Kali ini kami ke Seattle dalam rangka hendak pergi ke Alaska menggunakan cruise. Nah, cruisenya berangkat dan pulang dari port di kota Seattle-USA. Pas juga ada family Diana yang tinggal di Edmonds, kota kecil suburb nya Seattle. Jadi bisa sekalian temu kangen sama mereka. Dari Jakarta naik JAL transit dulu di Narita, bisa baca di postingan ini pengalamannya.
Day 1 : 13 April 2023 (Cherry Blossom – University of Washington)
Tiba di Seattle Tacoma International Airport, kami sudah dijemput oleh family Diana. Kami akan menginap di rumah mereka 2 malam, sebelum pergi cruise. Perjalanan ke rumah sangat lancar. Kami melalui highway, namun tidak sebesar dan seramai seperti saat kami traveling di California tahun lalu USA part 1 – Los Angeles (California) : 23-25 April 2022
Ini pengalaman pertama kami naik maskapai JAL dari Negeri Matahari Terbit. Pesawat berangkat dari Soekarno Hatta jam 06.35 pagi dan mendarat di Narita Jepang jam 16.20 waktu setempat, Jepang itu beda waktunya 2 jam lebih dulu dibandingkan Jakarta. Kemudian dari Narita dijadwalkan berangkat lagi jam 18.05 dan tiba di Seattle Tacoma International jam 11.00 waktu setempat. Seattle itu beda waktunyanya 14 jam di belakang Jakarta.
Jadi kami berangkat dari Jakarta tgl 13 April 2023 pagi dan tiba di Seattle di tanggal 13 April 2023 siang. Seru ya, seperti dekat jaraknya, padahal waktu tempuh perjalanan dari Jakarta ke Seattle itu total sekitar 17 jam naik pesawat, di luar waktu transit.
Kami naik pesawat Boeing 787-8 dengan kombinasi seat penumpang 2-4-2. Jadi cocok buat kami yang pergi berdua dan cari seat yang berdua aja. Spacenya lumayan luas di dalam pesawat termasuk untuk sandaran kakinya. Untuk toilet, hanya terletak di tengah2. Tidak ada toilet di bagian paling belakang sebagaimana pesawat lain pada umumnya.
Pesawat JAL dengan digital window. Kelihatan beda2 kan warna window nya antar penumpang ?
Yang menarik adalah untuk membuka tutup jendela tidak lagi manual dengan tambahan penutup, tapi menggunakan sistem digital. Jadi ada tombol pengatur yang bisa dipencet di bawah jendela. Kita bisa mengatur tingkat terang-gelap nya. Jika gelap jadi seperti kaca riben, tidak silau dan masih bisa kelihatan pemandangan di luar jendela. Jika mau take off dan landing, maka jendela akan diatur secara otomatis oleh sistem pusat untuk kondisi paling terang. Ga perlu lagi pramugarinya sibuk mengingatkan penumpang untuk buka jendela. Mantap!
Setelah perjalanan kami road trip di Western USA (2022) yang sangat menyenangkan, kami pun ingin lanjut jalan2 lagi di Amerika tapi di bagian yang lain lagi. Mumpung Visa USA masih berlaku dan pandemi COVID sudah ga terasa di USA. Kali ini kami mau ke tempat yang lebih jauh dan dingin di bulan April, yaitu Seattle dan Alaska. Di Seattle ada family Diana jadi akan menginap di sana dan untuk Alaska kami akan ikut cruise.