Menyewa & Menyetir Mobil di Western USA (April-May 2022)

Road trip di luar negeri ini adalah yang ketiga kalinya kami lakukan. Sebelumnya kami pernah road trip di Canada (2018) dan juga road trip di Inggris & Scotland (2019). Di USA setir mobil ada di sebelah kiri, jadi jalur mobil ada di sebelah kanan. Sama seperti Canada dan terbalik dari Indonesia. Jadi ingat ya, jalur paling lambat adanya di kanan jalan dan jalur paling kiri adalah untuk kendaraan paling cepat atau menyalip.

Tidak harus memiliki SIM Internasional 

Menyetir di USA, tidak harus menggunakan SIM Internasional, melainkan cukup hanya SIM Indonesia saja. Jika diperhatikan, di SIM Indonesia ada terjemahan SIM dalam bahasa Inggrisnya yaitu Driving License. Jika memiliki SIM Internasional sekalipun, tetap harus memperlihatkan SIM lokalnya juga.

SUPPLIER SEWA MOBIL

Awalnya kami pilih “compact car” dari Hertz dan booking nya melalui Argus Car Hire, langganan kami setiap kali harus rental mobil di luar negeri. Yang termurah yaitu “economy car” terlalu kecil menurut kami untuk menjalani road trip selama hampir 2 minggu. Jadi pilihan compact car yaitu mobil Nissan Versa atau sejenisnya. Untuk 11 hari perjalanan dari LA kembali ke LA harganya sekitar 4,6 juta. Ini bukan rental di airport ya, jika pilih airport atau pp di lokasi yang berbeda maka harga bisa beda 2x lipat.

Nah, ternyata setelah booking baru kami baca2 review (salah sih memang, harusnya baca review dulu yah) dan kaget karena kok reviewnya sangat negatif untuk Hertz di LA ini. Dengan nama besar Hertz rasanya aneh, jadilah kami browsing lebih jauh dan menemukan berita bahwa Hertz ini dinyatakan bangkrut karena pandemic COVID. Akhirnya mereka harus jual banyak mobil dan ini keliatannya berpengaruh pada sistem operasional mereka. Bisa baca beritanya di https://www.nytimes.com/2021/06/30/business/hertz-bankrupcty.html

Rental car from AVIS

Tidak mau mengambil resiko, kami putuskan untuk cancel saja karena memang free cancel sih. Cari2 lagi merk lain akhirnya dapat AVIS melalui situs http://my.trip.com dengan harga 6,7 juta dimana bisa diambil di cabang yg tidak jauh dari tempat kami menginap di LA dan dikembalikan ke airport LA. Wah, oke juga nih. Memang lebih mahal, tapi reviewnya bagus dan bisa drop lgsg ke airport, jadi sangat nyaman. Untuk “compact car” standar mereka di website adalah KIA Soul. Pada akhirnya kami mendapatkan mobil Hyundai Kona, bukan yg elektrik ya. Kalo di Indonesia hanya ada yg versi elektriknya nih.

Kerepotan hanya di bagian San Francisco. Awalnya kami mau pp ke SF supaya selama di SF tidak perlu rental mobil. Selain jalanan kota yg katanya kurang bersahabat, di sana pun lagi musim pemecahan kaca jendela mobil oleh para pencuri yang mengambil barang2 dalam mobil. Jadi memang tidak disarankan untuk rental mobil selama di SF. Tapi karena pp dari LA, maka mau tidak mau kami harus tetap bawa mobil selama di SF. Jadinya kami parkir saja mobilnya di tempat menginap dan naik public transport untuk mobilitas. Kami pilih akomodasi di SF yang berada di area cukup aman, yaitu area perumahan lewat airbnb. Untuk hotel yang menyediakan parkir mobil adanya di pusat kota, jadi justru cukup berbahaya dan rentan kena pencurian.

ADDITIONAL DRIVER

Waktu kami rental mobil di Canada, kami bayar tambahan untuk additional driver, supaya bisa nyetir berdua. Waktu di Inggris, karena mobil nya manual dan bayar additional driver lumayan mahal, jadi diputuskan hanya Jeff saja yang nyetir. Kali ini ternyata setelah cari info, kami bisa dapat additional driver secara free karena sebagai spouse. Rupanya ini kebijakan Avis di USA, ada beberapa kondisi yang memungkinkan untuk mendapat fasilitas free additional driver ini, seperti pasangan, kakak-adik, ortu-anak, bos-karyawan dalam business trip, dll. Lengkapnya bisa baca di https://www.avis.com/en/help/usa-faqs/additional-driver

Nah, ternyata memang kebijakan ini sangat bergantung pada wilayah nyetir dan supplier yang dipakai. Waktu kami pakai Dollar (satu grup dengan Hertz) di Canada, yg bisa free adalah membernya. Sementara waktu kami di Inggris walau pakai Budget (satu grup dengan Avis) namun tidak ada kebijakan free tersebut di wilayah Inggris. Jadi pastikan mencari tahu dulu soal kebijakan free additional driver ini sebelum memutuskan rental car di supplier tertentu.

Hyundai Kona, mobil kami selama road trip di Western USA

ATURAN BERKENDARA

Silakan melihat aturan berkendara di Canada, secara umum sama aturannya untuk mengemudi, menyalip, maupun ketika berada di persimpangan jalan. Bedanya, di USA kecepatan mobil dihitung dengan mph atau mile per hour, 1 mile itu setara dengan 1,6 km.

Jalanan di dalam kota banyak highway yang lebar sekali, bisa 5-6 lajur dalam 1 jalanan dengan arah yang sama. Speed nya juga kencang, rata2 sekitar 65 miles per hour atau hampir 110 km per jam. Luar biasa bikin kita cukup tegang karena harus tetap fokus dengan kondisi jalanan. Kata orang2, pengemudi2 mobil di California memang terkenal suka ngebut. Namun jika mendekati area kota, area penyeberangan anak sekolah, area pekerjaan dan belokan2 tajam, hanya boleh sekitar 15 hingga 25 mph.

PARKIR MOBIL

Jika rental car, maka kita perlu memastikan bahwa di hotel2 yang kita pilih terdapat area parkir. Di kota2 besar di Amerika (seperti LA atau SF), banyak hotel tidak menyediakan parkir, jadi harus sewa di tempat khusus parkir mobil. Jika pun ada hotel yang sedia parkir, perlu cek juga gratis atau berbayar. Seperti Las Vegas, ada hotel yang mengenakan biaya parkir dan ada yang gratis. Kalo pakai airbnb, kebanyakan menyediakan parkir gratis tapi di pinggir jalan. Artinya bisa dekat atau jauh dari rumah. Lalu kadang ada papan aturan parkir yang misalnya ga boleh parkir di jam tertentu atau hari tertentu karena ada pembersihan jalan dari pihak pemerintah kota. Ini lumayan nambah repot kalo mobilnya mau ditinggal atau kita mesti pindah2kan mobil sesuai aturan tersebut.

Oya, di sini parkir umumnya paralel di tepi jalan. Tapi jangan parkir di jalan dengan trotoar yang dicat warna merah, ini artinya tidak boleh parkir di situ. Lalu juga jangan parkir yang bertanda disable, ini harus punya kartu khusus yang biasanya digantung di kaca spion depan. Family kami ada yang punya kartu khusus ini karena pernah punya riwayat sakit jantung. Jadi bukan hanya yang berkursi roda seperti lambangnya yah.

Harap parkir mengikuti arah jalan, jika kita parkir di kanan menghadap arah utara, maka mobil harus parkir menghadap arah utara. Kita tidak bisa parkir balik arah di kanan dan menghadap arah selatan.

Khusus di San Francisco yang jalanannya naik turun ekstrim bisa sampai 45 derajat, jika parkir dengan kepala mobil menanjak/menuju atas, maka ban mobil bagian depan wajib dibelokkan ke arah luar. Sebaliknya jika parkir dengan kepala mobil menurun/menuju bawah, maka ban mobil bagian depan wajib dibelokkan ke arah dalam hingga menyentuh trotoar. Pelanggaran terhadap hal ini, akan mengakibatkan tilang. Sedangkan jika parkir di jalan rata, ban mobil depan dibuat rata saja seperti pada umumnya.

Cara Bayar Parkir

  1. Masuk parkiran seperti di Griffith Observatory Los Angeles itu area parkirnya tanpa portal, jadi kita cari mesin untuk bayar. Bisa mesin yang ada di mana saja, karena 1 area parkir hanya punya beberapa mesin saja untuk puluhan atau ratusan mobil. Kita mesti pilih mau parkir berapa jam dan bayar sesuai harganya. Setelah bayar, struknya diletakkan di dashboard mobil agar bisa dicek petugas. Di struk, tertera jam berapa kita harus keluar.
  2. Masuk gedung parkir atau lapangan parkir yang ada portalnya, ambil tiket parkir di mesin sama seperti di Indonesia. Sebelum keluar, cari mesin untuk membayar dengan cara memasukkan tiket parkir tadi. Pembayaran bisa cash atau kartu kredit. Nanti akan keluar struk bukti pembayaran dan tiket yang sudah divalidasi. Nanti tiket ini dimasukkan ke dalam mesin di portal pintu keluar dan portal otomatis akan terbuka.
  3. Jika parkir di pinggir jalan tengah kota, biasanya 1 meteran parkir untuk 1 mobil. Harus bayar segera setelah mobil parkir, bukan saat akan pulang. Gunakan meteran parkir yang persis ada di samping tempat mobil kita parkir karena 1 mesin untuk 1 mobil.

Secara umum biaya parkir di USA tergolong mahal. Ada sih yang gratisan, tapi untuk yang berbayar rata-rata harus mengeluarkan uang minimal $5. Sebagai gambaran biaya parkir :

  • Boardwalk Santa Cruz $5 flat (per hari)
  • Griffith Observatory LA, Disney LA, sebagian Santa Monica $10 per jam
  • Warner Bros LA, Excalibur Las Vegas, sebagian Santa Monica, Horseshoe Bend $15 flat (per hari)

HAL KHUSUS

HOV (High Occupancy Vehicle) Lane atau Carpool dengan tanda diamond, adalah hal yang paling kami sukai selama menyetir di USA. Itu adalah jalur paling kiri dimana hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang berisi 2 orang atau lebih (jika tulisannya 2+). Ada sih yang tandanya 3+ artinya harus 3 orang atau lebih, tapi selama perjalanan, kami belum pernah lihat yang 3+. Jadi ketika jalanan macet, maka jalur paling kiri ini sangat membantu kami memperlancar perjalanan. Bayangin, semua mobil yang bermacet ria itu isinya cuma 1 orang di mobil, waduh, terang aja USA butuh jalanan yang sangat lebar berupa highway ya. Bahkan pembangunan highway masih terus berlangsung.

HOV Lane & FasTrak

FasTrak adalah sistem pembayaran semacam e-toll atau e-money. Jadi ada lajur khusus di paling kiri yang harus bayar dengan FasTrak ini (untuk menghindari kemacetan). Kadang bergabung juga di jalur HOV. Berbeda dengan Indonesia yang menggunakan kartu dan ditempel ke mesin, di USA pakai device yang ditempel di kaca depan mobil. Sehingga bisa terdeteksi langsung saat mobil berjalan. Ini juga berguna untuk pembayaran toll. Di USA jarang sebetulnya ada jalan tol yang harus bayar, tapi ternyata kami secara tidak sadar melewati jalur tol bayar ini.

Jadi ceritanya karena selalu pakai google maps yang tentu mengarahkan jalur terpendek dan tercepat ke tujuan, saat kami dari Yosemite National Park hendak ke San Francisco, google menunjukkan arah lewat jembatan di atas laut (San Mateo Bridge) yg ternyata jalan tol. Kami sudah bingung ketika ada tulisan bahwa masuk jembatan itu harus menggunakan FasTrak atau invoice. Tapi ga bisa mndur juga, ga ada jalan putar balik. Ya sudahlah dijalanin aja lewat gerbangnya. Ga ada portal dan ga ada petugas ya, jadi jalan terus saja biasa.

Harusnya kalo mau menghindari jalan tol berbayar, di google maps harus di set “avoid toll“. Karena sudah terlanjur, kami pun jadi browsing harus bagaimana nih. Berikut beberapa opsinya jika lewat jalan tol berbayar :

  • Keluarkan slot fastrak dari tempatnya agar bisa terdeteksi oleh scanner di gerbang tol. Kalo tidak di “swing open” (seperti kasus kami) jadinya tidak terdeteksi. Nanti biaya tol akan ditagihan ke pemilik fastrak. Jika rental mobil, makan biaya akan ditagihkan ke pihak rental dan pihak rental akan membebankan biaya tersebut ke customer pengguna. Hati-hati, bukan hanya biaya tol yang akan dibebankan tetapi juga biaya pemakaian device fastrak milik rental. Katanya biaya pemakaian tadi bisa lebih mahal dari biaya tolnya sendiri. Jadi sebaiknya hal ini ditanyakan di awal kepada pihak rental.
  • Bayar dalam waktu maksimal 48 jam setelah melewati tol. Kami gunakan cara ini. Masuk ke https://www.bayareafastrak.org/en/tolls/one-time-payment.shtml lalu pilih pay recent toll berdasarkan nomor plat mobil. Masukan data jam berapa melintasi tollnya dan bayarnya menggunakan credit card. Nanti akan ada email konfirmasi jika pembayaran berhasil. Dengan cara ini kami berhasil bayar toll seharga $7. Lumayan mahal ya, tapi mendingan ga kena denda yang bisa sampai $25 kalo dianggap violation/pelanggaran.

Untuk jalan di atas jembatan yang mengarah ke SF seperti Golden Gate dan San Mateo Bridge, itu semua harus bayar toll, tetapi untuk arah keluar SF ternyata gratis. Aneh juga ya.

MENGISI BENSIN

Di USA cara isi bensin nya self-service, sama seperti Canada. Harga juga fluktuatif tiap hari dan berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Jadi silakan gunakan www.gasbuddy.com atau google maps untuk mengetahui lokasi pompa bensin dan harganya. Ada berbagai merk bensin, mulai dari yang terkenal sampai yang ga pernah dengar namanya seperti Shell, Chevron, Costco, Arco, Sinclair, Maverick, dll. Jadi di 1 jalanan bisa ada berbagai merk SPBU dengan berbagai harga yang berbeda. Kami sih pilih yang murah saja, hehe..

Nyetir sendiri… isi bensin sendiri… self service 😉

Ada SPBU Costco yang terkenal dengan harga murah, ini sampai antri panjang banget loh SPBU nya. Namun hanya bisa dibeli oleh customer yang memegang kartu member Costco. Costco ini juga memiliki supermarket grosiran seperti Lotte di sini, yang masuknya juga harus menggunakan kartu member. Jadi kita ga bisa ke sana kecuali ada teman atau family yang punya membernya dan mengantar kita ke sana.

Perbedaan dengan Canada dan UK adalah di USA ini pengisian bensin menggunakan satuan gallon, bukan liter. Jadi harga yang tertera di display tiap SPBU adalah harga per gallon, dimana 1 gallon USA itu kurang lebih 3,8 liter. Nanti cara mengisinya adalah dengan memilih mau bayar berapa dolar, jadi bukan memilih beli berapa gallon. Bisa langsung pencet di mesinnya dan pakai credit card atau masuk ke dalam toko dan bayar ke pegawai tokonya (bisa cash atau pakai credit card). Sama seperti di Indonesia, kita sebut berapa rupiah dan nanti mesin nya di-set berapa rupiah seperti permintaan kita.

Ternyata di USA, kartu kredit Indonesia tidak bisa diproses di mesin pompanya karena mensyaratkan ZIP code USA. Artinya yang bisa digunakan adalah credit card yang billing addressnya di Amerika. Ini berbeda dengan Canada dan UK dimana kartu kredit Indonesia bisa digunakan langsung di mesin pompanya. Akhirnya kami harus selalu membayar ke dalam toko, di sini ada mesin kartu kredit yang menerima kartu kredit Indonesia. Namun begitu, karena harga bayar cash lebih murah daripada bayar pakai card (khusus beli bensin), maka kami selalu bayar menggunakan cash. Kita harus bayar dulu baru bisa mengisi bensin, jadi perkirakan saja mau beli berapa USD untuk mengisi tangki bensin. Di kasir, jangan lupa sebutkan nomor pompa di mana kita akan mengisi tangki bensin mobil.

Sebagai gambaran, untuk mengisi setengah tangki mobil kami yang full tank nya 12 gallon, biasanya sekitar 35-40 dolar. Sesuaikan saja nanti dengan mobil masing-masing dan harga di SPBU nya. Cari info berapa full tank kapasitas bensinnya. Misal jika 12 gallon, maka di indikator bensin tinggal dibagi 8 bagian atau berapa yang terlihat. Sehingga dengan contoh ini, 1/8 bagian membutuhkan 1,5 gallon bensin dan kemudian dikalikan harga per gallonnya. Kami selalu isi bensin yang standar, yaitu RON 87. Kualitas RON 87 di USA dan Canada setara dengan RON 91-92 di Indonesia, karena beda cara menghitung RON nya.

Harga bensin di kota kecil jauh lebih murah daripada di kota besar. Di LA dan SF saat ini harga bensin di kisaran $5,5 per gallon, sedangkan untuk di kota kecil bisa di $4,5 per gallon. Lumayan signifikan ya. Yang mahal juga adalah di tempat terpencil yang tidak ada SPBU lain. Ini bisa sampai $6 per gallon. Harga bensin di USA saat ini memang sedang tinggi dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan lebih dari $1 per gallon nya. Kalo dihitung berarti 1 liternya setara kurang lebih di Rp. 23.000,- wuiiih, mahal bo !

Namun demikian, di sini pemakaian bensinnya cukup irit. Selain teknologi mobil yang baik, juga karena banyak sekali jalan highway atau freeway yang memungkinkan mobil dipacu dengan cepat sehingga hemat bensin. Konsumsi bensin mobil kami adalah 1 gallon : 39 miles atau setara dengan 1 liter : 16,8 km. Luar biasa irit ya !

HAL-HAL LAIN

Sama seperti mobil rental kami di Canada, mobil kali ini juga memiliki fungsi cruise control yang hampir selalu kami pakai saat mengendara. Detail mengenai cruise control ini bisa dibaca di road trip Canada ya. Bedanya yang kali ini ketika jarak mobil kita sudah dekat dengan mobil di depan, system tidak otomatis mengurangi kecepatan, jadi kita harus rem manual. Lebih canggih cruise control nya Toyota Corolla daripada Hyundai Kona nih.

Total perjalanan menyetir kami kali ini adalah 2614 miles atau 4.182 km. Sebagai gambaran, itu seperti nyetir dari Aceh ke Jakarta terus ke Surabaya balik lagi Jakarta. Jauh banget ya. Ini perjalanan menyetir mobil kami yang terjauh dalam 1 periode liburan. Malah jaraknya melebihi jarak Route 66 yang sangat legendaris di USA, mulai dari Chicago dan berakhir di Santa Monica pier Los Angeles. Bisa lihat lengkapnya di https://www.route66roadtrip.com/route-66-maps.htm.

Kami sempat mengunjungi Kingman Arizona dan Santa Monica Pier untuk berfoto di penanda route 66 ini.

Di Indonesia saja paling jauh kami menyetir dari Jakarta ke Solo pp. Di Canada dan UK juga hanya sekitar 2.000 km loh. Wuiiih… rekor ! Jarak tempuh terjauh dalam 1 hari adalah 443 miles dengan rute Las Vegas ke Page, lewat Kingman dan Grand Canyon South Rim. Rute perjalanan keseluruhan bisa dilihat di postingan persiapan Western USA (2022).

Selama menyetir di sana, kami sangat mengandalkan Google Maps sebagai panduan arah walaupun jangan kaget kalo di daerah pedalaman seperti di gurun atau national park, sinyal bisa hilang2. Semua tujuan kami, kami saved di Google Maps. Kami juga mematikan Google Maps selama ada di highway jika jaraknya puluhan mil agar bisa hemat data internet. Tapi berdasarkan pengalaman kami, biasanya kami terlambat tiba di tempat tujuan akhir sekitar 30 menit hingga hampir 2 jam karena :

  1. Kecepatan menyetir kami yang patuh pada Speed Limit sementara sepertinya pengendara lain over limit
  2. Kami sering berhenti jika ada tempat yang menyajikan pemandangan indah di sepanjang jalan. Akibatnya kadang ada tempat2 yang terpaksa kami skip karena waktunya tidak keburu

Untuk perjalanan selama di USA, kami selalu menyetir bergantian. Kalo sendirian ga bakal sanggup, apalagi kami tiap hari pindah kota. Jadi biasanya saat menyetir di freeway yang puanjaaaang banget, Diana nyetir dan Jeff tidur. Nanti kalo udah cape ya gantian Jeff nyetir dan Diana yang tidur. Di sisi lain, menyetir bergantian juga memberikan kesempatan kepada yang tidak menyetir untuk menikmati pemandangan alam di sepanjang perjalanan yang memang spektakuler. Kalo mau istirahat di jalan, bisa di rest area atau cari SPBU terdekat. Biasanya ada minimart bisa beli makanan/minuman, atau ada gerai fast food dan ada free toilet.

Ada fungsi yang baru kami tahu di mobil kami, yaitu “lane following assist“. Jadi saat menyetir kalo mobil agak menyimpang ke kiri atau ke kanan dan melindas garis marka jalan, maka icon mobil di display akan berubah warna dari hijau ke putih dan akan ada bunyi alarm yang mengingatkan. Bunyinya sama seperti peringatan jika tidak pakai seatbelt. Jika kita pindah jalur tanpa kasi lampu sen, maka alarm ini juga akan bunyi. Namun jika pindah jalur dengan kasi lampu sen, maka alarmn nya ga akan bunyi. Pinter banget ini mobil !

Kami juga berkesempatan menaiki mobil Tesla SUV (elektrik) yang lebih pinter lagi. Bisa nyetir dan parkir sendiri loh ! Ini milik teman Diana yang tinggal di LA, ceritanya ada di USA part 3.

Bisa baca kisah perjalanan sampai USA di sini

Perjalanan road trip dimulai di USA part 1 – Los Angeles

,

Categories: 2020-2024, AMERICA, USA | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: