Mengurus Visa USA : Februari 2020

Prolog

Kali ini kami mau berbagi tentang pembuatan dan pengajuan aplikasi visa USA. Jeff belum pernah mengajukan visa USA, tapi Diana punya story yang berbeda. Diana pernah approve visa USA saat masih SMP dan pernah traveling ke USA bersama ortunya. Namun saat selesai S1, dia mengajukan lagi visa USA dan ditolak. Sebel banget kan. Sejak itu Diana ga mau lagi ngajuin visa USA, mending jalan2 ke tempat lain aja lah.

Nah, setelah akhirnya kami sudah traveling ke berbagai negara, pengen juga kan Jeff jalan2 ke USA dan sebetulnya masih banyak tempat wisata di USA yang Diana pun masih ingin pergi. Akhirnya kami memutuskan untuk mencoba apply visa USA tahun ini. Jika memang tidak approve, maka kami tidak akan mencoba lagi. Namun siapa tau approve, karena kejadian Diana ditolak visanya kan sudah cukup lama (tahun 2001), lalu sekarang kan kami sudah punya track record traveling ke banyak negara dan semua visanya selalu approve. Harusnya sih tidak ada masalah ya. Kalo dulu Diana mungkin ditolak karena perginya sendiri lalu statusnya juga single, dianggapnya mungkin mau cari kerja dan menetap di USA. Apalagi waktu itu dia bilang ada family di USA. Cocok deh buat di-reject.

Mengisi Formulir Aplikasi Visa

Untuk memulai, silakan buka https://www.ustraveldocs.com/id_bi/id-niv-ds160info.asp

Bisa dibaca2 dulu dan di bagian bawah ada link yang bisa diklik untuk menuju ke form DS-160. Dari sini silakan mulai start an application dan bisa mengisi form nya secara online. Jika sudah selesai 1 halaman, sebaiknya disave. Catat nomor ID aplikasinya ya, supaya nanti sewaktu2 bisa dibuka lagi aplikasinya menggunakan retrieve application. Kami sih mengisi form ini cukup santai, sekitar 1 bulan. Jadi isi2 dulu yang bisa, yang belum nanti lanjut lagi kapan2. Jika mau tau apa saja yang perlu diisi di form ini, silakan klik DS-160-Example_07292019. Jika mengajukan visanya beberapa orang, form tetap isi sendiri2, nanti pas bikin janji temu wawancara baru bisa digabung form nya.

Yang perlu perhatian adalah adanya perbedaan form untuk Jeff dan Diana, artinya ada perbedaan form perempuan dan laki2 (entah apakah status single dan married pengaruh). Yang pasti bukan perbedaan karena Diana pernah di-reject visanya. Untuk Diana, tidak ada pertanyaan mengenai sejarah pekerjaan. Jadi hanya ditanya pekerjaan saat ini, gajinya, job des nya, udah itu aja. Sementara Jeff ditambah pertanyaan pekerjaan sebelumnya, riwayat pendidikan nya, dan sudah pernah ke negara mana saja selama 5 tahun terakhir. Hanya itu saja sih yang beda, lainnya sama.

Sebel banget kan, Diana yang pernah ditolak visa USA nya justru mau menonjolkan riwayat traveling nya, eeeh malah ga ditanya di form. Ya sudah, pasrah sama Jeff saja kalo begitu. Kan nanti wawancara bareng, jadi Jeff yang harus jadi juru bicara nih, jelasin riwayat traveling kita bersama selama ini.

Setelah selesai semua mengisi form, perlu masukin pas foto ya di tahap terakhir dan selesai deh.

Buat Pas Foto

Kami buat pas foto di studio foto di mall gitu, yang menuliskan bisa untuk visa USA. Jadi sebetulnya sekarang ketentuan foto ga terlalu ketat dan ga harus buatnya di jalan Sabang Jakarta kok. Yang penting pastikan petugas yang handle ngerti aturan visa USA seperti latar putih, komposisi wajah, ukuran pas foto, ga boleh ada editing untuk softcopy dan hardcopy serta ga boleh pake kaca mata. Nantinya kita akan upload soft file pas foto ini di form visa dan akan ada hasilnya apakah foto tersebut sudah memenuhi syarat visa atau tidak. Hard copy sendiri hanya perlu 1 pcs yang dibawa ke kedutaan, itu pun nanti dikembalikan lagi ke kita.

Bayar dan buat janji temu

Selesai isi form DS-160, buka https://www.ustraveldocs.com/id_bi/id-niv-waittimeinfo.asp

Lalu klik untuk melihat pilihan jadwal wawancara. Di bagian ini, cukup 1 orang saja yang mengisi sebagai perwakilan jika yang apply ada lebih dari 1 orang. Nanti akan ada isian siapa yang mendaftar dan akan wawancara dengan membawa anggota keluarga siapa saja atau hubungannya apa. Setelah selesai mengisi form, ternyata belum bisa lihat jadwal wawancara, harus bayar dulu. Jadi akan ada struk setor bank nya, kita print.

Kemudian silakan ke bank CIMB Niaga mana saja, isi form setoran bank (bisa dibantu nanti sama petugas bank nya untuk cara pengisian), berikan struk setor bank yang sudah diprint dan berikan uangnya (atau bisa debet jika punya rekening di CIMB Niaga). Biayanya USD.160 dengan kurs Rp.14.000 saat kami apply menjadi Rp.2.240.000 per orang. Kursnya ditentukan oleh system visa USA nya yah, jadi kita sih tinggal pasrah aja dikasi struk setor bank dengan nominal berapa rupiah. Lembar kedua form setor bank nya disimpan ya, nanti dibawa ke kedutaan.

Setelah selesai bayar, tunggu sekitar 24 jam, esok harinya sudah bisa masuk lagi ke form wawancara, masukkan ID aplikasinya dan muncullah jadwal wawancara yang tersedia. Sekarang wawancara dilakukan hari Senin-Jumat, dengan jadwal pk.7.00, pk.7.30, pk.8.00, pk.8.30, pk.9.00, dan terakhir pk.9.30. Untuk setiap slot ada jatah 25 orang sepertinya. Saat awal Februari, kami mau buat janji untuk 19 Februari (Rabu) ternyata sudah full. Akhirnya kami geser ke 20 Feb (Kamis) pagi. Kami sempat lihat juga untuk jadwal bulan Maret, setiap Selasa dan Rabu sudah full. Yang umumnya kosong itu malahan di hari Senin dan Jumat. Jadi jangan mepet2 ya buat jadwal wawancara nya, lebih baik 1-2 bulan sebelumnya.

Hari Wawancara

Hari Kamis, 20-02-2020 (tanggal cantik) kami berangkat dari rumah pk.05.30 dan tiba di parkiran Stasiun Kereta Api Gambir pk.07.00 Perjalanan lumayan macet karena kecelakaan di tol, tapi masih oke. Jadi pastikan berangkat lebih awal supaya tidak terlambat. Kami nunggu dulu di mobil sambil sarapan dan sambil nunggu hujan gerimis agak reda. Pk. 07.20 kami jalan kaki menuju kedutaan USA.

Mendekati kedutaan, sudah ada petugas yang berjaga dan menanyakan kami jadwal wawancara pukul berapa. Kami jawab jam 8 pagi. Kemudian kami diminta menunggu di tenda kuning di depan sebuah rumah, sepertinya pos polisi setempat. Di situ sudah ada beberapa aplikan yang menunggu dan setelah kami pun masih banyak aplikan yang berdatangan dan menunggu di area tunggu ini.

Sekitar pk. 07.45 petugasnya teriak “yang jadwal wawancara pk.08.30 silakan masuk”. Nah looo… kok 8.30 ? Kami kan janji nya jam 8. Terus semua orang bergerak mengarah ke pintu kedutaan. Kami juga ikut lah, sambil bergegas dan bingung, wah, kami terlambat dong ini ceritanya ? Sampai di pintu kedutaan, ada petugas lagi yang meminta aplikan dengan jadwal wawancara jam 8.30 pagi berbaris. Kami bilang kami janji jam 8 pagi. Nah, ternyata untuk yang jam 8 pagi barisannya dipisahkan. Selain kami ada 2 keluarga lagi yang jam 8 pagi. Rombongan yang janji jam 8 pagi pun didahulukan untuk masuk ke ruang antara. Ini ruangan berAC tempat menitipkan berbagai barang2 yang tidak diperbolehkan : HP, kunci mobil, payung, USB, power bank. Laptop tidak bisa dititip di sini, jadi ga perlu dibawa ya.

Jadi sebetulnya kedatangan untuk wawancara kami lihat cukup fleksibel, bisa masuk mulai dari 45 menit sebelumnya atau 15 menit sebelumnya. Ga usah datang kepagian juga menurut kami supaya ga lama antri nunggunya. Jadwal janji temu per 30 menit ini menurut kami sangat baik, lebih mengalir, tidak membuat aplikan mengantri panjang seperti jaman dulu yang hanya ada 2 jadwal wawancara jam 7 dan jam 9. 

Setelah ruang antara, ada lorong terbuka yang panjang menuju ruang wawancara. Lorong ini ada tudungnya, tapi di awal dan akhir ga ada tudungnya. Jadi kalo pas hujan ya harus pake payung. Lalu kanan kiri nya kan terbuka, jadi kalo hujan angin ya basah juga.

Masuk ke ruang wawancara, ruang ber-AC, masuk dan jalan ke paling ujung, di situ sudah ada petugas yang meminta paspor (paspor sekarang dan 1 paspor sebelumnya), pas foto, serta kertas appointment. Setelah semua dicek, kita diberi nomor antrian. Setelah itu dipersilakan menuju loket 1-4, di situ loketnya kosong, petugas loket orang Indonesia dan hanya mencek data dan mengambil finger prints. Umumnya yang ditanyakan adalah apakah nama kita pernah berubah atau pernah menggunakan nama lain atau ada ejaan yang berbeda, misal di buku rekening, atau di KTP atau di akta lahir. Jika ada, mereka akan meminta dokumen2nya. Kami sih tidak ada perbedaan nama di semua akta dan juga tidak pernah ganti nama. Jadi beres.

Selain itu ditanya juga hubungannya apa untuk aplikan lebih dari 1 yang mengajukan wawancara bersama. Kalo kami kan suami-istri, beres juga, ga ditanya apa2 lagi. Lalu pas photo dibuatnya kapan ? Ditanya juga sudah pernah ke Amerika atau belum, ke Amerika tujuannya apa. Dia juga konfirmasi mengenai alamat kirim paspor jika visa approve.

Selesai dari sini, kita akan dipersilakan duduk menunggu di bangku putih yang berderet cukup banyak. Ada petugas yang mengatur kita duduk di mana supaya tertib. Kali ini menunggu wawancara. Pagi ini, hanya ada 3 loket wawancara yang aktif digunakan. Loket 9 pria bule serius, loket 10 pria bule muda ceria dan loket 11 pria dengan wajah Asia seperti orang Korea pendiam. Sepanjang menunggu selama sekitar 45 menit, kami melihat para aplikan ditanya2, ada yang dapat kertas putih (approve) ada yang dapat kertas kuning (masih perlu peninjauan), ga lihat ada yang dapat kertas pink (ditolak) sih. Ga tau memang ga ada yang ditolak atau kalo ditolak mereka buru2 simpan kertas pink nya karena malu ketauan. Tapi rasanya sih kami lihat semua lancar2 saja ya. Semua pewawancara bisa bahasa Indonesia dan Inggris, hanya saja untuk yang bule akan mengawali dengan “good morning” sedangkan yang orang Korea akan mengawali dengan “selamat pagi”.

Oke, tiba giliran kami, dapat loket 11. Semoga saja hasilnya secantik tanggal hari ini. Kami nunggu 2 aplikan depan kami, semuanya keluarga. Eeeh, semuanya cepat banget, ga ada 5 menit beres dan approve. Sekarang giliran kami, ini yang terjadi :

  1. Petugas memulai percakapan : “Selamat Pagi”, kami balas “Selamat Pagi”
  2. Petugas minta paspor, kami kasi sesuai yg dari awal dibundel (paspor skrg+1 paspor lama), trus diminta finger prints lagi (hanya cek saja apakah kami orang yang sama yang tadi fingerprints di loket 1, jadi ga lengkap seluruh jari)
  3. Dia liat2 layar lalu tanya “ke US mau apa”— “traveling”; “ikut tour ya ?” — “iya, tapi local tour”; “ada anak tidak ?” — “tidak ada”; “ibu psychologist ya” — “iya”; “bapak kerjanya apa?” — “sales”; “ke China terakhir kapan ?” (sepertinya ini pertanyaan tambahan terkait virus corona yg berasal dari China) — “2015” (itu yg jawab Jeff, karena memang seluruhnya Jeff yang jawab kecuali saat spesifik pertanyaan tentang pekerjaan Diana).
  4. Trus lamaaaa… dia ga nanya apa2, cuma ketik2 di layar, ada kali 15-20 detik (berasa lama loh kalo diem2an) sampe kami bingung kenapa dianggurin gini. Akhirnya dia narik kertas di sampingnya, dikasi ke kami plus paspor lama kami dan bilang “oke, visanya sudah approve ya. Nanti paspor akan dikirim ke alamat rumah.” — “Thank you”

Wow, kami pun pandang2an dengan muka sumringah. Gini doang nih ? Cuma 2-3 menit, closed & short questions, dan sama sekali ga perlu nunjukin bukti dokumen apa pun yang sudah kami siapkan dan bawa. Padahal Diana udah siap2 kalo ditanya soal dulu pernah reject visa US nya. Ga ada sama sekali nyinggung soal itu ternyata. Lebih tepatnya, ga nanya apa pun yang musti pake mikir gitu loh.. ga nanya gaji, ga nanya rencana perjalanan di sana, entah karena sudah yakin dengan isian kami di formulir atau memang pendiam orangnya, haha.. Lebih banyak pertanyaan waktu di loket 1 ini sih, yg cek dokumen itu.

Yang pasti… HOREEEEEE…. visa USA nya APPROVE ! Di luar hujan lebat, kami pun keluar dari kedutaan berpayungan berdua, biar pun basah kuyup karena lewatin genangan air pas jalan kaki dan hujan angin, tapi karena happy jadinya bodo amat lah ya. Yang penting cepat sampai mobil lagi. Bersyukur sama Tuhan atas proses wawancara dan hasil yang secantik tanggal hari ini.

Pengiriman Paspor

Kami memilih paspor dikirimkan ke rumah, supaya praktis. Katanya sih kami akan dikabari lewat email atau sms antara 2-4 hari kerja. Tapi ternyata setelah wawancara hari Kamis pagi, hari Sabtu siang paspor sudah sampai di rumah kami. Wow yang kedua nih… luar biasa ekspres ! Ga pake kabar2 lagi, langsung sampai, hari Sabtu lagi. Bravo USA ! Cepat2 dong dibuka, mau tau dapat berapa tahun, dan….. YES, 5 TAHUN ! Jika setelah ini mau buat VISA USA lagi, kami bisa mengikuti interview waiver program, yaitu apply visa USA tanpa harus wawancara lagi. Tinggal drop dokumen yang dibutuhkan di lokasi RPX yang ditentukan. Luar biasa mudah. Syaratnya bisa dilihat di http://www.ustraveldocs.com/id/id-niv-visarenew.asp

Semua indah pada waktuNya. Berarti ini waktunya untuk visit USA. Kapan tepatnya ? Belum tahu nih. Apalagi ini lagi ramai soal virus Corona dimana-mana. Tunggu tanggal mainnya yaaa… nanti kami ceritakan lagi di blog ini.

Categories: 2020-2024, AMERICA, Dokumen : Passport, Visa, SIM, Other, USA | Tags: , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Mengurus Visa USA : Februari 2020

  1. Wah Congratz yaa Jeff dan Diana, ditunggu cerita travellingnya ke USA 🙂

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: