Advertisements

Turkey : 15 July 2016 – Free City Tour Istanbul (TOURISTANBUL)

Informasi Free City Tour dan aplikasi Visa Turkey bisa dilihat di Free Tour & Visa (2016)

Kami mengunjungi Istanbul dalam rangka transit karena kami menggunakan Turkish Airline. Setelah puas jalan2 di negara2 Scandinavia + Finland, maka dari Helsinki kami mampir Turki dulu sebelum tiba di Jakarta.

touristanbulPesawat mendarat di bandara Ataturk, Istanbul jam 10 pagi. Ataturk merupakan bandara tersibuk ketiga di Eropa dan kesebelas di dunia. Luar biasa ya ! Keluar pesawat, kami harus antri imigrasi karena mau ikut free city tour.

Wah.. kami kaget melihat antrian panjang di imigrasi. Parah juga nih, banyak yang seruduk2. Alasannya bakal telat lah, anaknya sudah di depan, dll. Kacau sekali, tidak ada petugas berwenang yang mengatur barisan. Jauh lebih tertib di bandara Jakarta deh.

Beres dari imigrasi, kami harus daftar untuk ikut free city tour di Hotel Desk. Lokasinya sebelah Starbucks, dari pintu keluar setelah imigrasi belok kanan, letaknya paling ujung. Saat mendaftar, boarding pass kami ditahan petugas pendaftaran. Di sebelah Hotel Desk, ada tempat penitipan koper. Kami sih cuma bawa 1 ransel trolley, jadi ga usah dititip, dibawa saja.

Sambil menunggu, kami menukarkan Euro kami ke TL (Turkish Lira) di Garanti Bank di seberang Hotel Desk. Kena fee komisi 4% tapi kami kan harus punya pegangan Turkey Lira. Jadi terpaksa deh.

Free touristanbul

Jam 12.00 kami akan dipanggil untuk berkumpul dengan peserta tour yang lain. Boarding pass kami dikembalikan. Rombongan kami ada sekitar 25 orang. Kami dipandu untuk naik ke bis, ransel trolley pun kami masukkan ke bagasi bis. Aman. Pesertanya terdiri dari berbagai kewarganegaraan, seru juga. Bahasa yang digunakan oleh guide tentunya bahasa Inggris. Kami tidak ingat nama tour leader kami, namun orangnya pintar bercerita dan pandai membuat kami tertawa.

Bus tour

Bus tour + guide

Cuaca Istanbul sangat panas, apalagi kami baru tiba dari Eropa Utara. Di bis, guide menjelaskan bahwa Istanbul berpenduduk 20 juta !  Wilayahnya 5% Eropa dan 95% Asia namun mereka lebih mengindentikkan diri mereka ke Eropa. Lebih dari 90% penduduknya muslim. Kotanya tertata rapi dan cantik,jalanannya mulus dan lebar tapi macet kayak Jakarta. Bis juga melewati bekas kota lama Istanbul dengan benteng yang masih tersisa.

Lunch

Pertama2 kami diantar makan siang dulu di restaurant FATiH BELEDiYESi. Full menu. Mulai dari Chicken Soup & Salad, main menu bisa pilih mau meatball atau ayam, lalu diakhiri dengan puding. Minuman ada air putih dan kalengan yang boleh dibawa pulang. Ada juga roti2 yang disediakan di meja. Semuanya GRATIS ! Hebat ! Semuanya disponsori oleh Turkish Airlines. Kami belum pernah tau ada airlines lain yang kasi city tour gratis + makan gratis.

Awalnya kami mengira meat ball itu seperti di Scandinavia atau Ikea, daging berbentuk bola. Ternyata di Istanbul meatball itu artinya daging (biasanya dipanggang). Ga ada hubungan sama bola/ball. Jadi keluarnya irisan daging panjang2 (bisa lihat di foto). Semua makanan nya enak, terutama puding nya !!

Teman semeja kami adalah 2 perempuan yang mukanya korea gitu. Tapi ternyata mereka berasal dari Kazakhstan. Wow, menarik ! Mereka ternyata teman satu kantor dan sudah sering traveling berdua kemana-mana.

Sultan Ahmet : Topkapi, Blue Mosque

Selesai makan, kami berjalan kaki ke arah Sultan Ahmet, pusat turis. Dipandu oleh tour guide yang membawa bendera biru touristanbul. Masuk ke Arasta Bazaar, pasar souvenir dan kain yang siang ini cukup sepi. Dan akhirnya tembus di area Blue Mosque.

bazaar

Karena ini hari Jumat, maka siang ini Blue Mosque sedang dipakai untuk Sholat Jumat dan sementara ditutup untuk turis. Maka guide membawa kami ke Topkapi Palace dulu. Jalan lagi sedikit lebih jauh dan akhirnya sampailah kami di Topkapi Sarayi (Topkapi Palace Museum).

Notes : Itinerary free city tour di website bisa tidak sama dengan kenyataannya. Di website harusnya kami masuk ke Hagia Sophia dan tidak masuk ke Topkapi. Kenyataannya malah sebaliknya.

Topkapi Palace

Topkapi Gate 1

Ada gerbang pertama seperti tembok yang harus kami lewati di area Topkapi ini. Masuk gerbang ini tidak bayar, tetapi harus melewati X-ray dan ada petugas yang berjaga. Rupanya seperti istana pada umumnya, maka penjagaan berlapis-lapis. Lewat gerbang ini, kami sampai di area taman yang luas. Banyak penduduk lokal yang menikmati taman ini dengan bersantai dan piknik.

Topkapi Gate 2

Topkapi Gate 2

Berjalan menembus taman, maka kita akan sampai di gate ke-2 yang berbentuk benteng istana dengan 2 menara nya yang khas. Nah, untuk melewati gate 2 ini dan masuk ke area istana, pengunjung harus bayar. Namun untuk peserta touristanbul bisa masuk dengan Gratis ! Asik kan ?! Harusnya harga tiket masuk TL.40 / org.

Di sini kita bisa sewa audio guide kalo mau. Jadi berasa sangat beruntung karena kami punya guide gratisan yang sangat menguasai sejarah Istanbul dan tempat2 wisatanya. Topkapi ini dulunya adalah istana tempat para sultan dan keluarganya beraktivitas. Sultan itu pada jaman dahulu adalah simbol negara, merupakan gabungan dari raja dan pemimpin agama tertinggi.

Ada kisah sejarah yang cukup tragis terjadi di sini. Jadi sultan itu kan gelar yang diberikan secara turun temurun (seperti sistem kerajaan). Namun karena sultan memiliki banyak isteri dan banyak anak, maka bagaimana memilih penerus sultan berikutnya ? Begini caranya.

Semua anak sultan yang pria dan sudah dewasa akan ditempatkan di setiap pelosok negeri untuk menjadi penguasa/pemimpin. Anak “kesayangan” akan ditempatkan paling dekat istana dan anak yang kurang disayang akan ditempatkan paling jauh dari istana. Nanti, saat sang sultan meninggal, maka yang menjadi penerus adalah anak yang paling dahulu sampai di istana.

Apakah otomatis anak kesayangan akan sampai lebih dahulu karena posisinya yang dekat ? Tergantung kedekatan sang anak tersebut dengan orang2 di istana. Namanya politik, bisa saja orang2 di istana malah memihak anak yang posisinya jauh dari istana dan membawa anak tersebut tiba lebih dahulu di istana.

Tidak hanya itu, anak yang terpilih menjadi sultan harus membunuh semua saudaranya yang pria. Iya, SEMUA ! Demi stabilitas negara, supaya tidak ada persaingan maupun pemberontakan. Gila, kejam sekali. Untungnya itu hanya terjadi di jaman kesultanan Turki dahulu (Ottoman).

View Selat Bosforus

View Selat Bosphorus

Oke, sekarang kembali ke masa kini. Melewati berbagai ruangan di istana ini dan kita akan sampai pada area terbuka yang letaknya paling ujung. Mata langsung disuguhi pemandangan selat Bosphorus yag biru dan luas. Aaaah… beautiful ! Selat ini terkenal dengan jembatan yang menghubungkan Istanbul bagian Eropa dengan Istanbul bagian Asia.

topkapi-muslimAda sedikit waktu bebas bagi peserta touristanbul yang kami gunakan untuk berkeliling dan masuk ke Outer Treasury. Ada perlengkapan perang jaman dahulu yang dipamerkan. Termasuk (katanya) pedang Daud waktu perang dengan Goliath dan peninggalan dari nabi Muhammad.

Sayang, kami tidak masuk ke Harem karena waktu yang terbatas. Padahal ini adalah bagian istana yang cukup terkenal, katanya paling indah dan ingin kami kunjungi. Inilah masalahnya kalo ikut tour, sulit bisa mengeksplorasi sesuai keinginan. Jika hendak masuk ke Harem kita harus membayar tambahan lagi, jadi ga bisa cuma selewat aja.

Harem adalah tempat tinggal semua wanita yang ada hubungannya dengan Sultan. Bukan hanya kediaman selir, namun juga tempat tinggal ibunda sultan, adik, permaisuri beserta para pembantunya. Jadi kata Harem memang diambil dari kata Haram, yang artinya terlarang (bagi para pria kecuali Sultan). Semua aktivitas yang terjadi di dalam Harem sejak dahulu tidak boleh dicatat, sehingga kini semua menjadi misterius karena memang tidak ada catatan resminya.

Di bagian taman umum Topkapi yang gratis itu, ada toko souvenir dan studio foto untuk berkostum serupa Sultan dan kostum bangsawan jaman Ottoman dahulu. Menarik nih, tapi waktunya udah ga keburu. Oke, nanti saja setelah tour selesai, kami akan kembali lagi ke sini untuk berfoto di studio ini. Maklum, kami sangat suka memiliki souvenir berupa foto dengan kostum negara setempat.

Blue Mosque / Sultan Ahmet Mosque

Dari Topkapi Sarayi, kami diajak ke Blue Mosque. Disebut masjid biru karena interiornya didominasi oleh keramik warna biru, bukan karena eksteriornya warna biru. Blue mosque memiliki 6 buah minaret/menara. Jumlah minaret menunjukkan “keagungan” masjid tersebut. Di Istanbul kita bisa melihat masjid lain yang hanya memiliki 2 atau 4 minaret.

Blue Mosque

Blue Mosque

Untuk masuk ke dalamnya memang gratis, tapi ada aturan yang harus dipatuhi para turis mengenai cara berpakaian. Ada gambarnya di tempat antrian masuk. Jika ternyata tidak sesuai ketentuan, baik pria maupun wanita akan dipinjamkan pakaian yang sesuai.

Diana dipinjamkan kerudung yang sudah menyatu dengan jubahnya. Sementara Jeff sih aman karena memakai celana panjang. Buat yang pakai celana pendek akan dipinjamkan kain untuk menutupi kaki, semacam sarung. Sepatu harus dilepas dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah disediakan.

jilbab

Lucu nih, para wanita rombongan kami termasuk Diana bingung semua bagaimana memakai jubah dan kerudung dengan benar. Kalo terpisah gampang, ini kan menyatu, sampe harus cek baik-baik mana depan-belakang atau malah terbalik luar-dalam. Haha..

 

Jalan Mandiri

Blue Mosque merupakan akhir dari free tour ini. Semua rombongan akan diantar kembali ke airport Ataturk. Namun kami masih hendak jalan2 di Istanbul karena pesawat kami jam 2 dini hari. Lumayan, sekarang masih jam 4 sore. Masih banyak waktu.

Oleh tour leader, kami disodori surat pernyataan yang harus kami tandatangani. Isinya kurang lebih adalah bahwa kami menanggung resiko sendiri atas keputusan kami memisahkan diri dari rombongan tour. Setelah mengambil ransel trolley kami dari bagasi bis, tour leader kami juga memberitahukan bagaimana cara kami bisa pulang sendiri naik metro ke Ataturk dan berapa total biaya yang harus kami keluarkan. Excellent !

Hagia Sophia

Sekarang petualangan baru dimulai. Tempat yang kami kunjungi pertama adalah Hagia Sophia (Ayasofya). Di sini kami harus membayar TL.40 per orang.

sofya

Hagia Sophia terkenal dengan kubah besarnya dan arsitektur jaman Bizantium. Bangunan ini awalnya adalah gereja katedral Ortodoks pada masa Konstantinopel. Lalu setelah Konstantinopel jatuh dan Sultan Turki berkuasa, maka gereja ini diubah dan dijadikan masjid. Berbagai lambang Kristen seperti lonceng, gambar, dan mosaik yang menggambarkan Yesus, Maria, orang-orang suci Kristen, serta para malaikat dihilangkan atau ditutup. Berbagai atribut KeIslaman seperti mihrab, minbar, dan 4 minaret/menara pun ditambahkan.

sofya3

Setelah masa kesultanan runtuh dan digantikan republik, maka masjid ini ditutup dan kemudian dibuka kembali menjadi museum yang terbuka untuk umum. Karpet untuk ibadah shalat dihilangkan, plester dan cat-cat kaligrafi dikelupas, serta menampakkan kembali lukisan-lukisan Kristen yang tertutupi selama lima abad.

sofya1

Karena itulah bangunan ini menjadi unik, karena sekarang terdapat peninggalan Kristen dan Islam dalam gedung ibadah yang sama. Saat kami masuk, ternyata sedang ada renovasi besar2an di dalamnya. Jadi setengah area tertutup dengan besi-besi steger. Sayang yah, jadi kemegahan interiornya kurang utuh.

sofya2

Kami kemudian menuju lantai 2 dengan masuk ke jalan memutar berbatu. Mirip di Round Tower, Copenhagen. Bisa lihat trip kami di Copenhagen (2016).

lorong

Di bagian luar bangunan terdapat tempat air mancur untuk minum dan ber-wudhu, namun sekarang sudah tidak berfungsi. Wah, bisa foto2 cukup banyak di sini dibandingkan di Topkapi. Padahal Topkapi jauh lebih luas dan lebih banyak yang bisa dilihat. Itulah bedanya jalan sendiri dan ikut rombongan tour ya 😉

sofya4

Jadi Sultan @ Topkapi Palace

Selesai dari Hagia Sophia, kami pun kembali ke Topkapi. Iya, masih penasaran karena waktu yang kurang dan mau foto berkostum Sultan Ottoman itu loh. Saat kami tiba sudah sore, sudah mau tutup. Cepat2 kami memilih kostum yang hendak digunakan. Selebihnya para petugas yang membereskan semuanya. Mulai dari asesoris, kerudung, topi, pose, apa yang harus dipegang, dsb. Nurut aja deh.

baju-turki

Gimana, unik kan fotonya ?!

Entah berapa puluh kali sang fotografer mengambil foto kami berdua. Pegang pedang, pegang kipas, pegang cangkir, pegang tasbih, hadap depan, saling berhadapan, segala macam deh. Serasa foto model. Setelah itu kita tinggal lihat hasilnya di komputer. Selamat memilih ya, dijamin pusing saking banyaknya foto. Tapi kami senang dan puas dengan hasil2nya. Harganya TL.20 per foto. Hm.. kami pilih 2 foto saja deh.

Makan Sore/Malam

Sudah jam 6 sore, cape dan lapar nih. Cari makan dulu deh. Waktu di Indonesia sudah sempat browsing dan ada rumah makan yang katanya enak dan murah. Mari kita coba. Nama restoran nya Makarna Sarayi (palace) . Untuk tiba di sana,  kami menyusuri jalan Divan Yolu, terus belok kanan ke Vezirhan Cd, ada lapangan kecil dengan patung di depannya sebagai penandanya.

lunch

Tempat2 makan seperti ini ternyata banyak ditemui di Istanbul. Mirip makan di warteg yaitu makanan semua sudah tersedia dan kita tinggal pilih2 sendiri makanannya. Macam menunya beragam. Ga usah tau namanya, kita tinggal tunjuk yang penampakannya menarik, hehe.. Kami memilih nasi kuskus (kayak nasi goreng merah dan agak pedas), pasta lalu terong + daging (kami tidak tau namanya).

Ternyata harganya murah kalo untuk pasta, tapi kalo untuk daging lumayan mahal. Jadi lebih baik pesan pasta saja kalo mau hemat. Rasa pasta nya juga enak ! Tempat duduk cukup nyaman dengan interior khas Turki.

Selesai makan, kami pergi ke money changer yang ada di sebelah tempat makan kami. Di sini tidak pakai komisi, jadi memang sebaiknya tukar duit secukupnya saja di airport, selebihnya tukar di area Sultan Ahmet Istanbul.

Grand Bazaar & Kebab

Perjalanan menuju ke Grand Bazaar (Kapali Carsi) penuh perjuangan karena kami ‘menentang’ sinar matahari yang terik. Walau sudah pakai kacamata hitam, tetap saja membuat mata ini menjadi lelah. Grand Bazaar ini sangat besar, luas dan memiliki beberapa pintu masuk. Hati2 nyasar yah di dalam. Kami masuk melalui pintu tujuh. Banyak sekali pedagang dengan berbagai jenis dagangan yang ditawarkan seperti makanan, tekstil, dan souvenir pastinya.

grand-bazaarPedagang nya ramah2, malah ada yang menawarkan barangnya dengan bahasa Indonesia (mungkin mendengar kami bicara bahasa Indonesia). Ketauan banyak orang Indonesia suka shopping di sini nih, haha..

Untuk pulang ke Ataturk airport, kami harus mencari metro station. Tidak mudah, tidak banyak petunjuk. Kami berbaur dengan kepadatan penduduk Istanbul yang pulang kerja.

Dalam perjalanan menuju station Metro, kami mampir beli kebab Turki di pinggir jalan. Ya, di Istanbul banyak sekali penjual kebab. Mulai dari yang di rumah makan sampai dengan kios pinggir jalan. Musti cobain deh makanan khas Turki ini !

Besar sekali ternyata rotinya. Isinya juga banyak, sangat menarik. Harganya cuma TL.4 dan dapat free Ayran. Ayran adalah minuman khas Turki untuk teman nya makan kebab. Terbuat dari whipping yoghurt dengan air dan garam. Warnanya putih kaya susu. Kalo mau makan hemat, kebab bisa jadi pilihan !

Back to Ataturk Airport

Untuk ke airport, kami naik metro dari Vezneciler hingga ke Yenikapi. Bayar di mesin TL.4 per orang, dan yang keluar bukan kartu atau tiket, tapi token bulat warna orange. Mirip seperti token untuk naik metro di Shenzhen, China. Bisa lihat di trip Shenzhen (2008). Di gate masuk, token dimasukkan ke dalam slot yang ada di mesin.

Oleh2 khas Turki

Oleh2 khas Turki

Sampai di Yenikapi, kami harus keluar dulu (lewat gate keluar). Kemudian beli token lagi dengan harga TL.4 per orang untuk naik metro M1A buat ke airport. Dihitung2 jadi mahal juga nih, total berdua hingga Ataturk jadi TL.16. Saat Jeff mau memasukkan token, tiba2 ada orang yang minta token Jeff. Ternyata dia mau tokennya dan dia men’tap’ kartunya agar Jeff bisa lewat gate. Mungkin buat souvenir.

Perjalanan ke Ataturk sekitar 30 menit. Karena jam pulang kantor, situasi dalam metro sangat padat. Untung masih bisa duduk di bagian orang meletakkan koper, paling belakang. Istanbul ini memang luar biasa besarnya dan padatnya. Dalam perjalanan ke Ataturk, terlihat kemacetan lalu lintas di mana2.

Tiba di Ataturk jam 8 malam. Kami langsung menuju imigrasi. Sama seperti pagi hari, antrian imigrasi sangat kacau. Banyak yang serobotan. Setelah hampir 1 jam, barulah kami bisa melewati imigrasi. Di sini sampai jam 9 malam langit masih terang.

Sempat istirahat, makan Burger King dan ke toko Duty Free untuk membeli oleh2. Selain Turkish delight, bisa coba beli Baklava buat oleh2. Selain beragam bentuk yang menarik, rasanya juga lebih seperti kue, renyah, manis, enak dan khas. Kalo Turkish delight kan lebih kaya moci yah.

Barang2 di toko dan restoran kebanyakan pakai EURO. Setelah beres semua urusan, kami mencari tempat untuk bersantai2 sambil menunggu jadwal keberangkatan kami. Jam 10 malam, gate kami sudah muncul di layar. Sedikit lagi kami segera bisa pulang ke Indonesia. Namun semua harapan kami itu tiba2 buyar saat host CS kami di Helsinki memberikan kabar yang membuat kami terkejut.

Bandara Ataturk Ditutup karena ada Kudeta !!

Bersambung ke : Tragedi Kudeta di Istanbul 

 

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, EUROPE, Turkey | Tags: , , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Turkey : 15 July 2016 – Free City Tour Istanbul (TOURISTANBUL)

  1. indrajit

    Terima kasih banyak atas informasinya! keren banget!! numpang tanya mbak, kalau saya belum pasti nyampe di turki nya kapan, apakah saya sudah bisa urus e-Visa? terima kasih

  2. turkish delight enak bgt pernah dibawain temen yg abis trip dr turki tapi kalo ga salah sekarang di singapura jg ada ya?

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: