Hari ini kami melakukan perjalanan pulang pergi ke kota kecil Otaru. Kota ini bisa dicapai dengan JR sekitar 30 menit saja dari Sapporo. Di Otaru ini terdapat 2 station JR, yaitu Minami Otaru St dan Otaru St. Kami turun di Minami Otaru St yang merupakan station pertama dari arah Sapporo dan berjalan kaki sekitar 15 menit ke Tanaka Sake Brewery di tengah hujan salju, tapi kami bisa menikmatinya.
Ini perjalanan kami ke Jepang untuk kedua kalinya, setelah pada tahun 2014 yang lalu kami ke pulau Honshu untuk mengunjungi Tokyo, Osaka, Kyoto, Kobe dan Nara untuk menikmati Sakura di Japan 2014, Kali ini kami mau menikmati winter di pulau Hokkaido.
EVA Air
Untuk ke Hokkaido, kami menggunakan maskapai EVA Air yang berbasis di Taiwan. Dalam perjalanan ini, kami harus transit dan menginap semalam di Taoyuan International Airport – Taipei sebelum melanjutkan perjalanan ke New Chitose Airport di Hokkaido.
Many tourists want to experience “onsen” in Japan, but the idea of being naked in front of many people not really suit for everyone. Or if you had a tattoo then you can’t enter the public onsen. That’s why many tourists try to find private onsen including us. Sadly, not many information on the internet about private onsen in Japan. Usually in ryokan out of town or in hotel that doesn’t mention about their private onsen on their website.
So when we found this private onsen in Lake Toya, we are very happy and want to share the experience with you all.
Toya Kanko Hotel has 2 private hot spring bath. You can use it even though you are not stay in this hotel, like us. But the price is different for hotel guest and non hotel guest. We just come to the receptionist and say that we want to use the private bath, then they will prepare the bath for us. We wait for around 20 minutes (you can walk outside first and come back again) and they will hand out the key for our private bath. You can check the complete information and the price here : http://www.toyakanko.com/spa.html#KasikiriSpa
Hari ini, kami mau jalan2 melihat Skagit Valley Tulip Festival. Lokasinya agak ke luar dari kota Seattle, tapi masih di negara bagian Washington. Ini pengalaman ketiga kami jalan2 melihat taman tulip. Pertama waktu kami ke perkebunan tulip di Dandenong, bisa baca di Australia 2010 (part 3-Melbourne) dan kedua waktu kami ke Keukenhoff di Belanda, bisa baca di Europe 2012 (part 2).
Taman dan ladang bunga tulip yang cantik
Di wilayah Skagit ini ada 4 perkebunan tulip, yaitu RoozenGaarde, Garden Rosalyn, Tulip Valley Farms dan TulipTown. Kita memang harus pilih mau ke perkebunan tulip yang mana, karena ownernya beda2 dan harga tiket masuknya juga beda2, walau ada di area yang berdekatan semua. Jadi bukan seperti Dandenong atau Keukenhoff yang cuma ada 1 tempat dengan 1 harga. Yang terbesar dan terkenal adalah RoozenGaarde, jadi kami pilih pergi ke sini saja.
Setelah keluar dari cruise, kami berjalan kaki sambil menggeret 2 koper besar kami ke arah Pike Place Market. Sebelum cruise, kami sempat ke sini tapi sudah tutup karena kemalaman. Jadi sekarang mumpung pagi2 kami ke sini lagi. Mulai dari Original Starbucks, the “First Starbucks Store”. Ini adalah outlet Starbucks pertama, sebelum akhirnya memiliki puluhan ribu store/outlet di seluruh dunia.
Victoria ini lokasinya sangat dekat dengan Seattle-USA, namun secara wilayah masuk negara Canada. Jadi sebetulnya tanpa Alaska cruise, kita bisa kok ke Victoria ini dengan nyebrang naik ferry dari Seattle. Untuk informasi apply visa Canada bisa baca di sini.
Suhu di Victoria malam ini sekitar 10 derajat celcius dan cuaca diramalkan berawan. Sunrise pk.06.12 am dan sunset pk.08.13 pm. Jam di sini sudah mengikuti jam Seattle kembali, yaitu maju 1 jam dari jam Alaska. Dijadwalkan mendarat jam 8 pm dan punya waktu sampai maksimal pk.11.30 pm harus sudah berada kembali ke kapal.
Welcome to Victoria Canada
Wow banget deh, ini sih stop paling ga niat menurut kami. Cuma 3,5 jam dan malam hari pula. Sudah gelap karena sunset nya jam 8 pm. Mungkin kalo pas summer masih lumayan ya, bisa terang sampai jam 10 malam. Ternyata lagi, kami baru bisa keluar dari kapal jam 9 pm karena faktor imigrasi di kapal. Bayangkan, udah waktunya singkat, terpotong lagi 1 jam gara2 imigrasi di kapal. Ok kita lihat apa bisa dilakukan dalam waktu singkat ini.
Hari ini kami tiba di Ketchikan yang menyebut dirinya sebagai “The Salmon Capital of The World”. Suhu di Ketchikan sekitar 8 derajat celcius dan cuaca diramalkan cerah. Sunrise pk.05.30 am dan sunset pk.08.01 pm. Jam di sini masih mengikuti jam Alaska, yaitu mundur 1 jam dari kota Seattle. Tiba jam 7 am dan punya waktu sampai maksimal pk.12.45 pm harus sudah balik di kapal. Jadi cuma sekitar 5 jam lebih di sini. Apalagi kami tibanya di port khusus NCL yang terletak di luar kota Ketchikan.
Dari port, kami melewati ruangan besar seperti bekas gudang yang isinya cafe dan penjualan souvenir. Keluar gedung tersebut, kami naik shuttle sekitar 15 menit ke pusat kota. Gratis dan banyak tersedia, tapi artinya waktu kami ga banyak untuk menjelajah Ketchikan.
Pk.7.00 am kami tiba di port kedua yaitu kota Skagway. Suhu di Skagway sekitar 7 derajat celcius dan cuaca diramalkan cloudy. Sunrise pk.05.37 am dan sunset pk.08.25 pm. Jam Skagway sama dengan Juneau, jadi mengikuti jam Alaska yaitu mundur 1 jam dari kota Seattle. Di kota ini kita punya waktu sampai pk.7.45 pm, sebelum harus naik lagi ke kapal. Jadi ini kota yang paling lama waktu berlabuhnya di sepanjang perjalanan cruise kami, seharian !
Skagway adalah kota kecil dengan jumlah penduduk tidak sampai 1.000 jiwa. Ketika cruise kami berlabuh, tentu saja kota ini mendadak menjadi ramai oleh ribuan tamu cruise. Di kota ini tidak banyak yang bisa dilihat karena benar2 kecil. Hanya ada rumah penduduk, toko2 souvenir, 1 bank dll. Jalan2 di kotanya ga sampe 1 jam pasti beres. Jadi sangat disarankan untuk ambil tour/excursion ke luar kota Skagway nya deh.
Pk.1.30 pm kami tiba di port pertama yaitu kota Juneau. Akhirnya bisa menyentuh daratan juga nih setelah sekian lama berlayar. Juneau merupakan ibu kota negara bagian Alaska, USA. Jangan bayangkan Juneau seperti kota besar dengan gedung tinggi ya. Ini Alaska, penduduknya sedikit, kotanya kecil dan dikelilingi pegunungan yang saat ini masih diliputi salju.
Suhu di Juneau sekitar 2-5 derajat celcius dan cuaca diramalkan cloudy. Sunrise pk.05.40 am dan sunset pk.08.15 pm. Jam di Juneau mundur 1 jam dari kota Seattle atau waktu di lautan kemarin. Informasi ini semua ada di booklet ya, jadi sudah memudahkan penumpang untuk adjust jam dan memperkirakan kostum yang mau dipakai. Di kota ini kita punya waktu sampai pk.10.30 pm, sebelum harus naik lagi ke kapal. Lumayan lama juga sih. Makanya untuk Juneau ini kami beli shore excursion dari kapal saja biar ga ribet. Ada 2 excursion yang kami pilih di Juneau ini : Goldbelt tram dan Mendenhall Glacier, yang tiketnya pas pertama sampai kamar di kapal sudah ada di atas ranjang itu.
Akhirnya tiba juga hari di mana kami akan berpetualang ke Alaska, salah satu negara bagian USA yang spektakuler pemandangan alamnya. Untuk tanggal liburan kami, hanya ada 1 cruise yang akan berlayar ke sana yaitu NCL Bliss. Cruise lain umumnya baru berlayar sekitar bukan Mei. NCL Bliss adalah salah satu cruise terbesar yang dimiliki oleh NCL dan didesain terutama untuk tujuan Alaska. Untuk naik cruise, kami berangkat dari Pier 66, tidak jauh dari Pike Place Market yang kami kunjungi kemarin.
Proses check-in dilakukan melalui apps dari jauh-jauh hari sebelumnya. Para penumpang diminta untuk mengisi rencana jam check-in. Check-in bisa dimulai dari jam 10.00 sampai jam 15.00 untuk keberangkatan kapal jam 17.00. Yang penuh duluan terisi adalah jadwal check-in yang paling awal. Rupanya penumpang ingin cepat2 naik kapal, supaya bisa segera menikmati fasilitas kapal. Setelah dipilih, nanti akan ada tag berwarna yang harus ditempelkan di koper atau tas bawaan kami. Warna tag tergantung jam check-in.
Selama di kapal, kami dapat jatah wifi gratis terbatas 150 menit per orang. Ini aksesnya juga dari apps. Nanti bisa ketauan sudah terpakai berapa banyak dan sisa berapa banyak jatah wifinya. Kami irit2 deh ini pakainya, gantian antara Jeff dan Diana untuk berkomunikasi dengan keluarga.
ITINERARY CRUISE
1. Seattle – 15 April
Di Pier 66 sudah ada tempat drop off khusus. Jadi mobil bisa menurunkan penumpang dan kopernya di situ. Nanti koper bisa langsung diletakkan di tempat drop bagasi, di situ juga banyak petugas yang siap membantu. Nantinya koper akan dikirim langsung ke kamar.