East Europe (18 Dec 2025 – 3 Jan 2026) part 2 : Nuremberg – Munich

Day 3 : Go to Nuremberg 

Pagi ini, kami mau pindah kota dari Frankfurt ke Nuremberg. Mungkin buat kebanyakan orang, Nuremberg bukanlah kota populer seperti Frankfurt dan Berlin. Saat kami mencari tahu situasi Christmas Market yang ada di kota-kota di Germany, ternyata Christmas Market di kota Nuremberg merupakan salah satu yang terbaik menurut beberapa versi media yang ada. Jadi masuklah Nuremberg dalam itinerary kami.

Dari Frankfurt ke Nuremberg, kami naik kereta ICE (milik Jerman) selama 2 jam. Ini kami beli tiket kereta tanpa seat reservation, jadi bisa cari sendiri tempat duduk yg masih kosong. Ternyata kami dapat duduk di gerbong Quiet Zone, jadi tidak ada suara keributan baik dari aktivitas anak2 maupun obrolan para penumpang lain. Nice !

Di kota ini, kami menginap di B&B Hotel Nuremberg Plarrer. Saat kami tiba sekitar jam 11 siang, kami belum bisa check in, sehingga hanya bisa menitipkan koper kami kepada staff hotel. Jalan-jalan saja deh sekarang. Dari hotel, kami naik UBahn, jaringan metro di Nuremberg untuk menuju Hauptmarkt (Grand Market). Di area Hauptmarkt terdapat 2 gereja yang terkenal di Nuremberg yaitu Frauenkirche dan St. Lorenz.

Kiri : bagian dalam Frauenkirche, Kanan atas : Frauenkirhce
Kanan bawah : St. Lorenz

Di area ini juga terdapat Christmas market, namun sekarang kami lanjut mengunjungi Nuremberg Castle dahulu. Sama seperti castle2 lainnya di Europe pada umumnya, Nuremberg Castle terletak di atas bukit. Castle ini terlihat dengan jelas dari Christmas Market. Castle ini tidak terlalu luas. Untuk mengitari area luar castle, kami tidak perlu bayar tiket apapun. Tapi kalo mau masuk ke ruangan2 tertentu di dalam castle, ada tiket berbayar. Dari atas castle ini, bisa terlihat dengan jelas kota Nuremberg.

Nuremberg Castle

Setelah perjalanan menanjak menuju Nuremberg Castle tadi, saatnya kita cari makan siang di Christmas Market. Di Nuremberg ini, ada banyak Christmas Market. Yang terbesar ada di Hauptmarkt (Grand Market) yang ada di seberang gereja Frauenkirche. Christmas Market di sini, lebih besar daripada yang kami kunjungi di Frankfurt kemarin East Europe 2026 part 1 :  Frankfurt

Di sini, kios makanan dan souvenirnya sangat banyak. Ditambah dengan hari ini adalah hari Sabtu, jumlah pengunjungnya sangat banyak. Kebanyakan kios makanan menuliskan menunya dalam bahasa Jerman. Walaupun ada bentuk makanannya, tapi tetap saja kami ingin tahu nama makanan dalam bahasa Inggrisnya dan kami pakai google lens untuk menterjemahkannya.

Atas : dampfnudel
Bawah : hot dog dengan sosis setengah meter

Kali ini kami coba makanan yang menarik dan belum pernah kami makan, yaitu hot dog dengan sosis panjang setengah meter dan dampfnudel. Hot dog sebenarnya sama seperti hot dog pada umumnya, tapi sosisnya lebih kecil diameternya dan panjangnya mencapai setengah meter alias 50 cm ! Bisa ditambahkan mustard atau saos tomat di atasnya sesuai selera.

Yang menarik juga adalah dampfnudel / Franconian Yeast Dumplings / Steamed Dumplings. Namanya dumplings tapi ini bukan pangsit yang biasanya kita makan di sini melainkan seperti bakpao (tanpa isi). Roti ini kemudian disiram dengan saos vanilla dan bisa ditambahkan item lain lagi sesuai selera. Ada pilihan tambahan : cinnamon & sugar, poppy seeds, sour cherries, plum jam, baileys, dll. Kami pilih tambahan cinnamon & sugar. Rasanya enak dan aromanya harum khas kayu manis !

Atas : stand dari berbagai negara di Christmas Market
Kanan bawah : Schoner Brunnen (Beautiful Fountain)

Di salah satu sisi Christmas Market ini ada area untuk kios2 dari berbagai negara seperti dari Amerika, China, Nicaragua, Japan, Korea, Israel dan lain2. Rata2 menyajikan makanan tradisional atau souvenir khas negara mereka. Menarik untuk dikunjungi nih. Setelah kenyang dan puas jalan2, kami pulang jalan kaki ke hotel untuk check in dan beristirahat.

Menjelang sore, kami jalan kaki kembali ke Christmas Market. Kami menempuh jalur yang berbeda dengan yang tadi siang agar bisa menikmati suasana kota yang berbeda. Karena malam minggu, situasi kota semarak oleh orang2 dan mobil yang berseliweran. Terjadi kemacetan lalu lintas di mana2 karena banyaknya mobil yang berada di jalan2 kota Nuremberg yang sempit. Suasana Christmas Market malam ini penuh sesak dengan pengunjung sehingga kami berjalan dalam kondisi yang berdesakan.

Atas : Christmas Market untuk Anak2

Di sini, untuk pertama kalinya kami mencoba minuman mulled wine. Ini adalah red wine panas dengan campuran rempah, jadi aromanya wangi. Rasanya agak lebih “pedas” daripada red wine biasa, apalagi kita tidak biasa ya minum wine dalam kondisi panas. Tapi ketika berada di situasi winter, ini memang cocok banget sih. Badan jadi langsung terasa hangat.

Untuk makan malam, kami memutuskan untuk makan di fast food Kentucky Fried Chicken yang searah dengan perjalanan kami pulang ke hotel. Ini salah satu restoran yang biasanya kami kunjungi jika bepergian ke luar negeri. Supaya bisa compare rasanya antara satu negara dengan negara lainnya, karena ternyata beda-beda loh. Selesai makan malam, kami berjalan pulang menuju hotel. Sempat mampir dulu lihat2 ke supermarket dan mall kecil yang ada di Nuremberg. Over all menyenangkan juga nih jalan2 santai keliling pusat kota Nuremberg.

Day 4 : Nuremberg – Munich

Pagi hari, kami jalan kaki di sekitaran hotel. Tidak jauh dari hotel kami, terdapat Nuremberg City Wall, sebuah benteng yang melindungi Old Town Nuremberg sepanjang 5 km. Sekarang sudah tidak berfungsi sebagai benteng pertahanan, namun menjadi atraksi yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Nuremberg mengingat benteng ini dibangun antara abad 12 hingga abad 16. Kami pernah mengunjungi beberapa city wall lainnya seperti di China 2015 di Xi’an maupun di Great Britain, UK : 2019 York

Nuremberg City Wall

Siang hari, kami naik kereta untuk pindah ke kota selanjutnya, Munich, yang merupakan ibu kota dan kota terbesar di negara bagian Bavaria. Munich merupakan kota terbesar ketiga di Jerman. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam. Tiba di Munich, kami langsung menuju hotel kami, Sure Hotel by Best Western yang terletak di seberang Munich Main Station. Tepat di samping hotel kami, ada jalan menuju bawah tanah Munich Main Station. Di bawah tanah ini, ada banyak sekali resto dan mini market yang menjual aneka makanan dan minuman.

Di kota Munich ada banyak sekali Christmas / Winter Market, yaitu di Marientplatz, Tollwood Winter Festival, Munich Christmas Extravaganza bahkan juga ada Pink Christmas (terkait LGBTQ !). Malam ini, kami mau datang ke Marientplatz sekaligus cari makan malam di sana. Jalan kaki dari hotel kami hanya 1 km saja. Christmas Market di Marientplatz ini adalah salah satu yang terbesar di Munich.

Christmas Market at Marientplatz (Christkindlmarkt)

Sama seperti Christmas Market yang sudah kami kunjungi baik di Frankfurt East Europe part 1 maupun yang di Nuremberg, yang di sini pun dimeriahkan oleh berbagai stall makanan dan minuman tradisional. Di sini untuk pertama kalinya kami mencoba minuman chocolate Bailey’s (hot chocolate dicampur alkohol Bailey’s), ini enak bangeeet !

Lalu ada yang namanya “Kasespatzle” (gambar kanan bawah), ini seperti macaroni cheese ditaburi bawang goreng renyah dan disajikan dalam wadah terbuat dari waffle. Rasanya bener2 yummy dan bisa dimakan habis sampai ke wadahnya juga, tidak ada sisa ! Solusi yang sangat baik untuk meniadakan sampah.

Makanan dan minuman yang kami coba di Marientplatz

Day 5 : Munich

Ini hari kedua kami ada di Munich. Rencananya sepanjang hari ini, kami mau mengunjungi beberapa tempat. Untuk memudahkan perjalanan hari ini, kami membeli Munich Pass zone M yang mencakup sebagian area kota Munich. Dengan pass ini, kami bisa naik U-Bahn (metro bawah tanah), bus bahkan hingga tram. Setelah kami hitung jumlah perjalanan kami hari ini, harga Munich Pass ini secara total masih lebih murah bila dibandingkan dengan kami membeli beberapa single tiket terpisah. Hal ini juga berlaku di banyak kota yang kami kunjungi.

Munich merupakan kota besar dengan beberapa tempat menarik yang wajib dikunjungi. Buat para penggemar otomotif, merk BMW, salah satu mobil Jerman yang paling terkenal di dunia, berkantor pusat di kota ini. BMW adalah merupakan singkatan dari Bayerische Motoren Werke atau dalam bahasa Indonesianya adalah Pabrik Motor Bavaria. Sudah ada sejak tahun 1916 loh ternyata !

Untuk mendokumentasikan perjalanan sarana transportasi merk BMW ini, maka di dekat markas besar BMW, terdapat 2 tempat yang terkait dengannya. Yang pertama adalah BMW Welt dan yang kedua adalah BMW Museum. Ini 2 tempat yang konsepnya berbeda ya.

BMW Welt

Perbedaannya adalah sebagai berikut :

BMW Welt: Fokus pada masa kini dan masa depan. Berfungsi sebagai showroom raksasa untuk model terbaru BMW, MINI, dan Rolls-Royce, serta pusat pengiriman mobil baru bagi pelanggan. Di dalamnya terdapat showroom, restoran, toko merchandise dan cafe. TIKET MASUKNYA GRATIS

BMW Museum: Fokus pada sejarah dan warisan. Menampilkan koleksi historis, mulai dari mesin pesawat pertama, sepeda motor klasik, hingga mobil balap ikonik. Adalah tempat untuk mempelajari evolusi desain dan teknologi BMW selama lebih dari 100 tahun. TIKET MASUKNYA BERBAYAR

Dengan pertimbangan tersebut, kami memutuskan hanya mengunjungi BMW Welt saja.

Koleksi mobil di BMW Welt

Di dalam BMW Welt dipamerkan berbagai jenis mobil BMW, baik yang berbahan bakar konvensional hingga listrik. Dari mobil sport, sedan hingga mewah. Ada juga beberapa motor BMW yang kalo di sini, masuk kategori MOGE (motor gede).

Gaya dulu dengan mobil dan motor pilihan di BMW Welt

Kita boleh berfoto baik di dalam bagian mobil BMW atau Mini Cooper yang kita suka. Jadi bisa merasakan aroma kemewahan salah satu brand mobil Jerman terkenal di dunia. Haha.. Setelah sekitar 2 jam keliling dan menikmati BMW Welt, kami makan snack di Biker’s Lodge di lantai 2. Yummy dan segar !

Atas : Biker’s Lodge di BMW Welt
Bawah : The Olympic Park

Di seberang BMW Welt, terdapat The Olympic Park. Di The Olympic Park inilah, pada tahun 1972, Jerman pernah menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas. Di sini terdapat berbagai venue pertandingan untuk olimpiade tersebut termasuk kolam renang yang masih digunakan hingga saat ini.

Kiri : markas besar BMW
Kanan atas : taman di Olympia Park
Kanan bawah : Munich Olympic Walk of Stars

Di antara BMW Welt dan The Olympic Park terdapat danau kecil di mana terdapat banyak angsa maupun bebek. Sementara di sepanjang jalur di tepi danau terdapat MOWOS yang merupakan singkatan dari Munich Olympic Walk of Stars, yang menampilkan jejak kaki, tangan hingga tanda tangan tokoh2 terkenal dunia termasuk pastinya yang berasal dari Jerman. Ada tokoh olahragawan, musisi bahkan tokoh dunia. Contohnya seperti petenis Jerman Boris Becker, musisi Elton John, band metal Metallica bahkan sampai pemimpin spiritual Dalai Lama. Mirip seperti Hollywood Walk of Fame di Los Angeles (California) 2022.

Tepat di seberang BMW Welt, terdapat kantor pusat / markas besar BMW. Bentuk gedungnya unik karena seperti 4 silinder vertikal. Dikenal sebagai BMW-Vierzylinder atau Menara BMW. Sayang tidak jelas terlihat bagian atasnya, karena tertutup kabut. Di sebelah kantor BMW ini terletak BMW Museum.

Nymphenburg Palace

Setelah mengunjungi BMW Welt dan The Olympic Park, kami naik tram listrik menuju Nymphenburg Palace. Merupakan salah satu istana yang ada di Munich dan masuk dalam daftar kunjungan di Munich. Dari kejauhan, sudah tampak Nymphenburg Palace yang mana di depannya terdapat halaman dan danau yang sangat luas.

Dari kejauhan, bentuk dan arsitektur Nymphenburg Palace mengingatkan kami kepada Schonbrunn Palace yang pernah kami kunjungi di Vienna Europe 2012 (part 4-Austria) Di Nymphenburg Palace ada jadwal untuk masuk dan keliling di dalamnya. Jadi kami harus booking untuk jam tertentu atau antri menunggu jadwal terdekat untuk masuk. Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya kami jalan2 saja di luar, tidak masuk ke dalam, dan memilih untuk pergi ke Christmas Market lain yang ada di kota Munich ini.

Dari sekian banyak Christmas Market yang ada di kota Munich ini, kami akan mengunjungi Tollwood Winter Festival. Berbeda dengan beberapa Christmas market di Frankfurt maupun Nuremberg yang ada di tengah kota dan diapit bangunan2 bersejarah, Tollwood Winter Festival ini berada di tanah lapang yang sangat luas.

Tollwood Winter Festival, mencicipi Kaspress-knodel (kanan atas)

Di sini tentu saja banyak stall makanan dan minuman, sama seperti di Christmas Market lain pada umumnya. Yang menarik adalah berdirinya sejumlah besar tenda yang bentuknya memanjang (seperti tenda circus) yang tidak ada di Christmas Market lainnya. Ternyata di dalam setiap tenda isinya berbeda2. Mayoritas berisi stall makanan dan minuman, bahkan ada yang satu tenda isinya stall aneka makanan dari banyak negara seperti China, Tibet, bahkan Afrika. Ada juga beberapa tenda yang isinya stand2 yang menjual aneka kerajinan tangan dan aksesoris khususnya yang berhubungan dengan Natal. Intinya, tenda ini dibuat agar ada area indoor dimana pengunjung tidak kedinginan dan makanan bisa disantap tetap dalam kondisi hangat.

Kami sempat mencicipi kaspress-knodel. Ini bentuknya seperti bakwan, ditaburi kaju parut di atasnya dan disiram dengan kuah keju. Cukup unik ya, gurih asin banget ini. Ketika makan di area terbuka (bukan di tenda) resikonya adalah makanan memang cepat menjadi dingin, jadi ya mesti buru2 dimakan selagi hangat.

Christmas Village in The Residenz

Terakhir sebelum kembali ke hotel, kami mengunjungi Christmas Village in The Residenz. Lokasinya unik karena berada di Kaiserhof (halaman Kaisar) yang terdapat di dalam kompleks Munich Residenz. Ini salah satu Christmas Market terkecil (dari segi luas) yang kami kunjungi dalam perjalanan kali ini. Sekali lagi, sama seperti Christmas Market lainnya, di sini didominasi oleh stand makanan – minuman dan stand souvenir Natal. Di sini kami coba Schokofrucht yaitu buah-buahan mix (ada anggur, strawberry, kiwi, dll) yang ditusuk oleh tusuk kayu (kayak tusuk sate) dan dilumuri dark chocholate. Ini bener2 dessert yang pas. Manis segar buah, campur manisnya coklat, nyam…nyam… Kami akan menemukan Schokofrucht di kota2 selanjutnya yang kami kunjungi.

Puas sudah jalan2 di Munich. Saatnya kembali ke hotel untuk beristirahat, karena besok pagi2 benar, kami akan melanjutkan perjalanan menuju Austria.

Bersambung ke Part 3

Cerita sebelumnya di East Europe Part 1

Categories: 2025-2029, EUROPE, Germany | Tags: , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Create a free website or blog at WordPress.com.