Bali : May 2021 (Akomodasi, Kuliner & Wisata Ubud-Gianyar)

Akomodasi Ubud-Gianyar

  • Utamas Keramas (murah meriah)
Hotel yang cozy, kamar juga luas

Berlokasi di Keramas, Gianyar. Jennifer berencana main ke Bali Safari jadi memilih menginap di hotel ini karena lokasinya tidak jauh dari Bali Safari (sekitar 8 menit naik motor). Tarif kamarnya 150 ribu per malam, tanpa breakfast. Murah banget kan. Total ada 9 kamar sebetulnya, tapi sewaktu Jennifer menginap di sini, hotel sedang kosong sehingga Jennifer menjadi satu-satunya tamu. Betul2 terasa sekali dampak pandemi di Bali ini ya.

Kamarnya besar dan bersih, nyaman deh. Kamar mandinya juga besar. Di dalam kamar sudah langsung disediakan handuk renang. Letak kamar Jennifer menghadap ke kolam renang. Di sekitar kolam renang ada tempat untuk bersantai, oke banget deh buat leyeh2. View hotel ini juga menghadap ke sawah, seger deh liat nuansa hijau di depan mata.

Sayangnya, kesadaran petugas hotel di sini untuk menjaga prokes dan memakai masker masih kurang. Ada yang pakai dan ada yang tidak. Jadi kita sebagai tamu yang mesti jaga diri sendiri ya.

  • Westin Resort & Spa, Ubud (Hotel bintang 5 jaringan JW Marriot)

Kami menginap di Westin Resort & Spa di Ubud karena sudah beli vouchernya sejak awal pandemi. Waktu itu harga voucher untuk menginap 2 malam dijual hanya 1 juta rupiah dan bisa dipakai hingga Desember 2021. Artinya kami bisa menginap di hotel bintang 5 hanya dengan harga 500 ribu per malam, sudah termasuk breakfast loh. WOW ! Langsung saja waktu itu kami beli. Akhirnya baru bisa kami gunakan 1 tahun kemudian nih, hehe..

Secara umum, hotel ini memang konsepnya semi open air. Mulai dari lobby, lounge, restorannya, tempat aktivitasnya (yoga, spa, dsb). Cocok banget karena berada di Ubud yang udaranya segar dan pilihan tepat untuk liburan saat pandemi seperti sekarang ini. Staf2nya super duper ramah dan helpful, service nya betul2 menggambarkan hotel bintang 5.

We got room number 522. It means a lot. Month 5 and date 22.

Kami sempat info mengenai moment wedding anniversary ke-17 dan mereka bilang akan memberikan compliment dekorasi di kamar. Betul saja, ada hiasan handuk di ranjang dengan kelopak2 bunga merah seperti pada umumnya untuk honeymoon set up. Yang menarik adalah adanya kartu ucapan anniversary yang ditulis tangan oleh pihak Westin. Thank you so much.Satu hal lagi yang istimewa, yang mungkin mereka tidak sadari adalah nomor kamar 522 yang diberikan kepada kami, melambangkan bulan dan tanggal pernikahan kami. Ini berarti hadiah dari Tuhan buat kami melalui Westin ya, hehe..

Thank you Westin for the sweet greetings in our room, regarding our
sweet 17th wedding anniversary

Kamarnya sangat luas, dengan adanya balkon untuk menghirup udara segar atau pun menjemur pakaian. Kamar mandinya pun sangat luas, dengan 2 wastafel, area shower dan juga bath-tub. Yang pasti, sabun dan shampoo nya wangi nya enak banget. Ditambah lagi ada lavender oil yang diberikan untuk menambah kenyamanan tidur. Luar biasa.

Receptionist, lobby dan kamar kami ada di lantai 5 (padahal sejajar jalan). Sedangkan untuk restoran, kolam renang dan aktivitas lain, ada di lantai 1-3. Jadi kami perlu turun pakai tangga atau lift. Konsep hotel di lembah memang begitu ya, dibuatnya menurun bukan bertingkat ke atas. Sama dengan hotel Padma di Bandung juga nih, lobby justru adalah lantai paling atas jadinya.

Wajib berenang dan jacuzzi tiap hari di sini.

Di lantai 1, paling bawah, ada kolam renang, tempat main anak, spa, gym, juga tempat yoga. Hebatnya gym di westin ini buka 24 jam loh, bisa olah raga kapan pun. Di semua tempat tsb, selalu ada staf hotel yang standby dan menyapa dengan ramah. Kolam renangnya menghadap ke tebing hutan yang rimbun, lumayan panjang, berbentuk lagoon dan infinity pool. Sangat leluasa dan menyegarkan untuk berenang. Kedalaman kolam hanya 1,2 meter di seluruh area, sangat nyaman. Ada juga pool kecil yang untuk anak2 di bagian lebih atas.

Di pinggir kolam tersedia banyak sekali kursi2 malas dengan disertai handuknya. Tinggal pilih dan pakai saja mau yang mana. Selain kolam renang, ada juga jacuzzi air panas yang nyaman banget dan besar. Bisa untuk 6 orang dewasa duduk2 di bagian pinggirnya. Kolam renang ini saat malam dihiasi lampu, hutan di seberangnya juga ditembak lampu sorot, jadi sangat menarik untuk dilihat, tidak menyeramkan di malam hari.

Lovely breakfast, very tasty ! Kanan atas itu aneka yoghurt, menarik ya.

Breakfast mulai jam 6 – 11 pagi, dengan dibagi 3 sesi. Sepertinya seluruh hotel jaringan Marriot menerapkan sistem yang sama. Ada tempat duduk yang indoor dan outdoor, silakan pilih sendiri sesuai selera. Untuk tampilan dan penyajian makanan serta minuman, patut diacungi jempol karena artistik, sangat menarik. Di pintu masuk, sudah tersedia aneka juice dan jamu yang displaynya menyerupai rak pendingin di supermarket. Cakep, warna warni gitu, dengan bentuk botol dan gelas yang menawan. Rasanya juga segar dan enaaak !

Buat penggemar yoghurt, di sini surganya. Yoghurt disajikan beraneka rupa dengan campuran buah dan warna yang aduhai. Wajib dicoba semuanya. Pilihan menu makanannya cukup beragam, mulai dari yang Western, Asia hingga Indonesian. Stafnya pun bisa memberikan rekomendasi kira2 campuran makanan apa yang cocok. Mantap dan kenyang banget deh ! Untuk pengambilan buffet ini, semuanya dilayani atau diambilkan oleh staf hotel. Ini sepertinya standar umum untuk buffet di era new normal ya.

Very nice coconut cocktail & aqua yoga in the pool

Selain Tabia resto untuk breakfast di lantai 3, ada juga Tall Trees resto di lantai 1 samping kolam renang. Jika saat berenang mau pesan makan/minum, silakan pesan melalui pool bar di tengah kolam. Lumayan, ada diskon 50% untuk pembelian cocktail, jadi kami beli yang coconut. Wuiiih, tampilannya cantik banget, warna pink. Rasanya ? Enaaaak !

Untuk setiap tamu Westin, bisa mengikuti berbagai program yang ditawarkan hotel setiap harinya secara gratis. Tinggal pilih saja yang cocok dengan jam dan minatnya. Mulai dari Westin Run (jalan/lari pagi) yang melewati persawahan, yoga di pavilion khusus yoga, yoga dalam air (aqua yoga), balinese dress & praying ritual, dll. Untuk setiap program di Westin ini, kita tinggal kontak receptionist untuk booking 1 hari sebelumnya. Karena jika tidak ada yang booking, maka program nya tidak jalan.

Kami ikut aqua yoga/water stretching di sore hari, seru juga nih. Yoga under water sedikit lebih sulit karena ada riak air kolam renang yang harus kita kendalikan. Selain itu kita ga bisa liat gerakan kaki dari instrukturnya karena kan dia juga ada di dalam air. Jadi ya dengarkan saja instruksinya dan anggap saja benar, haha..

Pranayama, latihan pernafasan dalam Yoga

Kami juga ikutan program pranayama (latihan pernafasan dalam yoga) di pagi hari. Saat kami datang ke tempat yoga, ternyata hanya kami berdua saja yang ikutan. Wuih, enak banget, private deh ini. Sudah disediakan matrasnya juga. Kami tinggal duduk dan mengikuti instruksi. Latihannya simple dan dapat diikuti siapa saja. Rasanya fresh menghirup udara segar di pavillion ini, memandang alam hijau di depan mata, sambil mendengarkan suara burung dan gemericik air.

Our Balinese Dress

Ini program yang dari awal paling kami minati, yaitu memakai baju adat Bali. Lokasinya di tempat spa. Ada beberapa baju pilihan yang disediakan. Tadinya Diana pakai baju brokat, tapi ternyata kebesaran, mungkin kebanyakan memang ukuran turis asing yah. Jadi petugasnya kemudian keluarkan pilihan baju yang lebih kecil ukurannya. Nah, sip deh ! Ternyata senada dengan Jeff, baik baju maupun kain bawahnya, jadinya betul2 keren untuk berfoto bersama. Oya, untuk foto2 silakan atur sendiri ya, tidak termasuk programnya. Bajunya juga boleh dipakai jalan2 di area hotel selama kita mau. Sayang kami terburu2 dan sudah harus jalan ke airport, kalo engga pasti kami akan foto2 lebih banyak pakai baju ini di area hotel yang lain.

  • Nyuh Bali Ubud, Luxury Villa, Resort & Spa (konsep back to nature)
Nyuh Ubud yang asri, jalan ke villa pun hanya setapak dengan pohon2 yang rimbun (kanan bawah)

Hotel ini lokasinya lumayan terpencil di Lodtunduh, tapi ga jauh dari Westin Ubud. Kami pilih karena ingin merasakan villa dengan private pool di area Ubud. Booking melalui traveloka, dengan harga 1,2 juta per malam untuk tipe villa Royal Pool, sudah termasuk floating breakfast, afternoon snack, shuttle service gratis ke pusat kota Ubud dan beragam aktivitas yang bisa diikuti gratis sampai penyewaan sepeda gratis untuk berkeliling yang akhirnya tidak sempat kami nikmati karena keterbatasan waktu. Memang yang sangat menonjol dari berbagai review mengenai Nyuh Ubud ini adalah servicenya. Mari kita buktikan. Yang kami pilih tipe villa yang setingkat lebih mahal dari yang standard Deluxe Pool Villa.

Villa dengan private pool, nyaman banget

Di dalam villa kami terdapat 2 bangunan yang dipisahkan oleh kolam renang. Bangunan kamar & kamar mandi yang menyatu lalu bangunan semi outdoor untuk living room (ada TV) dan tempat makan/kitchen. Di dalam kamar terdapat bed yang empuuk banget, nyaman banget, pakai kelambu yang desainnya juga special. Sukaaaa. Sofanya juga empuk banget.

Kamar mandinya seperti standar villa mewah di Bali, yaitu ber-AC, haha.. Shower dan Bath-tub terletak di outdoor area, kan ceritanya back to nature. WC nya juga menghadap ke taman. Jadi menurut kami sih betul2 buat pasangan ya ini, ga cocok buat family atau teman. Untuk Deluxe Pool Villa, itu bath-tub nya indoor, mungkin lebih cocok buat non-couple, walau shower sih tetap saja outdoor.

Kolam renang di villa ini ukurannya 3×8 meter. Setara dengan ukuran pool di villa saat kami liburan di Tanjung Lesung, namun jauh lebih kecil dari Berry Amour Romantic Villa, tempat kami menginap di Seminyak Bali. Lantai pool nya di sini tidak rata, jadi ada bagian yang dangkal (0,8 meter) dan ada yang kemudian lebih dalam (1,2 meter).

Honeymoon set up

Karena ada request dari kami, maka pihak Nyuh Ubud memberikan honeymoon set up di villa kami secara gratis. Baik berupa hiasan di ranjang dan juga flower bath. Kalo hiasan di ranjang cukup standar ya. Yang istimewa adalah adanya 1 tangkai bunga mawar hidup yang diletakkan di tengah handuk angsa. Jadi bisa dibawa pulang kalo mau. Kami sih ditaro di botol air mineral saja, biar mekar. Lalu hiasan flower bath nya cantik banget !

Enjoy the outdoor bath-tub

Langsung saja donk, Diana nyemplung dan berfoto dengan hiasan flower bath ini. Sambil berendam juga bisa sambil menikmati snack sore yang disediakan oleh pihak hotel. Kali ini dapat pisang goreng dengan saus manis, kacang edamame dan klepon. Untuk kopi dan teh nya juga bisa dipilih, lumayan banyak pilihannya. Kami pilih ice green tea (ini enak banget) dan decafein coffee.

Selain beraroma bunga yang harum, bath-tub ini juga bisa dipakai untuk relaksasi. Di bath-tub sudah disediakan bath salt dan bath foam, akan tetapi bath foam nya agak sulit dipakai karena bentuknya pump. Jadi kami sih pakai punya sendiri saja, hehe..

Dapat buah2an dan snack sore. Kalo sate lilit nya pesan sendiri.
Didampingi setangkai mawar yang dikasi pihak hotel pada honeymoon set up

Welcome drink berupa kelapa kuning yang ditaruh di dalam kulkas. Hanya bisa diminum airnya saja seperti kelapa hijau, tapi rasanya manis dan menyegarkan. Khasiatnya juga katanya sama dengan kelapa hijau, yaitu bagus untuk kesehatan. Di meja makan juga tersedia pisang dan jeruk untuk dinikmati. Kami sempat pesan sate lilit untuk makan siang dan rasanya enaaak banget. Pas malam hari, kami juga pesan Hatten Rose Wine, buatan lokal Bali yang rasanya cocok untuk menemani dinner time bersama pasangan ! Harga makanan dan minuman di sini menurut kami cukup terjangkau.

Morning Walk ke persawahan

Ada kegiatan morning walk setiap hari jam 7-8. Silakan info dulu ke receptionist pada hari sebelumnya agar disiapkan pemandunya. Kami diberikan topi caping sebelum jalan, ceritanya jadi petani yang menengok sawahnya. Awalnya melewati hutan jati sampai kemudian terdapat hamparan sawah hijau yang sangat luas di hadapan kami.

Wah, seru juga kali ini jalan2 di pematang sawah. Gampang2 susah, karena lebarnya beda2. Ada juga tanah pematang yang lembek. Jadi bisa ambles dan ternyata kami terjeblos ke lumpur, haha… keliatan orang kota ya ini. Kalo pake sepatu kets bakal jadi kotor, jadi lebih baik pakai sandal jepit atau malah telanjang kaki aja sekalian. Kami senang banget ada di tengah2 persawahan Ubud. Keren ! Pantas saja banyak wisatawan mancanegara datang ke Ubud ya.

Our pre-wedding anniversary photo

Pihak hotel menyediakan profesional fotografer untuk setiap tamu hotel dan akan diberikan 1 buah softcopy hasil foto secara gratis. Boleh dipakai kapan saja, nah kami minta saat floating breakfast saja. Jadi saat staf hotel datang untuk menyiapkan floating breakfast, sang fotografer pun datang juga. Ini fotografer lepasan, jadi dia kerjasama dengan hotel2 dan vila2 yang ada di Ubud. Kerjasama yang positif dan menguntungkan di masa pandemi ini.

Sesi fotonya betul2 profesional, berasa foto pre-wedding. Momen nya sangat pas karena kami pun akan merayakan ulang tahun pernikahan kami yang ke-17. Jadi dengan baju seadanya (sama dengan baju saat morning walk) dan tanpa make-up, kami pun berpose mengikuti arahan sang fotografer. Pemotretan sekitar 30 menit pun menghasilkan berbagai gaya yang bagus2. Pada akhirnya, tidak mungkin jika hanya mengambil 1 pose gratisan saja, pasti pengen punya banyak foto kan ? Nah, di sini lah tamu dipersilakan bernegosiasi dengan sang fotografer mengenai banyaknya pose yang hendak diambil dan harganya.

Catatan Tambahan : Service dari Nyuh Bali Ubud ini buat kami termasuk Excellent !! Selain menawarkan free mobil untuk drop point yang sudah ditentukan, mereka juga menawarkan untuk mengantar kami ke akomodasi selanjutnya secara free. Hebat ! Tentu saja kami terima tawarannya dengan senang hati.

Lalu ada kejadian kami belum menghabiskan snack sore, ceritanya disimpan untuk malam hari dan kami sudah info mengenai hal ini ke resepsionis. Ternyata saat kami pulang malam hari, semua snack sudah diangkat. Awalnya kami kecewa, namun setelah menginformasikan kekecewaan kami kepada pihak hotel, ternyata mereka bersedia mengirimkan kembali snack dan teh yang baru. Bahkan snack nya diberikan lebih banyak dari yang tadi belum sempat kami santap. Luar biasa ! TOP BGT ! Seketika kekecewaan berubah jadi kepuasan.

Kuliner

  • Bebek Tepi Sawah

Restoran ini sebenarnya memiliki banyak cabang di Jakarta dan kami pernah makan di salah satu cabangnya. Di dekat tempat kami menginap di Seminyak juga ada cabangnya. Tapi karena kami pas jalan2 ke Ubud, sepertinya musti coba yang pusatnya nih. Oke deh, kita bandingkan ya apakah rasanya sama atau tidak antara pusatnya di Ubud dan cabangnya di Jakarta.

Makan Bebek di Tepi Sawah betulan

Tempatnya luas banget dan berkonsep open air. Ada banyak saung untuk makan lesehan yang terletak mengelilingi sawah yang ada di tengah2. Ada juga tempat makan yang menggunakan meja kursi biasa. Silakan pilih saja mau duduk dimana. Kalo kami memilih yang bentuk saung. Nyaman banget di situasi pandemi begini, karena jarak yang sangat jauh dengan pengunjung lain. Suasana duduk lesehan di persawahan pun jadi cocok banget.

Banyak spot foto yang disediakan di sini. Jadi sambil menunggu bisa foto2 sepuasnya. Namun ternyata belum puas foto, makanan nya udah datang. Cepat juga nih service nya.

Menu bebek crispy, ayam betutu dan sate lilit

Menu yang kita pesan pastinya Crispy Duck Tepi Sawah, terus lainnya kami pesan ayam betutu dan sate lilit. Bebeknya betul2 enak, crispy di luar dan empuk di dalam. Lalu sate lilit disajikan di atas bara, rasanya juga mantap ! Untuk ayam betutu menurut kami standar, cukup enak tapi tidak istimewa. Kami sempat pesan jus semangka juga, nah.. rasanya segar dan manis… enak banget !

Jadi apakah makan di Bebek Tepi Sawah Ubud lebih enak daripada cabangnya yang di Jakarta ? Iya ! Entah ya, rasanya yang lebih enak atau karena pemandangan sawah dan suasana Bali yang membuat makan jadi lebih nikmat. Yang pasti jika ke Ubud, sempatkan makan bebek di sini deh.

  • Babi Guling Bu Oka (Non-Halal)
Salah satu kuliner terkenal di Bali

Saat kami menjelajah pusat kota Ubud, ternyata ada warung babi guling ibu Oka yang terkenal ini. Jadilah kami pesan bungkus karena sudah ada rencana makan siang di tempat lain. Buat nanti saja makan di hotel. Nasi campur nya dikemas dengan sangat baik dalam box yang rapi. Tiap jenisnya tidak tercampur. Rasanya ? Selera ya, menurut Diana sih enak banget. Tapi ternyata kurang cocok buat lidah Jeff.

  • Warong Legong

Berlokasi di Jl.Prof. Dr. Ida Bagus Mantra no.300A, Keramas. Diana pernah makan ke sini dengan rekan kantornya saat gathering di Bali tahun 2019. Karena enak, service nya memuaskan dan lokasinya tidak jauh dari Bali Safari, maka kali ini Diana menyarankan Jennifer untuk makan di sini juga.

Warong Legong, kanan atas : view sawah

Jennifer makan malam di sini dan menjadi satu-satunya pengunjung dari awal sampai selesai makan. Satu-satunya waitress yang stand by menyambut dengan ramah, sambil menawarkan menu andalan mereka. Bahkan waitress menawarkan beberapa menu yang tidak tercantum di daftar menu namun bisa mereka sediakan. Di sini ada menu halal dan non halal, jadi silakan info saja apakah kita makan babi atau tidak. Akhirnya jadi pesan menu yang ditawarkan waitress, yaitu babi kecap. Selesai makan kemudian diberi compliment, yaitu beberapa potong buah semangka. Mantap !

Awalnya Jennifer memilih tempat duduk di bagian depan resto, lalu waitress menawarkan apakah mau duduk di bagian dalam dengan view sawah. Wah boleh juga nih. Ketika duduk, baru sadar kalau jendela resto nya bolong alias tidak ada kacanya. Jadi kalau melangkahkan kaki keluar langsung deh menginjak sawah, hahaha.. Katanya sih ini request dari para customer supaya kalau sedang makan siang tidak kepanasan. Biar sejuk semilir angin gitu ya..

  • Cafe Pomegranate

Cafe ini terletak di Jl.Subak Sok Wayah Ubud. Sempet kebingungan mencari cafe ini, karena lokasinya tidak bisa dimasuki langsung oleh mobil. Jadi mobil harus parkir dan kita harus berjalan kaki dulu melewati jalanan yang kecil dan dikelilingi sawah sekitar 1 km. Di sepanjang jalan kecil tersebut ada banyak guest house, tempat spa, tempat yoga, dan coffee shop.

Cafe di tengah persawahan

Begitu masuk, kita perlu melepaskan sepatu lalu ditaruh di tempat yang disediakan. Suasana cozy langsung terasa. View sawah ditambah cerahnya langit begitu memanjakan mata. Selamat makan sambil menikmati suasana yang tenang di sini ya.

  • Warshoot Bali (Non-Halal)

Terletak di Lodtunduh, cukup dekat dari hotel Westin Ubud. Jadi kami tau tempat makan ini dari go food/grab food saat mencari2 makanan yang bisa diantar ke hotel Westin. Reviewnya bagus dan harganya murah. Kami pun coba best sellernya, yang di gambar terlihat tidak pedas (karena Diana ga suka pedas kan). yaitu nasi goreng babi dan nasi babi uyah lengis. Kami pesan tanpa tau artinya dan ga tau isinya apa. Di aplikasi pun ga ada deskripsinya. Yang penting tinggal duduk manis di kamar, nanti pas sudah sampai baru kami ambil di satpam. Karena di westin, kurir online ga boleh masuk.

Nasi babi uyah lengis (kiri) dan nasi goreng babi (kanan)

Gimana rasanya ? Yang nasi babi uyah lengis itu nasinya ada rasa gurih asin. Lalu ada daging babi dan campuran lain2 serta kerupuk kulit babi. Enak banget ini ! Nasi goreng babi pun enak, ada campuran sayuran juga. Porsinya semua cukup banyak, jadi mengenyangkan. Kami baru tau belakangan bahwa dalam bahasa Bali, uyah=garam dan lengis=minyak. Jadi memang nasinya di goreng pake minyak dan garam, makanya gurih.

Wisata Alam

  • Bukit Campuhan / Tjampuhan Ridge Walk

Kami pergi ke tempat ini karena ada free drop-off dan pick-up dari Nyuh Bali Ubud, tempat kami menginap. Tadinya ga ada rencana, tapi karena katanya ga jauh ya sudah deh, lumayan bisa jalan2 ke tempat baru.

Bukit Campuhan

Ternyata ini adalah wisata alam perbukitan yang mesti ditempuh dengan berjalan kaki menanjak atau hiking. Jalurnya sudah dibuat khusus, jadi sangat mudah untuk dilalui oleh semua usia. Rutenya naik turun, tapi cukup landai. Di kanan kiri banyak pemandangan hutan, lembah dan hotel2 yang ada di Ubud.

Sepanjang jalan tidak terlalu ramai. Sempat bertemu dan berpapasan dengan beberapa orang lokal dan wisatawan, namun cukup aman secara jarak karena semua umumnya melepas masker saat hiking. Kami ke sini saat sore hari, berusaha melihat sunset namun ternyata tidak terlihat. Setelah melewati jalur trekking sekitar 2 km, kita akan ketemu pura desa dan jika dilanjutkan akan tiba di desa yang kanan kirinya banyak tempat penginapan dan gallery seni. Sedih juga karena rata2 semuanya tutup terimbas pandemi.

  • Tegalalang Rice Terrace

Lokasinya agak jauh dari pusat kota Ubud, karena itu ada beberapa car rental yang menggolongkan tempat ini sebagai “luar kota” dan mengenakan biaya tambahan. Untung saja car rental yang kami pakai tidak demikian. Selama masih di Ubud-Gianyar, maka masih dianggap “dalam kota”. Jadi pastikan dulu soal ini jika memang anda ingin mengunjungi Tegalalang.

Tegalalang, terkenal sebagai inspirasi lukisan sawah Bali.

Ini adalah tempat melihat pemandangan sawah terasering (sistem bertingkat). Untuk masuk ke sini, 1 mobil dikenakan tarif Rp.10.000 oleh penduduk setempat. Di dalam area Tegalalang selain sawah, ada juga tempat makan dan ayunan yang biasanya dipakai untuk tempat berfoto. Namun keduanya tidak beroperasi sejak pandemi. Di situ hanya ada seorang bapak yang menjual minuman dingin.

Yang masih ada yaitu spot foto berbentuk hati dengan background sawah. Spot foto tersebut diberi pagar dan digembok. Kalau mau foto, kita harus membayar Rp.10.000 ke Bapak tadi dan bisa berfoto sepuasnya di situ. Melihat Jennifer datang sendirian, beliau menawarkan apakah mau dibantu memotretkan ? Tentunya dengan HP Jennifer ya. Tentu saja Jennifer mau, langsung deh dijepret berkali-kali sampai puas. Bahkan bukan hanya di spot foto itu saja, tapi juga di beberapa titik lainnya hehehe… Serasa punya fotografer pribadi nih. Si Bapak juga senang kali ya ada kegiatan, karena memang sepi sekali di sini, tidak ada pengunjung lain.

  • Bali Safari & Marine Park

Horee.. sampai juga nih Jennifer di Bali Safari. Jeff & Diana sudah pernah dibayarin kantor masing2 dan mereka bilang bahwa tempat ini jauh lebih bagus daripada Taman Safari di Puncak. Bisa lihat kisahnya di trip Bali (2015) dan Bali (2019). Sekarang giliran Jennifer yang merasakan.

Harga tiket masuk di sini Rp.150.000. Termasuk safari journey, tiger show, elephant show, animal show, dan water park. Tempat ini memang merupakan sarana rekreasi yang bersifat edukatif. Selain bisa mengenal berbagai jenis hewan, dalam setiap show binatang selalu ada pesan mengenai betapa pentingnya memelihara kelangsungan hidup aneka hewan. Very good !

Indahnya satwa ciptaan Tuhan

Pengunjung juga bisa memberi makan hewan di sana dengan membeli buah/sayur /daging yang sudah disediakan. Bisa memberi makan gajah, kambing atau harimau putih. Jennifer memilih memberi makan gajah dengan membayar Rp.50.000 yang ditukar dengan sekeranjang makanan untuk si gajah. Isinya ubi, pisang, daun-daunan, dan wortel. Dalam waktu sekejap makanan tersebut ludes ditelan oleh 2 ekor gajah. Semua senang, baik yang memberi makan maupun yang makan, hehe..

Untuk makan siang, Jennifer memilih makan di Tsavo Resto. Pengalaman yang mengasyikkan nih, makan siang ditemani 2 ekor singa yang bisa langsung dilihat dari jendela resto. Begitu pula sewaktu ke toilet resto, dari jendela dekat wastafel bisa langsung melihat 2 ekor singa lain yang sedang tidur dengan damainya.

  • Rafting Sungai Ayung (Sobek Adventure)

Baru di usia kepala 4 ini, kami berdua mencoba rafting untuk pertama kalinya. Kami menggunakan jasa SOBEK Adventure, salah satu yang terkenal sebagai penyelenggara rafting di Bali. Beli voucher melalui tiket.com dan mendapatkan harga yang sangat murah karena sedang promo, yaitu sekitar Rp.125.000 per orang. Minimal pembelian 2 orang ya. Jadi karena pandemi dan sepi peminat, maka rafting baru diadakan jika ada minimal 2 orang. Harga itu sudah termasuk makan siang (nasi goreng) loh.

Untuk menuju tempat rafting ini, silakan cari saja di google maps. Dari hotel kami naik grab tidak sampai 15 menit. Di situ ada resepsionisnya. Nanti bisa ganti baju yang untuk basah2an dan sekalian titip barang. Dari situ mereka menyediakan shuttle ke titik awal rafting. Kami hanya berdua disertai guide/pendayung kami. Di titik awal rafting ini, kami mulai memakai helm, jaket pelampung dan membawa dayung masing2. Nah ternyata masih harus menuruni 500 anak tangga nih untuk bisa sampai di sungai Ayung ini. Wuiiih… perjuangan pertama nih, tapi santai saja.. pemandangan hutan di kiri dan kanan betul2 menyegarkan.

Ayung memiliki arti kata cantik, dalam bahasa Jawanya “ayu”. Sungai Ayung adalah sungai terpanjang di Bali dengan panjang lebih dari 60 km. Namun untuk rafting, kami akan melewati 14 km saja, dengan estimasi waktu sekitar 1,5-2 jam.

Keseruan rafting di sungai Ayung, Bali

Sebelum berangkat, guide kami memberikan panduan teknis rafting, termasuk jika terjadi keadaan darurat. Perahu yang digunakan ini sebenarnya berkapasitas 6 penumpang plus 1 guide. Karena kami hanya berdua, kami duduk di tengah2 perahu supaya seimbang. Belum lama jalan, kami tiba di salah satu air terjun yang sangat tinggi dan deras airnya. Di sini kami berhenti untuk foto2. Kami bisa turun dan menjejakkan kaki di dasar sungai yang ternyata cukup dangkal. Di sini kami juga bertemu dengan rombongan lain dari operator rafting yang berbeda. Ini satu2nya penikmat rafting selain kami, yang kami temui sepanjang perjalanan. Betul2 sepi.

Pemandangan sungai sepanjang rafting sangat menakjubkan. Rimbunnya pepohonan, ukiran ramayana pada batuan alam di sisi tebing sungai, juga melihat burung2 King Fisher yang warnanya cantik sekali membuat pengalaman kami lebih seperti menyusur sungai daripada rafting. Artinya kami duduk santai menikmati alam dan guide yang mendayung sepanjang perjalanan, haha..

Ada beberapa rest area semacam warung di tepi sungai yang dimiliki oleh warga lokal. Biasanya boat akan berhenti di salah satu tempat ini untuk memberi kesempatan penumpang beristirahat sambil membeli snack atau minuman. Namun harga yang ditawarkan di sini memang tergolong mahal, jadi lebih baik tanya dulu harganya sebelum transaksi supaya tidak kaget. Menjelang akhir perjalanan rafting ini, semakin banyak vila atau hotel mewah yang berada di kanan kiri sungai. Beberapa ratus meter sebelum finish, kami diarahkan guide untuk bergaya, karena di tepi sungai sudah ada fotografer yang standby. Nanti foto2nya bisa kita beli di kantor mereka sebagai souvenir.

Wisata Belanja

  • Ubud Art Market

Ini menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan kalo ke Ubud. Banyak souvenir termasuk kerajinan tangan yang bagus2. Sayang, karena pandemi banyak toko yang tutup. Di sini nyaris tidak ada pembeli. Jadi lebih banyak penjualnya daripada wisatawan yang datang. Silakan saja ditawar dengan harga pantas untuk setiap barang yang kita tertarik untuk membelinya.

Pusat kota Ubud

Di dekat Art Market ini juga ada beberapa pura yang bisa dikunjungi. Sayang semuanya sekarang sepi, tidak ada atraksi apa pun. Jadi silakan foto2 saja sendiri ya.

  • Krisna Oleh Oleh Bali, Gianyar

Toko Krisna sebagai tempat oleh2 khas Bali sebetulnya sudah tidak asing lagi. Namun Jennifer mengunjungi Krisna yang berlokasi di Raya Blangsinga, Blahbatuh, kawasan Gianyar. Yang unik adalah terdapat sawah di depannya, lengkap dengan saung dan patung kerbau membajak sawah. Otentik banget khas Ubud.

Krisna Gianyar di tengah sawah

Dari luar tampak sepi, tidak ada mobil yang parkir. Benar saja, begitu masuk ke dalam Jennifer menjadi satu-satunya customer di sini. Toko di sini tutup jam 6 sore, jadi bagi teman2 yang hendak berbelanja di Krisna silakan perhatikan jam buka dan tutup toko ya supaya jangan sampai pas datang sudah tutup.

Terkait : Bali May 2021 (Akomodasi & Kuliner Sanur)

Terkait : Bali May 2021 (Akomodasi Seminyak & Kuliner Seminyak, Kuta, Nusa Dua)

Terkait : Bali May 2021 (Wisata Pantai area Seminyak, Kuta, Nusa Dua, Pandawa + Tanah Lot)

Categories: 2020-2024, ASIA, Bali, INDONESIA | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: