Advertisements

Great Britain, UK : 25 May-10 June 2019 (part 2-London, Windsor)

  1. Day 3 (28 May 2019 : Trafalgar, National Gallery, Buckingham Palace, Hyde Park, Sky Garden, Camden Town)

Lebih baik dari kemarin, kami terbangun jam 5 pagi, hehe.. Lumayanlah. Jadi sambil menunggu jam sarapan, kami kembali jalan2 seputar hostel. Kali ini ke area yang berbeda dengan kemarin, yaitu ke arah pemukiman penduduk lokal. Kami menemukan ada masjid dan di seberangnya ada taman yang cukup luas.

Squirrel @ park

DI taman ini kami menemukan ada squirrel yang lucu.. gendut gitu, haha.. Ga cuma 1 tapi ada beberapa. Ada yang di atas pohon, ada yang lari2 di rumput, dll. Setelah jalan2 sekitar 1 jam, kami pun kembali ke hostel untuk sarapan dengan menu yang sama seperti kemarin. Kali ini apelnya kami bawa untuk bekal perjalanan.

Trafalgar Square dan sekitarnya

Acara kami hari ini cukup padat. Pagi2 kami sudah menuju Trafalgar Square yang terkenal itu. Tidak terlampau luas tapi ramai dikunjungi turis.

Trafalgar square

Saat foto2, bangunan National Gallery yang berdiri megah di samping Trafalgar square terlihat menonjol. Sekarang baru jam 9 sedangkan National Gallery buka-nya jam 10 pagi. Jadi sekarang kami jalan2 dulu ke area West-End (tempat banyak theatre terkenal di London) dan SOHO. Ada booth tkts tempat beli tiket teater promo yg last minute.  Kita juga bisa melihat berbagai judul pertunjukan teater terkenal seperti Les Miserables, The Book of Mormon, Thriller (Michael Jackson), Aladdin, Harry Potter, The Wicked, dsb. Besok nih, kami mau nonton Les Miserables. Paling engga sekarang jadi sudah tau lokasinya.

West End, London

Yang cukup menonjol juga adalah Leicester Square, dimana ditandai oleh Lego Store dan toko coklat M&M’s World yang saling berhadapan. Kedua toko ini sangat besar. Pagi ini, kedua toko tersebut cukup sepi pengunjung. Jadi kami leluasa untuk berfoto2 atau pun berkeliling melihat-lihat karena memang tidak hendak membeli apa pun.

Lego Store

Lego adalah salah satu hal yang disukai Jeff. Jika lihat ada Lego store, tentulah ingin masuk jadinya. Jika dibandingkan dengan Lego Store di Copenhagen, maka Lego Store ini jauh lebih besar dan banyak bangunan terkenal di Inggris (terbuat dari Lego) yang bisa untuk foto2.

M&M’s World

M&M adalah merk coklat yang butirannya kecil2 dan warna warni itu loh. Tapi hebatnya, di toko ini mereka bukan hanya jualan coklat. Tapi juga jualan berbagai barang2 yg tidak ada hubungannya dengan coklat seperti : tas, baju, mainan, dsb.  Untuk coklat nya sendiri, ada berbagai macam variasi warna dan rasa yang luar biasa banyaknya !! Selain coklat butiran itu, ada lagi jenis coklat lainnya bahkan sampai ada minuman coklat nya. Ada juga jasa cetak foto di atas butiran coklat. Luar biasa lah. Banyak juga barang2 hiasan unik di sini yang bisa dipakai berfoto.

China Town, Trocadero, Picadilly Circus.

Area ini juga berdekatan dengan China Town, Picadilly Circus, dan Trocadero. Semuanya bisa dicapai jalan kaki sekitar 10-15 menit dari Trafalgar. Di area Picadilly Circus ada beberapa toko souvenir, jenis dagangan dan harganya mirip2 satu sama lain. Tidak terasa kami sudah berjalan2 lebih dari 1 jam. Saatnya masuk ke National Gallery.

National Gallery

Selain gedung nya megah, masuknya pun gratis, jadi sangat direkomendasikan untuk masuk. Isi dari gedung ini ada sekitar 2.300 lukisan, beragam ukuran, dari abad ke 13 sampai abad 20. Wow banget ya. Pelukisnya pun banyak yang terkenal seperti Van Gogh, Monet, Rembrandt, Michael Angelo, dsb. Ruangannya banyaaaak dan semuanya sambung menyambung di semua sisinya. Jadinya dijamin bakal nyasar karena pusing, haha..

National Gallery

Kami bukan penggemar lukisan, tetapi National Gallery ini membuat kami berdecak kagum. Baik dari segi isi koleksinya hingga interior gedungnya. Beragam nya lukisan yang ada membuat kita bisa memilih untuk menikmati lukisan yang sesuai selera kita. Diana lebih suka lukisan manusia jaman dulu yang terlihat sangat hidup, apalagi yang berukuran besar dan tertimpa cahaya. Jeff lebih suka lukisan alam yang cenderung modern. Sebelumnya kami ga pernah betul2 masuk galeri lukisan loh. Jadi ini pengalaman pertama yang sangat berkesan buat kami.

Berbagai lukisan yang ada

Sudah 2 jam lebih pun, belum semua ruangan terjelajahi. Banyak yang kami skip loh lukisan2nya, kami hanya berjalan terus dan berhenti ketika memang ada yang menarik untuk dilihat lebih lama. Untuk lengkapnya bisa lihat http://www.nationalgallery.co.uk

Cukup deh. Sekarang waktunya makan siang. Kami balik lagi ke China Town, untuk lunch di cafe PTP. Lokasinya dekat pintu gerbang China Town. Tempat ini direkomendasikan oleh salah satu family kami yang suka jalan2 ke London. Walau tempatnya kecil, tapi ternyata ramai pengunjung. Beruntung kami datang masih dapat kursi terakhir. Setelah kami, harus antri sambil berdiri nunggu kursi kosong.

Lunch @ China Town

Menu nya macam2, ada yang porsi per orang ada juga yang porsi untuk ramai-ramai. Ada catatan bahwa untuk makan di sini harus menghabiskan minimal £8/orang. Jadi yang tadinya kami mau pesan 1 porsi (sekitar £7-8) untuk berdua jadi ga berani. Akhirnya pesan 2 porsi deh, nasi bebek dan nasi babi. Ternyata sesuai dugaan, porsinya besar, jadinya kenyang banget deh. Rasanya ? Enaaaaak ! Jadi buat sebagian orang yang pernah info ke kami bahwa chinese food di London itu ga ada rasa dan ga ada yang enak, hmm.. berarti belum ke tempat ini, hehe…

Buckingham Palace

Ada tradisi Changing Guard yang sangat terkenal di sini. Namun dari sejak awal merencanakan perjalanan ini, kami memang mau datang bukan pada jam adanya ceremony pergantian penjaga. Kami sudah cukup senang melihat Changing Guard waktu kami jalan2 di Oslo-Norwegia dan jalan2 di Stockholm-Swedia.

Diana saat ke London dulu itu, pernah dibawa untuk menonton changing guard di Buckingham Palace. Yang ada Diana hanya bisa nonton orang berjubel. Penjaganya ? ga keliatan. Ya bayangin aja, sebanyak itu orang yang nonton semuanya di luar pagar istana. Trus orang-orang itu kebanyakan bule yang badannya jauh lebih besar dan lebih tinggi dari kita. Mau gimana coba ? Jadi daripada begitu lagi, mending cari waktu lain di mana justru kami bisa foto2 ke arah istana dengan lebih leluasa.

Buckingham Palace

Ternyata pilihan yang tepat. Entah bagaimana, ternyata ceremony Changing Guard hari ini memang ditiadakan. Ada pengumumannya. Mungkin karena ada tamu kenegaraan atau ada hal lain.

Di depan Buckingham Palace, ada Green Park. Kami duduk santai sebentar di situ sambil kasi makan burung2 merpati yang mengerubungi kami. Begitu ada burung gagak yang datang, semua merpati itu minggir.. wah.. kasian ya merpati nya. Makanan nya diambil si gagak.

Green Park

Lagi jalan2 santai di Green Park, tiba2 ada pasukan pengawal berkuda yang lewat. Wuih, kudanya besar dan tegap banget. Beda sama kuda tunggang di Indonesia. Senang lihatnya… gagah.

Hyde Park

Ini salah satu park terluas dan masuk dalam kategori Royal Parks. Karena luasnya Hyde Park dan dan waktu kami yang terbatas, kami hanya berjalan2 di area Rose Garden, yang lokasinya paling dekat dengan gate underground. Di sini terdapat beragam jenis mawar warna warni. Wanginya semerbak sekali di area ini, seperti aroma parfum. Atau terbalik yah, parfum memang dibuat dari aroma bunga, hehe.. Betah deh berlama-lama di sini.

Rose Garden – Hyde Park

Dari Hyde Park, kami menuju London Information Centre yang kemarin itu sudah tutup. Kali ini masih buka. Kami menukarkan bookingan tiket dengan kartu National Trust Pass. Kartu ini nanti akan kami pakai untuk mengunjungi tempat2 wisata di luar London. Sekalian bertanya arah menuju Sky Garden ke petugas di situ. Ternyata bisa jalan kaki, oke deh.. kami mengikuti arahannya.

Sky Garden

Sky Garden salah satu gedung tinggi di London, yang bisa dikunjungi secara gratis. Ada lagi gedung tinggi yang namanya The Shard, yang gedung kaca lancip menjulang itu, terlihat dari area hostel kami. Tapi untuk ke The Shard harus bayar lumayan mahal. Kami pilih yang gratisan aja, hehe.. Walau gratis, tetapi harus booking dulu untuk bisa masuk ke lokasinya. Silakan book di https://skygarden.london nanti bawa print out nya ke lokasi. Harap booking sekitar 3 minggu sebelumnya, karena biasanya sangat cepat habis kuotanya. Nanti ada pilihan tanggal dan jam nya.

Atas kanan : St.Paul Cathedral. Bawah : View London from Sky Garden, lt.35

Masuk ke gedung ini harus melewati keamanan dan x-ray. Setelah itu antri naik lift ke lt 35, lantai inilah yang menjadi tujuan utama. Lift nya sangat cepat dan nyaris tidak terasa getarannya. Sampai di atas, areanya ternyata sangat luas. Ada restaurant dan ada semacam deck kaca sekeliling gedung. Jadi kita bisa menikmati pemandangan kota London 360° dari ketinggian. Keren lho ! Ada juga area outdoor nya, seperti balkon berkaca. Bisa lihat dan foto2 view London dari atas. Kelihatan jelas icon wisata di London seperti The Shard, Tower of London, Tower Bridge, dll. Puas deh mampir ke Sky Garden !

Camden Town

Masih sore nih, terusin yuk jalan-jalan explore London. Kali ini kami ke Camden Town. Sebetulnya masih area London, cuma agak keluar dari pusat kotanya. Terkenal dengan Camden Market nya. Keluar dari tube station, langsung ketemu dengan keramaian area Camden. Kanan kiri jalanan banyak toko dan ramai dengan orang. Eksterior toko banyak gambar, patung dan hiasan unik serta nyentrik untuk menarik perhatian. Mirip2 kayak toko2 jeans di Cihampelas Bandung. Banyak toko souvenir di sini dan murah2. Sayang kami sudah beli kemarin, jadi sekarang lihat2 saja deh.

Camden Town

Selain toko souvenir, banyak juga kedai makanan di sini. Kami tertarik mencoba fish & chips di restoran yang namanya Poppies. Di banner nya menyatakan diri sebagai salah satu fish & chips ter-enak di London. Karena baru sekali makan fish & chips yang menjadi makanan khas London, jadi pingin coba lagi. Yang pertama kan model kedai gitu. Sekarang coba yang model resto. Mau lihat apa bedanya.

Fish & Chips @Poppies

Kita bisa pilih, mau take away (lebih murah) atau dine-in (lebih mahal). Kami memilih dine-in agar bisa lebih menikmati suasana dan duduk santai. Tapi agar tetap murah, kami pesan 1 porsi saja untuk ber-2. Interior tempat ini bernuansa tempo dulu. Banyak barang2 jadul dan pelayan nya pun pakai baju2 pelayan di cafe jaman dulu gitu. Menarik ! Porsinya ternyata luar biasa besaaaar. Cocok deh untuk berdua. Tekstur ikan cod nya lembut dan terasa fresh. Saos tomat dan saos tartar diberikan dalam botol mini tersegel, jadi eksklusif dan higienis. Terakhir kami diberikan 4 permen sbg penutup, lucu ya.

 

Day 4 (29 May 2019 : Bristish Museum, Musical Theatre-Les Miserable)

Acara utama kami pagi ini adalah ke British Museum, salah satu museum terbesar di London dan direkomendasikan untuk dikunjungi. Museum ini juga yang menjadi lokasi film Night at the Museum : Secret of the Tomb.  Iya, museum ini terkenal karena menyimpan peninggalan makam mesir kuno berupa mumi (mummy). Kami juga ingin lihat nih.

British Museum

Didirikan tahun 1753, di websitenya http://www.britishmuseum.org disebutkan museum ini didedikasikan untuk sejarah manusia, seni, dan kebudayaan. Tiket masuknya gratis. Hari ini cuaca mendung dan hujan gerimis. Jadi cocok banget untuk acara indoor kali ini.

Museum ini memang luar biasa besarnya dan lebih luar biasa lagi koleksinya. Hampir semua budaya tertua manusia ada di sini seperti Mesir, China, Romawi, Yunani, dll. Berasa naik time machine “back to the past”. Saking banyaknya ruangan untuk koleksi museum, sebaiknya datang pagi2 dan langsung menuju ke lantai 2, ruang tempat budaya Mesir dan mumi berada. Karena makin siang area ini akan semakin ramai. Maklum, ini sepertinya jadi tujuan utama para pengunjung.

Budaya Mesir dan mumi asli

Kita bisa memahami cara pemakaman mesir jaman dulu, bagaimana cara membuat mumi, bahkan sampai melihat peti matinya yang berbentuk manusia, dilukis begitu detail dan kotaknya dari batu yang diukir tulisan hieroglyph. Keren banget. Orang jaman dulu ternyata ilmunya sudah luar biasa canggih. Koleksi mumi nya pun di sini lengkap, perempuan, laki-laki, anak-anak, bahkan sampai berbagai binatang. Iya, jadi semua yang mati itu jenasahnya dibungkus kain dan dimumifikasi. Termasuk buaya, kucing, burung, ikan, kura-kura, dsb. Ribet betul ya.

Budaya Yunani

Semua koleksi disajikan dengan informasi yang lengkap. Jadi bisa dibaca detail misalnya ini patung apa atau bagaimana sejarahnya, dsb. Kalo belajar sejarah dengan cara ini tentu sangat menarik daripada hanya menghafal tulisan di buku. Koleksinya asli loh ya di sini, jadi ada yang sudah tidak utuh karena perang, ada yang besaaaar banget sampai susah difoto. Pengunjung nya juga menghargai budaya. Kalo ada tulisan “don’t touch” ya tidak disentuh walau patung nya keren banget dan bikin pengen dipegang. Karena efeknya memang bisa merusak benda seni tersebut.

Sama seperti di National Gallery kemarin, di sinipun kami harus memilih area mana yang kami fokuskan, mana yang di-skip atau hanya dilewati sekilas saja. Ini karena betul2 buanyaaaaak dan lamaaaa kalo mau dinikmati semua. Kami lebih dari 3 jam di sini dan itu belum melihat semua koleksi dengan seksama. Kagum banget dengan peradaban jaman dulu yang ternyata luar biasa.

Siang ini masih ada waktu, jadi kami jalan2 ke Oxford Street. Salah satu jalanan dengan banyak toko fashion dan butik terkenal di London. Sempat masuk ke beberapa toko tapi ya lihat2 saja karena ga niat beli. Selain itu masuk toko juga sebetulnya untuk berteduh dari hujan gerimis yang lumayan deras. Tapi karena hujan tidak mereda, kami memutuskan untuk kembali istirahat dulu ke hostel dan ganti sepatu yang basah. Siap2 untuk malam ini, karena  kami sudah ada tiket untuk nonton Musical Theatre : Les Miserables di Queen’s Theatre West End.

Setiap malam banyak teater yang menampilkan berbagai show. Tinggal dipilih mana yang kita suka dan terjangkau, hehe.. soalnya tiket teater ini mahal2 banget kalo diukur secara rupiah. Harga tiket ditentukan juga dari tempat duduk. Jadi kami pilih yang paling atas (lantai 3) tapi paling depan dan di tengah, AA9 dan AA10. Harganya sekitar 900 ribu per orang. Itu termasuk kelas yang hampir paling murah loh ya. Tiket bisa beli di https://officiallondontheatre.com/ atau https://www.londontheatredirect.com/

Les Miserables @ Queen’s Theater

Les Miserables diangkat dari novel berlatar belakang sejarah Perancis, karya Victor Hugo tahun 1862, yang diyakini sebagai salah satu novel terbaik abad 19. Pernah masuk versi layar lebarnya tahun 2013 di Indonesia dan kami menontonnya. Waktu itu film tersebut memenangkan banyak penghargaan termasuk Oscar 2013, Golden Globe 2013 dsb. Pemain filmnya saat itu antara lain Anne Hathaway dan Hugh Jackman.

Musical theatre Les Miserables nya sendiri diklaim sudah memenangkan lebih dari 100 penghargaan international di berbagai event, teater musical dengan durasi terpanjang, sudah dilihat lebih dari 70 juta orang di seluruh dunia, dipertunjukkan dalam 22 bahasa di 52 negara. Wow banget ya.

Queen’s Theatre tempatnya ga terlalu besar. Terdiri dari 3 lantai. Dari tempat duduk kami di lantai 3, kami harus memandang ke bawah untuk melihat pertunjukannya. Tapi karena tidak ada orang di depan kami, pandangan cukup luas. Di depan kami juga bagian balkon nya dikasi bantalan, jadi kami bisa sambil mencondongkan tubuh ke depan dan nyenderin dagu atau siku di bantalan tersebut.

Show dimulai tepat waktu jam 19.30. Dibagi dalam 2 babak. Jadi ketika kemudian tirai ditutup dan lampu dinyalakan kembali jam 21.00, itu bukan sudah selesai ya. Itu artinya interval untuk istirahat. Istirahat 15 menit, lalu kemudian dimulai lagi babak 2. Selesai jam 22.20. Puas banget menontonnya. Pemainnya keren2 dengan kemampuan acting dan vocal yang luar biasa.

Selama show berlangsung, foto dan video benar2 dilarang. Jangan coba2 karena banyak petugas yang akan mengawasi dan menegur. Bahkan ketika ada penonton yang memfoto para aktor ketika tampil di panggung selesai show, langsung didatangi petugas dan langsung meminta fotonya dihapus.

Saat kami keluar teater, suasana di area West End ini masih sangat ramai. Karena semua teater bubar pada jam yang hampir bersamaan sih ya. Bahkan Lego Store dan M&M’s World yang kemarin pagi itu sepi banget, sekarang jadi ramai bukan main kayak cendol isinya. Wuiiih… kontras banget. Baru kali ini merasakan London malam hari, saat hari gelap diterangi lampu gemerlap sepanjang jalan. Cantik ! Biasanya kan jam 10 malam (pas matahari terbenam dan hari gelap) kami sudah di hostel.

Cara yang sangat menyenangkan untuk menghabiskan malam terakhir di London !!

 

Day 5 (30 May 2019 : Windsor Castle, Egham)

Jam 7 pagi kami sudah meninggalkan hostel, jadi tidak sempat breakfast. Soalnya hari ini sudah mau berpetualang ke luar London nih. Kami mesti ambil rental mobil dari Heathrow untuk kemudian menuju Windsor. Windsor sebetulnya sudah di luar kota London. Cuma seringkali dianggap satu kesatuan dengan London karena lokasinya dekat bandara Heathrow. Semacam Tangerang-Jakarta gitu lah. Untuk urusan menyewa mobil dan cara nyetir di UK bisa dibaca di sini.

Setelah urusan sewa mobil selesai, kami langsung mengarah ke Windsor Castle. Dari tempat parkir Alma Street, sebenarnya untuk sampai ke Windsor Castle cukup jalan kaki 20 menit. Tapi entah gimana, kami salah membaca arah dan petunjuk. Nyasar dengan sukses, menjauhi castle dan harus balik arah lagi. Alhasil baru 1 jam kemudian kami tiba di Windsor Castle dengan kaki sudah gempor. Haiyaaa…  Gila bener.

Perjalanan ke Windsor Castle

Saat kami tiba di area depan castle, ternyata sudah penuh dengan kerumunan orang. Ada apa sih ? Ooh.. ada 2 kerumunan. Yang satu di pinggir jalan adalah yang menunggu iringan2 pasukan keluar dari castle. Rupanya baru selesai ceremony Changing Guard. Yang satunya lagi antrian untuk masuk ke castle. Akhirnya Diana tunggu di antrian masuk castle dan Jeff coba lihat changing guard.

Antrian masuk Windsor Castle yang luar biasa

Antrian masuk Windsor Castle mengular dengan sangat gila. Ada sekitar 1 km lebih. Jadi butuh waktu 1 jam lebih untuk bisa masuk gate castle. Kalo udah gini, nyesel deh ga beli tiket online. Karena untuk yg sudah ada tiket, bisa langsung masuk ke gate tanpa antri.

Tips : Sangat disarankan beli tiket online Windsor Castle untuk menghemat waktu. 

Di dalam disediakan audio guide secara gratis. Wah, dari gate ini kami hanya punya waktu 1 jam lebih untuk keliling Windsor Castle. Karena harus kembali ke tempat parkir lagi sebelum waktu parkir 4 jam habis. Kalo telat kuatir ntar kena denda. Gini nih, kejadian tak terduga.. nyasar dan antri yg menghabiskan waktu 2,5 jam. Ampun deh.

Ternyata waktu 1 jam cukup untuk menjelajahi Windsor Castle. Selain area terbukanya, hanya ada 2 gedung yang bisa dimasuki. Yang satu adalah State Apartments (tempat kerajaan menerima tamu) dan yang satunya St.George’s chapel (tempat Prince Harry & Meghan Markle menikah). Kebetulan Queen Mary’s Doll House nya sedang renovasi, jadi tidak bisa dikunjungi. Karena tidak boleh foto2 di dalam gedung, jadinya arus pengunjung lebih longgar, semua jalan terus, tidak macet karena foto2. 

Di area outdoornya tampak ada penjaga dengan kostum khas Inggris. Jadi ingat film Mr.Bean nih, haha.. Kami cukup bisa menikmati tempat ini, walau hanya 1 jam. Cukup ternyata ! Area wisatanya tidak seluas Hampton Court atau Tower of London. Tapi karena masih aktif ditempati oleh keluarga kerajaan, maka tempat ini jadi populer.

Untunglah balik ke parkiran ga pake nyasar lagi. Beberapa menit sebelum waktu parkir berakhir, kami sudah berhasil keluar dari parkiran. Yeay… Selanjutnya kami menuju Egham, kota kecil yang terletak di luaran London juga, ga jauh dari Windsor maupun Heathrow. Di kota itu ada family nya Diana, jadi kami akan menginap malam ini di Egham. Driving sekitar 20 menit, pake nyasar2 dikit dan akhirnya sampai. Malam ini kami bikin nasi kuning instan yang kami bawa dari Jakarta. Enaaak !

Egham

Area perumahan di Egham sangat asri. Betah deh tinggal di sini, hehe.. Mulai nih kami menjumpai kota2 kecil di luar Inggris dengan jalanan yang juga kecil2. Makanya mudah nyasar alias terlewat jalanannya. Saat Diana sebagai co-pilot yang lihat google maps bilang di depan belok kanan, maka Jeff mencari belokan besar.. ternyata adanya belokan kecil dan biasanya pas terlihat sudah keburu kelewat. Hadaaah… mesti lebih hati2 dan pasang mata.

Tips Hemat di London dan sekitarnya

  1. Untuk minum tinggal ambil isi botol dari tap water, gratis. Untuk makan, banyak nasi instan di supermarket. Ada juga meal deal di tiap supermarket seharga £3 sudah dapat paket : sandwich, minum dan snack/buah/sushi. Cukup mengenyangkan.
  2. Untuk akomodasi memang cukup mahal. Jika bisa dapat couchsurfing sangat disarankan. Kami tidak dapat, jadi Dover Castle Hostel adalah hostel termurah yg lokasinya sangat strategis. Airbnb biasanya tidak di zone 1, jadi disarankan tetap cari hostel yg di zone 1.
  3. Transportasi ternyata yang mahal. Ini luput dari perkiraan budget kami. Apalagi ada tempat wisata yg mesti naik kereta dan jauh dari pusat kota. Jika dekat (1-2 station), disarankan jalan saja daripada naik tube. Hitungan kasarnya sehari itu siapkan minimal sekitar £10/orang untuk oyster card. Utk rute dan harga detail public transport bisa download apps citymapper di hp. Itu bisa dipakai utk lihat rute terpendek / tercepat / termurah dari satu titik ke titik lain.
  4. Tempat wisata juga mahal banget, jadi sebaiknya memang pilih bbrp saja yg diminati. Kalo ga penting amat, foto saja dari luar. Untuk gereja bisa masuk saat kebaktian atau even song supaya gratis. Cara lain coba gunakan promo 2-for-1 jika perginya berdua. Bandingkan dengan London pass.

Bersambung ke : Stonehenge, Bath & Cardiff (Wales)

Trip sebelumnya di London Part 1

Advertisements
Categories: 2015-2019, England, EUROPE | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: