Advertisements

Serba Serbi Pengalaman Couchsurfing

Apa sih Couchsurfing (CS) itu ?

Bersama member CS lokal di China (2015)

Bersama member CS lokal di China (2015)

Ini adalah komunitas pertemanan seluruh dunia, dimana membernya terbuka untuk berinteraksi dengan traveler dari luar kota atau luar negaranya. Baik sebagai host yang membuka rumahnya untuk tempat tinggal sang traveler, menemani ngobrol, menemani jalan2, atau sekedar memberi informasi kepada sang traveler. Maupun sebagai guest yang mencari tumpangan menginap, ingin berinteraksi dan jalan2 bersama warga lokal, atau pun justru memperkenalkan negara asalnya kepada warga lokal di negara tujuan. Untuk lebih lengkapnya silakan baca langsung di website resmi Couchsurfing.

Apakah kita harus mendaftar menjadi member Couchsurfing (CS) ?

Betul sekali. Harus membuat account yang berisi profile kita. Untuk langkah awal tidak dipungut biaya alias gratis. Jika kemudian hendak meningkatkan status menjadi “verified” maka silakan membayar. Sampai sekarang kami tidak meningkatkan status kami dan tidak ada masalah.

Terlibat dalam aktivitas CS, artinya kita harus membuka diri terhadap segala perbedaan yang ada di antara manusia. Suku, ras, agama, budaya, gaya hidup, cara pikir dan mungkin orientasi sexual yang berbeda dengan yang kita jalani dan yakini. Jika kita terbiasa dengan perbedaan yang ada sehari2, akan lebih mudah untuk kita menerima keberagaman dalam CS. Keberagaman dan perbedaan bukan untuk diperdebatkan tapi justru memperkaya batin kita.

Bagaimana cara mendapat akomodasi gratis melalui CS ?

Europe Trip (2012) : Host di Austria

Europe Trip (2012) : Host di Austria

Ini adalah motivasi paling umum orang bergabung di CS, untuk mendapat akomodasi gratis di negara atau kota tujuan. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kita bisa mulai mencari host :

  1. Lengkapi profil CS anda dengan foto dan keterangan yang jelas mengenai diri anda serta apa yang anda tawarkan di komunitas CS ini.
  2. Profil belum lengkap tanpa referensi. Karena itu cobalah ikut pertemuan CS yang diadakan di kota anda. Carilah teman2 “nyata” yang sudah bergabung lebih dahulu di CS dan mintalah referensi dari mereka. Dengan begitu profil anda akan bisa dipercaya karena anda sudah ada koneksi dengan member lain di CS. Jika profil anda ga jelas, siapa yang mau menerima anda bertamu di rumahnya ? Jangan2 orang yang ga jelas juga…
  3. Pahami bahwa CS bukanlah sekedar hotel gratis. Sediakan waktu untuk berinteraksi dengan host dan lakukan sesuatu atau bawalah sesuatu sebagai balas jasa host yang sudah baik hati menampung anda.
  4. Mencari host CS perlu waktu karena anda harus membaca profil mereka terlebih dahulu sebelum melakukan “request” untuk menginap di rumah mereka. Mereka pun memiliki hak untuk menerima atau menolak permintaan anda, bahkan bisa membatalkan perjanjian secara mendadak. Karena itu anda perlu mencari host yang dapat dipercaya dan diandalkan.

Cara Mencari Host

Pengalaman kami selama ini, selalu mendapat host yang baik dan menyenangkan. Bahkan semuanya berlanjut menjadi teman di facebook dan masih saling berbagi informasi terkait traveling atau pun kondisi kota dan negara masing2. Untuk itu kami coba bagikan bagaimana cara mencari host yang selama ini kami lakukan.

Teman jalan di Jepang (2014)

Teman jalan di Jepang (2014) : hayoo.. mana orang Jepang dan mana orang Indonesia ?

  1. Masukkan nama kota yang menjadi tujuan kita. Lalu carilah host dengan memasukkan indikator yang kita inginkan, seperti : jenis kelamin, usia, merokok atau tidak, dsb. Carilah yang kurang lebih se-usia supaya lebih nyambung. Lalu jika seperti kami yang pergi berpasangan, lebih mudah diterima bila mencari host yang juga pasangan.
  2. Lihat jumlah reference, reference positif dan persentase dia menjawab request. Semakin banyak tentu semakin baik. Lalu referensi itu didapat dari orang2 yang jelas atau tidak. Itu juga penting. Kami berusaha mencari host dengan referensi positif minimal 3 dan yang memberi referensi pun juga memiliki referensi yang positif. Itulah “circle of trust”.
  3. Cek profil member, biasanya dia menuliskan hal terkait aturan di rumahnya atau hal khusus lainnya. Contoh : ada anjing peliharaan, tidak boleh merokok di dalam rumah, vegetarian, tidak boleh memasak di rumahnya, dsb. Carilah yg sekiranya cocok dengan kita. Bahkan ada yang menuliskan tentang kebiasaan nudis atau termasuk LGBT. Jadi jangan sampai kaget di belakang gara2 ga baca profilnya yah.
  4. Gunakan intuisi, lihat foto2nya, baca referensi nya. Jika rasanya cocok, silakan kirim permintaan untuk menginap. Toh setelah dia menjawab, kita masih bisa mempertimbangkan lagi apakah yakin jadi atau tidak jadi.

Beberapa Pertimbangan Akomodasi menggunakan jalur CS

  • Host bisa menyediakan sofa, sofa bed, matras atau pun ranjang di kamar tidur. Jadi harus siap dengan segala kondisi.

    Teman jalan di Eropa (2012) : Venezia dan Innsbruck

    Teman jalan di Eropa (2012) : Venezia dan Innsbruck

  • Pertimbangkan lokasi rumahnya dengan aktivitas traveling kita. Umumnya host jarang yang tinggal di pusat kota, walau kami pernah mendapatkannya. Tapi harus siap keluar biaya transport lebih besar sebagai pengganti biaya akomodasi. Waktu 30 menit dari rumah host menuju pusat kota adalah hal yang wajar. Justru kami jadi bisa menikmati bonus berupa pemandangan pinggiran kota yang indah.
  • Beberapa minggu sebelum kedatangan kita, jalin komunikasi intensif dengan calon host (bisa lewat email, facebook maupun wa). Dari menjalin komunikasi ini pula, kita sebenarnya bisa mulai menilai/merasakan bagaimana kepribadian host kita. Apakah dia orang yang hangat, terbuka, ramah atau justru kaku, kurang ramah dll. Ini juga menghindari pembatalan mendadak dari pihak host. Jika kita sudah nyaman ngobrol dan berteman, walau dia berhalangan mendadak, pasti dia akan berusaha untuk mencarikan alternatif dan tidak begitu saja cancel tanpa pemberitahuan.
  • Mencari akomodasi melalui CS di Asia (Singapore, Hongkong, Jepang dan China) kami rasakan lebih sulit karena rumah di sana kecil2, umumnya apartment dan rata2 hanya bisa menampung 1 orang tamu. Justru CS di Indonesia kelihatannya malah lebih responsif dan hangat. Untuk Eropa jauh lebih mudah karena mereka biasanya “tertarik” mengenal Indonesia. Jika tidak mendapat host untuk menginap, tidak ada salahnya mencari “teman jalan” dari orang lokal melalui CS juga. Dengan begitu, kita bisa tetap mendapat teman baru dan bisa ngobrol tentang destinasi yang kita tuju dengan teman baru kita tersebut.
Host kami di Palembang (2015)

Host kami di Palembang (2015)

 

Pengalaman mendapatkan Akomodasi Gratis melalui CS 

Europe Trip (2012) : Vienna, Salzburg & Innsbruck (Austria), Montreux (Swiss)

Lombok Trip (2013)

Palembang Trip (2016)

Scandinavia Trip (2016) : Oslo & Bergen (Norway), Copenhagen (Denmark), Stockholm (Sweden), Helsinki (Finland)

 

Pengalaman jalan2 bersama orang lokal melalui CS

Europe Trip (2012) : Venice (Italy)

Japan Trip (2014) : Kyoto, Tokyo

China Trip (2015) : Beijing

 

Etika menjadi Guest 

  1. Sediakan waktu untuk ngobrol dengan host kita. Jika kita jalan2 dari pagi sampai malam, usahakan sebelum makan malam, kita sudah tiba di rumah host. Gunakan kesempatan makan malam menjadi sarana buat ngobrol. Mereka akan sangat menghargainya. Tanyakan apakah mereka akan menyiapkan makan malam atau kita yang mau memasak untuk mereka atau kita harus cari makan sendiri di luar. Biasanya supaya sopan, kami suka bertanya “can we buy something cheap for dinner around your house ?” Nanti jika mereka mau menyiapkan makanan, tentu mereka akan bilang. Kalo dijawab dengan saran2 berarti mereka ga sediakan 😉

    Europe Scandinavia Trip (2016)

    Europe Scandinavia Trip (2016)

  2. Topik pembicaraan yang paling mudah adalah tentang makanan, perbedaan budaya dan promosi lah tentang Indonesia. Cth : penduduk Indonesia terbanyak no 4 di dunia, keragaman budaya (banyak suku), keindahan alam (terutama bawah laut). Hindari bertanya tentang umur dan status pernikahan. Siapkan juga foto keluarga kita, rumah kita, tempat2 wisata Indonesia dan makanan2 khas Indonesia dalam gadget kita untuk disharingkan/diceritakan dengan host kita. Gambar bisa menceritakan banyak hal, apalagi jika kita dan host terkendala bahasa.
  3. Saat tiba di rumah host pertama kali, biasanya mereka akan menunjukkan di mana kita akan tidur. Jika sofa bed atau matras biasa, bantulah mereka saat menyiapkannya untuk kita. Jangan hanya melihat saja karena kesannya mereka karyawan hotel, padahal mereka host kita loh. Jangan lupa merapikan sofa bed sebelum kita pergi beraktivitas. Biasanya sofa bed mereka terletak di ruang keluarga. Jadi ga enak dong kalo sofa bed mereka dan area sekitarnya terlihat berantakan gara2 ulah kita. Saat kita mau pulang, usahakan keadaannya sama seperti saat sebelum kita menginap, alias bersih dan rapi.
  4. Jika kita punya rencana masak di dapur dan meminjam/menggunakan peralatan masak mereka, mintalah ijin terlebih dahulu. Kami punya pengalaman host di Stockholm yang vegetarian murni bahkan tidak makan telur. Oleh sebab itu, mereka tidak mengijinkan kita untuk menggoreng telur di dapur. Jika mereka menyiapkan makanan, ada baiknya kita yang mencuci peralatan makan. Kecuali jika mereka menggunakan mesin cuci piring otomatis, itu sih ga usah ikut2an daripada nanti mesin nya rusak, hehe..
  5. Utarakan rencana kita kepada host selama kita menginap. Misalnya kita mau ke mana saja dan sampai jam berapa. Apakah mereka keberatan jika kita pulang malam ? Apakah kita bisa membawa kunci rumah mereka atau mereka akan tiba di rumah duluan sebelum kita ? Pengalaman kami, sebagian besar host memberikan kunci rumah mereka kepada kami. Jadi jangan salah gunakan kepercayaan mereka yah.

    Host di Lombok (2013)

    Host di Lombok (2013)

  6. Pada umumnya, kamar mandi di negara2 barat adalah kamar mandi kering. Artinya tidak ada / sedikit air yang tercecer di lantai kamar mandi walaupun bekas dipakai mandi. Berbeda dengan kebanyakan kamar mandi di Indonesia. Jika kita memakai kamar mandi mereka entah itu untuk keperluan kloset apalagi mandi/shower, pastikan kamar mandi dalam keadaan kering saat kita meninggalkannya.
  7. Sebelum kita berkunjung, tanyakan kepada calon host jika ada oleh2 khas Indonesia yang ingin kita bawakan untuk dia. Jika calon host tidak ada permintaan khusus, maka bawakan saja teh melati / jasmine, kopi Indonesia (luwak, Toraja) atau bumbu masak instant dalam sachet seperti bumbu soto, opor, kare atau yang lainnya. Untuk non makanan, pemberian barang berupa syal atau scarf motif batik akan sangat disukai, jika mau yang simple bisa bawa gantungan kunci atau kartu pos atau magnet khas Indonesia. Pertimbangkan oleh2 terkait banyak dan beratnya jika masuk koper. Ada beberapa negara yang melarang sama sekali bahan makanan masuk negara mereka. Sayang kan sudah jauh2 dibawa, di imigrasi tujuan harus dibuang.
  8. Yang paling akhir dan tidak kalah penting : Jangan lupa tuliskan reference anda tentang host CS anda jika sudah mengakhiri perjalanan. Sejauh ini kami selalu menuliskan reference positif terhadap member CS yang kami jumpai, karena memang pengalamannya selalu positif !!

Selain menumpang di rumah orang lokal dan minta ditemani jalan2 di tujuan, kita juga bisa berbagi kebaikan dengan membuka rumah kita untuk ditumpangi orang asing dan menemani orang asing jalan2 di kota kita. Banyak orang bergabung di CS karena mereka tidak bisa datang ke destinasi2 luar kota/negri, sehingga mereka “menghadirkan” orang2 luar kota/negri tersebut ke rumah mereka.

Nah, sekarang bagaimana caranya menjadi Host ?

  1. Buatlah profil yang jelas, termasuk apa yang kita tawarkan. Jika menawarkan akomodasi, sertakan fotonya dan gambaran bagaimana cara dia mencapai rumah kita. Kalo kami, biasanya kami akan janjian menjemput dia di salah satu mall dekat rumah kami yang terhubung dengan bandara melalui shuttle bus bandara. Tidak memberikan alamat jelas dahulu, karena nanti bisa disalahgunakan.

    CS Rusia dan CS India yang kami bawa ke resto Padang

    CS Rusia dan CS India yang kami bawa ke resto Padang dekat rumah

  2. Saat terima request, cek profil dan referencenya. Dengan pertimbangan keamanan, kami biasanya menerima tamu CS yang profilnya lengkap dan sudah memiliki lebih dari 3 references positif. Cek juga hobby atau kebiasaan mereka. Jika tidak sesuai atau tidak merasa nyaman, jangan ragu untuk menolaknya. Jika ingin bertemu tapi tidak yakin, tawarkan untuk menemani jalan2 saja dan bukan untuk menginap.
  3. Dengan perbedaan libur kerja dan gaya liburan di Indonesia dan Barat, maka saat kita menjadi surfer CS (guest), paling lama kita menginap 1-3 malam di satu rumah. Kebalikannya, orang barat bisa request lebih dari 3 hari dan belum tentu jelas tanggalnya. Kita tetap boleh membatasi keberadaan waktu tinggal tamu CS kita agar tidak mengganggu aktivitas maupun rencana yang kita sudah miliki.
  4. Jangan kaget dengan cara tamu kita menjalani aktivitas di rumah kita. Para bule bisa berhari2 pakai baju yang sama walaupun sudah mandi. Atau malah jarang mandi. Atau bisa santai2 tidur seharian di rumah kita. Sebaiknya ditanyakan dari awal rencana mereka di rumah kita seperti apa, supaya kita tidak terganggu.
  5. Untuk mengenalkan Indonesia, dapat dimulai dengan makanan. Untuk makan berat, ajaklah ke restoran makanan Padang. Pengalaman kami, biasanya mereka suka dengan rasa makanannya dan takjub dengan cara penyajiannya. Untuk jajanan pinggin jalan, biasanya mereka suka martabak manis alias Indonesian sweet pancake. Bisa juga siapkan nasi goreng di rumah atau ajak makan nasi kuning.
  6. Bingung mau diajak ngapain ? Ajak ke pasar atau toko buah. Mereka akan terkagum2 dengan banyaknya aneka jenis buah tropis yang ada di Indonesia seperti duku, rambutan, manggis, pisang, durian, sawo, nanas, dsb. Tunjukkan bentuk pohon pisang, pepaya, mangga, nangka, dsb. Pasti mereka terpesona ha..ha.. Apa yang umum buat kita, buat mereka itu suatu hal yang langka. Jadi santai aja ya, ga usah bingung untuk meng-entertain orang bule dari member CS. Bahkan orang Jepang aja kagum loh liat pohon pisang 😉
Host kami saat di Swiss yang akhirnya bertamu juga di rumah kami

Host kami saat di Swiss yang akhirnya datang ke Indonesia dan menjadi guest di rumah kami

Pengalaman menjadi Host

Sepasang member CS Swiss (2013)  – juga host kami saat di Swiss (2012)

Sepasang member CS Rusia (2014)

2 orang member CS India (2015)

Pengalaman menemani jalan2 member CS di Tangerang

Member CS Germany (2011)

Member CS Malaysia (2015)

Member CS Denmark (2016) – juga host kami saat di Denmark (2016)

Kami sangat senang jika bisa menjamu mantan host kami di Indonesia. Rasanya seru aja bisa saling berkunjung dan saling memberikan tumpangan. Memang secara umum, jika kita bertamu ke rumah orang lokal di suatu kota/negara, maka kita akan mengundang mereka untuk berkunjung ke tempat kita. Begitu juga jika kita menerima tamu asing, maka biasanya mereka akan mengundang kita untuk berkunjung ke negaranya.

Ketika mencari host di luar negri, kami juga biasanya memasukkan kata kunci “Indonesia” dalam search engine CS. Dengan cara itu, kami bisa menemukan orang Indonesia yang tinggal di sana dan menjadi member CS. Seru juga loh, mereka juga biasanya antusias untuk menyambut kita sebagai sesama orang Indonesia.

Berbagai pengalaman menarik dengan “teman baru” kami sudah kami rasakan. Tentunya untuk bisa menemukan orang2 yang tulus hati bergabung untuk berbagi kebaikan ini, kita perlu waspada. Banyak juga orang di luar sana yang menggunakan Couchsurfing untuk tujuan2 jahat dan mengambil keuntungan semata. Jadi, website jaringan Couchsurfing hanya merupakan “sarana” saja. Selebihnya kitalah yang harus bijak dalam menggunakannya. Mencari member yang bisa dipercaya dan menjadi member yang bisa dipercaya, adalah tugas kita semua.

Berani berpetualang bersama Couchsurfing ??

Advertisements
Categories: Artikel, Other | Tags: , , , , , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “Serba Serbi Pengalaman Couchsurfing

  1. info yg sangat bermanfaat, udh bbrp waktu join di CS tpi blom sempet berkontribusi, setelah membaca ini jd berkeinginan utk berkontribusi. hehe

  2. helena

    Senang banget membacanya, walau saya belum pernah pake CS, tpi jadi termotivasi jadi host n coba pake CS kalo ada kesempatan.

    • Pengalaman kami bersama komunitas CS selama ini, memperkaya batin dan menambah kekaguman kami atas keanekaragaman kehidupan manusia yang ada dalam berbagai belahan di dunia ini. Selamat datang di dunia CS dan selamat menikmati ‘circle of trust’

  3. saya baru tau kalau ada program seperti ni, jadi enak ya kalau ke luar negeri bisa banyak temen2..syukur2 nginep gratis 🙂 dan ada yang nampung

  4. Poin simpan foto ttg keluarga atau Indonesia di ponsel buat menjembatani keterbatasan bahasa, setuju bangeeeeet. Paling gampang banget dijadiin topik pembicaraan yang menarik.

  5. Aku suka banget tulisan ini. Terutama di bagian adab tinggal di tempat orang. Beberapa guestku (dari luar) ada tuh yang gak mau ngobrol. Datang, masuk kamar, tidur, besok minta anterin ke titik keberangkatan. Padahal kita mau menumpangi kan maunya menyerap pengalaman mereka. Melatih bahasa dan saling bertukar pengalaman.

    Ada juga yang sampai sekarang gak kasih reference, ntah apa motifnya. Nyebelin, tapi nggak bikin kapok menerima tamu 😉

    • Iya, karakter orang beda2 yah.
      Sejauh ini kami sih belum pernah dapat yang ga mau ngobrol. Kalo yg ga kasih reference ada tuh, padahal waktu barengan baik2 aja dan sangat menyenangkan. Biarkan saja lah ya.. masih banyak yang ga seperti itu, contohnya omnduut😉

We love your feedback !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: