Ciwidey : 15-17 Oktober 2022

Prolog

Perjalanan kami ke Ciwidey kali ini adalah untuk merayakan hari ulang tahun kami berdua di bulan Oktober. Tahun lalu, kami pernah menginap juga di Ranca Upas, Ciwidey (2021). Hawa yang dingin dan penginapan yang menyatu dengan alam memang menjadi daya tarik untuk area Ciwidey ini. Karena masih dalam era COVID, walau sudah melandai, namun kami masih tetap berusaha memilih tempat menginap yang private. Jadinya kami memilih 1 malam di Glamping (Glamour Camping) Legok Kondang dan1 malam di Glamping Lakeside Rancabali.

Harga untuk glamping di Ciwidey ini tergolong mahal menurut kami, karena menjual nuansa tenda tapi harga setara hotel bintang 4 atau 5. Untuk Glamping Legok Kondang, kami ambil Luna Tent di harga 3,5 juta per malam. Sementara untuk Glamping Lakeside Rancabali kami ambil Lakeside Tent di harga 1,5 juta per malam. Mari kita coba, seperti apakah rasanya menginap di glamping mahal ini ?

Day 1

Kami berangkat Sabtu subuh dengan tujuan Bandung terlebih dahulu untuk sarapan. Setelahnya, barulah kami menuju Ciwidey dengan masuk tol Cipularang dan menyambung ke tol Soroja (Soreang-Pasirkoja). Pengalaman kami tahun lalu, pada hari Minggu siang, sejak keluar tol hingga Ciwidey kondisi lalu lintasnya sangat macet. Namun kali ini, hari Sabtu siang, ternyata jalanan sangat lancar, tidak ada kemacetan. Jadi lebih baik menuju Ciwidey di hari Sabtu saja daripada Minggu untuk menghindari macet.

Kami makan siang dulu di resto Sindang Reret Ciwidey seperti tahun lalu. Baru kemudian menuju Legok Kondang menggunakan bantuan google maps. Jalanan lancar namun menanjak dan tidak terlalu mulus, jadi siap terguncang2 ya. Terakhir ada bagian tanjakan curam, dimana jalanan hanya muat untuk 1 mobil. Jadi butuh mobil yang prima dan skill yang memadai dalam menyetir. Jangan kuatir, sebelum tanjakan curam sudah ada beberapa orang yang berjaga. Salah satunya staf dari Legok Kondang. Jadi mereka akan membantu mengatur lalu lintas mobil naik/turun supaya tidak berpapasan.

Glamping Legok Kondang

Mobil kami bisa masuk sampai ke tempat parkir dekat Luna Tent. Jadi tidak terlalu jauh untuk bawa barang dari mobil ke tenda. Walau namanya tenda, tapi bentuknya seperti villa atau bungalow kayu yang mewah. Atapnya saja yang dibuat menyerupai terpal kemah. Tapi secara umum semua dinding kokoh dan bisa ditutup rapat, sehingga kamar bisa cukup hangat di tengah cuaca luar yang dingin. Kamar ini mayoritasnya dindingnya adalah kaca, sehingga bisa melihat pemandangan di sekitar kamar yang asri.

Our Room

Kami cukup takjub dengan suasana kamar, luas banget dan sangat nyaman. Sudah ada dekorasi ulang tahun kami berdua yang cantik di atas ranjang. Baru kali ini kami dapat balon sebagai dekor, biasanya terbatas pada kelopak bunga, handuk hias dan tulisan. Suka banget dengan service dari tim Glamping Legok Kondang, thank you !

Ada 2 extra bed berupa kasur empuk dengan bantal dan selimut. Memang kapasitas tenda ini adalah max. 4 orang. Jadi bed, cangkir, sandal kamar, handuk, sikat gigi, semua memang sudah di set-up utk 4 orang. Ada smart TV yang sudah terkoneksi dengan youtube, netflix, dsb. Ada juga speaker yang bisa konek dengan bluetooth hp kita.

Pernak pernik bedroom dan bathroom

Untuk minibar standar ada kopi, teh, gula dan creamer. Plusnya kita dapat buah apel, pir, snack makaroni pedas dan biskuit mini. Fasilitas kamar ada kulkas, pemanas air, dan dispenser air galon. Jadi ga usah kuatir dengan air minum. Selain cangkir disediakan juga 4 botol minum plastik yang bisa diisi dan dibawa2.

Kamar mandinya lega banget dan bersih. Yang kami salut, semua amenities yang diberikan itu kualitasnya top. Untuk sabun cair, shampoo, lotion gitu semua produk impor made in Italy. Sikat gigi, sandal kamar semua bagus, di atas rata2 yang umumnya diberikan di hotel2.

Teras belakang yang wow

Di teras belakang kamar ada bathtub beserta dengan salt bath yang wangi dan kualitasnya oke. Bath tub ini semi open air, artinya tidak kehujanan karena ada atap, tapi memang terbuka alias tidak ada dinding nya. Nyambung dengan kolam renang dan spider web (jaring buat tidur2an). Ada pintu dekat bathtub yang nyambung ke kamar mandi, jadi kalo basah dari kolam renang atau bath tub, ga harus lewat kamar tapi bisa langsung ke kamar mandi. Layout begini banyak diterapkan villa2 di Bali.

Kolam renang air hangat di cuaca dingin, mantap !

Private pool ini bentuknya infinity pool yang menghadap ke hutan. Jadi betul2 seperti pool di area Ubud Bali. Airnya hangat loh, bahkan jadi terasa panas karena suhu udara Ciwidey yang dingin banget. Ini kombinasi yang ga ada di Bali. Kombinasi private pool air panas dengan suhu udara dingin ini mirip banget dengan pengalaman kami di Novus Giri Resort & Spa, Puncak (2019).

Suasana kamar yang nyaman dan fasilitas lengkap bikin kita betah di kamar. Cocok banget lah buat honeymoon atau quality time bersama keluarga. Karena lokasi jauh dari mana2, maka untuk makanan sebaiknya bawa bekal saja, atau bisa juga pesan room service sih tapi menu terbatas. Oya, jangan taro makanan di teras belakang tanpa pengawasan, karena suka ada kucing yang loncat dari bawah ke teras ini dan bisa mengambil makanan kita.

Perubahan suhu dan kabut yang turun tebal

Menjelang sore hari, sempat gerimis dan turun kabut tebal. Betul2 terasa sekali perubahan view dari teras belakang. Saat kabut betul2 jadi putih, ga terlihat apapun. Suhu di sini beneran dingin ya, jadi siapkan pakaian tebal. Kalo mau, petugas glamping bisa menyalakan api unggun di depan kamar sekitar jam 7 malam, tinggal request saja. Ini ada di area halaman bersama dengan tenda2 lain. Tapi kami lebih nyaman berada di kamar yang hangat saja kali ini. Pada malam hari suhu luar kamar terpantau sampai 13 derajat celcius. Wuiih, seperti suasana di luar negeri gitu saat musim semi/gugur.

Day 2

Bangun pagi jam 6, suhu masih berkisar 13 derajat celcius. Bayangkan bedanya dengan Jakarta/Tangerang yang suhunya berada di kisaran 30 derajat. Alamak !

Untuk sarapan terbagi atas 2 sesi, semuanya diantarkan ke kamar. Jam 7 pagi, diantarkan Indonesian breakfast, yaitu nasi goreng lengkap dengan telur, ayam goreng, bihun dan kerupuk. Kemudian jam 8 pagi diantarkan berbagai menu untuk floating breakfast. Ada bubur mix ketan hitam dan kacang hijau, American breakfast (roti, selai coklat, selai strawberry, taburan keju, omlet, kentang wedges), susu, jus, chocolate chip cookies, dan aneka buah potong yang macamnya sampai 8 !

Our Breakfast

Kami sih cukup kenyang dengan sarapan sesi 1, jadi floating breakfast nya ditunda sampai sekitar jam 9 sekalian berenang. Itu pun makan sebagian dulu. Selebihnya dimasukkan kamar, untuk nyemil sampai jam 12 siang pas check-out. Porsi sarapan yang banyak dengan lagi2 kualitas makanan yang oke (buahnya bagus2) betul2 memuaskan deh !

Floating breakfast di sini tidak kalah dengan floating breakfast saat kami di Bali (2021) merayakan wedding anniversary kami. Waktu itu juga kami menginap di villa dengan dengan private pool.

Happy !

Semalam di sini, kami benar2 puas menikmati suasana dan fasilitas kamar yang tersedia. Jadi, apakah worth menginap di sini dengan harga yang relatif mahal ? Buat kami, Worth it ! Ada alternatif tenda lain juga dengan harga dan fasilitas berbeda. Bisa cek ke IG: glamping_ciwidey

Oke, saatnya lanjut ke Glamping Lakeside Rancabali. Ini masih 1 grup sebetulnya dengan Legok Kondang, tapi beda manajemen dan beda lokasi. Jadi reservasinya juga sendiri2.

Glamping Lakeside Rancabali

Dari jalan raya, masih cukup jauh untuk masuk ke dalam kawasan glamping ini. Ini adalah area wisata yang dibuka untuk umum dengan atraksi utama adalah Situ Patenggang. Jadi bukan hanya tempat menginap saja. Karena itu ada pos/loket dimana mobil dan orang yang masuk harus bayar. Kami sih tidak perlu membayar karena gratis buat tamu yang menginap. Ini berlaku untuk tamu yang menginap di Lakeside Rancabali ini maupun yang menginap di Legok Kondang. Ya itu tadi, karena masih 1 grup.

Dari loket hingga ke area wisata/tempat menginap, masih cukup jauh, sekitar 10 menit berkendara melalui perkebunan teh di kanan kiri jalan. Nah, untuk tamu menginap (di 2 glamping tadi) dapat menikmati berbagai wisata di tempat ini secara gratis. Pertama, kami jalan2 dulu ke rabbit park.

Taman Kelinci

Di sini seru karena kelincinya banyak dan ada dimana2. Mereka bebas jalan2 sendiri karena memang ada area yang tidak dipagari. Jadi bisa berpencaran ke mana2. Bisa kasi makan wortel juga kalo mau. Yang bawa anak2 pasti senang sekali deh di sini.

Dari sini kami ke Pinisi Resto, restoran yang berbentuk kapal Phinisi, terletak di ketinggian dan menghadap Situ Patenggang. Untuk ke resto ini, pengunjung bisa menyeberangi suspension bridge dari bagian belakang kapal atau juga naik tangga dari bagian samping kapal.

Pinisi Resto

Ada pilihan makanan model warteg, jadi ada berbagai lauk makanan yang sudah tersedia di dekat kasir dan tinggal tunjuk saja mau yang mana. Bisa juga pilih dari menu, tapi ini menu simple berkisar nasi goreng, nasi ayam, snack, gitu2 aja sih. Hari Minggu ini suasana resto ramai sekali oleh pengunjung. Jadi foto2 di atas adalah saat kami foto2 esok hari pas sarapan, jadi kosong, hehe..

Setelah makan, kami pun menuju tenda kami, model lakeside tent, jadi berada persis di depan Danau / Situ Patenggang. Mobil bisa parkir persis di samping tenda kami. Kali ini kamarnya betul2 berupa tenda. Bagian lantai dan sedikit dinding saja yang dari kayu, selebihnya betulan terpal. Pembatas balkon dan kamar pun hanya berupa terpal tenda yang bisa dibuka dengan cara digulung ke atas, bukan pintu. Ini baru betulan camping yang modern, hehe..

Our lakeside tent

Ada juga compliment dekor birthday di kamar berupa balon, tulisan dan handuk hias, walau sangat sederhana. Tidak ada dispenser, kulkas, TV, dan amenities di kamar mandi. Artinya yang menginap di sini memang tujuannya adalah untuk benar2 menikmati alam. Betul sih, dari balkon kami bisa duduk2 menikmati pemandangan danau yang sangat cantik. Back to nature !

Karena cuaca sore ini tidak hujan, maka kami memutuskan untuk langsung menuju Rengganis Suspension Bridge. Ini salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi gratis jika menginap di legok kondang atau lakeside rancabali. Hanya perlu bayar parkir saja Rp.5.000. Asyik ya. Jembatan gantung ini berada sekitar 6 km dari kompleks Lakeside Rancabali, naik mobil sekitar 20 menit.

Rengganis Suspension Bridge

Jembatan gantung Rengganis ini baru dibuka bulan Mei 2022 yang lalu. Hebatnya, ini adalah suspension bridge terpanjang se-Asia Tenggara, dengan panjang 370 meter dan ketinggian 75 meter. Keren ! Ini bahkan 2x lebih panjang daripada Capilanos Suspension Bridge yang terkenal di Canada. Cerita kami naik jembatan Capilanos bisa lihat di trip Vancouver Canada (2018).

Keamanan jembatan ini sudah terjamin, namun buat yang kurang PD, disediakan tali pengaman yang dicantolkan ke kawat baja sepanjang jembatan. Kalo kami dan kebanyakan wisatawan, lebih memilih untuk jalan bebas. Pas berkabut juga nih, jadi di tengah2 jembatan kami masuk dalam kabut putih, seru banget ! Di sebelah kiri jembatan, di kejauhan, kita bisa melihat asap putih mengepul dari kawah Rengganis.

Kawah Rengganis

Sampai di ujung jembatan, kami melanjutkan jalan kaki ke kawah Rengganis. Letaknya sekitar 200 meter dari ujung jembatan dengan jalan menurun, cukup aman untuk dilalui. Di kawah ini, ada kolam pemandian air panas alami. Ciri khas kawah juga ada bau belerang yang cukup menyengat dan kepulan asap belerang dimana2.

Kami balik lagi nyebrang jembatan ke titik awal. Di sini ada Kinara Resto yang menyediakan free welcome drink untuk pengunjung, yaitu teh Walini dengan pilihan rasa original, black tea atau lychee tea. Lumayan bisa santai2 dulu di sini menikmati minuman panas di tengah cuaca dingin. Ada jual makanan juga di sini kalo mau.

Kembali ke glamping sekitar jam 5 sore, di perjalanan kabut sudah turun cukup tebal. Kami sampai harus menyalakan lampu mobil saat di perjalanan. Selama di tenda, kami merasa betul2 kedinginan karena temperatur menyentuh suhu 11 derajat celcius. Lebih dingin dari di Legok Kondang dan ingat, angin dingin bisa berhembus ke dalam karena tidak ada pintu balkon. Jadi buat yang ingin merasakan musim dingin (winter) sambil memandang danau datang saja ke sini. Kami betul2 merasa ini seperti waktu kami di Scandinavia (2016), baik dari segi cuaca maupun pemandangannya. Luar biasa deh !

Day 3

Pagi ini kami bangun dan disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Ada matahari tertutup kabut di kejauhan, sehingga pemandangan danau jadi eksotis gitu. Bagi yang ingin menginap di sini, bisa cek IG : lakeside_rancabali soalnya banyak tipe tenda dengan lokasi dan harga yang beda2. Yang pasti kalo mau paling dekat danau yah tipe lakeside ini sih !

Situ Patenggang dan tenda di sekitarnya (area tenda kami)

Setelah bersantai menikmati danau di pagi hari, kami pun bergerak ke Pinisi Resto untuk sarapan. Kali ini resto sangat sepi, tidak ada pengunjung. Kami yang pertama datang untuk sarapan, kemudian disusul ada 2 keluarga setelah itu. Sarapan berupa prasmanan dan menunya cukup lengkap. Salut banget, padahal sampai kami selesai sarapan rasanya hanya ada sekitar 5 keluarga yang sarapan. Tapi tetap disediakan prasmanan dan bukan ala carte ya.

Ada wahana golesat yang belum kami coba karena kemarin hari Minggu ramainya parah banget. Sekarang saat yang tepat, karena hari Senin pagi jadi kosong. Ini seperti sledge gitu, meluncur di circuit dari atas ke bawah pakai kendaraan yang ada setirnya tapi ga pake mesin. Turunnya satu2 dan sebaiknya berjarak cukup jauh supaya kalo sledge di depan ngerem, kita ga nabrak. Ternyata asik sekali nih ngebut pake sledge ini. Tapi kalo di belokan rem dikit ya, hati2 nanti terguling.

2x naik golesat yang seru

Saking asiknya, kami jadi naik 2x putaran. Jatah naik golesat ini free 1x per orang untuk 1 malam menginap. Karena kami 1 malam di Legok Kondang dan 1 malam di Lakeside Rancabali, jadi hitungannya bisa dapat jatah free 2x naik golesat per org. Puas deh !

Di kompleks Lakeside Rancabali ini ada kebun petik strawberry milik Glamping. Tapi ini lokasinya lumayan jauh dari dari area danau. Harus berkendaraan sekitar 5 menit dari danau baru sampai. Ini perkebunan strawberry yang sangat luas dan banyak sekali pohon strawberrynya. Namun saat ini sedang musim hujan, jadi bukan musim yang baik untuk strawberry. Kami berkeliling dan tidak melihat strawberry yang siap untuk dipetik. Di sini bisa petik sendiri dengan harga Rp. 70.000,- per kg dan ada diskon jika tamu hotel.

Kebun strawberry, spider web dan jembatan apung

Ada juga fasilitas spider web dan ayunan gantung untuk foto2, yang bisa diakses free untuk tamu hotel. Kemarin hari Minggu penuh sekali, tapi sekarang tidak ada orang sama sekali, hehe.. Memang lebih puas jika menginap di sini saat weekday. Masih ada jembatan apung untuk nyebrang danau dan kapal yang bisa digunakan untuk mengitari danau. Ini sih berbayar semua ya. Tadinya kami mau naik, tapi pas hujan mulai turun rintik, jadi kami pilih balik ke kamar saja.

Nah, saatnya pulang. Setelah check-out, kami cari lunch di jalan dan akhirnya memilih makan di Saung Gawir. Ini recommended juga ya, ada saung buat makan lesehan, toilet banyak dan bersih, makanan juga enak2 dengan harga terjangkau.

Pepes Majalaya Bandung

Tepat sebelum masuk pintu tol, ada penjualan pepes ikan mas majalaya yang biasa kami beli di Bandung. Baru tau ternyata ada juga titik jualnya nih di Ciwidey, berupa mobil. Wah, langsung saja kami mampir dan beli karena pepes ini enak banget ! Buat yg belum pernah coba, bisa lihat alamat2 jualnya di foto. Recommended banget !

Epilog

Perjalanan ke Ciwidey kali ini benar2 berkesan dan cocok buat refreshing karena mendekatkan diri kita dengan alam. Kalo mau liburan luxury, Glamping Legok Kondang pilihan yang pas. Kalo mau back to nature, ngerasain camping nyaman pinggir danau bisa pilih Glamping Lakeside Rancabali. Habis liburan jadi semangat nih buat kembali bekerja, dan tentunya kembali merencanakan liburan selanjutnya.

Next.. kira2 mau kemana ya ? We’ll see…

Categories: 2020-2024, ASIA, INDONESIA, Java, Jawa Barat | Tags: , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Ciwidey : 15-17 Oktober 2022

  1. Poolnya kayak hotel-hotel yang ada di Bali. Cakep banget ya mbak-bang.

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: