Day 5 : Boracay (Movenpick) – Boracay (Henann Lagoon)
Hari ini hari Sabtu dan kami mau pindah hotel untuk 2 malam ke depan yaitu ke Henann Lagoon Resort. Untuk pindah ke Henann Lagoon Resort, kami minta tolong pihak Movenpick untuk mencarikan tuktuk. Akhirnya dapat juga tuktuk seperti terlihat dalam gambar di bawah ini ya.
Di Boracay ini, Henann Group memiliki 7 hotel yang tersebar di station 1 dan station 2 yaitu :
- Henann Regency Resort & Spa : Resort tepi pantai terbesar di station 2 yang dulunya bernama Boracay Regency.
- Henann Garden Resort : Resort bernuansa tropis yang terletak di area station 2 dengan kolam renang yang luas.
- Henann Crystal Sands Resort : Resort tepi pantai di station 2 yang terkenal dengan kolam renang di lantai atas (roof deck).
- Henann Lagoon Resort : Resort dengan konsep laguna, lokasinya di area jalan utama station 2 (tidak langsung menghadap pantai).
- Henann Park Resort : Property bergaya modern yang berada di dekat area D’Malls di station 2.
- Henann Palm Beach Resort : Resort tepi pantai yang terletak di area station 1.
- Henann Prime Beach Resort : Resort tepi pantai tenang yang berlokasi di station 1
Tiap hotel memiliki cirinya masing2 seperti tersebut di atas. Kami memilih Henann Lagoon Resort. Letaknya di pinggir jalan dan jika mau ke pantai, harus jalan kaki sekitar 10 menit melewati gang selebar 1 mobil di samping hotel. Menariknya, kami bisa menggunakan fasilitas di hotel Henann Group lainnya yang berada di tepi pantai dan punya area khusus dengan kursi di pantai. Cukup bawa handuk hotel dan kami bebas pakai kursi pantainya. Asiiiik. Begitu juga untuk makan di resto grup hotel Henann, bisa dapat discount 10%.
Saat kami tiba di receptionist, ada bagian yang terima check-in seperti kami dan bagian yang mengurus check out. Sambil check-in kami juga pesan 2 tiket transport kami menuju Caticlan airport untuk pulang ke Jakarta hari Senin. Harga tiket sudah termasuk shuttle hotel ke Cagban Jetty Sport, speed boat ke Caticlan dan terakhir naik shuttle ke Caticlan Airport.
Karena belum bisa masuk kamar, kami mau explore hotel dan area di sekitaran hotel ini.
Namanya saja Henann Lagoon Resort, sehingga bentuk kolam renangnya saja seperti lagoon, Kolam renangnya terdiri dari beberapa area dan untuk pindah area, kami harus naik dulu ke atas pinggiran kolam renang, baru turun masuk kolam lagi. Karena hari sudah siang dan mulai lapar, maka kami berjalan kaki ke pantai melalui gang samping hotel. Di sepanjang gang, ada beberapa toko, warung dan juga tempat makan warga lokal.
Karena hari Sabtu, White Beach Boracay ini penuh dengan wisatawan, mayoritas warga lokal atau yang datang dari Manila untuk berlibur ke sini. Di sepanjang pantai, banyak sekali toko (souvenir, obat, kerajinan) dan pastinya resto, baik yang murah hingga mahal.
Di sepanjang white beach ini, ada sejumlah seniman pasir yang membuat istana dari pasir dengan tulisan Boracay dan tanggal hari tersebut. Awalnya kami pikir pakai cetakan ternyata mereka buat dan ukir sendiri pakai alat2 yang mereka punya loh. Hebat! Kami dibantu foto dengan istana pasirnya oleh petugas di situ dan membayar jasa sebesar 40 peso.
Cuaca panas dan terik seperti ini, enaknya minum juice buah segar. Kami mampir ke salah satu kios Fresh Fruit Shake yang menjual juice dan shakes dari aneka buah. Andalan mereka adalah buah pisang dan mangga. Setelah itu kami cari makan di D’Mall, area public yang terdiri dari resto dan toko2 souvenir. Akhirnya kami memilih lunch di Feast of The Champions. Kami makan di sini karena salah satu alasan satu dari sedikit resto di D’Mall yang pasang AC di dalamnya. Di sini kami pesan Grilled Liempo, salah satu makanan khas Philippines.
Siang hari setelah lunch, kami kembali ke hotel untuk beres2 dan istirahat sejenak. Menjelang sore kami jalan ke White Beach station 3 untuk menikmati sunset dan aktivitas para wisatawan di sana. Salah satu yang paling banyak diminati adalah paraw sailing. Paraw sailing di Boracay adalah aktivitas naik perahu layar tradisional khas Philippines berukuran kecil yang memalik cadik ganda di sisi kanan dan kirinya. Wisatawan duduk di atas jaring bambu di antara cadik sambil menikmati angin laut, pemandangan pantai, dan momen matahari terbenam (sunset). Untuk keamanan,semua penumpang wajib pakai jaket pelampung. Buat yang mau naik ini, bisa langsung ke pemiliknya atau melalui agen2 yang ada di sepanjang White Beach ini.
Cuaca sore ini sangat cerah dan menyenangkan. Semakin malam, semakin banyak wisatawannya dan semakin ramai suasananya. Ketika keadaan semakin gelap, istana2 pasir yang siang tadi kami berfoto bersamanya, malam ini menyala terang karena dikelilingi lampu layaknya pohon Natal. Kami jalan dari station 3 dan kembali ke station 2, pusat keramaian di White Beach Boracay ini.
Dinner malam ini kami pilih di Epic, resto yang menghadap pantai. Ada 2 area resto yaitu yang berada di pasir pantai dan ada live DJ nya serta yang ada di indoor. Kami pilih duduk yang indoor dan memesan makanan dan minuman. Kami pilih Ham and Gruyere Croquetas dan Epic Spare Ribs, Dua2nya enak banget.
Kembali ke hotel setelah dinner, masih ada waktu sampai jam 21 malam untuk berenang. Untuk mendapatkan pinjaman handuk di kolam renang, kami wajib menukarnya dengan kartu yang diberikan saat kami check-in tadi siang. Jadi buat alat kontrol. Kalo tidak bisa mengembalikan kartu pas check-out, kita diharuskan membayar seharga handuk kolam renang tersebut. Walaupun sudah malam, masih banyak tamu hotel yang berenang hingga kolam renang ditutup. Airnya tidak sehangat di kolam renang Movenpick.
Day 6 : Boracay (Henann Lagoon)
Pagi ini, sarapan pertama di Henann Lagoon Resort. Di sini jumlah makanan dan minumannya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan di Movenpick. Tetap ada makanan non halalnya juga.
Selesai breakfast, kami naik tuktuk dengan ongkos 150 peso buat main ke white beach di station 1. Karena jika jalan kaki menyusuri White Beach, memang bisa, tapi jauh banget loh jaraknya. Nah, jika naik tuktuk, kita akan lewat jalan aspal, bukan susur pantai.
Di station 1 terdapat Willy’s Rock yaitu sebuah formasi batuan vulkanik. Batu karang ini terkenal karena memiliki sebuah patung atau kapel kecil Bunda Maria di puncaknya. Saat ombak surut, orang bisa jalan mencapainya
Mumpung cuaca dan angin bersahabat, kami main air di pantai sekitaran station 1 ini. Ombaknya lebih ganas dan tinggi bila dibandingkan saat kami main di pantai Movenpick sebelumnya. Mungkin karena memang hari ini anginnya bertiup kencang. Pantainya memang lebih putih, lebih bersih dan lebih sepi daripada station 2 dan 3.
Selesai main air di pantai, kami santai2 dulu menikmati suasana pantai di Paraw Beach Club. Beli juice buah segar sambil duduk melihat deburan ombak. Dari station 1 ini, kami kembali ke hotel dengan naik angkot putih seperti di atas. Ongkosnya hanya 15 peso per orang. Beda jauh dengan harga tuktuk, karena tuktuk kan private. Kalo ini rame2 dengan orang lain. Tapi sama saja lah, selain kami juga tidak ada orang, hanya ada 1 org tambahan yang ikut di perjalanan. Kami diturunkan tepat di depan hotel.
Siang ini, kami lunch di hotel saja. Cari menu khas Philippines lagi, kali ini pesan mushroom soup, Chicken Inasal dan Lechon Bagnet. Semuanya enak. Buat minumannya kita coba Ube-Colada. Ini juga unik dan enak banget.
Sore hari, kami jalan kembali ke White Beach sambil menunggu waktu dinner. Sore ini langit lebih berawan dan angin lebih kencang dibanding saat kami ke sini hari sebelumnya. Memang tadi siang juga sempat hujan. Rupanya sudah mulai berubah nih cuacanya.
Malam terakhir ini, kami mau menikmati All You Can Eat di Henann Regency Resort and Spa. Mereka mengklaim sebagai The Best Buffet in The Island. Mereka memiliki Breakfast Buffet, Lunch Buffet dan Dinner Buffet. Harga untuk breakfast dan lunch berbeda. Harganya fix untuk Minggu hingga Kamis, kecuali Jumat dan Sabtu. Sementara untuk yang dinner, khusus untuk Jumat dan Sabtu lebih mahal 100 peso. Untuk dinner hari Minggu ini, harga per orangnya 1.099 peso. Kami tambah 250 peso per orang untuk menikmati unlimited drinknya (termasuk soft drink, wine dan beer). Kami dapat diskon 10% dari publish rate di atas karena menginap di hotel group Henann.
Jenis makanannya melimpah ruah, ada seafood, steak, sushi, pasta, snack aneka rupa, segala macam dessert. Wah, worth banget memang. Para pelayannya juga aktif menawarkan minuman jika gelas kami mulai kosong
Sambil menikmati dinner di sini, ada show Singing Chef, Jadi tiba2 saja live musicnya berhenti dan digantikan oleh serombongan chef yang menari dan menyanyi di tengah2 resto. Suasana menjadi semakin meriah dan menyenangkan. Buat yang mau lihat cuplikan video kami bisa lihat di IG jeffdandiana. Mengingatkan kami saat di Costa Victoria Cruise : 27-30 Desember 2017 (part 2) ketika para chef dan crew resto menari dan menyanyi dengan para penumpang.
Day 7 : Boracay (Henann Lagoon) – Manila – Jakarta
Hari terakhir kami di Philippines. Pagi2 kami sudah harus breakfast dan menyelesaikan check-out, karena jam 9 pagi kami akan ikut shuttle Henann Group untuk naik pesawat kembali ke Jakarta dari Caticlan. Jadi rute pesawat yang kami beli adalah Caticlan-Jakarta naik Cebu Air. Tapi rute ini transit di Manila, jadi nanti kami mau keluar sebentar dari airport di Manila karena waktu transitnya lumayan lama.
Sebelum jam 9 pagi kami sudah berada di lobby dan kami diberi sticker warna biru dengan identitas Henann Lagoon. Jam 9 shuttle kami tiba dan kami masuk ke dalamnya. Di dalam sudah ada dari hotel Henann yang lain karena warna stickernya berbeda. Dari hotel kami menuju Cagban Jetty. Hanya menunggu 5 menit, kami sudah naik speed boat milik Henann group menuju Caticlan. Perjalanan ditempuh singkat, hanya 10 menit saja. Tiba di Caticlan, kami naik shuttle Henann menuju Caticlan Airport. Semuanya berlangsung cepat dan mulus tanpa kesalahan dan masalah. Keren banget !
Pesawat kami dari Caticlan ke Manila sempat delay karena cuaca yang kurang bersahabat. Tiba di Manila, kami jalan kaki sekitar 30 menit ke NewPort Mall, sebuah mall mewah yang ada di Manila. Kembali ke airport, kami cari makan malam dan juga membeli oleh2 berupa manisan mangga yang banyak dijual di toko souvenir sebagai salah satu best seller jika berkunjung ke Philippines. Setelah itu kami pun naik pesawat yang membawa kami kembali ke Jakarta.
Secara keseluruhan kami senang bisa traveling ke Philippines karena banyak hal menarik dan kenangan berkesan selama di sini. Boracay sangat recommended buat yang suka pantai pasir putih. Mau stay di area yang tenang bisa, yg ramai juga bisa. Semua lengkap. Makanan juga cocok buat lidah Indonesia nih.
Cerita sebelumnya di Part 2 : Manila – Boracay (Movenpick)














