Advertisements

Nusa Dua, Bali : 19-21 May 2017

Prolog

Setelah liburan ke Bali tahun 2015 yang diadakan kantor Jeff, sebetulnya kami belum ada rencana untuk ke Bali lagi. Namun tanpa diduga, ada tawaran dari Accor Vacation Club untuk menginap di Bali dengan harga sangat menarik. Menginap 2 malam di Hotel Novotel Nusa Dua Bali seharga Rp.990.000,- saja. Padahal untuk hotel bintang 5 tersebut, harga semalam nya mencapai 2 juta rupiah. Waaah… menggiurkan nih. Memang ada syarat untuk mendengarkan preview program karena ini bagian dari program marketing mereka, tapi rasanya ga masalah ya.

Kami pun memilih tanggal. Selain mencari yang bukan long weekend supaya tidak terlalu ramai di tempat tujuan, kami pun mencari yang berdekatan dengan wedding anniversary kami. Kapan lagi bersantai di resor mewah dengan harga murah nih. Selanjutnya mencari tiket pesawat untuk ke Bali. Dapatlah promo Air Asia di tiket.com seharga Rp.1.100.000,- pp per orang. Lumayanlah untuk harga weekend. Pergi Jumat siang dan pulang Minggu malam, jadi tidak perlu cuti. Kali ini tidak ada itinerary, karena tujuannya menikmati fasilitas hotel dan bukan menjelajah Bali.

Day 1

Pesawat berangkat pk.15.15 dan tiba pk.18.00 di Bali. Ada beda satu jam antara Jakarta dan Bali, jadi penerbangan sesungguhnya hanya makan waktu sekitar 1,5 jam. Berangkat terlambat dan tentu saja tiba pun terlambat. Kami dijemput oleh pihak travel yang bekerjasama dengan Accor, sesuai perjanjian saat membeli paket ini, lalu diantar ke hotel. Untuk keluar dari bandara Ngurah Rai saja ternyata membutuhkan kesabaran karena macet total. Keluar bandara pun disambut macet lagi. Astaga, Bali saat Jumat malam ternyata sangat mirip Jakarta.

Akhirnya kami baru tiba di hotel jam 8 malam. Begitu ditunjukkan kamarnya, wow… surprise banget, Dibilangnya dapat kamar deluxe, tapi yang kami dapat adalah 1 bedroom apartment. Menurut staf hotel, bangunan yang kami tempati (tower sapphire) adalah milik Accor sedangkan ada tower2 yang milik Novotel. Ooh, jadi rupanya ada pembagian tower2 di hotel ini. Sebagai tamu undangan Accor, kami dapat tower miliki Accor yang katanya sih jauh lebih luas daripada yang milik Novotel.

1 bedroom apartment

Begitu masuk, ada foyer yang cukup luas dengan 2 cermin dan 2 patung di dinding, ada lukisan juga. Maju lagi ada ruang duduk yang luas juga, sofanya bisa buat tiduran. Sebelah kiri ada ruang makan dengan kursi makan dan juga kursi sofa yang panjang banget.. bisa buat tiduran 2 orang ujung-ujungan ga saling menyentuh kaki. Dari ruang duduk ke kiri ada kamar tidur yang menyambung ke kamar mandi yang juga luas. Pintu kamar mandi ini ada 2, yang satu menuju kamar dan yang satu menuju ruang duduk.

Kamar dengan fasilitas lengkap

Bukan hanya luas, tapi fasilitas kamar nya itu yang bikin heboh. Dari ruang duduk dan ruang tidur, bisa menembus ke balkon. Di situ ada 2 kursi malas buat tiduran dan meja-kursi untuk duduk2. Di kamar mandi ada mesin cuci front loading (di rumah aja ga punya yang kaya gini) lengkap dengan detergen nya. Di dekat ruang makan ada kulkas 2 pintu, kompor listrik, oven, beserta seluruh perlengkapan untuk memasak dan makan. Mulai dari rice cooker, panci, penggorengan, piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, pisau aneka jenis, dsb. Bahkan sabut dan sabun untuk cuci piring, tissue dapur 1 gulung, serta kantong plastik hitam sampah disediakan semua. Aaaah… serasa di rumah orang kaya, haha..

Jadilah kami malam ini menghabiskan waktu untuk foto2 kamar, mengagumi isi apartment ini dan nonton TV kabel. Kayanya rugi banget ya kamar seluas dan selengkap ini cuma diisi 2 orang. Walau tempat tidur memang hanya untuk berdua, tapi sebetulnya kalo mau tidur di semua sofa yang disediakan bisa muat ber-8 nih semua nya. Terus jangan cuma 2 malam, rugi.. mending sekalian seminggu. Jadi bisa isi kulkas sampe penuh dan masak buat makan pagi-siang-malam. Cocok banget buat reunian keluarga besar 😉

Day 2

Pagi ini, kami mau menikmati sunrise di pantai. Novotel Nusa Dua tidak memiliki akses langsung ke pantai, tapi disediakan private beach untuk tamu hotel. Mulai jam 8 pagi hingga jam 8 malam, selang 15 menit sekali, ada shuttle yang membawa tamu hotel ke private beach tersebut. Namun berhubung masih pagi, kami berdua harus jalan kaki ke pantai itu. Ga jauh sih, jalan sekitar 10 menit. Namanya 2.28 Beach Club Novotel Nusa Dua.

Sunrise @ Novotel Beach Club

Pantainya sangat panjang dan luas dengan ombaknya yang cukup tenang. Pasirnya putih bersih, dengan butiran seperti biji merica. Mirip dengan pantai Kuta di Lombok. Ternyata di sepanjang garis pantai ini, berdiri hotel2 mewah yang punya akses langsung ke pantai. Salah satunya Hotel St. Regis, yang tepat di sebelah Beach Club Novotel. Hotel St.Regis adalah hotel mewah tempat menginap Raja Salman dari Arab Saudi, saat bulan Maret lalu ke Bali.

Private Beach St.Regis

Kami main2 ke area pantai nya, keren banget. Bahkan foto2 sambil tiduran di kursi pantai yang sebetulnya private milik villa-villa St.Regis. Ga lama tiduran di situ, kami lalu pergi karena diperhatikan security sana. Haha.. Ketauan banget ini bukan tamu St.Regis, tamu lain semuanya bule bo !

Balik ke hotel, kami langsung menuju restoran buat breakfast. Variasi menunya standard, lebih banyak di Novotel Bogor dan Mercure Alam Sutera yang bintang 4. Mungkin karena di kamar sudah disediakan alat masak sendiri ya, jadi kalo breakfastnya kurang bisa masak sendiri, hihi. Buat kami sih cukup lah sarapannya. Kami lebih menikmati suasananya yang dekat dengan kolam renang.

Selesai breakfast, kami kembali ke kamar dan bersiap mengikuti acara “wajib” selanjutnya yang diadakan oleh Accor Vacation Club (AVC). Kami mendapat sesi preview/presentasi jam 10 pagi. Kami datang on time ke gedung Accor yang terletak tidak jauh dari tower kami, lalu datanglah sales yang akan presentasi untuk kami berdua. Namanya pak Laury.

Hotel Novotel Nusa Dua

Kami diajak ke lantai 2 untuk mendengarkan presentasinya. Ternyata di ruangan tersebut sudah sangat ramai oleh presentasi para sales AVC. Semuanya sama : 1 sales berhadapan dengan 1 pasangan suami istri. Kami duduk dan ditawari mau minum apa. Gratis. Setelah ngobrol2 sejenak, pak Laury menerangkan urut2an proses presentasi hingga adanya proses penawaran join member. Dari awal, pak Laury sudah menegaskan tidak ada paksaan untuk join. Dan dari kami berdua pun juga bersikap netral, ada rasa ingin tahu juga tentang program ini walau sudah terbayang sepertinya program member hotel seperti ini bakal ga cocok dengan gaya traveling kami.

Presentasi berjalan dalam suasana santai dan informal. Malah banyak cerita tentang pengalaman traveling dia dan kami masing2. Di ruangan ini suasana nya sangat berisik karena para sales dengan semangat mempresentasikan bahan mereka. Iyalah, ada sekitar 10 meja lebih dalam 1 ruangan. Karena lumayan terganggu, kami minta pindah ruangan yang lebih sepi. Kami pun dipindahkan ke ruangan lain di seberang yang katanya biasa untuk bule. Benar saja, ruangan ini sepi dengan hanya 3 meja untuk presentasi. Satu meja diisi sales bule, satunya lokal, satunya lagi kami.

Ujung dari presentasi adalah penawaran join membership AVC yang tentu saja membayar sejumlah fee tertentu untuk bisa menggunakan akomodasi AVC di seluruh dunia. Masalahnya, ketika sales bertanya pengeluaran kami setahun untuk liburan untuk dibandingkan dengan biaya join AVC, jadinya ga apple to apple. Pengeluaran kami jalan-jalan umumnya “tanpa” akomodasi, sedangkan yang dia tawarkan “hanya” akomodasi. Tentu saja penawaran mereka bertolak belakang dengan kami. Ya sudah, akhirnya presentasi dihentikan karena karena sales nya tau kami tidak berminat join. Pengertian sekali deh pak Laury, hehe.. Presentasi selesai pk.11.30. Tepat sesuai waktu yang dijanjikan, 90 menit.

Siang ini, kami akan lunch di dalam apartment bersama Mr.Sugi, Ms.Michaella dan baby Elaine. Mereka teman kami yang sudah lama tinggal di Bali. Rugi lah ruang makan nya kalo ga dipake, hehe.. Menunya nasi ayam bu Oki yang katanya sangat terkenal di Bali. Nasi ayam bu Oki sebenarnya mirip nasi warteg atau nasi rames kalo di Jawa. Nasi plus aneka rupa lauk pauknya, hanya saja ini khas Bali dengan rasa bumbunya yang cukup kuat untuk ukuran lidah kami.

Kiri atas : Nasi ayam bu Oki, Kanan : Menega Jimbaran

Selesai makan siang, kami menuju kolam renang Novotel yang cukup luas. Ada towel card (diberikan saat check in) untuk ditukarkan handuk di kolam renang maupun beach club. Saat selesai, handuk dikembalikan dan jangan lupa meminta kembali towel card. Ada 3 kolam renang. Kolam kecil untuk anak kecil yang nyambung dengan kids club, kedalaman hanya 40 cm saja. Lalu ada kolam kedua berbentuk lagoon yang sangat luas untuk dewasa dengan kedalaman beragam dari 1-1,4 meter. Lalu ada kolam ketiga, berbentuk lagoon kecil dengan kedalaman 1,4 meter, berada di bawah kolam kedua. Kolam renang bertingkat ini teduh dan asyik sekali buat berenang, namun tidak langsung tersambung sehingga mau tidak mau, kita harus berjalan mengitari kolam renang jika mau pindah kolam.

Di kolam atas, ada sarana untuk volley dan basket dalam kolam renang, juga menyambung ke area cafe. Sedangkan di kolam bawah, di tengah2nya ada semacam pulau kecil di mana kita bisa duduk dan ngobrol dengan tubuh setengah terendam air. Sangat menyenangkan. Kami menikmati sekali berenang di sini.

Sore harinya, kami berlima pergi ke Jimbaran. Sebenarnya banyak sekali restoran sea food di Jimbaran, tapi yang paling terkenal dan kami datangi sore itu adalah Menega Cafe. Saat ditanya apa yang membedakan Menega dengan restoran lain, menurut orang2 adalah pada rasa bumbu sea foodnya. Menu kami sore ini adalah : ikan red snapper bakar, cumi goreng tepung, udang bakar dan kerang bakar. Nasi, sayur kangkung, kacang bali, dan sambal matahnya free flow. Bahkan dikasi buah juga loh. Gratis. Sambil menikmati makanan yang porsinya bikin kenyang banget, kami juga menikmati sunset sore itu yang terbilang sempurna.

Sunset @ Jimbaran

Pulang dari Jimbaran, kami mampir di pusat belanja Bali Collection, mall berkonsep semi outdoor yang berada di kawasan Nusa Dua, tidak jauh dari Novotel. Ada restoran, spa, toko souvenir, sogo, dsb. Terdapat shuttle bus dari pihak Bali Collection dengan tujuan hotel-hotel di kawasan Nusa Dua. Satu shuttle memiliki rute hotel yang searah dan berdekatan, pulang pergi setiap 1 jam sekali. Shuttle ini berada di beberapa gate di Bali Collection dengan jadwal dan rute yang berbeda2, sangat membantu turis. Mobilnya berupa minibus, penumpang duduk berhadapan kayak naik angkot. Kami naik shuttle dengan rute : Ayodya, Novotel dan Courtyard. Jadi sempat melihat lobby hotel Ayodya yang mewah sekali. Penumpang lokal Indonesia hanya kami berdua, yang lainnya turis asing.

Day 3

Setelah breakfast, kami mencoba nego untuk late check out. Ternyata karena kami tamu Accor, maka bukan resepsionis hotel Novotel yang bisa menentukan, melainkan front office Accor. Oke, dari yang seharusnya check out jam 11.00 hanya diberi kelonggaran hingga jam 12. Tidak bisa late check-out. Mungkin karena kami menolak penawaran member nya ? Ya udah… pasrah deh. Lumayan 1 jam tambahan buat beres2.

Novotel Beach Club

Jadilah kami mau memanfaatkan waktu yang ada untuk berenang. Kali ini kami ke lobby untuk naik shuttle ke pantai. Di lobby sudah banyak menunggu tamu hotel lain buat ke pantai. Bule semua. Sampai di pantai, kami kembali meminjam handuk dengan menukarkan towel card yang ada. Kursi pantai tersedia cukup banyak. Jarak antar kursi pantai cukup rapat, ya beda kelas lah dengan St.Regis. Tapi buat kami ga masalah. Kami kan ga berjemur seperti bule yang lain.

Matahari bersinar terik tapi hawanya tetap sejuk (katanya pengaruh musim dingin di Australia). Kami berenang di laut depan pantai Novotel. Ternyata ombaknya sangat kuat. Kami sampai terbawa arus ke arah kiri. Kami baru lihat ternyata ada bendera warna merah di pantai yang menandakan bahwa seharusnya tidak boleh berenang di area tersebut. Akhirnya kami berjuang bergeser ke titik awal di mana ada bendera merah-kuning. Karena cukup lelah bermain air dengan arus yang deras, akhirnya kami memutuskan pindah berenang ke kolam renang hotel saja. Selesai berenang kami kembali ke kamar, beres2 lalu check-out.

Walau sudah check-out jam 12 siang, tapi pesawat kami kembali ke Jakarta masih malam hari. Jadi siang sampai sore ini masih bisa santai di Bali. Kami titip ransel di resepsionis, makan siang di hotel, lalu sewa sepeda. Ada sepeda tendem jika mau berdua, tapi kami memilih sewa 2 sepeda single supaya lebih leluasa. Harga sewa 1 sepeda per jam adalah Rp. 35.000,-. Namun jam 12 hingga jam 3 siang ada promo happy hour, dapat discount 20%.

Kami pun berkeliling di kawasan Nusa Dua dengan mengarah ke Water Blow. Diana dulu pernah ke sana, tapi Jeff belum pernah. Naik sepeda sekitar 15 menit deh dari Novotel. Lewatin Bali Collection yang semalam, taman, pantai dan akhirnya sampai ke Water Blow. Di area ini, pantainya berupa gugusan batu karang yang tajam dan tinggi. Yang menjadi daya tarik adalah foto dengan latar belakang gugusan batu karang tersebut dan menunggu saat ombak menerjang gugusan karang sehingga ombak pecah dan muncrat ke atas tinggi sekali.

Kami melanjutkan perjalanan menyusuri pantai di belakang hotel2 mewah di area Nusa Dua dan akhirnya kembali ke hotel. Ambil ransel di hotel dan kemudian kami dijemput oleh Sugi & Michaella. Kali ini kami mau diajak main ke Karma Kandara. Itu adalah salah satu dari sekian banyak beach club yang terkenal (mahal) di Bali. Ada resortnya juga. Mereka mengajak karena mereka member di sana, jadi bisa masuk gratis dan bisa membawa teman masuk secara gratis juga. Wah.. kami beruntung sekali. Cihuy..  Kalo non member bayarnya per orang 500 ribu. Terdiri dari 200 ribu untuk entrance fee dan sisanya 300 ribu bisa ditukar dengan makanan dan minuman.

Karma Kandara

Di bagian atas ada registrasi. Turun satu lantai, ada restoran. Turun satu lagi, ada kolam renang. Keren banget, semua pemandangannya menghadap laut lepas. Buat turun ke pantainya, yang jauuuuh di bawah sana, kita harus naik semacam kereta mini dengan rel yang jalurnya cukup terjal. Kapasitasnya hanya maksimal 6 orang termasuk 1 orang staf yang mengoperasikannya. Jadi ingat pengalaman kami naik funicular model begini saat trip Bern-Swiss (2012) dan lift kaca mini di The Valley Resort Hotel Bandung.

Tiba di bawah, kami memasuki area restoran, kemudian baru ke pantainya. Banyak sekali kursi pantai nya. Rata2 bule yang menikmati suasana di sini. Ada juga musikus yang sepanjang kami berada di sini main alat musik perkusi. Di sini bisa berenang, tiap pengunjung saat meletakkan barang di kursi, akan dihampiri staf di sini dan diberikan handuk. Kami sangat menikmati suasana pantai sore itu yang cukup teduh. Di sini ga bakalan ketemu sunset karena lokasinya memang tidak termasuk area sunset.

Puas menikmati Karma Kandara, kami pun pergi makan malam di resto Waroeng Kampoeng. Lokasinya di Nusa Dua, restonya tidak terlalu besar dan terbuka tanpa AC. Saat kami makan, rasanya tidak ada lagi meja yang kosong. Katanya resto ini memang termasuk laku, banyak bule2 yang makan di sini. Rasanya enak, porsi cukup kecil sesuai harganya yang murah. Buat kami sih pas.

Selesai makan malam, kami diantarkan ke airport. Ternyata jalanan ke bandara cukup macet. Mungkin banyak yang selesai liburan juga seperti kami. Aaah, selesai juga liburan kali ini. Terima kasih banyak Sugi & Michaella yang banyak menemani dan mengantar kami kemana2 di Bali. Seru banget deh liburan di Bali dengan kalian. Sampai jumpa lagi di lain waktu..

Penerbangan kami di malam hari membuat kami tiba di rumah kembali pukul 12 malam. Happy Anniversary yang ke-13 untuk kami berdua 😉

Epilog

Selain tiket pesawat dan hotel, kami hanya mengeluarkan biaya sewa sepeda dan makan. Itu pun hanya saat di Jimbaran karena yang lainnya ditraktir sama Sugi & Michaella. Untuk pantai Nusa Dua yang private itu (pantai Mengiat) kami sih suka banget. Ga terlalu ramai, pantainya luas, pasir putih dan air lautnya bersih. Untuk yang mau masuk Karma Kandara, disarankan cari teman yang punya member card sana supaya bisa masuk gratis, haha..

Bagi yang mau beli oleh-oleh, disarankan beli di airport saja daripada di Bali Collection. Kami beli kacang Bali di Bali Collection harganya lebih mahal 8 ribu daripada di airport. Merk dan ukuran sama percis. Nyesek juga yah. Harga di Krisna sepertinya paling masuk akal untuk oleh-oleh dan jenisnya pun sangat beragam, cuma kami memang kali ini ga mampir ke sana.

Sekian dulu laporan liburan kami kali ini, yang terwujud berkat paket murah dari Accor Vacation Club yang sayang sekali pada akhirnya belum kami terima tawaran join membernya. Buat yang menerima undangan serupa untuk preview program, jangan ragu, ambil saja. Kan kita tetap bayar untuk menginap, hanya dengan harga murah banget untuk ukuran hotel berbintang sekelas Novotel. Hanya perlu mendengarkan mereka saja kok, tidak ada paksaan untuk join jika memang programnya dirasa tidak cocok. Kami sangat menghargai para sales yang juga berusaha bekerja dengan baik. Tapi ini untuk program AVC yah. Kalo untuk club-club liburan lain kami ga bisa komentar karena belum pernah dan katanya sih beda perlakuan ya. Kalo ada yang mau kasi komentar silakan ya, siapa tau membantu teman2 pembaca yang lain.

Advertisements
Categories: 2015-2019, ASIA, Bali, INDONESIA | Tags: , , , , , , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Nusa Dua, Bali : 19-21 May 2017

  1. parisian

    hi mba, waktu mau ikut presentasi accor nya, kartu kredit di tahan/diminta titipin di front office ga?

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: