Advertisements

Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 1)

Prolog

Traveling ke Eropa ga akan pernah habis-habis, karena benua Eropa itu memang luas sekali. Sebagai gambaran berdasarkan letak geografisnya, Eropa bisa dibagi menjadi

  • Eropa Barat (Western Europe) : paling terkenal di antara bagian Eropa lainnya sebagai destinasi umum dan favorit untuk traveling, seperti Perancis, Belanda, Belgia, Luxembourg, dsb
  • Eropa Tengah (Central Europe) : Croatia, Slovakia, Czech Republic, Hungary, Poland, Slovenia

Untuk Swiss dan Jerman ada yang menggolongkan ke dalam Eropa Barat ada juga yang menggolongkan ke dalam Eropa Tengah. Sedangkan Austria dan Slovakia, ada yang menggolongkan ke dalam Eropa Tengah ada juga yang menggolongkan ke dalam Eropa Timur. Tergantung acuan mana yang mau dipakai memang. Ga usah diperdebatkan lah ya, karena memang tidak ada batasan yang jelas untuk ini, hehe..

  • Eropa Timur (Eastern Europe) : Estonia-Latvia-Lithuania biasa disebut negara Baltic, pecahan Uni Soviet seperti sebagian Rusia, Ukraine, Belarus, Moldova, dsb
  • Eropa Selatan (Southern Europe) : biasa disebut wilayah Mediteranian yaitu Spanyol, Italy, Portugal, Andorra, Yunani, Malta, dsb.
  • Eropa Utara (Northern Europe) : Denmark-Sweden-Norway biasa disebut dengan negara Scandinavia, sedangkan jika ditambah dengan Finland dan Iceland disebut Nordic Country.

Negara2 di Eropa Barat dan Tengah sudah pernah kami rasakan dan bisa dibaca pada trip Europe (2012). Nah, kali ini kami ingin mengunjungi Eropa Utara yang dikenal cantik namun jarang dikunjungi backpacker. Kenapa bisa begitu ? Karena mahal ! Jika paket tour 2 minggu ke negara Eropa Barat dijual di harga sekitar 20-30 juta per orang, maka paket tour ke Eropa Utara dijual di harga sekitar 40-50 juta per orang. WOW !!!

Negara2 Eropa Utara termasuk paling tinggi pendapatan per kapitanya di seluruh dunia alias negara2 termakmur. Bahkan Denmark selalu masuk dalam daftar negara dengan penduduk paling bahagia di dunia. Masalahnya, turis yang ke sana harus siap dengan biaya hidup yang tinggi, sesuai dengan pendapatan penduduk lokal sana. Apalagi kami hendak pergi saat summer yang termasuk musim liburan alias high season. Harga tiket dan akomodasi melonjak naik dibandingkan musim2 yang lain.

Kalo gitu jangan summer dong ya harusnya ? Ini dia masalahnya. Negara2 Eropa Utara itu kalo ga summer bakalan dingin banget. Pas summer saja, suhu di sana sekitar 10-20 derajat. Hihi.. itu kalo di Indonesia udah dingin buangeeeet. Mau liat Aurora Borealis di langit Utara saat winter ? Siap2 dengan suhu -25 derajat yah.

Tapi percayalah, di mana ada niat di situ ada jalan. Kali ini kami mau mencoba menjelajah Eropa Utara dengan biaya sehemat mungkin, walaupun summer ! Jika dahulu kami keliling 8 negara Eropa Barat & Tengah dalam 2 minggu saat spring (musim semi) dengan biaya 35 juta berdua all in, maka untuk keliling 4 negara Eropa Utara selama 2 minggu saat summer (musim panas) budget kami adalah 45 juta berdua all in. Apakah bisa ? Kita coba buktikan ya..

 

Persiapan yang kami lakukan

  1. Tentukan destinasi

Destinasi yang kami pilih yaitu 3 negara Scandinavia + Finland, karena Finland sudah cukup dekat dengan Sweden, jadi sekalian saja. Sementara Iceland harus ditunda di lain waktu karena letaknya jauh sendiri. Kota2 yang dikunjungi adalah ibukota dari negara2 tersebut, yaitu Oslo, Copenhagen, Stockholm dan Helsinki. Selain itu ada kota tambahan yang dikunjungi karena rekomendasi orang2, yaitu Bergen di Norway, kota2 yang dilalui sepanjang rute Oslo-Bergen dan Porvoo dekat Helsinki.

  1. Cari tiket pp yang murah

Tiket promo kami dapatkan dari Opodo.com dengan maskapai Turkish Airline. Rutenya Singapore-Oslo dan Helsinki-Jakarta. Mengapa start dari Singapore ? Karena harga tiketnya bisa berbeda sekitar 4 juta jika start dari Jakarta. Wow… signifikan dong bedanya. Padahal tiket Jakarta-Singapore bisa kami dapat seharga 500 ribu rupiah saja. Tiket Turkish Airline kami harganya 1.392 euro atau sekitar 10 juta-an rupiah pp per orang. Cukup murah sih, mengingat harga saat summer, pp dari kota berbeda (open jaw / multi city) dan tujuan kami memang negara Eropa Utara yang lebih mahal daripada tiket ke negara Eropa Barat. Apalagi dapat transit di Istanbul dan bisa mengikuti free city tour di Istanbul nya. Asiiiik….nambah satu negara lagi yang kami bisa kunjungi. Namun harus kami akui, ini adalah tiket termahal yang pernah kami beli dalam sejarah traveling kami !!

  1. Itinerary yang Efisien

Setelah dapat tiket pp nya, mulailah kami menyusun itinerary. Tentu dengan memperhitungkan rute yang efisien dan transportasi antar kota yang tidak mahal. Akhirnya jadilah itinerary berikut :

Before Day 1 : Jakarta – Singapore – Istanbul

Day 1 : Istanbul – Oslo

Day 2 : Oslo

Day 3 : Norway in a nutshell ala Pasangan Traveling

Oslo – Myrdal – Flam (by train)

Day 4 : Norway in a nutshell ala Pasangan Traveling

Flam – Gudvangen (by ferry) Gudvangen – Voss (by bus) Voss – Bergen (by train)

Day 5 : Bergen

Day 6 : Bergen – Copenhagen (by flight)

Day 7 : Copenhagen

Day 8 : Copenhagen

Day 9 : Copenhagen – Stockholm (by train)

Day 10 : Stockholm

Day 11 : Stockholm – Helsinki (by ferry)

Day 12 : Helsinki

Day 13 : Helsinki – Porvoo – Helsinki (day trip by bus)

Day 14 : Helsinki

Day 15 : Helsinki – Istanbul (free city tour)

After Day 15 : arrive Jakarta

 

Catatan Norway in a nutshell :

Untuk Norway, memang highlight yang selalu disebutkan adalah mengikuti tour Norway in a Nutshell (NiN). Katanya inilah cara paling mudah untuk menikmati fjord dan keindahan alam Norway dalam waktu terbatas. Cuma harganya cukup fantastis, resminya adalah NOK.1770 per orang. Waduh, hampir 6 juta berdua, berasa banget kalo budget terbatas. Setelah browsing2, kami pun menemukan bahwa sebetulnya tour NiN ini hanyalah perpaduan berbagai mode transportasi dari Oslo ke Bergen atau Bergen ke Oslo dan bisa dilakukan sendiri sebetulnya. Selain itu karena tour ini sangat populer, maka tentunya kami harus mengikuti jadwal transportasi bersama dengan ratusan orang lainnya. Ga nyaman yah.

Akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti rute dan mode transportasi sesuai tour NiN, tapi kami book sendiri semua transportasinya dari situs masing2, tidak melalui jalur tour. Nah, karena book sendiri, otomatis kami pun lebih leluasa memilih waktunya. Secara harga, jika bisa membeli tiket saat promo (jauh-jauh hari) maka harga akan murah. Namun jika mepet2 tentunya mahal. Total sekitar 1200 NOK per orang untuk rute NiN ala Pasangan Traveling ini atau tidak sampai 4 juta berdua. Hemat banyak kan ?!

Walau tour NiN bisa diselesaikan dalam sehari penuh, namun kami memilih untuk membagi rute tersebut dalam 2 hari, supaya lebih santai. Akibatnya kami pun memutuskan untuk bermalam di Flam, kota turis yang cantik namun tidak mungkin mencari host CS di sana. Ya sudahlah, khusus yg ini kami harus rela menginap di hostel. Toh, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sendiri semua transportasinya + harga hostel di Flam tetap lebih murah daripada biaya tour NiN !!

Untuk rute Stockholm – Helsinki, kami menggunakan overnight ferry sehingga tidak perlu mencari akomodasi lagi. Berangkat sore hari dari Stockholm dan tiba pagi hari di Helsinki.

  1. Apply Visa

Nah, jangan lupa untuk apply visa Schengen ya untuk bisa memasuki Eropa Utara ini. Kami apply visa schengen melalui Norway. Selengkapnya bisa dibaca di Mengurus Visa Schengen : Norway (2016).

Selain visa Schengen, kami pun apply visa Turki karena berencana untuk jalan2 di Istanbul. Walau hanya day trip, bahkan city tour gratis yang diadakan untuk peserta transit, namun tetap harus punya visa Turki. Untungnya apply visa Turki sangat mudah dan cepat. Butuh waktu hanya 5 menit di depan laptop dan visa pun dikirimkan dalam bentuk pdf. Selengkapnya bisa dibaca di Visa Turkey (2016).

  1. Akomodasi gratis

Mencari akomodasi hotel/hostel di Scandinavia harganya bikin terkaget2. Harga menginap 2 orang di hostel, bisa sama dengan harga menginap 1 kamar di hotel bintang 4 di Jakarta. Harga menginap di hotel ? Di atas 5 juta per malam !! Ini harga pas summer yah, saat high season memang. Ga percaya ? Coba aja cek sendiri di booking.com. Menggunakan Airbnb (rumah penduduk lokal yang disewakan) agak lebih murah, tapi tetap saja lumayan mahal untuk kami. Kami kan maunya gratis nih. Iyalah, inget… tadi budget cuma 45 juta untuk berdua, potong tiket pesawat dan transportasi lain sudah berapa puluh juta tuh ? ga cukup lah kalo mau bayar akomodasi lagi.

Kami tidak punya saudara dan teman di area Scandinavia yang bisa ditumpangi. Satu2nya cara untuk menyiasati mahalnya biaya akomodasi adalah dengan memanfaatkan jaringan pertemanan seluruh dunia, yang selama ini sudah banyak membantu kami, yaitu CouchSurfing (CS).

Permasalahan muncul saat kami mencari host melalui CS ini. Ternyata saat summer sangat sulit mencari host di negara Eropa Utara ini. Ada 2 alasan biasanya : mereka juga pergi traveling karena summer holiday dan host yang tidak traveling akan kelimpahan permintaan request karena summer memang musim turis. Karena mahalnya biaya transportasi di Eropa Utara, otomatis host favorit yang paling dicari adalah yang tinggal di area pusat kota.

Akhirnya kami pun mencari host CS yang tinggal cukup jauh dari pusat kota. Walau biaya transportasi cukup mahal, namun tetap jauh lebih murah daripada biaya hotel/hostel. Lagipula biaya transportasi biasanya bisa tetap hemat dengan membeli transportation pass yang berlaku di kota tersebut. Lega banget setelah dapat host di semua kota yang kami singgahi, yaitu : Oslo, Bergen, Copenhagen, Stockholm dan Helsinki. All done !

  1. Travel Light

Berhubung kami tidak memiliki kota terminal untuk menaruh koper seperti saat kami ke Eropa tahun 2012, maka kami harus meminimalkan barang bawaaan. Kebayang dong kalo harus pindah2 kota sambil geret2 koper besar terus ? Belum kalo harus taro koper di locker, haduh ribet dan mahal deh bakalan. Apalagi pesawat Bergen-Copenhagen yang kami beli tidak memberikan jatah bagasi gratis. Jadilah kami bertekad untuk mencukupkan diri dengan bawaan cabin. Satu koper cabin dan satu ransel trolley. Berdua ga sampe 20 kg ? Cukup ? Haha… Harus cukup !! Itu salah satu tantangan traveling yang kami sukai.

1 ransel + 1 koper kabin utk trip kali ini

1 ransel trolley + 1 koper kabin utk trip berdua kali ini

Alokasi Budget 

Mau tau berapa dana yang sudah kami keluarkan untuk persiapan ini ?

  • Tiket pesawat pp Turkish Airline + Lion = 21 juta
  • Tiket transportasi antar kota/negara (pesawat, train, bus, ferry) = 6,8 juta
  • Hostel di Flam = 1 juta
  • Visa Schengen + Travel Insurance = 3,2 juta

Semua itu biaya untuk 2 orang ya. Wah, sudah 32 juta nih untuk tahap persiapan, belum aktual nya loh.. Hm.. kira2 bisa ga ya sesuai budget ? Atau bakalan tekor nih ? Jalan dulu aja deh ya… sekalian pembuktian, hehe..

Catatan soal Mata Uang & Kurs

Setiap negara yang kami kunjungi memiliki mata uang yang berbeda-beda. Wah, ini bakal jadi pengalaman menarik sekaligus memusingkan. Berbeda jauh dengan trip Europe lalu yang hanya bermodalkan Euro dan sedikit Swiss Franc, dimana semuanya bisa dibeli di Indonesia. Sedangkan untuk krone negara Scandinavia sangat sulit didapatkan di Indonesia.

Norway : mata uangnya Norway Krone atau NOK, 1 NOK setara Rp.1600,-

Denmark : mata uangnya Denmark Krone atau DKK, 1 DKK setara Rp.2000,-

Sweden : mata uangnya Sweden Krone atau SEK, 1 SEK setara Rp.1600,-

Finland : mata uangnya Euro, 1 Euro setara Rp.14.500,-

 

…dan beginilah pengalaman kami…

Before Day 1

Perjalanan kami dimulai dengan rasa was-was dan kewaspadaan super tinggi. Kenapa ? Karena tgl 28 Juni malam (waktu Istanbul) atau tgl.29 Juni subuh (waktu Indonesia), telah terjadi insiden di bandara Ataturk, Istanbul berupa penembakan dan ledakan bom bunuh diri yang mengakibatkan 40-an orang meninggal dan 200-an luka2. Waduh ! Kaget sekali waktu dengar berita itu. Langsung kami cek di internet perkembangan yang terjadi, karena jadwal penerbangan kami dengan Turkish Airline tgl.30 Juni bakal transit di Istanbul.

Kami lihat Turkish Airline sangat sigap menangani situasi ini. Dari pagi hingga sore hari tgl.29 Juni website resmi airlines terus mengupdate perkembangan yang terjadi. Mulai dari penerbangan kembali beroperasi tgl.29 Juni siang hari. Sampai dengan kesempatan penumpang untuk cancel, reschedule dan reroute tanpa biaya tambahan. Mereka paham betul kepanikan yang dirasakan penumpang. Menjelang sore, mulai diberitakan mengenai pesawat2 yang cancel akibat insiden bom tersebut. Hampir semua penerbangan tgl.29 Juni dibatalkan !

Kami berangkat dari Singapore ke Istanbul tgl.30 Juni pk.22.00. Penerbangan jadwal tersebut untuk tgl.29 Juni dibatalkan, namun untuk tgl.30 Juni masih on schedule. Untuk memastikan, kami melakukan online check-in 24 jam sebelum keberangkatan, yaitu tgl.29 Juni malam. Ternyata alokasi seat sudah penuh, sehingga kami tidak memilih kursi lagi, sudah ditentukan. Mungkin ada pelimpahan penumpang dari jadwal yang batal tersebut. Namun untuk rute Istanbul-Oslo ternyata masih banyak sekali pilihan seat, jadi kami bisa memilih dengan leluasa. Semoga saja semua rencana bisa berjalan dengan lancar.

Kenapa kami tetap terbang ? Bukan nekad, tapi secara rasional hari2 setelah terjadinya bom justru menurut kami adalah hari2 ter-aman. Penjagaan diperketat sementara pihak pelaku pasti butuh waktu cukup lama untuk merencanakan bom berikutnya (jika memang ada).

Tgl.30 Juni siang, kami berangkat ke bandara dengan menggunakan Golden Bird. Grup taxi Blue Bird yang berupa mobil toyota avanza (jadi bukan sedan), dan dipatok harga 180 ribu untuk ke bandara, sudah termasuk biaya tol. Jadi jika macet pun tidak masalah karena harga sudah fix. Wah.. mantap ! Cukup murah, bahkan jika mobil rental sekalipun, 150 ribu masih ditambah biaya tol yang akhirnya bisa mencapai hampir 200 ribu rupiah.

Taman kaktus @ Changi

Taman kaktus @ Changi

Dari Jakarta kami naik Lion Air pk.13.45 dan tiba di Singapore pk.16.30. Karena terbang dengan maskapai yang berbeda, maka kami harus keluar dulu dari bandara imigrasi dan kemudian masuk bandara kembali melalui imigrasi. Karena sudah online check-in, maka kami bisa check-in melalui jalur khusus business class, hehe… ga pake antri di jalur ekonomi. Saat bilang ga ada bagasi yang dimasukkan pesawat, petugas check-in pun cukup keheranan. Hihi.. hidup travel light !

Di bandara Changi kami sempat main ke taman kaktus di terminal 1 yang belum pernah kami kunjungi. Kebetulan pesawat Turkish berangkat dari terminal 1. Selebihnya hanya santai2 saja di airport. Turkish Airline berangkat pk.22.00 sesuai jadwal. Kami mendapat snack pembuka di pesawat yaitu turkish delight… moci khas Turki, asiiik ! Makanannya lumayan lah, tapi dari segi jumlah dan rasa masih lebih oke Emirates, SQ dan Garuda sih menurut kami.

Setelah menempuh perjalanan udara selama 11 jam, tibalah kami di Bandara Ataturk, Istanbul, Turkey. Transit selama 4 jam dimanfaatkan untuk jalan2 seputar bandara saja. Ga besar juga ternyata bandara nya dan sangat padat. Ga ada sisa2 bom atau tanda2 baru ada kejadian heboh di bandara sebelumnya. Semua biasa saja.

Turkish Delight + Food

Turkish Delight + Food

Kami kembali berangkat pk.07.20 am dan tiba di Oslo pk.10.20 am. Lama penerbangan 4 jam, hanya saja ada perbedaan waktu 1 jam antara Istanbul dan Oslo.

 

Bersambung ke part 2 (Norway : Oslo)

Advertisements
Categories: 2015-2019, EUROPE, Turkey | Tags: , , , , , , , , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Europe Scandinavia : 1-15 July 2016 (part 1)

  1. susi saptawarni

    sippppp

  2. wahhh keren mbaa, bisa jelajah eropa dengan budget segitu.. dapet motivasi baru nih ^^

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: