Iceland (21-29 Jan 2025) part 1 : Jakarta to Reykjavik

PROLOG

Perjalanan kali ini merupakan pengalaman pertama Diana holiday ke luar negeri sendirian, tanpa keluarga dan tanpa teman yang dikenal. Akhir tahun 2018 Diana pernah ke Harbin-China tanpa Jeff tapi sama ortu ikut tour. Tahun lalu Diana pernah ke Sapa-Vietnam tanpa Jeff tapi ber-4 sama teman cewe semua (girls trip ceritanya), trip ini ga ditulis di blog karena males, haha.. Kalo mau tau bisa liat foto di IG jeffdandiana atau kalo mau tanya2 soal trip ke Sapa-Vietnam bisa japri saja ya ke Diana. Pernah juga pas SMA ikutan summer holiday gitu ke Cambridge-UK dan Paris, ikut EF, tapi ada 1 teman sekelas yg pergi juga. Jadi yang beneran ga kenal siapa2 ya baru kali ini.

Pas tahun lalu juga Diana sempat pergi sendirian ke Sumba dan Pontianak, ikut program sponsor visit Wahana Visi Indonesia (WVI). Jadi ga kenal siapa2 juga, tapi dalam 1 grup yang akhirnya kita kenalan dan jadi akrab satu sama lain, seru banget. Nah dari pengalaman tersebut, kali ini memberanikan diri ikut grup yang ke luar negeri nih. Jika biasanya grup tour itu daftar 1 orang akan kena surcharge, nah ini ada open trip ke luar negeri yang ga masalah jika daftar 1 orang karena modelnya semi backpacker. Tidurnya bukan yang sekamar berdua di hotel, tapi model dormitory di hostel. Jadi hitungan bukan per kamar tapi per orang. Sip, Diana mau coba, namanya Peponi Travel. Pas banget Peponi ini cukup spesialis ke negara2 arctic, salah satunya Iceland yg Diana belum pernah dan ada di bucket list untuk dikunjungi.

Pergi ke Iceland salah satu tujuannya tentu adalah melihat northern lights atau aurora borealis. Jadi perginya mesti pas winter alias musim dingin. Peponi membuka trip di bulan Oktober 2024 yang tadinya sudah diincar Diana, sayangnya sudah sold out sebelum sempat booking. Seat War nya ganas juga loh ini Peponi rute Iceland. Open trip berikutnya adalah Januari 2025, akhirnya begitu buka pendaftaran, langsung sikat, dapat deh seatnya, yes !

Setelah booking, baru tahu bahwa Januari adalah bulan paling ‘ganas’ di Iceland. Dingin yg paling dingin dan angin yg paling angin. Cuaca Januari juga sangat mudah berubah-ubah, dan bisa saja mendadak badai salju. Astaga ! Ya sudahlah, sudah terlanjur.. kita bersiap tempur saja deh, menaklukan Iceland.

Rute perjalanan darat dari Reykjavik kembali ke Reykjavik lagi

Perjalanan 9 hari rasanya cukup singkat untuk negara dengan jarak tempuh yang jauh. Biasanya Diana kalo sama Jeff pergi ke negara jauh itu sekitar 12-15 hari, karena 2 harinya sudah habis untuk perjalanan pesawat. Apalagi kalo dilihat rute daratnya cukup jauh ya. Mari kita cek saja nanti, apakah oke ga nih perjalanannya. Tempat wisata yang dikunjungi berkisar pada national park, air terjun dan glacier. Temanya alam nih, dan Diana paling suka wisata alam, cocok !

Nah, sebelum pergi Peponi sudah memberikan panduan yang cukup lengkap. Mulai dari pakaian, perkiraan suhu, apa yang mesti dibawa, dsb. Yang agak surprise adalah hiking pole dan crampon/spike yang sifatnya wajib. Kirain optional saja, karena sepatu Diana sudah yg winter boots, harusnya ga usah pake spike lagi. Hiking pole juga ga pernah punya. Akhirnya terpaksalah beli hiking pole dadakan dan bongkar2 spike lama (pernah beli pas di Harbin), untung masih ada spike nya. Oke deh, siap berangkat !

Day 1 : Perjalanan panjang dari airport ke airport (Jakarta-Doha-Paris-Reykjavik)

Ini beneran perjalanan terlama di pesawat dan terlama menuju satu negara tujuan holiday yang tanpa bermalam di airport. Perjalanan pesawat dari Jakarta ke Reykjavik ditempuh dengan total waktu di atas pesawat hampir 20 jam. Harus transit di 2 tempat (Doha-Qatar dan Paris-Perancis), sehingga jika ditambah dengan waktu transit yang hampir 9 jam, maka total perjalanan menjadi hampir 29 jam. WOW !!

Perjalanan dengan Qatar cukup menyenangkan, flightnya oke banget dari segi kenyamanan, makanan dan entertainment. Apalagi Diana memang baru saja naik Qatar Airways ke Maroko bulan lalu, jadi sudah familiar. Transit di Doha-Qatar juga, bahkan waktu itu sempat keluar airport dan city tour Doha. Bagi yang mau tau ada apa di airport Doha dan bagaimana city tour Doha bisa baca di Morroco part 1 (Des 2024).

menikmati Qatar sendirian dgn lagu jadul

Waktu transit di Doha tidak lama, Diana harus menempuh penerbangan panjang lagi untuk tiba di Eropa tepatnya kota Paris. Ini pun belum sampai tujuan ya, tapi hanya transit yang waktu transitnya lumayan lama, yaitu 6 jam lebih. Walau lama, tapi kami tidak disarankan untuk keluar airport karena ada resiko tidak bisa kembali tepat waktu ke airport karena Paris terkenal dengan kemacetan maupun pemogokan transportasi umum.

Day 2 : Perjalanan panjang dari airport ke airport (Jakarta-Doha-Paris-Reykjavik)

Ini ceritanya sudah masuk hari kedua, karena berangkat dari Doha ke Paris itu lewat tengah malam. Diana sendiri sudah pernah 2 kali ke Paris, ini kali ketiga dan ternyata masuk Paris dengan mode transportasi yang berbeda-beda semua. Yang pertama saat summer holiday EF ke Paris jalur laut dari England, pakai kapal ferry. Yang kedua bersama Jeff saat Europe trip 2012 ke Paris dari Brussels jalur darat dengan kereta. Yang ketika kali ini masuk lewat jalur udara dengan pesawat (hanya untuk transit). Yeaaah… seru banget !

Karena transit lama dan ga disarankan keluar airport, maka Diana mau explore 3 terminal yang ada di Charles de Gaulle airport saja. Hanya saja ternyata saat mau keluar dari terminal tempat kedatangan kami, tulisannya exit dan harus nyambung ke terminal lain dengan kereta. Ada kekuatiran bahwa ini artinya keluar dari airport dan kami harus kembali melewati imigrasi untuk masuk ke airport lagi. Tanya petugas airport jawabannya beda semua, ada yang bilang oke untuk ke terminal lain dan balik lagi, ada yang bilang tidak oke.

Akhirnya menghirup udara Paris di sela transit;
kanan bawah : konsol game jadul (pacman, dll) di gate

Hm.. akhirnya ada 3 wanita yang memberanikan diri untuk ‘keluar’ terminal dan naik kereta ke terminal lain dengan pemikiran harusnya ini kereta dalam airport. Jika pun sampai keluar airport betulan dan masuk lewat imigrasi lagi ga papa lah. Kan visa schengen nya multiple, paling repot antri lagi dan ditanya2 aja nanti, ya terima resiko saja. Di sinilah Diana mulai berpetualang dengan Ms. Juliana dan Ms. Justicia (baru saling bertemu dan kenalan di perjalanan ini). Kami singgah ke semua terminal yang ternyata nyambung dengan train station. Artinya orang umum bebas keluar masuk nih.

Nah, di terminal 1 kami lihat kok ada pintu yang arahnya keluar ke jalanan dan taman. Berarti ini sudah masuk kota Parisnya dong. Sudah bukan airport lagi. Setelah memastikan bisa keluar masuk dengan mudah, kami pun keluar dan…. yes, betulan ini kota Parisnya. Aaah, Juli dan Justi yg belum pernah ke Paris pun senang sekali. Diana pun senang, akhirnya bisa merasakan dinginnya Paris di musim winter. Dulu kan ke Paris saat summer dan spring.

Oke, setelah puas kami pun kembali ke terminal keberangkatan kami. Ternyata bisa masuk dengan cara scan boarding pass saja, wah mudah ya. Ga harus lewatin imigrasi lagi. Tau gitu dari tadi kami bisa keliling Paris lebih jauh lagi nih, haha.. Informasi dari salah satu pembaca (ada di komen) ternyata memang ga usah kuatir keluar airport karena ga akan lewat imigrasi lagi di negara mana pun di area Schengen. Mantap !

Pas di gate ternyata ketemu ada area permainan yang diisi konsole game jadul gitu, jadi ingat jaman SD-SMP nih, haha.. ada juga disediakan PS-5 loh di sudut yg lain. Keren ! Next bukan lagi naik Qatar Airways tapi naik Icelandair dari Paris menuju Reykjavik. Kali ini ga dapat makan, hanya dapat minum saja. Oke.. 3 jam lebih di pesawat dan akhirnya sampai juga di Keflavik International Airport di Iceland. Horeee…. ! Dari airport ini kami naik bus sampai ke pusat kota Reykjavik, tempat kami akan menginap malam ini.

Akhirnya tiba di Keflavik Airport-Iceland

Bersambung ke part 2

Categories: 2025-2029, Doha, EUROPE, France, Iceland, Qatar | Tags: , , , , , , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Iceland (21-29 Jan 2025) part 1 : Jakarta to Reykjavik

  1. Klo flight sesama Schengen countries ya ga ada imigrasi lagi 🙂

    • Yang diceritakan adalah imigrasi “masuk” Paris, bukan imigrasi dari Paris ke Iceland. Karena flight dari Jakarta, transit Doha dan transit Paris, maka negara pertama yg cek visa schengen adalah Paris. Jika keluar dari airport Paris, ada resiko harus lewat imigrasi lagi, namun yang saya alami ternyata bisa masuk airport lagi dengan scan boarding pass. Semoga bisa tergambar lebih jelas untuk pembaca yang berencana keluar airport Paris krn airport Paris menurut saya kurang bersahabat dibanding airport lain di Eropa.

      • Iya, maksudku masuk balik ke airport Paris dengan tujuan ke Reykjavik. Kamu tulis ada risiko harus lewat imigrasi lagi kan? Nah itu ga ada, karena sesama Schengen countries, alias ga ada risiko.

        • Wah, mantap. Thanks infonya. Nanti saya update juga di blog nya supaya lebih banyak orang yang tidak kuatir ketika mau keluar airport di Eropa.

Leave a reply to Diana M. Sani Cancel reply

Create a free website or blog at WordPress.com.