Advertisements

Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 1)

Prolog 

Musim di Thailand itu ada 3. Hot, cool dan monsoon (hujan). Hot itu dari Mar-Jun, Cool dari Nov-Feb, sedangkan hujan itu tergantung lokasi. Untuk wilayah laut andaman (Phuket, Krabi, dsk) itu di bulan Jun-Oct. Sedangkan untuk wilayah Gulf Cost (Samui, dsb) itu di bulan Nov-May.

Karena itulah liburan akhir tahun di Phuket rasanya paling pas. Sementara di tempat lain lagi hujan, kita bisa liburan ke pulau tanpa hujan dan cuaca nya cukup adem. Namun perlu siap2 karena itu adalah high season di Phuket, tentu harga2 jadi mahal dan suasana nya di sana bakal rame banget.

Kali ini kami pergi ber-4, bareng dengan 2 adik Jeff, yaitu Jennifer dan Jasmine. Kami ber-4 belum pernah ada pengalaman ke Thailand, jadi bakal seru nih 😉 Persiapan awal tentu beli tiket pesawat. Kami naik Tiger Air yang walaupun promo tapi karena akhir tahun tetap mahal jatohnya. Harga sekitar 3 juta untuk pp Jakarta-Phuket, transit Singapore. Jadi nanti pas pulangnya bisa mampir jalan2 dulu di Singapore, sekalian lah. Kalo melewati hari natal atau tahun baru, harganya lebih mahal lagi. Jadi kami pilih di antaranya.

phuket-1Untuk akomodasi ternyata Phuket cukup murah, apalagi kalo booking jauh2 hari. Kami pesan Paksaa Boutique Hotel di area Patong beach. Total THB.3196 untuk kamar isi 2 orang selama 4 malam. Lumayan murah kan ? Semalam nya ga sampe 300 ribu rupiah per kamar, untuk kelas hotel di musim high season. Hotelnya baru dan lokasinya strategis lagi. Mantap ! 

Walau kami terhitung 5 hari berada di Phuket, namun efektif jalan2nya hanya 3 hari. Karena hari pertama datang sudah malam dan hari terakhir terbang pagi2. Itinerary perjalanan di Phuket ternyata mau ga mau melibatkan operator tour dan travel agent. Kenapa ? Karena itu memang pilihan yang paling murah dan efisien ! Jadi perjalanan kali ini bukan murni backpacker style, karena memang Phuket adalah pusat turis seperti Bali. Semuanya sudah terorganisir dengan baik, cocok deh buat liburan keluarga. Paket tour bisa langsung pilih on the spot sebetulnya. Namun kami ga mo repot di sana karena waktu terbatas, jadi semua kami book dari sini sebelum berangkat.

26 Des – Berangkat siang hari, tiba di Phuket malam hari (SRC Travel airport transfer 700 baht per mobil)

27 Des – Phi Phi Island tour + Simon Cabaret (Mr.Puttachat @1400 baht + @700 baht VIP seat)

28  Des – James Bond island tour (Mr.Puttachat @1500 baht)

29 Des – Phuket City Tour (SRC Travel, sewa mobil +driver, 1900 baht untuk 6 jam)

30 Des – Pagi berangkat, siang tiba di Singapore (SRC Travel airport transfer 700 baht per mobil)

Oke, semua sudah di-booking. Tapi belum ada yang dibayar kecuali tiket pesawat. Semoga perjalanan nya lancar nih.

Day 1 – Berangkat ke Phuket

Kami berangkat ber-4 dari rumah jam 8 dan setengah jam kemudian sudah tiba di terminal 2 keberangkatan internasional. Yup, jalanan sangat lancar karena hari ini masih termasuk cuti bersama. Kepagian deh datang di bandara 😉

Pesawat take off tepat waktu dari Cengkareng dan landing pk.14.25 (waktu Singapore) dengan sangat smooth di Changi. Walaupun kami booking tiket Jakarta ke Phuket langsung, namun karena naik Tiger Air, maka harus transit di Changi. Karena tidak beli Tiger Connect, maka kami di Changi harus keluar imigrasi terlebih dahulu, kemudian check in kembali untuk mendapatkan boarding pass. Kalo naik budget airlines yang mesti pake proses transit ya begini lah nasibnya.

Waktu transit sekitar 3 jam kami habiskan dengan jalan2 di Changi. Lalu kami harus bersiap lagi untuk berangkat menuju Phuket. Semua penerbangan sesuai jadwal. Kami tiba di Phuket International Airport yang baru tepat waktu. Masalahnya ternyata ada di antrian imigrasi yang memang terkenal luar biasa puanjaaaang di Phuket. Ternyata pindah bandara baru tidak mengubah keadaan dan kami mengalaminya sendiri. Waktu dari kami mengantri sampai tiba di depan loket imigrasi adalah 1 jam 10 menit ! Posisi berdiri loh itu, belum apa-apa udah pegal duluan.

Tips : Begitu pesawat tiba di Phuket, sebaiknya segera ke toilet sebelum memasuki antrian imigrasi yang akan menghabiskan waktu sejam lebih. Jika bepergian berombongan, sebagian bisa antri dulu nanti yang lain menyusul atau gantian ke toilet. Yang bawa anak2 bisa ajak anaknya duduk saja di pinggir antrian, nanti kalo sudah dekat baru masuk bergabung dengan orangtuanya menembus tali antrian imigrasi. 

Untungnya antrian cukup tertib dan ini saat mendarat di Phuket. Tidak seperti waktu pengalaman kami antri di imigrasi bandara Ataturk, Istanbul yang cukup kacau. Karena capek antri, banyak orang yang maju di loket imigrasi lebih dari satu orang, seperti kami suami istri berdua atau satu keluarga maju semua ke 1 loket. Selama mengantri kami bisa connect WiFi bandara gratis selama 2 jam. Lumayan, bisa kontak2an sama agent airport transfer dan Mr.Puttachat yang nanti malam mau ke hotel untuk kasi semua tiket tour.

Selesai urusan imigrasi, kami bergegas menuju pintu keluar 2 (sesuai perjanjian dengan SRC travel). Hati-hati yah, pintu keluarnya cukup banyak. Begitu keluar pintu, astaga ! Di kanan kiri kami, berjejer puluhan orang membawa papan nama berisi nama tamu yang akan dijemputnya. Kami coba susuri pelan2, siapa tau ada nama kami. Ternyata tidak ada. Rupanya kami harus mengontak lagi SRC travel dan memastikan kami sudah berada di meeting point. Barulah 10 menit kemudian driver datang dengan langsung membawa mobil. Seorang wanita berambut cepak dan cukup gagah. Dia ramah sekali dan membantu membawakan koper kami.

Mobil yang digunakan adalah Fortuner terbaru, persis sama seperti yang dijanjikan SRC sebelumnya. Rupanya mobil Fortuner ini merupakan standar mobil travel di Phuket. Hebat juga. Kami menembus perjalanan malam yang cukup panjang ke area Patong beach. Sekitar 1 jam lamanya. Padahal jalanan sangat lancar, tidak terkena macet. Menjelang area Patong, kami menaiki jalanan berliku2 naik turun yang cukup curam, mirip seperti jalanan di Puncak.

Arrive @Phuket

Arrive @Phuket

Setelah sampai, kami memberikan uangnya langsung ke sang driver. Lalu driver mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya dan mengucapkan Khob Khun Kha yang artinya terima kasih (kepada perempuan). Kalo ke cowok bilangnya Khob Khun Kab. Tapi secara umum kita bilang aja : kop kun ka, hehe.. dimaklumi kok kalo turis. Pelajaran bahasa Thai pertama yang akan sering kami ucapkan sepanjang perjalanan di Phuket ini.

Paksaa Boutique hotel letaknya di jalan Phangmueang Sai Kor Road, satu jalan utama dengan Jungceylon Mall dan Banzaan Market. Dari sini ke Patong beach hanya berjarak 1 km dan bisa ditempuh 10-15 menit dengan berjalan kaki. Sangat strategis. Di samping hotel ada minimarket “Familymart” yang buka 24 jam. Sangat berguna bila ada keperluan, mulai dari beli air minum, beli makanan jadi atau kebutuhan lain.

Saat check-in di resepsionis, kami diminta membayar keseluruhan harga hotel seperti biasa. Yang berbeda adalah ternyata untuk pembayaran dengan kartu kredit, dikenakan charge sebesar 4%. Wah, kaget juga. Karena cash terbatas, kami terpaksa pakai card walau kena charge. Toh, harga kamar juga ga mahal.

Tips : Siapkan cash yang cukup untuk membayar hotel, karena beberapa tempat di Phuket memang mengenakan charge untuk penggunaan kartu kredit. Untuk perjalanan ariport ke hotel, bisa juga baik mini bus. Dari Airport ke area Patong 180 baht per orang. Jika pergi 1-3 orang lebih murah naik ini. Jika 4-8 orang sewa mobil saja seperti kami.

Di kantor resepsionis hotel merangkap lobby yang tidak terlalu besar itu, ada air galon + kopi + cangkir dan sendoknya. Ada juga berbagai macam brosur wisata, baik alam maupun macam2 pertunjukan di Phuket. Kalo mau pesan tour melalui hotel juga bisa.

Mr. Puttachat pemilik “Cherry Travel” sudah kami hubungi melalui wa dan line saat di Indonesia. Setelah tawar2an harga, dia akan buat form konfirmasi tanpa tulisan harga, difoto, dan fotonya dikirimkan ke kami. Jadi pastikan ada capture kesepakatan harga di hp ya. Siapa tau beliau lupa, karena keliatannya dia suka kasi harga beda2 sama tiap orang. Haha..

Malam ini, dia mendatangi hotel kami buat mengambil uang dan memberikan tiket konfirmasi tour kepada kami. Ada 3 paket tour : James Bond tour, Phi Phi tour, dan tiket nonton Simon cabaret kelas VIP. Setelah Jeff membayar dengan cash, Puttachat memberikan 3 amplop tertutup  yang berisi tiket/bon konfirmasi dan sudah dicap ‘paid’. Di depan amplop, ada tulisan tangannya yang mencakup : nama tour/paket + tanggal tour/paket dan jam berapa akan dijemput (pick up time). Semuanya tertulis untuk 4 orang. Tiket/bon itu nantinya harus diperlihatkan kepada driver travel yang akan menjemput kita sesuai paket yang kita ambil.

OK, urusan bayaran beres. Puttachat mengucapkan terima kasih persis sama seperti driver SRC travel tadi dengan gestur tangan yang sama. Terkesan sopan sekali jadinya.

Tips : Sebenarnya banyak sekali kios2 di pinggir jalan maupun di depan penginapan di area Patong yang menawarkan paket2 tour. Mungkin harganya bisa “sedikit” lebih murah kalo kita gigih tawar tawaran dan punya waktu yang cukup. Karena kami ga mo repot dan waktu terbatas, maka lebih enak lewat Puttachat saja. 

Kamar kami terletak di lantai 2 sedangkan kamar Jennifer & Jasmine (JJ) ada di lantai 5. Kamarnya cukup oke untuk harga yang terbilang murah. Di atas ranjang, ada 2 handuk yang dibuat menyerupai angsa. Sama seperti saat kami menginap di Bogor pas wedding anniversary. Bisa lihat di Bogor trip (2016). Di kamar JJ juga seperti itu. Rupanya ini standar peletakkan handuk di kamar hotel di Phuket 😉

Ada televisi dengan program2 berbahasa Thailand, kulkas kecil yang tidak dingin, safe deposit box dalam lemari baju, 2 botol minum kecil beserta 2 gelas, 1 pembuka botol dan 1 asbak. Dalam kamar mandi ada hair dryer, 2 shower cap, 2 botol mungil shower gel, dan 2 botol mungil shampoo. Tidak ada sikat gigi, pasta gigi, dan sisir. Ranjangnya walau terlihat double bed besar tapi ternyata terdiri dari 2 single bed yang digabung dalam balutan seprai yang sama.

Selesai beres-beres, kami mampir ke minimarket sebelah. Beli air mineral kemasan gallon 4 liter dengan harga 43 baht (yang ternyata ga perlu-perlu amat) dan juga hot snack berupa sosis dipotong2 dan diberi tusukan untuk memakannya. Ada sosis babi, ayam, cheese, macam2 deh.. harganya antara 13 baht-22 baht. Murah dan enak ! Sudah snack malam, waktunya istirahat dan besok bangun pagi2.

 

Day 2 – Phi Phi Island Tour + Simon Cabaret + Bangla Road

Untuk Phi Phi tour, kami akan dijemput travel antara jam 7.45-8.00 pagi. Sip deh, sebelumnya punya waktu dari jam 7 pagi untuk jalan2 dulu seputar hotel. Tidak jauh dari hotel ketika mengarah ke belakang (menuju Patong beach), ada area Otop Shopping Paradise, tempat cafe-restoran dan pub yang pagi ini sih sepi sekali karena belum buka. Lumayan nih sepertinya untuk kapan2 cari makan di tempat ini, menarik. Lalu ada Hard Rock Café Phuket yang bersebelahan dengan restoran Hooters. Dari sini ke pantai perkiraan sekitar 10 menit lagi, namun karena sudah hampir jam 7.30 maka kami memutuskan untuk balik saja ke hotel.

Benar saja, sebelum jam 8 ada mobil travel,  Toyota Hi Ace berhenti depan hotel. Drivernya seorang anak muda masuk ke lobby sambil membawa gadget di tangannya dan mencari nama Jeff. Jeff menunjukkan bon yang semalam sudah diberikan Puttachat dan setelah dicek bahwa betul, sang driver mempersilakan kami masuk ke mobilnya. Bon nya diambil dia. Saat kami masuk mobil, ternyata sudah ada sepasang turis bule. Kapasitas mobil sekitar 14-16 orang. Sang driver kemudian menjemput turis2 lain yang hotelnya tidak jauh dari kami. Ternyata sistem tour di Phuket mirip seperti sistem tour di China nih. Silakan baca di China trip (2015). Sangat rapi dan terorganisir.

Selama di mobil, kami menyaksikan iring-iringan mobil travel dalam jumlah besar menjemput para turis di hotel lalu menuju berbagai tempat wisata di Phuket. Merk mobil dan warnanya nyaris sama, bisa bingung kalo dijejerin. Haha.. seru juga ya Phuket ini.

Setelah 1 jam perjalanan dari hotel, kami tiba di suatu tempat pinggir laut. Di dermaga hanya terlihat 2 speed boat, masing2 boatnya memiliki 3 motor, canggih ! Kami diarahkan ke suatu bangunan semi permanen. Nah ternyata di sini, baru tau operatornya adalah Phuket Absolute Marine.

Start Phi Phi Tour

Start Phi Phi Tour

Puttachat hanya salah satu agen/calo dari sekian banyak agen yang ada di Phuket. Nanti para agen ini, menjadi penghubung dengan para operator tour dan juga paket2 wisata lainnya. Jadi untuk Phi Phi tour, ternyata tidak harus berangkat dari satu dermaga tertentu. Tiap operator punya dermaga masing2. Travel antar jemput hotel juga diatur oleh operator ini. Mereka akan membagi beberapa mobil travel sesuai area lokasi hotel.

Di dalam bangunan, sudah ada banyak turis2 lain. Saat kami masuk, nama kami didata sesuai daftar tamu hari itu dan diberikan gelang karet aneka warna sebagai identitas pembeda grup. Kami dapat warna pink. Sementara yang lain, ada yang warna hijau dan kuning.  Sambil menunggu, ada snack dan minuman ringan yang disediakan. Wah, lumayan juga ya. Ada sirop, kopi, air mineral, beberapa macam biskuit kecil yang enak2, ada yang dilapisi selai nanas lho.

Setelah semua peserta tour tiba, maka kami diberikan briefing singkat. Untuk bahasa mandarin di teras, sementara bahasa Inggris di dalam. Canggih juga nih.. Kami tentunya ikut yang di dalam bersama para bule2. Dalam briefing dijelaskan secara singkat rute perjalanan hari ini dan kondisi masing2 tempat yang akan kita kunjungi. Ke mana saja ? Langsung aja nanti kami ceritakan per lokasi yah. Bahasa Inggris sang guide lucu deh, walau jelas tapi bernada cengkok gitu. Rupanya bahasa Thai itu mirip bahasa China dimana setiap kata harus dibaca dengan intonasi lagu yang tepat, ada beberapa nada baca. Pantas saja…

Di akhir briefing, ditawarkan tablet anti mabok secara gratis. Iya, hebat ya. Buat yang mabok laut, ga perlu susah2 bawa dari Indonesia. Selain itu ditawarkan juga sewa fin seharga 100 baht untuk yang mau snorkeling. Jaga2 karena katanya banyak bulu babi di area snorkeling. Bahkan ada foto anak bule yang kakinya kena bulu babi. Mereka juga bilang kalo sampai kejadian, asuransi tidak menanggung hal ini. Pinter juga penjelasannya, sehingga banyak orang takut dan akhirnya sewa fin. Kami sih ga sewa, dan ternyata memang sangat ga perlu !

Spot 1 : Maya Bay

Spot 1 : Maya Bay

Waktu keberangkatan tiba. Sebelum naik speed boat, kami difoto per keluarga. Ternyata nanti sore saat kami kembali, fotonya sudah dicetak dan dimasukkan dalam frame untuk dijual seharga 150 baht bagi yang berminat. Kami cukup beruntung masuk speed boat duluan sehingga duduk di bagian tengah boat. Ini sangat penting, karena jika belakangan maka posisi yang tersisa adalah yang paling ga enak yaitu di bagian belakang. Selain tidak bisa bersandar, terkena panas matahari, suara motor sangat berisik dan getaran nya pun berasa.

Untuk grup ini, ada aturan tidak tertulis bahwa dari awal hingga akhir perjalanan, tidak boleh pindah2 tempat duduk. Di depan kami, ada cool box ukuran besar. Isinya air mineral dan juice botolan. Jadi jangan kuatir dengan makan dan minum, semua sudah tersedia. Sebelum berangkat, tiap orang ditawari kantong plastic hitam kecil untuk berjaga2 jika mabok laut dan muntah. Kapalnya cukup besar, isi sekitar 40 orang. Mayoritas bule, ada 1 keluarga lain dari Indonesia, ada dari Tiongkok dan juga India. Tour leader kami ada 2. Satu bisa bahasa Inggris, satu lagi bisa bahasa Mandarin. Kapal berangkat sekitar pk.10.00 siang dari dermaga.

Oke, itinerary tour ini adalah sbb :

1.Maya bay / Phi Phi Ley (Pulau Phi Phi Kecil)

Tujuan utama dari tour ini adalah Maya bay. Perjalanan naik boat 45 menit menuju tempat ini. Pantai berupa teluk yang sangat terkenal dengan keindahannya gara2 menjadi lokasi syuting film The Beach tahun 2000 yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Sebelum tiba di sini, kami sudah diinfokan oleh guide kami bahwa pantai akan sangat penuh dengan turis karena memang bulan Desember adalah puncak musim turis. Tapi tetap saja kami super kaget ketika sampai.

maya-tourist

Astaga, dari kejauhan, sudah terlihat ribuan turis. Bener2 lautan manusia dalam arti sesungguhnya (manusia ngumpul di laut). Jadi cendol kayak di pasar malam. Puluhan speed boat antre bergiliran untuk menurunkan para penumpangnya lalu parkir di bibir pantai. Sementara di area pantai lain, ada juga long boat yang menurunkan turisnya. Untuk area berenang ada di pojokan, dibatasi dengan pelampung sehingga aman buat turis yang mau berenang.

maya-3

Memang betul sih, di sini airnya kehijauan, bagus sekali ! Belum pernah liat air laut bening, tenang dan berwarna hijau tosca seperti ini. Apalagi ditambah pemandangan perbukitan karst di tengah laut. Sangat mengundang untuk langsung nyebur dan dikubek2 dengan berenang 😉 Tentunya akan lebih romantis jika tidak ada turis sebanyak ini, tapi ya apa boleh buat. Semua turis ingin menikmati tempat indah yang kecil ini seperti kami.

Karena pantai penuh sesak dengan turis, kami pun langsung saja berenang. Menikmati air yang cantik dipandang mata. Ternyata kebanyakan turis hanya foto2 saja di pantai atau berjemur di pantai. Tidak terlalu banyak yang berenang. Waah.. rugi banget ! Pulau ini tidak berpenghuni dan tidak boleh dibangun penginapan. Jadi memang kesempatan wisatawan datang ya hanya pagi sampai sore hari.

Andai di pantai ini hanya kami berdua...

Andai di pantai ini hanya kami berdua…

Jika mau berfoto, perlu jeli untuk mendapatkan spot yang sepi. Semakin jauh dari parkir boat, biasanya semakin sepi sih. Waktu kami di sini tidak lama, hanya dibatasi sekitar 50 menit. Itu pun kami sampai dijemput sama salah satu awak kapal karena sedang berada di ujung pantai sementara kami kesulitan menemukan lagi kapal kita di antara puluhan kapal yang berjajar.

viking-cave2. James bond bay (beda dengan James bond island)

Boat kami memutari teluk yang cantik dengan warna laut kehijauan. Tidak ada pantai dan tidak bisa turun dari kapal. Jadi hanya bisa foto2 di atas kapal sambil menikmati pemandangan.

3. Viking Cave

Tempat ini pun hanya dilewati oleh kapal, tidak bisa turun. Berupa gua yang di dalamnya ada lukisan kapal2 viking. Saat ini ada penduduk lokal yang diijinkan tinggal di dalam gua untuk beternak burung walet. Sarangnya dijadikan komoditas perdagangan.

4. Monkey Beach

Awalnya saat briefing, kami pikir kami akan turun di pantai yang dihuni para monyet. Karena sudah dijelaskan untuk hati2 karena perilaku mereka bisa agresif. Tapi pada kenyataannya, kapal hanya mendekat ke sebuah teluk kecil yang ada pantainya tapi sangat sempit. Kita tidak turun, tetapi hanya bisa melihat dan memfoto para monyet di pantai itu. Di situ ada belasan monyet beraktivitas. Para awak speed boat melemparkan makanan ke arah mereka sehingga monyet mendekat dan berebut. Wah, ternyata betul pada agresif. Ada monyet yang masih kecil sampai dicakar dan dicekek sama yang besar gara2 berebut makanan. Kejam banget.

monkey-beach

Kami juga buat videonya, buat yang mau lihat perilaku monyet2 ini di pantai bisa cek di facebook pasangan traveling yah.

5. Spot snorkeling

Untuk snorkeling, peralatan dan life vestnya dipinjamkan gratis. Kami bawa google/mask sendiri, karena memang punya. Spot snorkeling ini adanya di tengah laut. Jadi guide tidak menyarankan bagi yang tidak bisa berenang karena katanya arus ombaknya cukup kencang. Namun kalo kami bandingkan dengan arus ombak yang kencang di Bunaken sih ga ada apa2nya. Arus ombaknya standard lah, lebih mirip pas snorkeling di Belitung.

snorkeling

Setengah isi perahu terjun snorkeling. Hasilnya ? Jauh dari harapan kami. Ikannya sedikit, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Ada sih yang bagus 1-2 jenis ikan, tapi itu pun harus dicari ke sela-sela karang yang agak dalam dan agak jauh dari kapal. Karangnya ga bagus, hampir semua sudah mati. Bulu babi ada tapi sangat sedikit dan jauh di dasar laut. Dengan menggunakan vest pelampung sehingga kita mengambang, mana mungkin kita akan menginjaknya ?

snorkeling-2

Buat kami yang pernah snorkeling di Gili Nanggu (Lombok), Belitung, Maldives, Pulau Oar/Umang dan Bunaken, spot snorkeling di sini tidak ada apa2nya. Kalah jauuuuuh. Jadinya kami relatif cuma sebentar snorkeling nya, kurang seru sih. Buat yang belum pernah, mungkin lumayan lah… senang liat ikan2 yang ngumpul dekat kapal karena dikasi makan awak kapal. Airnya juga bening, jadi buat yang di kapal masih bisa liat ikan2 biru atau garis kuning yang berenang di permukaan laut.

6. Phi Phi Don (Pulau Phi Phi Besar)

phiphi-lunchSudah jam 13.30 nih. Sudah lapar. Di sini kami makan siang gaya buffet, all you can eat. Yang menarik dari menu makan siang adalah selain menu nasi dan lauk pauk sekitar 4 macam, ada juga menu spaghetti. Keliatannya untuk mengakomodir turis bule. Kami awalnya ambil menu nasi dan berpikir setelahnya baru akan mencoba spaghetti. Ternyata pas kami balik lagi mau ambil, spaghetti nya sudah habis dan diganti dengan bihun. Hik… sedih.

Tips : Jika ada pilihan menu asia dan menu bule, sebaiknya ambil yang menu bule duluan. Karena menu asia akan selalu tersedia sampai kapan pun, hehe..

Ada 2 macam soup, rasa gurih biasa dan rasa asam seperti tom yum. Ada juga buah semangka dan nanas. Untuk minumannya ada air putih, teh dan kopi. Selesai makan, kami jalan2 di sekitar pantai dan area restoran. Suasananya selintas mirip Gili Trawangan, Lombok. Banyak toko dan penginapan. Bedanya, kalo di Gili Trawangan jalanan nya berpasir, kalo di sini sudah dicor. Fridge magnet dengan gambar maya bay / phi phi island dijual di sini seharga 80 baht untuk 4 magnet. Waktu yang diberikan di sini untuk lunch dan jalan2 sekitar 50 menit. Ga keburu jalan2 terlalu jauh deh, makan nya aja udah 30 menit sendiri.

7. Khai Island

khai-2Setelah makan, kami menuju Khai Island. Jaraknya sekitar 40 menit dari Phi Phi Don. Di pulau ini katanya bisa snorkeling lagi tidak jauh dari pantai. Jadi disarankan buat yang ga bisa berenang untuk snorkeling nya di sini saja. Kami turun dari kapal sambil membawa google dan life vest. Pulaunya ga besar, kelihatan ujung ke ujung. Ada beberapa rumah panggung yang berfungsi sebagai cafe maupun restoran. Ada juga penyewaan payung dan matras kalo mau berjemur di pantai.

Buat yang mau gratisan, kayak kami, pilihlah tempat di bawah rumah panggung he..he.. biar adem. Soalnya matahari bersinar sangat terik tanpa ada pepohonan di sini. Nanti banyak pedagang yang datang menawarkan aneka juice.

Kami mau mencoba snorkeling nih. Tapi pas baru berjalan di bibir pantai saja, kaki kami sudah menginjak batu, karang, dan coral yang tajam. Jalan ke tengah laut jadi sulit karena kaki kesakitan. Musti pakai sepatu nih. Kami pun coba langsung berenang saja, jadi kan mengambang. Walau sudah agak tengah, tapi airnya keruh dan kami tidak bisa melihat apa pun di bawah permukaan air. Hm.. rupanya lokasi untuk snorkeling tidak bisa dari titik di ujung pantai. Harus pindah ke titik di tengah, dekat parkir kapal.

Tapi kami sudah malas jadinya. Kata orang sih ada ikan kecil2 gitu. Cuma berhubung yang di tengah laut aja kurang bagus, apalagi yang dekat pantai… hm.. lebih baik main air dan menikmati daratan pulau ini saja. Akhirnya kami foto2 di gundukan2 batu yang cukup besar di satu sudut tepi pantai. Bentuk batunya menarik, seru buat dipanjat2.

khai-island

Waktu bermain di pulau ini sekitar sejam. Cukup lama buat kami yang ga suka berjemur dan ga makan. Apalagi matahari sangat terik, rasanya kulit muka ini sudah perih terbakar. Pulau ini adalah perhentian yang terakhir dari tour ini.

Setelah berpanas-panasan di pulau, di kapal sudah tersaji potongan buah semangka dan nanas yang dingin dan segar. Cihuuuuy !! Sebelum sampai dermaga, tour guide menghimbau para turis untuk memberikan sekedar tips jika puas dengan pelayanan mereka. Toples plastik pun diedarkan. Biasanya tips yang diberikan sekitar 20-50 baht. Ga ngasi juga ga papa sih, cuma ga enak aja karena keliatan kan sama semua, hehe.. Dari Khai Island ternyata hanya butuh waktu 15 menit saja menuju dermaga.

Setelah sampai dermaga, mobil travel sudah siap menyambut dan mengantarkan kami kembali ke hotel. Perjalanan kembali sama dengan waktu berangkat, sekitar sejam. Dari dermaga jam 5 sore, sampai hotel jam 6 sore.

Thailand Dinner

Thailand Dinner

Setelah mandi, kami segera cari makan malam sebelum lanjut lagi nanti acara nonton Simon Cabaret. Yang dekat ya di Otop Market saja, yang tadi pagi sudah kami survey. Jalan kaki kurang lebih 500 meter dari hotel. Kami memilih Patong Fish & Chips Restaurant. Kenapa ? Karena ada promosi menu pad thai seharga 60 baht, hehe.. Walau namanya barat, tapi kami di sini memilih makanan khas Thailand.

Menu dinner kami : Pad Thai chicken, Tom Yum Sea Food, dan Pineapple Fried Rice. Semuanya enak !! Pad Thai ternyata adalah sejenis noodle yang lembut kenyal, beda dengan mie atau bihun yang biasa. Diana suka banget dengan rasanya. Fried rice nya sangat gurih dan disajikan dalam buah nanas yang sudah dikeluarkan daging buahnya. Kuah tom yum juga sangat kaya dengan rasa rempah, sea food nya segar.  Minumnya kami pilih juice nanas, yang ternyata bukan sari buah asli tapi seperti sirop.

Masih ada waktu sedikit nih, kita lanjut aja main ke Hard Rock. Jauh lebih gemerlap dan ramai dibandingkan waktu pagi. Ya iyalah… Terus jalan sampai ke pantai Patong yuuk. Yang tadi pagi ga sempat itu. Wah, pantainya cukup terang dari lampu toko2 di pinggir pantai. Kita juga bisa lihat lampu2 rumah yang ada di atas bukit. Keren euy ! Pantai cukup sepi, ada beberapa wisatawan yang duduk2, ada juga yang masih berenang malam-malam. Suka banget sama suasana malam di pantai Patong ini ! Hawanya pun cukup adem ya, ga panas.

Patong

Patong

Simon Cabaret

Waktunya balik ke hotel untuk menunggu dijemput lagi sekitar pk.08.20 pm. Phuket Simon Cabaret merupakan salah satu pertunjukan paling terkenal dan terlama di Phuket. Semua penari perempuan-nya adalah ladyboy, bukan perempuan tulen. Walaupun sekarang makin banyak pertunjukan serupa, Simon Cabaret yang berdiri sejak tahun 1991, tetap menjadi seni pertunjukan yang menggoda orang untuk datang. Setiap hari ada 3 pilihan waktu pertunjukkan : jam 18.00, 19.30 dan 21.00. Durasinya sekitar 1 jam. Kami pilih show paling malam.

simon-cabaretTempatnya dari hotel kami ternyata hanya 5 menit dengan mobil. Gedung pertunjukannya seperti hotel mewah. Kami masuk ke lobby yang ada bar nya, disambut oleh petugas yang menanyakan bon pemesanan. Kami lalu antri untuk menukarkan bon pesanan dengan tiket dan nomor tempat duduk. Nomor seat sudah tercetak di tiket, alias tidak bisa pilih layaknya nonton bioskop.

Selain tiket, terdapat juga kupon free drink. Bisa ditukarkan dengan sebotol kecil air mineral dengan label Simon Cabaret 25 tahun. Lokasi penukaran adalah di outdoor mini lounge di luar gedung pertunjukan. Kami duduk2 sambil minum di mini lounge tersebut sambil menunggu jam pertunjukan kami. Tak lama kemudian terbukalah pintu keluar pertunjukan yang letaknya persis di sebrang tempat duduk kami.

Para penonton show sebelumnya berhamburan keluar. Bukan hanya para penonton saja yang keluar. Tak lama, keluarlah para artis pertunjukan, lengkap dengan kostum masing2. Mereka berbaris rapi menghadap para penonton yang baru keluar sambil melambai-lambaikan tangan ke arah penonton. Jadinya posisi kami ada di belakang para artis itu. Pemandangan yang berbeda nih, bisa lihat kostum dari belakang, punggung dan bokong para penari itu. Hihi..

Oke, paling engga kita udah dapat gambaran nanti setelah show bakal seperti apa kejadiannya. Bakal seru nih. Kalo mau foto, ayoo dari sekarang dipilih2 mau foto sama yang mana. Suasana nya ramai sekali. Puyeng juga nih, kita masuk aja lah ke gedung kalo gitu.

simon-1Ruangan show nya seperti ruang bioskop. Kami dapat seat E 18-19 dan F 19-20 plus tulisan Extra Seat. Apa ya maksudnya ? Ternyata kita dapat tempat duduk yang sangat strategis ! Extra seat adalah 2 kursi permanen yang diletakkan di tengah2 ruangan. Biasanya kan di bioskop itu ada tempat duduk di sayap kiri dan kanan. Nah, ini lokasinya di tengah2 jalan, hanya cukup untuk 2 seat berjejer. Jadi JJ duduk di E 18-19 dan kami duduk di belakangnya F 19-20.

VIP seat sebetulnya adalah semua tempat duduk yang ada di bawah. Sedangkan seat biasa yang lebih murah itu adanya di balkon. Tapi rupanya kami dikasi tempat duduk super VVIP nih, hehe.. seneng banget ! Kapasitas ruangan ini kurang lebih 600 tempat duduk. Selama di dalam ruangan penonton tidak boleh ambil gambar. Jadi ga ada fotonya, maaf yah. Kalo mau tau show nya seperti apa, bisa buka youtube saja.

Shownya sangat menarik, sangat profesional. Walaupun berupa lypsync, tapi kostum, koreografer tarian dan tata panggungnya keren. Ada banyak sesi dengan setting dan artis yang berbeda2. Ada yang gaya lagu/tarian China, Korea, India, Thailand bahkan ala Hollywood dengan menampilkan Beyonce loh. Ini meriah banget sambutan penonton. Walaupun ladyboy, tapi kecantikan dan lekuk tubuh mereka mereka bisa bikin geleng2 kepala karena bisa mengalahkan wanita tulen loh. Kostumnya juga seksi-seksi bo ! Favorit Diana sih yg gaya Bolywood, penari utama yang cowok nya tuh ekspresif banget. Genitnya dapet abis ! Jangan2 bentar lagi dia bisa bermetamorfosa jadi cewek nih… Waduh.

Selain yang serius, ada juga sesi konyol2 nya di tengah2 pertunjukkan. Artis yang muncul keliatan banget waria nya. Maksudnya, cowo yang didandanin kaya cewe, jadi ga kaya cewe2 ladyboy cantik yang ada di show. Dua artis itu turun dari panggung sepanjang lagu dan menghampiri para penonton pria yang ada di deretan tengah dan lumayan depan. Yang cewe sih aman ! Wah, Jeff udah deg-deg an nih. Ternyata yang disamperin yang di sebelah kirinya Jeff, sebelah kanannya Diana, dan di belakang kami. Haha.. Buat yang tempat duduknya strategis, hati2 ye… ga diapa2in sih, cuma dicium doank. Cuuuup…

simon-2

Puas nonton pertunjukkan, sekarang waktunya foto2 sama para artisnya. Siapa yang mau nich ? Akhirnya Jeff memberanikan diri untuk foto dengan salah satu artis. Kapan lagi foto sama ladyboy cantik ?! Dipilih, dipilih mana yang oke nih. Cari yang cantiik dan manis aaah mukanya.. kalo diliat di tempat lain, pasti kita bakal pikir ini cewek tulen. Setelah itu jangan lupa kasi 100 baht (minimal). Saat dia menerima uang dari Jeff dan mengucapkan terima kasih dalam bahasa Thai, ternyata suaranya tetap suara cowo !

Tips : Bayar itu per artis, jadi kalo misal sudah mau foto sama 1 artis, trus temannya ikutan foto.. jangan mau. Karena kalo kita mau, artinya harus bayar ke 2 artis itu masing2 100 baht. Kalo hanya foto para artis itu tanpa ada kitanya, tidak perlu bayar ga papa.

 

Night Life : Jungceylon + Bangla Road

Tiba lagi di hotel jam 10.30 malam. Waktunya party kalo di Phuket sih. Jadilah kami lanjut jalan kaki ke pusat keramaian Patong. Jungceylon Mall merupakan mall modern dan terbesar satu2nya di area Patong Phuket untuk saat ini. Lokasinya tidak sampai 1 km berjalan kaki dari hotel kami. Mall nya buka dari jam 11 pagi hingga 11 malam. Beda 1 jam dengan rata2 mall di Jakarta. Mall nya semi open air walaupun atapnya tetap tertutup agar tidak kehujanan maupun kepanasan. Di basementnya ada tempat orang jual souvenir dan juga food court. Harga souvenir di sini cukup murah. Banyak banget pilihannya. 100 baht bisa dapat banyak oleh2.

banglaMenembus Jungceylon, kami mengarah ke Bangla road. Dekat kok lokasinya. Keramaian di Bangla justru terjadi di malam hari. Suasananya mirip Legian Bali. Jalanan ditutup untuk mobil, jadi orang bisa berjalan dengan leluasa. Yang menarik di sepanjang jalan ini adalah banyak klub yang menawarkan hiburan malam. Ada yang tempatnya tertutup, tapi tidak sedikit yang terbuka sehingga kita bisa melihat aktivitas di dalamnya.

Banyak cewe2 yang menari2 di tiang2 di atas meja bar. Ada juga jejeran ladyboy yang menawarkan jasa foto bersama mereka. Paling banyak sih bar dan night club. Di sepanjang jalanan ini, kita pasti akan didekati dan ditawari untuk masuk ke salah satu klub. Banyak tawaran show2 khusus dewasa gitu lah. Suasananya luar biasa ramai. Musik berdentam2 dengan keras dan lampu sorot aneka warna menemani perjalanan kami di Bangla Road.

Dalam perjalanan pulang menuju hotel, kami sempat jajan banana pancake yang banyak dijual di gerobak bermotor pingir sepanjang jalan Patong. Seperti crepes, renyah, isinya potongan pisang. Tinggal toppingnya mau pilih apa : madu, coklat nutela, strawberry, dsb. Pilihan topping ini yang membedakan harganya. Tiap penjual rata2 punya lebih dari 10 jenis pancake. Kami pilih yang paling murah yaitu banana pancake dengan madu seharga 60 baht. Lumayan enak buat snack tengah malam sebelum tidur di hotel.

 

Bersambung ke  : Phuket Part-2 

 

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, Thailand | Tags: , , , , , , , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Thailand-Phuket : 26-30 December 2016 (part 1)

  1. Tosan prabowo

    Wow. Sungguh dibantu dengan catper ini, kalau boleh minta donk cp nya mr Puttachat. Saya ke patong tgl 31 maret ini, thanx u

  2. penasaran dengan ladyboy thailand

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: