The Sultan Hotel, Jakarta : 19-20 Desember 2020

Prolog

Kali ini kami menginap bukan hanya ala-ala Sultan tapi betulan di Sultan Hotel, hehe.. Sebetulnya gara2 promo epic Traveloka nih. Ketika melihat harga hotel bintang 5 ini hanya Rp.440.000 per malam di saat weekend, jadilah kami ambil. Walau memang tanpa breakfast, tapi tetap saja murah menurut kami. Apalagi di saat pandemi seperti ini, breakfast yang ditawarkan di hotel sultan adalah diantar ke kamar, jadi kurang menarik ya. Tanpa breakfast pun tidak masalah.

Di awal berdirinya tahun 1976, hotel ini bernama Jakarta Hilton International Hotel yang dimiliki oleh jaringan hotel keluarga Hilton yang terkenal itu. Namun pada tahun 2006 berubah nama menjadi hotel Sultan atau The Sultan setelah kontrak dengan Hilton berakhir. Konsep Jawa cukup menonjol di dalam menjalankan hotel dengan nama baru ini. Lokasinya sangat strategis dan menarik. Selangkah di seberang hotel, ada Gelora Bung Karno. Terus ada jalan bawah tanah yang terhubung ke JCC. Mau ke mall2 di area Senayan juga sangat dekat.

Day 1

Kali ini kami jalan2 dan lunch di Pacific Place dulu, kemudian baru menuju hotel. Pengawasan terkait prokes tidak seketat saat pengalaman kami menginap di JW Marriot Hotel Oktober lalu. Hotel Sultan tempat menginap adalah di bangunan yang namanya Lagoon Tower. Selain bangunan ini, ternyata ada 2 tower lain yang masih satu kompleks dan dikhususkan untuk residences, model apartment gitu maksudnya.

Lobby yg luas

Lobby hotel tergolong sangat luas, jadi memang aman ya untuk bisa jaga jarak. Buat anak kecil lari2 juga asik sih ini, hehe.. Di lobby ada ondel2 dan gamelan set yang diletakkan di lobby dan siap digunakan jika ada kebutuhan. Nuansa Betawi dan Jawa nih. Ketika jalan2 ke area restoran, lucu juga nih. Setting mejanya dibuat 1 meja untuk 1 orang saja (tadinya kapasitas 2 orang) dan menghadap ke 1 arah. Jadi kaya lagi main kereta-api an , hehe.. apalagi terletak di samping jendela besar dengan pemandangan kolam. Cucok ! Di hotel ini banyak sekali function roomnya, jadi memang luas banget area hotelnya. Seru untuk dijelajahi sampai ke ujung-ujungnya.

Lift ada 5, tapi yang berfungsi hanya 3. Di dalam lift tersedia hand sanitizer, jadi ga usah takut pencet2 tombol, tinggal pakai hand sanitizer saja. Di lantai lift, ada 5 lingkaran yang dibuat untuk menandakan posisi tamu hotel untuk berdiri. Jadi aman saat menjaga jarak. Kamar kami berada di lantai 5, non-smoking floor. Nuansa kamarnya mirip saat kami menginap di Hotel Sari Pacific (2019), kamar luas yang agak oldies gitu. Bed yang besar dengan bantal yang juga besar. Nyaman ! Jatah air mineral 2 botol seperti biasa, namun botol plastiknya unik nih, lain daripada yg lain. Terkesan eksklusif, apalagi khusus ber sticker logo “Sultan”. Sandal hotelnya juga unik, nuansa batik gitu. Cakep !

Our room

Kamar mandi hotel bintang 5 standarnya marmer yah, dengan bathtub dan shower terpisah. Toiletries cukup lengkap. Jadi untuk fasilitas kamar secara umum oke sih. Yang menarik adalah kami dapat minibar gratis. Ketika dilihat di kulkas ada 3 kaleng soft drinks. Lumayan banget nih. Pengalaman kami di hotel Marriot ga dapat, padahal sama2 bintang 5. Di Marriot dapatnya perlengkapan kesehatan, hehe.. Waktu kami menginap di hotel Novus Giri Puncak juga dapat gratis minibar, tapi sistemnya pake kupon dan ambil sendiri di toko souvenirnya.

Setelah taro barang2 di kamar, kami pun jalan2 explore kompleks hotel ini. Bener2 luas bangeeeeet area outdoornya. Lapangan tenis saja sampai ada 9, swimming pool ada 2 – di hotel dan di residence tower, ada lapangan basket, ada juga area air mancur untuk tempat makan pizza di malam hari, seru deh jalan2 di sini. Bisa nyasar betulan ini sih, karena jalanan-nya muter2.

2 kolam renang

Perhatian kami adalah pada 2 kolam renang yang tersedia. Kolam pertama ada di area hotel, dekat function room. Namun pada hari Sabtu ini, kolam ditutup karena di function room nya ada acara. Kolam ini besar, ada area dangkalnya untuk anak di satu sisi dan ada area edgeless nya di sisi lain. Nuansa kolam warna hijau, teduh dengan pohon2 di sekelilingnya. Kolam kedua ada di area residence tower, harus naik ke lantai 2 nya. Ini juga besar dengan area dangkal di salah satu sisinya untuk anak. Nuansa kolam warna biru, jadi seperti swimming pool pada umumnya. Kedua kolam renang ini buka dari jam 6 pagi hingga 9 malam, lebih panjang durasinya daripada swimming pool di hotel2 pada umumnya. Jadi kami memutuskan untuk berenang di kolam residence tower sore-malam ini, mumpung sepi.

Kencan malam mingguan

Berenang saat langit sudah gelap ternyata asik juga. Walau terasa dingin karena ga ada matahari, tapi jadi ga takut kulitnya terbakar matahari, hehe.. Apalagi kolam sebesar itu cuma kami berdua aja, bisa pindah kemana saja bebas. Bisa santai melihat langit Jakarta dengan gedung2 pencakar langitnya yang kelap kelip sambil ngapung di air. Keren deh !

Setelah berenang, tentu lapar ya. Kami pun menuju Pizzeria, yang memang hanya buka di Jumat malam dan Sabtu malam. Ada beberapa meja-kursi dengan tenda mengitari air mancur. Lokasinya di sebelah kolam renang hotel. Menu utama ya pizza, dibakar dengan arang loh jadi beda rasanya. Ada beberapa pilihan topping, ada juga pasta dan berbagai minuman beralkohol. Kami lihat air mineral harganya 40 ribu (wow banget ya) dan red wine by glass harganya 60 ribu. Ya udah, sekalian pesan red wine saja kalo gitu.

Ceritanya nge-date malam mingguan lagi lah kami, celebrate staycation kali ini di tengah langit cerah dan angin sepoi2, diiringi DJ yang memainkan musik2 era 90-an, nge-beat tapi juga santai dan romantis. Asik banget deh buat nongkrong. Sama waitress nya kami dikasi lilin digital lagi, haha… lucu juga, jadi terkesan romantis. Padahal tamu meja lain ga ada yg dikasih. Waitress saja bisa melihat romantisme di antara kami berdua ya, cieeeeeeh !

Selesai bersantai, kami sempatkan mampir ke cafe/lounge di lobby hotel untuk beli cake nya. Biasa kalo sudah malam, di hotel itu cake nya kan diskon 50%, hehe.. dimanfaatkan donk. Bisa pilih mau makan di cafe/lounge nya atau di kamar. Jadi mereka bisa taro di piring nanti diantar ke kamar. Oke deh, di kamar saja, sekalian menutup hari ini dengan berbagai kenangan manis !

Ditutup dengan yang maniieeezzz

Day 2

Pagi ini rencananya mau berenang di kolam renang hotel, kan kemarin belum nyoba yg edgeless karena tutup. Tapi pagi2 sudah hujan, jadi ditunda dulu deh, tunggu terang. Karena kami tidak beli breakfast dari hotel, kami sudah menyiapkan roti untuk sarapan, kemarin beli di mall. Enak juga nih, santai2 di kamar, makan roti, nonton TV kabel, sambil nunggu hujan berhenti.

Enaknya, jendela kamar kami menghadap pool ini, jadi kami bisa memantau apakah kolamnya kosong atau ramai pengunjung. Nah, ketika hujan sudah agak reda, ternyata kolam sudah penuh dengan pengunjung. Ramai anak2 bermain tuh di kolam. Hm, sepertinya kami kurang sreg nih jadinya. Selain ramai, cuaca pun agak kacau pagi ini, sebentar rintik, sebentar reda, sebentar hujan kecil tapi deras. Kayanya enakan di kamar saja nih, haha..

Akhirnya kami memutuskan tidak jadi berenang, melainkan langsung menuju Gelora Bung Karno (GBK) yang teletak persis di sebrang hotel. Sekitar jam 9.30, hujan betul2 reda, kami pun jalan ke GBK. Di banyak tempat masih terlihat becek karena hujan pagi ini.

Menuju GBK di sebrang hotel

Ternyata untuk masuk ke area dalam pagar GBK nya, ada beberapa pintu saja yang dibuka. Itu pun dibuka hanya pada jam tertentu, jadi ada shift nya di masa pandemi ini. Saat kami mau masuk jam 10 itu tidak bisa, harus menunggu jam 10.30 untuk shift berikutnya. Pengunjung yang sudah masuk di dalam pagar pun harus keluar jam 10 itu, karena area mau disemprot desinfektan. Ooh, begitu rupanya.

Jalan pagi di GBK

Area GBK ini memang luas sekali. Ada semacam food court kecil yang sudah ramai pengunjung. Ada area beton yang banyak dipakai berolah-raga, ada juga area taman yang terlihat sepi. Rupanya karena becek ya, orang2 ga jogging di taman, banyak jalan yang licin soalnya. Kami pas masuk ke area taman, buka masker, rasanya segaaaar sekali, enak banget menghirup oksigen di taman ini. Puas2in deh ya, di tengah kota, dapat udara segar gini.

Setelah puas jalan2 di GBK, matahari juga sudah mulai panas, kami pun kembali ke hotel dan siap2 check-out. Bye Senayan, saatnya kembali ke rumah.

Epilog

Staycation kali ini walaupun hotelnya terletak di tengah kota ternyata cukup menyenangkan. Makanan gampang didapatkan, bisa order makanan secara online juga. Di luar kamar hotel, banyak pilihan tempat outdoor di mana kita bisa bersantai dan berolahraga. Hal ini penting banget saat pandemi ya. Dengan bantuan promo epic traveloka, akhirnya kami bisa juga menikmati hotel Sultan ini dengan harga terjangkau.

Sampai jumpa di liburan kami berikutnya… stay safe… stay healthy…

 

Categories: 2020-2024, ASIA, INDONESIA, Jakarta | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: