Advertisements

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 5 – Denmark : Copenhagen)

day 6 continued…

Horee… akhirnya sampai di Copenhagen, Denmark sekitar pukul 4 sore. Kotanya Little Mermaid nih. Airportnya besar sekali dan ramai. Banyak sekali toko dan orang sampai sempat agak bingung cari arah keluar. Kami sudah janjian dengan Ms. Helle, host kami yang menawarkan diri untuk menjemput kami di airport. Luar biasa baik banget deh, padahal rumahnya jauh banget dari airport. Kalo dari pusat Copenhagen, airport itu ke arah Selatan, sedangkan rumah dia ke arah Utara. Bisa bayangkan ?!

Copenhagen airportBegitu keluar airport, kami segera mencari ciri2 yang disebutkan : perempuan berambut panjang, warna pirang dan memakai baju gambar gajah. Oke, ketemu. “Hi Helle..” dan dia menyambut dengan sangat hangat. Dia sempat menyangka kami adalah orang Malaysia. Dia pikir Indonesia dan Malaysia itu sama. Dia juga ga kebayang bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia. Dia bahkan kaget ketika tahu bahwa bahasa Indonesia itu menggunakan alphabet, dia pikir pakai tulisan symbol seperti Jepang, Korea atau Thailand. Haha.. mari kita ajari dia tentang Indonesia sekaligus promosi Indonesia 😉

Kami mengikuti Ms. Helle menuju mobilnya di basement. Bayar parkir di airport cukup mahal, yaitu DKK.20/jam dan dibayar dengan kartu kredit yang ditempelkan ke mesin di palang pintu keluar. Ternyata jalanan Copenhagen sore itu sangat macet. Ada beberapa pekerjaan konstruksi sehingga lalu lintas dialihkan. Bertepatan juga dengan jam pulang kerja. Cocok. Kami perhatikan di jalanan banyak sekali yang naik sepeda. Yup, Copenhagen merupakan salah satu kota yang ramah buat sepeda. Tersedia jalur khusus sepeda, mirip di Amsterdam, bisa lihat Europe trip (2012) part 6

Ms. Helle mampir dulu ke area bisnis Copenhagen untuk menjemput suaminya, Mr.Michael, yang juga sangat menarik dan ramah orangnya. Host kami tinggal di pinggiran Copenhagen. Kami melewati jalan tol yang panjang dan tidak terlalu ramai kendaraan. Pemandangan kanan kirinya bagus banget. Landscape daerah pertanian lengkap dengan sunset yang cantik. Favoritnya Jeff  nih.

2 cute dogies

2 cute dogies

Rumah host kami sangat unik dan keren. Karena keduanya pekerja seni, maka rumahnya seperti gallery dengan banyak banget lukisan, patung dan benda2 menarik lainnya. Mereka juga suka alam, jadi taman mereka jauh lebih luas daripada rumahnya sendiri.

Nah, saking baik hatinya host kami ini, sampai2 mereka merelakan kamar tidurnya untuk ditempati oleh kami dan mereka sendiri tidur di sofa. Astaga ! Padahal usia mereka sudah lebih tua dari kami, harusnya kami yang tidur di sofa. Tapi mereka memaksa dan mereka sudah menyiapkan semuanya buat kami. Duuh, terharu banget.

Nah, di rumah ini ada 2 anjing mungil yang lucu dan sangat dimanja oleh host kami. Anjing2 tersebut biasa tidur di ranjang majikannya, yang sekarang menjadi kamar kami itu. Nah.. tentunya para anjing itu bingung sekarang. Kok, yang tidur di ranjang bukan tuannya lagi ya ? Tapi orang asing. Lucu deh liat kebingungan mereka. Hihi..

Host kami yang super duper baik itu pun mengajak kami untuk makan bersama malam ini. Disebutnya “dinner & art”. Wah, apa ini ? Rupanya kami diajak ke Louisiana Museum of Modern Art. Di situ selain museum, ada juga tempat makan dengan pemandangan yang sangat bagus dan menyajikan makanan buffet all you can eat.

Lousianna

Masuk ke Louisiana

Louisiana bukanlah destinasi wisata yang populer bagi kami, namun ternyata populer bagi warga Copenhagen. Masuknya bayar, tapi kami dibayarin oleh host yang merupakan member museum ini. Tempat nya luas sekali, ada gedung, restoran dan juga kebun cantik yang menghadap lautan. Di seberang sana kita bisa melihat daratan Swedia..wuih..keren ya.

Area outdoor

Pemandangan dari Louisiana

Selanjutnya kami berdua ditraktir makan. Jumlah makanan di meja buffet sebenarnya tidak terlalu banyak tapi tampilannya elegan. Di sini rupanya terkenal dengan makanan khas Denmark yang rasanya enak dan tempatnya nyaman. Ada sup, daging panggang, salmon asap, kentang, berbagai sayuran salad, dan desert. Tidak lupa dengan saos dagingnya yang enaaaak banget. Ternyata host kami sangat apik makannya. Walaupun all you can eat, mereka makan hanya sekali ambil saja. Satu piring cukup. Sedangkan Diana karena awal hanya ambil sedikit2 untuk icip2, kemudian nambah lagi karena suka dengan kentang dan saus dagingnya. Jeff sih dari awal sudah ambil banyak, hehe..

Makanan Denmark yang lezat

Makanan Denmark yang lezat

Setelah kenyang, baru deh kami melihat2 instalasi seni yang ada dalam ruangan. Bangunan nya besar, ruangannya banyak dan berliku2. Untung ada Michael dan Helle yang memandu kami. Mereka memang secara rutin berkunjung ke museum ini, karena setiap bulan sebagian besar exhibition nya berganti. Termasuk instalasi seni yang ada di outdoor pun bisa berubah. Seru juga, ga membosankan.

The "art"

The “art”

Baru kali ini kami benar2 masuk gallery seni yang model begini. Kami coba mengapresiasi instalasi2 yang ada, tapi kok buat kami aneh ya. Agak ga ngerti nih. Tapi ternyata host kami, sebagai pekerja seni yang ahli, bilang bahwa kali ini adalah pameran seni terburuk yang pernah mereka lihat ! Biasanya isinya tidak seperti ini. Hahaha… Kirain kami aja yang ngga ngerti seni. Kadang2 kami tertawa bareng2 melihat instalasi seni yang ‘buruk’ menurut mereka. Lucu banget jadinya.

Akhirnya Mr. Michael menyuruh kami memasuki suatu ruangan yang katanya favorit dia. Ga salah deh. Kami pun langsung suka sama ruangan yang satu ini. Ruangan ini penuh kaca, bahkan lantai di luar area pijakan kami adalah air. Sehingga tercipta satu ruang infinity, dimana cahaya memantul kemana2, indah sekali. Ternyata yang desain instalasi ini orang Jepang loh. Hebat !

Ga terasa jalan2, ternyata sudah jam 10 malam. Namun seperti biasa, mataharinya masih nongol walaupun ga terlalu terik seperti di Norway. Kami sempat terbangun beberapa kali tengah malam karena para anjing garuk2 pintu, minta masuk kamar. Kasian juga mereka, kangen kamar tidurnya. Maaf yah, kali ini kami menempati kamar kalian..

Di Copenhagen ternyata saat malam agak lebih redup daripada Norway, jadi kelihatan lah bahwa jam 1 malam itu “agak” gelap. Letak Denmark memang agak ke bawah sih dibandingkan Norway.

Catatan : ternyata Mr. Michael Hegner adalah sutradara utama LEGO Star Wars besutan Lucas Film. Hebat ! Kami baru tau kaliber Mr. Michael setelah pulang ke Indonesia. Ga nyangka banget karena baik Mr. Michael dan Mrs. Helle sangat rendah hati. Bahkan kami tidur di kamar tidur mereka loh… Buseeet !

 

Day 7 – Free walking tour, Little Mermaid & Christiania

Jam 6 pagi Mr. Michael sudah bangun. Katanya, dia yang biasanya mempersiapkan breakfast untuk seluruh keluarga. Wah, suami dan papa idaman nih. Oya pasangan ini punya 2 anak putri yang sudah remaja. Yang besar (Andrea) memang tinggal dengan mereka. Adiknya (Molly) sebetulnya studi di USA namun sedang summer holiday jadi pulang ke rumah.

Keluarga ini selalu membuat roti sendiri setiap paginya. Namun pagi ini rotinya agak keras menurut host kami. Rupanya mereka baru mencoba tepung yang baru yang ternyata kurang bagus. Akhirnya Mr. Michael langsung berinisiatif untuk membeli roti di toko dekat rumah. Menurut kami sih rotinya ga ada masalah, soalnya semua roti gandum di Scandinavia ini memang keras semua 😉

Kami baru bertemu dengan Andrea saat sarapan bersama. Menu sarapan adalah beberapa jenis roti, selai, keju dan coklat lembaran. Lucu yah, kalo di Indonesia kan adanya keju lembaran dan coklat spread gitu. Di sini ada coklat lembaran buat roti, enak ! Percakapan kami seputar Indonesia sangat menyenangkan. Mereka antusias sekali untuk mengenal Indonesia dan budayanya.

tour1Mr. Michael pagi ini naik sepeda ke kantornya di pusat kota. Dia jarang naik mobil karena sulit cari parkir dan biaya parkir yang mahal. Sementara kami diantar naik mobil oleh Ms. Helle ke stasion kereta Birkerod, untuk kemudian kami naik train ke pusat kota.

Di stasiun, kami membeli transport pass 24 jam seharga DKK.130 per orang melalui mesin dan bayar pakai kartu kredit. Langsung aktif saat itu juga, ada batas berlakunya, jadi tidak perlu diaktivasi lagi. Ada beberapa gerbong di train yang isinya khusus sepeda. Ada lambang sepeda di gerbongnya.

Kami turun di Kobenhaven H alias Central Station. Kemudian kami jalan kaki ke City Hall buat ikutan Copenhagen Free Walking Tour. Ini kali pertama kami mau mencoba ikutan yang namanya Free Walking Tour. Program ini sebetulnya ada di hampir setiap kota besar, namun biasanya waktunya tidak cocok dengan jadwal kami. Baru kali ini waktunya pas.

Ada beberapa rute yang berbeda dengan jam nya masing2. Kami memilih Grand Tour of Copenhagen selama 3 jam, dimulai jam 10 pagi. Ceritanya kami mau mengenal kota ini dulu secara garis besar, baru nanti kami lanjut jalan2 sendiri. Di City Hall, ternyata banyak sekali orang. Kami menghampiri orang dengan payung warna hijau bertuliskan Copenhagen Free Walking Tour. Ternyata dia membawa kami ke salah satu grup yang ada di situ. Wah, sekali tour ada beberapa kelompok ternyata. Berarti peminatnya banyak banget ya.

Our group & tour guide

Our group & tour guide

Perempuan lincah yang menjadi guide grup kami namanya Rikke. Orangnya sangat bersemangat ketika bercerita, ceritanya pun menarik. Peserta dalam grup kami sekitar 25 orang, ada yang dari Singapore, India, Australia, Norway, Sweden, bahkan orang Denmark sendiri.

Tour ini melewati tempat menarik dan bersejarah di Copenhagen. Rikke bukan hanya seperti tour guide biasa, namun ia juga mengajarkan bahasa Denmark sehari2, memberikan tips2 menarik untuk berhemat selama di Copenhagen, di mana toilet yang gratis, di mana money changer yang tidak mengenakan komisi, di mana bisa sewa sepeda yang murah, di mana makanan yang enak, dsb. Keren deh. Walking Tour ini sangat direkomendasikan untuk memulai perjalanan wisata di Copenhagen.

Beberapa kata yang mungkin menjadi ciri-ciri Denmark adalah : Lego, (bir) Carlsberg, Hans Christian Andersen, Little Mermaid dan (perusahaan logistik) Maersk. Familiar dengan nama2 tersebut ? Bahasa Denmark yang paling mudah dipelajari adalah : “Hej” dibaca “hai”, artinya hallo. Dan “Hej hej” dibaca “hai hai”, artinya goodbye. Sangat mudah !

Kami melewati jalanan maupun gedung2 bersejarah hingga ke arah Nyhavn, pelabuhan yang menjadi icon Copenhagen dan sangat terkenal. Padahl area ini jaman dulu adalah area red light district nya Copenhagen loh. Tapi sekarang sudah jadi pusat turis dan banyak sekali café serta restoran. Juga ada banyak kapal pesiar maupun kapal terbuka yang membawa turis berkeliling. Silakan berfoto di sini dan jangan lewatkan Toilet gratis di sekitar Nyhavn, demikian info dari Rikke.

Colorful Nyhavn

Colorful Nyhavn

Di dekat Nyhavn ini ada rumahnya HC Andersen. Kami cuma melewati saja, tidak mampir. Selama tour, memang kita akan berjalan cukup cepat dan hanya berhenti di beberapa titik untuk mendengarkan cerita Rikke. Sehingga cukup sulit untuk mengambil foto dan hanya mengingat tempat2 mana yang besok ingin kami singgahi dan nikmati lebih lama. Salah satunya rumah HC Andersen ini. Maklum, cerita2 dari pengarang ini merupakan favorit Diana sejak kecil. Jadi besok kami mau balik lagi ke tempat ini.

nyhavn2

Dari tempat ini, kami berjalan ke arah jembatan. Rikke menceritakan tentang kisah jembatan yang tidak jadi2 dan masih terpisah antara kedua ujungnya. Sehingga untuk bisa menyebrang ke Papiroen, tempat makan yang berada di ujung jembatan sebelah sana, masih sangat sulit. Harus memutar jauh atau naik harbor bus atau berani berenang ? hehe… Tetapi tunggu saja, malam ini jembatan tersebut akan resmi tersambung. Besok jadinya kami bisa menyebrangi jembatan tersebut menuju Papiroen.

Unfinished bridge

Unfinished bridge : Inderhavnsbroen

Destinasi tour terakhir kami adalah Royal Palace, dimana sedang ada prosesi changing guard. Pakaian dan topi guardnya mirip yang di Buckingham Palace, London. Cuma di sini warnanya hitam. Biasa aja sih prosesinya menurut kami, ga ada yang special. Rikke sempat bercerita banyak soal kehidupan raja dan ratu Denmark serta keluarganya yang sangat sederhana. Sang ratu Denmark menikah dengan pria dari Belanda dan anaknya sang pangeran menikah dengan perempuan Australia. Menarik sekali.

tour3

Setelah acara tour selesai, peserta tour satu per satu memberikan tips kepada sang guide. Ada yang pakai uang koin, ada yang pakai uang kertas. Kami pun memberikan tips dalam mata uang euro karena belum sempat menukarkan uang ke krone Denmark. Walaupun tour ini memang gratis, namun para guide memang mendapat penghasilan dari tips yang didapat. Sebetulnya jika tidak memberikan tips juga tidak masalah sih, ga bakal dimarahin juga. Kembali kepada masing2 individu saja lah.

Kami melanjutkan acara dengan berjalan kaki menuju patung Little Mermaid.Dalam perjalanan, kami melewati kantor pusat Maersk, salah satu perusahaan terkenal Denmark yang ada cabangnya juga di Jakarta. Juga melewati taman2 yang sangat cantik.

after tour

Setiba di Little Mermaid, sudah berkumpul banyak sekali turis. Ini icon patung paling terkenal se-antero Copenhagen, bahkan di seluruh dunia. Penulis cerita dongeng little mermaid asli adalah HC Andersen, dimana akhir kisahnya tidak bahagia. Namun oleh Disney, cerita ini dibuat berakhir bahagia. Ya… orang lebih suka yang happy ending kan yah.

ada turis yg pakai kimono loh...

ada turis yg pakai kimono loh…

Patung ini disumbang oleh pengusaha bir Carlsberg, bir terkenal yang berasal dari Copenhagen-Denmark. Patungnya tidak terlalu besar dan terletak di pinggir laut. Jadi semua orang berkerumun di satu sisi saja, kalo ga nyebur dong… Harus sabar menanti antrian nih kalo mau berfoto dengan latar belakang Little Mermaid dari dekat.

Dari Little Mermaid, kami jalan kaki sedikit ke pier dekat situ. Kami mau mencoba harbor bus no 991 tujuan Teglholmen, warna kuning. Dengan transport pass, kami bisa naik harbor bus ini dooong…

Walaupun namanya harbor bus, bentuknya ya kapal ferry. Ada ruang penumpang tertutup dan bisa duduk di dalamnya. Tapi ada juga yang berdiri di luar, menikmati hawa laut. Kami selalu memanfaatkan transportasi air yang termasuk dalam transportation pass suatu kota. Senang aja jalan2 dengan view yang berbeda.

Kami melewati perhentian di gedung opera, lalu lanjut melewati jembatan yang belum tersambung tadi dan akhirnya sampai di Black pearl, perpustakaan Copenhagen yang terletak di pinggir laut dekat Nyhavn.

Harbor bus

Harbor bus

Dari situ kami menuju pusat kota dan mencari Magasin Du Nord shopping centre. Sempat nyasar carinya dan kami masuk ke information centre di dalam gedung National Museet. Langsung deh ditunjukkin arahnya.

Menurut info dari Rikke, guide kami tadi, di dalam Magasin shopping centre ini ada money exchange yang tidak pakai komisi dan ratenya cukup bagus. Ternyata betul, di shopping centre ini selain ada toilet gratis, juga ada penukaran uang di lantai 5 yang tidak pakai komisi. Great !

money

Di area keramaian ini, kami beli hot dog yang katanya wajib dicoba. Jeff beli Danish Hot dog, ada acar, timun, bawang goreng dll. Harganya DKK.28. Kalo Diana coba Fransk Hot dog, hot dog yang sosisnya dimasukkan ke dalam roti yang dibolongin. Mirip seperti dulu kami pernah makan di Bratislava, Slovakia bisa lihat di Europe trip part-4. Harganya DKK.30. Hot dog Denmark ini banyak dijual di food truck di sekitaran pusat kota maupun tempat turis. Harganya bervariasi tapi tidak terlalu jauh bedanya antar mereka dan bisa bayar pake card loh.

Danish hot dog

Fransk hot dog & Danish hot dog

Kami meneruskan perjalanan kami ke Christiania Town, kota dalam kota. Ini daerah menarik yang perlu dikunjungi. Awalnya kaum hippies memulai kehidupannya di area ini. Namun lama kelamaan dengan makin banyaknya penduduk, area ini menjadi area khusus. Mereka tidak mau tunduk pada peraturan pemerintah kota Copenhagen. Mereka punya ‘pemerintah’, bendera (dasar warna merah dengan tiga lingkaran kuning), ada walikota, dokter, bahkan pengacara sendiri.

Christiania

Christiania

Kita bisa foto2 sebelum masuk area yang disebut Green Light District ini (lambang green di sini adalah daun ganja). Tapi begitu memasuki wilayah ini, dilarang foto2. Ya, Christiania terkenal dengan penjualan ganja nya. Makanya mereka ga mau ada bukti foto otentik mengenai apa yang terjadi di dalam kota Christiania ini.

Kami coba ceritakan saja ya apa yang kami temui di dalam area ini. Yang pasti banyak penjual ganja di meja2 kecil dan penjualnya pakai masker penutup wajah dan kacamata hitam. Dulu katanya mereka ga pake penutup wajah, tapi sempat ada yang ditangkap oleh kepolisian Copenhagen, jadinya sekarang mereka memilih untuk menutup wajahnya.

Di sini hanya dijual ganja ya. Tidak ada narkoba, shabu dan lain2. Namun ganja tetap illegal di Copenhagen. Jadi kalo mereka sampai membawa ganja keluar dari area Christiania, sudah ada polisi berpakaian preman yang siap menangkap mereka. Kami juga melihat anak muda yang asik melinting ganja di berbagai area di Christiania.

Ada juga museum, tempat makan dan tenda2 menjual souvenir. Ga melulu hubungannya dengan ganja sih, makanan nya ya makanan biasa. Malah ada tempat2 menarik seperti bukit kecil buat santai2 dengan pemandangan ke arah sungai. Banyak yang duduk2 piknik, tapi ada juga sih yang lagi ‘fly’ karena nge-ganja. Tapi secara umum kita bisa cukup nyaman kok jalan2 di sini, karena sebetulnya Christiania ini sudah jadi pusat turis.

Spiral Tower

Spiral Tower

Dari situ kami sempat jalan2 di area Christianshavn, area sekitar Christiania. Menarik juga. Ada Our Saviour’s Church. Gereja yang unik karena tower nya berbentuk spiral. Kita bisa naik sampai ke puncak, melingkari bagian luarnya. Tentu ini bukan untuk yang takut ketinggian yah. Tarifnya DKK.45 untuk naik ke tower ini. Selain itu, area ini pun sangat menarik dengan perumahan dan kanal2 beserta boatnya.

Sore ini kami akhiri dengan mengunjungi Rosenborg Castle. Kami datang pas museum di castle tersebut sudah tutup. Tapi memang kami tidak berencana untuk masuk karena harus bayar. Tujuan kami adalah main ke taman nya, yang bernama King’s Garden.

Rosenburg Castle

Rosenburg Castle

Kami main di tamannya yang hijau dan rapi. Menyenangkan sekali. Pintu masuk ke taman ini cukup banyak karena areanya luas sekali. Banyak sekali orang yang juga piknik dan foto2 di sini. Kami pun menikmati duduk2 di taman ini. Hm.. sambil makan coklat aaah… nyam nyam… asik ! Taman asri ini sangat berjasa buat kami istirahat dan meluruskan kaki yang pegal2 seharian jalan2. Apalagi sambil memandangi bebek dan burung2 liar yang juga asyik berada di taman.

Kings park

King’s Garden

Akhirnya kami pun pulang setelah seharian penuh menjelajah Copenhagen. Di rumah cuma ada Ms. Helle saja, Mr. Michael harus lembur dan anak2nya pada nonton konser Rihanna di Opera House. Kami diajak menjelajahi kebun belakang rumahnya yang luas dan penuh dengan aneka pohon. Kebun nya dibentuk mirip seperti hutan, jadi seru, banyak area2 yang tersembunyi gitu letaknya karena ditutupi semak2. Ada juga pohon buah berry, pohon tomat, dsb. Kita bisa langsung petik dan makan buahnya.

Our Dinner

Our Dinner

Katanya, jika musim panas, orang-orang Eropa Utara (termasuk keluarga Hegner ini) suka berburu aneka berry dan jamur di hutan untuk dimakan langsung atau diolah menjadi masakan. Wah asyiknya.

Nah, malam ini Ms. Helle masak pasta dengan saus jamur buatan sendiri. Duuh… ini enak banget. Lalu ada frikedale, mirip perkedel daging yang di-grilled gitu. Ada juga salad campuran sayur dan buah, enak banget… ada buah2 peach dan blueberry, yummy !

Karena sudah kelelahan, kami pamit tidur duluan. Ternyata Mr. Michael baru sampai rumah jam 11 malam dan kemudian harus jemput anaknya yang nonton konser itu, sampai rumah lagi jam 2 pagi. Wow, what a great father !!

 

Day 8

Walaupun semalam Michael pulang subuh, tetep loh… dia yang pagi ini menyiapkan sarapan. Buset ya. Di negara maju memang antara suami dan istri kedudukannya sama. Ga ada tuh yang namanya istri musti nyiapin makan, ngurusin anak. Semua tanggung jawab bersama. Setuju !

Setelah sarapan bersama, kami diantarkan lagi oleh Helle ke station Birkerod. Sekali lagi kami harus membeli 24 hour pass seharga DKK.130 per orang. Acara hari ini lebih santai, kemaren sudah banyak tempat yang kami kunjungi.

kota1

Kami jalan2 di area pusat perbelanjaan strøget yang masih sepi karena masih pagi, lebih enak gini. Bisa santai, lihat2. Ada Guiness World of Records. Kalo mau masuk tentunya berbayar. Ada juga patung2 troll di jalan, biasanya dekat tempat souvenir. Ada juga yang gelar jualan di pinggir jalan pakai meja2, jadi ga permanen.

HC Anderson

HC Andersen

Lanjut ke Nyhavn, di pinggir kanal sebelah kiri ada deretan cafe2. Sedangkan di sisi kanan ada jalanan dan di situ ada toko Hans Christian Andersen. Letaknya di bawah tempat tinggal HC Andersen selama ia tinggal di Copenhagen. Di dalamnya ada jualan souvenir, barang2 rumah tangga dan keramik yang harganya lumayan mahal. Ga terlalu identik dengan HC Andersen sih sebetulnya. Cuma ada patung HC Andersen di dalamnya.

Dari sini kami mau melewati jembatan yang baru saja “nyambung” kemarin sore untuk menuju ke Papirøen, Street Food Market. Menurut tour guide kemarin, makanan di tempat ini banyak sekali dan sangat direkomendasikan. Saat mendekati jembatan, kami baru sadar bahwa jembatan ini hanya untuk orang jalan dan sepeda saja. Jadi mobil tidak bisa lewat sini.

Jembatan yang baru nyambung

Jembatan yang baru nyambung

Ternyata juga, jembatan ini tidak solid, tapi ada bagian sambungan yang bisa bergeser ke sisi kanan dan kiri jika ada kapal besar melewati jembatan tersebut. Terlihat ada roda besar yang menggeser bagian jembatan tersebut. Oh begitu toh mekanismenya. Pantas saja kemarin sore cukup mudah “menyambungkan” kedua sisi jembatan tersebut.

Jembatan bisa "dibuka"

Jembatan bisa “dibuka”

Dari jembatan kami masih harus memutar ke arah kiri dan berjalan agak jauh untuk mencapai Papirøen. Jadi ada bangunan mirip hangar yang di dalamnya berisi stall makanan. Mirip food court deh. Pengunjung bisa makan di dalam ruangan tapi juga bisa di luar ruangan. Di bagian luar bangunan, terdapat banyak sekali meja-kursi dimana pengunjung bisa bersantai makan sambil menikmati pemandangan perairan di situ.

Papiroen - Food street

Papirøen – nice place

 

Makanan yang dijual di Papirøen ini banyak sekali dan dari berbagai negara. Ada yang khas Denmark seperti smorrebrod, ada Thailand food, ada Indian food, ada yang jualan Fish & Chips, ada yang jualan hot dog & burger, macam2 deh. Tinggal dipilih. Namun ternyata, para pedagang makanan di sini rata2 baru siap melayani pembeli di atas jam 11 siang. Jadi kami pun sempat duduk2 menunggu sebentar sampai makanan nya siap.

Our lunch

Our lunch – Smørrebrød ; fish & chips

Pilihan makan siang kami jatuh pada menu Fish and Chips seharga DKK.50, dan  Smørrebrød Potato seharga DKK.45  Porsinya lumayan kecil untuk harga segitu yah. Tapi memang ada pemandangan dan suasana yang “dijual” di sini. Smørrebrød itu jadinya adalah 1 slice roti yang di atasnya ditumpuk dengan jenis makanan lain. kalo namanya Smørrebrød Potato ya di atasnya dikasi kentang gitu. Bisa juga dikasi daging atau salmon, tentu harganya lebih mahal.

view

Kami makan di bagian luar gedung tentu saja. Saking banyaknya pengunjung, kami sampai harus sharing meja dengan pengunjung lain. Sambil makan kami bisa melihat ada orang-orang yang berkano, ada juga yang makan siang di atas kapal kayu terbuka, waaah seru banget itu sepertinya ! Ada juga pengunjung Papirøen yang parkir sepeda unik, namanya Christiania Bikes. Mirip becak gitu deh, bisa buat angkut barang atau bawa anaknya di dalam gerobak di depan sepeda. Pertama kali model sepeda ini diciptakan oleh pembuat sepeda di Christiania, makanya disebut Christiania Bikes. Tapi sekarang sangat banyak orang Copenhagen yang menggunakan sepeda model ini.

Harbor bus

Harbor bus

Selesai makan, kami naik lagi harbor bus, tapi yang no 993. Beda jenis kapalnya dengan yang no 991 kemarin dan beda rutenya. Yang ini rute singkat, hanya 3 perhentian yaitu Nyhavn – Papirøen – Opera house, lalu kembali lagi ke Nyhavn. Jadi kapal ini lah yang biasanya mengangkut orang ke Papirøen sebelum bisa melewati jembatan. Sekarang karena sudah ada jembatan, maka kapal ini jadi sepi penumpang. Kapalnya lebih kecil dari yang kemarin, namun kami bisa duduk2 di luar. Lebih seru yang ini menurut kami.

Turun di Nyhavn, kami lalu jalan2 ke area strøget. Sekarang sudah sangat ramai. Kami masuk ke toko LEGO, mainan favorit Jeff. LEGO memang mainan edukatif produk Denmark.

Tips : Buat yang suka LEGO, silakan beli di sini saja. Banyak koleksinya yang tidak masuk Indonesia. Harganya juga jauh lebih murah bila dibandingkan dengan di Indonesia.

Lego store

Lego store

Puas melihat2 lego yang dirangkai berbentuk bangunan skala menengah dan skala besar, kami lanjut jalan kaki ke Round Tower atau Rundetaarn. Karena letaknya bersebelahan dengan gereja Trinitas, kami mampir dulu ke gerejanya. Pas ada orang yang sedang memainkan musik dengan pipe organ. Bagus sekali, megah suaranya. Gereja ini juga bagus interiornya, megah.

Gereja Trinitas

Gereja Trinitas

Untuk masuk ke Round Tower kami harus membayar tiket DKK.25 per orang. Tinggi tower ini 34,8 meter. Tujuan awal pembangunannya adalah untuk observasi astronomi. Yang menarik adalah jalan batu menuju ke atas bukan dengan tangga tapi dengan jalanan yang memutar naik. Diana jadi ingat cerita2 dongeng dimana sang putri biasanya naik ke atas menara terlarang, ya.. kayak gini deh, hehe.. Yang ini jalan berputarnya ada di dalam gedung, jadi ga seram. Kalo yang spiral tower kan jalannya di luar gedung, lebih seram sih.

Round Tower

Round Tower

Sambil berjalan menanjak, ada jendela kecil yang bisa mengintip ke gereja trinitas tadi. Ada juga jendela2 untuk memandang kota Copenhagen. Selain itu ada juga tempat exhibition, perpustakaan (tempat HC Andersen dulu sering baca2 cari ilham), dan berbagai informasi sejarah lainnya tentang tower ini. Ada juga ruang kecil di tengah menara, dimana dasarnya terbuat dari kaca. Jadi kita bisa berdiri melayang di atas bagian dalam tower yang bawahnya lubang ini.

round2

Sampai di puncak tower, kami bisa keluar dan bisa melihat view Copenhagen 360 derajat. Ada yang jual es krim dan souvenir di sini. Es krim nya lumayan laku, karena matahari memang bersinar dan orang2 cape kali ya jalan menanjak. Kami sih ga beli, sayang duit ah.

Kami pun melanjurkan perjalanan menuju City Hall Square. Naik metro dulu, turun di Vesteport. Begitu ke luar pintu station, ternyata ada pembagian gratis sample “Snickers”. Lagi promo sepertinya. Seorang dapat satu. Pas jalan lagi beberapa meter, eh.. ada yg bagi2 lagi. Kami pun dapat lagi. Sekarang seorang dapat dua. Jadi total 3 per orang. Asiik…

Free ice cream

Free ice cream

Awalnya kami mengira itu adalah coklat Snickers. Namun saat kami pegang lebih lanjut, kok terasa dingin di tangan. Pas dilihat lebih teliti, tulisannya ice cream. Wah, ternyata es krim vanilla lapis coklat ala Snickers yang belum ada di Indonesia. Rejeki memang ga kemana-mana. Ga makan es krim di menara round tower, eeh.. malah dikasih es krim gratis nih. Mantap ! Akhirnya duduk dulu di bangku dekat station dan menikmati semua es krim itu. Rasanya enaaaak banget !!

kota2

Kami menuju City Hall Square dan melewati tempat jualan chineese food take away. Disebutnya China box. Dengan DKK.35 sudah bisa dapat 3 menu, wuiih… murah dan kenyang tuh. Banyak juga yang antri. Sayang kami sudah kenyang, kalo engga mau juga tuh cobain.

Sempat masuk ke Hard Rock Café, trus liat ada gambar berbagai model burger dari seluruh dunia. Menarik juga liatnya, sayang ga ada Indonesia. Tak jauh dari sana ada Scandic Palace Hotel. Di bawah Scandic Palace Hotel ada 3 tempat menarik dan berdampingan : Ripley’s Museum, Believe it or Not dan HC Andersen Museum.

kota3

City Hall Square luas sekali dan ramai orang yang berkumpul duduk2 atau cari uang dengan berbagai pertunjukkan. Banyak juga food truck yang menjual Danish hotdog.

meet Diana's old friends

meet Diana’s old friends

Sore ini kami sudah janjian bertemu dengan beberapa orang Indonesia. Janjian jam 6 sore di Central Station, depan Mc.Donald. Kami mau bertemu teman SD-SMP Diana yang memang tinggal dan bekerja di Copenhagen. Selain itu juga janjian bertemu dengan teman baru yang kami kenal melalui group facebook “Kekeluargaan Warga Negara Indonesia Di Luar Negri”.

“Hai… apa kabar ?” Senang akhirnya bisa ngomong Indonesia juga nih di Denmark ini. Teman Diana, Mr.Romi, datang bersama dengan istri dan anaknya. Wah, udah lama banget ga ketemu, jadi kaya reuni setelah lebih dari 20 tahun. Tak lama kemudian bergabung juga Ms.Vera, baru ketemu deh ini setelah selama ini banyak ngobrol lewat facebook dan whatsapp. Asik deh kita ngobrol pake Bahasa Indonesia di tengah2 station. Ternyata ada lagi yang gabung, ternyata temannya Ms.Vera, namanya Ms.Mariani. Tambah seru deh.

Kami ngobrol dan foto2 dulu sama Romi dan Amalia (istrinya Romi), karena mereka ga bisa lama2. Habis ini mereka mau ajak anaknya nonton bioskop. Oke deh. Kami pun lanjut jalan2 ditemani oleh 2 teman baru kami yang sudah lama bekerja dan menetap di Copenhagen. Ternyata mereka berdua punya suami orang Denmark dan suami2nya tidak ikut karena nanti susah katanya ga bisa ngomong bahasa Indonesia. Haha..

Mereka berdua membawa kami jalan2 ke area Red Light Districtnya Copenhagen. Bukan Nyhavn, tetapi di salah satu sisi luar Central Station, Istedgade. Dulunya daerah ini memang ramai dengan bisnis prostitusi seiring dengan banyaknya pelaut yang beristirahat di Copenhagen. Namun jaman berubah. Di sini semakin banyak keluarga sehingga aktivitas prostitusi berkurang jauh. Ada sih dua toko sex shop di area ini, tapi ga menonjol dan ga heboh.

kota4

Area seputar Central Station Copenhagen

Sepanjang jalan2, gerimis menemani perjalanan kami sehingga harus memakai tutup kepala. Akhirnya kami menuju ke TIVOLI, taman bermain yang menjadi salah satu icon dan kebanggaan Copenhagen. Lokasinya tepat di seberang Central Station. Ada beberapa pintu masuk untuk ke TIVOLI karena area nya yang luas, sama saja kok, jangan bingung ya.

Tivoli

TIVOLI

Biasanya para backpacker ga masuk ke sini. Kami juga tidak rencana masuk, sampai akhirnya ditawari tiket gratis oleh Ms.Vera. Gratis ? Iya, tapi cuma untuk 1 orang. Yang satunya harus bayar. Gimana, mau ga ? Hmm.. setelah berunding akhirnya kami mau memanfaatkan kesempatan ini. Lumayan lah, bayar cuma 1 orang untuk masuk berdua. Kapan lagi ?!

Konser Kim Larsen

Konser Kim Larsen

Diana bisa masuk gratis karena Ms.Vera punya member card TIVOLI yang tahunan dan bisa bawa 1 orang masuk secara gratis. Jalur masuk Diana & Ms.Vera pun khusus, ga pake antri. Sementara Jeff mengikuti Ms.Mariani untuk masuk antrian umum pengunjung. Ticket masuk nya DKK.110/orang. Mahal kan ?! Itu kalo hari Jumat sebelum jam 7 malam. Kalo masuknya lewat jam 7 malam, harga naik jadi DKK.150/orang. Kenapa bagitu ? Karena tiap Jumat malam ada concert ternyata. Kami masuk jam 7 kurang 5 menit, haha…

Hari ini pas hari Jumat dan ada konser penyanyi senior asal Denmark, Kim Larsen. Sebagai orang Indonesia, pastinya kami ga kenal dan ga pernah dengar namanya. Tapi bagi orang Denmark, ini penyanyi legendaris. Jadinya ramai sekali orang hari ini masuk TIVOLI. Panggungnya sudah tersedia. Walau shownya sekitar jam 10 malam, tapi dari jam 7 ini sudah ramah sekali orang yang berada di sini.

Di dalam TIVOLI selain berbagai permainan seperti di dufan, ada toko2 dan pastinya tempat makan.  Namun selain itu ada banyak tempat menarik seperti taman dengan air mancur dan bunga2 yang cantik. Terlihat banyak lampu2 yang dinyalakan dan pastinya akan cantik sekali saat taman sudah dalam keadaan gelap. Tapi kalo pas summer gini, kapan gelapnya ya ? Hm…

tivoli3Ada yang menarik nih. Di sini ada mesin recycle, di mana kalo kita memasukkan gelas plastic bekas minum berlogo TIVOLI, kita bisa dapat uang. Negara2 Scandinavia memang terlihat banyak menyediakan mesin recycle seperti ini. Bagus sekali untuk edukasi masyarakat.

Suasana sangat ramai. Antrian di mana2, baik di setiap wahana maupun di tempat2 makan. Wahana nya juga sebetulnya seru2 sih. Kalo mau main di salah satu wahana permainan, harus bayar lagi. Sangat disayangkan selain ramai kami juga ditemani oleh hujan yang terus menerus. Jadinya agak sulit nih bergerak dengan leluasa. Para pengunjung rata2 menggunakan jas hujan atau payung, tapi tetap beraktivitas biasa.

Kami akhirnya hanya keliling2 saja. Tadinya mau cari makan, tapi semua tempat antri panjang sekali. Bahkan untuk model restoran bisa reserve tapi baru bisa masuk sekitar 1-2 jam ke depan. Wah, gimana ini. Padahal kan pengennya bisa makan sambil ngobrol sama 2 teman baru kami ini. Akhirnya Ms.Vera memutuskan untuk cari makan di luar TIVOLI saja. Kita bisa keluar dari TIVOLI dan kemudian nanti masuk lagi. Tapi sebelum keluar harus beli tiket masuk lagi (re-entry) seharga DKK.25. Astaga banget deh ini, benar2 menguras uang.

Jeff pun memutuskan untuk tidak kembali lagi masuk. Karena waktu kami juga kan terbatas. Dengan keramaian seperti ini kami pun sulit untuk bisa menikmati suatu tempat. Asal sudah pernah menginjakkan kaki di dalam TIVOLI saja kami sudah senang. Terima kasih Ms.Vera, tanpamu kami ga akan masuk ke TIVOLI, he..he..

Mencari makan di luar TIVOLI pun ternyata tidak mudah. Kami mencari makan di beberapa resto Asia, namun karena kami datang pas jam orang makan malam dan hujan deras, penuhlah restoran di mana2. Tidak ada tempat kosong.

Fu Hao restaurant

Fu Hao restaurant

Akhirnya, Ms.Vera dan Ms.Mariani mengajak makan Chinese Food di Fu Hao Restaurant. Di sini ramai juga ternyata, tapi masih tersisa 1 meja bundar untuk 8 orang. Setelah bertanya, sang pelayan memberikan tempat tersebut kepada kami yang cuma ber-4. Horee.. akhirnya dapat tempat. Senangnya bisa ada di dalam ruangan yang hangat setelah kehujanan cukup lama.

Tempatnya cukup nyaman, tapi harga di restoran ini tidak bisa dibilang murah. Guess what ? Kami ditraktir oleh teman2 baru kami ini !! Ya ampuuun… jadi terharu banget. Baru juga kenalan, tapi kebaikan hati Ms.Vera & Ms.Mariani ini seperti keluarga sendiri saja. Luar biasa.

Karena mereka sudah pernah makan di tempat ini, maka kami persilakan mereka saja yang memesan. Apalagi mereka yang bayar kan, hehe.. Mereka pasti tahu apa yang enak di sini. Sambil menunggu makanan datang, kami terlibat dalam percakapan yang menyenangkan dengan teman2 baru kami. Baik tentang kehidupan mereka sehari2 di Denmark yang tentunya berbeda budaya dan kebiasaan dengan di Indonesia, tentang perkembangan di Indonesia, tentang cara jalan2 kami dengan gaya backpacker yang menggunakan couchsurfing, dsb.

Wah, betul2 makan malam yang enak, selera Asia deh ya kali ini. Mereka juga memesankan “tsingtao” beer, yang ternyata rasanya sangat oke buat Jeff yang ga biasa minum bir. Suasana ngobrolnya juga sangat seru. Seperti reuni dengan sahabat lama, padahal kami baru berkenalan beberapa jam saja.

Setelah makan malam, kami menuju Central Station kembali untuk pulang naik train. Eeh.. ternyata masih diajak ngopi lagi dong di salah satu kedai coffee di situ sambil menunggu kereta kami datang. Ditraktir lagi. Astagaaa… *speechless*. Cafe2 di central station rata2 tutup jam 10-11, jadi suasana malam hari ini cukup sepi. Bahkan saat kami ngopi pun pelayannya memberi info bahwa mereka akan segera tutup. Wah, udah diusir secara halus nih.

Akhirnya pukul.22.30 kereta kami tiba. Ms.Vera & Ms.Mariani bahkan mengantarkan kami hingga ke platform. Sampai jumpa lagi kawan.. Sampai bertemu lagi di Indonesia. Nanti gantian kami yang traktir kalian yah !!

Our host : Hegner family & 2 lovely dogs

Our host : Hegner family & 2 lovely dogs

Kami tiba di rumah hampir jam 23.30 malam. Baru kali ini kami pulang larut sepanjang sejarah kami menggunakan Couchsurfing. Tapi memang kami sebelumnya sudah bilang dulu ke host dan mereka pun ternyata ada acara malam itu dan juga akan pulang larut.

Ternyata yang buka pintu adalah Ms.Molly, anak kedua keluarga Hegner yang belum pernah kami jumpai. Selama ini cuma pernah sarapan bareng sama Ms.Andrea, anak pertama keluarga ini. Tak lama kemudian, Mr.Michael dan Ms.Helle tiba. Karena ini malam terakhir kami, maka malam ini kami pun foto bersama. Sayang Andrea sedang tidak di rumah, entah kemana.

Ms.Helle kemudian meminta kami untuk mengisi buku GUESTS & FRIENDS , yang ternyata merupakan kebiasaan dia untuk meminta para tamu CS nya mengisi kesan dan pesan. Ditulis tangan ya, jadi lebih berkesan. Sementara itu Jeff dikasi LEGO seri Star Wars dengan kemasan yang tidak dijual di Indonesia oleh Mr.Michael yang memang sutradara utama film LEGO Star Wars.

Mr.Michael langsung pamitan kepada kami, karena besok alias hari Sabtu akan bangun siang. Iya lah, kemarin malam kan dia kurang tidur karena baru pulang subuh jemput dua anak perempuannya nonton konser Rihanna, lalu malam ini juga tidur larut. Oke, Michael…  thanks for everything ! Good nite & good bye..

 

Day 9 – Goes to Sweden

Pagi ini kami diantar naik mobil oleh Ms.Helle ke kota, yaitu ke central station. Jarak yang cukup jauh, sebetulnya cukup mengantar kami ke station yang dekat rumah dan kami bisa naik train ke central station. Tapi beliau mau mengantarkan kami langsung ke central station. Aaah… Copenhagen ternyata penuh dengan orang-orang baik dan hangat !

Bye Copenhagen...

Pemandangan dari kereta

Hari ini kami akan menuju Sweden. Tujuan akhir adalah Stockholm, namun kami akan singgah dulu di Malmo-Sweden dan baru kemudian menuju Stockholm-Sweden. Di Denmark sendiri, kereta kami start dari Central Station dan kemudian berhenti di Copenhagen airport. Di situ kami turun dan harus berganti kereta. Untuk naik ke kereta yang menuju Malmo, Sweden kami harus melewati petugas yang memeriksa passport kami.

Mari kita pindah negara lagi 😉

 

Bersambung ke Scandinavia Trip Part-6 : Sweden

Kisah sebelumnya di Scandinavia Trip Part-4 : Bergen, Norway

 

Advertisements
Categories: 2015-2019, Denmark, EUROPE | Tags: , , , , , | 7 Comments

Post navigation

7 thoughts on “Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 5 – Denmark : Copenhagen)

  1. Menarik banget ceritanya.. jadi makin penasaran sama couchsurfing. Bangunnya jam berapa mbak? Klo numpang gitu kan kadang saya suka bingung jam bangun/keluar kamar yg tepat hehehe nggak enakan. Takut kepagian atau kesiangan gitu. Oh iya mau tanya juga kalo tiket 24hour pass itu tiket subway yah? Makasih yah 😊

    • Kami sih bangun standard aja ya.. biasa jam 7-8 pagi gitu. Sebaiknya tanya saja sama host nya, biasa mereka aktivitas jam brp, nanti kita ikutin. Misalnya mereka biasa breakfast jam berapa, nah.. bisa barengan kan. Atau mereka ke kantor jam brp, ya bangun sebelum mereka pergi saja.
      Di copenhagen pass nya itu buat kereta apa saja, bisa subway di area kota maupun train di area pinggiran kota.

  2. Nyangkut disini pas lagi nyusun itin buat tamu yang mau ke Denmark …next time mampir ke Thisted yaa..lumayan jauh sih dari Copenhagen 🙂

    • Halo mba Dewi.. salam kenal.
      Aku baru2 ini juga mampir blognya.. cakeeep. Eropa Utara itu alamnya emang aduhay, sayang jauh banget dari Indonesia yah.

  3. Rosmini

    Hi,

    Seru sekali membaca petualangan nya di scandinavia.. Boleh minta contact nya? Berhubung kami rencana pergi ke sana jg tahun depan, saya ingin bertanya tanya kalo tidak berkeberatan. Tq

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: