Advertisements

Europe : 3-20 May 2012 (part 6)

Day 16 : Amsterdam

Jam 9 pagi, train kami tiba di Central Stationnya Amsterdam. Oya, harga tiketnya € 29 / pax. Ini harga paling murah karena kami book 3 bulan sebelumnya melalui website.

Rencananya kami akan menghabiskan waktu seharian di kota ini hingga sore sebelum kembali ke Delft. Agar tidak membebani perjalanan kami, setibanya di station kami mencari locker agar bisa menitipkan barang2 bawaan kami. Masalah timbul karena ternyata locker di sini hanya terima card, tidak terima uang cash. Kami coba pake credit card tapi ditolak, entah kenapa.. Mungkin karena di sini credit card nya harus slide sendiri, jadi kami yang ga biasa. Akhirnya baru berhasil setelah pake kartu debit salah satu bank terkenal di Indonesia. Hebat juga !

Amsterdam central

Amsterdam central

Keluar station ada tourism center, jadi mudah sekali untuk dapat info atau map. Kami berjalan lurus menuju Centrum (tengah kota). Banyak sekali orang di sepanjang jalan yang kami lalui. Di kanan kiri banyak cafe dan bar. Sempat ngintip2, ada waiter yang dance di atas meja segala, heboh juga. Maklum, namanya juga Amsterdam. Kota penuh “dosa”. Mulai dari sex, prostitusi, ganja, semuanya legal dan terbuka di sini.

Tidak jauh dari Central Station, di sebelah kanan kami menemukan Sex Museum, salah satu yang menjadi daya tarik Amsterdam. Museum ini lebih recommended daripada Erotic museum menurut beberapa sumber yang kami baca. Jadi kami pun mencoba masuk ke Sex Museum ini. Jangan lupa kalo masuk museum, gunakan toiletnya karena gratis. Apalagi di sex museum ini, toiletnya unik banget. Mau tau ? Silakan mampir jika ke Amsterdam, he…he…

Sex Museum

Sex Museum

Di alun2 penuh sekali orang dan banyak street art performance. Bagus2 sih, cuma karena sangat padat jadi kami kurang bisa menikmati. Amsterdam secara umum sangat ramai dengan turis, terutama di centrum.

Central

Centrum

Kami memilih menyingkir dari keramaian dan mulai masuk jalan2 kecil dan melihat kanal2 yang banyak sekali jumlahnya dan menjadi ciri khas kota Amsterdam.

Nice Canal

Nice Canal

Tanpa sengaja juga, kami menemukan toko mainan yang isinya macam2 mainan yang tentunya mengasah otak. Kami penggemar strategy game. Kami beli Stratego Card yang cukup murah untuk kantong kami dan memang mainan favorit kami. Board game banyak juga tapi mahal2.

Nice city

Nice city

Sangat menarik ternyata berjalan2 di tepian canal. Pohon2 rindang dan sepeda2 yang banyak diparkir betul2 menjadi ciri khas Amsterdam. Belum lagi ditambah cantiknya bangunan2 dengan eksterior yang khas dan berwarna warni seperti pada gambar di atas.

Siang itu, kami makan siang falafel, makanan khas Turki yang banyak ditemui di kedai2 di Amsterdam. Rasanya seru, tapi agak kurang cocok dengan lidah kami.

Falafel

Falafel

Masalahnya, kami kok belum menemukan makanan khas Belanda ya ? Akhirnya harapan kami terkabul. Kami berhasil menemukan Febo, tempat jual hot snack Belanda dan gayanya self service. Caranya, kami tinggal memasukkan koin ke salah satu rak kecil2 yang isinya bermacam2 hot snack. Setelah koin masuk, kami tinggal membuka pintu kecilnya dan mengambil hot snack yang kami mau. 1 rak kecil berisi 1 pcs. Enak2 loh. Kami coba kalfsvlees kroket, kaassoaffle dan frites. Enaknya hot snack di tengah2 cuaca mendung. Saking sukanya, kami sampai menyambangi 2 store Febo di lokasi yang berbeda.

We love Febo !

We love Febo !

Kami juga sempat mampir juga ke pasar bunga yang panjang dan besar di tepi kanal. Bunganya bagus2 sekali tetapi kebanyakan bunga 4 musim sehingga tidak bisa dibawa ke Indonesia (padahal pengen banget bawa bibit tulip ke sini). Dari mulai toko kembang, toko souvenir, sampai toko yang jual aneka macam kondom, semua ada di Amsterdam 🙂

Amsterdam shop

Amsterdam shop

Ada lagi yang tidak boleh dilewatkan. Toko cheese yang menjual aneka warna dan rasa cheese dengan bentuknya yang khas (bulat2 dan besar). Ada yang warna merah,hijau,kuning. Ada yang berasa asin bahkan pedas. Ada testernya. Ga usah malu2 cobain. Mumpung gratis, haha..

Aneka ragam keju

Aneka ragam keju

Selain toko cheese, Amsterdam juga terkenal dengan legalnya peredaran mariyuana. Banyak banget toko2 yang menjual mariyuana beserta aneka olahannya seperti permen dan biscuit. Kacau juga nih kota. Menarik sih memang buat yang penasaran pengen coba rasa mariyuana dan bagus juga buat oleh2. Tapi kami hanya melihat2 aneka barang2 tersebut karena tentu saja tidak berniat untuk membelinya.

Ke Amsterdam tidak lengkap tanpa melihat Red Light Districtnya yang terkenal ke seluruh penjuru dunia. Kami sempat menemui kesulitan menemukan tempat ini. Padahal kami sudah mengikuti petunjuk jalan dengan logo XXX dan tanya orang sana sini. Ternyata hari masih agak terang ketika kami tiba di daerah ini. Nah, begitu mulai gelap, dimulailah wisata yang mungkin tidak bisa ditemukan di tempat lain. Karena sudah ada himbaun dan pengalaman dari orang2 yang pernah ke sini, maka kami tidak bisa mendokumentasikan aktivitas di sini. Dilarang motret di sini, jadi kalo coba2 tanggung sendiri akibatnya.

Tapi kami coba kasi gambaran yah biar ga penasaran. Kami mulai masuk gang2 kecil yang ada di kanan kiri jalan daerah itu. Ikutin aja keramaian orang/turis. Para PSK berpakaian sexy (tidak ada yang bugil) mulai menjual diri dengan memamerkan dirinya di dalam jendela untuk menarik perhatian calon konsumennya. Malah beberapa ada yang keluar dari pintu dan menggoda pria yang lewat. Tapi ada juga yang cuek di dalam jendela sambil main hp atau dandan. Makin malam, makin banyak jendela yang buka. Sore itu, lebih banyak turis yang ingin tau dan lihat2 sambil cekikikan, ketimbang memakai jasa PSK itu. Kami keluar masuk gang2 tsb dengan berjalan agak cepat karena agak deg2an juga dengan situasi seperti ini. Untung ada Diana, jadi Jeff aman deh dari gangguan dan godaan para PSK itu, he..he..

Kami ga lama2 di sini karena harus segera balik ke station Amsterdam central. Di sini lah Jeff menggunakan toilet berbayar, karena sudah ga tahan untuk nunggu sampe di Schipol. Kami pun kemudian naik train ke Schipol untuk bertemu Mr. Bernard yang akan membawa kami kembali ke Delft. Kami sempat jalan2 dan orientasi di Schipol sambil menunggu Mr. Bernard. Silakan pakai toilet di bandara ini, gratis juga. Tiba di Delft, kami langsung mengepak bagasi karena esok hari kami akan kembali ke Indonesia. Wah, tidak terasa sudah mau berakhir perjalanan ini.

Day 17

Karena bagasi sudah beres pada malam sebelumnya, pagi ini kami jalan kaki keliling daerah pemukiman Mr Bernard. Rumah2 di sini ukuran dan bentuknya serupa, yaitu kotak2  bahkan beberapa seperti bekas container. Rapi dan tidak ada yang menonjol karena aturan membangun dan merenovasi rumah di sini sangat ketat, tidak seperti di Indonesia.

Our "guest house" @ Delft :)

Our “guest house” @ Delft 🙂

Kembali ke rumah Mr Bernard, kami sarapan poffertjes (khas Belanda), roti2 yang disajikan dengan aneka dressing dan liver pasta yang menjadi favorit Diana. Selesai sarapan, kami sempat jalan2 ke Makro (di Jakarta sudah tutup). Tokonya besar sekali dan lengkap. Kami belanja aneka coklat buat souvenir yang harganya tentu lebih murah dibandingkan di toko souvenir. Ada juga rak yang isinya bumbu masakan2 Indonesia. Komplit juga, ada bumbu gado2, soto, dan ayam goreng.

Pulang dari Makro, kami bergegas kembali ke rumah Mr. Bernard untuk mengambil bagasi dan diantar ke Schipol. Proses check in sangat cepat sehingga kami punya banyak waktu di dalam airport. Banyak toko2 khas barang2 Belanda : tulip dan cheese. Kebetulan ada juga beberapa toko yang memberikan harga promo sehingga kami bisa membeli beberapa souvenir.  Termasuk coklat swiss merk Lindt yang justru kami beli di sini, bukan di Swiss.

Schiphol Airport

Schipol Airport

Perjalanan pulang ke Jakarta dengan Emirates, mengharuskan kami transit kembali di Dubai . Karena  tiba tengah malam dan transit lebih dari 4 jam,  kami dapat voucher meal gratis sehingga kami bisa makan malam di airport. Asyik ! Selesai makan, kami kembali naik Emirates yang membawa kami kembali ke Jakarta. Finally… Selesai sudah perjalanan impian kami ke Eropa !

Day 18

tiba di bandara Soekarno Hatta – Tangerang !

============================================================================

Epilog

Perjalanan ke Eropa kali ini sangat berkesan buat kami berdua. Sejak menikah, ini perjalanan terjauh, termahal, dan terlama yang kami lakukan bersama. Tetapi, ini juga perjalanan dimana kami mengenal banyak teman baru, baik dari CouchSurfing maupun teman2 milis Indonesia yang ada di Eropa.  Pemandangan yang sangat indah di sepanjang perjalanan melengkapi kegembiraan kami pada traveling kali ini.

Mau tau berapa dana yang kami habiskan untuk semua pengalaman yang spektakuler selama 18 hari ini ? 35 juta untuk 2 orang. Sekitar 50% dari biaya itu untuk tiket pesawat Emirates, visa dan asuransi perjalanan. Sekitar 50% lagi untuk transportasi selama di Eropa, makan, wisata, foto studio, beli sedikit oleh2, pokoknya semua pengeluaran kami lah. Jadi kira2 untuk jalan2 di 8 negara dan lebih dari 20 kota di Eropa itu ga sampai 10 juta/org (di luar tiket pesawat). Kenapa bisa begitu murah ? Karena pandai mengatur akomodasi, transportasi dan banyak orang yang berbaik hati menjamu kami ! Jadi, siapa bilang jalan2 ke Eropa (bahkan Swiss yang katanya negara mahal) itu hanya impian ?

Beberapa point penting :

  • Pergi ke Eropa saat musim semi itu betul2 cantik. Udara cukup bersahabat. Kota2 juga tidak penuh sesak dengan turis seperti saat summer.
  • Carilah tiket pesawat yang full board dan transit di tengah perjalanan. Jadi kita ga terlalu cape dan bosan terus2an di pesawat. Emirates yang kami tumpangi cukup sering promo dan sangat bagus services nya.
  • Atur waktu tidur saat di pesawat untuk meminimalkan jet lag saat tiba di Eropa.
  • Asuransi perjalanan merupakan salah satu syarat apply visa schengen. Kami pilih ACA insurance karena diakui oleh embassy, harganya murah dan ada penggantian kerugian uang yang sudah dikeluarkan jika visa ditolak.
  • Aturlah itinerary perjalanan dengan matang. Pelajari map dan schedule train Eropa baik2. Jika bisa booking night train terpisah2 melalui web negara asal train dalam waktu 3 bulan sebelumnya, kita bisa dapat promo yang sangat2 murah ! 
  • Jika mau menikmati Swiss lebih dari 1 hari, disarankan 4 hari saja. Jadi pas dengan coverage Swiss Pass yang berlaku 4 days, harganya € 188. Sangat menguntungkan karena bisa explore Swiss dengan puas, naik semua moda transportasi yang mahal2 di Swiss (train, bus, boat, cable car, dsb). Apalagi jika bisa dapat promo Swiss pass seperti kami (buy 1 get 1 free), mantap deh ! Cuma kena € 94 / pax ! Semua rute perjalanan kami di Swiss tercover Swiss pass dan untuk Titlis kami dapat diskon 50% dari harga resmi.
  •  Travel light ! Selama traveling, pasti kita ga mau ribet geret2 koper kan.. Jadinya bawa 1 bagasi saja dan usahakan berbentuk ransel trolley seperti kami. Jadi mau digendong bisa, mau digeret bisa. Sangat fleksibel.
  • Beli-lah oleh2 makanan di supermarket atau di airport, jauh lebih murah daripada di toko souvenir. Lagipula ribet bawanya kan kalo kita lagi traveling gaya backpacker. Nanti coklatnya keburu lumer di jalan, hehe.. Jadi beli saat mau pulang ke Indonesia saja.
  • Stamina perlu dijaga. Di Eropa makanan semua kering, tidak berkuah. Buah mahal. Jadi harus pinter2 cari asupan yang sehat. Belum lagi resiko kaki lecet karena kaos kaki/sepatu/sendal yang tidak nyaman padahal isi travelingnya jalan terus. Jadi persiapkan baik2.
  • Untuk komunikasi di Eropa, sebaiknya sih beli sim card lokal sana saja. Kalo kami pake Lebara, jadi diaktifkan sejak di Belanda sampai ke Belanda lagi. Karena kami butuh sms / telpon CS-teman-keluarga saat di Eropa. Tapi kalo cuma untuk sms ke keluarga di Indonesia, bisa pakai sim card simpati-telkomsel. Indosat entah kenapa tidak connect dengan telpon di Eropa. Wifi sih cukup banyak tersedia di station dan tempat2 umum lainnya.
  • Bawa cadangan baterai dan memory card yang banyak. Karena sepanjang jalan pastinya tidak habis2 kita memotret semua hal yang disaksikan mata, hehe.. Jangan kuatir, di train biasanya tersedia colokan untuk men-charge kamera atau hp.

Traveling ini betul2 membuat kami bisa melihat kebaikan hati orang asing yang bersedia menemani kami jalan2 dan mempercayakan rumahnya pada kami. Bertemu orang lokal, belajar budaya lokal, menjalin persahabatan. Ini pengalaman berharga yang tidak bisa dibeli dengan uang dan tidak mungkin dirasakan peserta tour.

Tapi masih belum puas nih, kami baru menjelajah sebagian kecil dari Eropa. Masih banyak negara lain yang belum bisa kami datangi kali ini. So… there will be another Europe trip… someday.. semoga Tuhan mengijinkan. Amin.

Kisah sebelumnya lihat di part 5

* Informasi dan panduan lebih detil, dilengkapi harga terbaru dan alternatif akomodasi untuk trip Europe ini terdapat pada buku Pasangan Traveling, bersama dengan destinasi domestik, Asia dan Australia.* 

 

 

 

 

Advertisements
Categories: 2004-2014, EUROPE, Netherlands | Tags: , , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Europe : 3-20 May 2012 (part 6)

  1. tiwi

    wah, beruntung sekali bisa dapat swiss pass buy 1 get 1 free. Saya sedang galau mau beli swiss pass mahal bgt 😦

    • Iya mba.. beruntung sekali waktu itu karena swiss pass memang mahal. Tapi biaya transport di Swiss kalo ketengan lebih mahal lagi.

  2. Fauziyah Nuruttarwiyah

    Mbak diana, salam kenal.
    Saya fauziyah, sangat tertarik dengan artikel yg ibu buat. Informatif dan sangat menarik. Rencananya saya dan kelurga akan berlibur Ke eropa april 2016 dan akan singgah di swiss 2hari. saya ingin beli swiss pass untuk digunakan selama disana. Saya tertarik bagaimana ibu mendapatkan swiss pass dengan diskon 50%, dimana membelinya?
    terimakasih
    salam.

  3. Hera

    Mba diana, salam kenal

    Artikelnya sangat menarik dan informatif sekali. Rencana nya april 2016 saya mau ke Eropa bersama suami dan 2 anak kami.
    Mohon info mba, kalo di couchsurfing bisa menerima family tidak?

    Dan mohon info…bisa stay di tempat orang2 indonesia bagaimana caranya?

    Terima kasih sbelumnya….

    • Ada couchsurfing yang menerima family ada yang tidak. Harus dibaca profile masing2 hostnya. Coba gabung di milis grup traveling atau backpacker, nambah kenalan 😉

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: