Perjalanan Sampai USA : 22-23 April 2022

Jumat, 22 April 2022

Karena ada perubahan jadwal dari SQ, jadilah kami harus berangkat lebih awal di hari Jumat ini. Jadwal flight SQ-965 pk. 19.00 WIB dari Jakarta dan tiba pk.21.50 waktu setempat di Changi Singapore. Mengingat ini masih pandemi – perlu waktu untuk cek health document di airport serta kemungkinan macet di hari Jumat sore maka kami berangkat dari rumah pk.15.00 WIB.

Kami sudah bisa online check-in sejak 48 jam sebelum jadwal keberangkatan. Pilih seat nya dan cek makanannya melalui website SQ atau apps nya. Sudah tidak ada majalah di pesawat, jadi semuanya disediakan di apps. Hiburan film di pesawat saja sudah bisa dicek di apps.

Di counter check-in kami diminta menyerahkan surat antigen dan mengisi/menandatangani form disclosure & attestation USA (ini form terkait pernyataan bebas COVID). Lalu kami mendapatkan langsung 3 boarding pass, rute flight Jakarta-Changi, Changi-Narita dan Narita-Los Angeles. Pesawat dari Changi ke LA sebetulnya sama, cuma karena nomor kursinya beda, jadi kami dapat 2 boarding pass berbeda.

Nah, pas nunggu di bandara Soekarno Hatta, ternyata ada keramaian live music, bagus juga nih. Waktu didekati, live music itu adalah sebagai pengiring fashion show baju muslim. Menarik banget ini, ada fashion show di tengah bandara, wow ! Memang ini kan lagi bulan Ramadhan, sebentar lagi Lebaran. Cocok juga mengadakan acara ini. Apalagi di airport semua tamu juga lagi menunggu, otomatis sudah banyak penonton nya.

Bandara Soekarno Hatta yang seru (atas) dan care kit dari SQ (bawah kiri)

Saat boarding, sebelum masuk pesawat, kita bisa ambil headset untuk entertainment dan personal care kit yang isinya masker dan beberapa tissue disinfektan. Beginilah terbang di masa pandemi COVID, maskapai juga mesti memastikan penumpang nya merasa aman dan nyaman dari virus COVID. Pesawat ini penuh sekali. Ternyata karena ada code share dengan Lufthansa, Air China dan Garuda Indonesia. Artinya, ada penumpang yang beli tiket Lufthansa/Air China/Garuda, tapi terbangnya pakai SQ. Rupanya harus kerjasama begini ya supaya maskapai penerbangan ga rugi karena pesawat kosong.

Menu makan malam disajikan sederhana karena mungkin penerbangannya sebentar. Wadah bentuk box dan alat makannya kayu, semua disposable, dijamin higienis deh. Praktis juga sih buat yang belum mau makan, bisa dibawa saja makanannya nanti keluar pesawat. Ada pilihan main course Beef Goulash Soup atau Singapore Roasted Chicken Rice. Kami coba keduanya, enak ! Dessertnya Light Coffee Bavarois with Hazelnut Crumble. Ini juga enak ! kalo minuman standard ya, ada teh/kopi/water/jus.

Dinner di pesawat dan bermalam di Changi (gambar sofa tempat tidur kami)

Tiba di Changi, yang buka hanya terminal 1 dan 3 saja. Toko2 banyak yang tutup, baik permanen atau tutup lebih awal. Jadi karena airport masih cukup sepi, rupanya banyak toko yang mengurangi jam operasional. Yang tadinya buka 24 jam misalnya, jadi hanya buka siang-sore. Sudah lama juga kami ga ke Changi, terakhir saat pergi ke Western Canada (2018) dan naik SQ juga untuk rute Singapore-Hong Kong. Berarti sudah 4 tahun ga ke Changi nih. Di sini tersedia WiFi gratis yang langsung connect untuk 3 jam. Dulu kami harus scan passport untuk mendapatkan WiFi, sekarang dibuat lebih mudah.

Malam ini kami ga boleh keluar dari transit area Changi katanya. Padahal mau lihat Jewel, jadi ga bisa, karena itu adanya di Changi bagian public-harus keluar dulu dari transit area. Ya sudah, jadi tidur di sofa di terminal 3, dekat dengan food court.

Sabtu, 23 April 2022

Pagi ini tidak banyak tempat makan yang sudah buka, hanya 1 kios di food court atas dan 1 kios di food court bawah. Bayangkan saja, akibatnya kedua tempat makan itu diserbu calon penumpang hingga antri amat sangat panjang. Kira2 sekitar 30 orang antri berdiri mengular…wuiiiih… Kami beli di food court bawah, kios Encik Tan dengan menu Wanton Noodle dan Fishball Noodle. Kalo dulu, pagi2 sudah banyak sekali kios makan yang buka dan bahkan ada beberapa yang 24 jam buka.

Pagi ini jadwal berangkat pk.09.25 dari Changi dan akan transit dulu di Narita-Jepang pk.17.30. Perjalanan sekitar 7 jam perjalanan, karena ada beda waktu 1 jam antara Singapore dan Jepang. Kali ini juga ada share code dengan maskapai Air China, Nippon Airways (ANA), British Airways, Air Canada, dan Air India. Buseeet, banyak bener.

Untuk rute yang agak jauh, SQ memberikan makanan dengan tray seperti biasa, menggunakan wadah plastik dan alat makan dari logam. Sepanjang perjalanan kami sudah mengatur supaya tidak tidur, jadilah selain makan berat, kami beberapa kali minta snack ke dapur. List snack ada semua di apps SQ, jadi kita tinggal bilang saja minta coklat atau minta potato chips atau apa pun. Enak nih sambil nonton film selama perjalanan.

Berbagai makanan di pesawat

Ketika tiba di Narita, semua penumpang harus turun dari pesawat dan membawa semua bawaannya. Tidak ada yang bisa ditinggal di pesawat. Penumpang yang akan lanjut ke LA turun terlebih dahulu untuk masuk terminal transit dan menjalani security screening. Sementara untuk penumpang yang memang tujuannya ke Jepang harus tunggu dulu. Waktu transit sekitar 1 jam habis untuk antri keluar pesawat, antri cek passport dan visa USA, lalu antri panjang untuk cek X-ray tas bawaan serta body checking. Setelah itu digiring ke boarding gate untuk lanjut terbang lagi.

Karena Jepang memang belum membuka negaranya untuk turis, maka situasi bandara amat sangat sepi. Nyaris tidak ada toko yang buka. Sampai bingung mau foto dimana untuk membuktikan kami tiba di Narita, ga ada apa2 nih. Tidak lupa kami mampir dong ke toiletnya, dimana toilet Jepang itu favorit kami karena berbagai tombolnya itu. Yang mau tau seperti apa bisa baca postingan trip kami ke Jepang (2014).

Dinner di SQ, kanan bawah : foto vending machine Haagen-Dazs di Narita

Dari Narita berangkat lagi pk.18.30 dan tiba di LA pk.12.50. Ini perjalanan sekitar 10 jam, tapi bisa pergi malam hari dan tiba siang hari di tanggal yang sama. Malah mundur nih waktunya, haha.. kaya masuk ke time capsule. Lucu ya, gara2 perbedaan time zone nih. Nah, untuk rute ini kami memaksakan diri untuk tidur, supaya tiba nanti bisa segar dan tidak jet lag. Jadinya kali ini kami minta red wine untuk mendampingi dinner time. Biar gampang bobo, haha.. Dinner kalo di SQ itu pasti akan ada ice cream Haagen-Dazs. Kesukaan Jeff nih, mantap!

WELCOME TO USASELAMAT DATANG DI AMERIKA SERIKAT

Pesawat kami landing di LAX (kode airport LA), tepatnya di terminal terbaru mereka yaitu Tom Bradley atau disebut Terminal B. Ini adalah terminal ke-9 yang ada di LAX. Hebat ya LAX punya 9 terminal. WOW !

Antrian imigrasi di LAX tidak ramai, hanya ada penumpang dari 2 pesawat yang mendarat (termasuk kami) sehingga prosesnya sangat cepat. Paling antri sekitar 15 menit. Beda dengan cerita pengalaman teman atau saudara yang antrian imigrasi bisa memakan lebih dari 1 jam.

Saat masuk loket imigrasi, kami maju berdua untuk petugas yang sama. Kasi passport dan mulailah petugasnya bertanya : Tujuan ke USA apa ? (vacation/traveling) Berapa lama ? (2 weeks) Kerja apa ? (sales/psychologist) Kapan harus kembali kerja di Indonesia? (9 May) Sudah ada tiket pulang ? (sudah) Minta buktinya donk ! (kasi liat e-ticket di hp) Bawa uang berapa ? ($3.000)

Oke, setelah jawaban kami bisa diterima, langsung deh petugasnya cap passport kami. YEAY ! Akhirnya masuk juga USA. Terima kasih Tuhan ! Bagi Jeff, ini pertama kalinya menginjakkan kaki di USA. Sementara bagi Diana, ini kedua kalinya menginjakkan kaki di USA. Dulu juga Diana masuk USA lewat LAX, tahun 2001, iya.. 21 tahun yg lalu, haha… udah lama banget ya. Cuma waktu itu Diana di Los Angeles hanya transit saja 1 hari, lanjut ke Florida-USA dan Canada. Jadi baru kali ini akan explore Western USA.

Kesimpulan kami, pertanyaan petugas imigrasi sih logis dan perlu dijawab dengan jawaban straight to the point. Intinya dia mau memastikan kita akan balik ke Indonesia. Dia ga peduli di USA nya mau ngapain, jadi ga minta bukti hotel atau itinerary. Kalo jawaban kita ga logis, misal bawa uang terlalu sedikit (mau liburan tp ga bawa uang kan aneh) atau ga punya kerjaan, atau ga ada tiket pulang, kemungkinan besar bisa dideportasi.

Kami kemudian ambil bagasi kami yang ternyata juga sudah langsung ada, ga nunggu2 lagi. Hebat. Terus mulai bingung, ini kok ga ada petugas sama sekali. Ga ada yg cek tiket bagasi. Biasanya juga kan ada declaration form yang harus diisi dan diserahkan ke petugas. Atau ada X-ray bagasi, jalur hijau atau merah gitu. Ini semua ga ada loh. Jadi habis ambil bagasi di belt, langsung keluar aja tuh. Udah ! Wah gampang banget ini masuk USA saat kami datang. Cuma butuh waktu sekitar 30 menit paling dari turun pesawat, kami sudah bisa keluar dan bertemu dengan family yang menjemput kami.

Ayo… mulai explore Amerika !

Menginjakkan kaki di USA

Kisah perjalanan di LA bersambung ke USA part 1 – Los Angeles

Kisah persiapan perjalanan ke USA bisa baca di Persiapan Western USA (2022)

Categories: 2020-2024, AMERICA, USA | Tags: , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: