Day 3 : Bukit Holbung, Taman Wisata Iman, Air terjun Efrata, Simalem Resort
Hari ketiga jadwal kami cukup padat, kami akan meninggalkan Samosir dan kembali ke daratan Sumatera tidak naik ferry tapi lewat jalur darat.
Bye Samosir Villa Resort
Setelah breakfast, kami check-out dan menuju jembatan Tano Ponggol. Satu2nya jembatan yang menghubungkan pulau Samosir dengan daratan Sumatera dan baru dibuka pertengahan tahun 2023 ini. Sebelum melintasi jembatan, kami sempat berfoto di depan gedung gereja HKBP Pangururan yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunannya. Gedung gereja ini terlihat besar dan megah.
Hari ini, kami mau jalan2 melihat Skagit Valley Tulip Festival. Lokasinya agak ke luar dari kota Seattle, tapi masih di negara bagian Washington. Ini pengalaman ketiga kami jalan2 melihat taman tulip. Pertama waktu kami ke perkebunan tulip di Dandenong, bisa baca di Australia 2010 (part 3-Melbourne) dan kedua waktu kami ke Keukenhoff di Belanda, bisa baca di Europe 2012 (part 2).
Taman dan ladang bunga tulip yang cantik
Di wilayah Skagit ini ada 4 perkebunan tulip, yaitu RoozenGaarde, Garden Rosalyn, Tulip Valley Farms dan TulipTown. Kita memang harus pilih mau ke perkebunan tulip yang mana, karena ownernya beda2 dan harga tiket masuknya juga beda2, walau ada di area yang berdekatan semua. Jadi bukan seperti Dandenong atau Keukenhoff yang cuma ada 1 tempat dengan 1 harga. Yang terbesar dan terkenal adalah RoozenGaarde, jadi kami pilih pergi ke sini saja.
Setelah keluar dari cruise, kami berjalan kaki sambil menggeret 2 koper besar kami ke arah Pike Place Market. Sebelum cruise, kami sempat ke sini tapi sudah tutup karena kemalaman. Jadi sekarang mumpung pagi2 kami ke sini lagi. Mulai dari Original Starbucks, the “First Starbucks Store”. Ini adalah outlet Starbucks pertama, sebelum akhirnya memiliki puluhan ribu store/outlet di seluruh dunia.
Hari ini kami tiba di Ketchikan yang menyebut dirinya sebagai “The Salmon Capital of The World”. Suhu di Ketchikan sekitar 8 derajat celcius dan cuaca diramalkan cerah. Sunrise pk.05.30 am dan sunset pk.08.01 pm. Jam di sini masih mengikuti jam Alaska, yaitu mundur 1 jam dari kota Seattle. Tiba jam 7 am dan punya waktu sampai maksimal pk.12.45 pm harus sudah balik di kapal. Jadi cuma sekitar 5 jam lebih di sini. Apalagi kami tibanya di port khusus NCL yang terletak di luar kota Ketchikan.
Dari port, kami melewati ruangan besar seperti bekas gudang yang isinya cafe dan penjualan souvenir. Keluar gedung tersebut, kami naik shuttle sekitar 15 menit ke pusat kota. Gratis dan banyak tersedia, tapi artinya waktu kami ga banyak untuk menjelajah Ketchikan.
Pk.7.00 am kami tiba di port kedua yaitu kota Skagway. Suhu di Skagway sekitar 7 derajat celcius dan cuaca diramalkan cloudy. Sunrise pk.05.37 am dan sunset pk.08.25 pm. Jam Skagway sama dengan Juneau, jadi mengikuti jam Alaska yaitu mundur 1 jam dari kota Seattle. Di kota ini kita punya waktu sampai pk.7.45 pm, sebelum harus naik lagi ke kapal. Jadi ini kota yang paling lama waktu berlabuhnya di sepanjang perjalanan cruise kami, seharian !
Skagway adalah kota kecil dengan jumlah penduduk tidak sampai 1.000 jiwa. Ketika cruise kami berlabuh, tentu saja kota ini mendadak menjadi ramai oleh ribuan tamu cruise. Di kota ini tidak banyak yang bisa dilihat karena benar2 kecil. Hanya ada rumah penduduk, toko2 souvenir, 1 bank dll. Jalan2 di kotanya ga sampe 1 jam pasti beres. Jadi sangat disarankan untuk ambil tour/excursion ke luar kota Skagway nya deh.
Pk.1.30 pm kami tiba di port pertama yaitu kota Juneau. Akhirnya bisa menyentuh daratan juga nih setelah sekian lama berlayar. Juneau merupakan ibu kota negara bagian Alaska, USA. Jangan bayangkan Juneau seperti kota besar dengan gedung tinggi ya. Ini Alaska, penduduknya sedikit, kotanya kecil dan dikelilingi pegunungan yang saat ini masih diliputi salju.
Suhu di Juneau sekitar 2-5 derajat celcius dan cuaca diramalkan cloudy. Sunrise pk.05.40 am dan sunset pk.08.15 pm. Jam di Juneau mundur 1 jam dari kota Seattle atau waktu di lautan kemarin. Informasi ini semua ada di booklet ya, jadi sudah memudahkan penumpang untuk adjust jam dan memperkirakan kostum yang mau dipakai. Di kota ini kita punya waktu sampai pk.10.30 pm, sebelum harus naik lagi ke kapal. Lumayan lama juga sih. Makanya untuk Juneau ini kami beli shore excursion dari kapal saja biar ga ribet. Ada 2 excursion yang kami pilih di Juneau ini : Goldbelt tram dan Mendenhall Glacier, yang tiketnya pas pertama sampai kamar di kapal sudah ada di atas ranjang itu.
Akhirnya tiba juga hari di mana kami akan berpetualang ke Alaska, salah satu negara bagian USA yang spektakuler pemandangan alamnya. Untuk tanggal liburan kami, hanya ada 1 cruise yang akan berlayar ke sana yaitu NCL Bliss. Cruise lain umumnya baru berlayar sekitar bukan Mei. NCL Bliss adalah salah satu cruise terbesar yang dimiliki oleh NCL dan didesain terutama untuk tujuan Alaska. Untuk naik cruise, kami berangkat dari Pier 66, tidak jauh dari Pike Place Market yang kami kunjungi kemarin.
Proses check-in dilakukan melalui apps dari jauh-jauh hari sebelumnya. Para penumpang diminta untuk mengisi rencana jam check-in. Check-in bisa dimulai dari jam 10.00 sampai jam 15.00 untuk keberangkatan kapal jam 17.00. Yang penuh duluan terisi adalah jadwal check-in yang paling awal. Rupanya penumpang ingin cepat2 naik kapal, supaya bisa segera menikmati fasilitas kapal. Setelah dipilih, nanti akan ada tag berwarna yang harus ditempelkan di koper atau tas bawaan kami. Warna tag tergantung jam check-in.
Selama di kapal, kami dapat jatah wifi gratis terbatas 150 menit per orang. Ini aksesnya juga dari apps. Nanti bisa ketauan sudah terpakai berapa banyak dan sisa berapa banyak jatah wifinya. Kami irit2 deh ini pakainya, gantian antara Jeff dan Diana untuk berkomunikasi dengan keluarga.
ITINERARY CRUISE
1. Seattle – 15 April
Di Pier 66 sudah ada tempat drop off khusus. Jadi mobil bisa menurunkan penumpang dan kopernya di situ. Nanti koper bisa langsung diletakkan di tempat drop bagasi, di situ juga banyak petugas yang siap membantu. Nantinya koper akan dikirim langsung ke kamar.
Setelah perjalanan kami road trip di Western USA (2022) yang sangat menyenangkan, kami pun ingin lanjut jalan2 lagi di Amerika tapi di bagian yang lain lagi. Mumpung Visa USA masih berlaku dan pandemi COVID sudah ga terasa di USA. Kali ini kami mau ke tempat yang lebih jauh dan dingin di bulan April, yaitu Seattle dan Alaska. Di Seattle ada family Diana jadi akan menginap di sana dan untuk Alaska kami akan ikut cruise.
Perjalanan kami ke Ciwidey kali ini adalah untuk merayakan hari ulang tahun kami berdua di bulan Oktober. Tahun lalu, kami pernah menginap juga di Ranca Upas, Ciwidey (2021). Hawa yang dingin dan penginapan yang menyatu dengan alam memang menjadi daya tarik untuk area Ciwidey ini. Karena masih dalam era COVID, walau sudah melandai, namun kami masih tetap berusaha memilih tempat menginap yang private. Jadinya kami memilih 1 malam di Glamping (Glamour Camping) Legok Kondang dan1 malam di Glamping Lakeside Rancabali.
Harga untuk glamping di Ciwidey ini tergolong mahal menurut kami, karena menjual nuansa tenda tapi harga setara hotel bintang 4 atau 5. Untuk Glamping Legok Kondang, kami ambil Luna Tent di harga 3,5 juta per malam. Sementara untuk Glamping Lakeside Rancabali kami ambil Lakeside Tent di harga 1,5 juta per malam. Mari kita coba, seperti apakah rasanya menginap di glamping mahal ini ?
Seperti yang sudah disebutkan di tulisan tentang staycation Edensor ke Sentul sebelum ini, bahwa di bulan Maret ini kami mau habiskan jatah cuti Jeff. Satu hari sudah terpakai untuk ke Sentul. Dua hari lagi kami pakai untuk liburan singkat ke Bandung dan Ciater. Kami memilih berangkat Jumat subuh dan kembali ke Jakarta hari Senin siang.
Untuk ke Bandung karena merupakan hometown kami, maka kami ga tuliskan detailnya karena bukan pergi ke tempat wisata. Biasanya ke Bandung ya ketemu keluarga, bersantai dan kulineran aja sih. Untuk menginap juga kali ini kami menggunakan apartment keluarga besar yang memang sering menjadi tempat menginap kami ketika berada di Bandung.
Berjumpa Masalah
Nah, ada cerita menarik kali ini karena ternyata pas sampai Bandung mobil Jeff mengeluarkan suara2 ketika berbelok. Akhirnya kami pergi ke bengkel untuk cek masalahnya apa. Tanpa disangka, ternyata ada kerusakan pada part yang cukup penting dan menyebabkan mobil dalam kondisi berbahaya jika terus dijalankan. Masalahnya part yang harus diganti tidak tersedia di bengkel Bandung dan harus dikirimkan dari Jakarta. Tentu ini membutuhkan waktu yang lama. Jadi, mobil harus ditinggal di bengkel Bandung sampai mungkin seminggu ke depan. Hah ?! Gubrak deh ! Padahal ini baru hari pertama kami tiba di Bandung, masih banyak rencana dan belum juga ke Ciater sebagai tujuan utama liburan kan.