Philippines (26 Mei – 1 Juni 2026) part 2 : Manila – Boracay (Movenpick)

Day 3 : Manila – Boracay (Movenpick)

Hari ini, kami terbang dari Manila ke Boracay, tujuan wisata utama kami kali ini. Karena pesawat dari Manila ke Boracay di siang hari, kami bisa menikmati breakfast dengan santai. Di sini, breakfastnya berupa set menu, bukan prasmanan. Hebatnya ada 4 pilihan set menu yaitu continental, American, Filipino dan Japanese. Selesai makan, Diana kembali ke kamar untuk beres2, sementara Jeff keliling sekitar area hotel, ingin melihat kehidupan warga Manila di hari kerja.

Jam 9 pagi kami berangkat dari hotel menuju NAIA lagi, tapi kali ini ke terminal 3 domestiknya. Walaupun hari kerja, ternyata terminal domestik pun penuh. Ada yang mau wisata maupun tenaga kerja Philippines yang mau kerja di luar negeri. Karena domestik, hanya ada antrian X ray yang berlangsung cepat. Di dalam terminal keberangkatan, ada banyak toko yang menjual barang dan makanan. Di tengah2 terminal, ada food court yang cukup luas.

Sambil menunggu jadwal keberangkatan, kami beli makanan untuk makan siang dan bekal saat datang di Boracay nantinya. Kami mencari makanan lokal Philippines dan akhirnya kami membeli lechon with rice (non halal) dan bibingka (kue khas Philippines. Bibingka ini sepintas bentuknya mirip pizza, tapi rasa doughnya cenderung ke manis. Ada banyak pilihan rasa seperti ham & cheese, cheddar cheese, salted egg, classic salted egg, classic cheddar cheese. Dibungkus daun pisang dan dipanggang. Fotonya ada di part 1.

Boracay Airport di Caticlan & boat untuk ke Boracay Island

Dari Manila menuju Boracay, kami naik Cebu Pacific Air, budget airlines punya Philippines. Warna airlines ini didominasi warna kuning. Bisa dilihat dari warna shuttlenya, pesawatnya bahkan hingga warna kuning shirt crew nya yang membuat suasana fresh. Di dalam perjalanan, kepada para penumpang diajukan 3 pertanyaan simple dan berhadiah semacam tempat pensil Cebu. Buat seru2an !

Setelah penerbangan sekitar 1 jam, kami tiba di Caticlan, pulau transit sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau Boracay. Mirip dengan saat kami berwisata ke Maldives Maldives tahun 2015 (part 1). Dari Caticlan ke hotel2 di Boracay ada 2 cara secara garis besar dan dua2anya harus naik boat dulu ke Cagban Jetty Boat. Dari sini baru naik shuttle ke hotel2 di mana para wisatawan akan tinggal. Cara yang pertama yaitu semua transport dihandle langsung oleh hotelnya langsung. Naik shuttle hotel yang biasanya disediakan oleh banyak hotel bintang 4 ke atas. Cara ini lebih hemat waktu karena tidak mampir ke mana2 dulu tapi harganya lebih mahal bila dibandingkan dengan cara kedua.

Cara kedua dengan naik shuttle umum (drop off point ke hotel2). Cara ini lebih murah tapi lebih lama karena dalam satu shuttle biasanya terdiri dari para tamu yang tinggal di beberapa hotel berbeda. Jadi kami bisa melihat beberapa hotel yang berbeda. Operator shuttle ini ada beberapa, tetapi salah satu yang terbesar di sana dan kami pakai adalah SouthWest. Mereka memiliki armada shuttle sendiri mulai dari mobil penumpang, bus bahkan hingga boat penyeberangan dari Caticlan ke Boracay. Di Caticlan ferry terminal, SouthWest punya ruang sendiri untuk para customernya. Nanti tinggal tunggu dipanggil saja untuk menyeberang ke Boracay

Untuk kedua cara di atas, harga sudah all in mulai dari titik jemput hingga berhenti di titik perhentian. Baik dari Caticlan ke Boracay maupun sebaliknya. Tinggal ikut saja instruksi yang mereka sampaikan melalui wa. Bisa pilih one way maupun two way.

Mengenal wisata di Boracay

Di Boracay ada istilah stations. Boracay stations terdiri dari station 1, 2 dan 3 yang merupakan tiga zona utama di sepanjang kawasan White Beach. Wilayah ini awalnya berfungsi sebagai titik naik turun penumpang perahu sebelum berkembang menjadi pusat pariwisata saat ini.

Station 1 (Utara)

  • Menawarkan area pantai terluas dengan pasir putih paling halus.
  • Dikenal sebagai kawasan resor mewah, eksklusif, dan tenang. Termsua
  • Menjadi lokasi landmark ikonik Willy’s Rock

Station 2 (Tengah)

  • Berfungsi sebagai pusat keramaian, perbelanjaan, dan hiburan malam.
  • Tempat berdirinya pusat perbelanjaan utama D’Mall serta banyak restoran dan bar. D’Mall tempat semi outdoor yang terdiri dari banyak toko (souvenir dll) dan resto2.
  • Suasana selalu aktif, padat, dan dinamis

Station 3 (Selatan)

  • Memiliki suasana yang lebih alami, tenang, dan teduh oleh pohon palem.
  • Menjadi area favorit wisatawan berbudget hemat karena banyaknya penginapan terjangkau.
  • Garis pantai cenderung lebih sempit dengan akses air yang agak dalam.

Selain 3 station itu, ada yang disebut station 0, letaknya terpisah dari area pantai station 1-3. Nama areanya pantai Punta Bunga. Di area ini hanya ada 3 hotel mewah : Movenpick Resort, Crimson Resort dan Shangri-La Boracay. Nah, dari ketiga hotel ini yang harganya paling terjangkau adalah Movenpick. Jadi kami mau coba nginep di sini 2 malam, supaya merasakan pantai yang beda dari station 1-3, yang katanya paling sepi.

Selanjutnya kami mau coba menginap di hotel area Station 2, maksudnya supaya ada di pusat keramaian. Biar kontras dengan hotel pertama kami. Nah, kita bisa menyusuri station 1 hingga station 3 baik dengan naik kendaraan umum, maupun berjalan kaki (kalo kuat ya) soalnya jauh banget jalannya. Di sepanjang 3 station ini, terdapat banyak tempat penginapan, Dari losmen hingga hotel bintang lima (5). Dari yang tidak memiliki akses langsung ke pantai sampai yang tinggal jalan kaki 1 menit sudah sampai pantai.

Di dalam Boracay tidak ada taksi online, jadi untuk pindah antar titik, customer bisa pilih :

  1. E-Trike (Electric Tricycle): Kendaraan listrik roda tiga yang paling sering digunakan untuk keliling pulau. Mirip2 bemo atau bajaj kalo di Indonesia. Dikenal juga dengan sebutan tuktuk. Didominasi oleh warna biru. Ada ID Card untuk setiap pengemudinya.
  2. Boracay Xpress: Aplikasi pemesanan kendaraan lokal untuk e-trike dan minibus resmi (mirip angkotan kota)
  3. Hop-on Hop-off Bus: Layanan bus keliling dengan rute tertentu

Movenpick Resort

Untuk dua (2) malam pertama di Boracay, kami memilih di Movenpick Resort and Spa Boracay. Tiba di Cagban Jetty Port, kami naik shuttle milik SouthWest. Perjalanan hingga Movenpick sekitar 30 menit. Kami adalah penumpang terakhir yang turun bersama 1 bule karena memang Movenpick letaknya paling jauh dari jetty port.

Movenpick Boracay

Kami urus check in sekitar jam 14 siang, namun belum bisa check in. Ok kami jalan2 dulu orientasi hotel dan melihat fasilitas2 yang ada dan bisa kami manfaatkan selama 2 malam di sini. Di Sol Marina Beach Club, terdapat fasilitas bar dan panggung hiburan (biasanya buat show malam), Saat menyusuri pantai, Diana sempat diajak menari tarian Philippines oleh tim kreatif pihak hotel.

Movenpick Group di seluruh dunia, memiliki program Chocolate Hour yang biasanya berlangsung antara jam 15 – 17 waktu setempat. Termasuk di Movenpick Boracay ini. Lokasinya ada di The Market, restoran utama sekaligus buat tempat breakfast. Walaupun namanya Chocolate Hour, menunya beragam. Dari kue2 coklat dan non coklat, bola2 coklat, chocolate pizza sampai prawn cracker alias kerupuk udang ! Walaupun disebutkan sampai jam 17, menjelang jam 16 hampir semua makanan sudah habis dan tidak diisi ulang.

Chocolate Hour & compliment wine

Abis Chocolate Hour, kami kembali ke receptionist agar kami bisa segera masuk ke kamar kami. Dan saat kami tiba di sana, kami kaget karena ternyata kamarnya belum ready ! Padahal ini sudah jam 4 sore dan sudah lebih dari 1,5 jam dari kedatangan kami. Sekarang kami masih harus menunggu lagi sekitar 40 menit, Terang saja kami komplain bahkan sampai level managernya. Akhirnya kami bisa masuk kamar kami dan kami diberikan compliment berupa 1 botol red wine.

Kamar kami di Movenpick

Setelah beres2 di kamar sejenak, kami cepat2 turun dan pergi ke pantai karena cuaca hari ini sangat cerah dan bersahabat. Ternyata pantai di Movenpick ini sangat luas, putih dan bersih. Di samping Movenpick ada hotel Shangrila yang megah dan harganya lebih mahal dibandingkan Movenpick ini.

Menikmati pantai Movenpick

Kami juga berkesempatan untuk main air di pantai. Jeff bisa berenang hingga cukup jauh. Ombaknya sore ini cukup tenang.

Sunset di pantai Movenpick

Sunset sore ini juga cantik, terlihat bulat sempurna. Senang banget bisa menikmati sore yang menyenangkan di Boracay.

Pansit canton & grilled chicken inasal skewers
Plus wine compliment untuk menemani makan malam kami

Malam harinya, kami makan malam di The Market, resto yang sama dengan event Chocolate Hour tadi sore. Pilihan kami jatuh kepada menu Filipino Favorites yaitu pansit canton (seperti mie goreng) dan grilled chicken inasal skewers seperti pada gambar di atas. Dua2nya enak banget !! Wine nya dibawa ke resto, untuk menemani makan malam kami.

Day 4 : Boracay (Movenpick)

Aktivitas pertama kami hari ini adalah breakfast terlebih dahulu di The Market. Resto yang sama baik untuk Chocolate Hour maupun dinner kami semalam.

Breakfast di Movenpick

Menu makanannya beragam dan menariknya banyak makanan olahan khas Philippines termasuk pork station seperti pada foto di atas. Ada juga kue2 basah tipikal negara ini. Semuanya enak2 dan cocok dengan lidah kami.

Pantai Movenpick pagi hari

Pagi ini cuaca sangat bagus. Matahari bersinar dengan teriknya. Bagus untuk foto2 di pantai. Para tamu lebih banyak foto2 di pagi ini, hampir tidak ada yang berenang seperti pada sore sebelumnya. Walaupun panas terik, kami malah memanfaatkan waktu ini untuk berenang di kolam renangnya. Kolam renang di Movenpick, diklaim sebagai yang terluas di seluruh Boracay loh !

Kolam renang Movenpick

Kolam renang Movenpick ini memiliki area renang anak dan dewasa. Yang kolam renang dewasa luas banget dan memiliki beberapa level ketinggian. Walaupun begitu, masih aman buat kami karena masih bisa menjejakkan kaki di dasar kolam dan tidak tenggelam. Satu lagi, kolam renang ini heated ya, jadi pas airnya ga terlalu dingin.

Siang harinya, kami makan siang di Breeza, resto khas Italy di Movenpick. Kami pilih salah satu pizza rekomendasi mereka di sana yaitu Prosciutto & Burrata. Ukuran pizza nya cukup besar dan mengenyangkan buat kami berdua.

Atas : lunch di Breeza
Bawah : dinner di Sol Marina

Malamnya, kami mau ganti suasana dengan santai dan makan malam di Sol Marina Beach. Di sini kami bisa pesan makan dan minum kemudian duduk sambil menonton show yang ditampilkan malam ini. Kami pesan kelapa muda untuk minumnya dan sisig, ini makanan khas Philippines dan non halal ya.

Fire Dance di Movenpick

Acara diawali nyanyi oleh 3 orang yang bergiliran menyanyi. Mereka tampil profesional dan banyak menyanyikan lagu2 era tahun 80 dan 90 an sehingga banyak dari kami yang nyanyi bersama-sama. Sebagai puncak acara adalah Fire Dance. Ternyata Fire Dance merupakan salah satu penampilan yang cukup banyak disajikan di banyak tempat di seluruh Philippines. Yang melakukan Fire Dance ternyata juga yang nyanyi tadi. Wah di sini harus multi talent ya, segala bisa untuk menghibur tamu hotel. Buat yang mau nonton cuplikannya, bisa lihat di IG kami jeffdandiana ya.

Day 5 : Boracay (Movenpick to Henann)

Pagi ini cuaca agak mendung, kami jalan2 dulu di pantai. Sepi, enak, ga banyak orang. Jadi bisa bebas foto2. Tapi pagi ini ombaknya cukup tinggi, jadi ga berani berenang.

Setelah itu kami sarapan dan siap2 untuk pindah hotel. Tujuan selanjutnya adalah hotel Henann Lagoon di station 2.

Bersambung ke Part 3

Cerita sebelumnya di Part 1 Manila

Categories: 2025-2029, ASIA, Phillippines | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Blog at WordPress.com.