Advertisements

Harbin-China : 29 Dec 2018 – 4 Jan 2019 (part 2 – Volga Manor & Harbin Ice-Snow Festival)

Lanjutan Day 3 : Jilin-Volga Manor (New Year’s Eve)

Hampir jam 3 siang, kami pun tiba di Volga Manor. Ini resort yang bergaya Rusia, terlihat dari model bangunan2nya dan juga ada show oleh penari Rusia di sini. Sebetulnya Volga Manor ini sudah termasuk area Harbin, tapi masih di pinggirannya. Malam ini kami menginap di resort ini, jadi kami diminta untuk check-in dan taro koper di kamar terlebih dahulu, baru kemudian berkumpul lagi di lobby hotel untuk lanjut main seluncuran salju. Wah, sepertinya asik nih.

Kawasan Volga Manor yang cantik

Dari hotel, kami berjalan kaki menuju tempat seluncuran es tersebut. Sepanjang perjalanan pemandangan salju terhampar luas, putih dimana2 dan cantik sekali. Walau diminta untuk buru2 terus berjalan, karena tempat seluncuran salju ini tutup jam 4 sore, tetapi mana tahan orang Indonesia lihat view salju cantik begini. Semua foto2 lah sepanjang jalan.

Menuju Seluncuran Es

Pas banget, menjelang jam 4 sore artinya menjelang sunset. Langit warnanya kereeen banget. Ditambah pemandangan serba putih dan bangunan gaya Rusia. Duuh, amazing ! Jalan kaki perlu hati2 juga di tempat ini supaya tidak terpeleset karena memang cukup licin berjalan di atas salju dan es. Akhirnya tibalah kami di tempat main seluncuran salju, atau dikenal dengan nama snow tube.

Snow tube… yeaayy… Kiri tengah : gedung awal seluncuran

Snow tube di Volga Manor ini seru sekali. Pokoknya harus coba !! Bisa untuk segala usia, papa-mama saya yang usia 70 tahun saja ikutan dan ga masalah. Jadi nanti kita duduk di ban (seperti model pelampung air), lalu kaki kita dijulurkan ke depan untuk dipegang orang di depan kita. Kita sendiri memegang sepatu orang di belakang kita. Jadi membentuk rangkaian gitu, 1 rangkai sekitar 5-8 orang. Setelah itu, rangkaian ini akan meluncur turun dari perosotan di gedung yang tinggi, lalu turun ke padang salju, menyibak salju miring ke kanan dan ke kiri. High speed loh, jadi seperti jet-coaster dengan serpihan salju yang mendera muka. Sebaiknya pakai kacamata dan teriaklah sekuatnya !

Betul2 pengalaman yang tak terlupakan. Jalur setelah perosotan itu cuma terbentuk dari salju saja. Ga ada jalur atau pembatas yang jelas/pasti gitu. Makanya pake deg2an, haha.. itu yang bikin seru. Gimana coba kalo sampai terpelanting ke arah yang berbeda atau terbalik ? Tapi ternyata aman kok. Keseruan selama 1 menit itu sangat pas untuk mengakhiri aktivitas di penghujung tahun 2018 ini.

Malam tahun baru

Selesai bermain snow tube, ketika jalan kaki kembali ke gedung hotel, betul2 serasa sedang berjalan di winter wonderland. Pemandangan seperti yang biasa ada di kartu natal betul2 ada di depan mata. Luar biasa indah. Terima kasih Tuhan, saya berkesempatan menikmati salju dan pemandangan alam serba putih yang Tuhan ciptakan. Setelah istirahat sebentar di kamar, kami pun bersiap untuk makan malam. Jam 6 sore sudah gelap, harus hati2 berjalan dari gedung hotel ke gedung tempat makan malam.

Makan malam spesial disediakan oleh pihak travel, berupa tambahan red wine 1 botol utk setiap meja. Jadi total ada 4 botol red wine. Selain itu karena ada anggota rombongan yang berulangtahun, maka ada juga kue ultah yang besar. Setiap orang kebagian potongan yang besar, rasanya juga enak. Puas deh ! Selesai makan, yaitu jam 8 hingga 9 malam, diadakan api unggun oleh pihak resort Volga Manor di depan tempat Russian Show yang besok akan kami tonton.

Seru juga, ada api unggun, dikelilingi banyak orang yang tertutup wajahnya karena dingin, sehingga kita tidak bisa lagi mengenali itu siapa saja. Lalu ada musik keras berdentum dan MC nya memandu lagu dan gerakan loncat2 dengan bahasa China yang saya tidak paham. Sebentar saja berada di situ, untuk melihat keseruan cara ber-tahun baru yang lain daripada yang lain, kami sudah kedinginan. Brrr… Setelah itu saya dan ortu berjalan2 melihat beberapa pahatan es yang berlampu. Miniatur dari festival salju dan es yang besok kita akan lihat. Jam 9 malam suasana sudah sepi. Tidak ada pesta tahun baru di tengah malam seperti biasanya. Ya iyalah, ga pada berani.. Sekarang saja sudah minus 20-an, gimana nanti tengah malam ?? Lagi pula di China memang kemeriahan tahun baru itu lebih terasa saat chinese new year (imlek). Bukan saat tahun baru masehi seperti kita.

Malam ini jadilah Diana kontak2an dengan Jeff melalui hp. Baru kali ini kami menyambut tahun baru secara terpisah. Waktu di Harbin sama dengan waktu di Bali, beda 1 jam dengan Jakarta. Di Jakarta pun malam ini hujan cukup deras, sehingga tidak banyak kembang api dan tidak banyak kemeriahan karena baru berduka atas bencana alam tsunami di Anyer-Banten.

Day 4 : Volga Manor – Harbin (New Year’s Day)

Selamat Tahun Baru : 1 Jan 2019 dari suhu minus 22 derajat celcius.

Iya, pagi ini suhunya dingin sekali. Sayang tanpa adanya turun salju. Memang jika melihat weather forecast, selama trip ini tidak turun salju. Padahal Diana terus berharap adanya snowfall, karena belum pernah mengalami. Gile ya, dingin nya udah separah ini tapi ga turun salju. Malah di Shanghai yang suhunya ga sampe minus dan tidak pernah turun salju selama 10 tahun, beberapa hari lalu turun salju. Itulah alam, ga bisa diatur manusia, betul2 wewenangnya Tuhan.

Winter Wonderland

Pagi ini kami kembali menikmati pemandangan winter yang super cantik di sekeliling kami. Walau dingin, tapi inilah hari terakhir kami menikmati Volga Manor. Jadi mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kalo kemarin belum sempat foto karena keburu gelap, kali ini puas2in deh foto terus.

Ceria di suhu minus 22 derajat

Memotret di suhu dingin ekstrim seperti ini memang tidak mudah. Selain gadget yang cepat sekali drop baterainya, memencet tombol kamera/hp pun tidak mudah. Entah karena ketebalan sarung tangan, entah karena beku akibat melepas sarung tangan, entah karena tangan sudah tremor kedinginan. Haha..

Acara pagi ini setelah sarapan adalah main ski. Asyiiik… winter game kedua yang ditawarkan setelah snow tube kemarin. Diana dan ortu nya belum pernah pegang alat ski, apalagi main ski. Papa sempat kuatir dan awalnya menolak untuk ikut, kuatir bahaya dan jatuh. Tapi setelah diyakinkan oleh tour guide bahwa ini hanya untuk foto2 saja dan tidak bahaya, akhirnya ikutan juga.

Team ski dari Indonesia 😉

Masing2 kami diberi tongkat ski dan papan ski yang sudah ada tali untuk tempat mengikat sepatu. Nah, bagi yang pakai sepatu boot high heel ya ga bisa lah main ski di sini. Hehe.. Di sini yang gratis hanya pinjam alat ski nya saja. Jika butuh pelatih harus bayar, jadinya ya semua main2 saja untuk foto dan berjalan2 dengan papan ski tersebut. Bukan meluncur ya. Diana sempat diajarkan beberapa teknik dasar ski sama tur guide, lumayan juga. Bisa meluncur jarak dekat, tapi untuk lebih jauh memang resiko jatuh dengan kondisi salju yang licin begitu. Ya iyalah, memang harus licin sih kalo mau meluncur, kalo seret ya ga bisa main ski. Haha..

Selama main ski, jari2 tangan Diana betul2 kedinginan. Sudah mati rasa saja, padahal sudah pakai sarung tangan untuk snow. Tapi karena sangat senang dengan permainan baru ini, makanya dibawa enjoy dan ga peduli dengan jari tangan yang mati rasa itu. Jadilah Diana asik sendiri main ski, papa asik coba2 ski dan foto2, mama asik main bongkahan salju yang ada di pohon2. Beginilah cara keluarga tropis menikmati salju. Horeeee….

Seputar Volga Manor

Puas kedinginan main ski, kami pun diarahkan untuk jalan2 mengitari resort hingga sampai ke St.Nicholas Church. Bangunan gereja terbuat dari kayu yang modelnya mirip sekali dengan gaya bangunan2 di Russia. Kita bisa masuk ke dalam dan bisa berdoa di dalamnya. Interiornya megah, nuansa kayu sangat terasa di semua area.

Dari sini kami berjalan kaki lagi ke tempat Russian Show. Bangunan ini sudah ramai orang. Pertunjukkan mulai jam 11, namun sejak jam 10.30 pintu sudah dibuka dan pengunjung sudah mencari tempat duduk yang strategis karena tidak ada sistem nomor tempat duduk. Menjelang jam 11, semua kursi sudah penuh. Di lantai atas ada yang berdiri di railing agar jelas menonton show nya. Sangat disarankan datang lebih awal jika mau duduk di posisi yang jelas untuk nonton show.

Russian show

Show nya mirip dengan yang biasa ada di cruise dan tempat2 pertunjukkan untuk turis. Ada tarian, nyanyian, badut yang lucu dan interaktif dengan penonton. Semua pemain nya orang Russia, tapi pembawa acaranya walaupun bule Russia, tapi berbahasa China. Haiyaa.. jadilah sepanjang acara kami ga ngerti tiap kali MC nya bicara atau saat ada yang menyanyi. Nikmati saja lagu dan tarian nya deh. Keren sih buat Diana yang belum pernah pergi ke Russia.

Siang ini kami harus check-out dari Volga Manor dan segera menuju kota Harbin. Di Harbin, kami naik cable car di atas sungai Songhua dan bisa melihat banyak aktivitas dilakukan di atas sungai yang sudah membeku tersebut. Ada yang jalan menyebrang sungai, ada yang main ice skating, ada juga berbagai winter games lainnya. Seru sekali kelihatannya.

Cable car & aktivitas di sungai Songhua yang beku

Dari situ perjalanan dilanjutkan ke Sun Island untuk melihat Snow Sculpture atau pahatan salju. Ini tempat pahatan salju terbesar kedua di dunia. Yang pertama terbesar adalah Harbin Ice & Snow World. Kedua tempat ini akan dikunjungi pada hari ini. Sudah tau bedanya pahatan salju (snow) dan pahatan es (ice) ? Pahatan salju itu warnanya putih susu seperti yang biasa suka dibikin snowman dari salju itu. Sedangkan pahatan es itu warnanya bening/transparan seperti es batu, permukaan nya licin seperti buat ice skating. 

Untuk menikmati pahatan salju di Sun Island, kita bisa datang siang/sore hari dan menikmati tekstur dari pahatan salju tersebut dengan baik. Tetapi untuk Harbin Ice & Snow World disarankan datang saat sudah gelap, karena pahatan es itu akan spektakuler dengan lampu berwarna-warni pada saat malam.

International Snow Sculpture Art Expo @ Sun Island, Harbin 

Sun Island : bangunan salju yang sedang dibuat dan permainan di atas salju.

Sebetulnya grand opening festival salju ini adalah tgl.5 Januari 2019, walau tempat ini dibuka untuk turis sejak pertengahan Desember dimana pahatan salju ini mulai dibuat. Saat kami datang, sudah cukup banyak pahatan salju yang dibuat, tetapi ada juga yang masih “under construction“. Seru juga, melihat berbagai alat berat yang digunakan untuk membuat bangunan dari bongkahan salju ini. Terlihat sedang ada pengerjaan untuk bikin perosotan dari salju, wah… seru tuh pasti. Diana juga sempat mencoba kursi yang seperti gasing di atas salju, jadi bisa berputar2.. seru juga. Gratis kok ini, disediakan untuk pengunjung.

Pahatan salju raksasa

Untuk menikmati area ini kita bisa berjalan kaki, atau naik battery car (semacam mobil golf), dari gerbang utama ke area tengah/pusat festival, dimana ada cafe dan toiletnya. Karena ikut paket tour, jadilah kami semua naik mobil golf itu ke tengah dan dikasi waktu 1,5 jam untuk eksplorasi. Di dekat cafe itu memang ada padang es luas tempat main2 di atas es. Cuma yg namanya es, jadi licin. Jangan coba2 jalan di sini tanpa sepatu yang pas. Harus pake sepatu salju atau pake shoe spikes. Itu pun tetap jalan nya harus hati2 supaya tidak jatuh terpeleset.

Berbagai snow sculpture

Di luar area itu, banyak pahatan es yang bertebaran di taman yang luas, yang jalan nya salju bukan es jadi tidak licin. Cuma karena waktu yang terbatas dan jalan dengan ortu, maka Diana tidak bisa terlalu banyak eksplorasi. Jika jalan mandiri, lebih baik siapkan waktu sekitar 3 jam deh untuk bisa menikmati lebih puas berbagai pahatan es ini. Ga perlu naik mobil golf, jalan saja memutar.

Lampu 3 dimensi

Menjelang pukul 4, ketika suasana mulai gelap, ternyata ada lampu 3 dimensi yang ditembakkan ke pahatan salju raksasa dekat cafe. Pahatan salju Taj Mahal yang tadinya warna putih susu biasa, ketika disorot lampu, ternyata menjadi keren banget. Serupa asli, jadi kelihatan ada warna pintunya, lekuk2nya juga terlihat jelas. Lalu warna lampu2 ini juga berganti2, wah.. bagus juga nih untuk dikunjungi sore hari. Saat kami baru mulai menikmati bangunan yang tiba2 jadi terlihat sungguhan ini, ternyata tour guide sudah meminta kami naik ke mobil golf untuk menuju bis dan melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. Yaaaa… payah deh. Dari mobil golf, Diana bisa melihat di kejauhan makin banyak lampu tembak yang dinyalakan. Bye Sun Island…

Harbin International Ice & Snow World 

Nah, habis lihat pahatan salju, sekarang saatnya lihat pahatan es. Ini adalah venue pahatan salju dan es terbesar di dunia. Makanya orang dari seluruh dunia kalo ke Harbin pastinya untuk lihat festival ini di musim dingin. Jadi ramai sekali orang di sini. Di pintu masuk saja sudah berdesakan orang yang antri, mana semua rata2 pakai baju hitam dan seperti biasa hanya terlihat mata. Untuk itu rombongan/keluarga jangan sampai terpisah ya. Mana area nya besar sekali. Bisa nangis carinya lagi nanti.

Harbin Ice & Snow World

Di halaman depan ada termometer raksasa yang menunjukkan suhu minus 16 derajat. Hm, ga terlalu dingin dong ya berarti dibandingkan di Volga Manor. Cieee… sombong. Begitu masuk, silakan ber-bingung-ria mau menuju ke arah yang mana. Karena bisa ke kanan, ke kiri, atau maju terus. Walau penuh orang, tapi tetap kita bisa berjalan dan berfoto dengan cukup leluasa. Di sini kita diberikan waktu oleh tour guide selama 2 jam. Disarankan jika pas keliling kita kedinginan, bisa masuk ke toilet atau cafe atau toko untuk menghangatkan diri dulu. Di sini lebih banyak pahatan es daripada pahatan salju. Ada juga tempat seluncuran es dengan berbagai variasi perosotan nya. Seperti perosotan di water park aja. Tapi antrinya buseeeet deh. Kalo terbatas waktu, ga bakal keburu naik perosotan ini.

Ice & Snow Festival

Sama seperti Sun Island, tempat ini sebetulnya baru dibuka secara resmi tgl.5 Januari. Sehingga hari ini masih ada pahatan yang “under construction“. Tapi secara keseluruhan sudah bisa dibilang rampung. Sudah banyak sekali bangunan raksasa terbuat dari es dan salju yang megah disinari cahaya lampu warna warni. Silakan tebak, ada pahatan apa saja di foto. Karena rata2 bangunan yang dibuat tersebut menyerupai destinasi wisata terkenal di dunia.

Ternyata karena sudah beberapa hari menghadapi dingin esktrim, maka tubuh Diana dan ortunya sudah terlatih. Entah terpesona dengan berbagai kemegahan ini atau memang kami keluarga yang sehat dan tangguh, maka 2 jam dihabiskan dengan berkeliling “tanpa” masuk ke ruangan ber-heater dan tanpa duduk. Iya, kami ber-3 cuma keliling-foto-menikmati selama waktu yang diberikan. Tidak ke toilet, cafe atau pun toko. Benar2 puas, tidak cape dan merasa waktu cepat sekali berlalu ! Itu pun kami tidak sempat eksplorasi sampai ke seluruh sudut, masih ada yang tidak keburu.

Berbagai pahatan es dan salju raksasa

Mengambil foto di tempat ini punya tantangan tersendiri. Karena bangunan yang warna warni tersebut kontras dengan kita yang pakai baju gelap, maka seringkali manusia nya jadi hitam keseluruhan. Kalo manusianya jelas, maka warna bangunan di belakang jadi cenderung putih kurang bagus. Jadi silakan gunakan segala jenis gadget dari berbagai sudut, tapi yang terutama.. nikmatilah dengan panca indera yang Tuhan berikan. Itu sudah the best !!

Sudah puas bermain salju dan es seharian ini, maka hari pertama di tahun 2019 ini akan ditutup dengan makan malam istimewa. Seperti apa itu ? Kita akan makan hot pot / shabu shabu di dalam bangunan igloo yang dibuat oleh hotel Shangrila Harbin. Khusus hanya ada saat winter seperti ini. Wah, seru banget kan tuh. Pengalaman yang lain daripada yang lain. Saya ceritakan di posting berikutnya ya.

Bersambung ke Harbin trip part-3

Kisah sebelumnya di Harbin trip part-1

 

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, China | Tags: , , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Harbin-China : 29 Dec 2018 – 4 Jan 2019 (part 2 – Volga Manor & Harbin Ice-Snow Festival)

  1. Jenna

    Sis..mau ty. Ikut tour apa ya ini? Terus asyik ga tournya. Kalo saya rencana mau pergi maret tmpt skinya itu masih ad sepanjang waktu ato gmana? Tq informasi. Sgt membantu.

    • Saya ikut Avia tour, tapi sebetulnya yang menyelenggarakan adalah travel agent di China yang bekerjasama dengan banyak travel agent di Indonesia. Asik atau tidak sangat tergantung dari ekspektasi tiap orang, cuaca, tour guide yang bertugas, peserta lainnya, dsb. Saya asik belum tentu anda asik loh.
      Untuk tempat ski saya kurang paham. Mungkin bisa google atau tanya travel agent.

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: