanan atas : mansion, Kanan bawah : 3 kamar bungalow seperti benteng warna merah, tersusun dari atas (no.3), tengah (no.4) dan bawah (no.5)

Jadi, kalo dilihat dari segi privacy dan kenyamanan, B3 paling oke. View juga makin luas kan kalo posisi making tinggi. B4 masih oke, selama B3 nya kosong, hehe.. Tapi sbtlnya aneh juga sih, harusnya kalo B3 kosong, tamu B4 dipindah saja ke B3. Ini kejadian di kami. Saat awal kan dibilang B3 sudah dibooking orang. Ternyata ga ada orang tuh.

Untuk bungalow no.1 dan 2, letaknya berlawanan dengan 3 bungalow ini, jadi letaknya menghadap view jalan depan Edensor dan kota, harusnya bagus untuk lihat sunset.

Bungalow kami cukup besar dan luas. Nuansanya gaya kastil Eropa juga, banyak pernah pernik di kamar seperti ada perapian, lukisan, dan pajangan lain spt terlihat di gambar. Ada shower dan bath tub yang dikelilingi kaca sehingga sambil berendam bisa melihat perbukitan. Jadi kaca yang ke arah bukit masih bisa dibuka tanpa tirai, harusnya cukup aman, walau tetap harus hati2. Tapi yang ke arah teras ya itu tadi, harus ditutup.

Yang tipe Bungalow, kamarnya luas sekali, banyak area kosong

Kami kemudian jalan2 ke area resort, lihat kolam renangnya yang sepi. Ada kamar2 hotel yang letaknya di bawah resto, ini lebih murah harganya dari tipe bungalow. Ada juga 1 mansion yang letaknya di samping resto. Ini seperti villa besar yang isinya banyak kamar. Kalo suasana resto, selalu rame. Ada 2 lantai yang areanya cukup luas, ada indoor dan outdoor, beda2 view juga. Resto ini buka sampai dengan jam 10 malam dan bisa juga melayani room service untuk tamu resort.

Menjelang sore, kami memutuskan untuk makan di restonya, pilih yang outdoor. Ternyata bisa lihat Highlanders Mountain Resort and Cafe di sebelah, hehe… Menu di resto Edensor cukup beragam dari western hingga makanan lokal. Karena konsep resto Eropa, ada beberapa menu yang sebenarnya ga familiar di sini dan akhirnya kami pilih Dory Hollandaise Sauce (ini jenis saus khas Jerman-Belanda, dulu pas ke Eropa kami pernah makan) dan Tiroler Grost (makanan khas Austria berupa kentang dan telur).

Memotret sang pemotret, hehe.. Love the sunset view !

Di lantai atas sudah ramai orang, terutama yang mau foto2 dengan pemandangan sunset. Memang bagus banget sore ini. Bersyukur cuacanya cerah dan tidak hujan sehingga sunsetnya bisa dapat cukup lama. Dari mulai warna kuning, sampe orange, sampe merah, sampai hilang semua. Keren lah ciptaan Tuhan itu !

Balik ke bungalow, kami menikmati kamar sambil nonton TV karena ternyata view dari teras gelap sekali. Ga kelihatan apa2 kalo malam. Kami pesan snack malam saja melalui room service, yaitu Banana Caramelo (pisang goreng dibalur karamel). Sampai kami mau tidur, bungalow di atas dan di bawah kami, tetap kosong tidak ada tamunya. Jadi kami inisiatif untuk complain melalui wa reservasi, karena di awal kan dibilang B3 nya sudah dibook orang, tapi nyatanya kosong. Kami bilang kalo kosong, kami mau sarapan di teras B3 besok. Soalnya mau pindah kamar kan sudah kagok ya, sudah malam.

Akhirnya pihak reservasi cek dan katanya memang belum jelas yang B3 itu statusnya bagaimana. Jika memang tidak diisi, maka diperbolehkan sarapan di teras B3. Oke, kita lihat besok deh.

Day 2

Pagi hari ini, sinar matahari tepat menghujam kamar kami melalui teras, karena sunrise muncul dari arah perbukitan depan teras kami ternyata. Silau banget ini. Jadi jangan bayangkan bisa sarapan sambil memandang view bukit, ga bakal bisa. Kecuali mungkin jika cuaca mendung ya.

Untuk breakfast, semua diantar ke kamar antara jam 7-8 pagi. Namun sebelum jam 7, antaran ke bungalow kami sudah sampe. Buat tamu yang tidak biasa bangun pagi, ini pastinya mengganggu sih karena ga bisa request sarapan jam berapa. Harus terima saja diantar jam 7 dan kalo baru mau makan jam 9 misalnya, sudah pasti dingin semua tuh.

Sesuai request kami semalam akhirnya breakfast kami diantar ke teras atas (B3). Makanan cukup lengkap dan mengenyangkan karena ada nasi goreng, roti, cereal+milk dan buah potong. Minuman tidak ada juice dan kopi, hanya mineral water dan teh hangat. Karena sinar matahari yang silau, akhirnya kami breakfast dengan posisi duduk membelakangi matahari. Bagus juga sih ini, bisa sekalian jemuran biar tetap sehat. Malah kami jadi melihat ada kucing terjebak di dalam kamar B3 tersebut.. kasihan mau keluar ga bisa… tapi bingung juga, sudah berapa lama dia di situ ? Hm… Akhirnya kami infokan ke petugas soal si kucing. Harusnya bukan kucing itu kan yg booking B3 ? haha..

Sehabis breakfast, Jeff menyempatkan diri berenang di swimming pool, yang airnya dingin banget. Hari ini suasana resort sepi sekali, malah yang banyak karyawan resort yang memelihara kebersihan resort. Abis berenang, saatnya menikmati bath tub air panas dengan pemandangan spektakuler menghadap perbukitan dan disinari matahari pagi. Matahari sudah lebih tinggi, jadi tidak sesilau tadi pagi. Tidak lupa jendela juga dibuka sehingga udara segar bisa masuk. Aaah… asik banget deh ! View ini memang yang tidak didapatkan oleh B1 dan B2.

Keren banget ya… serasa di Swiss deh !

Mampir Bogor

Setelah check-out, kami makan siang di Bogor, sekalian beli jajanan khas Bogor. Mulai dari Doclang 405, letaknya di depan pasar Depris, buka 24 jam loh. Ini semacam kupat tahu, yang komplit pakai telur harganya Rp. 12.000 per bungkus. Terus kami makan siang di restoran Bumi Aki di Jl. Pajajaran Bogor. Ini cabang dari restoran yang terkenal di area Puncak. Tempatnya cukup luas dan semi outdoor. Walaupun ada area non smoking, tapi karena tidak ada ruangan tertutup, asap para perokok, tetap aja nyampe ke semua area. Kami pesan sate kambing, nasi tutug oncom, gado-gado dan take away gule kambing. Resto ini memang terkenal dengan olahan daging kambingnya yang enak. Kalo untuk tempat, tetap lebih nyaman yang di Puncak sih menurut kami.

Lanjut mampir beli Ayam Djogja di jalan Siliwangi, ini cabang dari Ayam Djogja Bandung yang biasa kami beli, ayam kampung bumbu kecap gitu. Terus terakhir ke kompleks Ruko V Point di Jl. Pajajaran Bogor. Nah, di sini kami makan Ngo Hiang Gang Aut (non halal), ini cabang dari yang di Gg. Aut dan tempatnya jauh lebih sepi. Kami selalu pilih di sini karena di Gg. Aut nya rame buanget dan sering kehabisan. Sekalian di area ini ada asinan Gedung Dalam, roti unyil Venus dan bisa beli talas juga. Untuk roti unyil Venus, sebaiknya pesan dulu sebelumnya, jadi ke sana tinggal ambil. Jika datang langsung antrinya udah kaya antrian di dufan, padahal hari kerja loh ini.

Epilog

Untuk makanan di resto Edensor rasanya cukup standar dengan harga yang juga standar. Jadi memang kalo mau lihat view tanpa menguras kantong terlalu dalam, oke sih tempat ini. Beli minum doang juga oke kalo misal sore2 ke sini.

Kiri atas : jus melon yang sangat manis. Kanan atas : tiroler grost (telur orak air dan kentang wedges), Kiri bawah : pisang goreng (tepung nya keras dan pisang kurang manis), Kanan bawah : sarapan yg oke dan mengenyangkan sekali

Resortnya sendiri cukup oke menurut kami, bungalow luas dan ada terasnya. Hanya pemilihan bungalow yang sepertinya agak tricky. Karena semua pasti ingin yang terbaik, tapi pihak resort seolah mempersulit orang untuk mendapatkan kamar no.3-4 walau booking langsung dan tidak melalui OTA. Soal ini juga kami pernah baca di review web sih. Kami itu pas booking diminta bayar dulu loh. Jadi kalo dibilang ada yang booking B3 trus ga ada tamunya, berarti ada yg bisa booking tanpa bayar dulu ? Entahlah. Bahkan saat awal kami tanya kamar terbaik dijawab B5 yang menurut kami informasinya tidak valid bagi kami yang awalnya tidak tahu apa2 mengenai kondisi resort ini. Untung saja akhirnya mereka berinisiatif memberikan B4 kepada kami, masih oke lah.

Jadi jika bisa mendapatkan bungalow 3, 4 atau 2 (ini juga oke sih sebetulnya krn view sunset dan bisa nyaman sarapan di teras ga silau) di harga 1 juta atau lebih rendah masih worth ya menurut kami. Tapi kalo harga 2 juta apalagi bukan di bungalow yang kita mau, rasanya sih sayang banget ya, mending ke resto nya saja. View nya sama saja kok.

Oke, itu dulu cerita kami staycation di Sentul. Masih ada cuti 2 hari yang perlu dihabiskan, rencana nya mau jalan2 ke Bandung dan Ciater-Subang. Ditunggu saja ya cerita selanjutnya…

Categories: 2020-2024, INDONESIA, Java, Jawa Barat | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: