USA part 5 – San Francisco (California) : 1-2 May 2022

Minggu, 1 May 2022

Selama kami di San Francisco, kami memutuskan tidak nyetir sendiri ke downtown. Ini nasihat dari banyak orang terhadap kami, hehe.. Alasannya antara lain : kontur jalan yang kurang bersahabat (naik turun cukup curam), banyak persimpangan tanpa lampu merah yang bikin bingung, cari parkir susah, lalu yang terutama lagi banyak kasus pecahin kaca mobil untuk ambil barang2 di dalamnya. Oke, jadilah mobil kami parkir di depan rumah host airbnb dengan kondisi dalam mobil kosong, tidak ada barang yang ditinggalkan di dalamnya.

Jalanan yang naik turun/curam dan rentan pemecahan kaca mobil

Artinya untuk menjelajah SF kami perlu menggunakan public transport. Untuk memudahkan, kami download Muni Mobile dan beli Muni Pass melalui apps itu. Untuk hari ini kami aktivasi 1 day pass (tanpa cable car) seharga USD.5/org. Besok baru aktivasi 1 day passport, ini yang sudah termasuk cable car, harganya USD.13/org.

Dari rumah, kami jalan kaki 3 menit ke depan Lakeshore Plaza. Di situ ada halte bus untuk naik bis no.58. Seterusnya bisa gunakan google maps saja. Kami turun di satu tempat dan kemudian naik metro/train hingga Powell Station. Jadi mudah sekali nih mencapai pusat kota SF dari rumah sementara kami. Dari sini jalan kaki ke Union Square ga jauh.

Jalan2 di SF dengan mudah

Kami tidak bisa menemukan visitor centre di pusat kota SF, tapi sebagai gantinya, ada orang2 yang berjaket orange yang merupakan perwakilan visitor centre. Kita bisa tanya2 dan minta peta. Ini mirip pengalaman kami di Melbourne (2010) yang juga ada volunteer di jalan2 untuk bantu turis.

Kami sempat beli bekal Burger King di dekat perhentian Cable Car Powell Station. Tanpa kami tahu sebelumnya, daerah situ ternyata agak rawan dalam arti suka ada orang mabuk, nge-drugs, tunawisma, dsb. Saat mau ke toilet di BK, kami sampai harus dikawal dan dibukakan pintu oleh security BK (tadinya dikunci). Ternyata karena toilet itu bisa disalahgunakan oleh org2 yang ga bener. Jadinya ditulis bahwa toilet tidak beroperasi, namun jika tamu BK mau ke toilet maka akan dibukakan oleh security. Sampe segitunya.

Sekarang kami mau jalan kaki dari area Union Square ke Chinatown. Ini salah satu Chinatown tertua dan terbesar di USA. Pusatnya ada di antara Grant Avenue dan Stockton Street. Seru juga nih, ada anak2 muda yang lagi latihan mau show barongsai nanti siang. Di sini banyak toko jual souvenir dengan harga terjangkau.

Chinatown SF

Hari Minggu siang ini, Diana sudah janjian untuk meet-up di Chinatown sekalian lunch sama teman2 SMA nya yang tinggal di SF. Sayangnya yang bisa datang hanya 1 org (Mr. Sutan), yang lain ada yang sakit dan ada urusan lain. Ya, namanya sakit kan ga terduga ya, padahal tadinya sudah banyak rencana. Oke deh, bersyukur masih ada Sutan dan istrinya (Oline) yang mau menemani kami keliling SF nih. Pakai mobil mereka lagi, wah, thanks a lot ya.

Tadinya kami mau lunch di Sam Wo, tapi ternyata mereka hanya terima take away, belum bisa dine in. Repot ya kalo take away mau makan di mana ? Akhirnya kami pindah lunch di Kam Po saja. Tempatnya kecil tapi porsinya jumbo, haha.. Padahal ini sudah pesan 1 porsi untuk 2 orang loh, tetap aja susah payah menghabiskannya. Kalo soal rasa sih mantap deh !

Our yummy lunch

Sehabis makan, kami jalan kaki keliling dengan dipandu oleh Sutan. Salah satu nya ke pabrik fortune cookies, yang masih menjadi tradisi di banyak Chinese food restaurant di Amerika. Lokasinya terletak di gang kecil, di sini kita bisa lihat proses pembuatan fortune cookiesnya plus dikasi sample. Rasa dan warnanya kayak kue semprong kalo di sini. Nah biasanya di dalam fortune cookies itu ada kertas berisi kata2 mutiara/ramalan gitu. Kalo di sini, bisa juga kita tulis sendiri kertasnya dan titipkan ke orang yang buat untuk dimasukkan ke dalam kue nya. Hihi..

Fortune cookies, ada yang warna warni dengan aneka rasa juga di sini

Selain Chinatown, di SF juga ada Little Italy, jadi banyak restaurant Italia di sini. Kami sempat melewati area ini juga. Setelah itu barulah kita jalan2 naik mobil. Yang pertama2 kita lalui adalah Lombard Street, salah satu jalan paling terkenal di dunia karena keunikannya. Thanks banget karena Sutan mau nyetir melewati Lombard Street ini, jadi kami bisa merasakan jalan yang meliuk2 turun ini. Di kanan kiri jalan sebenarnya rumah penduduk setempat, kebayang ya mereka kalo mau masuk-keluar rumahnya repot bener, rem musti pakem ini, haha..

Lombard Street yang fenomenal

Terus kami dibawa ke Palace of Fine Art. Bangunannya megah mirip bangunan Eropa. Biasa untuk tempat pameran atau kepentingan lain. Saat kami datang ada yang sedang sewa satu area tertentu untuk wedding. Tempatnya asri, bisa duduk2 di taman sambil bersantai lihat danau dan air mancur.

Palace of Fine Art

Dari sini kami mau mulai foto2 dengan background Golden Gate Bridge (yang tidak berwarna golden tapi merah). Untuk view ini, kita bisa mengarah ke Presidio Promenade. Di situ banyak trail yang bisa membawa kita melihat Golden Gate dengan jelas. Jika naik public transport, disediakan juga bis gratis untuk ke Presidio, cek di https://www.presidio.gov/transportation/presidigo

Karena kali ini kami diantar, maka langsung saja menuju 2 tempat. Yang pertama Battery Bluff yang baru saja dibuka. Bersyukur sekali hari ini cerah, langit biru, sehingga jembatan tersohor ini terlihat jelas tanpa tertutup awan sama sekali. Orang2 bilang ini kejadian langka, biasanya jembatan ini tertutup awan atau fog, sehingga tidak jelas terlihat.

Golden Gate View from Battery Bluff

Setelah melihat Golden Gate dari kejauhan, sekarang kami mau menginjakkan kaki di Golden Gate. Jadi tempat yang kedua untuk melihat Golden Gate adalah Golden Gate Bridge Welcome Center. Bisa parkir gratis karena tulisannya mesin bayar parkirnya sedang rusak. Good ! Parkirannya cukup terbatas, jadi lumayan mesti sabar nunggu ada tempat. Di sini kita bisa jalan kaki nyebrang melalui Golden Gate, itu kalo sanggup. Kalo engga ya kaya kami aja, cuma jalan sedikit mengarah ke pilar pertama, lalu balik lagi.

Puas sudah bisa menginjakkan kaki di Golden Gate

Di welcome centre ini ada sejarahnya Golden Gate dan juga ada toko souvenir nya. Banyak buku tentang jembatan ini, sehingga bisa paham kenapa jembatan ini begitu dikagumi dan kenapa namanya Golden Gate padahal warnanya bukan golden.

Jangan salah ya, walau di foto terlihat matahari terik, namun itu baju kami adalah baju hangat. Suhunya lumayan dingin loh, sekitar 15-20 derajat celcius ditambah angin. Sudah puas dengan Golden Gate, icon nya San Francisco, maka kami pun lanjut ke tempat lain.

Lands End

Kami pergi ke Lands End. Jadi diterjemahkan ya tempat dimana daratan itu habis, berganti dengan laut. It’s beautiful view ! Ada reruntuhan dari bangunan Sutro Bath, pemandian yang terletak di pinggir laut. Sekarang tinggal seperti swimming pool pinggir laut. Bisa juga sebetulnya kalo kita mau main ke pantai, cuma karena angin dingin dan matahari terik sore ini, kami ga berminat ke pantai deh.

Di San Francisco itu ada Golden Gate Bridge, tapi juga ada Golden Gate Park. Lokasinya berjauhan ya, jadi Golden Gate Bridge itu adanya BUKAN di Golden Gate Park. Golden Gate Bridge adanya di laut, haha.. Sementara ada taman yang namanya Golden Gate Park, yang luas banget. Lokasinya ada di tengah antara San Francisco Zoo dan Presidio.

Queen Wilhelmina Garden di Golden Gate Park

Karena sangat luas, mesti tau mau ke taman bagian mananya. Kali ini kami ke Queen Wilhelmina Garden. Di sini ada taman yang dibuat seperti di Belanda, makanya dikasi nama ratu Belanda. Ada kincir anginnya dan ada bunga tulip juga yang mekar di pertengahan April. Sayang saat kami datang awal Mei, tulipnya sudah tidak ada (sudah rontok) karena sudah lewat musimnya.

Thank you Sutan & Oline

Hari sudah sore, waktunya untuk berpisah dengan Sutan & Oline yang seharian ini mengantar kami jalan2 menikmati kota San Francisco. Thank you so much guys ! Kami bisa punya foto2 berdua dan bagus2 karena Oline yang sangat detail urusan foto nih, hehe.. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Kami di-drop di Stonestown Galleria Shopping Mall. Salah satu mall besar yang tidak jauh dari rumah airbnb kami. Dari situ kami berdua pulang dengan jalan kaki, menikmati suasana sore San Francisco melewati area perumahan yang sepi.

Menikmati sore di SF with Aeonium Arboreum Hijau & HItam

Ketika jalan kaki, kami lebih bisa memperhatikan hal-hal kecil seperti bunga di pinggir jalan yang berwarna hitam. Wah, bunga apa nih. Ada kembarannya juga yang berwarna hijau. Sangat unik ! Ternyata jenis succulent. Very nice walk !

Senin, 2 May 2022

Hari ini kami akan jalan2 sendiri di SF dengan mengandalkan public transport. Menuju pusat kota seperti biasa dengan naik bis dan metro/train yang sama. Hari ini pakai Muni Pass juga tapi yang sudah termasuk naik cable-car. Cable car di San Francisco itu bentuknya seperti tram di Melbourne ya. Bisa baca pengalaman kami jalan2 ke Melbourne di sini. Jadi bukan seperti cable car (kereta gantung) di Swiss. Pengalaman kami di Swiss bisa baca di sini. Harga naik cable-car ini USD.8 per org sekali jalan. Tapi kami dengan Muni 1 day passport bisa naik cable car ini sepuasnya, asik kan ?!

Cable car (selanjutnya kami sebut kereta saja ya) di SF ada beberapa rute, yang paling terkenal di kalangan turis adalah rute Powell-Hyde line to Fisherman’s Wharf. Kami mau naik ini untuk menuju Fisherman’s Wharf. Kereta ini terbilang klasik jadi selain sebagai sarana transportasi bagi warga lokal, banyak turis yang naik kereta ini sebagai wisata tersendiri. Tempat naik kereta ini di Powell Street lumayan antri panjang kalo weekend seperti kemarin, tapi pagi ini antrian cukup sepi.

Cable Car di San Francisco

Sebenarnya tidak harus antri di Powell Street (titik awal). Nanti sepanjang jalan, banyak titik berhenti (semacam halte tapi cuma pakai papan) untuk naik turun penumpang kereta, jadi bisa tunggu di titik2 tersebut. Kereta ini melewati China Town dan Lombard Street juga. Kereta ini dikemudikan secara manual. Ada 1 driver yang berdiri di tengah kereta, memainkan pedal dan beberapa tuas besi di tangannya. Sepertinya untuk gas dan rem. Lalu ada 1 asisten di bagian belakang yang tugasnya cek tiket dan membantu driver.

Yang menjadi daya tarik dan sensasi tersendiri adalah jalanan yang naik turun di SF membuat saat turun menggunakan kereta ini menjadi seru ! Jangan bayangkan roler coaster ya, hehe.. Ini versi santainya. Saat naik kereta ini, kita boleh berdiri sambil berpegangan tangan pada tiang tram, seperti kondektur bis kota di Indonesia. Banyak yang sengaja tidak duduk, tapi malah cari posisi terbaik untuk berdiri.

Fisherman’s Wharf – Ada jalan Jefferson loh di sini

Saat kami tiba, suasana di Fisherman’s Wharf sangat sepi. Banyak toko tutup. Malah banyak restaurant legendaris yang besar2 tutup permanen gara2 pandemi covid. Kemarin pas kami lewat naik mobil (hari Minggu), sepertinya cukup ramai orang yang duduk2 makan dan lalu lalang. Mungkin karena ini masih pagi ya. Coba nanti kita lihat siangan bagaimana.

Dari tempat turun kereta, kami jalan menyusuri wharf ke arah Pier 39 yang terkenal itu. Lewatin pier 45, ada USS Pampanito yang bisa dimasuki. Buat yang senang history Perang Dunia Kedua, bisa mampir ke sini ya.

USS Pampanito di Fisherman’s Wharf

Kami menikmati perjalanan nyusur pelabuhan ini. Lewatin banyak boat, bisa duduk2 lihat laut, enak buat bersantai di pagi ini. Kali ini cuaca cukup dingin dan karena di pinggir laut jadinya angin banget. Langit agak berawan, ga secerah kemarin.

Pier 39 adalah tempat melihat Sea Lion, salah satu tempat yang paling ramai oleh turis. Banyak orang nonton tingkah laku mereka yang lucu2. Jumlahnya puluhan, ada yang besar, ada yang mungil, pada tidur2an dalam pallet2 kayu terapung. Ada juga yang main dorong2an dan cebur2an, haha… Orang yang senang binatang seperti kami, pasti butuh waktu lama di sini

Sea Lion yang buanyaak dan lucu

Di belakang tempat lihat Sea Lion, ada barisan toko dan tempat makan, juga tempat bermain. Buat snack, kami beli donut mini isi 6 seharga USD.5 dan segelas hot chocolate seharga USD.4. Enak nih !

Ini mini donuts nya enaaak !

Kami terus lanjut jalan2 santai melewati Aquarium of The Bay, Hard Rock Cafe, trus ada pelabuhan boat buat yang mau tour ke pulau Alcatraz. Ini menyusuri jalan Embarcadero. Maksud hati mau ke Ferry Building, namun karena hawa dingin dan angin cukup kencang, trus kayanya jalo jalan kaki masih jauh banget, kami putuskan balik arah saja. Lunch dulu saja di deretan resto yang awal kami lewati pas turun kereta.

Jalan2 seputar Wharf

Dari sederetan resto yang mungkin sekitar 10 restoran, hanya ada 2 resto/kedai kecil yang buka. Ada 1 resto legendaris Alliotos yang tutup permanen https://food.detik.com/info-kuliner/d-6038517/sedih-restoran-tertua-di-san-fransisco-akhirnya-tutup-permanen Sementara resto2 lainnya kalo dilihat juga sepertinya tutup permanen ya, entahlah, tapi sedih juga lihatnya. Dampak pandemi sangat terasa di sini. Jadi betul sih sampai siang pun ternyata tempat ini cukup sepi.

Dari 2 resto yang buka, kami pilih Sabella dan La Torre https://www.sabellalatorre.com/ Sudah ada sejak tahun 1927. Harusnya oke ya. Pilihannya bisa makan di luar (model fast food simple) atau di dalam resto (ini menunya lebih lengkap). Ah, rasanya lebih asik makan di luar ya, bisa sambil menikmati suasana. Di sini menu nya seafood, kami pilih fish & calamari. Fresh dan enak !

Our lunch di resto seafood yang buka di deretan resto2 yang tutup

Karena waktunya santai hari ini, jadi kami mau balik jalan2 ke China town buat beli souvenir. Naik cable car lagi donk.. biar ga rugi, naik aja berkali2, haha.. Trus setelah itu balik lagi ke Wharf pakai cable car yang sama. Dari stasiun cable car ini kalo ke kiri itu ada Ghirardeli Square. Di situ ada toko coklat Ghirardeli, sama seperti yang pernah kami nikmati waktu ke Las Vegas. Kali ini lihat2 saja deh, ga beli lagi. Ghirardeli Square ini terlihat sangat sepi, tidak ada tempat yang buka kecuali toko coklatnya. Hm, sayang ya, apa gara2 pandemi juga kah ?

Kalo ke San Francisco, mesti cobain Clam Chowder nya. Ini soup yang banyak sekali dijual di Fisherman’s Wharf. Kami akhirnya pilih Bistro Boudin, bakery yang juga jual makanan ini dan ada supermarketnya juga. Di sini Clam Chowder disajikan dalam Sourdough Bread Bowl, roti keras yang menjadi mangkoknya dan ada rasa asamnya. Harganya USD.12,3 incl tax. Supnya enak banget ini !

Yummy Clam Chowder

Kunjungan ke San Francisco ga lengkap kalo ga ikut cruisenya. Ada yang singgah di Alcatraz, ada juga yang hanya mengitari saja. Kami pilih yang mengitari saja. Sebetulnya kami sudah booking cruise untuk jam 18.45, ini sebelum kami berangkat ke USA lewat getyourguide.com Ceritanya supaya bisa lihat sunset. Tapi pengalaman kami di Amerika sunsetnya bisa malem banget, trus makin malam pasti makin dingin, pulang ke rumah udah gelap kuatir juga. Akhirnya kami putuskan untuk pindah jam saja ke sore hari jam 4. Boleh sih, karena memang sepi ya hari ini yang naik cruise.

Jam 16, kami mengikuti Bay Cruise by Boat dengan operator Blue & Gold Fleet. Kapasitas boat bisa cukup banyak, mungkin sekitar 250 org, terdiri dari 3 lantai, paling atas dak terbuka (outdoor). Tapi kali ini paling hanya 60-an orang, jadi lumayan kosong boatnya. Bisa santai duduk di lantai 2 indoor, ke lantai 2 yang outdoor trus naik ke dak lantai 3. Suka2 deh, cari yang view nya bagus. Kalo udah keanginan di luar ya masuk ke dalam.

Boat melewati pier 39 tempat sea lion, dan memutari Alcatraz Island

Durasinya 1 jam, cruisenya melewati Pier 39 – sekarang sudah sore, sea lion nya makin banyak tapi tidur semua. Lalu lewat di bawah jembatan Golden Gate dan mengitari Pulau Alcatraz dimana ada penjara yang terkenal itu. Selama di boat, kita bisa lihat keindahan kota SF dari arah laut. Selama cruise, ada informasi mengenai objek2 yang dilewati dan historynya, disampaikan melalui pengeras suara di boat.

Cruise lewat di bawah jembatan Golden Gate

Pas arah pulang, tiba2 semua orang berdiri di boat sebelah kiri melihat ke laut. Jadi ikutan juga nih, ternyata ada 1 humpback whales yang terlihat di kejauhan. Wuiiih kereeen ! Habis itu dipertegas lagi dengan adanya informasi petugas dari pengeras suara, jadi supaya penumpang yang belum lihat, bisa segera ke bagian kiri kapal untuk bisa lihat ikan paus ini. Untung sepi ya, jadi kapalnya ga oleng ke kiri, hihi..

Tapi bener deh, ini pemandangan yang menakjubkan. Melihat whales dengan mata sendiri, nyembur2.. trus ilang… trus muncul lagi ke permukaan… sampai betul2 hilang ga kelihatan lagi. Ga bisa difoto, terlalu jauh dan ga sempat juga. Dinikmati pakai mata dan disimpan dalam memory otak saja. Terima kasih Tuhan, kami boleh melihat kemunculan whale yang tidak disangka2.

Perjalanan 1 jam di boat sungguh tidak terasa. Puas banget nih, apalagi dikasi bonus lihat ikan paus sama Tuhan. Sekarang saatnya kembali ke rumah airbnb. Naik cable car lagi, jadi hari ini 4x kami naik cable car – puas banget, trus nyambung metro/train dan bus hingga sampai di rumah dengan selamat. Besok pagi kami sudah akan mulai nyetir lagi ke Monterey. Kota yang semua orang bilang bagus dan menyarankan kami untuk menginap di sana. Jadi penasaran, sebagus apa sih ?

Bersambung ke USA part 6 : Monterey & Pacific Coast Highway (PCH #1)

Sebelumnya bisa baca USA part 4 : Yosemite National Park

Categories: 2020-2024, AMERICA, USA | Tags: , , , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “USA part 5 – San Francisco (California) : 1-2 May 2022

  1. Adolf

    Thanks for the story. Dua kali ke SF. Sekali awal 2000, sekali 2010. Pertama cuma semalam. Kedua seminggu +/- (tp sayangnya majority utk meeting). Highlight pertama ya naik cable car, berdiri di pinggir pas jalan turun. Sensasinya kayak di film2 😆, trus naik cruise ke bawah Golden Gate. Yang kedua aktivitasnya yg bisa ngulang yang pertama, plus makan di Pier39 (ada resto crab porsi jumbo), nyeberang GG pakai hop on hop off dan dinner di Chinatown. Sisanya meeting 🤣

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: