USA part 7 – Los Angeles (Finished) : 5-8 May 2022

Kamis, 5 Mei 2022

Hari terakhir bisa beraktivitas nih di LA, sebelum besok kami harus terbang kembali ke Indonesia. Sebetulnya dalam jadwal kami hanya ada 1 agenda hari ini, yaitu Warner Bros Studio di pagi hari dan sengaja lebihnya dikosongkan untuk belanja2 atau jalan2 santai. Tapi ternyata jadi penuh nih ditambah Griffith Observatory karena waktu pertama ngider di LA itu Griffith sempat penuh banget ga bisa parkir, jadinya kami mau coba di hari ini. Lalu juga tambah Santa Monica, karena kemarin ga sempat waktunya mampir ke sana pas perjalanan nyusur Pacific Coast Highway.

Catatan : Ada baiknya memang alokasi 1-2 hari kosong di akhir perjalanan jika memungkinkan untuk jaga2 jika ada rencana yang gagal di awal dan mau dicoba kembali di akhir perjalanan.

Warner Bros Studio

Yang pertama, kami mau ke Warner Bros, salah satu produsen film dan TV series terkenal di dunia. Lokasinya ada di Burbank, California. Kami mau ikut Warner Bros Studio Tournya. Tinggal buka https://www.wbstudiotour.com/ dan bisa pilih jenis tour dan jam yang diinginkan. Kami sudah booking ini dari sebelum berangkat ke USA.

Pagi hari lumayan ga lancar nih nyetir ke pusat kota. Jadi sempat pas2an banget sampenya dengan jam booking. Kami parkir di gedung parkir visitor dengan tarif sekali masuk USD.15 Kemudian kami turun ke lobby dan menjalani security screening barang2 yang dibawa.

Karena kami buru2 kuatir telat, jadi kami skip ruangan exhibition pertama dengan pemikiran nanti terakhir bisa balik lagi setelah tour. Ternyata salah loh, ga bisa balik lagi, cuma one way ! Jadi kalo sudah sampai masuk ruangan untuk tour, better santai saja, nikmati ruangannya. Ruangan ini menampilkan gambar2 publikasi film2 dan TV series produksi mereka seperti Matrix, Batman, Wonder Woman serta TV series paling terkenal di dunia yaitu Friends dan Big Bang Theories.

Stage film yang ada di Warner Bros

Ruangan kedua tempat antri, baris untuk tour. Jadi pengunjung dipisah dalam kelompok2 kecil. Satu kelompok sekitar 10-15 orang, ini yang akan jadi kelompok kita selama tour berlangsung. Selanjutnya masuk ke dalam ruang bioskop, nonton sejarah Warner Bros dan series apa saja yang mereka produksi.

Selesai nonton film, kami naik mobil open air yang menyerupai golf car, mengelilingi kompleks Warner Bros Studio. Ini dipandu oleh driver yang merangkap sebagai tour leader. Kami diajak keliling untuk lihat stage berupa deretan perumahan, kota, hutan, dll yang menjadi lokasi shooting. Ada juga tempat dimana kami turun dan bisa masuk ke dalam gedung nya untuk memahami proses shooting film.

Ada area2 shooting film Jurassic Park, New York New York, La La Land, Friends, Big Bang Theory, dan masih sangat banyak yang lainnya. Selain stage dan maket yang ada, kami juga diberikan informasi ttg trik2 pembuatan film. Seru deh di sini buat para penikmat film, jadi tau rahasia di balik film2 keren itu !

Tour ke studio2 tempat shooting yang luas banget

Kami sempat diajak masuk ke salah satu stage aktif, tempat shooting film yang sedang tidak digunakan. Aturannya hanya satu : tidak boleh ambil gambar, baik foto maupun video. Jadi semua tas ditinggal di mobil. Gedung2 ini dinamakan silent studio, karena ketika masuk ke dalam dan kami diam semuanya, betul2 silent, kedap suara. Ini supaya proses shooting nanti bisa maksimal tidak tembus suara dari luar gedung. Saat kami masuk, bisa lihat berbagai peralatan dan ilusi yang digunakan dalam shooting film, lalu juga masuk ruangan2 yang dibuat seperti kantor, kampus, ruang studi dll.

Nostalgia serial FRIENDS

Setelah itu kami diajak masuk melalui suatu gedung yang sangat besar dan isinya bengkel kerja. Di sini para pekerja membuat maket, aksesoris serta barang2 interior dan eksterior yang diperlukan dalam suatu pembuatan film. Setelah keliling studio Warner Bros yang udah kayak 1 kota sendiri itu, semua peserta akan diturunkan di Stage 48 : Script to Screen untuk bisa bereksplorasi mengenai banyak film. Jika kita penggemar serial TV Friends, di bagian tengah ada Central Perk Cafe dan di kanan ada Friends Boutique, bisa foto2 dengan berbagai macam pernak pernik di serial TV Friends dan bisa beli merchandisenya.

Penggemar serial TV Friends pasti tau Central Perk dan sofa di depan fountain, hehe..

Kalo di sebelah kiri stage ini, bisa jalan2 sendiri dan banyak hal yang menyenangkan yang bisa dilakukan. Bisa coba dubbing film, jadi pemain film pake green screen, foto2 di setting film2 terkenal mereka, dll. Tapi yang ini ada yang gratis (foto sendiri) dan ada yang berbayar (difoto oleh petugasnya). Seru banget di sini, ada area yang didedikasikan untuk Harry Potter, Batman, Friends, Big Bang Theory, dll.

Total waktu kami habiskan di Warner Bros Studio ini sekitar 3 jam. Sekarang sudah siang, sudah mesti lanjut ke Griffith Obervatory.

Griffith Observatory

Karena ini weekdays dan gedung observatory nya sendiri tidak buka (hanya buka weekend), maka saat kami datang, suasananya lumayan sepi. Parkir sangat mudah di depan observatory dan bayar USD.10 per 2 jam. Para pengunjung jadinya hanya bisa keliling di sekitar gedung observatory saja. Bisa lihat LA dari ketinggian nih dan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Sepertinya lebih bagus kalo sore/malam hari ke sini nya.

Griffith Observatory

Yang jadi favorit orang2 saat di sini adalah foto dengan bukit bertulisan HOLLYWOOD yang terkenal itu. Nah, ini fotonya gampang2 susah karena sign ini adanya di kejauhan. Jadi akan sangat kontras dengan kita yang ada sangat dekat dengan kamera. Jadinya kalo mau jelas tulisannya, ya ga bisa ada orangnya, hehe..

Hollywood Sign dari Griffith

Catatan : Jadi kalo mau berkunjung ke Griffith Observatiry ini memang agak tricky. Kalo weekday kosong tapi ga bisa masuk ke dalam gedung observatory. Kalo weekend bisa masuk gedung, tapi ramenya minta ampun dan ga dapat parkir. Mungkin solusinya harus weekend pagi2 banget dan datang pake uber atau public transport.

Santa Monica Beach

Siang menjelang sore ini akhirnya kami bisa sampai di Santa Monica Beach. Ada banyak tempat parkir di area harbor ini, ada yang gedung, ada yang lapangan, tapi hati2 lumayan mahal semua nih. Sepertinya yang paling murah adalah parkir di pantainya langsung.

Santa Monica Pier yang asik banget

Kami kemudian jalan kaki ke arah pantai dan memang itu adalah tempat khusus pejalan kaki bisa jalan2 di dermaga Santa Monica. Di kanan kiri banyak toko, cafe, ada juga street performance, seru sih. Di salah satu pojokan dermaga, itu ada taman bermain (amusement park) dengan ferris wheel, jet coaster, dll. Mirip dufan mini deh.

Titik akhir Route 66 di Santa Monica, Los Angeles

Di dermaga ini juga ada monumen Route 66, dimana menunjukkan titik akhir dari rute ini di Santa Monica. Titik awalnya ada di Chicago dan kami sempat mampir di salah satu yang dilaluinya yaitu Kingman, dalam perjalanan dari LA menuju Grand Canyon. Bisa baca di sini ya ceritanya. Ada juga toko yang mengkhususkan diri jual souvenir terkait route 66 ini.

Nah, karena dari tadi belum sempat lunch, maka kami lunch di Bubba Gump saja. Ini restonya cukup besar dan sambil makan bisa lihat pantai. Resto ini punya nya Tom Hanks yang dulu populer dengan film Forrest Gump tahun 1994, di mana dia menjadi pemenang Aktor Terbaik Academy Award. Nah, inspirasinya memang dari film itu. Jadi di resto ini banyak souvenir dan hiasan dinding terkait film Forrest Gump.

Resto Bubba Gump, milik Tom Hanks terinspirasi dari film Forrest Gump

Menu yang tersedia di sini adalah Western Food & Seafood. Jadi kami pesan calamary dan ribs. Ternyata 1 porsi ribs itu sudah termasuk di dalamnya ada beberapa potong shrimp (udang). Unik juga ya, belum pernah nih makan ribs pake udang. Rasanya enak ! Porsinya sendiri tidak terlalu besar, jadi pas 1 orang pesan 1 porsi. Minum minta water saja supaya gratis. Jangan lupa terakhir saat bayar tambahkan tips karena kali ini makan sistem dine-in.

Our lunch : calamary dan ribs + udang

Selesai makan, kami jalan2 lagi di dermaga dan menemukan ada yang jual churros. Wah, boleh nih cobain. Ternyata churrosnya panjang banget nih, mantap. Enak, renyah karena baru dibuat saat kita pesan.

Santai jalan2 di dermaga sambil makan churros

Kalo namanya ke pantai, ya mesti turun ke pasir pantainya dong ya. Masa di dermaga terus. Jadi kami pun turun ke pantainya yang luaaas banget. Matahari terik, tapi angin sepoi2 bertiup. Kami duduk2 di pantai sambil liatin banyak orang yang beraktivitas. Ada yang berenang, ada yang jemuran, ada yang main pasir, ada yang makan, macem2 deh, bebas. Rata2 sudah pada bawa tikar atau handuk alas sendiri.

Enak banget ya bersantai di sini, kalo saja mataharinya ga seterik ini. Walau sudah sore, tapi karena spring maka sunset baru nanti jam 8 malam. Sedangkan malam ini kami sudah janjian mau makan malam bersama dengan family kami di rumah. Oke, bye Santa Monica.. Thank you sudah menjadi perhentian yang sangat berkesan dalam perjalanan terakhir kami di USA kali ini.

Pantai Santa Monica yang bagus dan luas banget

Pulang ke rumah sore ini betul2 penuh perjuangan karena macet parah ! Selain memang area Santa Monica terkenal dengan kemacetannya, ternyata juga bersamaan dengan rush hour orang pulang kerja. Well.. karena kami sudah terbiasa macet di Jakarta, ya dijalani saja deh. Di sini lebih enak, karena ga ada yang serobotan, antri aja semua, trus ga ada yang klakson2.

Tiba di rumah pas waktu makan malam. Setelah makan, kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam lebih untuk beres2 koper. Ternyata sangat tidak mudah, karena barang2 titipan dan coklat yang kami bawa ternyata berat2. Jadilah mesti bongkar pasang 2 koper utama dan tas cabin supaya ga over weight.

Jumat,6 Mei 2022

Tibalah hari terakhir di USA. Kami nyetir ke airport dan mengembalikan mobil rental kami di AVIS yang ada dekat airport. Pemeriksaan kendaraan sangat cepat. Kami kemudian naik shuttle bus untuk ke airport. Shuttle bus ini sangat penuh, lalu begitu masuk area airport ternyata bus nya macet tidak bergerak. Parah banget ini sih lalu lintasnya. Akhirnya satu per satu penumpang memilih turun dan jalan kaki saja, terutama yang sudah mepet jadwal check-in. Kami sempat bertahan agak lama di bus, karena terminal kami paling jauh dan jadwal check-in masih lama. Tapi setelah sekitar 30 menit bus tidak bergerak, akhirnya kami pun turun juga.. mending jalan kaki lebih cepat.

Catatan : Jangan ke airport LAX mepet2 waktu check-in ya, bisa kejadian begini, lalu lintas macet total di airport.

Kami masuk ke terminal kedatangan saat kami tiba pertama kali di LA, dan perlu naik ke lantai atas tempat terminal keberangkatan. Yang ada di tengah itu eskalator, sementara bawaan koper yang segambreng dan berat mengharuskan kami bawa trolley jadi mesti cari lift. Ternyata liftnya ada di pojokan, untunglah.

Return car di AVIS (atas) dan Terminal Tom Bradley LAX (bawah)

Di counter check in, bukti PCR test diminta oleh petugas. Saat ini sih sudah tidak perlu, Indonesia sudah membebaskan syarat ini. Selesai dari counter check in, kami naik ke lantai 2 dan langsung antri untuk proses screening X-Ray. Screeningnya ketat juga nih, sampai harus lepas sepatu loh. Setelah itu, barulah bisa masuk terminal keberangkatan. Ada beberapa toko souvenir dan juga food court. Di food court juga tidak banyak pilihan dan semuanya antri panjang. Akhirnya kami pilih KFC saja untuk lunch sebelum naik ke pesawat. Di terminal ini, kami lihat banyak calon penumpang yang bawa anabulnya (anjing) buat naik pesawat loh. Seru banget ya.

Saat tiba di Narita Tokyo, penumpang transit justru keluar belakangan. Beda dengan saat transit untuk menuju LA. Ternyata karena transit kali ini tidak ada security screening. Jadi yang lebih ketat memang saat transit menuju USA. Kali ini transitnya hanya keluar pesawat, nunggu di boarding room sampai waktunya naik pesawat lagi, gitu aja.

Berbeda dengan perjalanan pergi dimana tiba di hari yang sama, kali ini perjalanan pulang tiba 2 hari setelah berangkat. Jadi berangkat tgl.6 Mei 2022 dan tiba di Jakarta tgl.8 Mei 2022 pagi hari. Perjalanan pulang cukup lancar dan akhirnya kembali ke Indonesia yang cuacanya panaaaas banget, hehe..

Welcome back to Indonesia !

Epilog

Secara umum, kami sangat senang dengan perjalanan kami yang lancar dan seru. Walaupun memang beberapa tempat terpaksa di-skip karena waktu yang ga cukup. Ya.. ini memang resiko pekerja yang cutinya terbatas tapi banyak maunya, hehe..

Enjoy USA

Beberapa tips yang bisa kami berikan :

Penyesuaian Jam Tubuh

Supaya tidak mengalami jetlag, cobalah masukkan world clock untuk negara/kota asal, transit dan tujuan di hp. Untuk LA dan sekitarnya ada 14 jam di ‘belakang’ Indonesia. Nah saat di pesawat, mulai ikuti jam kota tujuan. Kami selalu mengatur aktivitas di pesawat supaya cocok dengan ini, kapan harus tidur (walau rasanya belum ngantuk) dan kapan harus bangun (nonton film atau makan snack walau ngantuk). Saat dari Singapore ke Tokyo kami usahakan untuk melek terus dan saat dari Tokyo ke LA kami usahakan untuk tidur terus, kecuali saat makan dan beberapa jam sebelum mendarat.

Makanan & Minuman

  • Air minum ternyata banyak yang tidak bisa dari tap water dan hotel tidak menyediakan air minum. Jadi budgetkan untuk beli air minum botolan. Beli air mineral botolan grosir misal yang kemasan 12 pcs atau lebih karena lebih murah. Cuaca cukup kering apalagi kalo kita jalan2 di padang gurun, perlu banyak minum.
  • Porsi makanan di Amerika rata2 cukup besar, jadi biasakan pesan 1 porsi dulu jika tidak cukup baru nambah. Jika terlanjur pesan kebanyakan, bisa dibawa pulang saja, itu hal biasa di Amerika.
  • Jika mau berhemat, bisa membeli makanan di supermarket saja. Murah, tanpa tips dan bisa dimakan di perjalanan jadi hemat waktu dan praktis. Selain roti dan muffin, kami juga beli salad, sandwich dan makanan microwace. Jadi itu bukan frozen food, ga perlu kulkas, tinggal panaskan di microwave 1 menit, langsung makan deh. Karena microwave itu umum tersedia di setiap kamar hotel, maka makanan begini jadi praktis sekali untuk dibawa2 sebagai persediaan di tas.
Itu saladnya enak banget ! Makanan microwave (bawah) juga macem2 jenisnya

Uang Tunai dan Credit Card

  • Di USA, banyak yang harus bayar pakai credit card, tidak terima cash. Jadi pastikan bawa credit card dengan limit yang cukup. Namun untuk beli bensin, bayar cash ternyata lebih murah daripada card loh. Di banyak tempat juga masih terima uang cash. Nah, untuk tempat2 yang terima cash, penggunaan uang logam masih sangat dihargai. Berbeda dengan di Indonesia, di mana uang logam kurang dihargai.
  • Uang kertas nominal USD.100 dan USD.50 yang masih mulus dan kita bawa dari Indonesia, seringkali dicek lebih detail dengan lampu ultraviolet sebelum diterima di kasir, karena mereka takut uangnya palsu. USD memang salah satu yang paling tinggi pemalsuannya di dunia. Padahal kalo kita mau tukar USD di money changer Indonesia, lecek sedikit saja nilai tukarnya turun. Di Amerika malah dollarnya pada lecek2 semua, ga masalah. Dollar edisi lama dan baru pun ga masalah ya, semua laku kok di Amerika.

Budaya Amerika

  • Di sini ada budaya yang sangat baik untuk dipraktekkan, yaitu membuka dan menahan pintu untuk orang di belakang kita saat kita masuk/keluar. Entah orangnya lebih muda atau lebih tua, ada kebiasaan seperti itu. Jadi jangan GR kalo ada orang yang menahan pintu untuk kita masuk, itu bukan karena dia naksir, tapi memang budayanya begitu ya, hehe..
  • Memberi tips, semua jasa orang dihargai dengan tips. Porter di hotel, tukang bersih2 kamar hotel, waiter di resto, jasa potong rambut, tukang taxi, jasa apapun deh, semua tipsnya antara 15-20% minimal.

Oke, semoga cerita perjalanan kami dan berbagai tipsnya berguna ya. Sampai jumpa lagi pada perjalanan berikutnya.

Perjalanan sebelumnya yang keren banget : Part 6 – Monterey & Pacific Coast Highway

Categories: 2020-2024, AMERICA, USA | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: