Advertisements

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 6 – Sweden : Malmo & Stockholm)

Day 9 continued…

Tiket perjalanan kereta Copenhagen ke Stockholm kami book dari website SJ train Sweden di https://www.sj.se/en/home.html. Kami dapat harga yang sudah agak mahal karena telat booking dan traveling saat weekend, yaitu SEK.296.

Perjalanan dari Copenhagen menuju Malmo tidak terlalu lama dengan pemandangan yang menarik. Walau jaraknya dekat, tapi ini sudah pindah negara loh, dari Denmark menuju ke Sweden. Di Malmo kami turun karena harus ganti kereta lain lagi untuk menuju Stockholm. Kami punya waktu sekitar 2 jam untuk jalan2 di Malmo. Ga bisa jauh2 dari stasiun, apalagi sambil geret2 koper, tapi lumayan lah.

Tiba di Malmo

Tiba di Malmo

Malmo

Ternyata kota Malmo sangat rapi, indah dan cantik. Karena masih pagi, kotanya masih sepi dan tidak banyak orang yang lalu lalang. Toko2 juga masih tutup. Ada peta dan petunjuk jalan, jadi kami mengarah ke alun2 terdekat saja.

malmo2

Dari station kami berjalan ke Great Square yang letaknya tidak jauh dari station. Kami melintasi jembatan dan pemandangan perairan di tengah kota itu selalu menyegarkan mata. Di Great Square ada patung King Karl X Gustav dan banyak bunga2 yang semarak juga ditata di situ, senang deh lihatnya.

malmo3

Kami santai2 dulu sebentar di situ, foto2 dan ada toilet gratis juga nih. Koper kami letakkan di tengah alun2 sehingga kami agak bebas mau jalan2 di sekitar situ. Kami biasa gitu, koper ditaro di suatu tempat yang bisa terlihat dengan mudah, supaya kami bisa jalan2 agak leluasa. Ga enak soalnya kalo yang satu jagain koper yang satu jalan2. Susah foto2an nya, hehe.. Sejauh ini sih selalu aman kok kopernya, ga ada yang ngambil 😉

malmo4

Waktu santai2 habis. Kami pun kembali ke stasiun kereta. Sekarang naik SJ train, kereta cepat menuju Stockholm. Compartment kami adalah silent compartment, bisa pilih saat booking sebelumnya. Areanya disekat dengan penumpang lain dan jumlah seatnya tidak banyak. Dan benar, selama perjalanan, semua penumpang di sini sangat silent alias sunyi senyap. Tidak ada anak kecil di area ini. Sementara di area lain, ramai dengan suara anak kecil atau percakapan antar penumpang.

SJ train Malmo-Stockholm

SJ train Malmo-Stockholm

Perjalanan dari Malmo ke Stockholm sekitar 5 jam. Lumayan jauh memang. Kadang kami tertidur, kadang juga menikmati pemandangan di luar. Melewati jam makan siang, kami sudah punya bekal dong.. salmon asap dari Ms. Luna, host kami di Bergen. Wuiiih.. enak, kenyang, dan mewah !

Stockholm

Stockholm central

Stockholm central + SL travel card

Tiba di Stockholm Central, kami membeli Stockholm Transportation Card (SL Travel Card) 72 hours di counter. Musti nunjukkin passport di sini pas beli. Pilihan yang ada cuma 24 jam dan 72 jam, jadi walau kami ga pakai full 3 hari, tetapi harga ini lebih murah daripada beli 2 kartu yg 24 jam. Ya sudah lah.

Harga pass nya SEK.230 /org dan ternyata ada tambahan SEK.20/card untuk biaya kartunya. Kartunya non refundable loh ! Jadi dianggap kita beli kartunya dan nanti ga usah dibalikin lagi. Buat kami jadi mahal sekali yah biaya transport ini. Tapi tetap lebih murah sih daripada bayar hotel, hehe..

Keluar dari Train Station, kami pergi ke jalan Kungsgatan 57, menuju Western Union buat tukar uang yang tidak pakai potongan komisi. Dari situ, kami sempat jalan2 sebentar di area kota, tidak jauh dari Central Station. Kota Stockholm ini dikelilingi dengan air, kayak kepulauan gitu sih. Jadi banyak sekali atraksi turis yang berhubungan dengan wisata air. Banyak kapal2 turis dan pesiar yang bisa kami lihat. Menyenangkan sekali kota ini.

Kami sempat jalan2 ke area Stadshuset City Hall dan duduk menghadap teluk Riddarfjarden. Duuh, asik banget nih bersantai di sini. Mata segar sekali liat pemandangan yang alamiah begini. Sambil menikmati udara sejuk, angin sepoi2, baca peta dulu deh… merancang aktivitas selama di Stckholm.

Cakeeep..

Cakeeep..

Sudah mulai kedinginan, kami pun mengarah ke T-Centralen station. Di T-Centralen station, dinding dan langit2 stasiunnya dilukis. Nuansanya biru. Beberapa station kereta bawah tanah Stockholm memang unik karena memiliki desain yang artistik. Seperti galeri saja.

T-centralen station

T-centralen station

Dari situ kami naik kereta ke station Kungstradgarden. Sengaja untuk menikmati desain station yang artistik. Di sini lukisan dan instalasi seni nya lebih menarik. Ada area di mana terdapat seperti reruntuhan bangunan, taman dan harta karun, lengkap dengan patung2 besar. Nuansa nya hijau. Keren deh !

Kungstradgarden

Kungstradgarden station

Ini menjadi salah satu atraksi wisata bagi kami di Stockholm. Sangat disarankan, selain gratis (cuman modal tiket kereta), bisa dinikmati sambil lewat, juga aman saat cuaca hujan, hehe.. Besok2, kami masih akan mengunjungi beberapa stasiun kereta lain yang juga artistik. Sabar ya, sekarang kami mau pulang dulu. Cape nih geret2 koper terus.

Pulang ke mana ? Hm.. kami naik train ke Sodertalje Centrum, area host CS kami tinggal. Ini area paling jauh dari pusat kota Stockholm yang bisa dicapai dengan transportation card Stockholm. Sebetulnya sudah luar kota, tapi masih diangap area Greater Stockholm. Mirip Bogor kali ya, dianggap masih wilayah Jabodetabek.

Dalam perjalanan train kami ke Sodertalje (bacanya : Sodertalya), kami sempat terkejut dengan adanya pengemis lusuh di dalam kereta. Wah, ternyata Stockholm termasuk kota Metropolitan yang kesenjangan ekonomi nya lumayan besar. Kirain di sini sejahtera semua hidupnya, ternyata engga.

Sodertalje

Sodertalje

Sampai Sodertalje Centrum, kami disambut hujan cukup lebat. Area station nya ternyata terbuka. Terpaksa kami walau pake jacket waterproof harus lari berbasah2 menuju bangunan terdekat. Bangunan terbesar yang ada ternyata adalah minimarket Pressbyran. Minimarket ini sangat banyak terdapat di Stockholm dan memiliki WIFI gratis. Ini sangat penting buat backpacker yang mengandalkan free wifi seperti kami 😉

Diana pun mengontak Ms. Noelia, host kami. Katanya dia akan menjemput kami di station dengan mobil. Sambil menunggu, kami mampir ke bangunan di sebelahnya yaitu Espresso House. Beli hot chocolate dulu untuk menghangatkan diri. Ternyata Cafe ini tutup jam 6 sore, astaga… 15 menit lagi tutup. Wow, ini benar2 kota kecil rupanya. Masa cafe tutup jam segini. Ya sudahlah, buru2 dihabisin itu minumannya.

Setelah menunggu 15 menit, akhirnya kami dijemput Noelia dengan mobilnya. Orangnya sangat periang dan bersemangat. Tak sampai 10 menit, kami tiba di flatnya. Dia tinggal bersama Mr.Jagannath, dipangil Jage. Noelia itu orang Spanyol yang memutuskan tinggal di Swedia, sementara Jage orang Swedia walaupun lahirnya di Copenhagen. Seru juga nih, bisa belajar 2 budaya sekaligus.

Kami sempat belanja bareng2 mereka ke WiLLY:S supermarket besar di daerah itu. Jage dan Noelia ternyata vegetarian ketat alias tidak makan daging dan telur. Dapur mereka pun bersih dari segala bahan makanan terkait binatang. Jadi kami tidak bisa beli dan masak telur deh. Akhirnya kami membeli roti dan kentang saja. Masih ada abon bekal dari Indonesia, nanti bisa langsung makan pakai roti. Sip dah.

Sunset + rainbow

Sunset + rainbow

Habis belanja dan makan malam, Jage harus kerja sebentar. Jadi kami dan Noelia jalan2 di daerah sekitar flat mereka. Areanya menyenangkan dan asri. Kami menyusuri sungai, lihat anak2 bebek bermain serta menikmati sunset. Baru kali ini bisa liat sunset loh selama di Scandinavia. Biasanya ga pernah ada sunset, karena mataharinya bersinar terus.

Wah, warna jingga nya keren banget. Malah, saat kami menoleh ke langit di arah berlawanan, kami bisa lihat ada pelangi. Aaaah… Tuhan pencipta semesta ini memang luar biasa !

Noelia pun menunjukkan area yang disebut ‘beach’ atau pantai oleh penduduk lokal. Kami pikir pantai tuh ya ada bentangan pasirnya dan berada di pingir laut. Ternyata hanya barisan batu karang di sepanjang tepian sungai dimana orang bisa nyemplung untuk berenang.

Sebetulnya Noelia pun punya gambaran ‘beach’ yang sama seperti kami. Karena di Spanyol kan memang terkenal banyak pantai yang indah. Sementara di Swedia, terutama Stockholm itu rupanya yang namanya ‘beach’ itu yah area dimana ada daratan dan kemudian pinggirnya bisa berenang, bisa di sungai atau laut. Ga merujuk pada pasir pantai. Makanya Noelia mau nunjukkin ke kami ‘beach’ nya orang Swedia dan kami pun tertawa bersama2 karena tetep ga masuk akal kami bertiga kalo itu dinamakan ‘beach’, haha..

 

Day 10 – Djurgarden & Gamla (Old Town)

Hari Minggu yang cerah. Host kami masih tidur. Kami sarapan kentang goreng yang kami beli kemarin di supermarket. Dari frozen tingal digoreng aja. Ternyata rasanya enak banget. Ga nyangka seenak itu. Bentuknya bulet2 kecil, teksturnya setelah dimakan mirip mash potato gitu. Beda bentuk dan beda rasa dengan french fries yang umum di Indonesia.

Selesai sarapan, kami pun keluar rumah karena mau segera jalan2 ke Djurgarden pagi hari ini. Dari flat, kami jalan kaki menuju Sodertalje Centrum, station kereta di Sodertalje. Melewati daerah pemukiman dan shopping centre yang masih tutup semua. Ada taman yang cantik, instalasi seni, ada sungai besar. Suka banget sama kota kecil ini.

Morning @Sodertalje

Morning @Sodertalje

Pertama kami naik kereta dan turun di Stockholm Central. Dari situ baru menuju Djurgarden. Ada 2 cara ke Djurgarden. Bisa naik tram atau naik kapal. Kami memilih pergi naik kapal dan pulang naik tram. Mau coba semua donk !! Oke, kalo gitu dari Stockholm Central kami naik metro ke Slussen. Keluar station, jalan kaki menuju pelabuhan ferry khusus untuk tujuan Djurgarden.

Oya, di Stockholm ini agak jarang petunjuk berbahasa Inggris yah, rata2 bahasa Swedish. Jadinya kami beberapa kali harus tanya jalan ke orang lokal dan dijawab pake bahasa isyarat gitu. Hehe..

Ferry to Djurgaden

Ferry to Djurgaden

Pagi-pagi jalur antrian ferry ini masih kosong, bisa langsung naik kapal deh. Tapi melihat tempat antrian sepertinya kalo siang bakalan rame banget deh orang2 yang mau naik kapal ini. Kami selalu suka naik kapal, bisa lihat pemandangan dari laut.

View dari ferry

View dari ferry

Ferry sempat mengambil penumpang di titik Skeppsholmen. Dari ferry kami bisa melihat atraksi permainan di Grona Lund, taman bermain yang ada di Djurgarden. Asik juga ya bisa naik permainan yang tinggi2 dan melihat pemandangan laut. Ferry akhirnya stop di titik Allmanna grand dan kami pun turun di situ.

Tiba di Djurgarden

Tiba di Djurgarden

Jalan2 di Djurgarden pagi hari merupakan pilihan yang tepat. Suasana masih relatif sepi, santai jadinya. Kami jalan di jalur utama saja. Ternyata ada ABBA  The Museum. ABBA adalah group musik terkenal asal Swedia, salah satu lagunya yang populer yaitu “Dancing Queen”, tau dooong…

Abba Museum

Abba Museum

Kami lanjut menyusuri tepian laut. Banyak kapal layar yang parkir di sini. Sama seperti di Oslo, di sini banyak orang punya kapal pribadi. Enak juga menyusuri pinggir pulau Djurgaden. Selain lihat kapal, bisa lihat bebek dan burung yang pada berjemur. Lucu banget, mereka memenuhi jalanan. Rupanya pada cari matahari. Lumayan sih memang hari ini cuacanya agak hangat.

djur-2

Tadi dari kapal kami bisa lihat bangunan yang menyerupai kapal ada di Djurgarden ini. Ternyata itu adalah bangunan museum, namanya The Vasa Museum. Museum ini dibangun mengelilingi kapal yang diangkat dari dasar laut. Jadi kapalnya duluan ada, baru kemudian dibangun gedung museum mengitarinya. Unik juga !

Vasa Museum

Vasa Museum

Awalnya kami tidak berencana masuk ke museum ini. Selain harganya yang mahal, kami juga ga terlalu tertarik dengan museum kapal. Namun karena papanya Diana sudah pernah masuk ke museum ini dan bilang bagus banget, akhirnya kami jadi penasaran. Coba2 masuk untuk menggunakan toilet gratis yang ada di lobby nya dan akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam dan bayar tiketnya.

Wah, gedung museumnya besar dan luas sekali. Kami akhirnya malah sangat menikmati museum ini. Hampir 3 jam kami di dalam museum ini dan itu pun sebetulnya belum menikmati detil semuanya. Sangat tidak menyesal walaupun tiket masuknya mahal yaitu SEK.130 per orang.

Objek utama dan terbesar di sini adalah kapal Vasa yang tenggelam tak lama setelah pertama kali diluncurkan, yaitu tanggal 10 Agustus 1628. Mirip seperti tragedi kapal Titanic. Tapi ini lebih parah karena kapal baru saja berangkat, belum jauh dari daratan sudah tenggelam. Bukan karena kecelakaan, tapi karena konstruksi kapal yang salah. Jadinya kapal berat sebelah, miring dan kemudian terguling dan tenggelam. Konyol juga yah.

vasa-3

Kapal Vasa tenggelam di kedalaman 32 meter di kanal Stockholm dan baru ditemukan kembali pada tahun 1961 atau 333 tahun setelah tenggelam ! Ini kapal aslinya yang benar2 diangkat dari laut. Originalitasnya mencapai 95%.

Kapalnya keren sekali, ukiran di eksterior kapal begitu detil dan menarik untuk ukuran jamannya. Bahkan diperkirakan aslinya berwarna warni sangat semarak. Selain kapal aslinya yang sudah tidak berwarna, ada juga replika kapalnya berukuran mini yang dibuat berwarna seperti asli kapal ini sebelum tenggelam.

vasa-2

Perkiraan warna asli ukiran kapal yang sangat mewah

Museumnya sendiri sangat menarik. Tidak hanya memajang kapal, tetapi juga banyak sekali informasi mengenai sejarah kapal hingga bagaimana proses pengangkatan kapal dari dasar laut. Tentu disertai gambar dan patung2 yang menarik. Bahkan ada informasi mengenai siapa saja yang naik kapal itu, bagaimana mereka meninggal di dalam kapal hingga benda-benda peninggalan dari orang2 tersebut. Ada juga bagian kapal yang dibuat dengan ukuran sesungguhnya dan kita bisa masuk ke dalamnya. Jadi bisa membayangkan besarnya meriam yang ada di kanan-kiri kapal, lalu langit2 kapal yang ternyata tidak terlalu tinggi.

vasa-4

Foto kami (mewakili Indonesia) di layar peta dunia museum Vasa

Mau yang lebih menarik secara visual ? Silakan menonton fimnya di teater yang tersedia lengkap dengan berbagai pilihan bahasa. Ada teater kecil, ada juga yang besar. Ada juga semacam tayangan video yang langsung ditembak ke dinding dan diputar secara berulang2. Museum ini sangat interaktif dengan pengunjungnya. Dijamin tidak membosankan.

Sebetulnya disediakan juga free guided tour di museum ini. Jadi kami sesekali mendekati tour guide yang sedang menjelaskan di titik2 tertentu. Tapi jika mengikuti tour ini, mereka akan skip tempat2 tertentu karena kalo tidak bakal terlalu lama. Maklum, museum ini besar sekali. Bisa baca selengkapnya mengenai museum ini di www.vasamuseet.se.

Sebelum pintu keluar ada fasilitas VASAMUSEET.SE/FACETHEWORLD. Terdapat gambar peta dunia dan pengunjung bisa foto, isi dari negara mana dan nanti keluar fotonya di peta dunia digital tersebut sesuai negaranya. Kami lihat belum ada yang dari Indonesia. Kalo dari Eropa sih udah tumpuk2an tuh fotonya. Maka kami pun dengan senang hati foto di sini. Dan tak lama, muncullah foto kami di layar peta dunia tersebut, mewakili Indonesia 😉

Catatan : Ini museum kapal Vasa, bukan kapal Viking. VASA berbeda jaman dengan VIKING, VASA abad 17 sedangkan VIKING abad 8-11. Banyak orang salah paham dan mengira kapal VASA ini adalah kapal VIKING 😉

Di Djurgarden terdapat banyak toilet umum namun berbayar dengan tarif SEK.10. Jadi lebih baik masuk saja ke salah satu museum, sebelum masuk ke area berbayar, di lobby nya ada toilet gratis. Manfaatkan sebaik-baiknya !

djur-3

Selain Vasa Museum, masih banyak museum lain di Djurgarden ini.  Banyak juga restoran dan cafe dengan bangunan menarik maupun di taman terbuka yang asri. Tapi tentu saja, mayoritas harga makanannya tidak masuk budget kami.

Taman yang asri

Taman yang asri

Kami senang jalan2 di Djurgarden ini. Ada danau yang luas dan tenang. Banyak burung2 yang juga yang memenuhi taman. Siang ini cuaca tergolong panas, matahari bersinar cerah. Ini adalah suhu terpanas selama perjalanan kami di Scandinavia, yaitu sekitar 20-24 derajat. Hihi… kulit kami udah adaptasi sama suhu bule nih, suhu segitu udah berasa panas banget. Di sini kami baru bisa lepas jacket.

Bunga cantik warna warni

Bunga cantik warna warni

Selain burung, tidak sedikit penduduk lokal juga menikmati cuaca cerah ini dengan berjemur. Berhubung mereka ga punya ‘real beach’, jadinya berjemur ya di taman. Jadinya banyak yang buka baju di sini (cowo dan cewe) atau pakai bikini saja. Lucu deh liat mereka pakai bikini trus pake lotion trus gelar tiker trus tiduran di taman. Haha.. Tuh di foto bunga2, di balik tas itu ada yang menarik loh. Cuma kami ga berani ambil foto dari sisi sono, ga sopan lah.

park2

Di danau, ada saja penduduk yang main kayak maupun berenang. Ada tandanya di mana tempat yang boleh berenang. Bisa berenang sama bebek dan angsa tuh. Senang ya punya kota kaya gini, menyatu dengan alam. Para unggas ini juga bahagia sekali bersama kumpulannya.

bye-park

Sudah setengah hari lebih kami menjelajah Djurgarden. Sudah waktunya melanjutkan perjalanan ke pusat kota Stockholm. Kami pun naik tram ke arah pusat kota dan berhenti di Kungstradgarden. Kemudian kami masuk ke dalam metro station dan menuju area Gamla (old town).

pizza

BIG pizza @Gamla

Area Gamla merupakan salah rekomendasi wajib buat para turis yang mengunjungi Stockholm. Di area old town ini, banyak gedung tua yang menarik arsitekturnya. Jalanan nya sempit2 dan penuh liku. Mobil tidak boleh masuk sini. Jalanannya cobble stones dan penuh dengan turis. Jangan geret2 koper ke area ini yah, bisa rontok nanti rodanya, hehe..

Karena sudah lapar, kami memilih makan di PIZZA ROYAL yang kelihatannya cukup ramai. Interior dalam nya juga khas gitu dengan batu bata merah. Pesan apa nih ? Ya coba pizza nya lah. Harganya SEK.85 seporsi. Mahal banget ya. Berhubung duit ngepas, kami beli 1 Pizza Vesuvio untuk berdua.

Ternyata begitu keluar porsinya ajubile gede banget ! Lihat aja tuh perbandingan badan Diana sama diameter ukuran pizza nya. Kayanya buat 3 orang juga bisa nih. Pizza nya tipis, renyah banget dengan topping daging dan keju yang melimpah. Rasanya luar biasa sangat enak ! Sangat worth it deh makan pizza di sini.

 

Metro Tour

Masih inget ya kemarin kami melihat 2 metro station di Stockholm yang sangat artistik. Memang di Stockholm beberapa station metro bawah tanahnya memiliki interior yang sangat menarik dan indah. Katanya sih mirip yang di Moscow. Jadi salah satu atraksi wisata di Stockholm ya Metro Tour ini.

Karena jumlah metro station yang artistik lumayan banyak, sedangkan waktu dan tenaga kami terbatas, maka kami memilih saja beberapa di antaranya yang lumayan ga terlalu jauh dari pusat kota.

Pertama kami naik jalur  blue line dan turun di Radhuset. Di sini nuansa nya kayak di gua gitu, warna coklat dengan semacam kotak2 kontainer sebagai hiasan.

Radhuset

Radhuset station

Lanjut lagi naik metro jalur red line dan stop di Tekniska hogskolan. Di sini rupanya ada sekolah teknik. Lumayan bisa nebak bahasa Swedia kan jadinya, hehe.. Desain interior nya lebih modern. Gaya anak muda lah.

Tekniska station

Tekniska station

Lanjut naik metro ke Stadion. Stockholm pernah jadi tuan rumah Olimpiade modern musim panas tahun 1912. Di sini nuansanya warna warni pelangi. Menarik banget, kesannya ceria.

Stadion station

Stadion station

Ternyata lumayan cape juga loh walaupun kesannya hanya sekedar jalan2 lihat keindahan metro station. Di Stockholm, banyak metro station yang lokasinya mungkin bisa 3 atau 4 lantai gedung tinggi ke bawah tanah. Eskalatornya juga curam banget, kota besar dan ramai banget ini. Kadang bisa ada intersection yang bikin bingung. Kaki gempor sudah pasti.

Sekarang kami mau cari toilet. Tapi di mana yang gratis ya ? Karena cuma tahu yang ada di Djurgarden tadi, jadilah kami putuskan ke sana lagi. Hihi.. naik tram dari Kungstradgarden masuk kembali ke Djurgarden ! Toh perjalanan cuma sekitar 10 menit, bisa lihat2 pemandangan dan semua transport sudah tercover SL travel card itu. Kali ini pingin tahu ujung stop nya tram di Djurgarden, ternyata paling ujung itu seperti sebuah club kapal. Di situlah kami mendapatkan toilet gratis. Kemudian kami naik tram kembali hingga Kungstradgarden. Perjalanan paling lucu hanya sekedar untuk mendapatkan toilet gratis, haha..

stockholm

Sore ini, kami menjawalkan diri untuk beribadah di International Church Stockholm, yang pakai bahasa Inggris ibadahnya dan memakai gedung St. Jacobs Church. Letaknya di seberang Opera House. Gedung gereja katolik yang besar dan megah, namun isi yang hadir kebaktian hanya sekitar 25 orang saja. Sebagian nya merupakan turis termasuk kami. Alirannya Kristen Anglican, jadi susunan ibadahnya mirip Katolik, jubah pendetanya juga, tapi pendetanya perempuan.

Setelah kebaktian, kami jalan2 di sekitarnya. Ada taman2 cantik, penuh dengan penduduk lokal dan turis yang menikmati. Stockholm itu lumayan luas memang, jadi sangat banyak area yang bisa dijelajahi. Karena sudah pegal, maka kami kembali pulang ke Sodertalje.

Sodertalje

Sodertalje

Kota Sodertalje yang mungil ini sangat sepi. Maklum hari Minggu, semua toko tutup. Orang2 kalo ga di rumah ya main ke pusat kota Stockholm kelihatanya. Apalagi cuaca cerah hari ini. Kami menyeberangi jembatan yang menghubungkan antara area pusat kota Sodertalje dengan area di mana flat Noelia berada. Tak lama setelah kami menyeberangi jembatan tersebut, jembatan terangkat di kedua sisinya karena ada kapal barang yang sangat besar yang melewatinya.

Jembatan terbuka karena kapal lewat

Jembatan terbuka karena kapal lewat

Aaah… kami kembali bisa menikmati senja yang menarik di sini. Tiba di  flat, Noelia dan Jage sedang menonton final sepak bola Piala Eropa 2016 antara tuan rumah Perancis dan Portugal. Jadi kami harus menunggu mereka selesai nonton baru bisa tidur. Iya, soalnya kan kami tidur di sofa tempat mereka nonton itu, hehe..

 

Day 11 – Royal Palace

Hari ini hari terakhir di Stockholm. Siang ini kami akan naik ferry menuju Helsinki, ibu kota Finland dan akan tiba di tujuan esok pagi. Jadi pagi ini kami pamitan dulu sama Jage & Noelia. Noelia berbaik hati mengantar kami ke station dengan mobilnya karena kami bawa koper. Nanti mau jalan2 sebentar di Stockholm sambil kemudian menuju ferry terminal.

Our lovely host in Sodertalje

Our lovely host in Sodertalje

Tujuan kami hari ini adalah The Royal Palace. Royal Palace ini besar sekali gedungnya dan luas sekali areanya. Kita bisa masuk dari pintu di bagian Utara, Selatan atau Barat. Di sini banyak sekali rombongan turis dengan bis. Biasanya yang menjadi tujuan turis adalah atraksi pergantian penjaga atau Changing of The Royal Guard yang berlangsung pk.12.15. Karena sekarang masih pukul 11, maka kami jalan santai dulu deh mengelilingi area ini.

Royal Palace

Sekeliling Royal Palace

Di dalam area ini, ada beberapa ruangan dan museum bersejarah dengan koleksi menarik. Kami sempat masuk salah satunya, yaitu museum The Royal Armory. Lokasinya di dekat pintu selatan. Awalnya tidak sengaja, karena di situ ada tempat duduk yang nyaman buat istirahat, juga ada toilet gratis 😉 Lalu karena gratis, iseng2 Diana masuk aja liat2 ke dalam. Lumayan sih, ada pajangan patung tentara militer kerajaan dengan pasukan berkuda, senjata, dsb. Ada juga cerita tentang anak-anak kerajaan yang terpaksa jadi raja pada usia sangat muda dan harus memimpin peperangan. Ada juga area untuk anak2, lumayan menarik sih. Museumnya ga besar, keliling2 15 menit cukup kok.

royal-armory

Masuk ke dalam dari pintu Selatan, kita akan menjumpai tangga di kanan dan kiri. Yang satu mengarah ke Royal Chapel (ini gratis), yang satu mengarah ke Hall of State (ini bayar). Jika kita terus, maka akan menjumpai lapangan terbuka luas dengan lantai cobble stone. Jadilah susah geret2 koper di sini.

palace-1

Diana sempat naik tangga untuk lihat2 Hall of State dan Royal Chapel. Bisa foto2 sih dari depan. Lumayan untuk lihat kemegahan Royal Chapel. Sampai sekarang chapel ini masih aktif digunakan oleh keluarga kerajaan dan terbuka untuk umum juga.

palace-2

Jeff mulai melihat adanya iring2an tentara yang berjalan berbaris mengelilingi Royal Palace. Dari arah Utara, lalu ke Selatan dan berakhir di Barat. Pergantian penjaga di sini agak mirip dengan yang di Oslo karena disertai kemeriahan Military Band. Bisa lihat Changing of the Guard Oslo di Europe Scandinavia Trip : Oslo. Namun yang membedakan adalah dari segi kemegahan dan kemeriahannya. Ini lebih meriah karena pasukan dan marching bandnya banyak, penontonnya juga ribuan. Bahkan sebetulnya ini lebih mirip pertunjukan Marching Band daripada Pergantian Penjaga, haha..

Changing of the Guard

Changing of the Guard & Military Marching Band

Prosesi pergantian jaganya berlangsung singkat. Baju penjaga Royal Palace Stockholm ini juga baju perwira biasa saja. Lebih bagus pakaian yang dikenakan personel marching bandnya dengan topi menarik. Yang justru keren dan menarik adalah penampilan marching band setelah prosesi pergantian penjaga ini. Bahkan sampai ada seorang MC (master of ceremony) yang menceritakan kehebatan marching band ini. Mereka menampilkan keahlian membentuk berbagai formasi barisan, melemparkan tongkat mayoret dan para pemain drumnya menampilkan keahlian mereka memakai stick dan memukul drum.

palace-4

Tentaranya cewe loh…

Setelah penampilan tersebut, marching band ini memainkan beberapa musik indah yang dipimpin oleh seorang dirigen layaknya orchestra, dan bukan dipimpin oleh mayoretnya. Tentu saja ribuan penonton bertepuk tangan berulang kali dengan meriahnya.

Yang juga unik adalah kami menemukan cukup banyak perempuan terlibat sebagai penjaga istana dan juga pemain marching band. Sebelum meninggalkan The Royal Palace, Jeff foto lagi dengan seorang penjaga wanita yang baru saja bertugas di pos jaganya.

Situasinya sama seperti di Oslo, ada garis setengah lingkaran di mana kita bisa berfoto dengan latar belakang dia. Tentara perempuan ini sangat ramah dan bahkan bisa melambai-lambaikan tangannya ke arah pengunjung. Waktu difoto pun dia akan mengarah ke kamera dan tersenyum. Kalo penjaga pria lebih “jaim” ya, difoto suka belaga ga liat, haha…

Dari sini, kami naik metro ke Slussen. Terus exit Satsjobanan. Ini adalah exit terdekat untuk menuju sea port VIKING LINE, ferry yang akan membawa kami ke Helsinki, Finland. Ternyata jalan kakinya jauuuuuh banget. Rasanya ga nyampe2 padahal udah jalan kaki sekitar 20 menit. Ada kali jalan sekitar 2 km ditambah cuaca yang cukup panas di tengah hari. Dari mulai jalanan yang teduh, sampai udah ga ada peneduh lagi.

Jalan jauuuuh menuju pelabuhan

Jalan jauuuuh menuju kapal cruise

Selain lelah berjalan dan kepanasan, kami juga kelaparan. Ceritanya mau cari makan dekat pelabuhan saja. Ternyata ini keputusan yang salah. Sejak dari exit metro, kami tidak menemukan ada toko atau pedagang di jalan yang menjual makanan. Bahkan ketika akhirnya tiba di gedung pelabuhan Viking Line, tidak juga ada yang jual makanan. Hanya ada satu penjual es krim di pintu depan. Ya sudahlah. Harga es krim SEK.20, tapi sisa cash kami tinggal SEK.10. Akhirnya kami bisa bayar separo dengan cash dan separo dengan kartu kredit. Keren ya !

Aaah… udah ga sabar nih pingin buru2 ngerasain naik cruise. Kami belum pernah naik kapal  ferry besar dan berlayar semalaman. Seperti apa ya rasanya ??

 

Bersambung ke Europe Scandinavia Trip part 7 : Viking Line Cruise

Pengalaman sebelumnya di Europe Scandinavia trip part 5 – Denmark : Copenhagen

Advertisements
Categories: 2015-2019, EUROPE, Sweden | Tags: , , , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 6 – Sweden : Malmo & Stockholm)

  1. Vita

    Hallo… salam kenal. Mo nanya, tiket SJ Train dari Copenhagen ke Stockholm itu bisa dibeli langsung di Central Station gak? Ataukah harus via online? Tks.

  2. patut dicatet ini

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: